Anda di halaman 1dari 2

CARA PENANGANAN DIARE

DIARE

1. Khususnya untuk ibu yang masih menyusui


diharapkan menghindari makanan yang Peningkatan Kesehatan Perorangan
berminyak, pedas,mengandung gas, (ibu dan Lingkungan :
harus lebih memperhatikan dan menjaga
Gunakan Air Bersih Yang Cukup
pola makan)
Cuci Tangan Dengan Sabun dan Air
2. Dapat dimulai di rumah dengan minum: Oleh :
larutan gula garam, larutan oralit, tetap mi- Bersih
1. Afrida Vianny (I4052161009)
num ASI (bayi). Larutan gula garam dibuat Jaga Kebersihan Makanan Minuman
2. Budi Ramanda (I4051161008)
dengan cara air matang sebanyak 250cc Berak di Jamban
3. Mariani (I4051161037)
dicampur dengan 2 sendok teh gula dan 1 Buang Tinja Bayi Jamban 4. Rizky Ananda Putri (I4051161001)
sendok teh garam.
Peningkatan Daya Tahan Tubuh,
3. Tetap makan dan minum.
Melalui :
4. Istirahat yang cukup.
5. Bila masih diare segera bawa ke Puskesmas Pemberian ASI
atau rumah sakit terdekat. Pemberian Makan Pemdamping ASI Profesi Ners
Imunisasi Campak Universitas Tanjungpura
APA ITU DIARE TANDA DAN GEJALA DIARE

1. Mula-mula anak/bayi cengeng gelisah,


suhu tubuh meningkat, nafsu makan
berkurang.
2. Sering buang air besar > 3X dengan
bentuk cair atau encer, kadang disertai
PENYEBAB DIARE mual dan muntah
3. Terdapat tanda dan gejala dehidrasi yai-
Diare adalah suatu kondisi buang air besar
tu ubun-ubun cekung dan mata cowong,
yang tidak normal yaitu lebih dari 3 kali sehari
Kelenturan kulit menurun,kulit kering,
dengan karakteristik yang encer dapat disertai
merasa haus, bibir kering dan penurunan
atau tanpa disertai darah dan lendir.
berat badan.
4. Anus dan sekitarnya lecet karena
JENIS DIARE
seringnya BAB
1. Diare akut : terjadi selama 3-5 hari 5. Frekuensi kencing menurun : Disebab-
2. Diare berkepanjangan : berlangsung antara 1. Infeksi : virus, bakteri, parasit. kan karena terjadi kekurangan cairan
7-14 hari 2. Makanan : basi, beracun, alergi terhadap dalam tubuh
3. Diare kronik : berlangsung lebih dari 14 makanan.
3. Gangguan penyerapan makanan : tidak tol-
eransi terhadap karbohidrat, lemak
atau protein.
4. Sistem kekebalan tubuh menurun.
5. Psikologis : rasa takut dan cemas.