Anda di halaman 1dari 45

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

PROJECT BASED LEARNING

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem


Pencernaan

Disusun oleh :
SYLVANI KUMALA ULINNUHA
14030204090
PENDIDIKAN BIOLOGI B 2014

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2016
Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas / Semester : XI / II
Sub Materi Pokok : Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem
``Pencernaan
Alokasi Waktu : 4 kali pertemuan (1 x 90 menit)

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleransi, damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusian, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar dan menyajikan dalam ranah konkret dan ranah abstrak
dengan pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar Indikator

1.1 Mengagumi keteraturan dan - Menunjukkan rasa cinta terhadap ciptaan


kompleksitas ciptaan Tuhan tentang Tuhan Yang Maha Esa berupa rasa syukur
struktur dan fungsi sel, jaringan, organ dengan berdoa sebelum kegiatan
penyusun sistem dan bioproses yang pembelajaran dimulai.
terjadi pada mahluk hidup.

1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan - Membuang sisa praktikum yang
lingkungan hidup, menjaga dan mengandung bahan kimia tidak di
menyayangi lingkungan sebagai sembarang tempat.
manisfestasi pengamalan ajaran agama
yang dianutnya.

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur - Menunjukkan perilaku ilmiah: rasa ingin
terhadap data dan fakta, disiplin, tahu, cermat, dan tanggung jawab dalam
tanggung jawab, dan peduli dalam mengajukan pertanyaan serta
observasi dan eksperimen, berani dan berargumentasi dalam setiap tindakan dan
santun dalam mengajukan pertanyaan dalam melakukan pengamatan dan
dan berargumentasi, peduli lingkungan, percobaan di dalam kelas atau
gotong royong, bekerjasama, cinta laboratorium maupun di luar kelas atai
damai, berpendapat secara ilmiah dan laboratorium
kritis, responsif dan proaktif dalam
dalam setiap tindakan dan dalam
melakukan pengamatan dan percobaan
di dalam kelas/laboratorium maupun di
luar kelas/laboratorium.

3.7 Menganalisis hubungan antara struktur - Menyebutkan dan mengetahui bagian-


jaringan penyusun organ pada sistem bagian pencernaan hewan memamah biak
pencernaan dan mengaitkannya dengan (ruminansia).
- Menjelaskan system pencernaan hewan
nutrisi dan bioprosesnya sehingga dapat
memamah biak (Ruminansia).
menjelaskan proses pencernaan serta
gangguan fungsi yang mungkin terjadi - Menyebutkan zat-zat makanan yang
pada sistem pencernaan manusia diperlukan tubuh.
- Menyebutkan peranan zat-zat makanan
melalui studi literatur, pengamatan,
yang diperlukan tubuh.
percobaan, dan simulasi.

4.7 Menyajikan hasil analisis tentang - Membuat proyek tentang zat makanan
kelainan pada struktur dan fungsi sintesis yang ,ungkin terdapat dalam
jaringan pada organ-organ pencernaan jajanan-jajanan atau makanan tradisional
yang menyebabkan gangguan sistem dan gangguan system pencernaan akibat
pencernaan manusia melalui berbagi mengkonsumsi terlalu berlebihan.
- Menyajikan hasil proyek melalui media
bentuk media presentasi.
tertulis, presentasi, dan poster.

C. Tujuan
1. Siswa dapat menunjukkan rasa cinta terhadap ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
berupa rasa syukur dengan berdoa sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
2. Siswa dapat menunjukkan perilaku ilmiah: rasa ingin tahu, cermat, dan tanggung
jawab dalam mengajukan pertanyaan serta berargumentasi dalam setiap tindakan
dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas atau
laboratorium maupun di luar kelas atai laboratorium.
3. Siswa dapat menyebutkan dan mengetahui bagian-bagian pencernaan hewan
memamah biak (ruminansia), menjelaskan system pencernaan hewan memamah
biak (Ruminansia), menyebutkan zat-zat makanan yang diperlukan tubuh.
menyebutkan peranan zat-zat makanan yang diperlukan tubuh.
4. Siswa dapat membuat proyek tentang zat makanan sintesis yang ,mungkin
terdapat dalam jajanan-jajanan atau makanan tradisional dan gangguan system
pencernaan akibat mengkonsumsi terlalu berlebihan, dan menyajikan hasil proyek
melalui media tertulis, presentasi, dan poster.
D. Materi Ajar
Sistem pencernaan hewan ruminansia dikategorikan sebagai salah satu sistem
pencernaan hewan yang cukup unik. Makanannya yang berupa rumput atau tumbuhan
sehingga tersusun atas banyak bahan selulosa yang sulit dicerna membuat sistem
pencernaan pada hewan ruminansia memiliki struktur khusus. Berbeda dengan sistem
pencernaan pada hewan karnivora dan omnivora, hewan-hewan yang tergolong
ruminansia murni seperti sapi, kambing, kelinci, dan domba dapat mengunyah
makanannya hingga dua fase.

A. Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia

Ditinjau dari cara makan


dan sistem pencernaannya,
hewan ruminansia atau hewan
memamah biak termasuk hewan
yang unik. Mereka dapat
mengunyah atau memamah
makanannya yang berupa
rerumputan melalui 2 fase. Fase
pertama terjadi saat awal kali mereka makan, makanannya itu hanya dikunyah
sebentar dan masih kasar. Mereka kemudian menyimpan makanannya itu dalam
rumen lambung . Selang beberapa waktu saat lambung sudah penuh, mereka
kemudian mengeluarkan makanan yang dikunyahnya tadi untuk dikunyah kembali
hingga teksturnya lebih halus. Baru kemudian setelah halus, makanan tersebut
masuk ke dalam rumen lambung lagi.

B. Proses dan Saluran Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia

Menyadari bahwa jenis makanannya tersusun atas selulosa yang sulit


dicerna, hewan ruminansia memiliki saluran sistem pencernaan khusus. Adapun
organ-organ pada saluran sistem pencernaan hewan ruminansia berikut ini telah
beradaptasi jenis makanan alaminya.

1. Rongga Mulut (Cavum Oris)


Dalam rongga mulut hewan ruminansia, terdapat 2 organ sistem
pencernaan yang memiliki fungsi penting, yaitu gigi dan lidah. Gigi
ruminansia berbeda dengan susunan gigi mamalia lain. Gigi seri (insisivus)
memiliki bentuk yang sesuai untuk menjepit makanan berupa rumput, gigi
taring (caninus) tidak berkembang sama sekali, sedangkan gigi geraham
belakang (molare) memiliki bentuk datar dan lebar.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Esofagus atau kerongkongan adalah saluran organ penghubung antara


rongga mulut dan lambung. Di saluran ini, makanan tidak mengalami proses
pencernaan. Mereka hanya sekedar lewat sebelum kemudian digerus di
dalam lambung. Esofagus pada hewan ruminansia umumnya berukuran
sangat pendek yaitu sekitar 5 cm, namun lebarnya mampu membesar
(berdilatasi) untuk menyesuaikan ukuran dan tekstur makanannya.

3. Lam
bung

Setelah melalui esofagus, makanan akan masuk ke dalam lambung.


