Anda di halaman 1dari 13

Subtema : Strategi pengelolaan

lingkungan yang terjangkau dan


berkelanjutan.

BIODEGRADASI SAMPAH PLASTIK DENGAN MENGGUNAKAN


LIMBAH KULIT SINGKONG SEBAGAI SOLUSI PECEMARAN
PLASTIK DI LINGKUNGAN

Diajukan untuk Mengikuti Kompetisi

SEMAR ESSAY COMPETITION FESTIVAL ILMIAH MAHASISWA 2017


STUDI ILMIAH MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA

Diusulkan oleh :

Rosyad Adrian Febriansyar Teknik Kimia / 2015


Garvelix Dian Garendhi Teknik Kimia / 2015

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

SURAKARTA

2017
A. Pendahuluan
1. Latar Persoalan
Pada masa kini sedang maraknya penggunaan kantong plastik di
masyarakat. Seakan akan menjadi suatu kebiasaan untuk memenuhi
kebutuhan manusia. Kita dapat menemukan sampah kantong plastik di
tempat tempat yang tidak selayaknya menjadi tempat pembuangan
sampah kantong plastik, bahkan kita dapat menemukan sampah kantong
plastik yang terpendam di dalam tanah.
Sampah kantong plastik adalah salah satu sumber pencemaran
lingkungan di Indonesia. Kantong plastik merupakan produk yang
serbaguna, ringan, fleksibel, tahan kelembaban, kuat, dan relatif murah.
Dengan beberapa kelebihan yang dimiliki kantong plastik, masyarakat
Indonesia sendiri lebih cenderung menggunakannya dalam kehidupan
sehari hari. Penggunaan yang berlebihan ini mengakibatkan dampak
buruk bagi lingkungan sekitar.
Salah satu masalahnya adalah apabila sampah kantong plastik yang
terpendam di dalam tanah, maka akan mengganggu kehidupan tumbuhan,
dikarenakan akar dari tumbuhan tidak dapat menembus sampah kantong
plastik tersebut untuk mengambil unsur hara yang berada di dalam tanah.
Hal ini tentunya menjadikan kelestarian lingkungan mahkluk hidup
terganggu akan keberadaan sampah kantong plastik. karena bahan kantong
plastik tersebut sukar rusak di lingkungan, baik oleh radiasi matahari
maupun oleh mikroba pengurai.
Pemerintah telah menegaskan bahwa akan mengurangi kebutuhan
kantong plastik dengan cara memberikan harga kantong plastik sebesar Rp
200,00,- setiap kantongnya. Namun, rencana pemerintah ini belum
sepenuhnya dipahami oleh masyarakat pada umumnya. Hal ini diharapkan
masyarakat akan berfikir tentang kegunaan kantong plastik, sehingga
penggunaan kantong plastik bisa ditekan. Penggunaan kantong plastik
yang berlebihan sangatlah membawa dampak buruk bagi kedepannya.
Kantong plastik sulit terurai dan mencemarkan lingkungan kehidupan
makhluk hidup yang berada di sekitarnya.
Peningkatan penggunaan kantong plastik dari bahan baku sintetik
polimer, telah berdampak terhadap pencemaran lingkungan dari sampah
kantong plastik.
Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menanggulangi
permasalahan kantong plastik dinilai kurang efektif, diantaranya dengan
cara mendaur ulang. Sebab, dengan cara ini kualitas kantong plastik yang
dihasilkan lebih rendah dari kantong plastik aslinya. Selain itu, sukar
memisahkan sampah kantong plastik dari berbagai polimer dasar.
Kantong plastik yang beredar di pasaran saat ini merupakan
polimer sintetik dari minyak bumi yang sulit terurai di alam. Akibatnya,
semakin banyak yang menggunakan plastik, akan semakin meningkat pula
pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, memerlukan solusi untuk
mengatasi masalah sampah kantong plastik ini.
Menurut Arutchelvi (2008) bahan - bahan polimer yang dilepaskan
ke lingkungan akan mengalami degradasi secara fisika, kimia, dan biologi
atau kombinasinya yang tergantung pada adanya kelembapan, udara,
temperatur, cahaya (photo-degradation), radiasi energi tiggi (UV, -
radiation) atau oleh hadirnya mikroorganisme (bakteri atau jamur).
Kecepatan degradasi secara fisika dan kimia adalah lebih tinggi jika
