Anda di halaman 1dari 57

LAPORAN AKHIR PRATIKUM BIOLOGI DASAR

OLEH :

I KADEK YOGI WIANTARA

1613511064

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN

FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

UNIVERSITAS UDAYANATAHUN 2016

1
LAPORAN BIOLOGI DASAR
PENGENALAN KOMPONEN MIKROSKOP

Oleh

I KADEK YOGI WIANTARA


1613511064
KELOMPOK 4

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN 2016

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,kini telah banyak
ditemukan alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan.Salah satu penemuan itu adalah
Mikroskop.Mikroskop merupakan salah satu alat yang penting dalam kegiatan
biologi.Dengan menggunakan Mikroskrop kita dapat mengamati dengan jelas benda
benda yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (kurang dari
0.1mm),Misalnya bagian bagian dari sebuah sel,ketrampilan menggunakan mikroskop
dapat membantu kita mengamati dan membandingkan struktur sel hewan dan sel
tumbuhan.(Purnomo,Bambang.2008)

Ketelitian sipemakai dalam menggunakan Mikroskop sangat diperlukan.Hal ini daopat


dicapai dengan mengenali baik baik bagian bagiannya,fungsinya,serta cara penggunaan
dan pemulihannya.Semakin ahli kita dalam menggunakan Mikroskop maka akan semakin
baik pula hasil pengamatan mikroskopis yang kita lakukan dengan menggunakan
Mikroskrop. Mikroskop sederhana yang bisa kita gunakan umumnya menggunakan cahaya
dari alam atau juga dapat menggunakan cahaya lampu sumber cahaya pengganti
matahari.Cahaya masuk kemuadian dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun
cekung, cermin inilah yang akan mengarakan cahaya dari luar kedalam mikroskop.Namun
setiap Mikroskop pada dasarnya terdiri atas bagian optik dan bagian bagian mekanik.
(Hua, Jucang,DKK.2007)

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pratikum ini ialah :

1. Mengetahui komponen dan cara penggunaan mikroskop.


2. Melatih ketrampilan dalam menggunakan mikroskop

BAB II
3
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Mikroskop

Kata mikroskop berasal dari bahasa Yunani yaitu Micron yang artinya kecil dan sropos yang
artinya melihat atau tujuan.Jadi dapat dikatakan bahwa mikroskop adalah alat untuk melihat
objek yang terlalu kecil untuk dilihat denghan mata telanjang.Alat utama dalam mikroskop yang
digunakan untuk mengamati adalah lensa Objektif dan lensa Okuler.Dalam mikroskop baik lensa
objektif maupun lensa ukuler keduanya merupakan lensa cembung.

Mikroskop merupakan salah satu alat yang penting pada kegiatan laboratorium yang
memungkinkan kita dapat mengamati objek yang mikroskopis.(Oxlade,chris.1989).

2.2 Sejarah penemuan Mikroskop

Mikroskop pertama kali dikembangkan pada abad ke-16 menggunakan lensa sederhana untuk
mengatur cahaya biasa.Pertama kali perbesaran terbatas kira kira 10 kali dari ukuran objek
sebenarnya.Setelah mengakami perbaikan,akhirnya perbesaran bisa mencapai 270 sampai 400
kali.Penemu sel dalam susunan mikroorganisme adalah bersamaan dengan munculnya
pemakaian mikroskop,yaitu mikroskop cahaya okuler baik berlensa tunggal atau disebut
Mikroskop monokuler ataupun yang ganda atau mikroskop Binokuler.Dapat disimpulkan bahwa
penemuan alat alat optik yang pertama adalah sudah merupakan pangkal penemuan dari
mikroskop.Penggunaan sifat sifat optik permukaan yang melengkung sudah dilakukan oleh
Euclid (3.000sm) , Ptolemy (127-151),dan oleh Alhazan pada awal abad ke-11,tetapi pemakaian
praktis alat pembesaran optik belum dilakukan.Baru pada abad ke-16 Leonardo da Vinci dan
Maurolyco mempergunakan lensa untuk melihat benda benda yang kecil.
(Nuryadi,Ratna.2008).

Kakak beradik pembuat kaca mata bangsa Belanda yang bernama Zachry dan Francis Jansen
pada tahun 1590 menemukan pemakaian dua buah lensa cembung dalam sebuah
tabung,penemuan ini dianggap sebagai prototip dari mikroskop.Tahun 1610 Galiteo dengan
kombinasi beberapa lensa yang di pasang dalam sebuah tabung timah untuk pertama kalinya
berhasil digunakan sebagai sebuah mikroskop sederhana.Tahun 1632 1723,Antloni Van Lau

4
wentoek dapat membuat lensa lensa dengan perbesaran yang memuaskan untuk melihat benda
benda yang kecil.Walaupun demikian terdapat keterbatasan kemampuan sebuah mikroskop
dalam daya urainya.Hal tersebut terlihat jelas dalam sebuah rumus yang ditemukan oleh Abbe
pada abad yang lalu.Dari keterbatasan kemampuan sebuah mikroskop,apabila di analisis dengan
menggunakan rumus Abbe,ternyata tidak dipengaruhi oleh lesamikroskop,melainkan dipengaruhi
oleh panjang gelombang cahaya yang dipakai.Padanawal abad ke-17 telah ditemukan mikroskop
dengan lensa tunggal.(Levin,Shar.1997).

5
BAB III

METODOLOGI

3.1 Tempat Dan Waktu

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Oktober 2016, Pada pukul 15.00 17.00
wita, Bertempat di Laboratorium Ilmu Kelauatan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas
Udayana.

3.2 Alat dan Bahan

3.2.1 Alat

N Nama alat Kegunaan


o

1. Mikroskop Mengamati objek yang akan diteliti.

Binokuler

2. Pipet tetes Mengambil Sampel ()bjek yang diteliti).

3. Cover glass Menjaga agar lensa objektif tidak terkena


langsung oleh objek penelitian.

Membersihkan preparat atau mikroskop.


4. Tissue
Tempat meletakan objek penelitian.
5. Kaca preparat

6
3.2.2 Bahan

No Nama bahan Kegunaan


.

1.
Sampel(plakton) Sebagai objek yang akan diteliti.

3.3 Cara Kerja

1. Dilepaskan mikroskop diatas meja yang diatas .


2. Menyambungkan kabel ke sumber listrik.
3. Dinyalakan sumber cahaya dengan merekam tombol On.
4. Diletakan preparat di atas meja preparat.
5. Di atas kondensor atau diafragma sesuai lensa objektif yang digunakan
6. Diputar makrometer untuk mencari sudut pandang yang sesuai.
7. Mengfokuskan dengan menggunakan mikrometer sampai jelas.
8. Selsainya pengamatan mikroskop matikandengan cara menekan tombol off dan simpan
pada tempatnya.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

7
4.1 Hasil

Gambar 1. Mikroskop binokuler

4.2 Pembahasan

Saat praktikum pertama dilaksanakan test awal dengan saat sebanyak 3,setelah
selesainya test para asdos menjelaskan tentang mikroskop mulai dari bagian,fungsi,cara
pemakaian jenis mikroskop,selajutnya setiap kelompok menuju masing masing tempat
praktikum yang sudah di tempati oleh asdos masing masing kelompok.Kemudian disini di
ajarkan cara menggunakan mikroskop mulai dari pembersihan kaca preparat ,cover glass,lalu
lapisi dengan cover glass dan di taruh pada meja preparat kemudian diamati objeknya,setiap
anggota kelompok mendapat kesempatan untuk mengamatinya.Setelah itu,dokumentasikan
kegiatan praktikum tersebut.Setelah selesai mengamati selanjutnya mikroskop di gambar pada
buku gambar ukuran A3 lengkap dengan bagian bagian dari mikroskop,setelah itu di ACC pada
asdos

Selesainya praktikum ini,kegiatan selanjutnya yaitu postes,tes yang diberikan untuk mengakhiri
kegiatan praktikum kali ini dan jumlah soalpun sama seperti pretest yakni 3 buah soal.

