Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH PENDIDIKAN SEKOLAH

DASAR
Senin, 20 Juli 2015
MAKALAH EKSTRAKURIKULER PRAMUKA

TUGAS INDIVIDU
MATA KULIAH MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN

Judul
Peningkatan Mutu Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka
di SDN Kedungori 1

Dosen Pengampu :
Dr.Bambang Ismanto, M.Si

Disusun Oleh :
Nama NIM
Kartono 942014034

PROGRAM PASCASARJANA S-2


MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
TAHUN 2015

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Ekstrakurikuler merupakan salah satu perangkat operasional (supplement dan complements)
dalam kurikulum sekolah. Banyak ragam kegiatan ekstrakurikuler yang dapat
diselenggarakan oleh sekolah, baik wajib atau pilihan. Dalam Kurikulum 2013 pemerintah
telah menetapkan pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah mulai jenjang sekolah
dasar (SD/MI) sampai sekolah menengah atas (SMA/SMK). Artinya, harus diikuti oleh
semua peserta didik terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak
memungkinkan dapat mengikutinya.
Tujuan dari Gerakan Pramuka adalah membentuk setiap angggota pramuka agar
memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat
hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup
sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia,
mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup. Tujuan dari Gerakan Pramuka
sejalan dengan fokus pendidikan karakter yang menjadi program utama Kementerian
Pendidikan Nasional.
Dalam UU No. 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, disebutkan Gerakan
Pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk menyelenggarakan
pendidikan kepramukaan yang mempersiapkan anggotanya untuk mempunyai karakter
bangsa sesuai dengan dasa darma dan tri satya.
Saat ini, penyelenggaraan ekstrakurikuler pramuka di sekolah terkesan hanya
formalitas dan asal berjalan. Kesan tersebut tampak dari carut marutnya pelaksanaan
ekstrakurikuler pramuka antara lain, tidak ada program dan target yang jelas, latihan jika akan
ada lomba saja, pembina bukan ahli, kegiatan asal berjalan, dan pendanaan yang minim.
Demikian halnya, di SDN Kedungori 1, penyelenggaraan
ekstrakurikuler Pramuka mengalami stagnan. Kegiatan tidak terkoordinir
dengan baik, jadwal latihan tidak berjalan secara kontinu hanya ketika
akan ada jambore ranting,, pembina banyak di datangkan dari instruktur
muda (penegak yang belum mempunyai sertifikat KMD), dan tidak adanya
rencana anggaran kegiatan secara implisit pada program ini. Sementara
setiap tahun Pramuka menjadi prioritas utama Program kegiatan di jajaran
UPTD Dikpora Kecamatan Dempet.
Kondisi demikian amat mengkawatirkan, padahal SDN Kedungori 1
mempunyai potensi yang sangat besar. Sumber daya manusianya
berkualitas semua guru sejumlah 12 guru mempunyai kualifikasi
akademik S1 dan bahkan ada S2. Ada 10 mempunyai serfikat mahir KMD
dan 2 KML sebagai Pembina Pramuka baik penggalang dan siaga. Peran
serta masyarakat dan komite sekolah menjadi daya dukung yang handal
dalam penggalian dana. Lokasi sekolah yang sangat luas representatif
untuk tempat latihan. Hari Jumat sore anak-anak libur sekolah madrasah
ini sebenarnya memberi peluang bagus untuk kegiatan latihan. Anak-anak
sangat antusias dan responsive pada kegiatan Pramuka.
2. Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang dapat kita
pertanyakan sebagai berikut: Bagaimanakah cara meningkatkan kegiatan
ekstrakurikuler Pramuka di SDN Kedungori 1?
3. Tujuan
Tujuan penulisan makalah secara implisit adalah untuk mengetahui cara
meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SDN Kedungori 1.
B. KAJIAN TEORI
1. Definisi dan Keterkaitan dengan Siswa dan Sekolah

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39


Tahun 2008 tentang Pembinaan kesiswaan. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan
pengayaan dan perbaikan yang berkaitan dengan program kurikuler dan intrakurikuler.
Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai wadah bagi siswa yang memiliki minat mengikuti
kegiatan tersebut. Melalui bimbingan dan pelatihan guru, kegiatan ekstrakurikuler dapat
membentuk sikap positif terhadap kegiatan yang diikuti oleh para siswa. Kegiatan
ekstrakurikuler yang diikuti dan dilaksanakan oleh siswa baik di sekolah maupun diluar
sekolah, bertujuan agar siswa dapat memperkaya dan memperluas diri. Memperluas diri ini
dapat dilakukan dengan memperluas wawasan pengetahuan dan mendorong pembinaan sikap
dan nilai-nilai.

Pengertian ekstrakurikuler menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:291) yaitu


suatu kegiatan yang berada diluar program yang 10 tertulis didalam kurikulum seperti latihan
kepemimpinan dan pembinaan siswa. Kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan diluar jam
pelajaran wajib. Kegiatan ini memberikan keleluasaan kepada siswa untuk menentukan
kegiatan sesuai dengan bakat dan minat mereka. Berdasarkan penjelasan tentang
ekstrakurikuler tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrakulikuler adalah kegiatan
diluar jam pelajaran yang dilakukan, baik disekolah ataupun diluar sekolah yang bertujuan
untuk memperdalam dan memperkaya pengetahuan siswa, mengenal hubungan antar
berbagai pelajaran, serta menyalurkan bakat dan minat.

