Anda di halaman 1dari 15

Makalah Morfologi Bunga

Mata Kuliah Dasar Dasar Agronomi

Oleh :

Nurhuda Priyo Laksono


(D31161749)
Galih Pratama
(D31161752)
Adhli Ibnu Mukhaffi (D31161745)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS


JURUSAN MANAJEMEN AGRIBISNIS
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2017

1
COVER i
DAFTAR ISI..........................................................................................................ii
BAB 1. PENDAHULUAN....................................................................................1
1.1. Latar Belakang...................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah................................................................................. 1
1.3. Tujuan....................................................................................................1
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................3
BAB 3. PEMBAHASAN......................................................................................4
3.1. Fungsi Bunga........................................................................................4
3.2. Bagian Bagian Bunga ........................................................................5
3.3. Jumlah Bunga dan Tata Letak...............................................................7
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................14

2
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dari waktu kewaktu, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan semakin
berkembang dengan pesat. Banyak ilmu yang awalnya hanya memnjadi cabang, kini telah
menjadi ilmu yang berdiri sendiri salah satunya adalah ilmu morfologi tumbuhan. Morfologi
tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhan. Morfologi
tumbuhan juga menguraikan tentang fungsi masing-masing bagian dari bentuk dan susunan
tumbuhan. Salah satu bagian tumbuhan yang dipelajari yaitu bunga yang merupakan alat
perkembangbiakan (Organum Reproductivum) bagi tumbuhan.
Pada tumbuhan, bunga hanya muncul pada fase-fase tertentu, yaitu pada fase di mana
tumbuhan akan memulai perkembangbiakan (fase reproduksi). Buah merupakan organ tumbuhan
yang terbentuk setelah bunga mengalami proses penyerbukan. Dengan demikian, organ bunga
dan buah disebut pula sebagai organ tambahan. Bunga sebenarnya merupakan hasil dari
modifikasi batang, sedangkan buah berasal dari bakal buah yang terdapat pada bunga dan telah
mengalami pembuahan.
Jika kita memperhatikan susunan suatu bunga, mudahlah diketahui bahwa bunga berasal
dari tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna dan susunanya disesuaikan dengan
kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan
dan akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. Tunas yang mengalami perubahan
bentuk menjadi bunga itu biasanya batangnya terhenti pertumbuhannya, merupakan tangkai
(pedicellus) dan dasar bunga (receptaculum), sedangkan daun-daunnya sebagian tetap bersifat
seperti daun, hanya bentuk dan warnanya berubah, dan sebagian lagi mengalami metamorfosis
menjadi bagian-bagian yang memainkan peranan dalam peristiwa-peristiwa yang akhirnya akan
menghasilkan calon individu baru.
Ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah
fitohormon tertentu. Pembentukan Bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada
banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama
pencahayaan, dan ketersediaan air.

3
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu struktur Bunga?
2. Bagaimana Jumlah dan letak bunga pada suatu tumbuhan?
3. Apa saja bagian-bagian bunga?
4. Apa kelamin bunga?

1.3 Tujuan
2. Untuk mengetahui fungsi bunga dan bagian-bagian bunga.

4
Untuk mengetahui klasifikasi bunga berdasarkan jumlah bunga dan tata letaknya pada suatu
tumbuhanBAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu Bunga
adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya
sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan
ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan
tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan
bunga) (Nurma, 2014).
Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri
suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetribentuknya: aktinomorf ("berbentuk
bintang", simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak
dijumpai(Nurma, 2014).
Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina
(putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau
hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga.
Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:
Kelopak bunga atau calyx;
Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat
serangga yang membantu proses penyerbukan;Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa
Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari; Alat kelamin betina atau gynoecium (dari
bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik.
Organ reproduksi betina adalah daun buah atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula)
yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik
atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai
jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.

