Anda di halaman 1dari 74

Manajemen Rantai Pasok

Pertanian : Konsep dan Kasus


Tomy Perdana
Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian
Universitas Padjadjaran

1
Daftar Isi

1. Realitas baru agribisnis

2. Apakah yang dimaksud rantai pasok

3. Tipe rantai pasok

4. Mengelola rantai pasok

5. Implikasi keuangan

6. Mengembangkan logistik pertanian

7. Rantai pasok sebagai perusahaan sosial

8. Studi Kasus
2
Realitas Baru Agribisnis
Perdagangan Pertanian Global Meningkat

Soybeans & products

Coarse grains
Wheat

Sumber:
Inilah Pasar Pertanian DUNIA
Inilah Pasar Pertanian DUNIA

Traders in SE Asia indicate that late monsoon in India may delay new crops

China imports are up

Indonesia reports horticulture export to rise


Lingkungan Agribisnis Semakin Besar,
Meluas dan KOMPLEKS

Sumber:
Perdagangan Komoditas Berdampak Pada
Biaya Pengiriman

Sumber:
Perkembangan Bioteknologi

Sumber:
Perubahan Iklim

10
Konsumen Modern

Tingkat Tinggi Akan Kesadaran Pangan

flu Burung
salmonella
melamine

Keamanan
Pangan mad cow


aflatoxin
Konsumen Modern

• Memiliki banyak pilihan merek baru dan lama

• Persaingan semakin ketat dari sebelumnya

Rata-rata penduduk kota Asia menerima


2,500 pesan pemasaran setiap hari
Peritel Saat Ini Menjadi Pelaku Utama Dalam
Rantai Pasok Pertanian

Peritel Raksasa sebagai SUPPLY CHAIN MASTERS


Dari....
Menjadi. . . .

Bersih
Nyaman
Lengkap
Kekuatan Peritel Ditunjukkan Oleh Berkembangnya
“house brands”
Respon Terhadap Kekuatan Peritel Yang Kuat
...

Efficient
Customer
Response
Respon konsumen efisien (ECR/Efficient Consumer Response)
berkembang pada pertengahan 1990an
Dicirikan oleh berkembangnya prinsip baru “ manajemen kolaboratif”
sepanjang rantai pasok

Prinsip Pemandu : kemitraan kolaboratif adalah cara paling efektif dalam


penyampaian produk yang tepat kepada konsumen pada harga yang tepat
Respon Terhadap Kekuatan Peritel Yang Kuat .
Fair trade adalah gerakan sosial yang diorganisasikan untuk
mengenalkan standar internasional untuk pekerja, lingkungan dan
kebijakan sosial yang terkait dengan produksi “label produk fair trade”
dan yang tidak berlabel..

Maksud Strategik : untuk bekerja dengan produsen dan pekerja yang


termarjinalkan dalam upaya menolong mereka untuk meningkatkan posisinya
dari rapuh menjadi mandiri secara ekonomi.
Fokus Strategik : Terutama untuk ekspor dari negara berkembang ke negara
maju.
Dari sudut pandang manajemen agribisnis. . .
............

• Fokus pada posisi


Apa Sekarang kas
• Membangun strategi
? rantai pasok yang
kohesif
• Mengintensifkan
penelitian untuk
mekanisme
pengurangan risiko
• Ketidakpastian dan lingkungan bisnis yang semakin kompleks
• Persaingan semakin ketat
• Sumberdaya yang berkurang

19
2. Apakah yang dimaksud rantai pasok ?