BAB V

PENUTUP

8
5.1 Kesimpulan

1. dengan diadakannya praktikum pengenalan komponen dan cara penggunaan mikroskop


maka secara tidak langsung mampu melatih ketrampilan para mahasiswa dalam
menggunakan mikroskop dengan baik dan benar.
2. Hal ini tentu memudahkan para mahasiswa kedepannya dalam mengamatiobyek-obyek
yang tidak dapat dilihat langsung dengan langsung dengan mata telanjang. Selain itu juga
praktikum kali ini dapat menambah refrensi mahasiswa dalam mengenal komponen
mikroskop yang lebih modern karena menggunakan listrik sebagai penghasil cahaya.

DAFTAR PUSTAKA

Abramoloitz,Mortimer.2003,Microscope basic andbeyond New York :Olympus

America Inc.

9
Campbell,N.A.2000,Biologi Edisi Kelima Jilid I.Jakarta : Erlangga

Hua,Jucang.DKK.2007.Identifying Floures Cence Microcope

Kusnadi,dkk.2003.Mikrobiologi.Bandung

Levisi,star.1997.The Microscope.sterling

Nuyadi,Ratna.2008.Mikroskop dan teknologinNano.Administrator

Oxlade,Chris.1997.The world of microcope.Usborne

Purnomo,Bambang.2008.peralatan dan prosedur laboratorium.Jakarta

R.Halim.2000.Alat Praktikum.EGC.Jakarta

Volk dan Wheheler.1989.Mikrogiologi Dasar Edisi Kelima.Jilid 1.Erlangga:Jakarta

LAPORAN BIOLOGI DASAR


PENGENALAN ORGANISASI SEL PROKARIOTIK DAN EUKARIOTIK

10
Oleh

I KADEK YOGI WIANTARA


1613511064
KELOMPOK 4

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN 2016

1. Landasan Teori
Semua organisme terbuat dari sel sel dan ahli biologi memikirkan bahwa sel adalah dasar
organisme hidup. Meskipun kebanyakan individu terlihat hanya dengan bantuan suatu

11
mikroskop, namun ada beberapa sel yang memiliki ukuran sel besar. Meskipun ada
perbedaan sedemikian rupa, semua sel terbentuk serupa dan berbagai kesamaan.

Adapun penjelasan struktur sel prokariotik dan struktur eukariotik adalah :

A. Struktur Sel Prokariotik


Adalah sel yang tidak memiliki membrane inti, kebanyakan sel prokarioik adalah
uni seluler, walaupun ada pula beberapa yang multi seluler. Sel prokariotik uniseluler ini
mampu membentuk koloni. Tidak memiliki membrane inti maka membrane inti yang
berada di dalam sel mengadakan kontak langsung dengan protoplasma. Tidak memiliki
system endomembran, tidak memiliki mitokondria dan kloroplas tetapi memiliki
mesosom dan kromator, contoh sel prokariotik adalah bakteri (Bacteria) dan
Sianobakteria (Cyanobacteria) atau lumut hijau. Organisme termasuk dalam kingdom
monera, namun ada banyak pula yang menggolongkan prokariotik ke dalam dua
kingdom yaitu:
Kingdom Bacteria : uniseluler, mikroskopik, dinding sel peptidoglikan, hidup
berkoloni, decomposer, parasit pathogen, autotrof
Kingdom Archaea : uniseluler, mikroskopik, dinding sel peptidoklikan, hidup
methanogen, halofi ekstrim, anaerob, tempat kotor.

B. Struktur Sel Eukariotik

Adalah sel yang sudah memiliki membrane intidan organel lainnya. Organisme
seperti jamur, khamir, protozoa dan semua tumbuhan dan binatang adalah eukaruotik.
Memiliki mitokondria dan membrane organel kompleks lainnya.

1. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum biologi dasar, mengenai pengenalan organisasi sel
prokariotik dan eukariotik adalah sebagai berikut :
A. Menentukan apakah suatu sel eukariotik didasarkan atas struktur selnya.
B. Mempersiapkan sediaan basahan dari beberapa media.
C. Menjelaskan struktur dan fungsiorganel seluler yang terlihat dengan mikroskop
cahaya.

12
D. Menentukan apakah suatu sel merupakan sel tumbuhan sel hewan berdasrkan
strukturnya.
E. Dapat mengidentifikasi dan membuat daftar perbedaan utama antara bentuk umum sel
tumbuhan dan hewan.

2. Hasil

Alat dan Bahan

Alat
Adapun alat yang digunakan pada praktikum biologi dasar, mengenai pengenalan
organisasi sel prokariotik dan eukariotik adalah sebagai berikut:
1. Pipet tetes
2. Gelas ukur
3. Mikroskop

Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum biologi dasar, mengenai pengenalan
organisasi sel prokariotik dan eukariotik adalah sebagai berikut:
1. Air bakau
2. Mukosa mulut

13
Gambar 1. Euglena sp.

Gambar 2. Mukosa mulut.

14
4. Pembahasan

Fungsi
Sel prokariotik
A. Kapsul digunakan sebagai wadah sel
B. Dinding sel digunakan sebagai pelindung sel
C. Membrane sel digunakan untuk menampung semua bahan intra seluler dan mengatur
pergerakan material kedalam dan keluar sel.
D. Sitoplasma diunakan untuk memegang semua organel sel
E. Ribosom digunakan sebagai mesin pembuatan protein sel
F. Plasmid digunakan sebagai kromosom bakteri
G. Pili digunakan untuk mentransfer plasmid dari donor ke penerima bakteri
H. Nukleoid sebagai genom bahan utama genetic (DNA)
I. Flagelum digunakan untuk membantu bakteri bergerak dalam lingkungan

Sel Eukariotik

A. Silia digunakan untuk memindahkan sesuatu disekitar sel


B. Mitokondria sebagai penghasil energy
C. Dinding sel digunakan sebagai pelindung sel
D. Nukleus sebagai anak inti
E. Ribosom digunakan sebagai mesin pembuatan protein sel
F. R.E. Halus digunakan untuk mempung protein
G. Badan Golgi digunakan unntik menambah glikosilat pada protein
H. Vakuola digunakan sebagai sebuah membrane terikat dalam sel yang digunkana
untuk penyimpanan
I. Lisosom digunakan sebagai mendaur ulang molekul rusak dan tua

5. Kesimpulan

15
Sel eukariotik dapat ditentukan dari struktur selnya yaitu sudah memiliki membrane inti dan
organel lainnya seperti mitokondria dan sebagainya. Contohnya itu adalah jamur, khamir,
dan protozoa serta semua binatang dan tumbuhan.
Mempersediakan sediaan basah bertujuan untuk meneliti kandungan sediaan dari beberapa
sediaan tersebut.
Prokariotik struktur selnya tidak memiliki membrane inti, uniseluler. Bagian bagiannya ada
kapsul yang berfungsi untuk wadah sel, dinding sel sebagai pelindung sel, membrane sel
untuk menampung semua bahan intra seluler dan mengatur pergerakan material, sitoplasma
digunakan untuk memegang semua organ sel, ribososm digunakan untuk pembuatan protein
sel, plasmid sebagai kromosom bakteri, pili untuk mentransfer plasmid, nukleoid bahan
utama genetic, flagelium untuk membantu pergerakan bakteri.
Eukariotik struktur selnya membrane inti, uniseluler. Bagian bagiannya adalah silia untuk
memindahkan sesuatu di dalam sel, mitokondria sebagai penghasil energy, Dinding sel
digunakan sebagai pelindung sel, Nukleus sebagai anak inti, Ribosom digunakan sebagai
mesin pembuatan protein sel, R.E. Halus digunakan untuk mempung protein, Badan Golgi
digunakan unntik menambah glikosilat pada protein, Vakuola digunakan sebagai sebuah
membrane terikat dalam sel yang digunkana untuk penyimpanan, Lisosom digunakan
sebagai mendaur ulang molekul rusak dan tua.
Sel Hewan tersusun atas protoplasma. Protoplasma sel hewan terdiri dari tiga bagian utama
yaitu membrane sel, inti sel, sitoplasma, sedangkan sel tumbuhan tersusun atas dinding sel,
membrane sel, sitoplasma, nucleus, ribosom, mitokondria, badan golgi, peroksisam,
kloroplas dan vakuola.

