Anda di halaman 1dari 4

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

SOP No. Dokumen :


No. Revisi :
TanggalTerbit :
Halaman : 1/4
UPTD Puskesmas Kepala UP TDPuskesmas
UPTD FATMAWATI. SKM
NIP. 19820619 200312 2 003
KESEHATAN
PASANGKAYU
1. Pengertian Mual dan muntah yang terjadi pada awal kehamilan sampai umur
kehamilan 16 minggu.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam melakukan
tatalaksana hiperemesis gravidarum
3. Kebijakan
4. Referensi Panduan Praktek Klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan
primer.
5. Prosedur Alat :
1. Spygnomanometer
2. Stetoskop
3. Jam
4. Termometer
Bahan:
1. Infus set
2. Cairan kristaloid
6. Langkah- 1. Dokter melakukan identifikasi pasien dengan menanyakan nama,
langkah tanggal lahir, alamat pasien (minimal dua data) dan mencocokan
data dengan rekam medis.
2. Dokter melakukan anamnesa dengan menanyakan keluhan : Mual
dan muntah hebat, ibu terlihat pucat dan kekurangan cairan.
Faktor Risiko, belum diketahui secara pasti namun diperkirakan
erat kaitannya dengan faktor-faktor
a. Peningkatan hormon hormon kehamilan.
b. Adanya riwayat hiperemesis pada kehamilan sebelumnya
c. Status nutrisi: pada wanita obesitas lebih jarang di rawat
inap karena hiperemesis.
d. Psikologis: adanya stress dan emosi
3. Dokter melakukan pemeriksaan fisik ditemukan: Tanda-tanda
dehidrasi: mata cekung, bibir kering, turgor berkurang, kulit pucat,
sianosis, berat badan turun> 5% dari berat badan sebelum hamil,
uterus besar sesuai usia kehamilan, pada pemeriksaan inspekulo
tampak serviks yang berwarna biru.
4. Dokter meminta pemeriksaan penunjang
a) Darah lengkap, kenaikan relatif hemoglobin dan hematokrit.
b) Urinalisa, warna pekat, berat jenis meningkat, pemeriksaan
ketonuria, dan proteinuria
5. Dokter menegakkan diagnosia berdasarkan anamnesa,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
6. Dokter memberikan penatalaksanaan :
a) Non Medikamentosa
Mengusahakan kecukupan nutrisi ibu, termasuk
suplemantasi vitamin dan asam folat di awal kehamilan.
Makan porsi kecil, tetapi lebih sering.
Menghindari makanan yang berminyak dan berbau
lemak.
Istirahat cukup dan hindari kelelahan.
Efekasi yang teratur.
b) Medikamentosa
Tatalaksana Umum
Bila perlu, berikan 10 mg Doksilamin dikombinasikan
dengan 10 mg vitamin B6 hingga 4 tablet/hari (misalnya 2
tablet saat akan tidur, 1 tablet saat pagi, dan 1 tablet saat
siang).
Bila masih belum teratasi, tambahkan Dimenhidrinat 50-
100 mg per oral atau supositoria, 4-6 kali sehari (maksimal
200 mg/hari bila meminum 4 tablet Doksilamin/Piridoksin),
ATAU Prometazin 5-10 mg 3-4 kali sehari per oral atau
supositoria.
Bila masih belum teratasi, tapi tidak terjadi dehidrasi,
berikan salah satu obat di bawah ini:
o Klorpromazin 10-25 mg per oral atau 50-100 mg
IM tiap 4-6 jam
o Proklorperazin 5-10 mg per oral atau IM atau
supositoria tiap 6-8 jam
o Prometazin 12,5-25 mg per oral atau IM tiap 4-6
jam
o Metoklopramid 5-10 mg per oral atau IM tiap 8
jam
o Ondansetron 8 mg per oral tiap 12 jam
Bila masih belum teratasi dan terjadi dehidrasi, pasang kanula
intravena dan berikan cairan sesuai dengan derajat hidrasi ibu
dan kebutuhan cairannya, lalu:
o Berikan suplemen multi vitamin IV
o Berikan dimenhidrinat 50 mg dalam 50 ml NaCl 0,9% IV
selama 20 menit, setiap 4-6 jam sekali
o Bila perlu, tambahkan salah satu obat berikut ini:
- Klorpromazin 25-50 mg IV tiap 4-6 jam
- Proklorperazin 5-10 mg IV tiap 6-8 jam
- Prometazin 12,5-25 mg IV tiap 4-6 jam
- Metoklopramid 5-10 mg tiap 8 jam per oral
Bila perlu, tambahkan Metilprednisolon 15-20 mg IV tiap 8 jam
atau ondansetron 8 mg selama 15 menit IV tiap 12 jam atau
1mg/jam terus-menerus selama 24 jam.
7. Dokter memberikan edukasi kepada pasien dan atau keluarga
pasien mengenai kondisi pasien, layanan medis, pengobatan,
efek samping obat dan rujukan bila diperlukan
8. Dokter mencatat tanggal pemeriksaan, anamnesis, pemeriksaan
fisik, diagnosis/kode ICD 10 : : O21.0 Mild hyperemis gravidarum
9. Bagan Alir

10. Hal- hal yang Konseling dan edukasi :


perlu 1. Memberikan informasi kepada pasien, suami, dan keluarga
diperhatikan mengenai kehamilan dan persalinansuatu proses fisiologik.
2. Memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang
muntah merupakan gejala fisiologik pada kehamilan muda dan
akan hilang setelah usia kehamilan 4 bulan.
3. Hindari kelelahan pada ibu dengan aktivitas berlebihan.
4. Memperhatikan kecukupan nutrisi ibu, dan sedapat mungkin
mendapatkan suplemen asam folat di awal kehamilan.
Kriteria rujukan :
1. Ditemukan gejala klinis dan ada gangguan
2. Adanya komplikasi gastroesopagheal reflux disease (GERD),
ruptur esofagus, perdarahan saluran cerna atas dan
kemungkinan defisiensi vitamin terutama thiamine.
3. Pasien telah mendapatkan tindakan awal kegawatdaruratan
sebelum proses rujukan
11. Unit terkait 1. Poli Umum
2. Rawat inap KIA
3. UGD
4. Laboratorium
5. Apotik
12. Dokumen 1. Rekam Medis
2. Surat rujukan
terkait
13. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tangga mulai
historis
diberlakukan
perubahan