Anda di halaman 1dari 10

Karang Taruna merupakan salah satu wadah pembinaan dan pengembangan generasi

muda, yang merupakan bagian tak terpisahkan dan penyelenggaraan pembinaan manusia
Indonesia. Karang Taruna sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda harus
dilandasi oleh adanya kesadaran terhadap permasalahan dan kebutuhan kesejahteraan sosial
serta tanggung jawab sosial untuk menanggulangi berbagai kesenjangan sosial generasi
muda.
Karang taruna sebagai lembaga pemberdayaan dititik beratkan pada kesadaran dan
tanggung jawab sosial, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan sosial yang baik dan dapat
dinikmati oleh seluruh masyarakat. Karang Taruna mempunyai peranan yang penting, baik
dalam pembinaan dan pengembangan remaja sebagai kader pembangunan maupun sebagai
wadah pengembangan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan
pembangunan Nasional
Sebagai oraganisasi kepemudaan bagi pengembangan kesejahteraan pemuda dan
masyarakat maka karang taruna mempunyai fungsi dan tujuan sebagai berikut:
a. Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran dan tanggung jawab sosial
setiap generasi muda warga Karang Taruna dalam mencegah, menangkal, menanggulangi
dan mengantisipasi berbagai masalah sosial.
b. Terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda warga Karang Taruna yang
Trampil dan berkepribadian serta berpengetahuan .
c. Tumbuhnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka mengembangkan
keberdayaan warga Karang Taruna.
d. Termotivasinya setiap generasi muda warga Karang Taruna untuk mampu menjalin
toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
e. Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga KarangTaruna dalam rangka
mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
f. Terwujudnya Kesejahteraan Sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda di
desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang memungkinkan pelaksanaan fungsi
sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan
sosial dilingkungannya.
g. Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda di desa/kelurahan atau
komunitas adat sederajat yang dilaksanakan secara komprehensif, terpadu dan terarah
serta berkesinambungan oleh Karang Taruna bersama pemerintah dan komponen
masyarakat lainnya.
Sementara itu fungsi karang taruna sebagai lembaga pembinaan generasi muda antara
lain di tingkat Desa maupun perkotaan adalah sebagai berikut:
a. Penyelenggara Usaha Kesejateraan Sosial.
b. Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan bagi masyarakat.
c. Penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda dilingkunggannya
secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan
d. Penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di
lingkungannya.
e. Penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial
generasi muda.
f. Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan,
kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
g. Pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab
sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif dan kegiatan praktis
lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial di
lingkungannya secara swadaya.
h. Penyelenggara rujukan, pendampingan, dan advokasi social bagi penyandang masalah
kesejahteraan sosial.
i. Penguatan sistem jaringan komunikasi, kerjasama informasi dan kemitraan dengan
berbagai sektor lainnya.
j. Penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual

Dalam Rangka mewujudkan hal-hal tersebut diatas tidaklah mungkin dapat dicapai
tanpa dorongan dari ssemua pihak sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang
maupun peraturan laiinya. Oleh karena itudibutuhkan dorongan dan kerjasama dengan
pemerintah dan komponen masyarakat lainnya untuk menanggulangi berbagai masalah
kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif,
rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya
Adapun Dasar Hukum Karang taruna adalah sebagai berikut:
Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor : 77 / HUK / 2010 Tentang
Pedoman Dasar Karang Taruna
Pasal 1
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :
1. Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana
pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar
kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi
muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial.
6. Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan
sosial
warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri sehingga dapat
melaksanakan fungsi sosialnya.
7. Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial adalah upaya yang terarah, terpadu, dan
berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam
bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang
meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, penguatan sosial, dan perlindungan sosial.
Pasal 3
Karang Taruna bertujuan untuk mewujudkan :
a. pertumbuhan dan perkembangan setiap anggota masyarakat yang berkualitas, terampil,
cerdas, inovatif, berkarakter serta memiliki kesadaran dan tanggung jawab sosial dalam
mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah
kesejahteraan sosial, khususnya generasi muda;
b. kualitas kesejahteraan sosial setiap anggota masyarakat terutama generasi muda di
desa/kelurahan secara terpadu, terarah, menyeluruh serta berkelanjutan;
c. pengembangan usaha menuju kemandirian setiap anggota masyarakat terutama generasi
muda; dan
d. pengembangan kemitraan yang menjamin peningkatan kemampuan dan potensi generasi
muda secara terarah dan berkesinambungan.
Pasal 5
Karang Taruna memiliki tugas pokok secara bersama-sama dengan Pemerintah, Pemerintah
Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta masyarakat lainnya menyelenggarakan
pembinaan generasi muda dan kesejahteraan sosial.
Pasal 6
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Karang Taruna
mempunyai fungsi:
a. mencegah timbulnya masalah kesejahteraan sosial, khususnya generasi muda;
b. menyelenggarakan kesejahteraan sosial meliputi rehabilitasi, perlindungan sosial,
jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan diklat setiap anggota masyarakat terutama
generasi muda;
c. meningkatkan Usaha Ekonomi Produktif;
d. menumbuhkan, memperkuat dan memelihara kesadaran dan tanggung jawab sosial setiap
anggota masyarakat terutama generasi muda untuk berperan secara aktif dalam
penyelenggaraan kesejahteraan sosial;
e. menumbuhkan, memperkuat, dan memelihara kearifan lokal; dan
f. memelihara dan memperkuat semangat kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika dan tegaknya
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pasal 26
Keuangan Karang Taruna dapat diperoleh dari:
a. iuran Warga Karang Taruna;
b. usaha sendiri yang diperoleh secara syah;
c. bantuan Masyarakat yang tidak mengikat;
d. bantuan/Subsidi dari Pemerintah; dan
e. usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-udangan yang
berlaku.
Pasal 27
Pengelolaan keuangan Karang Taruna wajib dilakukan secara transparan, efisien, efektif dan
akuntabilitas.

Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2013 Tentang


Pemberdayaan Karang Taruna
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1. Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana
pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar
kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi
muda di wilayah desa atau kelurahan atau nama lain yang sejenis terutama bergerak di
bidang penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
5. Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan
sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga
dapat melaksanakan fungsi sosialnya.
6. Penyelenggaraan kesejahteraan sosial adalah upaya yang terarah, terpadu, dan
berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam
bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang
meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan
sosial.
7. Pemberdayaan Karang Taruna adalah suatu proses pengembangan dan peningkatan
kemampuan, kesempatan dan kewenangan kepada Karang Taruna untuk memecahkan
masalah dan mengembangkan potensinya, melalui pemanfaatan berbagai sumber baik
sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya sosial yang ada.
Pasal 2
Pemberdayaan Karang Taruna dimaksudkan untuk menumbuhkan, meningkatkan, dan
mengembangkan upaya Karang Taruna melaksanakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial
terutama generasi muda di desa atau kelurahan atau nama lain yang sejenis secara terpadu,
terarah, menyeluruh, dan berkelanjutan.
Pasal 3
Pemberdayaan Karang Taruna bertujuan:
a. meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Karang Taruna;
b. meningkatkan kelembagaan Karang Taruna;
c. mengembangkan aktivitas Karang Taruna;
d. meningkatkan sarana dan prasarana kegiatan Karang Taruna; dan
e. mengembangkan jejaring kerja Karang Taruna.
Pasal 7
Karang Taruna berkedudukan di desa atau kelurahan atau nama lain yang sejenis di dalam
wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pasal 8
Karang Taruna memiliki tugas bersama-sama dengan Pemerintah, pemerintah provinsi, dan
pemerintah kabupaten/kota,dan masyarakat untuk menyelenggarakan pembinaan generasi
muda dan menyelenggarakan kesejahteraan sosial.
Pasal 9
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Karang Taruna
mempunyai fungsi:
a. mencegah timbulnya masalah kesejahteraan sosial, khususnya generasi muda;
b. menyelenggarakan kesejahteraan sosial meliputi rehabilitasi sosial, perlindungan sosial,
jaminan sosial, dan pemberdayaan sosial, serta diklat setiap anggota masyarakat terutama
generasi muda;
c. meningkatkan Usaha Ekonomi Produktif;
d. menumbuhkan, memperkuat, dan memelihara kesadaran dan tanggung jawab sosial
setiap anggota masyarakat terutama generasi muda untuk berperan secara aktif dalam
penyelenggaraan kesejahteraan sosial;
e. menumbuhkan, memperkuat, dan memelihara kearifan lokal; dan
f. memelihara dan memperkuat semangat kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika, dan tegaknya
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pasal 38
Koordinasi Pelaksanaan Pemberdayaan Karang Taruna dapat dilaksanakan melalui
pengembangan jaringan kemitraan secara lintas sektor baik dengan intansi, masyarakat,
maupun dunia usaha.
Pasal 39
(1) Pendanaan pelaksanaan Pemberdayaan Karang Taruna yang diselenggarakan oleh
pemerintah provinsi bersumber dari:
a. anggaran pendapatan belanja daerah provinsi; dan/atau
b. sumber pendanaan yang sah berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.
(2) Pendanaan pelaksanaan pemberdayaan Karang Taruna yang diselenggarakan oleh
pemerintah kabupaten/kota bersumber dari:
a. anggaran pendapatan belanja daerah kabupaten/kota; dan/atau
b. sumber pendanaan yang sah berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.
(3) Pemerintah dapat memberikan bantuan pendanaan bagi pelaksanaan pemberdayaan
Karang Taruna yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi dan/atau pemerintah
kabupaten/kota.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan


Sosial
Pasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksudkan dengan:
1. Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan
sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga
dapat melaksanakan fungsi sosialnya.
2. Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial adalah upaya yang terarah, terpadu, dan
berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam
bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang
meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan
sosial.
6. Pelaku Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial adalah individu, kelompok, lembaga
kesejahteraan sosial, dan masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan kesejahteraan
sosial.
7. Lembaga Kesejahteraan Sosial adalah organisasi sosial atau perkumpulan sosial yang
melaksanakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang dibentuk oleh masyarakat,
baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.
9. Perlindungan Sosial adalah semua upaya yang diarahkan untuk mencegah dan
menangani risiko dari guncangan dan kerentanan sosial.
10. Pemberdayaan Sosial adalah semua upaya yang diarahkan untuk menjadikan warga
negara yang mengalami masalah sosial mempunyai daya, sehingga mampu memenuhi
kebutuhan dasarnya.
Pasal 12
(1) Pemberdayaan sosial dimaksudkan untuk:
a. memberdayakan seseorang, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang mengalami
masalah kesejahteraan sosial agar mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri.
b. meningkatkan peran serta lembaga dan/atau perseorangan sebagai potensi dan
sumber daya dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
(2) Pemberdayaan sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui:
a. peningkatan kemauan dan kemampuan;
b. penggalian potensi dan sumber daya;
c. penggalian nilai-nilai dasar;
d. pemberian akses; dan/atau
e. pemberian bantuan usaha.
(3) Pemberdayaan sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan dalam
bentuk:
a. diagnosis dan pemberian motivasi;
b. pelatihan keterampilan;
c. pendampingan;
d. pemberian stimulan modal, peralatan usaha, dan tempat usaha;
e. peningkatan akses pemasaran hasil usaha;
f. supervisi dan advokasi sosial;
g. penguatan keserasian sosial;
h. penataan lingkungan; dan/atau
i. bimbingan lanjut.
(4) Pemberdayaan sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan dalam
bentuk:
a. diagnosis dan pemberian motivasi;
b. penguatan kelembagaan masyarakat;
c. kemitraan dan penggalangan dana; dan/atau
d. pemberian stimulan.
Penjelasan ayat (1) huruf b;
Huruf b Yang dimaksud dengan lembaga dan/atau perseorangan antara lain organisasi
sosial, lembaga konsultasi kesejahteraan keluarga, karang taruna, pekerja sosial masyarakat.
Yang dimaksud dengan potensi dan sumber daya dalam penyelenggaraan kesejahteraan
sosial, antara lain: nilai kepahlawanan, kejuangan, dan keperintisan, kesetiakawanan sosial
dan kearifan lokal, peran serta organisasi sosial/lembaga sosial swadaya masyarakat,
kerelawanan sosial (tenaga kesejahteraan sosial masyarakat, karang taruna, pekerja sosial
masyarakat), tanggung jawab sosial dunia usaha, penggalangan dana sosial, dan ketersediaan
sarana dan prasarana pelayanan kesejahteraan sosial.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penataan
Lembaga Kemasyarakatan
Pasal 1
14. Karang Taruna adalah Lembaga Kemasyarakatan yang merupakan wadah pengembangan
generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan rasa tanggung
jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah
desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat dan terutama bergerak dibidang usaha
kesejahteraan sosial, yang secara fungsional dibina dan dikembangkan oleh Departemen
Sosial.
Pasal 7
Jenis Lembaga Kemasyarakatan terdiri dari:
a. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa atau Kelurahan (LPMD/LPMK)/Lembaga
Ketahanan Masyarakat Desa atau Kelurahan (LKMD/LKMK) atau sebutan nama lain;
b. Lembaga Adat;
c. Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan;
d. RT/RW;
e. Karang Taruna; dan
f. Lembaga Kemasyarakatan lainnya.
Pasal 16
Karang Taruna sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf e mempunyai tugas
menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda,
baik yang bersifat preventif, rehabilitatif, maupun pengembangan potensi generasi muda di
lingkungannya.
Pasal 17
Karang Taruna dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16
mempunyai fungsi:
a. penyelenggara usaha kesejahteraan sosial;
b. penyelenggara pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat;
c. penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda di lingkungannya
secara
komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan;
d. penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di
lingkungannya;
e. penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial
generasi muda;
f. penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan,
kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara
Kesatuan Republik Indonesia;
g. pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab
sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif dan kegiatan praktis
lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial di
lingkungannya secara swadaya;
h. penyelenggara rujukan, pendampingan dan advokasi sosial bagi penyandang masalah
kesejahteraan sosial;
i. penguatan sistem jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kemitraan dengan
berbagai sektor lainnya;
j. penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual;
k. pengembangan kreatifitas remaja, pencegahan kenakalan, penyalahgunaan obat terlarang
(narkoba) bagi remaja; dan
I. penanggulangan masalah-masalah sosial, baik secara preventif, rehabilitatif dalam
rangka pencegahan kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang (narkoba) bagi
remaja.