Anda di halaman 1dari 10

BAB IX

HOUSE OF QUALITY

9.1. Landasan Teori


Landasan teori merupakan bagian yang mengandung teori bersifat
relevan untuk menjelaskan hal-hal yang akan dibahas atau diteliti guna
memecahkan permasalahan dengan menggunakan pembahasan teoritis
tersebut. Landasan teori untuk house of quality terdiri atas quality function
deployment, pembentukan house of quality (HOQ), dan bagian HOQ. Berikut ini
merupakan landasan teori berkaitan dengan house of quality.

9.1.1 Quality Function Deployment


QFD merupakan sebuah metode perencanaan dan pengembangan
produk yang terstruktur yang memungkinkan team pengembang untuk
menentukan secara jelas kebutuhan dan keinginan konsumen dan kemudian
mengevaluasi kapasitas setiap proposal dan produk dan jasa secara sistematis
(Cohen, 2005).
Konsep Quality Function Deployment merupakan alat untuk
menidentifikasikan kebutuhan pelanggan. Tujuannya adalah menjamin bahwa
produk yang dihasilkan dapat memenuhi tingkat kualitas yang memuaskan
pelanggan. Salah satu bentuk penilaian kinerja industri adalah penilaian
terhadap Quality Function Deployment (QFD).
QFD memuat kegiatan utama yaitu mengidentifikasi harapan
konsumen baik, menghitung tingkat kepentingan konsumen dan masing-
masing kebutuhan, membuat analisa tingkat kinerja produk berdasarkan
masukan yang diperoleh dari konsumen.
Menurut Sulistyawati, penelitian mengggunakan QFD mampu
mengungkap kesenjangan kualitas produk dan layanan dengan fakta yang

IX-1
IX-2

diterima pelanggan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan tindakan


teknis peningkatan sumber daya manusia dan manajemen (Effendi, 2007).

9.1.2 Pembentukan House Of Quality (HOQ)


Pembentukan HOQ terdiri dari beberapa proses yang terurut. Berikut
ini beberapa proses dalam pembentukan HOQ yaitu (Anggraeni dkk, 2013).
1. Spesifikasi Teknik.
Pembuatan spesifikasi teknik terdiri dari atribut, matriks, spesifikasi
teknik, satuan dan kriteria.
2. Relationship.
Relationship merupakan penilaian kekuatan hubungan antara atribut
dengan spesifikasi teknik. Penilaian hubungan tersebut dengan skala 0
(tidak berhubungan) , 1 (lemah), 3 (sedang), 9 (sangat kuat).
3. Matriks Perencanaan (Planning Matrix).
Penentuan matiks perencanaan dilakukan melalui beberapa proses, antara
lain :
a. Importance to costumer (Tingkat Kepentingan Atribut Konsumen)
Penilaian kepentingan produk dilakukan secara subjektif terhadap
atribut dari meja dapur yang dirancang.
b. Current Satisfaction Performance (Kepuasan Konsumen)
Kolom ini berisi dari hasil kuisioner kepuasan yang dilakukan agar
dapat mengetahui penilaian terhadap produk yang ada terkait
rancangan atribut dari tabel HOQ. Berikut merupakan cara untuk
menghitung kepuasan konsumen.

Current Satisfaction Performance =


Performance Weight
Number of Responden
..............(9.1)
Current Satisfaction Performance didapatkan dengan mengetahui
jumlah dari Performance Weight dan Number of Responden. Number of
Responden merupakan nilai tingkat kepuasan pada produk yang
digunakan saat ini.
IX-3

c. Goal
Goal adalah target nilai kepuasan yang ingin dicapai untuk produk yang
dikembangkan. Goal dapat diukur dengan skala 1 sampai 4, (1 = sangat
tidak memuaskan), (2 = tidak memuaskan), (3 = lebih memuaskan), (4
= sangat memuaskan).
d. Improvement Ratio
Nilai improvement ratio menunjukan seberapa besar perbaikan atau
peningkatan yang harus dilakukan dalam mengembangkan produk.
Jika hasil <1= tidak ada perubahan, 1-1,5 = perbaikan sedang, >1,5 =
perbaikan menyeluruh.
e. Sales Point
Sales point adalah atribut yang dianggap memiliki nilai jual yang tinggi
terutama untuk penjualan. Nilai sales point terdiri dari, 1= tidak ada
sales point ; 1,2= sales point sedang ; 1,5 = sales point kuat.
f. Raw Weight dan Normalized Raw Weight
Nilai raw weight menunjukan seberapa besar perbaikan untuk produk
yang harus dilakukan.