Faktor faktor yang mempengaruhi minat yang timbul dalam diri seseorang
dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor yang berasal dari dalam dari individu itu sendiri
(faktor instrinsik), maupun faktor yang berasal dari luar individu itu sendiri (faktor
ekstrinsik).

a. Faktor dari dalam (faktor instrinsik) yaitu sifat pembawaan.

b. Faktor dari luar (faktor ekstrinsik) diantaranya keluarga, sekolah dan masyarakat
sekitar. Minat yang terjadi dalam individu dipengaruhi dua faktor yang menentukan
yaitu faktor keinginan dari dalam, dan faktor keinginan dari luar. Minat dari dalam
terdiri dari tertarik atau rasa senang pada kegiatan, perhatian terhadap suatu kegiatan
dan adanya aktifitas atau tindakan akibat rasa senang maupun perhatian.dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa secara garis besar minat dipengaruhi oleh dua
faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri (factor instrinsic)
dan faktor yang berasal dari luar individu tersebut (factor ekstrinsic). Adapun ketiga
faktor instrinsik dari minat tersebut antara lain:

1). Rasa Tertarik


Menurut Suadirman (1984: 36) ketertarikan adalah proses yang dialami setiap individu tetapi
sulit dijelaskan. Dzakir (1992: 216) menyampaikan, tertarik adalah suka atau senang, tetapi
belum melakukan aktivitas. Sedangkan Winkell (1983: 30) mendefinisikan rasa tertarik
sebagai penilaian positif terhadap suatu obyek. Berdasarkan tiga pendapat ini, disimpulkan
bahwa rasa tertarik merupakan rasa yang dimiliki setiap individu dalam ungkapan suka,
senang dan simrpati kepada sesuatu sebelum melakukan aktivitas, sebagai penilian positif
atau suatu obyek.
2). Perhatian
Perhatian didefinisikan oleh Sumadi Suryabrata (1982:14) sebagai frekuensi dan kuantitas
kesadaran yang menyertai aktivitas seseorang, sedangkan Dakir (1993: 144) mendefinisikan
minat perhatian sebagai keaktifan peningkatan kesadaran seluruh jiwa yang dikerahkan dalam
pemusatannya kepada sesuatu, dan Bimo Walgito (2002: 98) mendefinisikan perhatian
sebagai pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada
suatu objek. Berdasarkan tiga definisi tersebut, disimpulkan perhatian merupakan pemusatan
tenaga atau kekuatan jiwa tertentu kepada suatu objek, atau frekuensi dan kuantitas kesadaran
peningkatan kesadaran seluruh jiwa.

3). Aktivitas
Tahap setelah siswa tertarik dan memberikan perhatian terhadap suatu objek atau kegiatan
adalah bergabungnya siswa dalam kegiatan tersebut. Dalam penelian ini aktivitas siswa
berbentuk keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bolavoli mini.
Selain itu ada juga faktor ekstrinsik terdiri atas pengaruh dari lingkungan
keluarga,sekolah, dan lingkungan. Lingkungan keluarga yang memberikan pengaruh
misalnya keadaan sosial ekonomi, serta cara orang tua mendidik anak merupakan sebagian
contoh faktor keluarga yang dapat mempengaruhi minat siswa. Pengaruh lingkungan sekolah
misalnya kurikulum, metode mengajar yang digunakan guru, serta aturan dan disiplin
sekolah. Adapun faktor masyarakat meliputi teman bergaul serta kegiatan siswa di
masyarakat.
Kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan diluar jam pelajaran wajib. Ini memberikan
keleluasaan kepada siswa untuk menentukan kegiatan sesuai dengan bakat dan minat mereka.
Berdasarkan penjelasan tentang ekstrakurikuler tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa
ekstrakurikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran yang dilakukan, baik di sekolah ataupun
di luar sekolah yang bertujuan untuk memperdalam dan memperkaya pengatahuan siswa,
mengenal hubungan antar berbagai pelajaran, serta menyalurkan bakat dan minat. Kegiatan
ekstrakurikuler ini dilaksanakan diluar jam pelajaran wajib. Kegiatan ini memberikan
keleluasaan kepada siswa untuk menentukan kegiatan sesuai dengan bakat dan minat mereka.
Siswa dapat memperdalam dan memeperluas pengetahua keterampilan mengenai
hubungan antara berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat dan minat, serta melengkapi
upaya pembinaan manusia seutuhnya. Mampu memanfaatkan pendidikan kepribadian serta
mengaitkan pengetahuan yang diperolehnya dalam program kurikulum dengan kebutuhan
dan keadaan lingkungan.

