Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH TEKNOLOGI KATALIS

KATALIS HETEROGEN

Disusun Oleh :

Nama : Fasdilah Ali

Kelas : TK-C2

Stambuk : 092 2014 0041

JURUSAN TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR

2017

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat hidayah-
Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Teknologi Katalis. Tak lupa
pula kita kirimkan shalawat dan taslim kepada junjungan Nabi besar Muhammad
SAW karena beliaulah yang telah membawa kita dari alam yang gelap menuju
alam yang terang benderang seperti pada saat ini.
Ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam pembuatan
makalah ini, atas dukungan moral dan materi yang diberikan, maka penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Rismawati, ST, MT, sebagai dosen pembimbing mata kuliah Teknologi
Katalis.
2. Serta teman-teman yang ikut membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami mengharapkan makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat untuk
pembaca, dan apabila ada kekurangan mohon dimaafkan. Penulis menyadari
bahwa dalam penulisan ini masih terdapat banyak kekurangan dan
ketidaksempurnaan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan
kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan pada penulisan berikutnya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Makassar, 10 April 2017

Penulis
DAFTARISI

2
HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................... 1
A. Latar Belakang.......................................................................... 1
B. Tujuan........................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................... 3
A. Katalis....................................................................................... 3
B. Penggolongan Katalis................................................................ 3
C. Pengertian Katalis Heterogen.................................................... 5
D. Contoh Katalis Heterogen......................................................... 5
E. Komponen Katalis Heterogen................................................... 6
F. Cara Kerja Katalis Heterogen.................................................... 8
G. Peranan Katalis Heterogen........................................................ 9
H. Keuntungan Katalis Heterogen................................................. 10
BAB III PENUTUP..................................................................................... 12
A. Kesimpulan............................................................................... 12
B. Saran.......................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Katalis memiliki peranan yang sangat penting dimana lebih dari 75 %
proses- proses sintesis kimia di industri sangat bergantung dari ketersediaan
katalis. Katalis memegang peranan penting dalam perkembangan industri
kimia, hampir semua produk industri dihasilkan melalui proses yang
memanfaatkan jasa katalis, baik satu atau beberapa proses. Jenis industri yang
membutuhkan katalis antara lain industri energi, bahan bakar, farmasi dan
bahan kimia. Senyawa katalis, baik sebagai katalis homogen maupun
heterogen, terbuat dari senyawa organik ataupun anorganik, dengan demikian
menjadi tema yang sangat menarik untuk diteliti dan dikembangkan, sehingga
kegunaannya dapat ditingkatkan dan efek samping yang ditimbulkan ke
lingkungan dapat ditekan seminimal mungkin.
Katalis homogen atau katalis sefasa dengan larutan reaktannya secara
umum menunjukkan aktifitas katalitik yang lebih baik dari katalis heterogen
dikarenakan mobilitas molekulernya yang tinggi. Masalahnya adalah sulit
untuk memisahkan spesies katalis dengan produk sehingga diperlukan proses
dan biaya tambahan untuk memperoleh produk murni. Hal itu menyebabkan
pihak industri menjadi kurang tertarik sehingga perlu diproses terlebih dahulu
agar katalis homogen dapat digunakan sebagai katalis heterogen melalui
teknik heterogenisasi pada bahan-bahan yang tergolong sebagai support.
Pada umumnya, penggunaan dari katalis dalam bentuk larutan pada
beberapa tahun terakhir ini banyak diteliti kemampuannya saat dijadikan
katalis heterogen melalui proses heterogenisasi. Untuk proses heterogenisasi
katalis homogen ini sangat tergantung dari keberadaan support. Suatu bahan
dapat digunakan sebagai support katalis apabila memenuhi beberapa kriteria
yaitu seperti stabil secara kimia, stabil secara termal, memiliki gugus fungsi
yang dapat mengikat katalis, fleksibel dan juga memiliki luas permukaan
yang besar.

