Anda di halaman 1dari 32

TUGAS KELOMPOK

KEANEKARAGAMAN HAYATI

Keragaman Budaya Indonesia

Semester : Genap 2016/2017

Dosen : Dra. Subaryanti,Msi,Apt.

Disusun Oleh :

1. Annisa Sabrina 13334034


2. Bunga Claudia O. 13334053

FAKULTAS FARMASI

INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI NASIONAL

JAKARTA-2017

KATA PENGATAR
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata?ala, karena berkat
rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Keragaman Budaya Indonesia
Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Keanekaragaman Hayati .

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya
makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Jakarta , 09 April 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ 2


DAFTAR ISI .......................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 4
A. Latar belakang ........................................................................................ 4
B. Tujuan Penulisan .................................................................................... 5
C. Manfaat Penulisan .................................................................................... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................... 6


A. Tinjauan pustaka .................................................................................... 6
B. Nilai-Nilai kebudayaan . ................................................................................ 8

BAB III PEMBAHASAN ......................................................... 9


A. Pengertian .................... ......................................................... 9
B. Unsur-unsur Kebudayaan .......................................................................... 10
C. Faktor Pembentuk Keragaman Budaya ........................................................ 12
D. Faktor Penyebab Perubahan Budaya ....................................................... ........ 13
E. Manfaat Keragaman Budaya Indonesia . 14

BAB IV PENUTUP ................................................................. 28


A. Kesimpulan ........................................................................................... 28
B. Saran .................................................................................................... 29
Daftar Pustaka .......................................................................................... 31

Lampiran

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keragaman budaya atau cultural diversity adalah keniscayaan yang ada di bumi
Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri
keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok
sukubangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat
kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang
ada didaerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana mereka tinggal tersebar
dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis
yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga
perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan
masyarakat di Indonesia yang berbeda.
Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi
kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di
Indonesia. Kemudian juga berkembang dan meluasnya agama-agama besar di Indonesia turut
mendukung perkembangan kebudayaan Indonesia sehingga memcerminkan kebudayaan agama
tertentu. Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keaneragaman
budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi. Tidak saja keanekaragaman budaya kelompok
sukubangsa namun juga keanekaragaman budaya dalam konteks peradaban, tradsional hingga ke
modern, dan kewilayahan.
Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan mempunyai
keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang
lengkap dan bervariasi. Dan tak kalah pentingnya, secara sosial budaya dan politik masyarakat
Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang dirangkai sejak
dulu. Interaksi antar kebudayaan dijalin tidak hanya meliputi antar kelompok sukubangsa yang
berbeda, namun juga meliputi antar peradaban yang ada di dunia. Labuhnya kapal-kapal Portugis
di Banten pada abad pertengahan misalnya telah membuka diri Indonesia pada lingkup pergaulan
dunia internasional pada saat itu.
Hubungan antar pedagang gujarat dan pesisir jawa juga memberikan arti yang penting
dalam membangun interaksi antar peradaban yang ada di Indonesia. Singgungan-singgungan
peradaban ini pada dasarnya telah membangun daya elasitas bangsa Indonesia dalam berinteraksi
dengan perbedaan. Disisi yang lain bangsa Indonesia juga mampu menelisik dan
mengembangkan budaya lokal ditengah-tengah singgungan antar peradaban itu. Sehingga tidak
salah jika Indonesia dikatakan sebagai pusat peradaban dunia, sebagaimana banyak para peneliti
barat yang telah mengungkap hal itu. Dengan tulisan singkat ini, kami mencoba untuk mebahas
keragaman budaya yang sangat luas ini, berharap menemukan pemahaman yang kiranya bisa
membantu dalam proses belajar kita semua.

B. Tujuan Penulisan
1. Sebagai syarat penilaian dari mata kuliah pilihan keanekaragaman hayati

C. Manfaat Penulisan
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui keragaman budaya yang ada di indonesia
2. Agar dapa bisa melestarikan budaya yang sudah ada di indonesia.
3. Agar dapat menjaga budaya indonesia lengkap dengan adat istiadatnya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Kebudayaan.
Sebelum kita memahami kebudayaan Indonesia, terlebih dahulu patut kiranya kita
memahami arti kebudayaan itu sendiri, kata kebudayaan dalam bahasa Indonesia berasal dari
bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi
atau akal. Dengan demikian kebudayaan di artikan sebagai hal hal yang bersankutan dengan budi
dan akal. Kata kebudayaan dalam bahasa inggris diterjemhkan dengan istilah culture. Dalam
bahasa Belanda di sebut cultuur. Kedua bahasa ini di ambil dari bahasa latin colore yg berarti
mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah. Dengan demikian culture
atau cultuur diartikan sebagai segala kegiatan manusiauntuk mengolah dan mengubah alam. ada
pula yang berpendapat bahwa kata budaya dari budi daya yang berarti daya dari budi, yaitu
berupa cipta, karsa, dan rasa.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur
yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian,
bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan
dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.
Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan
menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.Budaya
adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek
budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan
meliputi banyak kegiatan sosial manusia.Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan
ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya
adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung
pandangan atas keistimewaannya sendiri.Citra yang memaksa itu mengambil bentuk-bentuk
berbeda dalam berbagai budaya seperti individualisme kasar di Amerika, keselarasan individu
dengan alam d Jepang dan kepatuhan kolektif di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa
tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan
menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling
bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.Dengan
demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan
aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan
Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat
ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu
adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu
generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas
Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu
pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi
segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks,
yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat,
dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil
karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah
sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat
abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia
sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata,
misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain,
yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.