Lambung pada hewan ruminansia selain berperan dalam proses pembusukan
dan peragian, juga berguna sebagai tempat penyimpanan sementara makanan
yang akan dikunyah kembali. Ukuran ruang dalam lambung hewan
ruminansia bervariasi tergantung pada umur dan makanannya. Yang jelas
ruangan lambung tersebut terbagi menjadi 4 bagian yaitu rumen (80%),
retikulum (5%), omasum (78%), dan abomasum (78%).

a. Rumen (Perut Besar)

Mula-mula makanan yang melalui kerongkongan akan masuk ke dalam


rumen. Makanan ini secara alami telah bercampur dengan air ludah yang
sifatnya alkali dengan pH 8,5.

Rumen berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara bagi makanan


yang telah ditelan. Setelah rumen terisi cukup makanan, sapi akan
beristirahat sembari mengunyah kembali makanan yang dikeluarkan dari
rumen ini.

Di dalam rumen, populasi bakteri dan Protozoa menghasilkan enzim


oligosakharase, hidrolase, glikosidase, amilase, dan enzim selulase.
Enzim-enzim ini berfungsi untuk menguraikan polisakarida termasuk
selulosa yang terdapat dalam makanan alami mereka. enzim pengurai
protein seperti enzim proteolitik dan beberapa enzim pencerna lemak juga
terdapat di sana.

b. Retikulum (Perut Jala)

Di retikulum, makanan diaduk-aduk dan dicampur dengan enzim-enzim


tersebut hingga menjadi gumpalan-gumpalan kasar (bolus). Pengadukan
ini dilakukan dengan bantuan kontraksi otot dinding retikulum. Gumpalan
makanan ini kemudian didorong kembali ke rongga mulut untuk dimamah
kedua kalinya dan dikunyah hingga lebih sempurna saat sapi tengah
beristirahat.

c. Omasum (Perut Buku)

Setelah gumpalan makanan yang dikunyah lagi itu ditelan kembali,


mereka akan masuk ke omasum melewati rumen dan retikulum. Di dalam
omasum, kelenjar enzim akan membantu penghalusan makanan secara
kimiawi. Kadar air dari gumpalan makanan juga dikurangi melalui proses
absorpsi air yang dilakukan oleh dinding omasum.
d. Abomasum (Perut Masam)

Abomasum adalah perut yang sebenarnya karena di organ inilah sistem


pencernaan hewan ruminansia secara kimiawi bekerja dengan bantuan
enzim-enzim pencernaan. Di dalam abomasum, gumpalan makanan
dicerna melalui bantuan enzim dan asam klorida. Enzim yang dikeluarkan
oleh dinding abomasum sama dengan yang terdapat pada lambung
mamalia lain, sedangkan asam klorida (HCl) selain membantu dalam
pengaktifan enzim pepsinogen yang dikeluarkan dinding abomasum, juga
berperan sebagai desinfektan bagi bakteri jahat yang masuk bersama
dengan makanan. Seperti diketahui bahwa bakteri akan mati pada Ph yang
sangat rendah.

4. Usus Halus dan Anus

Setelah makanan telah halus, dari ruang abomasum makanan tersebut


kemudian didorong masuk ke usus halus. Di organ inilah sari-sari makanan
diserap dan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Selanjutnya ampas atau
sisa makanan keluar melalui anus.

C. Zat-Zat Makanan yang Dibutuhkan Oleh Manusia


Zat-zat dalam makanan yang dibutuhkan oleh tubuh dalam porsi seimbang antara
lain adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.

Penjelasan detail mengenai zat-zat makanan tersebut adalah sebagai berikut:


1. Karbohidrat
Karbohidrat ditemukan paling banyak dari tumbuhan. Karbohidrat berfungsi
sebagai sinber energi utama, pengatur metabolisme lemak, dan sebagai hemat
protein. Pada umumnya karbohidrat terbagi menjadi tiga jenis, yaitu
monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
a. Monosakarida terdiri dari glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Glukosa
dapat ditemukan di buah-buahan. Fruktosa yang merupkan jenis
karbohidrat paling manis ini juga dapat ditemukan di buah-buahan dan
madu. Sedangkan galaktosa adalah jenis monosakarida yang banyak
terdapat pada susu.
b. Disakarida terdiri dari sukrosa, maltosa, dan laktosa. Sukrosa adalah gula
dalam pengertian kita sehari-hari. Sedangkan laktosa adalah gula susu
yang banyak terdapat pada air susu hewan mamalia.
c. Polisakarida terdiri dari amilum, glikogen, dan selulosa. Amilum atau zat
banyak ditemukan pada tumbuhan yang berfungsi sebagai penyimpan
cadangan makanan misalnya umbi kentang, biji, dan kacang-kacangan.
Glikogen banyak ditemukan pada hati dan otot hewan vertebrata.
Selulosa terdapat pada dinding sel tumbuhan.

Berdasarkan tingkatan kemanisan, susunan jenis-jenis karbohidrat adalah:

1. Fruktosa (paling manis)


2. Sukrosa
3. Glukosa
4. Maltosa
5. Galaktosa
6. Laktosa

Sedangkan berdasarkan susunan molekulnya, karbohidrat terdiri atas gabungan


sebagai berikut:

1. Sukrosa = glukosa + fruktosa


2. Laktosa = glukosa + galaktosa
3. Maltosa = glukosa + glukosa
4. Amilum = glukosa + glikogen

Kelebihan karbohidrat menyebabkan zat karbohidrat yang menumpuk


berubah menjadi lemak dan tertimbun dalam tubuh dan menyebabkan obesitas
atau kegemukan. Sedang kekurangan karbohidrat akan menyebabkan lemak
diubah menjadi energi sebagai pengganti karbohidrat. Lemak yang menyusut
akan mengambil protein untuk diubah menjadi energi. Protein yang menyusut
memyebabkan penyusunan jaringan karena protein adalah zat pembangun
tubuh.
2. Lemak (lipid)
Lemak merupakan zat yang sukar terlarut dalam.air dan merupakan senyawa
heterogen. Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, perlindungan tubuh,
membuat rasa kenyang, pengatur suhu tubuh, dan pelarut vitamin A, D, E, dan K.

3. Protein
Protein adalah zat pembangun bagi tubuh. Seperlima bagian tubuh adalah
protein dan menjadikannya sebagai bagian terbesar dari tubuh sesudah air. Fungsi
protein adalah sebagai penghasil zat yang baru, sumber energi, antibodi,
mengankut zat-zat gizi, sebagai zat pembangun tubuh. Protein dibedakan menjadi
dua, protein asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh namun tidak bisa
dihasilkan oleh tubuh. Sedangkan asam amino nonesensial adalah protein yang
disintesis dalam tubuh.

Kekurangan protein dapat mengakibatkan marasmus yaitu kondisi mental dan


fisik yang sukar diperbaiki. Juga menyebabkan kwashiorkor yaitu pertumbuhan
tubuh yang terhambat. Sedangkan jika kelebihan protein akan mengakibatkab
obesitas, dehidrasi, diare, kelebihan amonia dan urea dalam darah serta kelebihan
asam amino. Kelebihan asam amino akan memberatkan hati dan ginjal.