9.1.3 Bagian HOQ


Analisis data untuk mengetahui kebutuhan pelanggan menggunakan
matrik-matrik pada rumah mutu (house of quality). Hubungan antar matrik
tersaji pada Gambar 9.1.

Gambar 9.1 Bagian Bagian HOQ


IX-4

Berdasarkan Gambar 9.1 diketahui bagian-bagian HOQ. Bagian-bagian


tersebut dijabarkan sebagai berikut (Suryaningrat dkk, 2010).
1. Kebutuhan konsumen
Persyaratan produk yang dikehendaki pelanggan ditentukan pemanufaktur
pada tahap ini.
2. Respon Teknis
Matriks Respon Teknis berisi faktor-faktor respon teknis yang berpengaruh
terhadap pembuatan suatu produk.
3. Planning Matriks (Matrik Perencanaan)
Berisi tingkat kepentingan produk bagi konsumen, tingkat kepuasan
konsumen terhadap suatu produk, tingkat kepuasan konsumen terhadap
pesaing, goal, improvement ratio, sales point, raw weight dan normalized raw
weight.
4. Matriks Relationship
Matriks Relationship merupakan hubungan antara respon teknis dengan
kebutuhan konsumen.
5. Technical Matrix
Matrik ini memberikan beberapa informasi sebagai berikut:
a. Contribution (Kontribusi)
Menunjukkan kekuatan respon teknis pada keseluruhan kepuasan
konsumen. Kontribusi menentukan prioritas respon produsen terhadap
respon konsumen. Normalized contribution ditentukan dengan
menghitung kontribusi respon teknis ke i dan total kontribusi.
Normalized contribution dihitung dengan membagi kontribusi respon
teknis ke i dengan total kontribusi.
b. Benchmarking (Patok Duga)
Benchmarking merupakan cara untuk mengetahui tingkat respon teknis
yang dilakukan pesaing.
c. Targetting
IX-5

Targetting merupakan tujuan yang ingin dicapai perusahaan untuk


dapat memenuhi tingkat kebutuhan konsumen dengan menggunakan
respon teknis yang dimiliki. Targetting menggunakan dasar nilai pada
benchmarking suatu produk dengan pesaing. Nilai tertinggi merupakan
nilai yang digunakan sebagai target.

9.2. Hasil dan Pembahasan


Hasil dan pembahasan pada house of quality terdiri atas matriks house of
quality dan analisis house of quality. Berikut ini hasil dan pembahasan untuk
house of quality.

9.2.1 Matriks House of Quality


House of quality menunjukan hubungan antara kebutuhan pelanggan
dengan karakteristik teknis. HOQ didapatkan dari software QFD designer 5.0.

Gambar 9.2 Matriks House of Quality


IX-6

9.2.2 Analisis House of Quality


Kebutuhan pelanggan merupakan salah satu input dalam HOQ.
Kebutuhan pelanggan terdiri atas informasi mengenai keinginan atau
kebutuhan pelanggan berdasarkan dari kuesioner yang sebelumnya telah
dibagikan kepada para responden. Kebutuhan pelanggan untuk produk
tempat sendok dan garpu milik PT Selancar terdiri atas desain produk simpel,
material tahan lama, terdapat fitur tambahan serta ukuran produk sedang.
Karakteristik teknis juga merupakan salah satu input untuk HOQ.
Karakteristik teknis merupakan salah satu upaya perusahaan dalam
pemenuhan kebutuhan dengan cara menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke
dalam bahasa teknis. Karakteristik teknis untuk produk tempat sendok dan
garpu milik PT Selancar terdiri atas berat material, panjang tempat sendok
dan garpu, lebar tempat sendok dan garpu, serta tinggi tempat sendok dan
garpu.
Roof atas menunjukkan korelasi antar karakteristik teknis. Diketahui
terdapat simbol positif dengan bobot nilai sebesar 3 yang menunjukkan
hubungan antara berat material dengan panjang tempat sendok dan garpu.
Hal ini menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada berat material
dapat memberikan dampak positif atau berbanding lurus kepada panjang
tempat sendok dan garpu namun tidak terlalu kuat seperti pada simbol strong
positive yang menunjukkan hubungan yang sangat positif.
Roof samping menunjukkan korelasi antar kebutuhan pelanggan.
Diketahui bahwa terdapat simbol negatif dengan bobot nilai sebesar -1 yang
menunjukkan hubungan antara desain simpel dengan fitur tambahan
berlawanan. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada desain
yang simpel akan memberikan dampak negatif atau berlawanan kepada
kebutuhan pelanggan yaitu fitur tambahan. Diketahui terdapat pula simbol
positif dengan bobot nilai sebesar 3 yang menunjukkan hubungan antara
desain simpel dengan ukuran sedang. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan
IX-7