5
Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas
dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang "umum", spesies
tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi.
Modifikasi ini digunakan botani untuk membuat hubungan
antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh,
dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah
organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4
atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan
monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya (Nurma,
2014).BAB 3. PEMBAHASAN

3.1 Fungsi Bunga

Fungsi biologi bunga adalah organ seksual, sebagai wadah menyatunya gamet jantan
(mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Bahwa bunga adalah analog
dengan organ seksual pada hewan baru disadari secara ilmiah pada abad ke-17 di
Eropa.Beberapa bunga memiliki warna yang cerah berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu
penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga
bertujuan memikat hewan untuk membantu penyerbukan (id.wikipedia.org, 2013).
Bunga juga dapat dianggap sebagai organ untuk bertahan pada kondisi kurang
menguntungkan bagi pertumbuhan. Sejumlah tumbuhan akan segera membentuk bunga apabila
mengalami kekurangan air atau suhu rendah. Contoh yang paling dikenal adalah bunga kertas
Bougainvillea. Bunga mengurangi metabolisme dan apabila tumbuhan mati, biji diharapkan telah
terbentuk sebagai usaha sintasan (survival) (id.wikipedia.org, 2013).

6
Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni sehingga
memiliki arti kultural. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai
tanaman hias.Bunga adalah alat perkembangbiakan generatif tumbuhan biji tertutup.
Dalam bagian-bagian bunga yang memiliki macam-macam atau jenis-jenis bagian yang
setiap fungsinya masing-masing bagian bunga tersebut berbeda-beda, sehingga perlunya
pembahasan yang panjang dan luas tentang bagian-bagian bunga, maka dari itu kali ini kita
akan membahas bagian-bagian bunga, baik itu bagian bunga secara umum, bagian bunga
berdasarkan kelengkapan bagian bunga dan berdasarkan kelengkapan alat kelamin, dari
tiga pengelompokan bagian-bagian bunga itu pembahasannya berbeda-beda.
(www.artikelsiana.com, 2014)
3.2 Bagian-Bagian Bunga

Kelopak Bunga (Calix).


Bagian terluar dari bunga adalah kelopak. Fungsi kelopak, yaitu untuk
melindungi bunga pada waktu bunga masih muda yang berbentuk kuncup bunga.
Kelopak umumnya berwarna hijau seperti daun, tetapi ada pula kelopak yang
berwarna selain hijau, sehingga tampak seperti mahkota bunga. Kelopak yang
berwarna ini sering kita temukan pada bunga bougenvil. Setiap helaian kelopak
bunga disebut sepal. Di samping kelopak pada beberapa bunga tumbuh kelopak
tambahan (epicalyx) (Anonim, 2016).

Tajuk Bunga atau Mahkota Bunga (Corolla).


Tajuk bunga atau mahkota bunga merupakan hiasan pada bunga yang terdapat
di sebelah dalam kelopak. Umumnya mahkota ini ukurannya lebih besar daripada
kelopak dan berwarna indah serta menarik, tidak jarang pula mempunyai bau yang

7
harum atau sedap. Warna yang indah dan baunya yang harum inilah yang merupakan
daya tarik bagi serangga atau binatang lain seperti burung dan kelelawar untuk
mendatangi bunga. Fungsi lain tajuk bunga adalah melindungi alat-alat kelamin pada
bunga sebelum terjadi proses penyerbukan. Setiap helaian tajuk bunga disebut petala.
Bunga sebagai salah satu organ pada tumbuhan jelas membutuhkan zat makanan untuk
kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, pada bunga juga ditemukan pembuluh-
pembuluh angkut yang berfungsi untuk memasok makanan bagi bunga (Anonim,
2016).

Benang Sari atau Stamen (Alat Kelamin Jantan).