B. Nilai-Nilai Kebudayaan.
Nilai-nilai budaya merupakan nilai- nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat,
lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan
(believe), simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya
sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi.
Nilai-nilai budaya akan tampak pada simbol-simbol, slogan, moto, visi misi, atau sesuatu yang
nampak sebagai acuan pokok moto suatu lingkungan atau organisasi.
Ada tiga hal yang terkait dengan nilai-nilai budaya ini yaitu :
1. Simbol-simbol, slogan atau yang lainnya yang kelihatan kasat mata (jelas)
2. Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto tersebut
3. Kepercayaan yang tertanam (believe system) yang mengakar dan menjadi kerangka acuan
dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat).

BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengertian

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan
luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya
ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Dengan demikian, budayalah yang
menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan
memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai
makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-
pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
Kebudayan menurut wujudnya digolongkan menjadi tiga macam yaitu :
a. kebudayaan berwujud abstrak
b. kebudayaan berwujud konkret; dan
c. kebudayaan berwujud benda (fisik).
Keberagaman sama pengertiannya dengan keanekaragaman, banyak dan bermacam macam.
Sehingga yang dimaksud keanekaragaman kebudayaan adalah bahwa kebudayaan tersebut
bermacam macam, bisa ditinjau dari berabgai aspek, misalnya dari aspek peralatan dan
perlengkapan hidup manusia, mata pencaharian hidup, sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan,
bahasa, kesenian, sistem pengetahuan dan religi/kepercayaan.

B. Unsur-Unsur Pokok Kebudayaan


Clyde Kluckhohn menyebutkan terdapat 7 unsur pokok kebudayaan (universal culture),
yakni sebagai berikut:
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga,
senjata, alat-alat produksi, transportasi, dan sebagainya).
2. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi(pertanian, perternakan, sistem produksi,
sistem distribusi, dan sebagainya)
3. Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hokum, sistem
perkawinan, dan seterusnya)
4. Bahasa (lisan maupun tertulis)
5. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dan seebagainya)
6. Sistem pengetahuan
7. Sistem kepercayaan (religi)

C. Faktor Pembentuk Keragaman Budaya

Masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebardi lebih dari 13 ribu
pulau. Setiap suku bangsa memiliki identitas social, politik, dan budaya yang berbeda-beda,
seperti bahasa, adat istiadat serta tradisi, sistem kepercayaan dan sebagainya. Dangan identitas
yang berbeda beda ini, kita dapat mengatakan bahwa Indonesia memiliki kebudayaan local yang
sangat beragam.
Keberagaman kebudayaan terbentuk bukan dengan sendirinya. Fakor utama pembentuk
keberagaman adalah manusia yang memiliki kebudayaan tersebut. Selain itu masih ada faktor
lain, yaitu :

1. Lingkungan
Kondisi alam dimana manusia tinggal akan sangat mempengaruhi corak budaya yang mereka
munculkan. Masyarakat petani akan memunculkan alat alat pertanian seperti cangkul, alaat
pembajak tanah dan lain lain. Begitu pun masyarakat nelayan juga akan memunculkan alat alat
untuk menangkap ikan. Keadaan lingkungan tempat tinggal masyarakat menentukan sistem mata
pencaharian masyarakat tersebut, sehingga memunculkan berbagai mata pencaharian.

2. Pertemuan bangsa bangsa


Perpindahan bangsa bangsa pendukung kebudayaan Dongson dari Yunan (Cina Selatan) ke
Nusantara menyebabkan masyarakat Nusantara mengenal kebudayaan perunggu, cara melebur
dan mencetak logam. Candi candi di Indonesia seperti Borobudur dan Prambanan tidak terlepas
dari pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha dari India. Begitu pula pertemuan bangsa bangsa
yang disebabkan karena penjajahan dan perdagangan juga akan sangat mempengaruhi
keanekaragaman kebudayaan yang ada di indonesia.

3. Kepercayaan yang kuat dan mengakar

Misalnya orang Mesir Kuno memiliki kepercayaan kuat bahwa roh orang yang meninggal akan
tetap abadi selama jasad/jenazahnya masih utuh. Karena itu jenaza para raja dirawat dan
diawetkan, kemudian ditempatkan pada tempat tempat yang kokoh agar tetap aman. Maka
muncullah teknologi bangun piramida yang sangat hebat dan teknik pengawetan mayat (Mumi)
yang terkenal

4. Faktor Ras

Penelitian Antropologi Fisis menyatakan bahwa perbedaan antar ras (induk bangsa) terletak pada
ciri ciri tubuhnya. Tetapi ada pula yang berpendapat bahwa selain segi fisiknya, ada perbedaan
juga pada segi jiwa dan rohaninya Perbedaan itu memungkinkan adanya perbedaan budaya.

D. Faktor Penyebab Perubahan Budaya

Kebudayaan selalu berubah, unsur unsur yang ada didalam siatu kebudayaan akan selalu
beradaptasi dengan keadaan lingkungan fisik, geografis dan lingkungan sosial. Terdapat
beberapa faktor yang menyebabkan suatu kebudayaan berubah, yaitu sebagai berikut :

1. Faktor Latar Belakang Historis

Sebagai contoh Indonesia, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan, yaitu wilayah
Cina bagian selatan. mereka pindah dan melakukan perjalanan hingga sampai ke pulau pula di
Nusantara. Sebelum sampai di kepulauan nusantara, mereka telah berhenti di berbagai tempat
dan menetap dalam jangka waktu yang lama, bahkan mungkin hingga beberapa generasi.
Selama bermukim di tempat tempat tersebut mereka telah melakukan adaptasi dengan
lingkungan lingkungannya, mereka juga mengembangkan pengetahuan, pengalaman dan
keterampilan keterampilan khusus sebelum melakukan perjalanan kembali. Perbedaan jalur
perjalanan, proses adaptasi di beberapa tempat persinggahan yang berbeda dan perbedaan
pengalaman serta pengetahuan itulah yang menyebabkan timbulnya perbedaan suku bangsa dan
budaya yang ada di Indonesia.

