Anda di halaman 1dari 5

SKENARIO ROLE PLAY METODE TIM MURNI

1. Pelaksanaan Kegiatan :

Topik : Role Play Metode Tim Murni

Hari/tanggal : Senin, 29 Mei 2017

Tempat : Ruang Lantai 3 Unit 2 Rumah Sakit Panti Nirmala

Pelaksana : Kepala Ruangan, Ketua Tim, Perawat Pelaksana, Mahasiswa Praktik

2. Mekanisme kegiatan

Tahap Kegiatan

Timbang Terima 1. Jam 06.30 WIB dilakukan operan/timbang terima antar Ka Tim malam
(Operan) dengan Ka Tim pagi, selama 15 menit. Hal yang perlu dioperkan
adalah :

a. Identitas pasien dan dokter penanggung jawab.

b. Diagnosa medis

c. Diagnosa keperawatan

d. Kondisi pasien

e. Tindakan keperawatan yang sudah dilaksanakan dan yang belum


dilaksanakan.

f. Kolaborasi dalam pemberian intervensi.

g. Persiapan yang perlu dilakukan dalam kegiatan selanjutnya.

2. Setelah semua personil yang akan melanjutkan dinas berikutnya telah


hadir, kepala ruangan, ketua tim, perawat pelaksana dinas malam
maupun perawat pelaksana dinas pagi berkumpul untuk
mengklarifikasi atau melaporkan masalah yang tidak dapat dipecahkan
dalam timnya meliputi keadaan pasien dan rencana tindak lanjut
sebaiknya akan dilakukan selama 15 menit yang dipimpin oleh Ka
Ru (kepala ruangan). Setelahnya diakhiri dengan pembacaan doa dan
penutup.

3. Ketua tim, dan perawat pelaksana yang bertanggung jawab di timnya


masing-masing mengunjungi pasien untuk perkenalan diri tidak lebih
dari 8 menit. Sedangkan Ka. Ru dapat mengikuti operan keliling ke
salah satu tim ataupun tidak mengikuti.

4. Setelah operan keliling dilanjutkan dengan pre conference tim masing-


masing dan perawat yang berdinas malam dapat meninggalkan
ruangan.

Pre Conference 1. Semua perawat berkumpul kembali ke timnya masing-masing untuk


membahas hal- hal yang perlu di klarifikasi kembali meliputi identitas
pasien, dokter penannggung jawab, diagnosa medis, diagnosa
keperawatan, dan rencana tindak lanjut.

2. Perawat pelaksana mencatat dan melakukan tindakan sesuai


pembagian pasien yang diberikan.

3. Waktu pelaksanaan pre-conference 10 menit.

Pelaksanaan 1. Tanggung Jawab Anggota Tim


Kegiatan Asuhan
a. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dibawah
tanggung jawabnya.

b. Kerja sama antar anggota tim dan antar tim.

c. Memberikan laporan.

2. Tanggung Jawab Ketua Tim

a. Membuat perencanaan.

b. Membuat penugasan supervisi dan evaluasi.

c. Mengetahui kondisi pasien dan menilai tingkat kebutuhan


pasien.

d. Mengembangkan kemampuan anggota.

e. Menyelenggarakan konferensi tim.

3. Tanggung Jawab Kepala Ruangan.

a. Perencanaan

Menunjuk ketua tim yang akan bertugas diruangan


masing-masing.

Mengikuti serah terima pasien pada shift sebelumnya.

Mengidentifikasi tingkat ketergantungan pasien dalam


kondisi gawat, transisi, persiapan pulang bersama ketua
tim.

Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan dan


mengatur penugasan/penjadwalan

Merencanakan strategi pelaksanaan keperawatan.

Mengikuti visite dokter dan berdiskusi dengan dokter


tentang tindakan yang akan dilakukan.

Mengatur dan mengendalikan asuhan keperawatan.

Membantu mengembangkan niat pendidikan dan latihan


diri.
Membantu membimbing peserta didik keperawatan.

Menjaga terwujudnya visi misi keperawatan dan rumah


sakit.

b. Pengorganisasian

Merumuskan metode penugasan yang digunakan.

Merumuskan tujuan metode penugasan.

Membuat rincian tugas tim dan anggota tim secara


jelas.

