Anda di halaman 1dari 5

HYMEN INPERFORATA

A. Definisi
Hymen Imperforata ialah selaput dara yang tidak menunjukan lubang (Hiatus
Himenalis) sama sekali, suatu kelainan yang ringan dan yang cukup sering dijumpai.
Kemungkinan besar kelainan ini tidak dikenal sebelum menarche. Sesudah itu molimina
menstrualia dialami tiap bulan, tetapi darah haid tidak keluar. Darah itu terkumpul di dalam
vagina dan menyebabkan hymen tampak kebiru-biruan dan menonjol keluar
(Hematokolpos).
Bila keadaan ini dibiarkan, maka uterus akan terisi juga dengan darah haid dan akan
membesar (Hematometra). (Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kandungan. 2005. Jakarta:
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.)

B. Etiologi
Selaput dara berasal dari tunas embrio vagina dari sinus urogenital. Akibatnya,
selaput dara adalah gabungan dari epitel vagina dan epitel dari sinus urogenital sela oleh
mesoderm. Setelah selaput dara menjadi berlubang atau bentuk sebuah kanal pusat,
membentuk komunikasi antara saluran vagina bagian atas dan bagian depan vagina.
Etiologis khusus untuk kegagalan untuk menetapkan patensi tidak jelas. Penyebabnya
mungkin berhubungan dengan kegagalan apoptosis karena sinyal genetik dikirim, atau
mungkin berkaitan dengan lingkungan hormonal yang tidak pantas. Selain itu mungkin
karena warisan familial dalam generasi berturut-turut telah dijelaskan.

C. Patofisiologi
Kelainan kongenital himen imperforata secara pasti belum jelas, akan tetapi beberapa
peneliti ada yang menganggap karena adanya gangguan pada gen autosomal resesif (Jones,
1972), gangguan pada transmitted sex-linked autosommal dominant (Shohiv, 1978), adanya
hormon antimullerian. Selain itu diduga akibat produksi faktor regresi Mulleri yang tidak
sesuai pada gonad embrio wanita, tidak adanya atau kurangnya reseptor estrogen yang
terbatas pada saluran Muller bawah, terhentinya perkembangan saluran Muller oleh bahan
teratogenik.
Hong Kong. Emerg. Med.Journal.tahun 2009. Vol. 17/ edisi 5/ Halaman 371 373
Singapore Med Journal. Tahun :2009/ volume 50 / edisi (7)/halaman :378-379

D. Gambaran Klinis
Gambaran klinik himen imperforata merupakan manivestasi dari tidak tersalurnya darah
menstruasi sehingga terjadi timbunan yang dapat mencapai ruangan abdomen. Gambaran
klinik dapat dijumpai sebagai berikut :
1. Hematokolpos
Terjadi timbunan darah di vagina
i
Himen berwarna kebiruan dan menonjol karena timbunan darah
2. Hematometra
Timbunan di dalam rahim
Terasa sesak, tekan bagian bawah,nyeri terutama saat menstruasi
Dapat diraba di atas sympisis berupa tumor padat dan teraba nyeri
3. Hematosalping
Timbunan darah pada tuba fallopi
Darah ini dapat mencapai ruangan abdomen
(Scrock,Theodore.1995.Ilmu bedah.Edisi 7.Jakarta: EGC)

E. Pemeriksaan
Untuk menegakkan diagnosis himen imperforata dilakukan beberapa pemeriksaan
penunjang. Penelitian di Hong Kong dari periode 1999 sampai 2007 dilakukan review 23
kasus selaput dara imperforata, untuk menekankan kemudahan membuat diagnosis selaput
dara imperforata dengan pemeriksaan alat kelamin rutin di masa kanak-kanak(Jason
Yen,2008). Pemeriksaaan dilakukan dengan :

1. Anamnesa yang menyeluruh


Tanyakan secara menyeluruh riwakyat kesehatan keluarga. Keluhan yang paling sering
ditemukan adalah amenorhoe primer dan nyeri abdomen. Pasien mengalami masa pubertas
dengan masa telarche yang normal. Karena ovarium berfungsi secara normal, penderita
mengalami perubahan-perubahan pada tubuhnya sesuai dengan siklus menstruasi.