1
A. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui pengertian katalis dan katalis heterogen
2. Mengetahui contoh katalis heterogen dan cara kerja katalis heterogen
3. Mengetahui peranan dan keuntungan katalis heterogen

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Katalis

Katalis adalah suatu senyawa kimia yang menyebabkan reaksi menjadi


lebih cepat untuk mencapai kesetimbangan tanpa mengalami perubahan
kimiawi diakhir reaksi. Katalis tidak mengubah nilai kesetimbangan dan
berperan dalam menurunkan energi aktivasi. Dalam penurunan energi aktivasi
ini, maka energi minimum yang dibutuhkan untuk terjadinya tumbukan
berkurang sehingga terjadinya reaksi berjalan cepat (Gates, 1992). Katalis
pada umumnya mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: aktivitas, stabilitas,
selektivitas, umur, regenerasi dan kekuatan mekanik. Secara umum katalis
mempunyai 2 fungsi yaitu mempercepat reaksi menuju kesetimbangan atau
fungsi aktivitas dan meningkatkan hasil reaksi yang dikehendaki atau fungsi
selektivitas (Nasikin dan Susanto, 2010).
Katalis ini mampu mempercepat laju reaksi kimia yang secara
termodinamika dapat berlangsung, karena kemampuannya mengadakan
interaksi dengan paling sedikit satu molekul reaktan untuk menghasilkan
senyawa antara yang lebih aktif. Interaksi ini akan dapat meningkatkan
ketepatan orientasi tumbukan, meningkatkan konsentrasi akibat lokalisasi
reaktan, sehingga meningkatkan jumlah tumbukan dan membuka alur reaksi
dengan energi pengaktifan yang lebih rendah (Gates, 1992).
Katalis dapat dibagi ke dalam 3 komponen yakni situs aktif, penyangga
atau pengemban dan promotor. Situs aktif berperan dalam reaksi kimia yang
diharapkan, penyangga berperan dalam memodifikasi komponen aktif,
menyediakan permukaan yang luas, dan meningkatkan stabilitas katalis,
sementara itu promotor berperan dalam meningkatkan atau membatasi
aktivitas katalis serta berperan dalam struktur katalis.
B. Penggolongan Katalis
Katalis dapat digolongkan ke dalam 2 jenis, yaitu katalis homogen dan
katalis heterogen. Dalam reaksi dengan katalis homogen, katalis berada dalam

3
fase yang sama dengan reaktan. Biasanya, semua reaktan dan katalis berada
dalam satu fasa tunggal cair atau gas. Produksi biodiesel dengan katalis
homogen secara umum menggunakan katalis H2SO4, NaOH dan KOH
(Busca, 2014). Dalam reaksi dengan katalis heterogen, katalis dan reaktan
berada dalam fase yang berbeda. Katalis heterogen cenderung lebih mudah
untuk dipisahkan dan digunakan kembali dari campuran reaksi karena fasa
yang digunakan berbeda dengan produk reaksinya. Katalis heterogen juga
lebih mudah dibuat dan mudah diletakkan pada industri karena fasa yang
berbeda dengan pereaktannya. Biasanya katalis heterogen yang digunakan
berupa fase padat (Istadi, 2011).
Adanya beda fasa pada katalis dan pereaktan menjadikan mekanisme
reaksi menjadi sangat kompleks. Fenomena antarmuka menjadi sesuatu yang
sangat penting dan berperan. Reaksi cairan atau gas dengan adanya katalis
padat adalah contoh yang khas (Busca, 2014).
Proses katalitik menggunakan katalis heterogen dalam industri pertama
kali pada tahun 1857, menggunakan Pt untuk mengoksidasi SO 2 menjadi SO3
dalam larutan asam. Mekanisme yang tepat dari katalis heterogen belum
dimengerti secara sempurna. Walaupun demikian tersedianya electron d dan
orbital d pada atom-atom permukaan katalis memegang peranan penting. Oleh
karena itu aktifitas katalisis heterogen banyak dilakukan pada sejumlah besar
unsur peralihan (transisi) dan senyawa senyawanya. Persyaratan kunci
dalam katalisis heterogen ialah bahwa pereaksi fase gas atau larutan diadsorpsi
kepermukaan katalis (Fessenden,1986).
Persyaratan kunci dalam katalisis heterogen ialah bahwa pereaksi fase
gas atau larutan diadsorpsi kepermukaan katalis. Tidak semua atom atom
permukaan sama efektifnya sebagai katalis, bagian yang efektif tersebut
disebut sisi aktif katalis.
Mekanisme dari katalis padat dengan reaktan fasa gas, dimana terjadi
pembentukan kompleks reaktan dengan katalis setelah pembentukan produk
adalah sebagai berikut :

