Anda di halaman 1dari 14

BAB IV

KUESIONER

4.1. Landasan Teori


Landasan teori merupakan bagian yang mengandung teori bersifat
relevan untuk menjelaskan hal-hal yang akan dibahas atau diteliti guna
memecahkan permasalahan dengan menggunakan pembahasan teoritis
tersebut. Landasan teori untuk kuesioner terdiri dari jenis kuesioner, uji
validitas, serta uji reliabilitas. Berikut ini merupakan landasan teori berkaitan
dengan kuesioner.

4.1.1 Jenis Kuesioner


Kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang akan digunakan periset
untuk memperoleh data dari sumbernya secara langsung melalui proses
komunikasi atau dengan mengajukan pertanyaan. Kuesioner terbagi menjadi
empat jenis yaitu sebagai berikut (Churchill, 2005).
1. Kuesioner Terstruktur yang Terbuka
Tingkat struktur dalam kuesioner adalah tingkat standarisasi yang
diterapkan pada suatu kuesioner. Kuesioner terstruktur yang terbuka
dimana pertanyaan-pertanyaan diajukan dengan susunan kata-kata dan
urutan yang sama kepada semua responden ketika mengumpulkan data.
2. Kuesioner Tak Terstruktur yang Terbuka
Kuesioner tak terstruktur yang terbuka dimana tujuan studi adalah jelas
tetapi respon atau jawaban atas pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka
3. Kuesioner Tidak Terstruktur yang Tersamar
Kuesioner tidak terstruktur yang tersamar berlandaskan pada riset
motivasi. Periset telah mencoba untuk mengatasi keengganan responden
untuk membahas perasaan mereka dengan cara mengembangkan teknik-

IV-1
IV-2

teknik yang terlepas dari masalah kepedulian dan keinginan untuk


membuka diri.
4. Kuesioner Terstruktur yang Tersamar
Kuesioner terstruktur yang tersamar merupakan teknik yang paling jarang
digunakan dalam riset pemasaran. Kuesioner ini dikembangkan sebagai
cara untuk menggabungkan keunggulan dari penyamaran dalam
mengungkapkan motif dan sikap dibawah sadar dengan keunggulan
struktur pengkodean serta tabulasi jawaban.

4.1.2 Uji Validitas


Pendefinisian validitas tes dapat diawali dengan melihat secara
etimologi, validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh
mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi
ukurnya. Tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas
yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau
memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran
tersebut. Tes yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan
pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah (Azwar,
2000).
Validitas tes secara umum terbagi kedalam tiga jenis yaitu validitas isi
(content validity), validitas berdasar kriteria (criterion-related validity), dan
validitas konstruk (construct validity). Validitas konstruk merujuk kepada
kualitas alat ukur yang dipergunakan apakah sudah benar-benar
menggambarkan konstruk teoritis yang digunakan sebagai dasar
operasionalisasi ataukah belum. Validitas konstruk adalah penilaian tentang
seberapa baik seorang peneliti menerjemahkan teori yang dipergunakan ke
dalam alat ukur (Widodo, 2006).
IV-3

4.1.3 Koefisien Korelasi Pearson


Koefisien korelasi pearson digunakan untuk mengukur keeratan
hubungan antara dua variabel yang datanya berbentuk data interval atau
rasio. Disimbolkan dengan r, berikut ini rumus koefisien korelasi pearson yang
dapat dilihat pada rumus 4.1 (Hasan, 2012).

n XY - X Y
r
(n X2 ( X)2 )(n Y 2 ( Y)2 )
.................(4.1)
Analisis ini dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item
dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item. Item-
item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukkan
item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkap apa
yang ingin diungkap. Pengujian menggunakan uji dua pihak dengan taraf
signifikansi 0,05. Kriteria pengujian adalah sebagai berikut (Putra dkk, 2014).
1. Jika r hitung r tabel (uji dua pihak dengan signifikan 0,05) maka
instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor
total (dinyatakan valid).
2. Jika r hitung < r tabel (uji dua sisi dengan signifikan 0,05) maka instrumen
atau item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total
(dinyatakan tidak valid).