Perbedaan struktur sel hewan dan tumbuhan

16
NO Perbedaan Sel Sel Hewan
Tumbuha
n
1. Dinding Sel Ada Tidak ada
2. Membran Ada Ada
3. Lisosom Tidak Ada Ada
4. Plastida Ada Tidak Ada
5. Mitokondria Tidak Ada Ada
6. Vakuola Ada Tidak ada,
kecuali
Protozoa

Daftar Pustaka

Campbell, N.A.& Reece.(2008).Biology,8thedition.San Fransisco:Pearson International


Campbell, N.A, et al. 2006. Biology Concepts & Connection. California: The Bejamin/coming

17
Fictor F.P. & Moekti A. (2009). Praktis Belajar Bioloi 2 untuk SMA/MA
Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional.

LAPORAN BIOLOGI DASAR


SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN

18
Oleh

I KADEK YOGI WIANTARA


1613511064
KELOMPOK 4

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN 2016

BAB I

PENDAHULUAN

19
1.1 Latar belakan

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis.
Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Oleh karena itu, sel dapat
berfungsi secara autonom asalkan semua kebutuhan hidupnya terpenuhi. Sel disusun oleh
molekul-molekul utama kehidupan yaitu karbohidrat, protein, lipit, dan asam nukleat . ( Yekti ,
1994 ).

Istilah sel pertama kali dikemukakan oleh Robert Hooke, ilmuan Inggris, pada tahun
1665 yang berarti ruang kosong , ia meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop yang terdiri atas
ruangan ruangan yang dibatasi oleh dinding. Hal tersebut benar karena sel sel gabus
merupakan sel yang telah mati sehingga dalam sel tersebut kosong ( tidak berisi ) (Anshory,
1984).

Semua sel mempunyai sifat sifat dasar secara umum. Semua sel dibatasi oleh
membran plasma . Didalamnya terdapat bahan semi cair yang dinamakan sitosol yang
mengandung organel organel . berdasarkan keadaan intinya , sel dibedakan dala dua macam ,
yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik . sel prokariotik adalah sel yang intinya tidak memiliki
membran, materi ini tersebar dalam sitoplasma, contohnya Bakteri, dan Alga biru. Sedangkan
sel eukariotik adalah sel yang intinya memiliki membran . materi ini dibatasi oleh satu system
membran terpisah dari sitoplasma (Suwasono, 1987).

Antara sel hewan dan sel tumbuhan telah memiliki tugas sendiri-sendiri yang berbeda
sehingga organel penyusun keduanya juga berbeda sesuai tugas masing masing. Bagian-bagian
sel tumbuhan adalah dinding sel, membrane sel, protoplasma, nucleus, reticulum endoplasma,
ribosam, mitokondria, apparatus golgi, peroksisom, mikrofilamen, lisosom, dan vakuola
( Kamajaya, 1996 ).

1.2. Tujuan

Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum tentang sel hewan dan tumbuhan yaitu
sebagai berikut :

1. Mengamati dan membedakan bentuk sel tumbuhan dan sel hewan.


2. Mempelajari struktur sel dan organel tumbuhan dan hewan.
3. Melatih ketrampilan mahasiswa untuk menggunakan mikroskop.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

20
2.1. Hydrilla verticillata

Hydrilla verticillata adalah tumbuhan air yang merupakan bagian dari ekosistem danau
dan berperan sebagai sumberdaya tidak langsung (Tanor, 2004).

Tumbuhan air di perairan terbuka tidak selalu menimbulkan kerugian. Hydrilla


verticillata hidup secara bersubmersum dan sering terdapat pada perairan perairan tergenang
seperti danau dan waduk ( Shofawie, 1990).

2.1.1. Ciri-ciri Hydrilla verticillata

Ciri-ciri yang dimiliki oleh Hydrilla verticillata yaitu daun yang berukuraan kecil
berbentuk lanset yang tersusun mengelilingi batang, batangnya bercabang dan tumbuh
mendatar sebagai stolon yang pada tempat tersebut membentuk akar serabut. Perkembangan
Hydrilla verticillata terjadi dengan pesat karena adanya stolon ( Silalahi, 2010).

Hydrilla verticillata juga mengandung 1,74% protein, 0,54% lemak, 1,82% serat kasar,
1,51% abu , 3,97% karbohidrat, dan 90,42% air (Tungka dan Rondo,1991dalam Tanor 2004).

2.1.2. Klasifikasi Hydrilla verticillata

Menurut Steenis dan Kruseman,( 1957 ) klasifikasi dari Hydrilla verticillata yaitu sebagai
berikut :

Kingdom : plantae

Super divisi : spermatophyte

Divisi : magnoliophyta

Kelas : liliopsida

Ordo : hydrocharitales

Family : hydrocharitaceae

Genus : hydrilla

Spesies : Hydrilla verticillata

2.2. Cymodoceae rotundata

Lamun( seagrass ) adalah tumbuhan berbunga ( angiospermae ), yang sudah sepenuhnya


menyesuaikan diri hidup terbenam di dalam laut. Tumbuhan ini mempunyai beberapa sifat yang
21
memungkinkannya hidup di lingkungan laut, karena mampu berfungsi normal dalam keadaan
normal, mempunyai system perakaran jangkar yang baik, mampu melaksanakan penyerbukan dan
daur nrgatif dalam keadaan terbenam ( Den hartog, 1970 dalam Dahuri, 2003 ).

2.2.1. Morfologi lamun

Lamun secara sruktural dan fungsional memiliki kesamaan dengan tumbuhan ( rumput )
daratan. Seperti tumbuhan daratan, lamun dapat di bedakan kedalam morfologi yang tampak
seperti daun, tangkai, akar, dan struktur reproduksi ( bunga dan buah ). Karena lamun hidup di
bawah permukaan air baik sebagian atau seluruh siklus hidupnya. Maka sebagian besar
melakukan penyerbukan di dalam air. Perkembangbiakan lamun secara vegetatif tergantung
pada pertumbuhan dan percabangan rizhoma ( Setyobudiandi dkk, 2009).

2.2.2. Persebaran Cymodoceae rotundata

Di perairan Indonesia mencakup perairan Jawa, perairan Sumatra, Bali, Kalimantan,


Sulawesi, Maluku, Nusa tenggara, dan Irian jaya. Lamun di Indonesia di perkirakan 30.000 km
tumbuhan terdiri atas 2 famili, 12 negara, dengan 49 jenis dari Negara tersebut 7 negara
diantaranya hidup di perairan tropis yaitu salah satunya Cymodoceae rotundata (Den hartog,
1970 dalam Tawo, 2011).

2.2.3. Cymodoceae rotundata

Cymodoceae rotundata merupakan jenis spesies lamun yang memiliki ujung daun halus
dan licin, pertulangan daun 9 15 . daun melengkung dan tidak mengecil ke arah bagian
ujungnya. Panjang daun 5-7 cm, lebar 1,5-3 cm dan terdapat di daerah intertidal, umumnya
banyak di jumpai di daerah intertidal di dekat laut mangrove (Bangen, 2001).