4. Vitamin
Vitamin dibedakan menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam air adalah
vitamin B kompleks, H, dan C. Sedangkan vitamin yang larut dalam lemak adalah
vitamin A, D, E, dan K. Fungsi vitamin adalah sebagai pengatur proses
metabolisme, membantu pertumbuhan, mempertahankan gizi yang normal,
mempertahankan fungsi jaringan, sebagai bagian dari enzim atau koenzim yang
mengatur proses metabolisme, dan membantu pembuatan zat-zat tertentu dalam
tubuh.

5. Mineral
Mineral.dibedakan menjadi dua.
a. Mineral makro
Dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak. Contohnya adalah Na, Cl, K, Ca, P,
Mg, dan S.
b. Mineral mikro
Dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit. Contohnya adalah Fe, Zn, I, Se, Mn,
F, Cu, Cr, Mo, dan Co.
E. Model/ Pendekatan pembelajaran
Model : Project Based Learning

F. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

TERLAKSA
TAHAP KEGIATAN
NA/TIDAK

Pertemuan Pertama (2 X 45 menit)


(Kegiatan Awal) (10 menit)

Memotivasi siswa - Guru mengucapkan salam


- Guru mengabsen siswa
dan
- Guru memberi pertanyaan kepada siswa apa yang
menyampaikan
diketahui setelah setelah melihat tayangan gambar yang
tujuan
telah dikaitkan dengan peristiwa yang sudah diketahui
pembelajaran
oleh siswa sebelumnya. Selanjutnya mengkaitkan
(Pendahuluan/
jawaban siswa dengan konsep.
inisiasi)

- Guru

mencapaikan garis besar tujuan pembelajaran dan


pengembangan konsep mengenai system pencernaan
ruminansia dan zat-zat makanan yang diperlukan oleh
tubuh.

(Kegiatan Inti) (65 menit)

Menyajikan - Guru menyajikan slide powerpoint berupa gambar


informasi/ berbagai jenis pencemaran untuk memotivasi siswa.
pembentukan dan Selanjutnya guru meminta siswa untuk mengamati gambar
pengembangan tersebut dan mengidentifikasi (mengamati)
konsep - Dengan dimotivasi oleh guru, guru memberi kesempatan
murid untuk bertanya maupun menanggapi tentang
TERLAKSA
TAHAP KEGIATAN
NA/TIDAK

informasi yang telah disampaikan. (menanya)


- Untuk menjawab pertanyaan tersebut, guru membagi
peserta didik ke dalam kelompok-kelompok. Setiap
kelompok terdiri atas 4-5 orang. Kemudian, guru meminta
peserta didik untuk membaca buku siswa dan lembar
kegiatan siswa. (mengumpulkan informasi)
- Setelah membaca buku, guru membimbing siswa untuk
menjawab pertanyaan yang telah diberikan. Siswa juga
diminta untuk menjawab pertanyaan yang ada pada lembar
kegiatan siswa yang telah disediakan.(mengasosiasi)

Mengkominikasi- - Guru meminta setiap kelompok menyampaikan hasil


kan diskusi.
- Guru memberikan feedback berupa penegasan materi
maupun penegasan terhadap jawaban siswa.

(Kegiatan Penutup) (15 menit)

Penutup - Guru menutup diskusi dengan merangkum atau


mengungkapkan makna diskusi yang telah diselenggarakan
kepada siswa dan memantapkan konsep.
- Guru memberi gambaran mengenai kegiatan pembelajaran
pada pertemuan selanjutnya.
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan
memberikan salam.

TERLAK-
TAHAP KEGIATAN SANA/TI-
DAK
Pertemuan Kedua (2 x 45 menit)
Kegiatan Awal (10 menit)
Kegiatan Awal - Guru menyampaikan salam.
- Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa
sebelum pelajaran dimulai.
- Guru mengecek kehadiran siswa.
Pengetahuan - Siswa telah mengetahui macam macam pencernaran
Prasyarat lingkungan dan zat-zat makanan yang diperlukan oleh
tubuh.
- Dapat mengidentifikasi macam macam pencernaran
lingkungan dan zat-zat makanan yang diperlukan oleh
tubuh.
- Siswa dapat menjelaskan macam macam pencernaran
lingkungan dan zat-zat makanan yang diperlukan oleh
tubuh.
Kegiatan Inti (65 menit)
Kegiatan Inti - Guru memberikan bacaan berupa artikel mengenai
makanan yang memiliki bahan pewarna kepada siswa.
- Siswa diminta untuk membaca artikel tersebut untuk
kemudian diminta menentukan suatu rumusan masalah
yang berkaitan dengan materi perubahan lingkungan
(dilakukan secara berkelompok).
- Setelah menentukan rumusan masalah, guru memberikan
arahan kepada siswa mengenai tugas proyek yang akan
dilakukan, yaitu menginfentarisasi makanan disekitar
yang diindikasikan mengandung bahan pewarna
berbahaya.
Tahap 1 - Guru meminta setiap kelompok untuk menentukan jenis
Penentuan objek.
makanan apa saja yang akan di infentarisasi dan
digunakan untuk membuat rancangan proyek
Tahap 2 - Guru membimbing siswa untuk menentukan model
Mendesain
proyek yang akan digunakan.
perencanaan - Guru membimbing siswa untuk membuat daftar makanan
proyek. yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan proyek
serta memberikan format desain perencanaan proyek
untuk dipahami oleh siswa.
Tahap 3 - Guru membimbing siswa untuk menyusun jadwal
Penyusunan
pelaksanaan proyek, yaitu menentukan timeline dan
jadwal
deadline penyelesaian proyek.
pelaksanaan
proyek.
Kegiatan Penutup (5 menit)
Penutup - Guru merefleksi kegiatan yang telah dilakukan.
- Guru memberi gambaran mengenai kegiatan
pembelajaran (pada pertemuan selanjutnya di luar jam
kelas untuk konsultasi).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan
memberikan salam.

TERLAKSA
TAHAPAN KEGIATAN GURU NA
/TIDAK

Pertemuan Ketiga (2 x 45 menit)


Kegiatan Awal (5 menit)

Memotivasi siswa - Guru menyampaikan salam.


- Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa
sebelum pelajaran dimulai.
- Guru mengecek kehadiran siswa.
Kegiatan Inti (80 menit)

Tahap 4 - Guru memeriksa perkembangan tugas proyek yang


Penyelesaian
dilaksanakan oleh siswa.
proyek dengan - Guru meminta siswa untuk melanjutkan aktivitas sembari
fasilitas dan memonitor aktivitas peserta didik selama penyelesaian
monitoring guru. proyek berlangsung.
- Guru menjelaskan tentang format laporan hasil proyek yang
akan di visualisasikan dalam bentuk laporan.
Kegiatan Penutup (5 menit)

Penutup - Guru merefleksi kegiatan yang telah dilakukan.


- Guru memberi gambaran mengenai kegiatan pembelajaran
pada pertemuan selanjutnya.
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan
memberikan salam.
TERLAK-
TAHAPAN KEGIATAN GURU SANA
/TIDAK
Pertemuan Keempat (2 x 45 menit)
Kegiatan Awal (5 menit)
Memotivasi siswa - Guru menyampaikan salam.
- Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa
sebelum pelajaran dimulai.
- Guru mengecek kehadiran siswa.
Kegiatan Inti (80 menit)
Tahap 5 - Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja proyek di
Penyusunan
depan kelas.
laporan dan - Kelompok lain diperbolehkan melakukan tanya jawab
presentasi hasil mengenai hasil kerja proyek.
proyek.
Tahap 6 - Guru memberikan evaluasi dan feedback mengenai
Evaluasi proses
laporan hasil proyek siswa.
dan hasil proyek.
Kegiatan Penutup (5 menit)
Penutup - Guru merefleksi kegiatan yang telah dilakukan.
- Guru memberi gambaran mengenai kegiatan
pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan
memberikan salam.