2. Faktor Manusia

Manusia dianggap sebagai makhluk paling sempurna karena dikarunia cipta, rasa dan karsa oleh
Tuhan Yang Maha Esa. Dengan akal manusia mampu menghasilkan karya, hasil karya
masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang berguna untuk memenuhi
kebutuhan manusia. Dengan perasaan manusia mampu membedakan baik buruk, indah jelek.
Karsa merupakan upaya manusia untuk melindungi diri terhadap kekuatan kekuatan lain yang
ada dalam masyarakat. Kekuatan kekuatan tersembunyi yang ada dalam masyarakat tidak
selamanya baik. Untuk menghadapi kekuatan kekuatan buruk, manusia terpakasa melindungi diri
dengan menciptakan kaidah kaidah yang pada hakikatnya merupakan petunjuk petunjuk tentang
bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku dalam pergaulan hidup. Dengan ketiganya
itu manusia dapat menciptakan suatu kebudayaan yang bersifat meterial maupun non material.

3. Faktor Lingkungan Alam (Kondisi Geografis)

Terjadinya gempa bumi, angin topan, banjir besar, gunung meletus, kemarau yang
berkepanjangan, dan lain lainnya yang menyebabkan masyarakat yang mendiami suatu daerah
terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Dan saat itulah masyarakt tersebut akan
beradaptasi dengan sendirinya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara
membentuk atau menciptakan kebudayaan yang baru.

4. Faktor perubahan Nilai Nilai dan Sikap


Setiap individu dalam melaksanakan aktivitas yang selalu berdasarkan serta berpedoan kepada
nilai nilai yang ada dan hidup dalam masyarakat. Di lain pihak nilai nilai ini sangat
mempengaruhi tindakan dan perilaku manusia baik secara perorangan, kelompok maupun
terhadap masyarakat itu sendiri.Dikatakan demikian karena nilai nilai tersebut adalah
sekumpulan perorangan, kelompok atau masyarakat tidak petut terhadap obyek material maupun
non material. Dengan yang selalu diinginkan, di cita citakan dan dianggap penting oleh seluruh
manusia sebagai anggota masyarakat.

5. Pengaruh Kebudayaan lain

Dengan adanya hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia di dalam masyarakat akan
terjadi kontak dan pertukaran budaya dari satu individu ke individu lainnya. Keadaan seperti ini
mendorong terjadinya proses perubahan suatu kebudayaan yang ada di dalam suatu masyarakat.
Proses perubahan kebudayaan antara lain asimilasi, akulturasi, enkulturasi dan inovasi.

6. Faktor Kemajuan Teknologi

Perkembangan teknologi yang begitu cepat menimbulkan perkembangan perkembangan pula di


lapang sosial. Misalnya pengaruh penemuan radio mempunyai efek pada lapangan rekreasi,
pendidikan, pengangkutan, agama, pertanian, ekonomi, pemerintah dan sebagainya.

7. Perubahan Kependudukan

Perubahan kependudukan bisa terjadi karena adanya gerak kemasyarakatan. Gerak


kemasyarakatan ini dapat dibagi menjadi dua yaitu gerak ekemasyarakatan yang bersifat vertikal
dan horizontal.

E. Manfaat Keberagaman Budaya di Indonesia

Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia. Bermacam macam kekuatan
yang harus dihadapi masyarakat dan anggota anggotanya seperti kekuatan alam maupun
kekuatan kekuatan lain dalam masyarakat itu sendiri yang tidak terlalu baik baginya.

Manusia juga mempunyai banyak kebutuhan agar kehidupannya nyaman dan tentram. Dengan
akal manusia menghasilkan suatu kebudayaan yang dapat menjadi sarana untuk memenuhi
kebutuhannya serta untuk menghadapi berbagai macam kekuatan dalam kehidupannya.

Keberagaman budaya di Indonesia mempunyai berbagai manfaat bagi Indonesia sendiri, antara
lain sebagai berikut:

1. Dapat memperkaya perbendaharaan istilah dalam bahasa Indonesia


2. Potensi keberagaman budaya dapat dijadikan objek dan tujuan pariwisata
3. Pemikiran yang timbul dari sumber daya manusia di masing masing daerah dapat pula
dijadikan acuan bagi masyarakat.
4. Jika difasilitasi dengan baik, maka keberagaman budaya dapat meingkatkan rasa
persatuan dan kesatuan bangsa.
5. Mendorong integrasi nasional.

Contoh Keberagaman Budaya Lokal di Masyarakat Setempat

1. Keberagaman Suku Bangsa

Suku bangsa Jawa merupakan komunitas terbesar dari penduduk di Indonesia, diikuti dengan
suku bangsa Sunda, Madura, Minangkabau, Bugis, Batak, Bali, Ambon, Dayak, dan sebagainya.

Menurut Van Vollenhoven suku bangsa Indonesia diklasifikasikan menjadi 19 daerah suku
bangsa yaitu Aceh, Gayo Alas dan Batak, Nias dan Batu, Minangkabau, Mentawai, Sumatera
Selatan, Melayu, angka dan Belitung, Kalimantan, Minahasa, Sangir dan Talaud, Gorontalo,
Toraja, Sulawesi Selatan, Ternate, Ambon, Kepulauan Barat Daya, Irian, Timor, Bali dan
Lombok, Jawa Tengah dan Jawa TImur, Surakarta dan Yogyakarta dan Jawa Barat.