Benang sari bagi tumbuhan merupakan alat kelamin jantan. Seperti halnya
dengan bagian-bagian bunga yang diuraikan terdahulu, benang sari pun merupakan
hasil dari metamorfosis daun, yang bentuk dan fungsinya telah disesuaikan sebagai alat
kelamin jantan. Bukti bahwa benang sari merupakan hasil metamorfosis daun, terlihat
sangat nyata pada bunga jenis tumbuhan tertentu, contohnya pada bunga tasbih (Canna
indica). Pada bunga tasbih, tajuk bunganya tidak menarik, tetapi yang berwarna indah
dan menarik adalah benang sarinya yang bersifat seperti tajuk bunga. Benang sari
dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu tangkai sari (filamentum), kepala sari (antera),
dan penghubung ruang sari (conektivum). Tangkai sari, yaitu bagian yang berbentuk
benang dengan penampang melintang yang umumnya berbentuk bulat, sedangkan
kepala sari, yaitu bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari.

Bagian ini di dalamnya memiliki dua ruang sari (theca) dan masing-masing ruang sari
terdiri atas dua ruang kecil (loculumentum). Di dalam ruang sari terdapat serbuk
sari(polen), yaitu sel-sel kelamin jantan (gamet jantan) yang berguna untuk penyerbukan.
Adakalanya pada beberapa bunga, serbuk sarinya tidak terbentuk atau tidak mampu
mengadakan penyerbukan. Benang sari yang demikian itu dinamakan benang sari yang
mandul. Penghubung ruang sari (conektivum) adalah bagian dari lanjutan tangkai sari yang
menjadi penghubung kedua bagian kepala sari (ruang sari). Penghubung ruang sari terdapat
di kanan kiri penghubung ini (Anonim, 2016).

8
Putik atau Pistilum (Alat Kelamin Betina).
Putik merupakan bagian bunga yang paling dalam letaknya. Putik merupakan
alat kelamin betina pada bunga. Putik pun tersusun atas daun-daun yang telah
mengalami metamorfosis. Daun-daun penyusun putik disebut daun buah (karpelum).
Secara keseluruhan daun-daun buah penyusun putik dinamakan gynaecium. Putik juga
merupakan hasil dari metamorfosis daun, namun sangat sukar untuk dibuktikan tetapi
pada tumbuhan yang berbiji telanjang, misalnya pakis haji (Cycas rumphii) hal itu
masih tampak jelas.
Putik merupakan alat kelamin betina, yang salah satu bagiannya mengandung sel telur.
Setelah dibuahi oleh inti sperma yang berasal dari serbuk sari, akhirnya akan
berkembang menjadi kandung lembaga yang nantinya akan
menjadi tumbuhan baru. Bagian putik yang mengandung sel
telur dinamakan bakal biji (ovulum) yang akhirnya akan
menjadi biji (semen). Sementara bagian putik yang di
dalamnya terdapat bakal biji tadi, yaitu bakal buahnya
(ovarium), akan berbuah menjadi buah (fructus). Putik
terdiri dari tiga bagian, yaitu bakal buah (ovarium), tangkai
kepala putik (stilus), dan kepala putik (stigma). Bakal buah
(ovarium) merupakan bagian putik yang pada umumnya
kelihatan membesar dan terletak pada dasar bunga.
Sedangkan tangkai kepala putik (stilus) merupakan bagian putik yang sempit dan
terdapat di atas bakal buah, biasanya berbentuk benang, fungsinya untuk tempat
melekatnya kepala putik. Kepala putik (stigma) ialah bagian dari putik yang paling
atas, terletak pada ujung tangkai kepala putik tadi (Anonim, 2016).