2.2.4. Klasifikasi Cymodoceae rotundata

Adapun lasifikasi dari Cymodoceae rotundata yaitu sebagai berikut :

Kingdom : plantae

Divisi : antophyta

Klass : Angiospermae

Ordo : helobiae

Family : potamagetonaceae

Genus : cymodoceae

Spesies : Cymodoceae rotundata

22
2.3. Ikan lemuru ( Sardinella lemuru)

Ikan lemuru adalah salah satu ikan pelangis ekonomis penting dari family eluipeidae yang
banyak tertangkap di selat bali. Lemuru menghuni perairan tropis yang ada di daerah indo-
pasific. Ikan lemuru merupakan ikan yang menghuni habitat suatu daerah dengan area yang luas
yaitu di sebelah timur samudra hindia, yaitu pukhet, Thailand , pantai selatan di jawa timur, dan
Bali. Hasil tangkapan ikan lemuru memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap total hasil
tangkapan pukat cincin di perairan selat Bali. ( Whitehead,1985).

2.3.1. Bentuk morfologi dari Sardinella lemuru

Morfologi dari Sardinella lemuru yaitu sebagai berikut,

1. Badannya bulat panjang dengan bagian perut agak membulat dan sirip duri agak
tumpul serta tidak menonjol.
2. Warna badan biru kehijauan pada bagian atas, putih keperakan pada bagian
bawah.
3. Pada bagian penutup atas insanrg sampai pangkal ekor terdapat sebaris bulatan-
bulatan hitam sebanyak 10-20 buah.
4. Siripnya berwarna abu-abu kekuning-kuningan
5. Warna sirip ekor kehitaman demikian juga dengan moncongnya (Dwiponggo,
1992).

2.3.2. Klasifikasi Sardinella lemuru

Adapun klasifikasi dari ikan Sardinella lemuru yaitu sebagai berikut:

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Actinopterygii

Ordo : Clupeiformes

Family : Clupeidae

Genus : Sardinella

Spesies : Sardinella lemuru (Valenciennes, 1847).

BAB III

METODOLOGI

23
3.1. Waktu dan Tempat

Pada praktikum sel tumbuhan dan sel hewan yang dilaksanakan pada hari jumat, 4
november 2016, pada pukul 14.00 wita hingga pukul 16.00 wita, yang bertempat di laboratorium
ilmu kelautan, fakultas kelautan dan perikanan, Universitas Udayana , Bukit Jimbaran.

3.2. Alat dan Bahan

3.2.1. Alat

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum sel hewan dan sel tumbuhan Adalah
sebagai berikut :

No Nama Alat Kegunaan


.
1 Mikroskop Mengamati objek yang akan diteliti
2 Pipet tetes Mengambil sampel
3 Cover glass Menjaga agar lensa obyektif tidak terkena
langsung oleh obyek penelitian
4 Tissue Membersihkan alat-alat yang digunakan
5 Kaca Untuk meletakkan obyek penelitian
preparat
6 Nampan Tempat menaruh bahan
7 Optilab Sebagai alat penghubung antara mikroskop
dengan laptop
8 laptop Sebagai media untuk melihat obyek yang
diteliti

3.2.2. Bahan

24
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum sel hewan dan sel tumbuhan adalah
sebagai berikut :

No. Bahan Kegunaan


1 Hydrilla verticillata Sebagai obyek penelitian
2 Cymodoceae rotundata Sebagai obyek penelitian
3 Sardinella lemuru Sebagai obyek penelitian
4 Aquades Menetesi bahan obyek penelitian
agar obyek terlihat jelas

3.3. Cara Kerja

Adapun cara kerja sel hewan dan sel tumbuhan adalah sebagai berikut :

1. diambil pucuk daun Hydrilla verticillata,Cymodoceae rotundata, diiris tipis,


dan epidermis atau bagian paling luar dari Sardinella lemuru diiris tipis.
2. Masing-masing sampel diletakkan pada kaca preparat
3. Aquades diteteskan sebanyak 1 tetes
4. Obyek atau sampelyang sudah diiris tipis kemudian ditutupi dengan cover glass.
Dilakukan dengan hati-hati agar tidak terbentuk gelembung udara.
5. Ditaruh pada stage mikroskop dan obyek diamati dengan seksama.
6. Obyek diperhatikan dandilihat bentuk sel dan bagian-bagiannya.
7. Bentuk sel dan bagian-bagiannya digambar pada laporan sementara.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Hydrilla Verticillata

25
Cymodocese rotundata

Sardinella lemuru

4.2. Pembahasan

4.2.1.Hydrilla verticillata

Berdasarkan tinjauan pustaka dan pengamatan yang telah dilakukan didapat bahwa
Hydrilla verticillata merupakan kelas liliopsida, yang memiliki daun yang berukuran kecil
yang mengelilingi batang. Dari hasil pengamatan yang dilakukan ditemukan dinding sel dan

26
cairan yang terdapat pada Hydrilla verticillata. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang
seluruh bagian tubuhnya tenggelam di bawah permukaan air, berkembang pesat dengan
adanya stolon

4.2.2. Cymodoceae rotundata

Berdasarkan tinjauan pustaka dan pengamatan yang telah dilakukan didapat bahwa
Cymodoceae rotundata merupakan kelas angiospermae, dan merupakan jenis spesies lamun
yang memiliki ujung yang halus dan licin, pertulangan daun 9-15. Pada tumbuhan tigkat
tinggi terutama terdapat jaringan pada parenkim spons daun. Dalam kloroplas, pigmen utama
klorofil serta karotenoid dan xantofil terdapat membrane tilakoid. Kloroplasberfungsi sebagai
tempat berlangsungnya fotosintesis. Dari hasil pengamatan dari praktikum didapat kloroplas
dan dinding sel.

4.2.3. Sardinella lemuru

Berdasarkan tinjauan pustaka dan pengamatan yang telah dilakukan didapat bahwa
Sardinella lemuru merupakan salah satu jenis ikan pelangis ekonomis penting dari family
cluipeidae yang ada di selat Bali. Dari hasil pengamatan didapat bahwa ikan Sardinella
lemuru memiliki epidermis dan epitel. Epidermis merupakan lapisan sel-sel paling luar yang
menutupi daun , bunga, biji, batang, dan akar.

BAB V

KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari praktikum identifikasi sel hewan dan sel tumbuhan adalah
sebagai berikut :

27
1. sel hewan dan sel tumbuhan memiliki bentuk yang berbeda, sel tumbuhan cenderung
memiliki bentuk yang beraturan seperti yang terlihat pada bentuk sel Hydrilla
verticillata, sedangkan sel hewan cenderung memiliki bentuk yang tiding beraturan.
2. Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki struktur yang hamper sama atau serupa.
Perbedaan hanya dilihat dari organel penyusunnya. Sel hewan memiliki sentriol dan
lisosom yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan. Sedangkan sel tumbuhan memiliki
dinding sel, plastid dan vakuola yang tidak dimilki oleh sel hewan.
3. Penggunaan mikroskop amat sangat vital dalam praktikum maupun penelitian, bagi
mahasiswa semakin sering melakukan praktikum ataupun penelitian menggunakan
mikroskop maka akan semakin terlatih kemampuan mahasiswa dalam menggunakan
mikroskop.

DAFTAR PUSTAKA

Anshory,I.1984. Biologi Umum. Ganesa Exsact. Bandung.

Bengen, D.G. 2001 Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan


Ekosistem Mangrove Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB. Bogor.

Den Hartog.C.1970.The seagrasess of The World dalam AzkabM.H1999. Pedoman Inventarisasi


Lamun. Oseana 1:1-16.

D. Pauly.1986.growth,Mortality and Recruitment of Commercially Important Fishes and Penaeid


Shrimpin Indonesia Waters. ICLARM.Technical Report.17.91.P.

Dwiponggo,A.,T. Hariati, S. Banon ,M.L. Palomaros.

28
Dwiponggo,A. 1972. Perikanan dan Penelitian Pendahuluan Kecepatan Pertumbuhan Lemuru di
Muncar. Selat Bali. LPPL.

Kamajaya,1996. Sains Biologi. Ganesa Exact Bandung.