2. Keberagaman Bahasa
Di Indonesia ada sekitar 250 bahasa dan dialek yang dikelompokkan berdasarkan keompok suku
bangsa yang hidup tersebar di nusantara. Bahasa lokal atau bahasa daerah yang utama di
Indonesia antara lain bahasa Aceh, Batak, Betawi, Jawa, Sasak, Dayak, Minahasa, Toraja, Bugis,
Ambon, Irian dan bahasa bahasa daerah lainnya. Diantara bahasa bahasa daerah tersebut terdapat
ragam dialek yang berbeda beda. Bahasa nasional Indonesia diperkenalkan secara resmi sejak
kemerdekaan Indonesia dan diberi nama bahasa Indonesia. Struktur bahasa Indonesia merupakan
bahasa Melayu yang diperkaya oleh bahasa bahasa daerah Nusantara.

3. Keberagaman Agama

Di Indonesia para penduduknya megnantu beberapa agama, yaitu : Islam, Kristen, Katolik,
Hindu, Budha dan Konghuchu.

4. Keberagaman Kesenian

Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki senian dan kebudayaan yang berbeda. Sebagai contoh
suku Jawa memiliki alat musik yang bernama gamelan, sedangkan suku Sunda memiliki alam
musik yang bernama angklung.

5. Keberagaman Tradisi

a. Tradisi Upacara Labuhan Merapi

Tradisi budaya ini dilaksanakan setiap tanggal 30 rajab sebagai serangkaian kegiatan upacara
penobatan Sri Sulttan Hamengkubowono X sebagai sultan Ngayogyakarta Hadiningrat.

b. Tradisi Ngaben

Adalah upacara pembakaran mayat yang dilakukan oleh para penganut agama Hindu Bali.
Upacara ini dilaksanakan antara bulan Juni-September yang merupakan kesempatan terakhir bagi
keluarga yang ditinggalkan untuk mengabdikan dirinya kepada orangtua yang sudah meninggal
dan belum sempat di-aben, tetapi telah dikubur.

Upacara Ngaben di Bali menggunakan 39 jenis tumbuhan yang mengandung minyak atsiri .Pada
upacara ngaben di Bali dipergunakan 39 jenis tumbuhan. Dari 39 jenis tersebut banyak yang
tergolong penghasil minyak atsiri dan bau harum seperti kenanga, melati, cempaka, pandan, sirih
dan cendana. Jenis lain yaitu dadap dan tebu hitam diperlukan untuk, kelapa gading diperlukan
untuk menghanyutkan abu ke sungai.

c. Tradisi batapung tawar maayun

Adalah upacara menyiapkan menjadi seorang anak yang merupakan tradisi budaya masyakat
martapura, Amuntai, Kandangan dan Banjarmasin

d. Tradisi era era tu urau

Adalah upacara tindik telinga untuk gadis gadis yang menginjak dewasa, yang merupakan tradisi
budaya suku bangsa Waropen, Papua.

e. Tradisi adat Jawa

Beberapa tradisi masyarakat jawa diantaranya

1. Brokohan, yaitu upacara kelahiran bayi


2. Selapanan, yaitu upacara pemberian nama pada bayi yang baru lahir. Upacara ini
dilaksanakan pada hari ke 35 setelah kelahiran
3. Tedhak sinten, yaitu upacara bayi yang berusia antara 5-6 bulan pada saat pertama kali
turun tanah
4. Tetasan, yaitu upacara khitanan untuk puteri raja yang telah berusia 8 tahun
5. Supitan, yaitu upacara khitanan untuk putera bangsawan yang sudah berusia 14 tahun
6. Tarapan, yaitu upacara inisiasi haid pertama bagi anak perempuan
7. Orang jawa terkenal dengan budaya seninya yang terutama dipengaruhi oleh agama
hindu-budha

f. Tradisi Perkawinan dan Budaya Batak

Dalam proses perkawinan masyarakat suku batak memiliki beberapa tahapan yaitu

1. Tahap martandang, artinya mencari jodoh. Seorang laki laki bertandang ke rumah marga
ibu untuk mencari seorang gadis yang akan dijadikan istri
2. Tahap marhusip. Setelah terjadi kesepakatan, pihak laki laki mengirim utusan yang
disebut domu domu yang bertugas untuk menindaklanjuti keinginan pihak laki laki untuk
meminang gadis pilihannya.
3. Dialap jual. Pihak pengantin laki laki membawah jual (bahan makanan yang diusung di
kepala dan menjemput pengantin wanita). Upacara ini berlangsung di halaman rumah
pengantin wanita. Apabila upacara ini berlangsung di halaman rumah mempelai pria,
upacaranya disebut ditaruhon jual.
4. Pembagian jambar (hewan). Pihak mempelai pria menyerahkan seekor babi kepada pihak
mempelai wanita. Pada pembagian daging hewan ini harus disepakati bagian apa saja
yang harus diberikan kepada keluarga mempelai wanita.
5. Prosesi di gedung pertemuan adat. Kedua mempelai menuju pelaminan yang disambut
dengan tari tor tor sebagi pembukaan
6. Pemberian Ulos. Keluarga mempelai pria memberikan ulos kepada pihak mempelai
wanita. Manka dari upacara ini agar kedua mempelai selalu hidup bersama sama dalam
suka maupun duka

Sebelum suku Batak Toba menganut agama Kristen Protestan, mereka mempunyai sistem
kepercayaan dan religi tentang Mulajadi Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit
dan pancaran kekuasaan-Nya terwujud dalam Debata Natolu. Menyangkut jiwa dan roh,
suku Batak Toba mengenal tiga konsep, yaitu:
Tondi : adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena itu
tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di dalam
kandungan.Bila tondi meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan
sakit atau meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari
sombaon yang menawannya.

Sahala : adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Semua orang
memiliki tondi, tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sahala sama dengan
sumanta, tuah atau kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula.