2. Konsep Dasar Kegiatan Ekstrakurikuler


Pemahaman dan pengelolaan ektrakurikuler yang baik akan membentuk siswa yang
kreatif, inovatif, dan beradab. Fungsi kegiatan ekstrakurikuler yang dijelaskan oleh Mumuh
Sumarna (2006:10) yaitu: Kegiatan ekstrakurikuler yang dimaksudkan untuk lebih
mengaitkan antara pengetahuan yang diperoleh dalam program kurikulum dengan keadaan
dan kebutuhan lingkungan. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa
fungsi ekstrakurikuler adalah sebagai sarana penunjang bagi proses pembelajaran yang
dilaksanakan di sekolah yang berguna untuk mengaplikasikan teori dan praktik yang telah
diperoleh sebagai hasil nyata proses pembelajaran.
Yudha M. Saputra (1998: 6) mendefinisikan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan
diluar jam pelajaran sekolah biasa yang dilakukan di sekolah atau di luar sekolah dengan
tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antar pelajaran,
menyalurkan bakat dan minat, serta melengkapi pembinaan manusia seutuhnya. Kegiatan
ekstrakurikuler merupakan program yang berupa pengayaan dan perbaikan yang berkaitan
dengan kegiatan intrakurikuler.
Pendapat lain dikemukakan oleh Wahjosumidjo (2007:256) kegiatan ekstrakurikuler
yaitu kegiatan-kegiatan siswa diluar jam pelajaran, yang dilaksanakan di sekolah atau diluar
sekolah, dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, memahami keterkaitan antara
berbagai mata pelajaran, penyaluran bakat dan minat, serta dalam rangka usaha untuk
meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan para siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
kesadaran berbangsa dan bernegara, berbudi pekerti luhur dan sebagainya.
Dari beberapa pendapat para ahli tentang ekstrakurikuler diatas, dapat diketahui
bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilakukan diluar jam pelajaran dan tidak diatur dalam
kurikulum, hal ini sejalan dengan pendapat Suryosubroto 14 (2007:58) yang mengartikan
kegiatan ekstrakurikuler mencakup semua kegiatan di sekolah yang tidak diatur dalam
kurikulum. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan
kegiatan tambahan di luar jam pelajaran yang dapat dilakukan di dalam sekolah maupun di
luar sekolah dengan tujuan mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki siswa.
3. Hubungan Ekstrakurikuler dan Peningkatan Pada Siswa

Elizabeth B. Hurlock (1993: 214) mengatakan bahwa pada semua manusia, minat
memainkan peran yang penting dalam kehidupan seseorang danmempunyai dampak yang
besar atas perilaku dan sikap, terutama selamamasa kanak-kanak. Karena jenis pribadi anak
sebagian besar ditentukan oleh minat yang berkembang selama masa kanak-kanak. Di
samping itupengalaman belajar dari anak juga sangat berpengaruh terhadapperkembangan
minat anak.Minat mempunyai pengaruh yang besar terhadap proses danpencapaian hasil
belajar. Apabila materi pelajaran yang dipelajari tidaksesuai dengan minat siswa, maka siswa
tidak akan tertarik untuk belajar dengan sebaik-baiknya. Tidak ada daya tarik bagi siswa
mengakibatkan keengganan belajar. Keengganan belajar mengakibatkan tidak adanya
kepuasan dari pelajaran tersebut. Namun sebaliknya, pelajaran yang menarik siswa, lebih
mudah direncanakan karena minat menambah aktivitas belajar. Jika terdapat siswa yang
kurang berminat terhadap belajar, maka dapatlah diusahakan agar mempunyai minat yang
lebih besar yaitu dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik dan berguna bagi kehidupan
peserta didik.Wiliamson dalam Yudha M.Saputra (1998: 16) tujuan kegiatan ekstrakurikuler
adalah memberikan sumbangan pada perkembangan kepribadian anak didik, khususnya bagi
mereka yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Berkaitan dengan tujuan pelaksanaan
kegiatan ekstrakurikuler, Yudha M. Saputra mengemukakan empat tipe yang termasuk dalam
kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut.

a. Program sekolah dan masyarakat seperti seni lukis, seni tari, seni musik, seni tari
drama dan sejumlah kegiatan ekstetika lainya

b. Partisipasi dan observasi kegiatan olahraga diluar atau didalam ruangan seperti
atletik, renang, tenis, sepak bola dan permainan tradisional.
c. Berdiskusi masalah-masalah sosial dan ekonomi seperti melakukan kunjungan ke pasar, ke
tempat bersejarah, ke kebun binatang dan sebagainya.

d. Aktif menjadi anggota klub dan organisasi seperti klub olahraga, pramuka, OSIS
dan sebagainya.

Secara komprehensif kegiatan ekstrakurikuler memiliki berbagi macam tujuan yang pada
dasarnya menyangkut perkembangan kepribadian, perkembangan emosional, hubungan sosial
serta kemampuan motorik, baik motorik halus maupun motorik kasar. Optimalisasi kegiatan
ekstrakurikuler yang dilaksanakan secara terencana memiliki pengaruh yang besar bagi
perkembangan siswa.

