Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM SEED BANK GULMA

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Perlindungan Tanaman


(Gulma)

DI SUSUN OLEH :
Kelompok 5

Dini Nurkhikmah 150510150037


Dina Mustika Nur 150510150048
Bill Divend Sihombing 150510150065
Septian 150510150066
Ayu Nurul Hikkmah 150510150068
Adella Chintania 150510150123

Kelas B

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2016
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, kami panjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rampat, hidayah dan inayah- Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan laporan mengenai Laporan Praktikum Seed Bank Gulma.
Laporan praktikum ini telah kami susun serta mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu,
kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu,
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah mengenai Laporan Praktikum
Seed Bank Gulma ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap
pembaca.

Bandung, Desember 2016

Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................2
BAB I..................................................................................................4
PENDAHULUAN..................................................................................4
1.1 Latar Belakang...........................................................................4
1.2 Tujuan......................................................................................5
BAB II.................................................................................................6
TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................6
2.1 Pengertian Gulma........................................................................6
2.2 Seed Bank.................................................................................7
2.3 Penyebaran Biji Gulma.................................................................9
2.4 Klasifikasi Gulma........................................................................9
2.3.1 Klasifikasi berdasarkan daur hidupnya atau umur...........................10
2.3.2 Klasifikasi berdasarkan habitat.................................................10
2.3.3 Klasifikasi berdasarkan kerugian yang ditimbulkan........................11
2.3.4 Klasifikasi berdasarkan kesamaan relatif dalam sifat bersaing dan
responnya terhadap herbisida.............................................................11
BAB III..............................................................................................13
METODE PRAKTIKUM........................................................................13
3.1. Waktu dan Tempat Praktikum.......................................................13
3.2 Alat dan Bahan.........................................................................13
3.3 Cara Kerja...............................................................................15
BAB IV..............................................................................................16
HASIL DAN PEMBAHASAN.................................................................16
4.1 HASIL...................................................................................16
4.2 PEMBAHASAN......................................................................16
BAB V...............................................................................................20
PENUTUP..........................................................................................20
5.1 Kesimpulan............................................................................20
5.2 Kritik dan Saran......................................................................21
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................22
LAMPIRAN........................................................................................23
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Benih benih gulma telah lama dikenal mempunyai kemampuan tumbuh yang
sangat tinggi dibandingkan dengan tanaman budidaya dan tetap dapat tumbuh setelah
bertahun-tahun, dormasinya terkenal sangat lama. Hal ini disebabkan mungkin karena
terdapatnya mekanisme khusus adaptasi pada benih gulma. Gulma adalah tumbuhan
yang mudah tumbuh pada setiap tempat yang berbeda-beda, mulai dari tempat yang
msikin nutrisi sampai yang kaya nutrisi. Sifat inilah yang membedakan antara gulma
dengan tanaman budidaya. Kemampuan gulma mengadakan regenerasi besar sekali,
khususnya pada gulma parenial. Gulma parenial dapat menyebar dengan cara
vegetatif. Luasnya penyebaran karena daundapat dimodifikasikan, demikian pula
pada bagian-bagian lain, hal inilah yang membuat gulma unggul dalam persaingan
dengan tanaman budidaya. Gulma juga dapat membentuk biji yang jumlahnya banyak
yang memungkinkan gulma untuk cepat berkembang biak (Moenandir, 1988).
Faktor di lapangan diantaranya faktor air (termasuk kandungan air tertentu
dalam benih) biasanya memegang peranan penting dalam berkecambahnya benih
gulma, disamping faktor-faktor lainnya seperti faktor kedalaman tanah (adanya benih
dalam tanah), cahaya matahari dan sebagainya. Biji yang dihasilkan gulma sebagian
besar jatuh ke tanah dan berada pada lapisan olahtanah atau rhizosfer sehingga
terakumulasi (Seed Bank). Biji gulma mempunyai viabilitas yang tinggi dalam waktu
yang lama meskipun biji belum sempurna atau masih muda. Biji gulma hanya akan
menimbulkan masalah bila tumbuh menjadi individu dewasa. Seed bank dilahan
pertanian, ditimbulkan oleh banyak spesies, meskipun dalam suatu saat ciri
infestasigulma akan didominasi oleh spesies tertentu saja. Faktor yang paling penting
dalam suatu populasi gulma di suatu daerah pertanian atau habitat-habitat lainnya
adalah biji-biji gulma yang berada dalam tanah yang dihasilkan olehgulma yang
tumbuh sebelumnya. Pada kebanyakan lahan pertanian terdapat biji-biji gulma yang
sewaktu-waktu dapat berkecambah dan tumbuh bila keadaan lingkungan
menguntungkan. Banyaknya biji-biji gulma dalam tanah (seed bank) merupakan
gabungan dari biji-biji yang dihasilkan oleh gulma sebelumnya dan biji-biji yang
masuk dari luar dikurang dengan biji yang mati dan berkecambah serta biji yang
terbawa ke luar. daerah sumbangannya tidak berarti dalam menentukan ukuran seed
bank, dibandingkan dengan biji-biji yang dihasilkan oleh gulma sebelumnya.

