Anda di halaman 1dari 1

ANALISIS SKENARIO

Adapun masalah yang dialami pasien di skenario skenario adalah mengalami kejang,
frekuensi kejang 4 kali dengan durasi kejang masing masing 10 menit, kejang pertama hanya
pada wajah dan kejang selanjutnya diseluruh tubuh.

Mekanisme terjadinya kejang adalah adanya peningkatan aktifitas listrik yang berlebihan
pada neuron-neuron dan mampu ikut merangsang sel neuron lain sehingga bersama-sama semua
neuron tersebut melepaskan muatan listriknya. Hal tersebut disebabkan oleh; a) kemampuan
membran sel sebagai pacemaker neuron untuk melepaskan muatan listrik yang berlebihan; b)
berkurangnya inhibisi oleh neurotransmitter asam gama amino butirat; atau c) meningkatnya
eksitasi sinaptik oleh transmiter asam glutamat dan aspartat melalui jalur eksitasi yang berulang.

Kejang yang dialami pasien di skenario termasuk ke dalam kejang parsial sederhana, di
mana kejang ditandai dengan tanpa adanya penurunan kesadaran. Kejang jenis ini, biasanya
menunjukkan pergerakkan jenis klonik. kejang jenis ini dapat menyebabkan pergerakkan yang
tidak normal pada muka yang berlaku bersamaan dengan pergerakkan tangan, ini disebabkan
bagian otak yang mengawal pergerakkan tangan adalah berhampiran dengan pengawalan
ekspresi wajah. Pada awalnya pasien hanya mengalami kejang dibagian wajah saja, namun
selanjutnya seluruh tubuh jufga mengalami kejang. Ini menandakan bahwa, pada awalnya
aktifitas listrik atau eksitasi berlebihan hanya terjadi pada satu sisi hemisfer saja. Namun lama
kelamaan eksitasi berlebuhan tersebut mengakibatkan tereksitasinya neuron-neuron pada sisi
lainnya dari hemisfer. Pasien di skenario tidak sampai mengalami status epileptikus karena
pasien tidak mengalami penurunan kesadara, lamanya kejang kurang dari 30 menit dan terdapat
fase istirahat saat kejang pada pasien terjadi.