4.1.4 Uji Reliabilitas


Berdasarkan segi bahasa, reliabilitas merupakan penerjemahan dari
kata reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability. Kedua kata tersebut
apabila digabungkan akan mengerucut kepada pemahaman tentang
kemampuan alat ukur untuk dapat dipercaya dan menjadi sandaran
pengambilan keputusan (Widodo, 2006).
Menurut Harrison dikatakan pula reliabilitas sebagai ukuran yang
menunjukkan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian keperilakuan
mempunyai keandalan sebagai alat ukur. Alat ukur yang dimaksud
IV-4

diantaranya di ukur melalui konsistensi hasil pengukuran dari waktu ke waktu


jika fenomena yang diukur tidak berubah (Zulganef, 2006).
Uji Reliabilitas adalah data untuk mengukur suatu kuesioner yang
merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Kuesioner dapat dikatakan
reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah
konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Kehandalan yang menyangkut
kekonsistenan jawaban jika diujikan berulang pada sampel yang berbeda.
Program SPSS akan membahas uji yang sering digunakan penelitian dengan
menggunakan metode alpha (cronbachs). Berikut ini rumus dari metode alpha
(cronbachs) yang ditujukan pada rumus 4.2.

r11 (
n
)(1
1 )
2

n 1 t2
..............................(4.2)
Keterangan:
r11 = Reliabilitas instrument
n = Jumlah item pertanyaan yang diuji

2
1 = Jumlah varian skor tiap item

t2 = Varian total

Nilai alpha yang lebih dari 0,7 diartikan bahwa reliabilitasnya


mencukupi (sufficient reliability) sementara jika alpha lebih dari 0,80 ini
mensugestikan seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten secara
internal karena memiliki reliabilitas yang kuat. Nilai alpha yang lebih dari 0,90
maka reliabilitas sempurna. Alpha yang memiliki nilai antara 0,70 0,90 maka
reliabilitas tinggi, alpha antara 0,50 0,70 maka reliabilitas moderat dan jika
alpha lebih kecil dari 0,50 maka reliabilitas rendah (Putra dkk, 2014).

4.2. Hasil dan Pembahasan


Hasil dan pembahasan pada kuesioner terdiri atas kuesioner terbuka,
kuesioner tertutup dan pengolahan software. Berikut ini hasil dan pembahasan
untuk kuesioner.
IV-5

4.2.1 Kuesioner Terbuka


Kuesioner terbuka dibuat untuk mengetahui pandangan responden
terhadap produk tempat sendok dan garpu yang sesuai dengan responden.
Berikut ini pertanyaan atau kuesioner terbuka mengenai tempat sendok dan
garpu yang tujukan pada Gambar 4.1.

Gambar 4.1 Kuesioner Terbuka Tempat Sendok dan Garpu


Kelima pertanyaan pada kuesioner terbuka untuk produk tempat
sendok dan garpu diharapkan dapat memberikan informasi atau pandangan
responden terhadap produk tersebut. Pertanyaan pertama diajukan dengan
alasan untuk mengetahui bagaimana desain produk tempat sendok dan garpu
yang sesuai kebutuhan dan yang diinginkan responden. Pertanyaan kedua
IV-6

ditanyakan kepada responden untuk mengetahui sifat bahan produk yang


diminati oleh responden. Pertanyaan ketiga diajukan untuk mengetahui fitur
tambahan yang sesuai dengan minat responden. Pertanyaan keempat
ditanyakan untuk mengetahui ukuran produk yang sesuai dengan responden
dan pertanyaan kelima ditanyakan untuk mengetahui besar kapasitas produk
yang sesuai bagi responden.
Kuesioner terbuka tersebut diberikan kepada 30 responden yang terdiri
atas ibu rumah tangga dan pemilik restaurant atau kedai makan. Berdasarkan
hasil kuesioner terbuka tersebut maka didapatkan kesimpulan dari kuesioner
terbuka yang dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Kesimpulan Kuesioner Terbuka Tempat Sendok dan Garpu
No Kesimpulan
1 Desain tempat sendok & garpu simpel
2 Bahan tempat sendok & garpu kuat
3 Bahan tempat sendok & garpu tahan lama
4 Terdapat fitur tambahan pada tempat sendok & garpu
5 Ukuran tempat sendok & garpu sedang
6 Tempat sendok & garpu berkapasitas banyak

Hasil dari kuesioner terbuka menunjukan bahwa umumnya responden


memilih desain produk tempat sendok dan garpu yang memiliki desain simpel.
Responden juga berpendapat bahwa sifat material untuk produk tempat
sendok sebaiknya kuat dan tahan lama. Fitur tambahan juga diperlukan
untuk produk tempat sendok dan garpu bagi responden. Responden juga lebih
memilih ukuran tempat sendok dan garpu yang sedang serta berkapasitas
banyak.