1.2 Tujuan
Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk mengetahui potensi benih-
benih gulma yang terdapat dalam tanah. Pengamatan dilakukan dengan melihat
kecambah-kecambah gulma yang tumbuh pada setiap lapisan tanah yang diamati.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Gulma


Tjitrosoedirdjo (1984) menyatakan bahwa gulma didefinisikan sebagai
tumbuhan yang tumbuh di tempat yang tidak dikehendaki oleh manusia atau
tumbuhan yangkegunaannya belum diketahui. Gulma adalah tumbuhan pengganggu
yang bernilai negatif apabila tumbuhan tersebut merugikan manusia baik secara
langsung maupun tidak langsung dan sebaliknya tumbuhan dikatakan memiliki
nilai positif apabila mempunyai daya guna manusia (Sukman, 1991). Gulma adalah
tumbuhan yang tumbuh tidak sesuai dengan tempatnya dan tidak dikehendaki serta
mempunyai nilai negatif. Gulma merupakan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh pada
tempat yang tidak diinginkan sehingga menimbulkan kerugian bagi kehidupan
manusia. Kerugian yang ditimbulkan antara lain pengaruh persaingan (kompetisi)
mengurangi ketersediaan unsur hara tanaman mendorong efek alelopati (Nasution,
1986). Gulma didefinisikan sebagai tumbuhan yang tumbuh pada tempat yang tidak
diinginkan oleh manusia.
Dengan demikian apa saja yang termasuk tanaman budidaya, dapat dipandang
sebagai gulma apabila tumbuh pada tempat yang tidak diingkan. Tumbuhan yang
lebih lazim sebagai gulma biasanya cendrung mempunyai sifat-sifat atau ciri khas
tertentu yang memungkinkannya untuk mudah tersebar luas dan mampu
menimbulkan kerugian dan gangguan. Gulma yatu tumbuhan liar yang dapat
berkembang biak secara vegetatif maupun generatif dan biji yang dihasilkan secara
vegetatif maupun generatif adalah dengan rhizoma, stolon, dll. Pembiakan melalui
spora umumnya dilakukan oleh bangsa pakisan sedangkan pembiakan biji dilakukan
oleh bangsa gulma semusim atau tahunan (Sukman dan Yakup, 1995).
Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh di suatu tempat dalam waktu
tertentutidak dikehendaki oleh manusia (Tjokrowardojo, A. S. dan Endjo D., tanpa
tahun). Gulma tidak dikehendaki karena bersaing dengan tanaman yang
dibudidayakan dan dibutuhkan biaya pengendalian yang cukup besar yaitu sekitar 25-
30% dari biaya produksi (Soerjani et al., 1996)
Gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang memiliki dampak negatif
terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Pengaruh gulma tidak terlihat secara
langsung, danumumnya berjalan lambat. Gulma perkebunan, termasuk perkebunan
kelapa sawit, mampumenjadi kompetitor utama dalam memperebutkan unsur hara,
air, ruang tumbuh dan cahaya matahari. Beberapa spesies gulma juga dapat
memproduksi zat racun yang dapatmenghambat pertumuhan tanaman utama, yang
disebut alelopati.