Membuat rentang kendali, kepala ruangan membawahi


2 sampai 3 ketua tim, dan ketua tim membawahi 2
sampai 3 perawat.

Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan.

Mengatur dan mengendalikan logistic ruangan.

Mengatur dan mengendalikan situasi tempat praktik.

Mendelegasikan tugas saat kepala ruangan tidak ada di


tempat kepada ketua tim.

Memberi wewenang kepada tata usahan untuk


mengurus administrasi.

Mengatur penugasan jadwal pos dan pakarnya.

Identifikasi masalah dan cara penanganannya.

c. Pengarahan

Memberi pengarahan tentang penugasan kepada ketua


tim.

Memberi pujian kepada anggota tim yang


melaksanakan tugas dengan baik.

Memberi motivasi dalam peningkatan pengetahuan,


keterampilan, dan sikap.

Menginformasikan hal-hal yang dianggap penting dan


berhubungan dengan asuhan keperawatan pada
pasien.

Melibatkan bawahan sejak awal hingga akhir kegiatan.

Membimbing bawahan yang mengalami kesulitan dalam


melaksanakan tugasnya.

Meningkatkan kolaborasi dengan anggota tim lain.


d. Pengawasan

Melalui komunikasi: mengawasi dan berkomunikasi


langsung dengan ketua tim maupun pelaksana
mengenai asuhan keperawatan yang diberikan kepada
pasien.

Melalui supervisi :

1) Pengawasan langsung dilakukan dengan cara


inspeksi, mengamati sendiri, atau melalui
laporan langsung secara lisan dan memperbaiki
atau mengawai kelemahan yang ada saat itu
juga.

2) Pengawasan tidak langsung : mengecek daftar


hadir ketua tim, membaca dan memeriksa
rencana keperawatan serta catatan yang dibuat
selama dan sesudah proses keperawatan
dilaksanakan (didokumentasikan), mendengar
laporan ketua tim tentang pelaksanaan tugas.

3) Evaluasi.

4) Mengevaluasi upaya pelaksanaan dan


membandingkan dengan rencana keperawatan
yang telah disusun bersama ketua tim.

5) Audit keperawatan.

Role Play Supervisi

1. Ketua tim melaporkan kepada kepala ruangan bahwa akan


dilakukan supervisi, tujuan dan sasarannya.

2. Ketua tim memanggil perawat pelaksana yang akan disupervisi


untuk menemuinya diruang khusus.

3. Ketua tim menjelaskan maksud tujuan dilakukannya supervisi


kepada perawat pelaksana dan melakukan kontrak.

4. Perawat pelaksana menemui ketua tim sesuai kontrak waktu


yang telah disepakati bersama.

5. Ketua tim dan perawat pelaksana menemui pasien yang akan


diberikan tindakan keperawatan dengan melihat terlebih dahulu
persiapan yang telah dilakukan perawat pelaksana.

6. Setelah selesai katim mempersilahkan perawat pelaksana untuk


membereskan alat-alat terlebih dahulu dan menyuruh
menemuinya diruangan khusus.

7. Selanjutnya dilakukan tindakan evaluasi, mengeksplorasi


perasaan, mengeksplorasi pengetahuan, feedback (klarifikasi),
Advire (menilai), Follow up (perbaikan).
Role Play Ronde Keperawatan

1. Ketua tim menyiapkan proposal , status pasien, dan informed


consent pada pasien yang akan dilakukan ronde keperawatan
dan lapor kepada kepala ruangan.

2. Kepala ruangan memfasilitasi pelaksanaan ronde keperawatan


dengan menghubungi orang-orang terkait dalam pelaksanaan
ronde keperawatan, misalnya dokter, ahli gizi, fisioterapi, dll.

3. Setelah semua berkumpul ketua tim menjelaskan masalahnya


dan tujuan dilakukannya ronde keperawatan.

4. Seluruh personil yang terkait menemui pasien untuk


menjustifikasi penjelasan ketua tim.

5. Seluruh personil berkumpul kembali diruangan untuk


membicarakan langkah selanjutnya.

Post Conference Sekitar Jam 13.00 WIB. Pelaksanaan 15 menit

Kepala ruangan, ketua tim, dan perawat pelaksana membahas tindakan


yang telah dilaksanakan serta program selanjutnya sebelum timbang
terima/operan pada shift berikutnya