Ada beberapa jenis program ekstrakurikuler yang dilaksanakan di sekolah. Antara


lain sebagai berikut. (Yudha M. Saputra, 1998: 23)
1) Program pengembangan bakat dan minat
Setiap anak pasti memiliki potensi. Melalui kegiatan ekstrakurikuler potensiitu dapat
dikembangkan. Yang terpenting dari program pengembangan bakat danminat melalui
kagiatan ekstrakurikuler di sekolah adalah menumbuhkembangkan potensi anak seperti
bidang kerajinan, seni tari, seni drama, senisuara, seni musik, dan mementaskan hasil seni
anak didik. Dalam hal ini gurubertindak sebagai fasilitator mengarahkan agar potensi yang
dimiliki anaktersebut tidak disalahgunakan oleh anak.
2) Program kegiatan rekreasi dan waktu luang
Agar kegiatan rekreasi dan waktu luang tidak hanya sebagai kegiatan yangsebatas hura-hura
maka perlu adanya inovasi pengembangan kearah yang lebihbermanfaat bagi anak,
khususnya sekolah dasar. Kegiatan ini dapat berupapemberdayaan potensi permainan
tradisional dan penciptaan bentuk-bentukpermainan baru. Permainan dapat berupa kunjungan
ke tempat-tempat yang kayaakan seni tradisional.
3) Program keagamaan
Program keagamaan dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan hari-haribesar yang
diperingati setiap tahun. Anak dapat mengadakan acara yangbernuansa keagamaan guna
memupuk rasa saling menghargai antar umatberagama. Kegiatan yang dilakukan dapat
berbentuk lomba, diskusi keagamaandan perayaan sederhana agar anak saling mengetahui
aktivitas keagamaan masing masing.
4) Program politik dan sosial
Program ini merupakan program pengenalan politik dan sosial kepada anak.Kegiatan yang
dilakukan dapat berupa peragaan sederhana yang dikemas dalambentuk drama atau dilakukan
bakti sosial dan melaksanakan upacara benderapada hari-hari besar. Kegiatan pendidikan
politik dan sosial ini dapat dilakukanseperti OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), LKS
(Latihan kepemimpinan Siswa) dan PKS (Patroli Keamanan Sekolah)
5) Program pusat belajar
Program kegiatan pusat belajar ini dilakukan dengan mengembangkanpelajaran intrakurikuler
seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA danMatematika. Kegiatan ekstrakurikuler yang
dilaksanakan dapat berupapembentukan klub bahasa, sains atau klub karya ilmiah remaja.
6) Program ekonomi
Kegiatan yang dlakukan pada program ekonomi ini adalah untukmenghimpun dana dalam
rangka pengembangan kegiatan ekstrakurikuler.Misalnya anak diajak oleh guru untuk
mengadakan bazar dari anak oleh anakuntuk anak. Program ini mengajarkan kepada anak
untuk mejadi pelaku ekonomidalam level yang sederhana seperti koperasi sekolah dan
praktek kerja nyata.
7) Program budaya
Pelaksanaan program budaya ini dapat dilakukan dengan memberdayakanpotensi daerah
untuk diperkenalkan kepada anak didik degan cara pementasanseni budaya yang dilakukan
anak didik.
8) Program informasi dan kegiatan yang tidak diorganisasikan
Pengembangan kegiatan ini melalui kegiatan ekstrakurikuler dapat berupadiskusi kelompok
antar anak dengan topik yang dibatasi. Anak akan mendapatkesempatan untuk mendiskusikan
masalah apapun yang mereka sukai. Dalamkegiatan ini guru tidak terlibat secara langsung
tetapi hanya memonitor kegiatantersebut.
9) Program olahraga
Dalam program olahraga biasanya guru membuat klub atau unit kegiatanolahraga. Anak
dapat memilih cabang olahraga yang disukainya. Misalnyaolahraga yang banyak diminati
peserta didik, sepak bola, bola basket, bola voli,bela diri karate, tae kwon do dan sebagainya.

4. Tujuan dan Keberartian Kegiatan Ekstrakurikuler


a. Mengembangkan seluruh ranah kemampuan siswa secara komprehensif dan seimbang.

b. Kegiatan belajar siswa disekolah saat ini menekankan pada pengembangan fungsi otak tidak
sebelah kiri yakni persepsi kognisi hal-hal yang logis sekuensial dan rasional. Pengembangan
fungsi otak tidak sebelah kanan yang bersifat holistik, imajinatif, dan kreatif kurang
mendapat perhatian. Akibatnya pengembangan aspek afeksi dan psikomotorik menjadi
terabaikan. Bobi DePorter dan Mike Hernacki (1999) menyarankan untuk keseimbangan
pengambangan fungsi kedua belahan otak itu hendaklah diusahakan cara belajar global
(global learning).

c. Mendorong rasa betah gairah dan pencapaian prestasi belajar disekolah.

d. Mengembangkan bakat dan minat siswa menuju pembentukan integritas pribadi yang kuat
dan produktif.

e. Mengisi waktu luang agar efektif dan bermanfaat, bandingkan kegiatan belajar /
ekstrakurikuler yang berlangsung pada sekolah dengan paruh waktu (part time), penuh
waktu(fuul day) dan sepanjang waktu (berasrama / boarding system).

f. Memelihara nilai-nilai luhur budaya kehidupan bangsa yang religius, berperadaban untuk
saling menghormati, menjunjung tinggi rasa persatuan musyawarah dan memupuk sikap
berkeadilan.

5. Prinsip Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan prinsip sebagai


berikut :

a. Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat
dan minat peserta didik masing-masing.
b. Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan keinginan dan
diikuti secara sukarela oleh peserta oleh peserta didik.

c. Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang menuntu


keikutsertaan peserta didik secara penuh.

d. Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler dalam suasana yang disukai


dan menggembirakan peserta didik.

e. Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang membangun semangat peserta
didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.

f. Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan untuk


kepentingan masyarakat.

6. Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler


Kegiatan ekstrakurikuler dapat berbentuk :

a. Krida, meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang


Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA).

b. Karya ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan


keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian.

c. Latihan / lomba keberbakatan / prestasi, meliputi pengembangan bakat olahraga,


seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, keagaman.

d. Seminar, lokakarya, dan pameran / bazar, dengan substansi antara lain karir,
pendidikan, kesehatan, perlindungan HAM, keagamaan, seni budaya.