2.2 Seed Bank


Seed bank didefinisikan sebagai jumlah biji viabel yang tersimpan di
permukaan tanahdan di dalam tanah, kerapatan biji yang tersimpan di tanah menurun
dengan bertambahnyaaltitude, latitude dan semakin bertambahnya usia proses suksesi
serta menurunnya intensitas gangguan. Secara umum terbentuknya vegetasi dapat
melalui dua cara yaitumelalui biji (secara generatif) atau pembiakan secara vegetatif.
Beberapa jenis tumbuhandapat berkembang melalui tunas-tunas yang tumbuh dari
bulbus, dan tunas rizome dan umbiseperti kebanyakan dari famili Liliaceae,
Amaryllidaceae dan Oxalidaceae.
Berbeda dengan seed bank, bud bank biasanya telah ada secara vegetatif.
Namun tumbuhan yang terbentukdari biji, propagul-propagul vegetatifnya dapat
tersebar melalui ruang dan waktu danmemerlukan faktor-faktor lingkungan tertentu
untuk memecahkan dormansinya seperti kelembaban atau temperatur (Sastrautomo,
1990). Bank biji adalah kumpulan dari biji yang belum tumbuh dan memiliki
kemampuan potensial untuk menggantikan tanamantanaman dewasa baik itu tanaman
semusim ataupun tahunan yang dapat mati oleh penyakit, atau gangguan lainnya.
Bank biji dapat ditemukan pada berbagai habitat, seperti rumput musiman, padang
rumput, tanah pertanian, lahan terlantar, di dalam hutan bahkan dapat pula ditemukan
di rawa.
Seed bank merupakan biji gulma yang berada di atas pemukaan tanah
ataupun di dalam tanah. Selain itu Seed bank juga dapat diartikan sebagai
propagul dorman dari gulma yang berada di dalam tanah yaitu berupa biji, stolon
dan rimpang, yang akan berkembang menjadi individu gulma jika kondisi
lingkungan mendukung (Fenner, 1995). Espinar et al. (2005) menyatakan bahwa
seed bank umumnya paling banyak berada di permukaan tanah, tetapi adanya
retakan tanah dapat menyebabkan perubahan ukuran seed bank (seed bank size)
menurut kedalaman tanah.
Pada tanah tanpa gangguan, menurut Fenner (1995) seed bank berada
pada kedalaman 2-5 cm dari permukaan tanah, tetapi pada tanah pertanian, seed
bank berada 12-16 cm dari permukaan tanah. Dengan mengetahui seed bank
disuatu lahan maka akan diketahui metode pengendalian, perencanaan tenaga
kerja, pemilihan bahan dan alat secara efektif.
Kehadiran gulma pada suatu pertanaman berkaitan dengan deposit biji
gulma di dalam tanah. Biji gulma dapat tersimpan dan bertahan hidup selama
puluhan tahun dalam kondisi dorman,dan akan berkecambah ketika kondisi
lingkungan untuk perkecambahan dapat terpenuhi. Untuk perkecambahan biji
gulma perlu cahaya, air, oksigen dan kelembaban. Terangkatnya biji gulma ke
lapisan atas peemukaan tanah maka akan mendapatkan cahaya dan oksigen,serta
tersedianya kelembaban yang sesuai untuk perkecambahan mendorong gulma
untuk tumbuh dan berkembang ( Barus, 2003).
Biji spesies gulma semusim (annual spesies) dapat bertahan dalam tanah
selama bertahun-tahun sebagai cadangan benih hidup atau viable seeds. Biji
gulma dapat ditemukan di makam mesir yang telah berumur ribuan tahun masih
dapat menghasilkan kecambah yang sehat. Jumlah biji gulma yang terdapat dalam
tanah mencapai tatusan biji gulma (Direktorat jenderal perkebunan). Karena benih
gulma dapat terakumulasi dalam tanah.maka kepadatamnya terus meningkat
(Guntoro, 2010).

2.3 Penyebaran Biji Gulma


Penyebaran biji gulma pada suatu ekosistem sangat cepat. Hal ini disebabkan
oleh banyaknya biji gulma yang dihasilkan, dan ringannya biji gulma, sehingga
mudah untuk terbawa oleh angin, terikut bersama serangga dan banyak hal lainnya.
Peyebaran biji gulma dapat digolongkan kedalam 6 golongan, yaitu :
1. Autochory : terjadi akibat adanya letusan/ledakkan buah dan poling tua yang
pecah. Contohnya : Euphorbia geniculata dan Impatien balsamina.
2. Anemochory : biji dilengkapi kabu-kabu atau parasut. Contohnya : Imperata
cyllindrica, Chromolaena odorata, Erectites valerianifolia dan Erigeron
sumatrensis.
3. Hydrochory : terjadi karena biji sangat ringan dan frgamentasi batang.
Contohnya : Salvinia molesta dan Pistia stratiotes.
4. Ornithochory : terjadi karena daging buah manis dan lekat. Contohnya :
Loranthus pentapetales dan Ficus benghalensis.
5. Zoochory terbagi 2 :
a. Endozoochory: biji tidak bisa dicerna Paspalum conjugatum, Hypericum
perforatum, dan Cynodon dactylon.
b. Extozoochory: biji ada alat pengait Andropogon aciculatus, Tryumfetta
laputa, dan Desmodium heterophyllum.
6. Anthropochory : Terjadi karena kesengajaan manusia atau biji tersangkut
karena memiliki alat pengait. Contoh : Lantana camara, Eichhornia
crassipes, Salvinia molesta, dan Mimosa invisa.

2.4 Klasifikasi Gulma


Menurut Tjokrowardojo, A. S. dan Endjo D dalam Gulma Dan
Pengendalianya Pada Budidaya Tanaman Nilam, ada beberapa cara untuk
mengklasifikasikan gulma agar memudahkan dalam upaya pengendaliannya.
Klasiifikasi berdasarkan atas sifat atau karakter gulma secara umum.