20
Definisi Rantai Pasok (RP)

Rantai pasok adalah suatu


sistem terkoordinasi dari
organisasi, aktivitas, informasi
dan sumberdaya yang terlibat
dalam pergerakan suatu
Keith Oliver produk atau jasa secara fisik
atau maya (virtual) dari
produsen ke konsumen

Pemasok Transporter
Pemasok Perusahaan Konsumen
Ritel Konsumen
Rantai Pasok vs. Rantai Nilai
Aktor Aktivitas

Rantai nilai
mengkatagorikan
aktivitas pemberian
nilai tambah dari
suatu organisasi 1985

Michael E. Porter
University Professor

Pengeringan Pengolahan Penjualan


Transportasi Transportasi
Sortasi Pengemasan
Rantai Nilai
200x
A N A
L
A Y N 100
+
E
PRODUK
54x
P P P K N
E RODU A 27
H L
A Y A
N
5x
A 2.50
R 0.50 Starbuck’s
Coffee
G McDonald’s
Penyeduhan
Pelayanan
A Coffee Kursi& Meja
(Kenyamanan)
Nescafe Sachet Penyeduhan
WiFi
Pelayanan
Biji Kopi Pengolahan
Meja&kursi
Pengemasan
Aktivitas Budidaya

INTENSITAS AKTIVITAS
Rantai Pasok vs. Rantai Nilai
Aktor Aktivitas

Pengeringan Pengolahan
Sortasi Transportasi Pengemasan Transportasi Penjualan

Mengelola kombinasi dari aktor dan


aktivitas akan menjamin nilai terbaik
bagi semua pihak
3. Tipe Rantai Pasok

25
Rantai Pasok Vertikal
“integrasi vertikal merupakan terminologi yang digunakan untuk mengambarkan
tahapan berturutan pada suatu rantai pemasaran yang berada pada satu
kepemilikan dan kontrol” Hughs(1994)
Contoh:
Keunggulan
Zaibatsu (Jepang)
• Mitsubishi Biaya transaksi rendah

1
• Mitsui Sinkronisasi pasokan dan
permintaan sepanjang rantai pasok
• Sumitomo Ketidakpastian rendah
• Yasuda Kemampuan monopoli pada
Chaebol (Korea)
suatu rantai pemasaran
( Keunggulan internal )
Konglomerat lain : Kelemahan
• CP (Thailand)
biaya moneter dan organisasi yang
• GSG(Indonesia) tinggi untuk berubah kepada pemasok
• ISM (Indonesia) atau pembeli lain
Kemampuan monopoli pasar dalam
rantai pemasaran (kelemahan eksternal)

26
Rantai Pasok Horisontal

“Suatu aliansi meninggikan sekutu-sekutu sebagai perusahaan


independen”Hughes (1994)
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Mekanisme aliansi Keunggulan

1
• Kepemilikan silang
Keseimbangan antara fleksibilitas dan
• Pengaturan biaya plus kurangnya pengendalian
• Aliansi Strategik Manfaat pembagian informasi

Kelemahan

godaan untuk keluar

27
Rantai Pasok Jaringan
Jaringan rantai pasok memberikan
Tipe ketergantungan
lketerkaitan antara jaringan horisontal
pemasok dan rantai pasok vertikal 1. Kerjasama timbal balik
berdasarkan pertukaran yang
menguntungkan diantara pemasok;
2. Sistem penyampaian berurutan
berdasarkan perencanaan
sepanjang rantai pasok; dan
3. Saling ketergantungan terpusat
pada level bisnis untuk menjamin
standardisasi dan harmonisasi
proses.

Contoh :
asosiasi industri menginisiasi
kontrak
Dabbawallas network di Mumbai
Source: Lazarini et al.(2001)
28
Jaringan Dabbawala di Mumbai
Produk/layanan Penyampaian makan siang “box”(“dabba”)
Target pasar Lebih dari 200,000 orang bekerja sepanjang 70-km di Mumbai
(India)
Partners

Berbagai penyiap makanan Asosiasi “Mumbai Carriers”

• suatu organisasi flat yang berjalan


dan dikelola oleh suatu kelompok
Sistem
• penggunaan 4- sistem simbol pesanan
pengkodean MCA carrier
• error: 0.5% order dabbas konsumen
r s s
o rd e MCA
HUB dab MCA carrier pesanan
bas konsumen
dabbas
Penyiap b b as
makanan da “wallas” pesanan
order MCA carrier
s order dabbas konsumen
MCA s
HUB dab MCA carrier pesanan
dabbas bas konsumen
dabbas
29
4. Mengelola Rantai Pasok