dibandingkan dengan biodegradasi. Selain itu, degradasi secara fisika dan
kimia akan mempermudah degradasi oleh mikroba dan mineralisasi
sempurna dari polimer terjadi melalui proses biodegradasi, yang umumnya
merupakan tahap akhir. Salah satunya yaitu mengembangkan bahan
kantong plastik yang bisa terbiodegradasi sehingga prosesnya bisa
menggunakan pati.
Pati adalah karbohidrat yang merupakan polimer glukosa yang
terdiri dari amilosa dan amilopektin dengan perbandingan 1:3 (besarnya
perbadingan amilosa dan amilopektin ini berbeda beda tergantung jenis
patinya.
2. Identifikasi Topik Bahasan.
Menurut Pranamuda, H (2003) Plastik biodegradable adalah plastik
yang dapat digunakan seperti layaknya plastik konvensional, namun akan
hancur terurai oleh aktivitas mikroorganisme menjadi air dan
karbondioksida setelah habis terpakai dan dibuang ke lingkungan. Sifatnya
yang dapat kembali ke alam, plastik biodegradasi merupakan plastik yang
ramah lingkungan.
Penggunaan kantong plastik sebagai bahan pengemas menghadapi
berbagai persoalan lingkungan antara lain yaitu tidak dapat didaur ulang
dan tidak dapat diuraikan secara alami oleh mikroba di dalam tanah,
sehingga terjadi penumpukan sampah kantong plastik yang menyebabkan
pencemaran dan kerusakan bagi lingkungan. Kelemahan lain adalah bahan
utama pembuat kantong plastik yang berasal dari minyak bumi, yang
keberadaannya semakin menipis dan tidak dapat diperbaharui. Seiring
dengan persoalan ini, maka penelitian bahan kemasan diarahkan pada
bahan-bahan organik, yang dapat dihancurkan secara alami.
Menurut Syarief (1988) Sampah kantong plastik rata-rata memiliki
porsi sekitar 10% dari total volume sampah. Dari jumlah itu, sangat sedikit
yang dapat didaur ulang. Padahal, sampah kantong plastik berbahan
polimer sintetik tidak mudah diurai organisme dekomposer. Butuh 300
500 tahun supaya bisa terdekomposisi atau terurai sempurna. Membakar
plastik pun bukan pilihan yang baik. Plastik yang tidak sempurna terbakar,
di bawah 800 C, akan membentuk dioksin. Senyawa inilah yang
bebahaya. Untuk itu perlu adanya inovasi dalam pembuatan kantong
plastik yang ramah lingkungan. Ada lima syarat yang dibutuhkan kemasan
yaitu penampilan, perlindungan, fungsi, bahan, dan biaya, serta yang
paling utama adalah penanganan limbah kemasan.
Menurut Henrique (2007) bahan pengemas dari kantong plastik
banyak digunakan dengan pertimbangan ekonomis dan memberikan
perlindungan yang baik dalam pengawetan. Sekitar 60% dari polietilen dan
27% dari poliester diproduksi untuk membuat bahan pengemas yang
digunakan dalam produk makanan. Akan tetapi penggunaan material
sintetis tersebut berdampak pada pencemaran lingkungan.
Menurut Fachry dan Sartika (2012) secara umum kantong plastik
biodegradable diartikan sebagai pembungkus yang dapat didaur ulang dan
dapat dihancurkan secara alami. Plastik biodegradable adalah suatu bahan
dalam kondisi tertentu, waktu tertentu mengalami perubahan dalam
struktur kimianya, yang mempengaruhi sifat-sifat yang dimilikinya oleh
pengaruh mikroorganisme (bakteri, jamur, algae).
Proses biodegradasi ini salah satunya dengan penggunaan limbah
kulit singkong. Limbah kulit singkong biasanya diperoleh dari kebun
singkong maupun industri kripik singkong yang pada umumnya kulit
tersebut digunakan untuk pupuk kompos dan makanan ternak oleh
masyarakat.
Kandungan pati yang berasal dari kulit singkong yang cukup tinggi
memungkinkan digunakan sebagai kantong plastik biodegradasi. Potensi
tersebut dapat digunakan sebagai peluang untuk memberikan nilai tambah
pada pati kulit singkong sebagai bahan dasar dalam pembuatan kantong
plastik yang ramah lingkungan.