2.3.1 Klasifikasi berdasarkan daur hidupnya atau umur

1. Gulma semusim (annual weed)


Gulma ini berkembang biak secara generatif melalui biji, hanya dapathidup
selama satu daur yang biasanya kurang dari satu tahun, contoh Ageratum conyzoides
(babandotan)

2. Gulma tahunan (perenial weed).

Gulma tahunan berkembang biak secara generatif melalui biji, dansecara


vegetatif elalui rimpang, stolon dan setek batang.Gulma ini hidup lebih dari satu
tahun atau hidup sepanjang tahun dan berbuah berulangkali. Untuk gulma yang
membentuk rimpang atau umbi dapathidup sepanjang tahun, contoh Imperata
cylindrica (alang-alang)

2.3.2 Klasifikasi berdasarkan habitat

1. Gulma fakultatif
Tumbuh di habitat yang belum ada campur tangan manusia. Gulma ini
tumbuh pada lahan yang belum dikelola untuk budidaya tanaman, seperti padang
alang-alang.

2. Gulma obligat
Gulma ini tumbuh di habitat yang sudah ada campur tangan manusia. Gulma
ini biasanya tumbuh menyertai tanaman budidaya, seperti sawah, ladang dan perkebu
nan.

2.3.3 Klasifikasi berdasarkan kerugian yang ditimbulkan

1. Gulma lunak (soft weed).


Gulma lunak yaitu jenis gulma yang tidak begitu berbahaya bagitanaman yang
dibudidayakan, namun dalam keadaan populasi tinggi harus dikendalikan, contoh
Ageratum conyzoides

2. Gulma keras atau gulma berbahaya (noxius weed).


Gulma berbahaya adalah jenis gulma yang berpotensi allelopati,contoh (I.
cylindrica), Mikania micrantha (sembung rambat), Chromolaena odorata (kirinyuh),
Cyperus rotundus (teki berumbi).

2.3.4 Klasifikasi berdasarkan kesamaan relatif dalam sifat bersaing dan


responnya terhadap herbisida

1. Gulma golongan rumput (grasses).


Gulma golongan rumput sebagian besar termasuk dalam familiGramineae
atau Poaceae, dengan ciri-ciri umum adalah: Berbatang bulatmemanjang, dengan
ruas-ruas batang berongga atau padat. Daun berbentuk
pita, bertulang daun sejajar, lidah-lidah daun berbulu, permukaan daun ada yang
berbulu kasar atau halus. Buah berbentuk butiran tersusun dalam bentukmalai.
Berakar serabut, berstolon atau membentuk rimpang, contoh I. cylindrica, Digitaria
ciliaris, Eleusine indica.

2. Gulma golongan berdaun lebar (broad leaved).


Gulma golongan berdaun lebar sebagian besar temasuk tumbuhan berkeping
dua (Dicotyledoneae) dari berbagai famili. Ciri-ciri umum: Batangtubuh tegak
dengan percabangannya, ada pula yang tumbuh merambat. Daun tunggal maupun
majemuk, helaian daun bulat/bulat telur Bertulang daunmelengkung atau menjari dan
tepi daun rata, bergerigi atau bergelombang. Duduk daun berhadapan atau berselang-
seling. Bunga tunggal atau majemuktersusun dalam suatu karangan bunga. Contoh
Borreria alata, Ageratum conyzoides, Synedrella nodiflora
3. Gulma golongan teki (sedges)
Famili Cyperaceae mempunyai ciri-ciri umum: daun berbentuk pipihatau
berlekuk segi tiga memanjang yang tumbuh langsung dari
pangkal batang. Permukaan daun biasanya licin tidak berbulu atau ada yang berbulua
gak kasar, tangkai bunga berbentuk seperti lidi, muncul dari tengah-
tengah pangkal batang dan ujungnya tersusun karangan bunga. Perakaran biasanyame
mbentuk stolon dan bercabang dimana setiap cabang membentuk umbi, contoh
Cyperus rotundus dan Cyperus kyllingia
BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat Praktikum


Praktikum dilaksanakan dari bulan Oktober sampai Desember 2016 di kebun
percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor, Kabupaten
Sumedang Jawa Barat dengan ketinggian 740 meter dpl dengan tipe curah hujan D
berdasarkan Schidimit dan Ferguson (1951).