Shofawie , A.T.1990. Study Tentang Kemampuan Komsumsi Ikan Koan ( Ctenopharyngodon


idella ) Terhadap Hydrilla verticillata [Sripsi]. Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Silalahi,J.2010. Analisis Kualitas Air dan Hubungan dengan Keanekaragaman Vegetasi Akuatik
di Perairan Balige Danau Toba. [Tesis]. Medan Universitas Sumatra Utara.

Yekti,S.1994. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.

LAPORAN BIOLOGI DASAR


FOTOSINTESIS

Oleh

I KADEK YOGI WIANTARA


1613511064
KELOMPOK 4

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


29
FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN 2016

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Aktivitas kehidupan di biosfer pada dasarnya digerakkan oleh tenaga dari cahaya
matahari. Secara sepintas memang tidak nampak hubungan cahaya matahari dengan hewan yang
dapat berlari dengan cepat. Namun apabila diteliti dengan cermat akan diketahui bahwa tenaga
untuk berlari itu berasal dari pemecahan karbohidrat yang terkandung di dalam daun rerumputan
yang dimakan oleh hewan tersebut, dan karbohidrat yang dipecah berasal dari suatu reaksi kimia
didalam daun. Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini
menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat
dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran
dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim yang larut
dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa
faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan
cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air,
dan karbondioksida (Kimball, 1992).
Berbeda dengan organisme heterotrof, organisme autotrof menggunakan energi yang
berasal dari oksidasi dan zat-zat organik tertentu. Organisme yang demikian disebut
kemoautotrof, karena menggunakan zat zat kimiawi dalam memproduksi senyawa organik dari
senyawa non-organik. Sedangkan peristiwa fotosintesis sendiri dilakukan oleh organisme
autotrof yang seringkali disebut dengan organisme fotoautotrof, karena dalam proses
pembentukan senyawa organiknya menggunakan energi matahari(Kimball, 1992).
Fotosintesis sering didefinisikan sebagai suatu proses pembentukan karbohidrat dan
karbondioksida serta air yang dilakukan sel-sel yang berklorofil dengan adanya cahaya matahari
yang disebabkan oleh oksigen (O2). Ada juga yang mengartikan fotosintesis dengan suatu
peristiwa pengolahan atau pemasakan makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan cahaya
matahari(Ellis, 1986).

30
1.2. Tujuan

Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum fotosintesis yaitu sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui adanya proses fotosintesis pada tumbuhan


2. Untuk membuktikan bahwa proses fotosintesis memerlukan cahaya dari klorofil dan
menghasilkan cahaya.
3. Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Fotosintesis

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti
menyusun.Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks
yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat
berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari
terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang
berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (dwijoseputro.1996).

Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan
energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam
kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam.
Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim yang larut dalam
struktur membran yang disebut tilakoid.

Proses fotosintesis terjadi di daun yang berwarna hijau karena mengandung klorofil
yang dapat menyerap sinar matahari. Daun memiliki permukaan atas dan bawah yang dilindungi
lapisan epidermis yang mempunyai lapisan lilin. Fungsi lapisan lilin yaitu mencegah penguapan
air (transpirasi) yang berlebihan. Lapisan epidermis tersusun atas sel-sel epidermis, di antara sel-
selnya terdapat stomata. Di antara epidermis bawah dan atas terdapat jaringan palisade. Sel-
selnya mengandung kloroplas. Di dalam kloroplas inilah proses fotosintesis terjadi. Dalam
kloroplas terdapat pigmen warna hijau, yaitu klorofil (lawlor,d.w.1993)

2.2.1 Persamaan Reaksi Fotosintesis


Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik
(CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Dalam proses ini energi radiasi
diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan
digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa.(Campbell et al., 2002)

31
Dengan keberadaan cahaya, bagian-bagian tumbuhan yang bewarna hijau
menghasilkan bahan organik dan oksigen dari karbon dioksida dan air. Dengan menggunakan
rumus molekul, kita dapat merangkum fotosintesis dengan persamaan reaksinya :

6CO2 + 12H2O + Energi cahaya C6H12O6 + 6O2

Karbohidrat C6H12O6 ialah glukosa. Air muncul pada kedua sisi persamaan itu karena
12 molekul dikonsumsi dan 6 molekul terbentuk lagi selama fotosintesis. Kita dapat
menyederhanakan persamaan itu dengan memperlihatkan selisih konsumsi air:

6CO2 + 6H2O + Energi cahaya C6H12O6 + 6O2

Dari reaksi tersebut, maka bahan yang digunakan untuk melakukan fotosintesis
yaitu karbondioksida dan air yang kemudian diubah menjadi karbohidrat dan oksigen dengan
bantuan foton yang diserap oleh klorofil. Jadi fotosintesis merupakan suatu proses
pembentukan atau penyusunan senyawa kompleks dari senyawa sederhana. .

Reaksi-reaksi cahaya berlangsung pada bagian grana kloroplas. Sebagian energi


matahari yang diserap akan diubah menjadi energi kimia, yaitu berupa zat kimia berenergi
tinggi. Selanjutnya, zat itu akan digunakan untuk proses penyusunan zat gula. Sebagian
energi matahari juga digunakan untuk fotolisis air (H2O) sehingga dihasilkan ion hidrogen
(H+) dan O2. Ion hidrogen tersebut akan digabungkan dengan CO2 membentuk zat gula
(CH2O)n. Sedangkan O2 -nya akan dikeluarkan.

Proses kedua adalah proses yang tidak membutuhkan cahaya (Reaksi Gelap) yang
terjadi ketika produk dari reaksi terang digunakan untuk membentukikatan kovalen C-C dari
karbohidrat. Pada proses ini, CO2 atmosfer (atau CO2 dari air untuk organis me akuatik/
marine) ditangkap dan dimodifikasi oleh penambahan hidrogen menjadi bentuk karbohidrat.
Reaksi gelap biasanya dapat terjadi dalam gelap apabila energi carrier dari proses terang
tersedia. Reaksi gelap ini berlangsung dalam stroma kloroplas. (steward.1997).

2.2. Hydrilla verticillata


Hydrilla verticillata adalah jenis tanaman air yang hanya terdiri dari satu spesies.
Hydrilla verticillata memiliki rimpang putih kekuningan yang umbuh di sedimen bawah air
sampai dengan kedalaman 2 m. Hydrilla verticillata adalah tanaman produktif dalam air yang
dapat tumbuh dengan cepat dan dapat berkembang dalam air dari beberapa cm sampai 20 m.
daun kecil , berbentuk segitiga lancip, yang berada di air dari 4-8 daun disepanjang batang
dengan lebar masing masing daun 5 20 mm dan panjang lebar 0,7 2 mm. (steward, 1997).

Hydrilla verticillata adalah tumbuhan spermatophyte yang hidup di air, sehingga ia


memiliki bentuk adaptasi yang berbeda dengan spermatophyte darat. Dinding sel nya tebal untuk
mencegah osmosis air yang dapat menyebabkan lisisnya sel. Sel Hydrilla verticillata berbentuk

32
segi empat beraturan yang tersusun seperti batu bara.memiliki kloroplas dan klorofil yang
terdapat didalamnya. Pada daun Hydrilla verticillata dapat pula diamati aliran sitoplasma, yaitu
pada bagian sel sel penyusun ibu tulang daun yang memanjang di tengah tengah daun. Pada
Hydrilla verticillata juga terdapat trikoma yang berfungsi untuk mencegah penguapan yang
berlebihan (Wirahadi,1985).

2.2.1. Klasifikasi Hydrilla verticillata

Adapun klasifikasi dari tumbuhan Hydrilla verticillata yaitu sebagai berikut :

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)


Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Alismatidae
Ordo : Hydrocharitales
Famili : Hydrocharitaceae
Genus : Hydrilla
Spesies : Hydrilla verticillata (L. f.) Royle ( Steenis dan Kruseman,
1957).