30
Manajemen Rantai Pasok

• Manajemen rantai pasok adalah membawa


produk dan layanan yang tepat ke tempat yang
tepat pada waktu yang tepat, pada harga yang
tepat, dan kondisi yang tepat, dengan demikian
memberikan kontribusi yang terbaik pada
perusahaan

31
Aliran dalam rantai pasok

32
Sebagai suatu SISTEM

INPUT PROSES OUTPUT

MEKANISME KOORDINASI
33
Sebagai suatu SISTEM

INPUT PROSES OUTPUT

Dimana memulainya?
Target pasar yang jelas Ketahui pesaing anda

Konsumen Persaingan
• Kebutuhan • Nilai
• Keinginan
Proposisi Unik Penjualan (USP)
34
Kebutuhan dan Keinginan

Alasan mengapa
Kebutuhan konsumen akan
membeli produk

Alasan mengapa
konsumen lebih Keinginan
memilih suatu merek Bentuk yang diambil oleh suatu kebutuhan
dibandingkan yang manusia yang dibentuk oleh budaya dan
lain kepribadian personal

35
Preposisi Unik Penjualan (USP)

Tiga kali
antioksidan
dibandingkan
secangkir teh
36
USPs

The Filipino
fastfood with
The unique
Filipino taste
Sebagai suatu SISTEM

INPUT PROSES OUTPUT

Dimana anda memulai?


Nilai pada pasar
Konsumen Kompetisi
mengendalikan
seluruh nilai pada
• Kebutuhan • Nilai
• Keinginan rantai pasok
USP
38
The Bullwhip Effect
Kesalahan dan inefisiensi pada rantai pasok
terjadi pada distribusi berbasis peramalan

Pemasok Pengolahan Distributor Pengecer Konsumen

Faktor kontribusi : Cara mengatasi :



• Kesalahan peramalan • Vendor-Managed Inventory
• Variabilitas Lead Time • Pengisian Just-in-Time (JIT)
• Pemesanan Batch • kemitraan strategik
• Fluktuasi harga
• Promosi produk
• Peningkatan Pemesanan
HUB

1 A
1

2 2 B

3
3 C

4
4 D

5
5 E

6 F
6
SUMBER TUJUAN
HUB

1 A

2 B

C
3 1 2
D
4
HUB
E
5

F
6
SUMBER TUJUAN
Kepercayaan

• Manfaat jelas untuk semua anggota rantai


pasok
• Negosiasi tidak berdasarkan harga tapi nilai
• Orientasi jangka panjang dalam bermitra
• Metode yang diterima bersama untuk
penyelesaian perselisihan
• Kepercayaan dibangun antara orang, bukan
organisasi
Tipe Transaksi
Transaksi Transaksi
Terputus Kemitraan

Komunikasi sedikit Komunikasi tetap


Durasi pendek Jangka panjang
Transaksi lebih penting Transaktor lebih penting
daripada transaktor daripada transaksi
RENDAH

Ekspektasi pertukaran masa depan

TINGGI
Volume aliran informasi
Tingkat pendampingan
Biaya peralihan
KONTINUM KARAKTERISTIK
Hubungan Hubungan
Jangka Pendek Rantai Pasokan

Source: Dwyer, Schurr & Oh (1987)


KESEPAKATAN COST-PLUS
Mitra pengolahan atau rantai pasok hilir sepakat untuk membayar
petani berdasarkan ongkos produksi aktual

petani

HOPS YAKIMA Pembayaran Pengolahan


petani PEMBAYARAN CHIEF, Inc. Bir
HOPS
Dikurangi biaya •Pemasaran
layanan
petani •Gudang
•Pengolahan

Marjin Kualitas &


lebih pengiriman
tinggi terjamin

HOPS : bunga yang digunakan sebagai


bahan utama bumbu dan bahan
Evolusi Persaingan

Pemasok T T Pelaku T T Pasar


A E
R
R
A
A E
R
R
A
A

P N P N
U S U S
T A T A
U K U K
Pemasok S S Pelaku B S S Pasar
B I B I B
KONSUMEN