4
1. Reaktan terbawa oleh aliran gas pembawa sampai kepermukaan luar
partikel katalis.
2. Difusi reaktan dari permukaan luar masuk melalui pori dalam partikel
katalis.
3. Reaktan diadsorpsi pada sisi aktif katalis sehingga menimbulkan energi
adsorpsi
4. Reaksi pembentukan produk antara permukaan sampai terjadinya produk.
5. Produk didesorpsi dari katalis keluar melalui pori bagian partikel katalis.
6. Difusi produk menuju permukaan luar partikel katalis.
7. Produk mengikuti aliran gas pembawa.

C. Pengertian Katalis Heterogen

Katalis heterogen merupakan katalis yang memiliki fasa yang berbeda


dengan reaktannya atau dapat didefinisikan bahwa katalis heterogen
merupakan katalis yang fasanya tidak sama dengan reaktan dan produk.
Katalis heterogen secara umum berbentuk padat dan banyak digunakan pada
reaktan berwujud cair atau gas.

D. Contoh Katalis Heterogen

Umumnya katalis heterogen berupa zat padat yang terdiri dari logam
atau oksida logam. Contoh-contoh dari katalis heterogen adalah zeolit, CaO,
MgO, dan resin penukar ion. Proses katalitik menggunakan katalis heterogen
dalam industri pertama kali pada tahun 1857, menggunakan Pt untuk
mengoksidasi SO2 menjadi SO3 dalam larutan asam. Katalis heterogen sejauh
ini adalah jenis katalis yang paling penting dalam kimia industri, terutama
dalam sintesis berbagai bahan kimia penting.
Tabel 2.1. Beberapa contoh katalis heterogen dalam dunia industri
Reaksi Katalis
C4H10 Butena dan C4H6 (butadiena) Cr2O3 - Al2O3

CH4 (hidrokarbon lain) + H2O CO + H2 Ni support


Pd dalam Al2O3 atau padatan
C2H2 + 2H2 C2H6
pendukung Ni-Sulfida.
Logam (seperti Pd) pada zeolit

5
Hidrocracking Promotor ZnO dengan Cr2O3
CO + 2H2 CH3OH atau promoter Cu1 ZnO
dengan Cr2O3 atau Al2O3.

E. Komponen Katalis Heterogen

Katalis heterogen memiliki tiga komponen, yaitu fasa aktif, promotor


dan penyangga. Fasa aktif merupakan sisi aktif dari katalis yang merupakan
tempat terjadinya reaksi pada katalis. Semakin luas permukaan fasa aktif,
maka aktivitas akan semakin baik. Fasa aktif tersebut biasanya disebar dalam
suatu penyangga. Dengan kata lain, penyangga berperan dalam hal sebaran
fasa aktif. Semakin luas permukaan penyangga, maka fasa aktif akan tersebar
lebih banyak sehingga akan meningkatkan aktivitas. Penyangga juga
berfungsi untuk menstabilkan katalis. Reaksi dengan menggunakan katalis
heterogen biasanya dijalankan pada suhu tinggi. Pada suhu tinggi fasa aktif
mudah terdekomposisi sehingga penyangga biasa digunakan untuk mencegah
dekomposisi fasa aktif.

Komponen lain pada katalis heterogen adalah promotor. Promotor


berfungsi untuk memperbaiki kinerja katalis. Misalnya untuk mencegah
sintering, untuk mencegah reaksi samping, dan lain-lain. Fasa aktif,
penyangga dan promotor merupakan komponen katalis heterogen, namun
tidak semua katalis heterogen memiliki ketiga komponen tersebut. Ada juga
katalis yang hanya berupa zat aktif dengan penyangga atau zat aktif dengan
promotor.