3.3 Jumlah Bunga dan Tata Letaknya pada Suatu Tumbuhan


Berdasarkan jumlah bunga yang dihasilkannya, tumbuhan dibagi menjadi 2
macam, yaitu : Tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora), yaitu tumbuhan yang
hanya menghasilkan satu bunga saja pada satu tangkai, biasanya terdapat pada ujung

9
batang.
1. Tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora), yaitu tumbuhan yang hanya
menghasilkan lebih dari satu bunga dalam satu ibu tangkai bunga. Sebagian bunga
terdapat dalam ketiak-ketiak daun dan sebagian pada ujung batang atau cabang-
cabang (Hairiani, 2013).
Menurut tempatnya pada tumbuhan, kita dapat membedakan :
1. Bunga pada ujung batang (flos terminalis), misalnya kembang merak
(Caesalpinia pulcherrima Swartz.)
2. Bunga di ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaris), misalnya kembang sepatu
(Hibiscus rosa-sinensis)

Bunga Majemuk (Anthotaxis, Inflorescentia)


1. Bagian-bagian pada bunga majemuk
a. Bagian-bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, antara lain :
1. Ibu tangkai bunga (pedunculus), yaitu lanjutan batang atau cabang yang mendukung
bunga majemuk.
2. Tangkai bunga (pedicellus), yaitu cabang ibu tangkai yang mendukung bunganya.
3. Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai bunga yang mendukung bagian-
bagian bunga lainnya (Hairiani, 2013).

10
b. Bagian-bagian yang bersifat seperti daun, antara lain:
1) Daun-daun pelindung (bractea)
2) Daun tangkai (bracteola)
3) Seludang bunga (spatha)
4) Daun-daun pembalut (bractea involucralis)
5) Kelopak tambahan (epicalyx)
6) Daun-daun kelopak (sepalae)
7) Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae)
8) Daun-daun tenda bunga (tepalae)
9) Benang-benang sari (stamina)
10) Daun-daun buah (carpella)

Macam-macam bunga majemuk


a. Bunga majemuk tak terbatas (inflorescentia racemosa, inflorescentia botryoides atau
inflorescentia centripetala)
Bunga majemuk tak berbatas dapat dibedakan lagi menjadi:
1). Ibu tangkainya tidak bercabang-cabang, sehingga bunga (bertangkai atau tidak)
langsung terdapat pada ibu tangkainya.
a) Tandan (racemus atau botrys), yaitu jika suatu bunga bertangkai nyata dan
duduk pada ibu tangkainya. Misalnya kembang merak (Caesalpinia pulcherrima
Swartz.)
b) Bulir (spica), yaitu bunga yang tidak bertangkai dan langsung duduk pada ibu
tangkai bunga. Misalnya bunga jantan jagung (Zea mays L.)
c) Untai atau bunga lada (amentum), yaitu bunga yang seperti bulir, tetapi ibu
tangkai hanya mendukung bunga berkelamin tunggal. Misalnya paa sirih (Piper
betle L.)
d) Tongkol (spadix), yaitu seperti bulir, tetapi ibu tangkai lebih besar, tebal dan
berdaging. Misalnya pada bunga betina jagung (Zea mays L.)
e) Bunga payung (umbella), yaitu pada ibu tangkainya mengeluarkan cabang-

11
cabang yang sama panjang. Misalnya pada daun kaki kuda (Centella asiatica Urb.)
f) Bunga cawan (corymbus atau anthodium), yaitu ujung ibu tangkainya melebar
dan merata, sehingga menyerupai bentuk cawan. Pada umumnya, bunga cawan
dibagi menjadi dua macam bunga, yaitu:
- Bunga pita, yaitu bunga mandul yang terdapat di sepankang tepi cawan.
- Bunga tabung, yaitu bunga-bunga yang terdapat di atas cawan (flos disci),
merupakan bagian bunga yang subur karena dapat menghasilkan buah. Contoh
bunga cawan dengan bagian-bagian yang lengkap adalah bunga matahari
(Heliantus annuus L.).

g) Bunga bongkol (capitulum), bentuknya menyerupai bunga cawan, tetapi ujung


ibu tangkainya membesar, sehingga bunga majemuk seluruhnya nampak seperti
bola. Contoh bunga putri malu (Mimosa pudica L.)
h) Bunga periuk (hypanthodium), dibedakan menjadi 2 bentuk :
- Ujung ibu tangkai menebal, berdaging, bentuknya seperti gada, bunganya meliputi
seluruh bagian yang menebal. Misalnya pada nangka (Artocarpus integra Merr)
(Hairiani, 2013).