B. Isi
1. Pembahasan
Menurut Salim (2011) kulit singkong sering kali dianggap limbah
yang tidak berguna oleh sebagian industri berbahan baku singkong. Oleh
karena itu, bahan ini masih belum banyak dimanfaatkan dan dibuang
begitu saja dan umumnya hanya digunakan sebagai pakan ternak. Kulit
singkong dapat menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi, antara lain
diolah menjadi tepung mocaf. Persentase kulit singkong kurang lebih 20%
dari umbinya sehingga per kg umbi singkong menghasilkan 0,2 kg kulit
singkong. Kulit singkong lebih banyak mengandung racun asam biru
dibanding daging umbi yakni 3-5 kali lebih besar, tergantung rasanya yang
manis atau pahit. Jika rasanya manis, kandungan asam birunya rendah
sedangkan jika rasanya pahit, kandungan asam birunya lebih banyak.
Menurut Nurviantika, L (2015) Terdapat terobosan baru untuk
memberikan hasil yang maksimal terhadap kantong plastik biodegradable,
yaitu dengan penambahan senyawa limonen sebanyak 15% (v/v) maka
plastik lebih kuat, derajat kejernihan lebih tinggi 75% karena karakteristik
limonen yang tidak bewarna, ketebalan kantong plastik relatif tipis yaitu
0,100 mm
Kandungan pati berasal dari kulit singkong yang cukup tinggi
memungkinkan digunakan sebagai plastik biodegradable. Potensi tersebut
dapat digunakan sebagai peluang untuk memberikan nilai tambah pada
kulit singkong sebagai bahan dasar dalam pembuatan kantong plastik yang
ramah lingkungan.
2. Analisis
Menurut Shreve dan Brink (1975), plastik merupakan polimer
tinggi yang dibentuk dari proses polimerisasi. Plastik didefinisikan sebagai
materi yang bahan utamanya adalah molekul tinggi. Produk akhirnya
padat, dan pada beberapa bagian tahap produksinya dapat dibentuk sesuai
dengan keinginan.