Begu : adalah tondi orang telah meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan
tingkah laku manusia, hanya muncul pada waktu malam.

g. Tradisi Dugderan di Kota Semarang

yaitu tradisi dalam rangka menyerakkan bulan puasa, dengan mengusung warak ngendog sebagai
ikonnya, yaitu binatang yang menyerupai persilangan naga dan kuda yang dilengkapi dengan
sebutir endhog (telur).
h. Kentrung (tradisi lisan)

yaitu tradisi seni tutur atau tradisi lisan yang berkembang di wilayah Jawa

i. Tradisi Budaya Sunda

dikenal dengan budaya yang sangat menjujung tinggi sopan santun. Pada umumnya
karakter masyarakat sunda, ramah tamah (someah), murah senyum, lemah lembut, dan sangat
menghormati orangtua. Itulah cermin budaya dan kultur masyarakat sunda. Di dalam bahasa
Sunda diajarkan bagaimana menggunakan bahasa halus untuk orang tua.
- Sisingaan - Wayang golek - Jaipongan
- Tarian Ketuk Tilu - Rampak - Kendang
- Suling - kecapi - gong,calung

Contoh Lain Keragaman Budaya dari Beberapa Tradisi

Penduduk Indonesia yang menghuni kepulauan nusantara memiliki keanekaragaman suku


dan budaya yang tinggi. Terdapat sekitar 350 jenis (suku) dengan agama dan kepercayaan,
budaya, serta adat-istiadat yang berbeda. Dalam menjalankan upacara ritual keagamaan dan
kepercayaannya, penyelenggaraan upacara adat dan hewan. Beberapa upacara ritual keagamaan
dan kepercayaan, upacara adat, dan pesta tradisional tersebut, antara lain sebagai berikut..
1. Upacara kematian di Toraja menggunakan berbagai jenis tumbuhan yang dianggap
memiliki nilai magis saat memandikan jenazah, misalnya limau, pisang, daun kelapa, dan
rempah-rempah.
2. Umat islam menggunakan hewan ternak (kerbau, kambing, sapi) pada hari raya Qurban.
3. Budaya nyekar (ziarah kubur) pada masyarakat Jawa menggunakan mawar, kantil, melati,
dan kenanga.
Budaya nyekar di Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan upacara mengirim doa pada
leluhur. Upacara ini juga menggunakan berbagai jenis tumbuhan bunga yaitu mawar,
kenanga, kantil, dan selasih. Untuk pembuatan kembar mayang pada pesta perkawinan
suku Jawa dipergunakan jenis tumbuhan yaitu janur muda dari kelapa, mayang (bunga
pinang), beringin, kemuning, daun spa-spa (Flemingialineata), daun kara (phaseolus
lunatus), daun maja, daun, alang-alang, daun kluwih (Artocarpus cornmunis), daun
salam, daun dadap. Disamping itu dikenal juga pemotongan ayam jantan untuk ingkung
yang biasanya ayam berbulu putih mulus atau ayam berbulu hitam mulus (ayam cemani).
Aneka tanaman yang dipergunakan untuk upacara memandikan keris di Yogyakarta
adalah jeruk nipis, pace, nanas, kelapa, cendana, mawar, melati, kenanga, dan kemenyan

4. Umat Nasrani menggunakan pohon cemara (Araucaria Isp., Casuarina equisetifolia) saat
perayaan natal,
Banyak jenis pohon di Indonesia yang dipercaya sebagai pengusir roh jahat atau tempat
tinggal roh jahat seperti beringin, bambu kuning (di Jawa)

5. Pada masyarakat Minangkabau dikenal juga upacara adat. Jenis tanaman yang banyak
dipergunakan dalam upacara adat ini adalah padi, kelapa, jeruk, kapur barus, pinang dan
tebu

Contoh Lain Keragaman Budaya Indonesia Di Kesenian.

Di sebagian daerah di Indonesia memiliki alat musik tradisional. Alat-alat musik tersebut ada
yang terbuat dari kayu, bambu, logam, kulit binatang, dan lain-lain. Saat ini memang alat musik
tradisional jarang ditemukan. Alat musik tradisional kalah dengan alat musik modern. Untuk itu
kita sebagai generasi muda harus mengetahui apa saja alat-alat musik tradisional terutama pada
daerah kelahirannya masing-masing. Berikut macam-macam alat musik tradisional di berbagai
daerah di Indonesia.

Angklung : Terbuat dari bambu, dari Jawa Barat.


Alosu : Berupa kotak anyaman daun kelapa, di dalam berisi biji-biji, dari
Sulawesi selatan
Anak Becing : Berupa dua batang logam seperti pendayung, dari Sulawesi Selatan.
Arumba : Terbuat dari bambu, dari daerah Sunda.
Basi-Basi : Sejenis terompet dari bambu yang dipasang rangkap, dari Sulawesi
Selatan.
Calung : Terbuat dari bambu, dari daerah Sunda.
Cungklik : Sejenis kulintang dari kayu, dari Pulau Lombok.
Dog-dog : Sejenis genderang, dari Jawa Barat.
Doli-doli : Berupa empat bilah kayu lunak, dari Pulau Nias.
Druri dana : Berupa bambu yang dikerat seperti garpu penala, dari Pulau Nias.
Floit : Seruling bambu, dari daerah Maluku.
Garantung : Berupa bilah-bilah kayu yang digantung, dari Tapanuli.
Kolintang : Berupa bilah-bilah kayu yang disusun diatas kotak kayu, dari Minahasa.

Manfaat Keragaman Budaya Bagi Bangsa Indonesia.