G. Metode pembelajaran
Tanya jawab, penugasan kelompok, serta diskusi.

H. Media, Alat, dan Sumber Belajar


Media : Slide Power Point
Alat : LCD, Proyektor Laptop.
Sumber Belajar : Buku siswa, LKS, Artikel

I. Jenis / Teknik Penilaian


a. Lembar penilaian sikap spiritual.
b. Lembar penilaian sikap sosial.
c. Lembar penilaian kognitif.
d. Lembar penilaian ketrampilan.
J. Instrumen Penilaian
a. Instrumen penilaian observasi sikap spiritual.
b. Instrumen penilaian observasi sikap sosial.
c. Instrumen penilaian tes tulis.
d. Instrumen penilaian ketrampilan.
PEDOMAN OBSERVASI SIKAP SPIRITUAL

PETUNJUK

1. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti !


2. Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik.
3. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap jujur yang ditampilkan oleh peserta
didik, dengan kriteria sebagai berikut :
1 = jika peserta didik sangat kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera
dalam indikator.

2 = jika peserta didik kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera


dalamindikator, tetapi belum konsisten.

3 = jika peserta didik mulai konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam
indikator.

4 = jika peserta didik konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator.
Nama Peserta Didik : .

Kelas : .

Materi Pokok : .

Tanggal : .

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Peserta didik berdoa sebelum dan sesudah
melakukan sesuatu kegiatan.
2 Peserta didik mengucapkan rasa syukur atas
segala karunia Tuhan.
3 Peserta didik memberi salam sebelum dan
sesudah pembelajaran.
4 Peserta didik mengungkapkan keagungan
Tuhan secara lisan maupun tulisan.
Jumlah

RUBRIK PENILAIAN OBSERVASI SIKAP SPIRITUAL

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
berdoa sebelum tidak konsisten kurang konsisten mulai konsisten sudah konsisten
dan sesudah berdoa sebelum berdoa sebelum berdoa sebelum berdoa sebelum
melakukan dan sesudah dan sesudah dan sesudah dan sesudah
sesuatu melakukan melakukan melakukan melakukan
kegiatan. sesuatu kegiatan. sesuatu kegiatan. sesuatu kegiatan. sesuatu kegiatan.
2 Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
mengucapkan tidak konsisten kurang konsisten mulai konsisten sudah konsisten
rasa syukur atas mengucap syukur mengucap syukur mengucap syukur mengucap
segala karunia atas karunia atas karunia atas karunia syukur atas
Tuhan. Tuhan. Tuhan. Tuhan. karunia Tuhan.
3 Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
memberi salam tidak konsisten kurang konsisten mulai konsisten sudah konsisten
sebelum dan memberi salam memberi salam memberi salam memberi salam
sesudah sebelum dan sebelum dan sebelum dan sebelum dan
pembelajaran. sesudah sesudah sesudah sesudah
pembelajaran. pembelajaran. pembelajaran. pembelajaran.
4 Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
aktif tidak konsisten kurang konsisten mulai konsisten sudah konsisten
mengungkapkan untuk aktif untuk aktif untuk aktif untuk aktif
keagungan mengungkapkan mengungkapkan mengungkapkan mengungkapkan
Tuhan secara keagungan Tuhan. keagungan keagungan keagungan
lisan maupun Tuhan. Tuhan. Tuhan.
tulisan.
Jumlah

*) Petunjuk Penskoran

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

*)Kriteria Penilaian

Peserta didik akan memperoleh nilai :

Sangat Baik : apabila memperoleh skor 3,20 4,00 (80 100)

Baik : apabila memperoleh skor 2,80 3,19 (70 79)

Cukup : apabila memperoleh skor 2.40 2,79 (60 69)

Kurang : apabila memperoleh skor kurang dari 2.40 (kurang dari 60%)
LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP DISIPLIN

Nama Peserta Didik : .

Kelas : .

Materi Pokok : .

Tanggal : .

PETUNJUK :

1. Lembaran ini diisi oleh peserta didik untuk menilai sikap disiplin diri peserta didik.
2. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap disiplin yang kamu miliki sebagai
berikut :

Ya = apabila kamu menunjukkan perbuatan sesuai pernyataan.

Tidak = apabila kamu tidak menunjukkan perbuatan sesuai pernyataan.

Nama Peserta Didik : .

Kelas : .

Tanggal Pengamatan : ..

No Sikap yang diamati Melakukan


Ya Tidak
1 Saya masuk kelas tepat waktu.
2 Saya mengumpulkan tugas tepat waktu.
3 Saya tertib dalam mengikuti peraturan yang telah ditetapkan.
Jumlah
RUBRIK PENILAIAN DIRI SIKAP DISIPLIN

No Sikap yang diamati Melakukan


Ya Tidak
1 Saya masuk kelas tepat waktu. Saya masuk kelas Saya tidak masuk
tepat waktu. kelas tepat waktu.
2 Saya mengumpulkan tugas tepat waktu. Saya mengumpulkan Saya tidak
tugas tepat waktu. mengumpulkan tugas
tepat waktu.
3 Saya tertib dalam mengikuti peraturan Saya tertib terhadap Saya tidak tertib
yang telah ditetapkan. peraturan yang ada. terhadap peraturan
yang ada.
Jumlah
*) Petunjuk Penskoran

1. Jawaban YA diberi skor 1.


2. Jawaban TIDAK diberi skor 0.

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

*)Kriteria Penilaian

Peserta didik akan memperoleh nilai :

Sangat Baik : apabila memperoleh skor 3,20 4,00 (80 100)

Baik : apabila memperoleh skor 2,80 3,19 (70 79)

Cukup : apabila memperoleh skor 2.40 2,79 (60 69)

Kurang : apabila memperoleh skor kurang dari 2.40 (kurang dari 60%)

LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP TANGGUNG JAWAB


Nama Peserta Didik : .

Kelas : .

Materi Pokok : .

Tanggal : .

PETUNJUK

1. Lembaran ini diisi oleh peserta didik sendiri untuk menilai sikap sosial peserta didik
dalam tanggung jawab.
2. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap tanggung jawab yang ditampilkan
oleh peserta didik.

No Aspek Pengamatan Skor


TP KD SR SL

1 Sebagai peserta didik saya melakukan tugas-tugas


dengan baik.
2 Saya mau mengembalikan barang yang dipinjam dari
orang lain.
3 Saya berani meminta maaf jika melakukan kesalahan
yang merugikan orang lain.
Jumlah
*)Keterangan :

TP : apabila tidak pernah melakukan.


KD: apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan.
SR : apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan.
SL : apabila selalu melakukan sesuai pernyataan.