2). Ibu tangkai bercabang-cabang dan cabang-cabangnya dapat bercabang lagi, sehingga
bunga-bunga tidak terdapat pada ibu tangkainya.
a) Malai (panicula), yaitu pada ibu tangkainya mengadakan percabangan secara
monopodial, demikian juga dengan cabang-cabangnya. Malai disebut juga
tandan majemuk, yang biasanya keseluruhan bunganya menyerupai kerucut atau
limas. Misalnya pada bunga mangga (Mangifera indica L.).
b) Malai rata (corymbus ramosus), yaitu pada ibu tangkai yang mengadakan
percabangan, tetapi bunga majemuk dalam ibu tangkai ini terdapat pada suatu
bidang datar atau agak melengkung. Misalnya bunga soka (Ixora grandiflora
Zoll. Et Mor.)
c) Bunga payung majemuk (umbella composita), yaitu suatu bunga payung yang
bersusun. Misalnya pada wortel (Daucus carota L.)
d) Bunga tongkol majemuk, yaitu bunga tongkol yang ibu tangkainya bercabang-
cabang dan masing-masing cabang memiliki susunan seperti tongkol pula.
12
Misalnya pada kelapa (Cocos nucifera L.)

13
Bulir majemuk, yaitu ibu tangkai bunga yang bercabang dan masing-masing cabang
mendukung bunga dengan susunan seperti bulir. Misalnya bunga jantan jagung (Zea mays L.)
(Hairiani, 2013).
b. Bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa atau inflorescentia centrifuga,
inflorescentia definita)
Bunga majemuk tak berbatas dapat dibedakan lagi menjadi :

Anak payung menggarpu (dichasium), yaitu pada bagian ibu tangkai terdapat satu bunga,
dibawahya terdapat dua cabang yang sama panjang. Misalnya bunga melati (Jasminum
sambac Ait.)
2). Bunga tangga atau bunga bercabang seling (cincinnus), yaitu bunga majemuk yang ibu
tangkainya bercabang dan cabangnya bercabang lagi, yang arahnya ke kiri dan ke
kanan. Misalnya pada buntut tikus (Heliotropium indicum L.)
3). Bunga sekerup (bostryx), seperti pada bunga tangga, tetapi cabangnya berturut-turut
membentuk sudut sebesar 90o, sehingga arah percabangan seperti gerakan sekerup atau
spiral. Misalnya pada bunga kenari (Canarium commune L.)
4). Bunga sabit (drepanium), seperti bunga sekerup tetapi semua percabangan terletak pada
satu bidang, hingga bunga seluruhnya menampakkan bentuk seperti sabit. Misalya pada
tumbuhan suku Juncaceae.
5). Bunga kipas (rhipidium), seperti bunga tangga, semua percabangan terletak pada satu
bidan dan cabang tidak sama panjang. Terdapat pada tumbuhan suku Iridaceae.
c. Bunga majemuk campuran (inflorescentia mixta)
Yaitu suatu bunga majemuk yang merupakan campuran antara sifat-sifat bunga
majemuk berbatas dengan tidak berbatas (Hairiani, 2013).
d. Lain-lain tipe bunga majemuk

1). Gubahan semu atau karanga semu (verticillaster)

2). Lembing (anthela)

3). Tukal (glomerulus)

4). Berkas (fasciculus)

14
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. Bunga. http://id.wikipedia.org

Anonim. 2014. Bagian-Bagian Bunga dan Fungsinya. http:// www.artikelsiana.com

Anonim. 2016. Struktur Anatomi Bunga dan Fungsinya. http://www.pojokilmu.com

Hairiani. 2013. Morfologi Tumbuhan Tentang Bunga. http://miiyani.blogspot.com

Nurma, S.B. 2014. Makalah bunga. http://nurmasaribunga.blogspot.com

15

Anda mungkin juga menyukai