Komponen aktif merupakan pusat aktif katalis yang berfungsi untuk


mempercepat dan mengarahkan reaksi yang berhubungan dengan aktivitas
dan selektivitas. Molibdenum adalah salah satu logam yang dapat digunakan
sebagai komponen aktif [Lestari, 2006]. Molibdenum yang diembankan pada
penyangga dapat diperoleh dari ammonium heptamolybdate, ammonium
molybdate tetrahydrate, molybdenum (II) acetate dimer, molybdenum
carbonyl, molybdenum (V) chloride,molybdenum (VI) dioxide

6
bis(acetylacetonate) dan 12-molybdophosphoric acid hydrate. Jumlah
molibdenum yang diembankan pada katalis biasanya berkisar 1 s.d 50 %
berat dan disarankan antara 3 s.d 20 % berat dari berat total. Promotor
ditambahkan pada katalis dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja katalis
(aktivitas, stabilitas dan selektivitas).

Promotor yang biasa digunakan misalnya kobalt (Co) atau nikel (Ni)
[Lestari, 2006]. Nikel yang diembankan pada penyangga dapat diperoleh dari
nikel nitrate, nikel (II) bromida hydrate, nikel (II) chloride, nikel (II) chloride
hexahydrate, nikel (II) hydroxide, nikel (II) molybdate, nikel (II) phosphate
hydrate dan nikel (II) tungstate. Jumlah nikel yang diembankan pada katalis
berkisar 0,5 s.d 50 % berat dan disarankan antara 1 s.d 10 % berat dari berat
total katalis [ Wu dkk, 2000]. Penyangga secara umum berfungsi untuk
menyediakan permukaan yang luas untuk menebarkan komponen aktif agar
permukaan kontaknya lebih luas dan efisien. Sifat padatan yang perlu
dipertimbangkan dalam pemilihan penyangga secara umum antara lain
keinertan, kekuatan mekanikal, kestabilan pada rentang kondisi reaksi dan
regenerasi, luas permukaan, porositas, dan harga.

Penyangga merupakan komponen terbesar dalam katalis, sehinga harus


dipilih yang memiliki stabilitas dan konduktivitas yang tinggi serta harga
yang murah [Lestari, 2006]. Untuk proses konversi fraksi hidrokarbon rantai
panjang, poliaromatik maupun polimer, dibutuhkan katalis perengkah yang
merupakan katalis heterogen (padatan). 16 Salah satu jenis katalis untuk
proses tersebut adalah metal supported catalyst yang terdiri dari logam yang
diembankan pada pengemban padat seperti silka-alumina, alumina dan zeolit.

Salah satu sifat penting katalis adalah jumlah situs asam totalnya
(keasaman). Keasaman zeolit dapat ditingkatkan dengan cara pengembanan
logam-logam transisi yang memiliki orbital d belum terisi penuh. Logam-
logam ini secara langsung dapat berfungsi sebagai katalis tanpa diembankan
terlebih dahulu pada pengemban, tetapi memiliki kelemahan, diantaranya luas
permukaan yang relatif kecil, dan selama proses katalitik dapat terjadi

7
penggumpalan. Pengembanan logam-logam tersebut pada zeolit akan
mendistribusikannya secara merata pada permukaan pengemban, sehingga
menambah luas permukaan spesifik sistem katalis secara keseluruhan. Jenis
logam yang biasanya diembankan pada pengemban dan digunakan secara luas
pada industri minyak bumi adalah Ni-Mo pada pengemban zeolit sintetis
[Trisunaryanti, 2005]