RUBRIK PENILAIAN DIRI SIKAP TANGGUNG JAWAB

No Aspek Pengamatan Skor


TP KD SR SL
1 Sebagai peserta didik Saya tidak Saya terkadang Saya sering Saya selalu
saya mengerjakan pernah mengerjakan mengerjakan mengerjakan
tugas-tugas dengan mengerjakan tugas dengan tugas dengan tugas dengan
baik. tugas dengan baik. baik. baik.
baik.
2 Saya mengembalikan Saya tidak Saya terkadang Saya sering Saya selalu
barang yang dipinjam pernah mengembalikan mengembalika mengembalikan
dari orang lain. mengembalikan barang yang n barang yang barang yang
barang yang dipinjam dari dipinjam dari dipinjam dari
dipinjam dari orang lain. orang lain. orang lain.
orang lain.
3 Saya berani meminta Saya tidak Saya terkadang Saya sering Saya selalu
maaf jika melakukan pernah meminta meminta maaf meminta maaf meminta maaf
kesalahan yang maaf jika jika melakukan jika melakukan jika melakukan
merugikan orang lain. melakukan kesalahan yang kesalahan yang kesalahan yang
kesalahan yang merugikan merugikan merugikan orang
merugikan orang lain. orang lain. lain.
orang lain.
Jumlah
*) Petunjuk Penskoran

1. Jawaban TP diberi skor 1.


2. Jawaban KD diberi skor 2.
3. Jawaban SR diberi skor 3.
4. Jawaban SL diberi skor 4.

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

*)Kriteria Penilaian
Peserta didik akan memperoleh nilai :

Sangat Baik : apabila memperoleh skor 3,20 4,00 (80 100)

Baik : apabila memperoleh skor 2,80 3,19 (70 79)

Cukup : apabila memperoleh skor 2.40 2,79 (60 69)

Kurang : apabila memperoleh skor kurang dari 2.40 (kurang dari 60%)
LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP JUJUR

Nama Peserta Didik : .

Kelas : .

Materi Pokok : .

Tanggal : .

PETUNJUK

1. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti !


2. Berilah tanda cek () sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan kalian
sehari-hari

No Pernyataan TP KD SR SL
1 Saya menyontek pada saat mengerjakan
tugas.
2 Saya menyalin karya orang lain tanpa
menyebutkan sumbernya pada saat
mengerjakan tugas.
3 Saya tidak berani mengakui kesalahan yang
saya dilakukan.
Jumlah

*)Keterangan :
TP : apabila tidak pernah melakukan.
KD: apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan.
SR : apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan.
SL : apabila selalu melakukan sesuai pernyataan.
RUBRIK PENILAIAN DIRI SIKAP JUJUR
No Pernyataan TP KD SR SL
1 Saya menyontek Saya tidak pernah Saya terkadang Saya sering Saya selalu
pada saat menyontek saat menyontek saat menyontek saat menyontek saat
mengerjakan mengerjakan mengerjakan mengerjakan mengerjakan
tugas. tugas. tugas. tugas. tugas.
2 Saya menyalin Saya tidak pernah Saya terkadang Saya sering Saya selalu
karya orang lain menyalin karya menyalin karya menyalin karya menyalin karya
tanpa orang lain tanpa orang lain tanpa orang lain tanpa orang lain tanpa
menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan
sumbernya pada sumbernya pada sumbernya pada sumbernya pada sumbernya pada
saat mengerjakan saat mengerjakan saat saat mengerjakan saat
tugas. tugas. mengerjakan tugas. mengerjakan
tugas. tugas.
3 Saya tidak berani Saya tidak pernah Saya terkadang Saya sering tidak Saya selalu tidak
mengakui tidak berani tidak berani berani mengakui berani mengakui
kesalahan yang mengakui mengakui kesalahan yang kesalahan yang
saya dilakukan. kesalahan yang kesalahan yang dilakukan. dilakukan.
dilakukan. dilakukan.
Jumlah

*) Petunjuk Penskoran

1. Jawaban TP diberi skor 4.


2. Jawaban KD diberi skor 3.
3. Jawaban SR diberi skor 2.
4. Jawaban SL diberi skor 1.
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

*)Kriteria Penilaian

Peserta didik akan memperoleh nilai :

Sangat Baik : apabila memperoleh skor 3,20 4,00 (80 100)

Baik : apabila memperoleh skor 2,80 3,19 (70 79)

Cukup : apabila memperoleh skor 2.40 2,79 (60 69)

Kurang : apabila memperoleh skor kurang dari 2.40 (kurang dari 60%)
LEMBAR PENILAIAN LAPORAN dan PRESENTASI

Nama Anggota Kelompok : .

Kelas : .

Materi Pokok : .

Tanggal : .

PETUNJUK

3. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti !


4. Berilah tanda cek () sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan kalian
sehari-hari
Skor
No. Kriteria yang dinilai
4 3 2 1
1. Laporan hasil inventarisasi makanan yang
mengandung bahan pewarna berbahaya.
Indikator:
1. Sesuai sistematika yang ditentukan
2. Kevalidan data
3. Format laporan sesuai dengan ketentuan
2. Presentasi
Indikator :
1. Menarik
2. Sistematis
3. Menggunakan bahasa yang santun dan komunikatif
4. Penguasaan materi
RUBRIK PENILAIAN LAPORAN dan PRESENTASI

No. Kriteria yang dinilai Skor Rubrik Penilaian Produk


1. Laporan hasil inventarisasi makanan 4 Memenuhi seluruh kriteria yang
yang mengandung bahan pewarna ditentukan.
3
Memenuhi 2 kriteria yang telah
berbahaya.
Indikator: 2 ditentukan.
1. Isi laporan Memenuhi 1 kriteria yang
1
bersesuaian ditentukan.
2. Kevalidan Tidak memenuhi kriteria yang
data ditentukan.
3. Format
laporan sesuai dengan ketentuan
2. Presentasi 4 Memenuhi seluruh kriteria yang
Indikator :
ditentukan.
1. Menari 3
Memenuhi 3 kriteria yang telah
k
2 ditentukan.
2. Sistem
Memenuhi 2 kriteria yang
atis 1
ditentukan.
3. Mengg
Hanya memenuhi 1 dari kriteria
unakan bahasa yang santun dan
yang ditentukan
komunikatif
4. Pengua
saan materi

Petunjuk Penskoran
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Nilai =

Kriteria Penilaian
Ketentuan :
0-59 = Tidak tuntas
60-100 = Tuntas

Nilai =
LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN

Tes Tertulis

Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan tepat !