Kantong plastik biodegradasi merupakan kantong plastik yang


mudah terurai oleh mikroorganisme. Sifatnya yang dapat kembali ke alam,
kantong plastik biodegradasi merupakan kantong plastik yang ramah
lingkungan. Menurut Pranamuda (2003), berdasarkan bahan baku yang
dipakai kantong plastik biodegradasi dibagi menjadi dua kelompok yaitu
kelompok dengan bahan baku petrokimia seperti poli (e- kaprolakton),
(PCL) dan kelompok dengan bahan baku produk tanaman seperti pati dan
selulosa. Jika kelompok pertaman menggunakan sumber daya alam yang
tidak terbarukan (non renewable resources), maka yang kedua
menggunakan sumber daya alam yang terbarukan. Beberapa contoh yang
mewakili polimer plastik biodegradasi yang sudah diproduksi oleh skala
industri ialah poli (ekaprolakton). PCL adalah polimer hasil sintesis kimia
menggunakan bahan baku minyak bumi. PCL mempunyai
biodegradabilitas yang tinggi, dapat dihidrolisis oleh enzim lipase dan
esterase yang tersebar luas pada tanaman, hewan dan mikroorganisme.
Namun titik lelehnya yang rendah, Tm = 60C menyebabkan bidang
aplikasinya menjadi terbatas.
Pati merupakan senyawa polisakarida yang terdiri dari
monosakarida yang berikatan melalui ikatan oksigen. Menurut Pranamuda
(2003), monomer dari pati adalah glukosa yang berikatan dengan ikatan
()-1,4-glikosidik, yaitu ikatan kimia yang menggabungkan 2 molekul
monosakarida yang berikatan kovalen terhadap sesamanya. Pati
merupakan zat tepung dari karbohidrat dengan suatu polimer senyawa
glukosa yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu amilosa dan
amilopektin. Polimer linier dari D-glukosa membentuk amilosa dengan
ikatan ()-1,4glukosa. Sedangkan polimer amilopektin adalah terbentuk
dari ikatan ()-1,4-glukosida dan membentuk cabang pada ikatan ()-1,6-
glukosida untuk kantong plastik biodegradasi.
Dari penelitian yang telah dilakukaan oleh Firdaus (2008), proses
terjadinya biodegradasi kantong plastik pada lingkungan alam dimulai
dengan tahap degradasi kimia yaitu dengan proses oksidasi molekul,
menghasilkan polimer dengan berat molekul yang rendah. Proses
berikutnya (secondary process) adalah serangan mikroorganisme (bakteri,
jamur dan alga) dan aktivitas enzim (intracellular, extracellular). Contoh
mikroorganisme diantaranya bakteri phototrop, pembentuk endospora,
gram negatif aerob. Umumnya kecepatan degradasi pada lingkungan
limbah cair anaerob lebih besar dari pada limbah cair aerob, kemudian
dalam tanah dan air laut. Permeabilitas suatu film kemasan adalah
kemampuan melewatkan partikel gas dan uap air pada suatu unit luasan
bahan pada suatu kondisi tertentu. Nilai permeabilitas sangat dipengaruhi
oleh faktor-faktor sifat kimia polimer, struktur dasar polimer, sifat
komponen permanent. Umumnya nilai permeabilitas film kemasan
berguna untuk memperkirakan daya simpan produk yang dikemas.
Komponen kimia alamiah berperan penting dalam permeabilitas. Polimer
dengan polaritas tinggi (polisakarida dan protein) umumnya menghasilkan
nilai permeabilitas uap air yang tinggi dan permeabilitas terhadap oksigen
rendah. Hal ini disebabkan polimer mempunyai ikatan hidrogen yang
besar. Sebaliknya, polimer kimia yang bersifat non polar (lipida) yang
banyak mengandung gugus hidroksil mempunyai nilai permeabilitas uap
air rendah dan permeabilitas oksigen yang tinggi, sehingga menjadi
penahan air yang baik tetapi tidak efektif untuk menahan gas.

C. Konklusi
Dengan adanya kantong plastik yang mudah terdegradasi, diharapkan
masyarakat Indonesia mau beralih dari kantong plastik konvensional menjadi
kantong plastik yang mudah terdegradasi. Setelah habis terpakai dan dibuang
ke lingkungan, karena sifatnya yang dapat kembali ke alam menjadikan
kantong plastik biodegradasi ini ramah lingkungan.
Penggunaan pati dari limbah kulit singkong mampu membiodegradasi
kantong plastik, karena kandungan senyawa polisakarida yang terdiri dari
monosakarida dan berikatan melalui ikatan oksigen yang cukup tinggi
memungkinkan limbah kulit singkong dapat digunakan sebagai solusi
kantong plastik biodegradasi.
Kantong plastik biodegradasi sebagai solusi untuk meminimalisir sampah
kantong plastik yang tidak dapat terurai oleh mikroorganisme menjadi
kantong plastik yang lebih ramah lingkungan dan dapat dihancurkan secara
alami dalam kondisi tertentu serta waktu tertentu yang mengalami perubahan
dalam struktur kimianya.
DAFTAR PUSTAKA

____. 2016. Kantung Plastik Berbayar, Kebijakan Pemerintah Kurangi


Sampah. 19 Januari 2017. http://www.4muda.com/kantung-plastik-
berbayar-kebijakan-pemerintah-kurangi-sampah/
Arutchelvi, J., Sudhakar, M., Arkatbar, A., Doble, M., Bhaduri, S., Uppara, P.
V. 2008. Biodegradation of Polyethylene and Polypropylene.

Facry, A. R., Sartika, A. 2012. Pemanfaatan Limbah Kulit Udang dan


Limbah Kulit Ari Singkong Sebagai Bahan Baku Pembuatan Plastik
Biodegradable. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik : Universitas
Sriwijaya. Jurnal Teknik Kimia : Vol. 18, No. 3.