Pemasok Pasar
C Pelaku C
C
EVOLUSI PERSAINGAN

HUBUNGAN HUBUNGAN
Pemasok
A
TRANSAKSI A TRANSAKSI Pasar
A
RANTAI PASOK A

Pemasok HUBUNGAN
TRANSAKSI B HUBUNGAN Pasar
TRANSAKSI
B B
KONSUMEN
RANTAI PASOK B

Pemasok HUBUNGAN HUBUNGAN Pasar


C
TRANSAKSI C TRANSAKSI
C

RANTAI PASOK C
5. Implikasi Keuangan

47
Siklus Kas

tambah
Hari Hari
sama Piutang
Persediaan
dengan
Hari
30 hari persediaan Siklus Kas
+ 30 hari piutang
- 30 hari hutang dikurangi
30 hari siklus kas

Hari Hutang
Siklus Kas
10% pendapatan bersih
Mana yang lebih atau
baik? 5% pendapatan bersih
Jawaban
Ini tergantung
Pada siklus kas
10% pendapatan bersih 5% pendapatan bersih
vs
90 hari siklus kas 30 hari siklus kas

ROI Tahunan
Hasil setiap Hasil setiap
siklus 10% siklus 5 %
10% 5%

4X per tahun 12X per tahun


40% per tahun 60% per tahun
Siklus Kas
Paling Pendek , Paling Baik
Siklus Kas
Hari Persediaan Hari Piutang Hari Hutang

20 hari
30 hari 20 hari
30 hari 30 hari 010
30hari
20 hari
40 hari

Diperpendek Diperpendek Diperpanjang


Diseimbangkan dengan
Ketersediaan Stok Waktu Pembayaran
Kebaikan
Pemasok
Pesaing
6. Mengembangkan Logistik Pertanian

51
Definisi Logistik….

Logistik merupakan suatu konsep yang terus berkembang.


logistik tidak hanya merujuk pada pergerakan fisik dari barang (seperti., pengadaan,
transpor, konsolidasi, pemindahan antar moda, penyimpanan, dan pengemasan) tetapi juga
fasilitasi operasi tersebut melalui perencanaan, pengolahan dokumen, koordinasi dan
monitoring aktivitas


• Logistik - Proses perencanaan, implementasi, pengendalian secara efisien, aliran dan
penyimpanan bahan baku yang efektif, persediaan barang dalam proses dan barang jadi
dan informasi terkait dari hulu ke hilir yang bertujuan untuk memnuhi kebutuhan konsumen.
• Logistik adalah suatu kerangka perencanaan bisnis untuk manajemen aliran material,
pelayanan, informasi dan kapita. Hal tersebut termasuk meningkatknya kompleksitas
informasi, komunikasi dan sistem pengendalian yang dibutuhkan lingkungan bisnis saat ini.  
• Logistik membahas tentang pemenuhan permintaan pasar secara efisien dengan cara
mendapatkan produk yang tepat, tepat kuantitas dan kualitas, tepat tempat, tepat waktu dan
tepat harga.
52
Definisi Manajemen Logistik Agribisnis . . .

Proses perencanaan, implementasi, monitoring dan


pengendalian aliran yang efisien dari penanganan,
penyimpanan dan penyampaian produk dari kebun ke
konsumen.

Logistik yang efisien dibutuhkan agar hasil pertanian
disampaikan pada biaya yang terendah dan memenuhi
permintaan konsumen untuk kualitas di titik tujuan dan pada
harga yang disepakati .