Selanjutnya menurut Depdikbud (1987:27) kegiatan ekstrakurikuler dibagi menjadi dua jenis
yaitu :
a. Kegiatan yang bersifat sesaat, misal: karyawisata, bakti sosial.
b. Kegiatan yang bersifat kelanjutan, misal: pramuka, PMR, dan sebagainya.

7. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler


Pelaksanaan program-program kegiatan ekstrakurikuler hendaknya dikendalikan
untuk pencapaian tujuan-tujuan yang telah diterapkan dan kontribusinya terhadap perwujudan
visi sekolah. Dari setiap pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler hendaknya
diusahakan suasana yang kondusif, tidak terlalu membebani siswa dan tidak merugikan
aktivitas kurikuler sekolah. Usahakan pelaksanaan kegiatan konsisten sebagaimana terjadwal
dan terpublikasikan. Kerja sama tim adalah fundamental, hindari pembatasan untuk
partisipasi. Setiap personil disekolah, sesuai dengan fungsinya, pada dasarnya
bertanggungjawab atas pengembangan program ekstrakurikuler yang
diselenggarakan.Adapun ragam dan banyaknya sumber daya manusia yang diperlukan untuk
menangani pengelolaan program ekstrakurikuler itu tergantung pada kebutuhan yang
berkembang, kompleksitas tugas-tugas penyelenggaraan program, dan kebijakan dari
pimpinan sekolah sebagaimana hasil kesepakatan antar pihak yang berkepentingan
(stakeholders). Peran-peran kunci dari setiap personil disekolah seperti kepala sekolah, para
wakil kepala sekolah, guru-guru, wali kelas, guru/petugas BP, pustakawan, dan kepengurusan
OSIS, hendaknya dioptimalkan dalam jabatannya dan terkait secara langsung dengan
pengembangan program kegiatan ekstrakurikuler. Demikian halnya dengan peran-peran kunci
personil yang berada diluar organisasi sekolahdan dimiliki keterkaitan fungsional dengan
kepentingan penyelenggaraan program ekstrakurikuler, seperti pengurus Komite Sekolah,
orang tua siswa, tokoh masyarakat yang peduli, pengurus MGMP, pemerintahan setempat dan
lain-lain, hendaknya juga dioptimalkan.
Untuk tenaga guru/instruktur, seyogianya adalah guru yang ada di sekolah yang
memiliki latar belakang pendidikan yang relevan dan atau guru memiliki minat yang kuat
untuk itu. Jika sekolah tidak memiliki guru/instruktur yang berlatar belakang pendidikan
relevan dan tidak mempunyai guru yang berminat untuk menyelenggarakan program
ekstrakurikuler, sekolah dapat mengusahakan dengan cara mengundang guru/instruktur di
bidang ekstrakurikuler dari sekolah/lembaga pendidikan lain yang berdekatan melalui kerja
sama yang saling menguntungkan. Memanfaatkan nara sumber/tenaga ahli yang ada dan
potensial pada masyarakat sekitar sekolah. Membina kemampuan yang dibutuhkan melalui
MGMP, program pendampingan tenaga guru dalam mengelola kegiatan ekstrakurikuler dan
keikutsertaan guru dalam suatu program pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan. Fasilitas
untuk setiap program kegiatan hendaknya dipikirkan guna mendukung terlaksankannya
program kegiatan ekstrakurikuler yang efektif. Fasilitas program ini mislnya mencakup,
pedoman/sumber dan kesempatan mengikuti program ekstrakurikuler yang ditawarkan. Form
bio data siswa. Alat test dan form interview. Form penawaran pilihan atas jenis kegiatan
ekstrakurikuler. Daftar siswa/kelompok siswa untuk layanan kegiatan ekstrakurikuler. Form
pengaturan jadwal kegiatan ekstrakurikuler dan liburan sekolah. Form rancangan program
kegiatan ekstrakurikuler. Form MOU, form perizinan. Form monitoring pelaksanakaan
kegiatan ekstrakurikuler dan pembimbingan. Form pelaksanaan evaluasi hasil pelaksanaan
kegiatan ekstrakurikuler. Form sertifikasi atas penyelesaian keikutsertaan siswa dalam
program kegiatan ekstrakurikuler yang dipercaya.

8. Evaluasi Program Kegiatan Ekstrakurikuler


Evaluasi program kegiatan ekstrakurikuler di maksudkan untuk mengumpulkan data
atau informasi mengenai tingkat keberhasilan yang dicapai siswa. Penilaian dapat dilakukan
sewaktu-waktu untuk menetapkan tingkat keberhasilan siswa pada tahap-tahap tertentu dan
untuk jangka waktu tertentu berkenan dengan proses dan hasil kegiatan ekstrakurikuler.
Penilaian program ekstrakurikuler menekankan pada penilaian / tes tindakan yang dapat
mengungkapkan tingkat untuk perilaku belajar / kerja siswa. Penetapan tingkat keberhasilan
untuk program ekstrakurikuler didasarkan atau standart minimal tingkat penguasaan
kemampuan yang disyaratkan dan bersifat individual. Penilaian secara inklusif
mempertimbangkan pembentukan kepribadian yang terintegrasi jiwa kemandirian atau
kewirausahaan sikap dan etos perilaku itumempertimbangkan kemahiran dalam pemecahan
masalah dan berkomunikasi. Mempertimbangkan standart keadilan dan keragaman secara
individual bagi setiap siswa, dan mempertimbangkan tingkat partisipasi aktif dalam kegiatan
ekstrakkurikuler yang dilakukan. Penilaian dilakukan dengan memandang bobot yang sama
baik terdapat proses dan hasil akhir dari setiap kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan.
Penilaian melalui pemberian tugas secara bervariasi dan dinamisakan mendorong tumbuhnya
rasa tanggungjawab yang tinggi. Ujian kemampuan atau tingkat kemahiran yang telah dicapai
siswa dan sertifikasi dilakukan secara bersama sehingga dapat dipercaya dan
dipertanggungjawabkan.