4.2.2 Kuesioner Tertutup


Berdasarkan kesimpulan dari kuesioner terbuka untuk produk tempat
sendok dan garpu maka dapat dibuat kuesioner tertutup. Berikut ini kuesioner
tertutup untuk produk tempat sendok dan garpu yang ditampilkan pada
Gambar 4.2.
IV-7

Gambar 4.2 Kuesioner Tertutup Tempat Sendok dan Garpu


Kuesioner tertutup tersebut kembali diberikan kepada 30 responden
yang terdiri atas ibu rumah tangga dan pemilik restaurant atau kedai makan.
Berdasarkan hasil kuesioner tertutup tersebut maka didapatkan kesimpulan
dari kuesioner tertutup yang terdapat pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Kesimpulan Kuesioner Tertutup Tempat Sendok dan Garpu
Pernyataan Bagian Tingkat Kepuasan
Responden
1 2 3 4
1 4 5 5 4
2 4 5 4 4
3 5 5 4 4
4 5 5 5 4
5 4 5 4 2
6 2 5 4 4
IV-8

Tabel 4.2 Kesimpulan Kuesioner Tertutup Tempat Sendok dan Garpu (Lanjutan)
Pernyataan Bagian Tingkat Kepuasan
Responden
1 2 3 4
7 5 4 4 5
8 4 5 5 4
9 4 4 4 4
10 5 5 5 5
11 5 5 4 5
12 5 5 5 5
13 4 5 4 4
14 5 4 5 2
15 5 4 4 4
16 4 4 4 5
17 5 4 5 4
18 4 5 4 4
19 4 4 2 5
20 4 4 4 4
21 4 4 3 2
22 4 3 4 4
23 4 5 4 4
24 2 5 4 4
25 4 5 4 4
26 5 5 5 5
27 4 5 4 4
28 4 4 5 4
29 5 5 5 5
30 4 4 5 4

4.2.3 Pengolahan Software


Pengolahan data menggunakan software dilakukan melalui software
SPSS 16.0. Langkah pertama setelah membuka SPSS 16.0 yaitu mengetikkan
pernyataan_1, pernyataan_2, pernyataan_3, pernyataan_4 dan total_skor
pada kolom name. Langkah tersebut akan tampak seperti Gambar 4.3.

Gambar 4.3 Variable View


Langkah selanjutnya mengklik ke Data View, memasukkan nilai pada
tiap kolom pernyataan serta kolom total skor . Langkah tersebut akan tampak
seperti Gambar 4.4.
IV-9

Gambar 4.4 Data View


Langkah selanjutnya untuk mengetahui korelasi dari pertanyaan maka
memilih menu bar Analyze, memilih Corellate, setelah itu mengklik Bivariate.
Tampilan akan tampak seperti Gambar 4.5.

Gambar 4.5 Analyze Correlate


Langkah berikutnya setelah muncul kotak dialog Bivariate Corellations
kemudian memindahkan pernyataan_1, pernyataan_2, pernyataan_3,
pernyataan_4 serta total_skor ke Variables kolom sebelah kanan.
Langkah berikutnya adalah mencentang Pearson pada Correlation Coefficients,
Two Tailed serta Flag Significant Correlation. Langkah tersebut akan tampak
seperti Gambar 4.6.
IV-10

Gambar 4.6 Bivariate Corellations


Berikut ini output Correlations yang dihasilkan dalam proses Bivariate
Corellations. Output Correlations dapat dilihat pada Gambar 4.7.

Gambar 4.7 Output Correlations


Berdasarkan Gambar 4.7 Output Correlations diketahui Pearson
Correlation antara pernyataan 1 dengan total skor sebesar 0,643. Hal ini
menunjukkan bahwa besar hubungan atau korelasi antara pernyataan 1
IV-11