yang terjadi pada kebutuhan desain simpel dapat memberikan dampak positif
atau searah dengan kebutuhan pelanggan yaitu ukuran sedang.
Customer importance memiliki skala kepentingan 1 sampai 5. Skala 1
menunjukkan sangat tidak penting, skala 2 menunjukkan tidak penting, skala
3 menunjukkan biasa saja (normal), skala 4 menunjukkan penting dan skala 5
menunjukkan sangat penting. Berdasarkan customer importance didapatkan
kebutuhan desain yang simpel memiliki skala prioritas 4.0, hal ini
menunjukkan bahwa desain yang simpel itu penting bagi konsumen,
sedangkan kebutuhan konsumen yaitu material yang tahan lama memiliki
skala prioritas 5.0. hal ini menunjukkan bahwa material yang tahan lama
dianggap sangat penting bagi konsumen.
Direction of Improvement untuk berat material menunjukkan simbol
larger the better. Hal ini menunjukkan bahwa produk inovasi jika semakin berat
material yang digunakan maka semakin baik dikarenakan apabila produk
tempat sendok dan garpu tersebut lebih berat maka dapat mengimbangi berat
sendok dan garpu yang ditaruh kedalam produk tersebut. Panjang tempat
sendok dan garpu menunjukkan simbol norminal the best pada direction of
improvement. Hal ini menunjukkan bahwa panjang tempat sendok dan garpu
produk inovasi sudah sesuai dengan kenyamanan konsumen sehingga tidak
perlu dilakukan perubahan dan yang terakhir berdasarkan direction of
improvement tinggi tempat sendok dan garpu menunjukkan simbol smaller the
better. Hal ini menunjukkan bahwa tinggi tempat sendok dan garpu produk
inovasi lebih baik jika ukuran tingginya semakin kecil agar konsumen dapat
lebih mudah mengambil sendok dan garpu yang ditaruh di dalam produk
tersebut.
Correlations between customer requirement and technical requirement
merupakan bagian yang menunjukan hubungan antara kebutuhan pelanggan
dengan karakteristik teknis. Terdapat simbol berbentuk segitiga yaitu weak
symbol dengan bobot nilai 1 hal ini menunjukkan antara kebutuhan pelanggan
desain simpel dengan karakteristik teknis panjang tempat sendok dan garpu
IX-8