Firdaus, F. Sintetis Kemasan Film Ramah Lingkungan Dari Komposit Pati,


Kitosan, dan Asam Polilaktat Dengan Pemplastis Gliserol. 2008. Pusat
Sains dan Teknologi DPPM Universitas Indonesia, Yogyakarta.

Henrique, C. M. 2007. Classification of Cassava Starch Film by


Physicochemical Properties and Water Vapor Permeability
Quantification by FTIR and PLS. Journal of Food Science.

Nurviantika, L., Sedyawati, S. M. R., Mahatmanti, F. W. 2015. Perbandingan


Sifat Bioplastik Berbasis Limbah Nasi dan Kulit Singkong dengan Aditif
Limonen. Jurusan Kimia FMIPA : Universitas Negeri Semarang.

Pranamuda, H. Pengembangan Bahan Plastik Biodegradable Berbahan Pati


Tropis. 2003. Penerbit UI Press, Jakarta.

Salim, Emil. 2011. Mengolah Singkong Menjadi Tepung Mocaf Bisnis


Produk Alternatif pengganti Terigu. Yogyakarta: Lily Publisher.

Shreve. Plastics. 1975. CRC Press, London.

Syarif, E. 1988. Plastik dan Penggunaannya, Penerbit UI Press, Jakarta.


DAFTAR RIWAYAT PENGUSUL

A. DATA PRIBADI
1. Nama Lengkap : Rosyad Adrian Febriansyar
2. NIM : D500150005
3. Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 11 Februari 1997
4. Jenis Kelamin : Laki laki
5. Program Studi : Teknik
6. Jurusan : Teknik Kimia
7. Minat Bidang : Teknologi
8. Alamat Rumah : Perum. Taman Pratama 1H, Sanggir,
Colomadu
Kota : Karanganyar Kode Pos: 57176
No Telp/HP : 089669911005
9. Alamat email : rosyadadrian@gmail.com

B. PENGALAMAN ORGANISASI
No. Nama Organisasi Posisi Tahun
1 KMTK RESEARCH STUDY Kepala Divisi 2017
Resource and
Research
Development
2 KMTK RESEARCH STUDY Wakil Ketua 2016
3 KOORDINATOR Ketua Umum 2013
KEGIATAN ISLAM (KKI)
4 PRAMUKA Wakil Ketua 2013

C. KARYA TULIS ILMIAH YANG PERNAH DIBUAT


No Judul Penyelenggara Tahun
1 Konversi Limbah Kertas Himpunan 2017
Mahasiswa
Menjadi Bioetanol
Kimia FMIPA
(Biopulper) Dengan Universitas
Metode Hidrolisis Asam Tanjungpura
Pontianak
Dan Simultaneous
Detoxification-
Fermentation Tawas
Dan Karbon Aktif
2 A Smart Self Nanospray Gelar Teknologi 2016
Kimia (GTK)
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENGUSUL

A. DATA PRIBADI
1. Nama Lengkap : Garvelix Dian Garendhi
2. NIM : D500150003
3. Tempat/Tanggal Lahir : Grobogan, 10 Juni 1997
4. Jenis Kelamin : Laki laki
5. Program Studi : Teknik
6. Jurusan : Teknik Kimia
7. Minat Bidang : Teknologi
8. Alamat Rumah : Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah
Kota : Purwodadi Kode Pos: 58181
No Telp/HP : 089668456018
9. Alamat email : garendhigarvelix900@gmail.com

B. PENGALAMAN ORGANISASI
No. Nama Organisasi Posisi Tahun
1 KMTK RESEARCH STUDY Leader 2017
2 KMTK RESEARCH STUDY Staff Publikasi 2016

C. KARYA TULIS ILMIAH YANG PERNAH DIBUAT


No Judul Penyelenggara Tahun
1 Brownies Kelor Dengan Himpunan 2016
Mahasiswa
Pemanis Stevia Inovasi
Agroindustri
Kue Rendah Kalori Universitas
Upaya Pencegahan Pendidikan
Indonesia
Tingginya Penderita
Diabetes Melitus

D. KEJUARAAN/LOMBA
No Prestasi Penyelenggara Tahun
1