Anda di halaman 1dari 12

PENYAKIT MENTAL, KECACATAN DAN POPULASI TERLANTAR

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Komunitas

Disusun oleh :
Kelompok 1
1. Ai Maemunah
2. Ajeng Putri Agus Permana
3. Asep Saeful Bahri
4. Dikky Koswara
5. Ernita Novitasari
6. Jaja Winarja
7. Labib Fikry Zaeni
8. Leony Khairunisa
9. Lili Darmawan
10. Trian Cahyati
11. Winda Hamala

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

STIKES KHARISMA KARAWANG

Jalan Pangkal Perjuangan Km. 1 By Pass Karawang 41316

Tahun Ajaran 2017

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat
serta hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah
Penyakit Mental, Kecacatan Dan Populasi Terlantar.

Penulisan makalah ini dapat terwujud berkat bantuan, bimbingan serta dorongan dari
berbagai pihak. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada orang tua, keluarga dan teman-
teman yang tidak mungkin di sebutkan satu persatu atas doa dan motivasinya.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami
mengharapkan saran dan kritik yang dapat membangun dari para pembaca. Akhir kata semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat untuk para pembaca.

Karawang, April 2017

Kelompok
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................................


DAFTAR ISI ................................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .................................................................................
B. Rumusan Masalah ..........................................................................................
C. Tujuan Penulisan ...........................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi Penyakit Mental ...............................................................................
B. Definisi Kecacatan .........................................................................................
1.1 Faktor-Faktor Penyebab Kecacatan .........................................................
1.2 Hambatan-Hambatan Dalam Kecacatan ..................................................
C. Definisi Populasi Terlantar ............................................................................
1.1 Sifat-Sifat Populasi Terlantar ....................................................................
1.2 Macam-Macam Penyebaran Pada Populasi Komunitas ...........................

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ...................................................................................................
B. Saran .............................................................................................................
Daftar Pustaka
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Kecacatan adalah adanya dsifungsi atau berkurangnya suatu fungsi yang secara
objektif dapat diukur/dilihat, karena adanya kehilangan/kelainan dari bagian tubuh/organ
seseorang. Misalnya, tidak adanya tangan, kelumpuhan pada bagian tertentu dari tubuh.
Kecacatan ini bisa selalu pada seseorang, yang dapat menghasilkan perilaku-perilaku
yang berbeda pada individu yang berebeda, misalnya kerusakan otak dapat menjadikan
individu tersebut cacat mental, hiperkatif, buta, dan lain-lain (Mangunsong, 1998).

Ekologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan


makluk hidup dan lingkungannya. Bumi memiliki banyak sekali jenis-jenis mahkluk
hidup, mulai dari tumbuhan dan binatang yang sangat kompleks hingga organisme yang
sederhana seperti jamur, amuba dan bakteri. Meskipun demikian semua mahkluk hidup
tanpa kecuali, tidak bisa hidup sendirian. Masing-masing tergantung pada mahkluk hidup
yang lain ataupun benda mati di sekelilinganya.

Ekosistem tersusun atas komponen-komponen yang saling berinteraksi satu


dengan yang lainnya. Komponen itu membentuk satuan-satuan organism kehidupan.
Antara individu yang satu dengan lainnya dalam satu daerah akan membentuk populasi.
Selanjutnya, antara populasi yang satu dengan yang lainnya dalam satu daerah akan
terjadi interaksi membentuk komunitas

Populasi berasal dari bahasa latin yaitu populous (rakyat, berarti penduduk).
Didalam pelajaran ekologi, populasi adalah sekelompok individu yang sejenis. Apabila
kita membicarakan populasi, haruslah disebut jenis individu yang dibicarakan dengan
menentukan batas batas waktunya serta tempatnya. Jadi, populasi adalah Kumpulan
individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan definisi penyakit mental ?
2. Apa yang dimaksud dengan definisi penyakit kecacatan ?
3. Apa yang dimaksud dengan definisi populasi ?
4. Apa saja faktor-faktor penyebab kecacatan ?
5. Apa saja hambatan-hambatan kecacatan ?
6. Apa saja sifat-sifat dari populasi ?
7. Apa saja macam-macam Penyebaran Pada Populasi Komunitas ?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari makalah ini, yaitu sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui definisi penyakit mental.
2. Untuk mengetahui definisi penyakit kecacatan.
3. Untuk mengetahui definisi populasi.
4. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kecacatan.
5. Untuk mengetahui hambatan-hambatan kecacatan.
6. Untuk mengetahui sifat-sifat dari populasi.
7. Untuk mengetahui macam-macam Penyebaran Pada Populasi Komunitas.
BAB II

PEMBAHASAN

Konsep Dasar
A. Definisi Penyakit Mental
Pengertian dari CMHN (Comunity Mental Health Nursing) adalah perawatan
kesehatan jiwa atau upaya memajukan pelayanan kesehatan jiwa dengan tujuan
pasien yang tidak tertangani di masyarakat akan mendapat pelayanan lebih baik.