53
Kerangka Sistem Logistik


Infrastruktur

Efisiensi Biaya Keamanan


Sistem Kerangka
Layanan Jasa
Logistik Kelembagaan

Ketersediaan Responsif

Loyalitas Pelaku Logistik Konsistensi


(Transporter dll)

Source: Banomyong (2007). 54


Meraih keberhasilan dalam penyampaian produk segar ke
konsumen

1. Membutuhkan konfirmasi spesifikasi permintaan


Produksi
Kebun • Harga, kuantitas, kualitas, waktu kedatangan, tujuan
2. Membutuhkan merencanakan ke depan
• Menyiapkan tanaman untuk panen pada waktu tertentu
• Ketersediaan transportasi untuk mengangkut produk segar dan
fasilitas penyimpanan
3. Membutuhkan prakiraan kondisi
• Kondisi cuaca selama panen, kontrol OPT pada produk segar
• Tren dan kondisi pasar
• Harga angkutan transportasi dan melakukan pemesanan
4. Membutuhkan monitor operasi
• Pencatatan cuaca, pencatatan praktek agronomi dan OPT
• Menyimpan pencatatan tentang perubahan tren, intelijen pasar
• Monitor persediaan produk segar,bahan pengemasan dan
penyampaiannya
5. Membutuhkan kontrol operasi
Konsumen • Lindung nilai tukar,
• Persetujuan harga ,Persetujuan harga angkutan dan biaya
material
Faktor yang mempengaruhi daya tahan / kualitas 

produk segar agribisnis
Produk segar agribisnis adalah struktur yang hidup. Produk tersebut
menunjukkan kinerja kehidupan secara fisiologis dan reaksi metabolisme
sekalipun telah dipisahkan (dipanen) dari tanamannya . Perpanjangan daya
tahan produk segar tergantung dari status cadangan pangan dan kelembaban
yang terakumulasi dalam jaringan produk tersebut..
Faktor sebelum panen
• Varietas tanaman dan sumberdaya kebun
• Faktor lingkungan
• Praktek budidaya dan agronomi
Faktor pasca panen
• Penanganan fisik
• Faktor fisiologis - Dehidrasi, Respirasi, Pematangan
• Faktor mikrobial yang mempengaruhi kualitas –
penyakit pasca panen
• Sistem Transportasi
Pasca panen– Penanganan rantai pendingin

Teknik penanganan pasca panen tidak akahmemperbaiki kualitas


produk setelah dipisahkan dari tanamannya Yang terbaik adalah
memperlambat laju deteriorasi dari produk tersebut Daya tahan
dipertahankan sehingga memiliki nilai komersial di ritel .
Penyimpanan dengan temperatur rendah mampu untuk
memperpanjang daya tahan produk segar.

Transit dan penyimpanan rantai pendingin yang efisien


• Mempertahankan rantai pendingin secara utuh
• Setiap produk segar memiliki suhu penyimpanan optimal
• Kerusakan pada temperatur rendah
• Dilakukan pra pendinginan sebelum disimpan lama atau
dibawa dalam perjalanan
• Perhatikan ventilasi dan sirkulasi udara pada karton dan
“pallet”
Penentu Program Manajemen Logistik yang Efisien

• Waktu – ketepatan waktu dari implementasi, rute transit yang


pendek
• Keterhandalan – ketepatan waktu berangkat dan ketibaan
• Konsistensi – lakukan lagi dan lagi
• Kualitas – kondisi kualitas terbaik
• Tampilan/Kinerja – Memenuhi kepuasan konsumen
• Biaya – biaya logistik paling efisien, skala ekonomi, persediaan
Harga – Harga yang paling bersaing
• Sistem logistik yang berkelanjutan –sumberdaya bahan bakar,
moda trasportasi dan lainnya
• Lainnya – Keamanan, penggunaan kapasitas yang tinggi, daya respon,
dll
Membangun suatu model logistik pada 

kelompok produsen

Seleksi Kontrak


Kriteria Anggota Membentuk Aturan Anggota
kelompok
Kapasitas
produsen Pembagian tanggung
jawab

Lokalitas
Tanggung jawab
Penyuluh keuangan individu
Kesamaan pertanian
masalah
Berbagi peralatan/
transportasi
Kesesuaian
tanaman
Alokasi / Rotasi
Produksi
Manajemen
Pengetahuan Berbagi biaya