Tidak semua Negara memiliki keberagaman budaya seperti yang dimiliki Indonesia. Dengan
demikian keberagaman budaya memberikan manfaat bagi bangsa kita.
Dalam bidang bahasa, kebudayaan daerah yang berwujud dalam bahasa daerah dapat
memperkaya perbendaharaan istilah dalam bahasa Indonesia.
Dalam bidang pariwisata, keberagaman budaya dapat di jadikan objek dan tujuan pariwisata
di indonesia yang bisa mendatangkan devisa.
Pemikiran yang timbul dari sumber daya manusia masing-masing daerah dapat pula di
jadikan acuan bagi pembangunan nasional.

Pudarnya Budaya Bangsa Akibat Pengaruh Dari Luar


Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan
sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Budaya
lokal Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi
serta memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya zaman, menimbulkan perubahan pola
hidup masyakat yang lebih modern. Akibatnya, masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang
mungkin dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal.

Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya
masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal
yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada
kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.Faktor
lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan
budaya lokal.

Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus
dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun
demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian
negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan
berpengaruh terhadap perkembangan di negranya.

Dimasa sekarang ini banyak sekali budaya-budaya kita yang mulai menghilang sedikit
demi sedikit.Hal ini sangatlah berkaitan erat dngan masuknya budaya-budaya ke dalam budaya
kita.Sebagai contoh budaya dalam tata cara berpakaian.Dulunya dalam budaya kita sangatlah
mementingkan tata cara berpakaian yang sopan dan tertutup.Akan tetapi akaibat masuknya
budaya luar mengakibatkan budaya tersebut berubah.Sekarang berpakaian yang menbuka aurat
serasa sudah menjadi kebiasaan yang sudah melekat erat didalam masyarakat kita.Sebagai
contoh lain jenis-jenis makanan yang kita konsumsi juga mulai terpengaruh budaya
luar.Masyarakat sekarang lebih memilih makanan-makanan yang berasal dari luar seperti
KFC,steak,burger,dan lain-lain.Masyarakat menganggap makanan-makanan tersebut
higinis,modern,dan praktis.Tanpa kita sadari makanan-makanan tersebut juga telah menjadi
menu keseharian dalam kehidupan kita.Hal ini mengakibatkan makin langkanya berbagai jenis
makanan tradisional.Bila hai ini terus terjadi maka tak dapat dihindarkan bahwa anak cucu kita
kelak tidak tahu akan jenis-jenis makanan tradisional yang berasal dari daerah asal mereka.

Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara


termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh
negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi,
ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap
bangsa.

Pengaruh Keragaman Budaya Di Indonesia.

Pengaruh Positif
1. Keanekaragaman kebudayaan sangat menarik dan dapat dijadikan objek pariwisata.
Keanekaragaman budaya daerah dapat membantu meningkatkan pengembangan
kebudayaan indonesia
2. Tertanamnya sikap untuk saling menghormati dan menghargai antar suku yang berbeda.
3. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis.
Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan
secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat.
Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
4. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan
kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan
meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
5. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja
yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan
kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa
nasionalisme kita terhadap bangsa.

Pengaruh Negatif :
1. Kecurigaan antar suku
Adanya pontensi konflik antarsuku dan hambatan pergaulan antarsuku karena perbedaan
bahasa dan budaya
Banyaknya suku bangsa yang ingin menerapkan hukum adatnya.
2. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat
membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah
arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa
nasionalisme bangsa akan hilang
3. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri
karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.)
membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri
menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa
Indonesia.
4. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai
bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh
masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
5. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin,
karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat
menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu
kehidupan nasional bangsa.
6. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku
sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan
kehidupan bangsa.
Selain membawa manfaat, keberagaman budaya pun memiliki dampak negative. Mengatur dan
mengurus sejumlah orang yang sama ciri-ciri, kehendak dan adat istiadatnya tentunya lebih
mudah daripada mengurus sejumlah orang yang semuanya berbeda-beda mengenai hal terrsebut.
Potensi terpendam untuk terrjadinya konflik karena ketegangan antar suku bangsa dan golongan
tidak bisa di abaikan begitu saja dan banyak pengaruh asing yang masuk ke indonesia.
Dampak masuknya budaya asing antara lain :
a. terjadi perubahan kebudayaan
b. pembauran kebudayaan
c. modernisasi
d. keguncangan budaya
e. Penetrasi budaya
f. memperkaya keberagaman budaya

Peran Masyarakat Dalam Menjaga Kebudayaan Indonesia

Peran masyarakat dalam menjaga keragaman dan keselarasan budaya antara lain sebagai berikut:
1) Mengembangkan sikap saling menghargai terhadap nilai-nilai dan norma sosial yang
berbeda-beda dari anggota masyarakat, tidak mementingkan kelompok, ras, etnik atau kelompok
agamanya.
2) Meninggalkan sikap primodialisme terutama yang menjurus pada sikap etnosentrisme dan
ekstrimisme(berlebih-lebihan)
3) Menegakan supremasi hukun yang artinya sutau peraturan formal harus berlaku pada semua
warga negara tanpa memandang kedudukan sosial, ras, etnik dan agama yang mereka anut.
4) Mengembangkan rasa nasionalisme terutama melalui penghayatan wawasan berbangsa dan
bernegara namun menghindari sikap chauvimisme yang akan mengarah pada sikap ekstrim dan
menutup diri akan perbedaan yang ada dalam masyarakat.
5) Menyelesaikan semua konflik dengan cara yang akomodatif melalui mediasi, kompromi dan
ajudikasi.
6) Mengembangkan kesadaran sosial.
Contoh kongkritnya adalah di Bali sedang digalakkannya program Ajeg Bali guna
mempertahankan kebudayaan di dalam kehidupan masyarakat Bali yang makin lama terlihat
makin memudar.

Menyikapi keragaman budaya di Indonesia.