Keperawatan kesehatan jiwa komunitas adalah pelayanan keperawatan yang


komprehensif, holistik, dan paripurna yang berfokus pada masyarakat yang sehat
jiwa, rentan terhadap stress (resiko gangguan jiwa) dan dalam tahap pemulihan serta
pencegahan kekambuhan (gangguan jiwa).

a. Pelayanan Keperawatan Komunitas


Pelayanan keperawatan adalah pelayanan keperawatan yang diberikan
pada masyarakat pasca bencana dan konflik, dengan kondisi masyarakat yang
sangat beragam dalam rentang sehat sakit yag memerlukan pelayanan
keperawatan pada tingkat pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pelayanan
keperawatan kesehatan jiwa yang komprehensif mencakup 3 tingkat pencegahan
yaitu pencegaha primer , sekunder, dan tersier.

B. Definisi Penyakit Kecacatan


Pengertian Kecacatan adalah adanya dsifungsi atau berkurangnya suatu fungsi
yang secara objektif dapat diukur/dilihat, karena adanya kehilangan/kelainan dari
bagian tubuh/organ seseorang. Misalnya, tidak adanya tangan, kelumpuhan pada
bagian tertentu dari tubuh. Kecacatan ini bisa selalu pada seseorang, yang dapat
menghasilkan perilaku-perilaku yang berbeda pada individu yang berebeda, misalnya
kerusakan otak dapat menjadikan individu tersebut cacat mental, hiperkatif, buta, dan
lain-lain (Mangunsong, 1998).
1. 1 Faktor-faktor Penyebab Kecacatan
Kecacatan yang dialami oleh seseorang dapat disebabkan oleh beberapa faktor,
yaitu faktor dari dalam ataupun faktor dari luar individu.
a. Cacat genetik (bawaan) adalah suatu kelainan atau cacat yang dibawa sejak
lahir baik fisik maupun mental. Cacat bawaan dapat disebabkan akibat
kejadian sebelum kehamilan, selama kehamilan dan saat melahirkan atau
masa prenatal. Cacat ini dapat disebabkan oleh penyakit genetik, pengaruh
lingkungan baik sebelum pembuahan (bahan mutagenik) maupun setelah
terjadi pembuahan (bahan teratogenik) (Faradz, 2001).

b. Cacat akibat kecelakaan merupakan kelainan atau cacat yang terjadi pada
individu akibat kecelakaan yang dapat berupa kecelakaan lalu lintas,
kecelakaan kerja, kebakaran, tersiram air keras, jatuh, tertimpa benda-benda
berat, dan lain-lain.

1. 2 Hambatan-hambatan Kecacatan

Hambatan-hambatan yang dialami oleh orang yang mengalami kecacatan antara


lain:

a. Sosialisasi
Dalam aspek sosialisasi terdapat dua faktor yang menjadi penghambat
bagi orang cacat, yaitu faktor dari dalam diri (internal) dan dari luar (eksternal).
Faktor internal meliputi rasa rendah diri, tidak percaya diri, merasa berbeda dari
orang lain yang kondisi fisiknya normal dan sering kali merasa takut dirinya akan
menjadi beban bagi orang lain. Perasaan-perasaan tersebut yang sering kali
menjadi penghambat seorang yang cacat untuk bersosialisasi dengan orang lain.
Selain itu, lingkungan yang tidak aksesibel juga menjadi penghambat utama bagi
penyandang cacat untuk dapat melakukan mobilitas sosial.

b. Pekerjaan
Tantangan lainnya yang dirasa berat bagi penyandang cacat adalah
masalah pekerjaan. Kondisi mereka yang cacat kurang memungkinkan mereka
untuk bergerak dengan bebas seperti orang normal. Ini membuat kebanyakan
orang beranggapan bahwa orang cacat kurang berkompeten untuk melakukan
pekerjaan dan hanya akan memberikan kesulitan bagi orang lain karena kecacatan
yang dimilikinya. Padahal orang cacat juga perlu untuk memiliki pekerjaan
sebagai bentuk penyaluran hobi dan pengetahuan yang dimilikinya.