3.2 Alat dan Bahan

Peralatan yang dibutuhkan dalam praktikum seed bank diantaranya :

1. Cup Plastik
2. Meteran
3. Alat tulis
4. Label
5. Pengebor

Bahan yang diperlukan :


1. Tanah dengan kedalaman yang berbeda (0-5 cm ; 5-10 cm; 10-15 cm ; 15-20
cm ; 20-25 cm)
2. Air

Teori

Benih benih gulma telah lama dikenal mempunyai kemampuan tumbuh yang
sangat tinggi dibandingkan dengan tanaman budidaya dan tetap dapat tumbuh setelah
bertahun-tahun, dormasinya terkenal sangat lama. Hal ini disebabkan mungkin karena
terdapatnya mekanisme khusus adaptasi pada benih gulma. Gulma adalah tumbuhan
yang mudah tumbuh pada setiap tempat yang berbeda-beda, mulai dari tempat yang
miskin nutrisi sampai yang kaya nutrisi. Sifat inilah yang membedakan antara gulma
dengan tanaman budidaya. Kemampuan gulma mengadakan regenerasi besar sekali,
khususnya pada gulma parenial. Gulma parenial dapat menyebar dengan cara
vegetatif. Luasnya penyebaran karena daun dapat dimodifikasikan, demikian pula
pada bagian-bagian lain, hal inilah yang membuat gulma unggul dalam persaingan
dengan tanaman budidaya. Di samping itu, gulma juga dapat membentuk biji yang
jumlahnya banyak dan memungkinkan gulma untuk cepat berkembangbiak
(Moenandir, 1998). Di lapangan, faktor air (termasuk kandungan air tertentu dalam
benih) biasanya memegang peranan penting untuk berkecambahnya benih gulma, di
samping faktor-faktor lainnya seperti faktor kedalaman tanah (adanya benih dalam
tanah), cahaya matahri dan sebagainya
Biji yang dihasilkan gulma sebagian besar jatuh ke tanah dan berada pada
lapisan olah tanah atau rhizosfer sehingga terakumulasi (Seed Bank). Biji gulma
mempunyai viabilitas yang tinggi dalam waktu yang lama meskipun biji belum
sempurna atau masih muda. Biji gulma hanya akan menimbulkan masalah bila
tumbuh menjadi individu dewasa. Seed bank di lahan pertanian, ditimbulkan oleh
banyak spesies, meskipun dalam suatu saat ciri infestasi gulma akan didominasi oleh
spesies tertentu saja.
Faktor yang paling penting dalam suatu populasi gulma di suatu daerah
pertanian atau habitat-habitat lainnya adalah biji-biji gulma yang berada dalam tanah
yang dihasilkan oleh gulma yang tumbuh sebelumnya. Pada kebanyakan lahan
pertanian terdapat biji-biji gulma yang sewaktu-waktu dapat berkecambah dan
tumbuh bila keadaan lingkungan menguntungkan.

Banyaknya biji-biji gulma dalam tanah (seed bank) merupakan gabungan dari
biji-biji yang dihasilkan oleh gulma sebelumnya dan biji-biji yang masuk dari luar
dikurangi dengan biji yang mati dan berkecambah serta biji yang terbawa ke luar.
Biji-biji yang berasal dari luar daerah sumbangannya tidak berarti dalam menentukan
ukuran seed bank, dibandingkan dengan biji-biji yang dihasilkan oleh gulma
sebelumnya.
3.3 Cara Kerja

1 Menyiapkan alat dan bahan.

2 Tentukan lokasi yang akan diuji potensi seed bak yang akan dikandungnya.
3 Membersihkan tanah dari gulma dan kotoran dari permukaan tanah.
4 Gali tanah pada lokasi yang ditentukan sampai dengan kedalaman 5 cm.
Kemudian tanah tersebut dimasukkan kedalam gelas plastik sebagi media uji.
5 Dilakukan hal yang sama pada kedalaman 5-10 cm, 10-15 cm, 15-20 cm, dan
20-25 cm.
6 Percobaan dilakukan satu ulangan.
7 Dilakukan penyiraman pada masing-masing tanah uji. Kelembaban dijaga
selama pengamatan dilakukan.
8 Memberikan label pada masing-masing aqua gelas seperti kelas, kelompok
dan kedalaman tanah.
9 Meletakkan seed bank ke tempat yang disediakan atau diletakkan di kosan
masing-masing dari setiap anggota kelompok.
10 Pengamatan yang dilakukan adalah mengamati jumlah kecambah yang
tumbuh setiap hari pada masing-masing tanah uji. Mengamati dan mencatat
hasil pengamatan setiap minggu.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL
Tabel 4.1.1 Data jumlah gulma berdasarkan jenis golongan gulma pasda 1 minggu
setelah pengambilan tanah.

Tabel 4.1 Pengamatan pertumbuhan gulma

No Kedalaman tanah 1 MST 2 MST 3 MST 4 MST


(cm)
1 0-5
2 5 10
3 10-15 0 0 0 0
4 15-20
5 20-25

4.2 PEMBAHASAN

Dari tanah yang diambil dari lahan Ciparanje Universitas Padjadjaran yaitu
terdapat 5 seed bank dengan kedalaman tanah yang berbeda yaitu 0-5 cm, 5-10 cm,
10-15 cm, 15-20 cm dan 20-25 cm didapat gulma yang tumbuh yaitu pada kedalaman
0-5 cm. Jumlah gulma yang tumbuh hanya sedikit yaitu hanya satu gulma pada
kedalaman tanah 0-5 cm dan gulma yang tumbuh yaitu gulma berdaun lebar.
Kemudian berdasarkan hasil pengamatan kami, tidak ada gulma yang tumbuh pada
kedalaman tanah 5-10 cm, 10-15 cm, 15-20 cm, dan 20-25 cm. Hal ini dapat
disebabkan struktur tanah yang kurang baik untuk pertumbuhan biji gulma,
ketersediaan air dan kecukupan sinar matahari yang kurang terpenuhi. Semakin dalam
tanah, semakin sulit biji gulma untuk mematahkan dormansi biji dan dapat tumbuh ke
atas permukaan tanah.