Dalam menyikapi kebudayaan yang beragam di Negara Indonesia, kita bisa melihat
beberapa penelitian yang sudah dilakukan oleh para pemikir kita, seperti apa yang telah
dilakukan oleh lembaga penelitian kebudayaan Indonesia yang kita kenal dengan LIPI (Lembaga
Ilmu dan Penelitian Indonesia), yang kemudian berkesimpulan bahwa sesungguhnya
keberagaman budaya yang kita miliki harus kita lestarikan, karena hal itu merupakan ciri khas
bangsa Indonesia, dengan keberagaman itulah Indonesia akan jaya.
Sejalan dengan hal itu, UNESCO juga telah mendeklarasikan akan pentingnya menjaga
sebuah keanekaragaman dalam berbudaya, sebagaimana yang kami kutip dalam Harian Kompas
yang kami akses di internet, bahwa deklarasi tersebut telah terjadi tanggal 20 november 2001 di
paris prancis. Deklarasi tersebut mempunyai dua tujuan yakni melestarikan keanekawarnaan
budaya sebagai harta hidup yang dapat diperbarui sehingga tidak boleh dianggap warisan yang
tidak berubah, melainkan sebagai proses yang menjamin kelangsungan hidup manusia. Tujuan
lain adalah untuk menghindari segregasi dan fundamentalisme yang ingin menghalalkan
perbedaan atas nama kebudayaan sehingga bertentangan dengan Deklarasi Universal Hak Asasi
Manusia. Tambahan pula, keberagaman budaya bangsa Indonesia memberikan nilai estetika
tersendiri dalam tatanan kehidupan, sehingga dengan begitu nilai-nilai kebudayaan semakin
berkembang dengan diikuti oleh nilai-nilai toleransi dalam masyarakat kita.
Adapun dalam menyikapi keberagaman budaya di Indonesia, kita tidak akan terlalu
dibuat repot, karena sejauh ini, di tengah keragaman budaya yang menyelimuti bangsa ini, kita
tidak pernah dihadapkan dengan pertentangan atau perseteruan dikalangan pemegang budaya
masing-masing. Karena pada hakikatnya keragaman tersebut telah diatur dalam undang-undang
dasar yang kemudian menyatukannya dalam sebuah wadah yakni kebudayaan nasional atau
kebudayaan bangsa. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana pergulatan antara budaya
kita yang beragam ini dengan budaya dari luar yakni budaya asing, yang mana dewasa ini sedang
keras-kerasnya arus akulturasi budaya luar menyerang kebudayaan negeri kita. Sehingga kita
sering dihadapkan dengan keadaan budaya kita yang terkadang kita temukan di ujung tanduk.
Pergulatan budaya kita dengan budaya luar lebih disebabkan dan dimulai dengan
dijajahnya bangsa kita oleh beberapa Negara Eropa, yang mana hal ini telah memakan sebagian
dari budaya kita, yang sampai kita merdeka, hal itu tetap berjalan karena keterlenaan kita
menikmati permainan mereka, sehingga muncullah sebagaimana yang dikatakan M. tasrif dalam
artikel beliau istilah kebudayaan dan relasi yang timpang.
Lantas bagaimanakah cara kita menghilangkan relasi yang timpang tersebut?. Dewasa ini,
ada dua bentuk sikap yang muncul untuk melakukan perubahan, pertama adalah sikap reaktif
yakni dengan cara menolak dan bahkan kalau dapat menghancurkan produk-produk kebudayaan
luar. Yang kedua adalah sikap kreatif yakni menjadikan produk kebudayaan luar sebagai bahan
untuk diolah kembali secara kreatif dan disesuaikan dengan kebudayaan saetempat. Dalam
orientasinya sikap yang pertama sejauh ini tidak memberikan hasil apapun, bahkan semakin
memperburuk keadaan seperti hilangnya nyawa dan harta, hal inilah yang dewasa ini kita kenal
dengan terorisme. Adapun yang kedua lebih efektif, karena dengan hal itu kita bisa bersaing
dengan kebudayaan luar meski awalnya kita awali dengan mengambil budayanya.
Dalam proses kreatif ini, Ki Hajar Dewantara mengemukakan tiga hal yang dikenal
dengan tri-kon, yaitu: konsentrisitas, kontinuitas, dan konvergensi. Dimana yang pertama
bermakna menekankan adanya sesuatu inti (sentrum) dari mana suatu budaya mulai digerakkan.
Dan yang kedua bermakna menunjuk perkembangan suatu kebudayaan dalam waktu: hari ini
adalah lanjutan hari lampau dan akan berlanjut ke hari esok. Adapun yang ketiga adalah
menunjuk gerak kebudayaan dalam ruang, dimana kebudayaan yang berbeda-beda akan menuju
ke satu kebudayaan dunia yakni kebudayaan umat manusia.
Dengan demikian dalam menyikapi kebudayaan bangsa kita yang beragam ini, perlu
adanya kesadaran diri untuk mencintai budaya sendiri dengan tidak terlalu membudayakan
budaya luar, misalnya dengan menggali nilai-nilai inti atau idiologi bangsa kita, (dalam hal ini
pancasila) guna membentuk sebuah ukuran bermuamalah dari nilai dasar tersebut agar tercipta
sebuah budaya yang mengakar dalam inti ideologi tersebut yang pada hakikatnya menjadi ruh
bangsa Indonesia sendiri.