1. Sebutkan contoh hewan yang tergabung dalam hewan
ruminansia murni ! (Minimal 3) (5)
2. Hewan memamah biak dapat mengunyah melalui 2
fase. Jelaskan! (20)
3. Sebutkan secara sistematis organ yang dilalui pada saat
hewan ruminansia saat memakan rumput! (25)
4. Sebutkan zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh ! (5)
5. Karbohidrat di bagi menjadi 3 jenis. Sebutkan! (5)
6. Gabungan dari karbohidrat apakah sukrosa, laktosa,
maltose dan amilum ? (15)
7. Sebutkan masing-masing fungsi dari lipid dan protein ?
(20)
8. Sebutkan contoh dari mineral makro dan mikro ? (5)

Kunci jawaban
No Kunci Jawaban Skor
1 Contoh hewan yang tergabung dalam hewan
Salah 1
ruminansia murni : Kurang tepat 3
a. Sapi Benar 5
b. Kambing
c. Kelinci
d. Domba
2 Hewan memamah biak dapat mengunyah
Salah 3
melalui 2 fase. Kurang tepat 12
1. Fase Benar 20
pertama terjadi saat awal kali mereka makan,
makanannya itu hanya dikunyah sebentar dan
masih kasar.
2. Saat
lambung sudah penuh, mereka kemudian
mengeluarkan makanan yang dikunyahnya
tadi untuk dikunyah kembali hingga
teksturnya lebih halus, lalu kerumen lagi.
3 Organ yang dilalui pada saat hewan ruminansia
Salah 3
saat memakan rumput Kurang tepat 15
Rongga mulut kerongkongan lambung Benar 25
rumen reticulum rongga mulut omasum
abomasum usus halus anus
4 Zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh:
a. Karbohidrat Salah 1
b. Lemak Kurang tepat 3
c. Protein Benar 5
d. Vitamin
e. Mineral
5 Karbohidrat di bagi menjadi 3 jenis:
a. Monosakarida Salah 1
b. Disakarida Kurang tepat 3
c. Polisakarida Benar 5

6 Gabungan dari karbohidrat:


1. Sukrosa = glukosa + fruktosa Salah 2
2. Laktosa = glukosa + galaktosa Kurang tepat 7
3. Maltosa = glukosa + glukosa Benar 15
4. Amilum = glukosa + glikogen

7 Fungsi dari lipid


a. sebagai sumber energy Salah 2
b. perlindungan tubuh Kurang tepat 12
c. membuat rasa kenyang Benar 20
d. pengatur suhu tubuh
e. pelarut vitamin A, D, E, dan K.
Fungsi dari protein
a. penghasil zat yang baru
b. sumber energy
c. antibody
d. mengankut zat-zat gizi
e. sebagai zat pembangun tubuh

1.
8 Mineral makro
Contoh: Na, Cl, K, Ca, P, Mg, dan S. Salah 1
Mineral mikro Kurang tepat 3
Contoh: Fe, Zn, I, Se, Mn, F, Cu, Cr, Mo, dan Benar 5
Co.

Petunjuk Penskoran
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Nilai =

Kriteria Penilaian
Ketentuan :
0-59 = Tidak tuntas
60-100 = Tuntas
BUKU SISWA

Sistem pencernaan hewan ruminansia dikategorikan sebagai salah satu sistem


pencernaan hewan yang cukup unik. Makanannya yang berupa rumput atau tumbuhan
sehingga tersusun atas banyak bahan selulosa yang sulit dicerna membuat sistem
pencernaan pada hewan ruminansia memiliki struktur khusus. Berbeda dengan sistem
pencernaan pada hewan karnivora dan omnivora, hewan-hewan yang tergolong
ruminansia murni seperti sapi, kambing, kelinci, dan domba dapat mengunyah
makanannya hingga dua fase.

A. Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia

Ditinjau dari cara makan


dan sistem pencernaannya,
hewan ruminansia atau hewan
memamah biak termasuk hewan
yang unik. Mereka dapat
mengunyah atau memamah
makanannya yang berupa
rerumputan melalui 2 fase. Fase
pertama terjadi saat awal kali mereka makan, makanannya itu hanya dikunyah
sebentar dan masih kasar. Mereka kemudian menyimpan makanannya itu dalam
rumen lambung . Selang beberapa waktu saat lambung sudah penuh, mereka
kemudian mengeluarkan makanan yang dikunyahnya tadi untuk dikunyah kembali
hingga teksturnya lebih halus. Baru kemudian setelah halus, makanan tersebut
masuk ke dalam rumen lambung lagi.

B. Proses dan Saluran Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia

Menyadari bahwa jenis makanannya tersusun atas selulosa yang sulit


dicerna, hewan ruminansia memiliki saluran sistem pencernaan khusus. Adapun
organ-organ pada saluran sistem pencernaan hewan ruminansia berikut ini telah
beradaptasi jenis makanan alaminya.

1. Rongga Mulut (Cavum Oris)


Dalam rongga mulut hewan ruminansia, terdapat 2 organ sistem
pencernaan yang memiliki fungsi penting, yaitu gigi dan lidah. Gigi
ruminansia berbeda dengan susunan gigi mamalia lain. Gigi seri (insisivus)
memiliki bentuk yang sesuai untuk menjepit makanan berupa rumput, gigi
taring (caninus) tidak berkembang sama sekali, sedangkan gigi geraham
belakang (molare) memiliki bentuk datar dan lebar.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Esofagus atau kerongkongan adalah saluran organ penghubung antara


rongga mulut dan lambung. Di saluran ini, makanan tidak mengalami proses
pencernaan. Mereka hanya sekedar lewat sebelum kemudian digerus di
dalam lambung. Esofagus pada hewan ruminansia umumnya berukuran
sangat pendek yaitu sekitar 5 cm, namun lebarnya mampu membesar
(berdilatasi) untuk menyesuaikan ukuran dan tekstur makanannya.

3. Lambung

Setelah melalui esofagus, makanan akan masuk ke dalam lambung.


Lambung pada hewan ruminansia selain berperan dalam proses pembusukan
dan peragian, juga berguna sebagai tempat penyimpanan sementara makanan
yang akan dikunyah kembali. Ukuran ruang dalam lambung hewan
ruminansia bervariasi tergantung pada umur dan makanannya. Yang jelas
ruangan lambung tersebut terbagi menjadi 4 bagian yaitu rumen (80%),
retikulum (5%), omasum (78%), dan abomasum (78%).
a. Rumen (Perut Besar)

Mula-mula makanan yang melalui kerongkongan akan masuk ke dalam


rumen. Makanan ini secara alami telah bercampur dengan air ludah yang
sifatnya alkali dengan pH 8,5.

Rumen berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara bagi makanan


yang telah ditelan. Setelah rumen terisi cukup makanan, sapi akan
beristirahat sembari mengunyah kembali makanan yang dikeluarkan dari
rumen ini.

Di dalam rumen, populasi bakteri dan Protozoa menghasilkan enzim


oligosakharase, hidrolase, glikosidase, amilase, dan enzim selulase.
Enzim-enzim ini berfungsi untuk menguraikan polisakarida termasuk
selulosa yang terdapat dalam makanan alami mereka. enzim pengurai
protein seperti enzim proteolitik dan beberapa enzim pencerna lemak juga
terdapat di sana.

b. Retikulum (Perut Jala)

Di retikulum, makanan diaduk-aduk dan dicampur dengan enzim-enzim


tersebut hingga menjadi gumpalan-gumpalan kasar (bolus). Pengadukan
ini dilakukan dengan bantuan kontraksi otot dinding retikulum. Gumpalan
makanan ini kemudian didorong kembali ke rongga mulut untuk dimamah
kedua kalinya dan dikunyah hingga lebih sempurna saat sapi tengah
beristirahat.

c. Omasum (Perut Buku)

Setelah gumpalan makanan yang dikunyah lagi itu ditelan kembali,


mereka akan masuk ke omasum melewati rumen dan retikulum. Di dalam
omasum, kelenjar enzim akan membantu penghalusan makanan secara
kimiawi. Kadar air dari gumpalan makanan juga dikurangi melalui proses
absorpsi air yang dilakukan oleh dinding omasum.
d. Abomasum (Perut Masam)

Abomasum adalah perut yang sebenarnya karena di organ inilah sistem


pencernaan hewan ruminansia secara kimiawi bekerja dengan bantuan
enzim-enzim pencernaan. Di dalam abomasum, gumpalan makanan
dicerna melalui bantuan enzim dan asam klorida. Enzim yang dikeluarkan
oleh dinding abomasum sama dengan yang terdapat pada lambung
mamalia lain, sedangkan asam klorida (HCl) selain membantu dalam
pengaktifan enzim pepsinogen yang dikeluarkan dinding abomasum, juga
berperan sebagai desinfektan bagi bakteri jahat yang masuk bersama
dengan makanan. Seperti diketahui bahwa bakteri akan mati pada Ph yang
sangat rendah.