dengan total skor dikatakan kuat dan valid karena memiliki nilai diatas 0,3.
Nilai 0,643 diikuti dengan tanda petik dua hal ini menunjukkan bahwa nilai
tersebut signifikan pada tingkat 0,01. Significant (2-tailed) antara pernyataan
1 dengan total skor didapatkan sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa
hubungan antara pernyataan 1 dengan total skor signifikan karena lebih kecil
dari 0,05 sehingga dapat dikatakan valid. Pearson Correlation antara
pernyataan 2 dengan total skor sebesar 0,445. Hal ini menunjukkan bahwa
besar hubungan atau korelasi antara pernyataan 2 dengan total skor
dikatakan cukup dan valid karena memiliki nilai diatas 0,3. Nilai 0,445 diikuti
dengan tanda petik satu hal ini menunjukkan bahwa nilai tersebut signifikan
pada tingkat 0,05. Pearson Correlation antara pernyataan 3 dengan total skor
sebesar 0,659. Hal ini menunjukkan bahwa besar hubungan atau korelasi
antara pernyataan 3 dengan total skor dikatakan kuat dan valid karena
memiliki nilai diatas 0,3. Nilai 0,659 diikuti dengan tanda petik dua hal ini
menunjukkan bahwa nilai tersebut signifikan pada tingkat 0,01. Pearson
Correlation antara pernyataan 4 dengan total skor sebesar 0,641. Hal ini
menunjukkan bahwa besar hubungan atau korelasi antara pernyataan 4
dengan total skor dikatakan kuat dan valid karena memiliki nilai diatas 0,3.
Nilai 0,641 diikuti dengan tanda petik dua hal ini menunjukkan bahwa nilai
tersebut signifikan pada tingkat 0,01. Pearson Correlation antar total skor
sebesar 1. Hal ini menunjukkan bahwa memiliki korelasi sempurna.
Berdasarkan Gambar 4.7 Output Correlations, didapatkan Pearson
Correlation antara pernyataan 1 dan 2 sebesar -0,76 dari hasil tersebut
diketahui pernyataan 1 dan 2 berhubungan negatif hal ini menandakan bahwa
pernyataan 1 berlawanan atau berbanding terbalik dengan pernyataan 2.
Didapatkan pula Pearson Correlation antara pertanyaaan 2 dan 3 sebesar 0,216
dari hasil tersebut diketahui pernyataan 2 dan 3 berhubungan positif hal ini
menandakan bahwa pernyataan 2 dan 3 memiliki korelasi yang kuat atau
searah. Nilai -0,76 dan 0,216 juga menunjukkan bahwa korelasi diantara
pernyataan tidak valid karena lebih kecil dari 0,3. Data yang tidak valid dapat
IV-12

diatasi dengan cara memperbaiki pernyataan atau tidak menggunakan


pernyataan yang tidak valid tersebut kedalam kuesioner, apabila pernyataan
yang tidak valid tersebut dirasa cukup penting dapat dilakukan pembentukan
pernyataan lain dengan maksud yang sama lalu diuji kembali kevalidannya.
Tanda ** menjelaskan bahwa korelasi ini signifikan pada taraf 0,01 hal ini
berarti korelasi tersebut memiliki tingkat kepentingan sebesar 99% dan
toleransi kesalahan sebesar 1%. Tanda * menjelaskan bahwa korelasi ini
signifikan pada taraf 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa korelasi tersebut
memiliki tingkat kepentingan sebesar 95% dan toleransi kesalahan sebesar
5%.
Langkah berikutnya kembali ke tampilan Data View, mengklik
Analyze, memilih Scale, selanjutnya mengklik Reliability Analysis. Langkah
tersebut akan tampak seperti Gambar 4.8.

Gambar 4.8 Analyze Reliability


Langkah selanjutnya setelah muncul kotak dialog Reliability Analysis
yaitu memindahkan pernyataan_1, pernyataan_2, pernyataan_3,
pernyataan_4 serta total_skor ke kolom sebelah kanan lalu pada list box
Model memilih Alpha. Langkah tersebut akan tampak seperti Gambar 4.9.
IV-13

Gambar 4.9 Reliability Analysis


Langkah berikutnya yaitu memilih Statistics pada kotak dialog
Reliability Analysis kemudian mencentang Item, Scale, serta Scale if item
deleted kemudian mengklik Continue dan memilih OK. Langkah tersebut akan
tampak seperti Gambar 4.10.

Gambar 4.10 Realibility Analysis Statistics


Berikut output yang dihasilkan dalam proses Reliability Analysis.
Output pertama yang terdapat pada Gambar 4.11.

Gambar 4.11 Output Case Processing Summary


IV-14

Berdasarkan Gambar 4.11 Output Case Processing Summary, diketahui


Valid sebesar 30 dengan persentase 100% hal ini menunjukkan data tersebut
terinput semua. Baris Excluded didapatkan senilai 0, hal ini menunjukkan
tidak ada data yang terbuang atau tidak dimasukkan. Total data yang
dihasilkan yaitu sebanyak 30 dengan persentase 100% hal ini menunjukkan
semua data 100% valid.
Berikut output yang dihasilkan dalam proses Reliability Analysis.
Output kedua yang berupa kurva terdapat pada Gambar 4.12.

Gambar 4.12 Output Reliability Statistics


Berdasarkan Gambar 4.12 Output Reliability Statistic didapatkan Alpha
Cronbach sebesar 0,412 dengan jumlah item pernyataan sebanyak 4
pernyataan. Berdasarkan hasil output tersebut diketahui bahwa nilai alpha
cronbach tersebut lebih besar dari 0,3 hal ini menunjukkan bahwa kuesioner
yang terdiri dari empat pernyataan tersebut dapat dikatakan reliabel atau
dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data atau informasi.