Anda di halaman 1dari 5

Intoleransi Aktivitas : Nanda-NIC-NOC

2014
Ana Nurkhasanah Wednesday, September 9, 2015 Diagnosa NANDA-NIC-NOC 2014
Factor yang berubungan

Tirah baring dan imobilitas

Kelemahan umum

Ketidak seimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen

Gaya hidup kurang sehat

Batasan karakteristik
Subjektif

Ketidaknyamanan atau dispnea saat beraktivitas

Melaporkan keletihan atau kelemahan secara verbal

Objektif

Frekuensi jantung atau tekanan darah tidak normal sebagai respon dari aktivitas

Perubahan EKG yang menunjukkan aritmia atau iskemia

Hasil & NOC

NOC:

Toleransi aktivitas; respon fisiologis terhadap gerakan yang memakan energy dalam
aktivitas sehari-hari

Ketahanan; kapasitas untuk menyelesaikan aktivitsa

Penghematan energy; tindakan individu dalam mengelola energy untuk memulai dan
menyelesaikan aktivitas
Kebugaran fisik; pelaksanaan aktivitas fisik yang penuh vitaitas

Energy psikomotorik; dorongan dan energy individu untuk mempertahankan aktivitas


hidup sehari-hari, nutrisi dan keamanan personal

Perawatan diri; ADL; kemampuan untuk melakukan tugas fisik yang paling dasar dan
aktivitas perawatan pribadi secara mandiri dengan atau tanpa alat bantu

Tujuan / criteria hasil

Mentoleransi aktivitas yang bisasa dilakukan, yang dibuktikan oleh toleransi aktivitas,
ketahanan, penghematan energy, kebugaran fisik, energy psikomotorik, dan perawatan
diri, ADL.

Menunjukkan toleransi aktivitas, yang dibuktikan oleh indicator sebagai berikut:

1. gangguan eksterm

2. berat

3. sedang

4. ringan

5. tidak ada gangguan

Indikator 1 2
Saturasi oksigen saat beraktivitas
Frekuensi pernapasan saat beraktivitas
Kemampuan untuk berbicara saat beraktivitas fisik

mendemonstrasikan penghematan energy, yang dibuktikan oleh indicator sebagai


berikut:

1. tidak pernah

2. jarang

3. kadang-kadang

4. sering

5. selalu

Indikator 1 2
Menyadari keterbatasan energy
Menyeimbangkan aktivitas dan istirahat
Mengatur jadwal aktivitas untuk menghemat energy

Intervensi NIC

Pengkajian

Kaji tingkat kemampuan pasien untuk berpindah dari tempat tidur, berdiri, ambulasi,
dan melakukan ADL

Kaji respon emosi, sosial dan spiritual terhadap aktivitas

Evaluasi motivasi dan keinginan pasien untuk meningkatkan aktivitas

Manajemen energy (NIC):

Tentukan penyebab keletihan

Pantau respon kardiorespiratori terhadap aktivitas

Pantau respon oksigen pasien terhadap aktivitas

Pantau respon nutrisi untuk memastikan sumber-sumber energy yang adekuat

Pantau dan dokumentasikan pola tidur pasien dan lamanya waktu tidur dalam jam

Penyuluhan untuk pasien dan keluarga

Instruksikan pada pasien dan keluarga untuk:

Penggunaan teknik napas terkontrol selama aktivitas, jika perlu

Mengenali tanda dan gejala intoleransi aktivitas, termasuk kondisi yang perlu
dilaporkan ke dokter

Pentingnya nutrisi yang baik

Penggunaan peralatan seperti oksigen saat aktivitas

Penggunaan tehnik relaksasi selama aktivitas

Dampak intoleransi aktivitas terhadap tanggung jawab peran dalam keluarga

Tindakan untuk menghemat energy


Manajemen energy (NIC):

Ajarkan pada pasien dan orang terdekat tentang teknik perawatan diri yang akan
meminimakan konsumsi oksigen

Ajarkan tentang pengaturan aktivitas dan teknik manajemen waktu untuk mencegah
kelelahan

Aktivitas kolaboratif

Berikan pengobatan nyeri sebelum aktivitas, apabila nyeri merupakan salah satu
penyebab

Kolaborasikan dengan ahli terapi okupasi, fisik atau rekreasi untuk merencanakan dan
memantau program aktivitas, jika perlu.

Untuk pasien yang mengalami sakit jiwa, rujuk kelayanan kesehatan jiwa dirumah

Rujuk pasien kepelayanan kesehatan rumah untuk mendapatkan pelayanan bantuan


perawtan rumah, jika perlu

Rujuk pasien keahli gizi untuk perencanaan diet

Rujuk pasien kepusat rehabilitasi jantung jika keletihan berhubungan dengan penyakit
jantung

Aktivitas lain

Hindari menjadwalkan pelaksanaan aktivitas perawatan selama periode istirahat

Bantu pasien untuk mengubah posisi secara berkala, jika perlu

Pantau tanda-tanda vital sebelum, selama dan sesudah aktivitas

Rencanakan aktivitas bersama pasien secara terjadwal antar istirahat dan latihan

Manajemen energy (NIC);

Bantu pasien untuk mengidentifikasi pilihan aktivitas

Rencanakan aktivitas pada periode saat pasien memiliki energy paling banyak

Bantu pasien untuk aktivitas fisik teratur

Bantu rangsangan lingkungan untuk relaksasi


Bantu pasien untuk melakukan pemantauan mandiri dengan membuat dan
menggunakan dokumentasi tertulis untuk mencatat asupan kalori dan energy

Perawatan dirumah

Evaluasi kondisi rumah yang dapat menyebabkan intoleransi aktivitas

Kaji kebutuhan terhadap alat bantu, oksigen dan lain sebagainga dirumah

Untuk bayi dan anak-anak

Rencanakan asuhan untuk bayi atau anak-anak guna meminimakan kebutuhan tubuh
terhadap oksigen:

Antisipasi kebutuhan terhadap makanan, air, rasa nyaman, gendongan dan stimulasi,
untuk mencegah tangisan yang tidak perlu

Hindari lingkungan dengan konsentrasi oksigen yang rendah

Minimakan kecemasan dan stress

Cegah hipertermi dan hipotermi

Cegah infeksi

Beri periode istirahat yang adekuat

Untuk lansia Untuk lansia

Berikan waktu tambahan untuk mengobatan dan ADL

Pantau hipotensi ortostatik, limbung dan rasa ingin pingsan selama aktivitas