F. Cara Kerja Katalis Heterogen.

Katalis dapat bekerja dengan membentuk senyawa atau mengabsorpsi


zat yang direaksikan. Sehingga katalis dapat meningkatkan laju reaksi,
sementara katalis itu sendiri tidak mengalami perubahan kimia secara
permanen. Cara kerjanya yaitu dengan menempel pada bagian substrat
tertentu dan pada akhirnya dapat menurunkan energi pengaktifan dari reaksi,
sehingga reaksi berlangsung dengan cepat.
Secara umum proses suatu reaksi kimia dengan penambahan katalis
dapat dijelaskan sebagai berikut. Zat A dan zat B yang direaksikan
membentuk zat AB dimana zat C sebagai katalis.
A + B AB (reaksi lambat)
Bila tanpa katalis diperlukan energi pengaktifan yang tinggi dan
terbentuknya zat AB lambat. Namun, dengan adanya katalis C, maka
terjadilah reaksi :
A + C AC (reaksi cepat)
Energi pengaktifan diturunkan, maka AC terbentuk cepat dan seketika
itu juga AC bereaksi dengan B membentuk senyawa ABC.
AC + B ABC (reaksi cepat).
Energi pengaktifan reaksi ini rendah sehingga dengan cepat terbentuk
ABC yang kemudian mengurai menjadi AB dan C sesuai reaksi yaitu sebagai
berikut :
ABC AB + C (reaksi cepat)
Ada dua macam katalis, yaitu katalis positif (katalisator)
yang berfungsi untuk mempercepat terjadinya reaksi, dan katalis negatif

8
(inhibitor) yang berfungsi untuk memperlambat terjadinya laju
reaksi. Katalis positif berperan menurunkan energi pengaktifan, dan memuat
orientasi molekul sesuai untuk terjadinya tumbukan. Akibatnya molekul gas
yang teradsorpsi pada permukaan logam ini menjadi lebih reaktif daripada
molekul gas yang tidak terabsorbsi. Prinsip ini adalah kerja dari katalis
heterogen, yang banyak dimanfaatkan dimanfaatkan untuk mengkatalisis
reaksi-reaksi gas.

G. Peranan Katalis Heterogen

Katalis heterogen merupakan katalis yang memiliki fasa yang berbeda


dengan reaktannya. Salah satu peranan katalis heterogen adalah Al2O3 sebagai
katalis converter gas buang pada kendaraan bermotor.
Jenis katalis heterogen yang berfungsi disini adalah Catalytic converter
yang merupakan alat yang digunakan sebagai kontrol emisi gas buang yang
diletakkan setelah exhaust manifold pada sistem pembuangan kendaraaan
bermotor. Katalis automotive (converter) ini pertama kali didesain pada
tahun 1975 di US yang bertujuan untuk mengurangi polusi udara dengan cara
mengkonversi gas karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx) dan
hidrokarbon (HC) yang merupakan gas buang dari reaksi pembakaran bahan
bakar yang tidak sempurna pada kendaraan bermotor
Katalis heterogen penting juga dalam industri minyak. Salah satu terapan
yang menarik adalah produksi bahan bakar cair sintesis seperti bensin dari
minyak diesel dengan cara reaksi hidrogen, H2 dengan karbon monoksida,
CO. Dengan suatu katalis logam yang tepat seperti nikel atau kobalt, karbon
monoksida akan bereaksi dengan hidrogen untuk menghasilkan air dan
hidrokarbon.
Penggunaan katalis pada alat control yang disebut auto exhaust
emissions. Mobil-mobil yang dijual di Amerika sekarang dilengkapi dengan
catalytic converters. Alat ini menggunakan suatu lempeng campuran oksida
logam dimana gas-gas yang sudah kotor lewat setelah gas-gas tersebut
bercampur dengan udara. Katalis secara efektif menaikkan oksidasi CO dan

9
hidrokarbon lain-lain menjadi CO2 dan H2O. Katalis pada catalytic converters
yang baru menghilangkan juga pencemar oksida nitrogen dengan
mempercepat penguraiannya menjadi nitrogen dan oksigen.
Kekurangan alat ini adalah katalisnya dapat diracuni oleh logam Pb.
Akibatnya, mobil yang menggunakannya harus menggunakan bensin yang
bebas Pb (timbal). Kekurangan yang lain adalah katalis ini juga akan
mempercepat oksidasi SO2 menjadi SO3 yang akan bereaksi dengan uap air
membentuk uap asam sulfat. Oleh karena SO2 dihasilkan dari pembakaran
bensin yang mengandung kadar sulfur yang tinggi, maka hal ini menjadi
persoalan serius.