9. Pertanggungjawaban Kegiatan Ekstrakurikuler


Sekolah hendaknya membuat laporan, baik laporan untuk keseluruhan program
kegiatan ekstrakurikuler dan untuk setiap jenis kegiatan ekstrakurikuler ataupun untuk
pertanggungjawaban keuangan yang telah dialokasikan/digunakan untuk kegiatan yang
dimaksudkan. Untuk laporan kegiatan, hendaknya dibuat format yang sederhana tetapi cukup
komprehensif dan mudah dipahami, misalnya mencakup: kata pengantar, hasil yang
diharapkan, organisasi penyelenggaraan, jdwal dan mekanisme pelaksanaan, bentuk
penghargaan, hasil yang diperolah, kesulitan yang dijumpai dan usaha mengatasi kesulitan
itu, kesimpulan keseluruhan dan saran-saran yang diajukan, serta lampiran-lampiran yang
diperlukan.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Visi
Terwujudnya sekolah yang berkualitas, kreatif, agamis, daalam suasana
kehidupan yang demokratis.
2. Profil Sekolah
Jumlah murid ada 239 siswa, jumlah guru ada 12 guru terdiri atas 10 guru
berijasah S1 dan 2 berijasah S2. Kepala Sekolah berprestasi tingkat
kecamatan. Tiga guru berprestasi ada yang berprestasi tingkat kabupaten.
Semua guru menguasai TIK, aktif dalam berbagai kegiatan seperti di
Andalan Ranting Pramuka, PGRI, dan berbagai lomba.
3. Konsep Manajemen Esktra Kurikuler Pramuka
Sebagai ektrakurikuler wajib di sekolah, kegiatan pramuka harus mengarah ke
pencapaian tujuan kepramukaan dan visi SDN Kedungori 1. Tujuan tersebut tentu hanya
dapat dicapai jika pelaksanaan pelatihan pramuka dikelola dengan baik dan tidak hanya asal
berjalan. Manajemen ekstrakurikuler ini perlu melibatkan berbagai pihak. Menurut
George R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja,
yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-
orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang
nyata.
Oleh sebab itu perbaikan manajemen ekstrakurikuler pramuka di sekolah penulis
yakni SDN Kedungori 1 mendesak dan krusial dibenahi. Penulis memiliki gagasan
pengelolaan ekstrakurikuler pramuka dengan manajemen cerdas (cermat, efektif, rasional,
didaktis, atraktif, dan sukses). Konsep ini mengacu pada pendapat George R. Terry
merumuskan fungsi-fungsi manajemennya sebagai POAC (Planning,
Organizing, Actuating, Controlling).

a. Cermat dalam Perencanaan (Planing)


Menyelenggarakan ekstrakurikuler pramuka harus cermat dalam perencanaan.
Perencanaan merupakan langkah penting yang harus dilakukan sekolah sebelum
menyelenggarakan ekstrakurikuler pramuka. Hal yang perlu direncanakan dengan matang
antara lain program kegiatan, pelatih, sarana dan biaya, dan target yang jelas. Wujud dari
perencanaan yang matang adalah tersusunnya program dan jadwal latihan, anggaran biaya
yang jelas, dan surat keputusan pembagian tugas pelatih ekstrakurikuler.
Untuk menghasilkan perencanaan yang bagus, perlu diawali dengan brain strorming
(curah pendapat) yang diikuti seluruh personil sekolah dan pihak yang terkait, yaitu kepala
sekolah, guru, perwakilan siswa sebagai calon anggota, pembina gugus, pelatih, kwartir
ranting atau cabang gerakan pramuka sebagai calon pelatih, dan perwakilan komite sekolah.
Dengan adanya curah pendapat tersebut dapat tersusun program ideal yang sesuai dengan
kondisi sekolah SDN Kedungori 1.
Menurut penulis jadwal latihan sangat tepat dilaksananakan setiap Junat Sore karena
madrasah libur, semua guru dilibatkan menjadi pembina dan ada koordinator pembina, siswa
dikelompokkan sesuai dengan tingkatannya untuk kelas 5 dan 6 masuk di regu penggalang
dan kelas 1 sampai 4 masuk di barung siaga. Anggaran dalokasikan untuk kegiatan latihan,
honor pembinaan, kelengkapan sarana dan prasarana, serta untuk kegiatan besar tahunan
seperti Jambore dan Pesta Siaga. Anggaran dialokasikan dari dana BOS dan sebagaian dari
Sumbangan Sukarela orang tua murid, kalangan alumnus, pengusaha, dan tokoh masyarakat
setempat.
Dengan kecermatan perencanaan maka tidak akan terjadi melaksanakan latihan tanpa
jadwal dan hanya menjelang lomba, menunjuk pelatih asal-asalan, kegiatan yang tidak
terencana dan kesulitan pembiayaan.