Pada praktikum ini, umumnya tidak ditemukan gulma yang tumbuh. Jumlah
gulma yang tumbuh hanya sedikit yaitu hanya satu gulma pada kedalaman tanah 0-5
cm dan gulma yang tumbuh yaitu gulma berdaun lebar. Hal ini bisa disebabkan
karena faktor lingkungan yang tidak mendukung bagi pertumbuhan gulma. Salah
satunya adalah kurangnya penyinaran matahari pada media tumbuh, sehingga
menyebabkan terhambatnya pertumbuhan gulma. Oleh sebab itu, penting untuk
memperhatikan faktor internal dan eksternal agar gulma tidak dapat tumbuh dan
berkembang biak.
Gulma yang lebih kompleks ditemui pada areal pangkasan karena selain
dipengaruhi oleh faktor pergeseran dominansi, juga ada penambahan gulma dari
simpanan biji gulma dalam tanah (seedbank). Seed bank adalah propagul dorman dari
gulma yang berada di dalam tanah yaitu berupa biji, stolon dan rimpang, yang akan
berkembang menjadi individu gulma jika kondisi lingkungan mendukung
(Fenner,1995). Espinar et al. (2005) menyatakan bahwa seedbank umumnya paling
banyak berada di permukaan tanah, tetapi adanya retakan tanah dapat menyebabkan
perubahan ukuran seed bank (seed bank size) menurut kedalaman tanah. Pada
pengamatan kali ini terlihat pada tabel 4.1.1 Potensi seed bank tertinggi pada 0-5 cm.
Pada tanah tanpa gangguan, menurut Fenner (1995) seed bank berada pada
kedalaman 2-5 cm dari permukaan tanah, tetapi pada tanah
pertanian, seedbank berada 12-16 cm dari permukaan tanah. Pada umumnya
kepadatan biji tertinggi terdapat pada permukaan tanah dan akan menurun seiring
dengan meningkatnya kedalaman tanah (Espinar et al., 2005; Foreella et al., 2000).
Pada pengamtan kali ini pun terlihat semakin dalam tanah, seed semakin hampir tidak
ada, dikarenakan tanah yang diambil contohnya merupakan tanah kosong yang tidak
diolah. Thompson (1978) dalam Baskin & Baskin (2001) menyatakan bahwa
kepadatan biji yang terkubur di dalam tanah akan menurun seiring dengan
meningkatnya ketinggian, garis lintang, dan umur suksesi. Hal tersebut sesuai dengan
(Syarief, 2013) yang menyatakan bahwa keanekaragaman pohon pada vegetasi di atas
tanah memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap komposisi jenis cadangan biji di
dalam tanah dibandingkan dengan jenis herba.
Biji gulma dapat bertahan didalam tanah dengan waktu yang lama dalam
kondisi dorman, dan akan berkecabah saat mendapatkan kondisi lingkungan yag
sesuai untuk berkecambah. Untuk mampu berkecambah biji gulma perlu mendapat
cahaya, air, oksigen dan kelembaban yang sesuai. Biji gulma bersifat fotoblastis
sehingga akan berkecambah saat terpapar sinar matahari. Pengolahan tanah dengan
membalikkan lapisan tanah dan membawa biji guma terangkat ke permukaan dapat
membuat gulma berkecambah.
Gulma bersifat efisien karena berasal dari seleksi alam, dan lebih mampu
bertahan dibandingkan dengann tanaman pertanian yang merupakan hasil seleksi
buatan.Gulma semusim memiliki daya kecambah tiggi dan tahan terhadap gangguan
tanah, pertumbuhan cepat, peka terhadap sinar matahari yang kuat (Lagsung akan
merangsang pertumbuhan), memiliki daya penyesuaian iklim yang luas dan memiliki
tingkat absorpsi air dan unsur hara yang tinggi. Terdapat tiga jenis startegi tumbuh
guma yaitu tipe ruderal (tahan terhadap tekanan), toleran terhadap tekanan, dan
kompetisi.
Di dalam tanah terdapat benih-benih gulma dalam jumlah yang sangat banyak
dan masih dapat hidup sampai bertahun-tahun lamanya. Dari hasil-hasil penelitian
dapat diperkirakan bahwa pada lapisan atas tanah setebal 15 22,5 cm banyak sekali
terdapat benih-benih gulma. Koch (1979) telah mendapatkan di Jerman kira-kira
30.000 35.000 benih gulma per m2 tanah atau 3 3,5 milyar gulma per hektar.
Biji yang dihasilkan gulma sebagian besar jatuh ke tanah dan berada pada
lapisan olah tanah atau rhizosfer sehingga terakumulasi (Seed Bank). Biji gulma
mempunyai viabilitas yang tinggi dalam waktu yang lama meskipun biji belum
sempurna atau masih muda. Biji gulma hanya akan menimbulkan masalah bila
tumbuh menjadi individu dewasa.
Seed bank merupakan biji gulma yang berada di atas pemukaan tanah ataupun
di dalam tanah. Selain itu Seed bank juga dapat diartikan sebagai propagul dorman
dari gulma yang berada di dalam tanah yaitu berupa biji, stolon dan rimpang, yang