Solusi Untuk Menyadarkan Masyarakat Akan Kekurangan Dalam Kebudayaan


1. Mencoba membangun kembali kesadaran masyarakat Indonesia terutama para pemuda
pemudinya akan pentingnya suatu kebudayaan bagi negara dan tetap melestarikan kekayaan
budaya yang menjadi ciri khas Indonesia. Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni dan
budaya daerah sehingga membuat bangsa Indonesia menjadi suatu masyarakat majemuk yang
berpadu dalam satu budaya nasional yang lebih dikenal dengan sebutan budaya Indonesia.
2. Memberikan pengarahan kepada masyarakat Indonesia akan arti kebudayaan dan bagaimana
cara melestarikannya.
3. Memberikan pendidikan kepada masyarakat Indonesia terutama para generasi muda yang
menjadi tulang punggung bangsa dan negara Indonesia bahwa kebudayaan yang beraneka ragam
dapat menjadi harta karun serta aset yang berharga bagi suatu negara di mata dunia apalagi di era
globalisasi seperti sekarang ini.
4. Mengarahkan bangsa Indonesia agar memiliki rasa cinta dan bangga akan kekayaan kebudayaan
yang dimiliki, karena kemakmuran suatu negara tidak hanya dinilai dari sektor ekonomi atau
politiknya saja, tetapi dari semua sektor termasuk sektor kebudayaan.
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan bersama yang dimiliki oleh bangsa Indonesia
yang merupakan puncak tertinggi dari kebudayaan-kebudayaan daerah. Kebudayaan nasional
sendiri memiliki banyak bentuk karena pada daasarnya berasal dari jenis dan corak yang
beraneka ragam, namun hal itu bukanlah menjadi masalah karena dengan hal itulah bangsa kita
memiliki karakteristik tersendiri.
Keanekaragaman hayati adalah bagian dari budaya . kekayaan keanekaragaman hayati di
Indonesia ada di keanekaragaman budaya. Jika kepedulian terhadap keanekaragaman hayati
sudah dijadikan gaya hidup, maka kesadaran masyarakat untuk menjaga keanekaragaman hayati
akan tumbuh dengan sendirinya.

Keanekaragaman hayati adalah bagian dari budaya . kekayaan keanekaragaman hayati di


Indonesia ada di keanekaragaman budaya. Jika kepedulian terhadap keanekaragaman hayati
sudah dijadikan gaya hidup, maka kesadaran masyarakat untuk menjaga keanekaragaman hayati
akan tumbuh dengan sendirinya.
Untuk memelihara dan menjaga eksistensi kebudayaan bangsa kita, kita bisa melakukan
banyak hal seperti mengadakan lomba-lomba dan seminar-seminar yang bernafaskan
kebudayaan nasional sehigga akan terjagalah kebudayaan kita dari keterpurukan karena
persaingan dengan budaya luar. Dan dalam menyikapi keberagaman yang ada kita harus bisa
bercermin pada inti kebudayaan kita yang beragam itu karena pada dasarnya segalanya bertolak
pada ideology pancasila.
Untuk menghadapi dampak negatif keberagaman budaya tentu perlu dikembangkan berbagai
sikap dan paham yang dapat menikis kesalahpahaman dan membangun benteng saling
pengertian. Gagasan yang menarik untuk diangkat dalam konteks ini adalah multikulturalisme
dan sikap toleransi dan empati.

Tujuh unsur pokok kebudayaan :

1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga,
senjata, alat-alat produksi, transportasi, dan sebagainya).
2. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi(pertanian, perternakan, sistem
produksi, sistem distribusi, dan sebagainya)
3. Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hokum, sistem
perkawinan, dan seterusnya)
4. Bahasa (lisan maupun tertulis)
5. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dan seebagainya)
6. Sistem pengetahuan
7. Sistem kepercayaan (religi)

Faktor Pembentuk Keragaman Budaya


1. Lingkungan
2. Pertemuan bangsa-bangsa
3. Kepercayaan menguat dan mengakar
4. Faktor ras
Masalah yang muncul akibat keragaman budaya

Tantangan : jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan persaingan dan pertentangan
(konflik) dan kerusuhan
Peluang : jika diarahkan dengan tepat akan menjadi kekuatan dan potensi dalam pembangunan
bangsa dan negara dan akan menimbulkan integrasi nasional (penyatuan)

B. Saran
Peran pemerintah harus mampu melaksanakan sebuah sistem politik nasional yang dapat
mengakomodasikan apresiasi masyarakat yang memiliki kebudayaan yang berbeda beda.
Peran masyarakat meminimalkan perbedaan yang ada dan berpijak pada kesamaan
kesamaan yang dimiliki oleh setiap budaya daerah.
Masyarakat harus lebih bisa menyadari penting nya menjaga kebudayaan yang dimiliki di
setiap tradisi adat istiadat yang terletak pada disetiap daerah diindonesia.
Masyarakat harus bisa tetap mempertahankan keragaman budaya indonesia agar tidak
diklaim oleh bangsa luar (contoh : malaysia yang mengakui batik dan alat musik angklung
yang mengakui warisan dari negara mereka)
Kita sebagai generasi muda sudah sepatutnya untuk menjaga kelestarian kebudayaan yang
sangat beranekaragam di Indonesia ini. Dengan mempelajari berbagai macam alat
tradisional, belajar mengetahui apa saja yang pertunjukkan seni, kesenian, tradisi , pakaian
adat-istiadat, dan berani mencoba bermain dalam seni pertunjukkan agar kebudayaan kita
tidak punah dan dapat diteruskan oleh generasi muda yang akan datang
Jika sudah menjadikan ini sebagai `life style`, kesadaran kepedulian akan keanekaragaman
hayati akan tumbuh dengan sendirinya
DAFTAR PUSTAKA

http://www.anneahira.com/7-unsur
kebudayaan.htmhttp://ltoeti.wordpress.com/2009/01/31/faktor-faktor-penyebab-keberagaman-
budaya/
http://www.anneahira.com/macam-macam-budaya.htm

Fathoni, H.Abdurrahmat, Antropologi Sosial Budaya, (Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 2006), h.63.

Sultan Takdir Alisjahbana, Antropologi Baru, (Jakarta: Dian Rakyat, 1986).

Beri Nilai