b. Efektif dalam Kegiatan (Actuating)


Kegiatan eksrakurikuler pramuka di sekolah harus dapat dilaksanakan dengan efektif.
Oleh karena itu pengelolaan pelatihan dan pembelajaran berpedoman pada Syarat Kecakapan
Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK). Materi juga mengacu pada kegiatan
skup besar seperti Jambore dan Pesta Siaga. Strategi yang digunakan dalam kegiatan latihan
menantang, menarik, dan menumbuhkan minat siswa untuk giat berlatih. Dengan demikian
dapat membawa hasil bagi siswa, guru pelatih, sekolah, dan masyarakat.
Hasil yang diperoleh siswa adalah diperolehnya pengetahuan, keterampilan, dan sikap
positif. Semua hasil yang diperoleh tersebut dapat digunakan siswa sebagai bekal
menghadapi masa depan dan mengatasi kendala kehidupan. Mereka menjadi anak yang
disiplin, tanggung jawab, gigih berusaha, sehingga sukses belajar. Siswa mendapat nilai
tambah jika memiliki kejuaraan dari lomba pramuka, yang dapat digunakan untuk bekal
melanjutkan pendidikan.
Bagi sekolah, ekstrakurikuler pramuka yang berhasil dapat meningkatkan akreditasi
sekolah, guru pelatih memiliki bukti fisik sebagai pelatih pramuka dan dapat diperhitangkan
untuk penilaian angka kredit, dan hasil bagi masyarakat adalah orang tua merasa mendapat
pelayanan prima dari sekolah.

c. Rasional dalam Pelaksanaan (Actuating)


Kegiatan ekstrakurikuler pramuka harus dilaksanakan berdasar pikiran dan
pertimbangan yang logis, yang ditunjukkan dengan visi dan misi yang jelas. Visi kegiatan
ekstrakurikuler pramuka hendaknya: (1) mengacu kepada landasan filosofis bangsa yaitu
Pancasila dan UUD 1945 dan landasan lain bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup
bangsa Indonesia (2) mengacu visi umum pendidikan yaitu dengan rumusan: Terwujudnya
Insan Kamil, (3) memiliki indikator pengembangan prestasi , (4) berkepribadian,
nasionalisme, budaya-nasional/Indonesia (5) mengikuti perkembangan era global dan IPTEK,
(6) dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan, (7) sesuai konteks daerah, sekolah, visi yayasan,
dan menggambarkan harapan masa datang.
Sedangkan misi kegiatan ekstrakurikuler adalah menggambarkan usaha untuk
mwncapai visi. Misi mengacu kepada indikator, bersifat operasional dan dapat diukur.
Contoh rumusan misi: Mewujudkan kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang inovatif,
Mewujudkan pembiayaan ekstrakurikuler pramuka yang memadai, wajar dan adil.
Dengan memiliki visi dan misi yang disusun secara rasional maka kegiatan pramuka
dapat memiliki arah dan tujuan yang jelas. Dukumen rasional tersebut selanjutnya perlu
dimasukkan dalam kurikulum sekolah, karena ekatrakurikuler adalah bagian integral dari
proses pendidikan.

d. Didaktis dalam Pelatihan (Actuating)


Hal ini dimaksudkan bahwa ekstrakurikuler pramuka mengandung proses
pembelajaran. Pembelajaran pramuka penggalang mengarah ke 10 pilar dasa dharma, yaitu
(1) Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) cinta alam dan kasih sayang sesama manusia,
(3) Patriot yang sopan dan kesatria, (4) patuh dan suka bermusyawarah, (5) rela menolong
dan tabah, (6) Rajin,terampil dan gembira, (7) Hemat,cermat dan bersahaja, (8) Disiplin,
berani dan setia, (9) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya, dan (10) Suci dalam pikiran,
perkataan dan perbuatan.
Sedangkan pembelajaran pramuka siaga mengarah pada 2 pilar dwi
dharma, yaitu (1) Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya, dan (2) Siaga
itu berani dan tidak putus asa. Baik dasa dharma dan dwi dharma
merupakan kode kehormatan pramuka, sebagai ketentuan moral untuk
membina kemandirian, akhlak mulia, serta menjadi landasan penggerak
tujuan pendidikan kepramukaan.
Kegiatan pramuka yang mengarah ke pilar di atas akan menghasilkan generasi muda
yang memiliki karakter sesuai dengan tujuan kegiatan pramuka. Karakter yang dimaksud
bertanggung jawab, kerjasama, berani karena benar, suka memberi pertolongan pada orang
lain, peduli dan sebagainya.

e. Atraktif dalam Pengelolaan (Organizing)


Mengelola ekstrakurikuler pramuka dengan atraktif berati kegiatan pramuka
dilakukan dengan penuh tantangan yang mengakomodir kebutuhan anggota pramuka sebagai
generasi penerus bangsa. Kegiatan pramuka yang atraktif dapat dilakukan dengan strategi
belajar sambil melakukan, sistem beregu, kegiatan yang menantang dan menarik serta
mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota
muda, kegiatan di alam terbuka, kemitraan dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan,
dan sistem tanda kecakapan.
Jadi, sungguh menjadi sangat tidak atraktif jika kegiatan pramuka dilakukan hanya
sekedar teori dengan ceramah di kelas, berkemah di gedung dengan pesan makan katering.
Pengelolaan kegiatan pramuka yang kurang menantang, tidak variatif, dan hanya spontanitas
akan menyebabkan anak merasa bosan. Kalau minat berlatih anak kurang ini berarti program
kegiatan ekstra kurikuler pramuka di sekolah akan gagal pula.