akan berkembang menjadi individu gulma jika kondisi lingkungan mendukung
(Fenner, 1995). Espinar et al. (2005) menyatakan bahwa seed bank umumnya paling
banyak berada di permukaan tanah, tetapi adanya retakan tanah dapat menyebabkan
perubahan ukuran seed bank (seed bank size) menurut kedalaman tanah. Pada tanah
tanpa gangguan, menurut Fenner (1995) seed bank berada pada kedalaman 2-5 cm
dari permukaan tanah, tetapi pada tanah pertanian, seed bank berada 12-16 cm dari
permukaan tanah. Dengan mengetahui seed bank disuatu lahan maka akan diketahui
metode pengendalian, perencanaan tenaga kerja, pemilihan bahan dan alat secara
efektif.
Sumber utama biji gulma adalah dari tanaman gulma yang tumbuh yang
tumbuh sebelumnya dan bijinya menyerbar melalui air angin terbawa hewan atau
manusia. Biji gulma memiliki kemmampuan dorman yang cukup besar, bahkan ada
biji gulma yang bisa bertahan didalam tanah sampai berpuluh-puluh tahun dan tetap
memiliki kemampuan tumbuh yang baik. Biji gulma akan berkecambah ketika
mendapatkan sinar matahari dan air, gulma yang berada didalam tanah ketika tanah
diolah maka tanah akan terbalik dan biji gulma mendapatkan sinar matahari dan air
dengan baik, maka bisa tumbuh gulma ini.
Biji-biji yang berasal dari luar daerah sumbangannya tidak berarti dalam
menentukan ukuran seed bank, dibandingkan dengan biji-biji yang dihasilkan oleh
gulma sebelumnya. Banyaknya biji-biji gulma dalam tanah (seed bank) merupakan
gabungan dari biji-biji yang dihasilkan oleh gulma sebelumnya dan biji-biji yang
masuk dari luar dikurangi dengan biji yang mati dan berkecambah serta biji yang
terbawa ke luar.
Faktor yang paling penting dalam suatu populasi gulma di suatu daerah
pertanian atau habitat-habitat lainnya adalah biji-biji gulma yang berada dalam tanah
yang dihasilkan oleh gulma yang tumbuh sebelumnya. Pada kebanyakan lahan
pertanian terdapat biji-biji gulma yang sewaktu-waktu dapat berkecambah dan
tumbuh bila keadaan lingkungan menguntungkan.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya biji gulma dalam
tanah bervariasi antar habitat. Lahan-lahan pertanian yang digunakan secara intensif
umumnya mempunyai simpanan biji dalam tanah yang lebih besar dibandingkan
dengan lahan-lahan yang baru dibuka.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Biji gulma banyak tersimpan di dalam tanah dalam keadan dorman. Biji
gulma yang berada didalam tanah dalam waktu tertentu atau setelah mengalami
waktu pematahan dormansi dapat berkecambah. Perkecambahan biji gulma dapat
dipengaruhi berbagai faktor seperti faktor internal dan faktor eksternal.
Perkembangan gulma sangat cepat dan mudah, baik secara generatif maupun
secara vegetatif. Secara generatif, biji-biji gulma yang halus, ringan, dan berjumlah
sangat banyak disebarkan oleh angina, air, hewan, maupun manusia.
Perkembangbiakan secara vegetatif terjadi karena bagian batang yang berada di
bagian tanah akan membentuk tunas yang nantinya akan membentuk tumbuhan baru.
Demikian juga pada bagian akar tanaman misalnya stolon, rhizome dan umbi akan
bertunas dan membentuk tumbuhan baru jika terpotong-potong (Barus, 2003)
Uji seed bank dilakukan untuk mengetahui gulma yang akan tumbuh di lahan
yang diamati. Dengan uji seed bank dapat mengetahui tindakan/metode apa yang
akan digunakan dalam mengendalikan gulma yang akan tumbuh. Berdasarkan hasil
pengamatan dapat dilihat bahwa gulma dapat tumbuh baik pada permukaan tanah
dengan kedalaman 0-5 cm dari permukaan tanah. Jenis gulma yang tumbuh pada
praktikum kali ini dengan kedalaman tanah 0-5 cm adalah jenis gulma berdaun lebar.
Sedangkan pada kedalaman 5-25 cm, biji gulma sulit untuk tumbuh atau tetap dalam
keadaan dorman. Dari kegiatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan juga bahwa
pada lapisan tanah yang berbeda kedalaman maka jenis biji gulma yang terdapat juga
berbeda-beda. Hal tersebut berhubungan dengan umur lapisan tanah serta jenis
tanaman apa saja yang pernah ditanam pada lahan tersebut.
Dalam pengujian seed bank perlu diperhatikan sinar matari, air dan kondisi
tanah sehingga mendapatkan uji seed bank yang sesuai dengan keaadaan sebenarnya.
5.2 Kritik dan Saran