2.3. Halophila ovalis


Halophila ovalis memiliki distribusi luas secara geografis di garis pantai tropis dan
hangat dari perairan indo fasifik barat dan dikenal sebagai eurybiontik spesies mampu hidup
sampai kedalaman 60 m. Tumbuh pada substrat mulai dari lumpur lembut sampai pecahan
karang kasar. Halophila ovalis adalah spesies dioccious, berbunga dan berubah sepanjang tahun
di perairan tropis (Den Hartog,1970).
2.3.1. Ciri ciri Halophila ovalis
Halophila ovalis memilki ciri ciri daun berpasangan dengan tangkai daun yang kecil,
bentuk daun bulat memanjang atau bulat telur dan licin, panjang helai daun 11 40 mm
mempunyai 10 25 pasang tulang daun (Den Hartog,1970).
Kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap Halophila ovalis terutama pada daun.
Pada substrat keras, lumpur terbuka dan pasir disepanjang batas pasang surut umumnya daun
Halophila ovalis yang berukuran kecil. Sedangkan pada habitat yang selalu tergenang ukuran
daunnya umumnya lebih besar (Den Hartog,1970).

33
2.3.2. Klasifikasi Halophila ovalis
Adapun klasifikasi dari Halophila ovalis yaitu sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Antophyta
Kelas : Angiospermae
Famili : Hydrocharitaceae
Subfamili : Halophiloideae
Genus : Halophila
Spesies : Halophila ovalis (Den Hartog,1970).

BAB III

METODOLOGI
3.1. Waktu dan Tempat

34
Pada praktikum fotosintesis ini dilaksanakan sebanyak 2 kali. Pada praktikum fotosintesis
yang pertama dilaksanakan pada hari jumat, 11 november 2016, pada pukul 15.00 - 17.00 Wita
yang bertempat di laboratorium ilmu kelautan, fakultas kelautan dan perikanan, universitas
udayana, bukit jimbaran. Dan pada pratikum fotosintesis yang kedua dilaksanakan pada hari
minggu 20 november 2016, pada pukul 12.00 13.00 Wita yang bertempat di pantai samuh,
Nusa Dua, Bali.

3.2. Alat dan Bahan

3.2.1. Alat

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum fotosintesis adalah sebagai berikut :

No Nama Alat Jumla Kegunaan


. h
1 Tabung reaksi 1 Untuk menutupi lubang pada corong
buah kaca
2 Corong kaca 1 Untuk menutupi tanaman yang ada di
buah backer glass
3 Backer glass 1 Untuk meletakkan air dan tanaman
buah yang akan di uji
4 Kawat 3 Untuk menyangga corong kaca
penyangga buah
5 Stopwatch 1 Untuk mensetting waktu yang pas
buah dalam menentukan jumlah gelembubg
6 Ember 1 Sebagai wadah air yang digunakan
buah dalam pengamatan

3.2.2. Bahan

Adapun bahan yang digunakan didalam praktikum fotosintesis adalah sebagai berikut :

No Nama bahan Jumlah Kegunaan


.
1 Hydrilla verticillata Secukupny Sebagai obyek yang diuji
a
2 Halophila ovalis Secukupny Sebagai obyek yang diuji

35
a
3 Aquades Secukupny Untuk merendam sampel
a Hydrilla verticillata
4 Air laut Secukupny Untuk merendam sampel
a Halophila ovalis

3.3. Cara kerja

Adapun cara kerja dari praktikum fotoosintesis adalah sebagai berikut :

1. Alat alat yang telah disediakan kemudian dirakit sesui dengan gambar
2. Rakitan alat yang sudah jadi di tempatkan di tempat yang terkenna cahaya langsng
3. Gelembung yang muncul diamati dengan teliti kemudian dicatat jumlah gelembung
yang muncul setiap 5 menit dalam 30 menit pada tabel pengamatan
4. Gelembung gas yang muncul dibandingkan setiap 5 menit

36
BAB IV

HASIL

4.1. Tabel pengamatan

Mnt Jumlah gelembung keterangan


.
Terkena sinar Tidak terkena
Ke- sinar

5 0 Tidak ada
gelembung
10 0 Tidak ada
gelembung
15 0 Tidak ada
gelembung
20 0 Tidak ada
gelembung
25 0 Tidak ada
gelembung
30 0 Tidak ada
gelembung
Tabel 1. hasil pengamatan di lab.

Mnt. Jumlah gelembung Kegunaan

Ke- Terkena sinar Tidak terkena sinar

37
5 13 Ada gelembung
10 12 Ada gelembung
15 23 Ada gelembung
20 18 Ada gelembung
25 21 Ada gelembung
30 24 Ada gelembung
Tabel 2. Hasil pengamatan di pantai samuh

38
Gambar 1. Pengamatan di lab.

Gambar 2. Pengamatan di pantai samuh

39
4.2. Pembahasan

Berdasarkan tinjauan pustaka dan hasil pengamatan yang dilakukan. Didapat bahwa pada
praktikum yang pertama tentang fotosintesis dan yang kedua juga tentang fotosintesis berbeda
karena pada saat praktikum yang pertama di lab cuacanya mendung sehingga hasil dari
praktikum fotosintesis tidak mengeluarkan gelembung gas. Sedangkan pada saat praktikum
kedua yang dilaksanakan di pantai samuh hasilnya maksimal karena cuaca yang mendukung
sehingga menghasilkan gelembung gas yang banyak.

Fotosintesis merupakan proses sintesis cahaya matahari dari senyawa organic(glukosa)


dari zat organik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energy cahaya matahari dalam proses ini energy
radiasi diubah menjadi energy kimia dalam bentuk ATP dan NADPH+H yang selanjutnya akan
digunakan untuk mereduksi CO2 Menjadi glukosa (Campbell et al,2002).

Digunakan tanaman Hydrilla verticillata dan Halophila ovalis karena termasuk tanaman
yang mengandung klorofil yakni pigmen hijau pada tumbuhan yang berguna untuk proses
fotosintesis. Hal ini yang membedakan dengan tanaman seperti jamur yang tidak dapat
melakukan fotosintesis dikarenakan tidak memiliki klorofil.

Pembuktian bahwa tanaman Hydrilla verticillata melakukan fotosintesis gagal


dikarenakan cuaca yang tidak mendukung sedangkan pada percobaan yang kedua dengan
menggunakan tanaman halophila ovalis berhasil melakukan fotosintesis karena menghasilkan
oksigen setelah 30 menit. Percobaan dengan menggunakan tanaman Halophila ovalis berhasil
karena dilakukan di tempat dan waktu yang mendukung.

BAB V

40
KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan

1. Fotosintesis merupakan suatu proses terjadinya sintesis karbohidrat tertentu dari CO2 dan
H2O yang mengandung klorofil dengan bantuan cahaya matahari sebagai sumber energi
dan dibebaskan gas oksigen.
2. Proses fotosintesis dengan meggunakan tanaman Hydrilla verticillata tidak
menghasilkan gelembung udara karena cuaca yang mendung. Dan proses fotosintesis
dengan menggunakan Halophila ovalis menghasilkan oksigen dengan ditandai
munculnya banyak gelembung udara dalang tabung rakitan, karena didukung oleh
cahaya matahari yang maksimal.
3. Faktor faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis adalah cahaya matahari,
karbondioksida,(CO2), air(H2O), dan adanya klorofil.

DAFTAR PUSTAKA
41
Campball et.al, 2002.Biologi Concepts and Connection.5th ED, Addison Wesley langman Inc pp
118.

Dwidjoseputro, 1996. Biologi Laut UI: Press.

Den Hartog, C. 1970. The Seagrasess of the World Mort Holland Publishing Company .
Amsterdam.

Ellis,nihayati.1986.Anatomi Tumbuhan.Jakarta.Rajawali fress.

Kimball, J.W 1992. Biologi Umum. Jakarta. Erlangga

Kimball, J.W 1993.Biologi Umum. Jakarta. Erlangga

Lawlor,D.w.19993.PhotosinthesysMolecular,Phisiological and EnPrasses.2nd Ed.Longman


Scientific and Technical.England pp 12-15

Makome.1990.Plant physiological Ecologi 2nd Ed.Springer Scind + Bussiness Media UC.New


York : Usa pp 73-75.