4. Usus Halus dan Anus

Setelah makanan telah halus, dari ruang abomasum makanan tersebut


kemudian didorong masuk ke usus halus. Di organ inilah sari-sari makanan
diserap dan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Selanjutnya ampas atau
sisa makanan keluar melalui anus.

C. Zat-Zat Makanan yang Dibutuhkan Oleh Manusia


Zat-zat dalam makanan yang dibutuhkan oleh tubuh dalam porsi seimbang antara
lain adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.

Penjelasan detail mengenai zat-zat makanan tersebut adalah sebagai berikut:


1. Karbohidrat
Karbohidrat ditemukan paling banyak dari tumbuhan. Karbohidrat berfungsi
sebagai sinber energi utama, pengatur metabolisme lemak, dan sebagai hemat
protein. Pada umumnya karbohidrat terbagi menjadi tiga jenis, yaitu
monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
a. Monosakarida terdiri dari glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Glukosa dapat
ditemukan di buah-buahan. Fruktosa yang merupkan jenis karbohidrat
paling manis ini juga dapat ditemukan di buah-buahan dan madu.
Sedangkan galaktosa adalah jenis monosakarida yang banyak terdapat
pada susu.
b. Disakarida terdiri dari sukrosa, maltosa, dan laktosa. Sukrosa adalah gula
dalam pengertian kita sehari-hari. Sedangkan laktosa adalah gula susu
yang banyak terdapat pada air susu hewan mamalia.
c. Polisakarida terdiri dari amilum, glikogen, dan selulosa. Amilum atau zat
banyak ditemukan pada tumbuhan yang berfungsi sebagai penyimpan
cadangan makanan misalnya umbi kentang, biji, dan kacang-kacangan.
Glikogen banyak ditemukan pada hati dan otot hewan vertebrata.
Selulosa terdapat pada dinding sel tumbuhan.

Berdasarkan tingkatan
kemanisan, susunan jenis-
jenis karbohidrat adalah:

1. Fruktosa (paling manis)


2. Sukrosa
3. Glukosa
4. Maltosa
5. Galaktosa
6. Laktosa

Sedangkan berdasarkan
susunan molekulnya, karbohidrat terdiri atas gabungan sebagai berikut:

1. Sukrosa = glukosa + fruktosa


2. Laktosa = glukosa + galaktosa
3. Maltosa = glukosa + glukosa
4. Amilum = glukosa + glikogen

Kelebihan karbohidrat menyebabkan zat karbohidrat yang menumpuk


berubah menjadi lemak dan tertimbun dalam tubuh dan menyebabkan obesitas
atau kegemukan. Sedang kekurangan karbohidrat akan menyebabkan lemak
diubah menjadi energi sebagai pengganti karbohidrat. Lemak yang menyusut
akan mengambil protein untuk diubah menjadi energi. Protein yang menyusut
memyebabkan penyusunan jaringan karena protein adalah zat pembangun
tubuh.

2. Lemak (lipid)
Lemak merupakan zat yang sukar terlarut dalam.air dan merupakan senyawa
heterogen. Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, perlindungan tubuh,
membuat rasa kenyang, pengatur suhu tubuh, dan pelarut vitamin A, D, E, dan K.
3. Protein
Protein adalah zat pembangun bagi tubuh. Seperlima bagian tubuh adalah
protein dan menjadikannya sebagai bagian terbesar dari tubuh sesudah air. Fungsi
protein adalah sebagai penghasil zat yang baru, sumber energi, antibodi,
mengankut zat-zat gizi, sebagai zat pembangun tubuh. Protein dibedakan menjadi
dua, protein asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh namun tidak bisa
dihasilkan oleh tubuh.
Sedangkan asam amino
nonesensial adalah protein
yang disintesis
dalam tubuh.

Kekurangan
protein dapat mengakibatkan
marasmus yaitu kondisi
mental dan fisik yang
sukar diperbaiki. Juga menyebabkan kwashiorkor yaitu pertumbuhan tubuh yang
terhambat. Sedangkan jika kelebihan protein akan mengakibatkab obesitas,
dehidrasi, diare, kelebihan amonia dan urea dalam darah serta kelebihan asam
amino. Kelebihan asam amino akan memberatkan hati dan ginjal.
4. Vitamin
Vitamin dibedakan menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam air adalah
vitamin B kompleks, H, dan C. Sedangkan vitamin yang larut dalam lemak adalah
vitamin A, D, E, dan K. Fungsi vitamin adalah sebagai pengatur proses
metabolisme, membantu pertumbuhan, mempertahankan gizi yang normal,
mempertahankan fungsi jaringan, sebagai bagian dari enzim atau koenzim yang
mengatur proses metabolisme, dan membantu pembuatan zat-zat tertentu dalam
tubuh.

5. Mineral
Mineral.dibedakan menjadi dua.
a. Mineral makro
Dibutuhkan tubuh dalam jumlah
banyak. Contohnya adalah
Na, Cl, K, Ca, P, Mg, dan S.
b. Mineral mikro
Dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit. Contohnya adalah Fe, Zn, I, Se, Mn,
F, Cu, Cr, Mo, dan Co.

D. Bahaya Zat Pewarna Pada Makanan

Dengan pengetahuan keamanan pangan yang baik dan menerapkannya dalam


kehidupan sehari-hari, maka masyarakat dapat terhindar dari berbagai bahaya akibat
mengkonsumsi makanan yang tidak aman. Masyarakat dapat terhindar dari bahaya
keracunan makanan akibat mengkonsumsi makanan yang tidak bebas dari cemaran logam
berat, pestisida, bahan tambahan pangan dan racun. Terhindar dari konsumsi makanan yang
tercemar cemaran biologis seperti seperti bakteri, virus, kapang, parasit, protozoa. Terhindar
dari konsumsi makanan yang tercemar Cemaran fisik seperti pecahan gelas, potongan tulang,
kerikil, kawat dan sebagainya.

Pewarna Alami
Adalah zat warna alami (pigmen) yang diperoleh dari tumbuhan, hewan, atau dari
sumber-sumber mineral. Zat warna ini telah digunakan sejak dulu dan umumnya dianggap
lebih aman daripada zat warna sintetis, seperti annato sebagai sumber warna kuning alamiah
bagi berbagai jenis makanan begitu juga karoten dan klorofil. Dalam daftar FDA pewarna
alami dan pewarna identik alami tergolong
dalam uncertified color additives karena tidak
memerlukan sertifikat kemurnian kimiawi.