Demikian laporan praktikum mata kuliah Teknologi Perlingdungan tanaman


mengenai Seed Bank. Semoga laporan praktikum ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam pembuatan laporan praktikum
ini. Kami juga sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
perbaikan laporan ini kedepannya. Akhir kata, kami mengucapkan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA

Barus, E. 2003. Pengendalian Gulma di Perkebunan.Kanisius.


Yogyakarta.
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang Setiadi, D. 1984. Inventarisasi
Vegetasi Tumbuhan Bawah dalam Hubungannya dengan Pendugaan Sifat
Habitat Bonita Tanah di Daerah Hutan Jati Cikampek, KPH Purwakarta,
Jawa Barat. Bogor: Bagian Ekologi, Departemen Botani, Fakultas
Pertanian IPB.
Espinar, J.L., K. Thompson, L. V. Garca. 2005. Timing of seed
dispersal
generates a bimodal seed bank depth distribution. Amer. J.
Bot. 92: 1759-
1763.
Fenner, F.J. 1995. Veterinary Virology. Terjemahan. Putra D.K.H IKIP. P : 84-90
Guntoro, dwi, dkk. 2010. Penuntun Praktikum Pengendalian Gulma. Bogor. IPB
http://www.scribd.com/doc/55157487/Klasifikasi-Gulma.
Koch SW, Preston RL. 1979. Estimation of bovine carcass composition by
the urea dilution

technique. J. Anim Sci. 48:319.

Moenandir, E. 1988. Pengendalian Gulma di Prkebunan: Efektifitas dan Efisiensi


Aplikasi Herbisida.Kanisius, Yogyakarta.
Nasution. 1986. Ilmu Gulma Dalam Sistem Pertanian . PT Raja Grafindo Persada,
Jakarta Rohman, Fatchur dan I Wayan Sumberartha. 2001. Petunjuk
Praktikum Ekologi Tumbuhan. Malang: JICA.
Sastroutomo, Sutikno. 1990. Ekologi Gulma. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sukman, Y. dan Yakup, 1995. Gulma dan Tehnik Pengendaliannya . Rajawali Press,
Jakarta. Tjitrosoedirdjo, S., H. Utomo, dan J. Wiroatmodjo., 1984.
Pengelolaan Gulma di Perkebunan. PT Gramedia, Jakarta
Sukman, Yernelis. 1991. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. Rajawali Pers,
Jakarta.
Soerjani, M., M. Soendaru dan C. Anwar. 1996. Present Status of
Weed Problems and Their Control in Indonesia. Biotrop.
Special Publication. No.24.
Syarief, Anisah. 2013. Gulma Seed Bank.
https://www.academia.edu/8139838/Gulma_seed_bank . Diakses pada
tanggal 15 Desember 2016.
Thompson, L.M. & F.R. Troeh. 1978. Soils & Soil Fertility. McGraw-Hill
Pub. xi + 516 h.
Tjitrosoedirdjo S.S. 1984. Ekologi Gulma.PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Tjokrowadojo, Agus Sudiman & Djauhariya, Endjo. Tanpa tahun. Gulma dan
Pengendaliannya padatanaman budidaya nilam. (Online)

(http://balittro.litbang.pertanian.go.id/ind/images/publikasi/monograph/nila
m/GULMA%20DAN%20PENGENDALIANNYA%20PADA
%20BUDIDAYA.pdf), diakses pada 9 Februari 2015.
LAMPIRAN

Memilih tempat pengambilan tanah Cup plastik 5 buah

Pengambilan tanah sedalam 0-5 cm Pengambilan tanah sedalam 5-10 cm


Pemasukan tanah kedalam aqua gelas Melakukan pengamatan sampai 4
minggu pemindahan