Steward. 1987. Staphylococuu svreus and Staphy Lococcal Entrotoxins Ehizin : Hooking

Steenis, M.J. and Kruseman. 1957. Flora Malesiana. Vol 5. Wolters Noordhoff Publishing.
Netherlands.

Salistury, F.B. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. Bandung: ITB press.

Steward.1987. Staphylococuu svreus and Staphylococcal entrotoxins.Ch12in :Hooking AD(ed)


Foodborne Microorganisme of Public Health Significan
ce.6th.ed.Sydney.Australic.Institute of Food Sciend And : Erlangga.Tecnologi
(Photosyunthesis),pp 359-380

Wirahadi Kusumah.1985.Biokimia : Metabolisme,Energi,Karbohidrat dan


Lipid.Bandung : ITC pp 96-18

42
LAPORAN BIOLOGI DASAR
PENGAMATAN EKOSISTEM DI PANTAI SAMUH

Oleh

I KADEK YOGI WIANTARA


1613511064
KELOMPOK 4

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN 2016

43
BAB I

PENDAHULUAAN

1.1. Latar Belakang

Ekosistem adalah suatu system alam dimana didalamnya terjadi hubungantimbal balik
antara organisme dengan organisme lainnya, serta lingkungannya. Ekosistem tidak tergantung
pada ukuran, tetapi lebih ditekankan kepada kelengkapan komponennya. Ekosistem lengkap
terdiri atas komponen biotik dan komponen abiotik ( Joko Waluyo, 2013).

Berdasarkan system energinya, ekosistem dibedakan menjadi ekosistem terbuka dan


ekosistem terbuka. Sedangkan berdasarkan habitatnya, ekosistem menjadi ekosistem daratan
( hutan, padang rumput, semak belukar, ekosistem tegalan ) dan ekosistem perairan ( tawar,
payau, asin). ( Joko Waluyo, 2013).

1.1.1. Susunan Ekosistem

Dilihat dari susunan dan fungsinya, suatu ekosistem tersusun atas komponen sebagai
berikut:

Komponen autotrof ( auto = sendiri dan trophikos = menyediakan makanan). Autotrof


adalah organisme yang mampu menyediakan atau mensintesis makanan sendiri yang berupa
bahan organik dan bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia.
Komponen autotrof berfugsi sebagai produsen , contohnya tumbuhan-tumbuhan hijau. (Neil
A Campbell, 2002).

Komponen heterotrof ( heteros = berbeda, trophikos = makanan dan bahan tersebut


disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan
mikroba. . (Neil A Campbell, 2002).

Bahan tak hidup ( abiotik ) yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah, air,
udara, sinar matahari. Bahan tak hidup merupakan medium atau substrat tempat
berlangsungnya kehidupan atau lingkungan tempat hidup. . (Neil A Campbell, 2002).

44
Pengurai ( decomposer ) adalah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik
yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai menyerap
sebagaian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat
digunakan kembali oleh produsen, yang termasuk pengurai ini adalah bakteri dan jamur. .
(Neil A Campbell, 2002).

1.1.2. Ekosistem Air Laut

Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas ( kadar garam ) yang tinggi dengan ion
CL mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhu tinggi dan penguapan besar, di
daerah tropik, suhu laut sekitar 25* celcius, perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi.
Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas disebut daerah termoklin ( Purnomo DKK,
2005).

1.2. Tujuan

Adapun tujuan praktikum yang dilaksanakan di pantai samuh tentang ekosistem lautnya
adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui ekosistem apa saja yang ada di pantai samuh.


2. Mampu mengklasifikasikan ekosistem apa saja yang ada di pantai samuh.

BAB II

45
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Ekosistem

Istilah ekosistem pertama kali dikemukakan oleh Transley ( 1935 ). Ia mengemukakan


bahwa hubungan timbal balik antara komponen biotik (tumbuhan, hewan , manusia, dan
mikroba) dengan komponen abiotik ( cahaya, udara, tanah, air dsb)di alam. Ini berarti dalam
struktur maupun fungsi komponen-komponen diatas adalah satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan. Sebagai konsekuensinya apabila salah satu komponen terganggu, maka komponen
lainnya secara lambat atau cepat akan terpengaruh . system alam ini disebut system ekologi, yang
kemudian disingkat dan menjadi lebih di kenal sebagai Ekosistem (Rahardjanto,2001).

Ekosistem tidak tergantung kepada ukuran, tetapi lebih ditekankan kepada kelengkapan
komponennya. Komponen ekosistem yang lengkap terdiri atas komponen biotik dan komponen
abiotik ( tim Pembina dosen,2012).

Ekosistem perairan laut dapat dibagi menjadi dua yaitu, perairan laut pesisir, yang
meliputi paparan benua, dan laut lepas atau laut oseanik. Penetapan batas wilayah pesisir sampai
saat ini belum ada difinisi yang baku, namun ada kesepakatan dunia bahwa wilayah pesisir
merupakan suatu wilayah peralihan antara daratan dan lautan. Ditinjau dari garis pantai suatu
wilayah pesisir memiliki dua macam batas yaitu batas yang sejajar dengan garis pantai. Batas
wilayah pesisir secara tegak lurus belum diperoleh kesepakatan karena batas wilayah pesisir dari
satu Negara ke Negara lain berbeda.(Dahuri,2003).

2.2. Lamun

Pertumbuhan lamun dibatasi oleh suplai nutrien antara lain partikulat, nitrogen, fosfor,
yang berfungsi sebagai energi melangsungkan fotosintesis (short,1987).

Kedalaman air dan pengaaruh pasang surut, serta struktur substrat mempengaruhi zonasi
sebaran jenis jenis lamun dan bentuk pertumbuhannya. Jenis lamun yang sama dapat tumbuh
pada habitat yang berbeda dengan menunjukan bentuk pertumbuhan yang berbeda dan
kelompok-kelompokjenis lamun berbentuk zonasi terlihat jelas, baik murni ataupun zonasi dari
beberapa jenis ( Kiswara, 1997 ).

46
2.2.1. Enhalus acoroides

Enhalus acoroides merupakan spesies lamun yang menyumbang sebagian besar


biomassa total tumbuhan pada ekosistem lamun di perairan dangkal. Enhalus acoroides
sebagai salah satu komponen keanekaragaman hayati daerah padang lamun, yang berkaitan
erat dengan produktivitas biomassa serta produktivitas primer yang akan mempengaruhi
jumlah sebaran dan biomassa lamun tersebut.(Brouns, 1986).

Daun berdiri tagak panjang dan seperti pita memiliki 2 5 helai yang menyerupai pita
dengan banyak dijumpai di daerah intertidal didekat dengan hutan mangrove ( Bengen, 2001).

Klasifikasi Enhalus acoroides yaitu sebagai berikut:

Divisi : Antophyta

Kelas : Angiospermae

subkelas : Monocotyledoneae

Ordo : Helobiae

Family : Hydrocharitaceae

Genus : Enhalus

Spesies : Enhalus acoroides (Den Hartog,1970).

2.2.2. Syiringodium iseotifolium

Syiringodium iseotifolium merupakan spesies lamun yang memiliki daun pipih, bulat
seperti lidi dengan ujung meruncing, tumbuh kecil atau berukuran pendek, daun silidris dan
agak panjang berkisar 7-12 cm , memiliki akar tiap nodus majemuk dan bercabang, daun
berbentuk silidris, dan panjang, rimpangan yang tidak berbuku-buku dan tiap tungkai daun

47
terdiri 2-3helai daun, selain itu juga mempunyai tangkai daun brbuku-buku (Romimoharto
dan Juana,2001).