Penalti

59
Manajemen
Internal Pengetahuan Eksternal

Implementasi

Produksi di Kebun Akuisisi Informasi
Pasar
Praktek Logistik
Budidaya Baik Panen Indetifikasi klien/
berdasarkan Pertanian pembeli
permintaan
P.O.
Agronomi Panen Konfirmasi kriteria
permintaan
J.I.T B2B
Kendali HPT Pengkelasan

Kondisi pasar
Pengemasan

Kondisi
Penyimpanan lingkungan
berpendingin
Alih daya sementara
Sistem Prediksi
Transportasi kondisi
Koleksi atau
penyampaian Konektivitas

60
Pasokan Kebun Akuisisi Informasi
Pasar
Konsistensi
Kualitas
Logistik untuk Identifikasi klien/
Penjadwalan Pasar Ekspor pembeli
Pembuatan
Keputusan Konfirmasi kriteria
Sistem permintaan
Transportasi Pemantauan
produksi/pasar
Perusahan Kondisi pasar
Pengendalian
Pengiriman
Sistem
operasi
Kondisi
Agen Pertukaran
Data Perbaikan dan lingkungan
Pengiriman
peningkatan sistem
Prediksi
Perusahaan lingkungan
Angkutan

Otoritas Regulasi
Pelabuhan
Bea Cukai Pasca Sertifikasi/
Penyampaian pemerintah
Pembiayaan.
Pembayaran
61
7. Rantai Pasok sebagai perusahaan sosial

62
Petani kecil. . . . .

Kecil & tersebar

Kurang pegetahuan teknologi

Kurang modal

Tidak berdaya

63
Kontrak Budidaya Broiler
Area Peralatan Obligasi
Rumah Tenaga kerja

Perusahan
Ayam

DUKUNGAN PAKET LENGKAP BAGI PETERNAK

64
Kontrak Budidaya Broiler
Ukuran rata-rata : 20,000 ekor

Perusahaan
Ayam

1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor
1,000 ekor

1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor

65
Kontrak Budidaya Broiler
Keseragaman panen
PRO: Manajemen lebih intensif Ukuran rata-rata : 20,000 ekor

Biaya transaksi tinggi


KON:
Kurang kompetensi
LSM/ Perusahaan
Perusahaan sosial
Ayam

1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor

1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor

66
Kontrak Budidaya Broiler
Keseragaman panen Pengelola komunitas
PRO: Konsolidator/Hub
Manajemen lebih intensif
Pendampingan teknis
Biaya transaksi tinggi
CON: Pantau dan kendali
Kurang kompetensi
NGO/
ANAKCIANO
Perusahaan Social Enterprise
INC.
Ayam

1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor

1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor 1,000 ekor

67
Setelah 3 tahun. . . . .
• Sekitar 600 keluarga peternak menjadi
anggota
• Pendapatan meningkat
• Program makanan sekolah
• Proyek Jalan
Produktivitas
FCR - 1.83
Mortalitas – 4.5%
ALW - 1.4kg

68
Rantai Pasok Kayu Manis
http://www.cassia.coop/videos/cassia-supply-
chain-VP8.webm

69
Rantai Pasok Kayu Manis

70
8. Studi Kasus

71
Tugas
• Peserta dibagi menjadi 4 kelompok
• Tentukan komoditas pertanian yang akan
dijadikan studi kasus
• Lakukan pencarian di internet untuk
mendapatkan bahan studi kasus
• Tentukan rantai pasok berbasis komoditas untuk
setiap kelompok

72
Tugas
• Petakan pelaku bisnis dan pemangku
kepentingan yang terlibat dalam rantai pasok
• Lakukan pemetaan rantai pasok:
– Aliran produk/layanan
– Aliran uang
– Aliran informasi
– Aliran Resiko
– Aliran logistik pengembalian

73
Tugas
• Identifikasi permasalahan dalam pengembangan
rantai pasok
• Berikan alternatif solusi untuk mengatasi
masalah tersebut
• Presentasikan hasilnya

74