1. Pemeriksaan fisik
- Pertumbuhan tanda-tanda seksual sekunder normal dan timbulnya setelah masa pubertas,
sama seperti wanita normal lainnya. Tinggi badan normal
- Pemeriksaan dengan spekulum
- Pada pemeriksaan colok dubur dapat ditentukan besar dan luas gumpalan darah di alat
kelamin dalam.
- Menempatkan pasien dalam posisi lutut-dada bantu pemeriksaan fisik pada kelompok usia
anak. Memiliki berlutut pasien di meja pemeriksaan dengan sikunya di meja dan wajahnya
beristirahat di tangannya. Perlahan menyebar pantat dan labia dan memiliki napas pasien
atau pukulan. Jika pemeriksaan masih sulit, obat penenang atau anestesi mungkin
diperlukan.

2. Pemeriksaan Penunjang
- USG
Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis himen imperforata dapat dilakukan
pemeriksaan USG untuk menentukan ada dan luasnya perdarahan di uterus, tuba, dan
rongga perut.
- Magnetic Resonance Imaging (MRI)
MRI dapat memberikan pencitraan yang terbaik dari jaringan seperfisial dan jaringan yang
lebih dalam. MRI dapat mengklarifikasi hasil pemeriksaan USG mengenai cavum uterus,
dan dapat memeriksa struktur subperitoneal serta dapat mendeteksi adanya serviks uteri.
Chin Med Assoc Journal: Tahun: 2007/volume70/edisi(12)/ halaman559561

ii
Hong Kong . Emerg. Med Journal. Tahun 2009 /Vol. 17/edisi 5/hal 371 373
F. Perencanaan
Dibuka secara bedah untuk memungkinkan drainase mukokolpos atau hematokolpos
atau kedua duanya. Pada bayi dan anak anak bagian sentral selaputnya dieksisi. Pada
anak yang lebih tua dengan darah menstruasi yang tertahan, suatu bagian yang menyerupai
baji dari pars posterior himen diambil.Perlakuan klasik adalah selaput dara imperforata
melalui hymenectomy bedah. Yaitu dengan dilakukan sayatan berbentuk X,menghasilkan 4
sudut persimpangan tiap sudut dijahit kearah luar(dasar himen). Pada saat dilakukan maka
akan keluarlah darah haid yang telah menumpuk sekian lama di rongga vagina dan rahim.
Perdarahan, jaringan parut dan stenosis dari lubang vagina adalah komplikasi utama dari
prosedur ini. Teknik invasif yang kurang tersedia termasuk penggunaan karbon dioksida
lasers14 atau aplikasi Foley catheters15 tanpa merusak struktur selaput dara. Waktu yang
optimal operasi didasarkan pada gejala. Asimtomatik anak didiagnosis tanpa mucocele dapat
diobati selama pubertas sebelum perkembangan hematocolpos atau hematometra untuk
mengurangi risiko anestesi umum. (Goldstein,2008).

iii
DAFTAR PUSTAKA

1. (Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kandungan. 2005. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka


Sarwono Prawirohardjo.)
2. Hong Kong. Emerg. Med.Journal.tahun 2009. Vol. 17/ edisi 5/ Halaman 371
373Singapore Med Journal. Tahun :2009/ volume 50 / edisi (7)/halaman :378-379
3. (Scrock,Theodore.1995.Ilmu bedah.Edisi 7.Jakarta: EGC)
4. Chin Med Assoc Journal: Tahun: 2007/volume70/edisi(12)/ halaman559561
Hong Kong . Emerg. Med Journal. Tahun 2009 /Vol. 17/edisi 5/hal 371 373
5. (Goldstein,2008).

iv
LAPORAN PENDAHULUAN
HYMEN IMPERFORATA DI RUANG 1
RSUD DR. SOEKARJO TASIKMALAYA

Disusun untuk memenuhi tugas Praktik

Disusun oleh :
Dede Chairul Imam
MB0612010

STIKES MITRA KENCANA


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
TASIKMALAYA
2014
v