f. Sukses setelah Diadakan Pengawasan (Controlliing)


Kegiatan dikatakan sukses bila dilaksanakan tanpa hambatan. Ini adalah hasil akhir
dari semua pelaksanaan manajemen yang cermat, efektif, rasional, didaktis, dan atraktif.
Aspek yang paling penting keberhasilan suatu program dari pelaksanaan program ini.
Diperoleh gambaran tentang hasil yang diharapkan sesuai dengan tujuan ekstrakurikuler
pramuka dapat tercapai atau tidak, akan tercermin dalam diri anak yang mendapat pelayanan
optimal ketika melakukan kegiatan.
Evaluasi dan supervisi merupakan kegiatan urgen dalam menentukan suksesnya
kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Pada aspek kotroling ini membutuhkan peranserta secara
aktif baik dari kepala sekolah selaku manager kegiatan, komite sekolah selaku mitra sekolah,
dan masyarakat yang merasakan dampak langsung dari program ekstrakurikuler ini. Kegiatan
pengawasan disusun secara periodik sesuai sekedul dan kebutuhan.
Bentuk pengawasan program ekstrakurikuler pramuka meliputi buku administrasi,
sarana prasarana, pelaksanaan kegiatan, dan hasil yang diperoleh setelah melakukan kegiatan.
Kriteria keberhasilan program ini antara lain terbentuknya karakter yang kuat pada setiap
anggota pramuka, menunjang kegiatan akademik di dalam kelas, tumbuhnya minat dan bakat,
dan berprestasi.

D. PENUTUP
1. Kesimpulan
Pengelolaan Ekstrakurikuler Pramuka di SDN Kedungori 1 dilaksanakan
dengan manajemen cerdas yaitu cermat, efektif, rasional, didaktif,
atraktif, efektif, dan sukses.
a. Hal yang perlu direncanakan dengan cermat antara lain program kegiatan, pelatih, sarana
dan biaya, dan target yang jelas.
b. Kegiatan eksrakurikuler pramuka di sekolah harus dapat dilaksanakan dengan efektif, yaitu
dapat membawa hasil bagi siswa, guru pelatih, sekolah, dan masyarakat,.
c. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka harus dilaksanakan berdasar pikiran dan pertimbangan yg
logis, yang ditunjukkan dengan visi dan misi yang jelas.
d. Ekstrakurikuler pramuka mengandung proses pembelajaran.
e. Mengelola ekstrakurikuler pramuka dengan atraktif berati kegiatan pramuka dilakukan
dengan penuh tantangan yang mengakomodir kebutuhan anggota pramuka sebagai generasi
penerus bangsa.
f. Kegiatan dikatakan sukses bila dilaksanakan tanpa hambatan setelah melalui pengawasan,
evaluasi, dan supervisi..

2. Rekomendasi
Lakukan pengelolaan ekstrakurikuler Pramuka di sekolah saudara
dengan baik dan secara cerdas (cermat, efektif, rasional, didaktif, atraktif,
dan sukses). Kerahkan semua potensi yang dimiliki sekolah untuk
mengelola program ini. Selamat Mencoba!
DAFTAR PUSTAKA

Bateman & Snell (2002). Management Completing in The New Era. New York : The
McGraw-Hill
Depdiknas (2003) Petunjuk Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional 2003. Jakarta : C.V.
Eka Jaya
Dinn Wahyudin, dkk. 2008. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Universitas
Terbuka
Nana Sudjana, dkk. 2006. Standar Mutu Pengawas. Jakarta: Depdiknas
Prihatin, Eka. (2011). Manajemen Peserta Didik. Bandung: Alfabeta
Sanjaya,Wina.2008. Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta : kencana
Silalahi. 2005. Perencanaan Manejemen Pendidikan. Jakarta: UI Press
Sri Nanti.2005..Inovasi manajemen Ekstrakurikuler Pramuka.
https://dayatfarras.wordpress.com/2012/06/06/inovasi-manajemen-
kegiatan-ekstrakurikuler-2/

Diposkan oleh kartono tono di 05.12


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Mengenai Saya
kartono tono
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog
2016 (2)

2015 (15)

o Juli (15)

JURNAL PENDIDIKAN MELALUI MAKALA DAPAT


MENINGKATKA...

MAKALAH RSBI

MAKALAH CALON KEPALA SEKOLAH

MAKALAH SISTEM PENDIDIKAN DI KOREA SELATAN

MAKALAH PERENCANAAN PROGRAM SEKOLAH

MAKALAH EKSTRAKURIKULER PRAMUKA

MAKALAH PENGELOLAAN BOS DI SEKOLAH DASAR

MAKALAH PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM


MENINGKATKAN ...

ARTIKEL LOMBA SI KECIL CABE RAWIT

MAKALAH PRAMUKA KEMANDIRIAN DAPAT TUMBUH


DENGAN CA...

ARTIKEL HARDIKNAS

ARTIKEL PROGRAM GURU INDUKSI

MAKALAH BURU BERPRESTASI

MAKALAH FILSAFAT PENDIDIKAN ALIRAN MATERIALISME


PENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KARAKTER
MANDIRI ...

Template Simple. Diberdayakan oleh Blogger.