H. Keuntungan Katalis Heterogen

Adapun keuntungan dari katalis heterogen adalah sebagai berikut :


1. Ramah lingkungan
2. Tidak bersifat korosif
3. Mudah dipisahkan dari produk dengan cara filtrasi
4. Katalis ini dapat digunakan berulangkali dalam jangka waktu lebih lama.
5. Selain itu, katalis heterogen meningkatkan kemurnian hasil karena reaksi
samping dapat dieliminasi.
Keuntungan lain dari penggunaan katalis heterogen ini adalah
katalisnya dapat dipisahkan dengan cara penyaringan dari produk bila reaksi
telah selesai. Banyak proses industri yang telah menggunakan katalis
heterogen ini, sehingga proses dapat berlangsung lebih cepat dan biaya
produksi dapat dikurangi. Beberapa logam ada yang dapat mengikat cukup
banyak molekul-molekul gas pada permukaannya, misalnya Ni, Pt, Pd dan V.
Gaya tarik menarik antara atom logam dengan molekul gas dapat
memperlemah ikatan kovalen pada molekul gas, dan bahkan dapat
memutuskan ikatan itu.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

10
1. Katalis merupakan suatu zat yang sangat di perlukan dalam kehidupan
manusia. Katalis dapat dibagi berdasarkan dua tipe dasar, heterogen dan homogen.
Katalis heterogen merupakan katalis yang fasanya tidak sama dengan reaktan dan
produk. Katalis heterogen dapat berupa zat padat yang terdiri dari logam atau
oksida logam misalnya zeolit, CaO, MgO, dan resin penukar ion.
2. Cara kerjanya dengan menempel pada bagian substrat tertentu dan pada
akhirnya dapat menurunkan energi pengaktifan dari reaksi, sehingga reaksi
berlangsung dengan cepat.
3. Keuntungan katalis heterogen adalah ramah lingkungan, tidak bersifat
korosif, mudah dipisahkan dari produk dengan cara filtrasi, serta dapat digunakan
berulangkali dalam jangka waktu yang lama.

B. Saran
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini masih terdapat banyak
kekurangan dan ketidaksempurnaan. Oleh karena itu penulis sangat
mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi
kesempurnaan pada penulisan berikutnya. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

DAFTAR PUSTAKA

Albertus, Toni. Paper Aplikasi Kimia dalam Kehidupan. Diakses pada 6 April
2017.
Brady, James E. 1986. Kimia Universitas Asas & Struktur Jilid 2. Tangerang :
Binarupa Aksara.
Devitria, Rosa, dkk. 2013. Sintesis Biodiesel Dengan Katalis Heterogen Lempung
Cengar Yang Diaktivasi Dengan Naoh: Pengaruh Waktu Reaksi Dan Rasio
Molar Minyak:Metanol. J. Ind.Che.Acta Vol. 3 (2). Program Pascasarjana
Kimia, Universitas Riau..
Jones, Norton,W. 1969. Textbook of General Chemistry. Abilene, Texas : The C.V.
Mosby Company

11
Keenan. 1989. Kimia Untuk Universitas. Jakarta : Erlangga
Maturidi, Arhal. Katalis. http://arhalmaturidi.blogspot.com/2012/05/katalis.html.
Diakses pada 6 April 2017.
Wibowo, W., Suwarso, W. P., Utari, T., & Purwaningsih, H. (2002). Aplikasi
Reaksi Katalisis Heterogen Untuk Pembuatan Vanili Sintetik (3-Hidroksi-2-
Metoksi benzal dehida) dari Eugenol (4-Allil-2-Metoksifenol) Minyak
Cengkeh. Makara Sains, 142-148.
Widjajanti, Endang. 2005. Makalah pengabdian pada masyarakat : Pengaruh
katalisator terhadap Laju reaksi. Yogyakarta : Yogyakarta University Press.