Keterbatasan pewarna alami adalah


seringkali memberikan rasa dan flavor khas yang
tidak diinginkan, konsentrasi pigmen
rendah, stabilitas pigmen rendah, keseragaman
warna kurang baik dan spektrum warna tidak
seluas pewarna sintetik. Pewarna sintetik mempunyai keuntungan yang nyata dibandingkan
pewarna alami, yaitu mempunyai kekuatan mewarnai yang lebih kuat, lebih seragam, lebih
stabil dan biasanya lebih murah.

Beberapa contoh zat pewarna alami yang biasa digunakan untuk mewarnai makanan
(Dikutip dari buku membuat pewarna alami karya nur hidayat dan elfi anis saati terbitan
Trubus Agrisarana 2006. dapat diperoleh di toko-toko buku se Indonesia) adalah:

A. KAROTEN, menghasilkan warna jingga sampai merah. Biasanya digunakan untuk


mewarnai produk-produk minyak dan lemak seperti minyak goreng dan margarin.
Dapat diperoleh dari wortel, papaya dan sebagainya.
B. BIKSIN, memberikan warna kuning seperti mentega. Biksin diperoleh dari biji pohon
Bixa orellana yang terdapat di daerah tropis dan sering digunakan untuk mewarnai
mentega, margarin, minyak jagung dan salad dressing.
C. KARAMEL, berwarna coklat gelap dan merupakan hasil dari hidrolisis (pemecahan)
karbohidrat, gula pasir, laktosa dan sirup malt. Karamel terdiri dari 3 jenis, yaitu
karamel tahan asam yang sering digunakan untuk minuman berkarbonat, karamel cair
untuk roti dan biskuit, serta karamel kering. Gula kelapa yang selain berfungsi sebagai
pemanis, juga memberikan warna merah kecoklatan pada minuman es kelapa ataupun
es cendol
D. KLOROFIL, menghasilkan warna hijau, diperoleh dari daun. Banyak digunakan
untuk makanan. Saat ini bahkan mulai digunakan pada berbagai produk kesehatan.
Pigmen klorofil banyak terdapat pada dedaunan (misal daun suji, pandan, katuk dan
sebaginya). Daun suji dan daun pandan, daun katuk sebagai penghasil warna hijau
untuk berbagai jenis kue jajanan pasar. Selain menghasilkan warna hijau yang cantik,
juga memiliki harum yang khas.
E. ANTOSIANIN, penyebab warna merah, oranye, ungu dan biru banyak terdapat pada
bunga dan buah-buahan seperti bunga mawar, pacar air, kembang sepatu, bunga
tasbih/kana, krisan, pelargonium, aster cina, dan buah apel,chery, anggur, strawberi,
juga terdapat pada buah manggis dan umbi ubi jalar. Bunga telang, menghasilkan
warna biru keunguan. Bunga belimbing sayur menghasilkan warna merah.
Penggunaan zat pewarna alami, misalnya pigmen antosianin masih terbatas pada
beberapa produk makanan, seperti produk minuman (sari buah, juice dan susu).

Pewarna sintetis

Pewarna sintetis mempunyai keuntungan yang nyata


dibandingkan pewarna alami, yaitu mempunyai kekuatan
mewarnai yang lebih kuat, lebih seragam, lebih stabil, dan
biasanya lebih murah. Berdasarkan rumus kimianya, zat
warna sintetis dalam makanan menurut Joint FAO/WHO
Expert Commitee on Food Additives (JECFA) dapat
digolongkan dalam beberapa kelas yaitu : azo, triaril
metana, quinolin, xantin dan indigoid.
LEMBAR KEGIATAN SISWA
(LKS)

Kelompok :
Nama Anggota :
Kelas :

Judul proyek :

Masalah yang diangkat :


1.

2.

3.

Tujuan proyek :
1.

2.

3.

Bahan :
FORMAT PENULISAN LAPORAN TERTULIS

JUDUL: 10-15 KATA, BESAR SEMUA, CENTER, TIMES NEW ROMAN (TNR) 12

Nama Authors: Besar Kecil, bold, center TNR 10, Nama Belakang Jangan di Singkat
Kelas-Angkatan

PENGANTAR (TNR 12, BOLD, RATA TEPI)


Berisi uraian tentang bahaya pewarna makanan. Uraian ini didukung dengan kajian
pustaka yang berupa data-data dari sumber lain atau kegiatan
sebelumnya.-------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------- --------------------------------------------
Ditulis sepanjang 3-4 paragraf. TNR12, jarak antar baris 1,5
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------.
Di akhir paragraf terakhir dalam pendahuluan, dapat dituliskan tujuan dan manfaat
penulisan laporan tentang bahaya pewarna mankanan sintetis ini,
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------

METODE KEGIATAN (TNR 12, BOLD, RATA TEPI KANAN)


Paragraf pertama berisi makanan jenis apa saja yang di amati
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Paragraf kedua berisi prosedur/cara kerja/metode dalam meneiti secara sederhana
apakah mengandung zat pewarna makanan sintetis atau
tidak----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------
Paragraf ketiga berisi tentang hasil pengamatan
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------
Paragraf keempat berisi tentang bahaya memakan makanan yang mengandung zat
pewarna makanan berbahaya pengamatan
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------
Paragraf kelima berisi tentang tips memilih makanan dengan zat pewarna yang aman
pengamatan
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------
Ditulis dengan TNR12, jarak antar baris 1,5

LAMPIRAN (TNR 12, BOLD, RATA TEPI) di letakkan pada halaman terpisah

Gambar makanan Keterangan gambar

Keterangan gambar berupa nama makanan, ditemukan dimana.

KEPUSTAKAAN
Tuliskan semua sumber yang Anda gunakan/acu secara langsung dalam penulisan
artikel ini. Ditulis dengan TNR12, jarak antar baris 1. Cara penulisan dapat melihat contoh
berikut
Alpen, 2011. Data Angin untuk Perikanan Dibutuhkan. Diakses pada tanggal 15 Oktober
2011 dari http://www.alpensteel.com/article/55-114-artikel-non-energi/186--data-
angin-untuk-perikanan-dibutuhkan.html
Darmadi. 2010. Salinitas Air Laut. Diakses pada tanggal 16 Oktober 2011 dari
http://dhamadharma.wordpress.com/2010/02/11/salinitas-laut/
Departement Kelautan dan Perikanan. Database Nilai Gizi Ikan. Diakses pada tanggal
22Oktober 2011 dari http://www.bbrp2b.kkp.go.id/nilaigizi/
Dinas Komunikasi dan Informatika. Overfishing, Nelayan di Selat Madura Diarahkan ke
Budidaya Ikan. Diakses pada tanggal 22Oktober 2011 dari
http://www.jatimprov.go.id/index.php?
option=com_content&task=view&id=8563&Itemid=1
Laily, Nur. 2006. Identifikasi Jenis-jenis Ikan Teleosteli yang Tertangkap Nelayan di Wilayah
Perairan Pesisir Kota Semarang. Laporan Penelitian. Semarang
Catatan:
- Dibuat max 10 lembar, tanpa cover.
- Batas kanan 3, atas bawah 3, kiri 4 cm.
- Spasi 1,5