Anda di halaman 1dari 3

Ketoasidosis Diabetik (KAD)

Ketoasidosis diabetic adalah keadaan dekompensasi-kekacauan metabolic


yang ditandai oleh trias hiperglikemi, asidosis, dan ketosis, terutama
disebabkan oleh defisiensi insulin absolute atau relatif (insulin berfungsi
dalam proses utilisasi glukosa pada hampir seluruh jaringan tubuh, terutama
pada otot, lemak, dan hepar serta menjaga regulasi glukosa darah agar
selalu dalam batas-batas fisiologis, baik dalam puasa maupun setelah
mendapat beban).

KAD adalah suatu keadaan dimana terdapat defisiensi insulin absolute atau
relatif dan peningkatan hormone kontra regulator (glucagon, katekolamin,
kortisol dan hormone pertumbuhan), keadaan tersebut menyebabkan
produksi glukosa hati meningkat dan utilisasi glukosa oleh sel tubuh
menurun, dengan hasil akhir hiperglikemia. Keadaan hiperglikemia sangat
bervariasi dan tidak menetukan berat-ringannya KAD. Adapun tanda dan
gejala klinis KAD dapat dikelompokan menjadi dua bagian yaitu akibat
hiperglikemia dan akibat ketosis.

Faktor pencetus yang berperan untuk terjadinya KAD adalah infeksi, infark
miokard akut, pancreatitis akut, penggunaan obat golongan steroid,
menghentikan atau mengurangi dosis insulin.

Gejala klinis KAD

Sekitar 80% pasien KAD adalah pasien DM yang sudah dikenal. Kenyataan ini
tentunya sangat membantu untuk mengenali KAD akan lebih cepat sebagai
komplikasi akut DM dan segera mengatasinya.

Sesuai dengan patofisiologi KAD, maka pada pasien KAD dijumpai pernafasan
cepat dan dalam (Kussmaul), dehidrasi (turgor kulit berkurang, lidah dan bibir
kering), kadang-kadang disertai hipovolemia sampai syok, serta bau aseton
dari hawa napas yang tercium. Dapat pula dijumpai gejala nyeri perut yang
menonjol dan hal ini ada hubungannya dengan gastroparesis-dilatasi
lambung. Derajat kesdaran klien juga dapat dijumpai mulai dari kompos
mentis , delirium, atau depsresi sampai dengan koma.

Infeksi merupakan faktor pencetus yang paling sering, yaitu sekitar 80%.
Infeksi yang sering ditemukan adalah infeksi saluran kemih atau pneumonia.
Namun, kebanyakan klien yang mengalami infeksi tersebut tidak disertai
dengan demam. Bila terdapat nyeri abdomen perlu dicurigai klien
kemungkinan mengalami kolesistitis, apendisitis atau perforasi usus.

Kriteria Diagnosis KAD

1. Kadar glukosa darah >250 mg%


2. pH < 7,35
3. HCO3 rendah
4. Anion gap yang tinggi
5. Keton serum positif.

Prinsip Pengelolaan KAD:

1. Penggantian cairan dan garam yang hilang


2. Menekan lipolisis sel lemak dan menekan glukoneogenesis sel hati dengan
pemberian insulin.
3. Mengatasi stress sebagai pencetus KAD
4. Mentadari pentingnya pemantauan serta penyesuaian pengobatan.
Pengobatan KAD: cairan, garam, insulin, kalium, dan glukosa dan asuhan
keperawatan yang komprehensif.

Dalam keadaan hipoglikemia yang disebabkan oleh insulin, konsentrasi keton


di plasma tertekan dan mungkin tidak mencapai kadar yang cukup di sistem
saraf pusat, sehingga tidak dapat dipakai sebagai sumber energi alternatif.

Keluhan dan gejala hipiglikemia yang sering dijumpai pada pasien diabetes:

Otonomik Neuroglikopenik Malaise


Berkeringat Bingung (confusion) Mual
Jantung berdebar Mengantuk Sakit kepala
Tremor Sulit berbicara
Lapar Inkoordinasi
Perilaku yang berbeda
Ganggunan visual
Parestesi