memiliki korelasi yang lemah. Diketahui terdapat juga simbol lingkaran


kosong yaitu medium symbol dengan bobot nilai 3 hal ini menunjukkan antara
kebutuhan pelanggan fitur tambahan dengan karakteristik teknis panjang
tempat sendok dan garpu memiliki korelasi yang cukup kuat. Simbol lingkaran
dengan titik ditengahnya yaitu strong symbol dengan bobot nilai 9
menunjukkan hubungan antara material tahan lama memiliki korelasi yang
kuat dengan karakteristik teknis berat material.
Customer Assesment menunjukkan tingkat perbandingan produk
inovasi dengan produk pesaing berdasarkan kebutuhan pelanggan. Customer
Assesment memiliki skala 1 sampai dengan 5. Skala 1 berarti sangat tidak baik,
skala 2 menunjukkan tidak baik, skala 3 berarti cukup baik, skala 4 berarti
baik dan skala 5 berarti sangat baik. Berdasarkan HOQ dari tempat sendok
dan garpu diketahui beberapa hal seperti berikut ini. Tempat sendok dan
garpu yang memiliki desain simpel didapatkan nilai 5 untuk produk pesaing
dan 4 untuk produk inovasi. Hal ini dikarenakan desain yang dibuat oleh PT
Selancar mengalami penambahan fitur berupa sekat untuk memisahkan
antara sendok dan garpu, maka dari itu desain inovasi menjadi tidak sesimpel
dari produk pesaing. Tempat sendok dan garpu yang mempunyai material
tahan lama diperoleh nilai 5 untuk produk inovasi dan nilai 3 untuk produk
pesaing ini dikarenakan material yang digunakan oleh PT Selancar mengalami
perubahan dari material kayu triplek menjadi kayu jati belanda sehingga
mendapatkan daya tahan produk yang lebih lama. PT Selancar memiliki nilai
4 sedangkan produk pesaing memiliki nilai 3 untuk kebutuhan pelanggan
yaitu fitur tambahan hal ini dikarenakan produk PT Selancar memiliki fitur
tambahan sedangkan produk pesaing tidak. Tempat sendok dan garpu yang
memiliki ukuran sedang didapatkan nilai 4 baik untuk PT Selancar maupun
produk pesaing, hal ini dikarenakan ukuran keduanya tidak berbeda jauh
sehingga sama-sama bernilai 4.
How much merupakan bagian yang menjelaskan lebih detail mengenai
karakteristik teknis produk inovasi. How much pada berat material produk
IX-9

inovasi sebesar 250 gram, sedangkan panjang pada tempat sendok dan garpu
produk inovasi sebesar 11 cm., lebar tempat sendok dan garpu produk inovasi
sebesar 9 cm dan tinggi tempat sendok dan garpu sebesar 15,5 cm.
Organizational difficult merupakan bagian yang menunjukan tingkat
kesulitan perusahaan dalam mewujudkan setiap karakteristik teknis yang ada.
memiliki skala 1 hingga 5. Skala 1 menunjukkan sangat mudah, skala 2
menunjukkan cukup mudah, skala 3 menunjukkan biasa saja atau normal,
skala 4 menunjukkan sulit dan skala 5 menunjukkan sangat sulit.
Organizational difficult menunjukkan tingkat kesulitan perusahaan dalam
mewujudkan karakteristik produk. Berat material tempat sendok memiliki
organizational difiicult bernilai 2. Hal ini menunjukkan perusahaan cukup
mudah untuk mengimplementasikan karakteristik teknis berat material.
Tinggi tempat sendok dan garpu memiliki organizational difficult bernilai 1, hal
ini menunjukan untuk mewujudkan perubahan tinggi tempat sendok dan
garpu sangat mudah.
Technical Assesment menunjukkan tingkat perbandingan produk
inovasi dengan produk pesaing berdasarkan karakteristik teknis. Technical
Assesment memiliki skala 1 sampai dengan 5. Skala 1 berarti sangat tidak baik,
skala 2 menunjukkan tidak baik, skala 3 berarti cukup baik, skala 4 berarti
baik dan skala 5 berarti sangat baik. Diketahui untuk karakteristik teknis
berat material, produk inovasi milik PT Selancar bernilai 4 sedangkan produk
pesaing milik UD Lestari bernilai 3, hal ini dikarenakan produk inovasi lebih
berat dibandingkan produk pesaing sehingga lebih baik. Karakteristik teknis
yang terdiri atas panjang tempat sendok dan garpu, lebar tempat sendok dan
garpu dan tinggi tempat sendok dan garpu masing-masing memiliki nilai 4
baik untuk produk inovasi maupun untuk produk pesaing hal ini dikarenakan
keduanya memiliki ukuran yang tidak terlalu jauh berbeda sehingga sama
sama memiliki nilai 4.
Weighted importance merupakan bagian yang menunjukkan prioritas
dari masing-masing karakteristik teknis. Weighted importance didapatkan dari
IX-10

jumlah hasil perkalian nilai dari correlations between customer requirement and
technical requirement dengan customer importance. Berdasarkan weighted
importance didapatkan nilai 117 untuk karakteristik teknis berat material dan
52 untuk karakteristik teknis panjang, lebar serta tinggi tempat sendok dan
garpu. Hal ini menunjukkan karakteristik teknis berat material memiliki
prioritas lebih tinggi untuk diwujudkan oleh perusahaan dibandingkan
karakteristik teknis yang lainnya. Relative importance memiliki nilai yang sama
dengan weighted importance namun pada relative importance nilai tersebut
ditampilkan dalam diagram batang.