Klasifikasi lamun Syiringodium iseotifolium adalah sebagai berikut :

kingdom : Plantae

Divisi : Anthophyta

Kelas : Angiospermae

Ordo : Helobiae

Family : Potamogetonaceae

Genus : Syiringodium

Spesies : Syiringodium iseotifolium ( Den Hartog,1970).

2.2.3. Cymodoceae serrulata

Syiringodium iseotifolium merukapan morfologi yang berbentuk lingkaran dan


berserat ujung daunnya bergerigi dengan lebar 5-9 mm klompok daun umumnya triangular
denga dasara yang sempit, memiliki ruas atau bekas duduk daun yang terbuka sehingga tidak
membentuk cincin berkelanjutan yang mengelilingi batang, serta ditemukan pada subtidal
yang dangkal dengan batu karang yang rata.( Bengen,2001).

Klasifikasi dari Cymodoceae serrulata adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Liliopsida

Ordo : Potamogetonales

Family : Cymodoceacea

Genus : Cymodoceae

48
Spesies : Cymodoceae serrulata (Bengen,2001).

2.2.4. Halophila ovalis

Halophila ovalis memiliki morfologi daun berbentuk oval dengan tungkai daun ,
panjang 1-4 cm, dan garis-garis tulang daun jelas terlihat sebanyak 10-25 pasang, tumbuhan
yang berdaun kecil terdapat pada habitat yang bersubstrat keras dan pasir di sepanjang batas
pasang surut air laut , sedangkan tumbuhan yang berdaun lebar terdapat pada habitat dengan
substrat yang selalu tergenang. Jenis ini meupakan jenis dengan kemampuan toleransi suhu
yang tinggi. Jenis ini terdapat melimpah baik di daerah tropis maupun subtropis dan tumbuh
sampai kedalaman 25 m dan dominan di daerah intertidal ( Endarwati,H.,2010).

Adapun klasifikasi dari lamun Halophila ovalis adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi : Anthophyta

Kelas : Angiospermae

Family : Hydrocaritaceae

Sub family : Helophiloiddeae

Genus : Halophila

Spesies : Halophila ovalis ( Den Hartog,1970).

BAB III

METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat

49
Pada praktikum lapangan biologi dasar, macam-macam ekosistem yang dilaksanakan
pada hari minggu 20 november 2016 pada pukul 11.30 Wita, yang bertempat di pantai Samuh,
Nusa dua, Bali.

3.2. Alat dan Bahan

3.2.1. Alat

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum pengamatan berbagai macam ekosistem
pantai, adalah sebagai berikut :

No Alat Jumlah Kegunaan


.
1 ADS 2 set Untuk menyelam
2 Ember 1 buah Sebagai wadah sampel yang
didapat
3 Clipboard 1 buah Sebagai alat tulis saat mencatat
hasil

3.2.2. Bahan

Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum berbagai pengamatan macam-macam


ekosistem pantai Samuh adalah sebagai berikut :

No Bahan Jumlah Kegunaan


.
1 Enhalus acoroides 1 buah Sebagai obyek
pengamatan
2 Syiringodium iseotifilium 1 buah Sebagai obyek
pengamatan
3 Cymodoceae serullata 1 buah Sebagai obyek

50
pengamatan
4 Halophila ovalis 1 buah Sebagai obyek
pengamatan
3.3. Cara kerja

Adapun cara kerja dari praktikum mengenal berbagai macam ekositem di pantai Samuh
adalah sebagai berikut :

1. alat dasar selam digunakan dengan baik dan benar .

2. sampel sebanyak 5 macam diambil di laut.

3. sampel yang sudah diambil kemudian didefinisikan dan diklasifikasikan .

4. setelah didefinisikan kemudian sampel di keembalikan ke laut.

51
BAB IV

HASIL

4.1. Gambar

Enhalus acoroides Cymodoceae serullata

Syiringodium isoetifolium Halophila ovaalis

52
4.2. Pembahasan

Berdasarkan tinjauan pustaka dan pengamatan yang dilakukan, didapat bahwa pada
praktikum yang dilaksanakan di pantai samuh tentang pengamatan berbagai ekosistem terutama
tanaman lamun yaitu sebanyak 4 spesies antara lain Enhalus acoroides, Syiringodium
isoetifolium, Cymodoceae serrullata, dan Halophila ovalis.

Enhalus acoroides sebagai salah satu komponen keanekaragaman hayati daerah padang
lamun, yang berkaitan erat dengan produktivitas biomassa serta produktivitas primer yang akan
mempengaruhi jumlah sebaran dan biomassa lamun tersebut ( Brouns,1986).yang membedakan
lamun Enhalus acoroides dengan lamun yang lainnya adalah panjang daun dan besar akarnya
bila dibandingkan dengan lamun yang lainnya.

Syiringodium isoetifolium merupakan spesies yang berdaun pipih bulat seperti lidi
denganujung meruncing, panjang daun 7-12 cm,akar bercabang, dan tiap tangkai daun terdiri 2-3
helaian daun.

Cymodoceae serrullata mempunyai morfologi berbentuk lingkaran dan berserat, ujung


daun bergerigi dengan lebar 5-9 mm. Cymodoceae serrullata termasuk kelas liliosida, yang

53
membedakan dari ketiga sampel lainnya yaitu memiliki kelas angiospermae,dan mempunyai
divisi magnoliophyta.

Halophila ovalis memiliki morfologi daun berbentuk oval atau bulat kecil yang
membedakan dari krtiga lamun atau sampel lainnya, dengan tangkai daun panjang 1-4cm dan
garis-garis daun terlihat jelas sebanyak 10-20 pasang dan merupakan jenis dengan kemampuan
toleransi suhu yang tinggi.

BAB V

KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari praktikum tentang pengamatan ekosistem di pantai Samuh


adalah sebagai berikut :

1. Ekosistem yang ditemukan di pantai Samuh adalah sebagian besar berasal dari
tumbuhan lamun, yakni Enhalus acoroides, Syiringodium isoetifolium, Cymodceae
serrulata, dan Halophila ovalis.
2. Untuk mengklasifikasikan tumbuhan lamun hal pertama yang diperhatikan adalah
genus, dan spesies, karena genus dan spesies sudah pasti berbeda. Dan untuk
beberapa jenis lamun Famili dan divisi juga harus diperhatikan, setelah itu baru
diurutkan dari tingkatan yang tertinggi sampai yang terendah.

54
DAFTAR PUSTAKA

Bengen.D.G.2001.Pedoman Teknis Pengenalan dan


Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir
dan Lautan. IPB. Bogor.
Brouns,J.J.Wm. and Heijs, FmL. 1986. Produktion and Biomass Of
The Seagrasess Enhalus acoroides (L.F). Royle and Its Ephytes.
Aquatic Botany. (25): 21-25.
Campbell, Neil A. DKK.2000. Biologi Jilid III. Jakarta: Erlangga.
Den Hartog,C.1970. The seagrasess of the World Mort Holland
Publishing. Company . Amsterdam.
Dahuri. R, 2003. Keanekaragaman Hayati Laut : Aset Pembaangunan
Berkelanjutan Indonesia. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Endarwati, H. 2010. Modul 2. Botani Laut.
Kiswara, W. 1997. Inventarisasi dan Evaluasi Potensi Laut Pesisir II
Geologi, Kimia, Biologi, dan Ekologi. Pusat Penelitian dan
Pembangunan Oseanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Jakarta
Purnomo,DKK.2005.Biologi. Jakarta. Sunda Kelapa Muda Pustaka.

55
Rahardjo, 2001. Ekologi Tumbuhan Malang. UMM.
Romomoharto, K. juana S. 2001. Biologi Laut Jembatan. Jakarta
Short, I.T. 1997. Effect of Sediment Nutrient Seagrasess. Literature
Review and Mesocosm Experiment. Marine Botani 27 : 4-57 .
Tim Dosen Pembina, 2012. Petunjuk Praktikum Dasar. Jember :
Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan Universitas Jember.

56
57