c. Mencari Pasangan
Setiap individu memiliki hasrat untuk memiliki pasangan, menikah dan
berkeluarga apalagi ketika individu memasuki tahap dewasa awal karena hal
tersebut merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dilewatinya. Akan
tetapi kondisi fisik yang cacat membuat individu membatasi diri dari lingkungan
sosial dan memiliki sedikit teman. Hal itu dikarenakan mereka merasa rendah diri
dan malu dengan kondisi fisiknya apalagi sebelumnya mereka memiliki fisik yang
normal. Mereka juga beranggapan apabila mereka kelak menikah, mereka hanya
akan mempersulit hidup pasangannya kelak. Selain itu, masyarakat juga
beranggapan bahwa memiliki menantu yang cacat merupakan suatu hal yang
memalukan.

d. Emosi
Secara umum, kekurangan fisik yang dimiliki individu akan membuat
individu tersebut memiliki perasaan yang sensitif. Perasaan tidak mampu dan
rendah diri yang berlebihan sering menjadikan mereka mudah tersinggung oleh
kata-kata dan segala sesuatu yang dianggap menyepelekan dan menyinggung
kekurangan mereka. Mereka juga sering berprasangka dan mudah curiga terhadap
orang lain.

C. Definisi Populasi Terlantar


Populasi berasal dari bahasa latin yaitu populous (rakyat, berarti penduduk).
Didalam pelajaran ekologi, populasi adalah sekelompok individu yang sejenis.
Apabila kita membicarakan populasi, haruslah disebut jenis individu yang
dibicarakan dengan menentukan batas batas waktunya serta tempatnya. Jadi,
populasi adalah Kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu
tertentu.
Populasi adalah sekelompok makhluk hidup dengan spesies yang sama, yang
hidup pada suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu yang sama pula. Misalnya
saja tanaman padi di persawahan begitu juga dengan perumputan atau serangga yang
ada. Ahli ekologi memastikan dan menganalisis jumlah dan pertumbuhan dari
populasi serta hubungan antara masing-masing spesies dan kondisi lingkungan.

1.1 Sifat-sifat pada Populasi


a. Kerapatan atau kepadatan
Kerapatan lazim digunakan pada tumbuhan, sedangkan kepadatan
biasanya digunakan pada manusia. Populasi organisme pada suatu daerah
tidak akan tetap dari waktu ke waktu berikutnya. Jika jumlah populasi
suatu jenis berubah, kepadatan populasinya juga akan berubah. Ada dua
hal yang mempengaruhi perubahan kepadatan populasi organisme pada
suatu daerah.

b. Natalitas (angka Kelahiran)


Natalitas atau angka kelahiran adalah angka yang menunjukkan
jumlah individu baru yang menyebabkan populasi bertambah per satuan
waktu. Dengan demikan, meningkatnya natalitas merupakan faktor
pendorong meningkatnya pertumbuhan populasi.

c. Mortalitas (angka Kematian)


Mortalitas atau angka kematian adalah angka yang menunjukkan
jumlah pengurangan individu per satuan waktu. Terjadinya kematian
merupakan salah satu faktor utama yang mengontrol ukuran suatu
populasi. Populasi organisme pada suatu ekosistem senantiasa mengalami
perubahan. Perubahan tersebut ada yang tampak jelas dan ada pula yang
tidak jelas.

d. Perluasan atau penyebaran populasi.


Perluasan atau penyebaran populasi adalah gerakan individu
individu atau anak anaknya kedalam atau keluar darerah dari populasi.
Ada tiga bentuk penyebaran populasi yaitu sebagai berikut :
Emigrasi yaitu gerakan keluar atau kepergian individu keluar dari
batas batas tempat populasi sehingga populasinya berkurang.
Imigrasi yaitu gerakan kedalam batas batas tempat populasi,
sehingga populasi bertambah.
Migrasi yaitu berangkat (pergi) dan dating (kembai) secara periodik.

1.2 Macam-Macam Penyebaran Pada Populasi Komunitas


Pola penyebaran bergantung pada sifat fisikokimia lingkungan maupun
keistimewaan biologis organisme itu sendiri. Keragaman tak terbatas dari pola
penyebaran demikian yang terjadi dalam alam secara kasar dapat dibedakan
menjadi tiga kategori yaitu :
a. Penyebaran teratur atau seragam, dimana individu-individu terdapat pada
tempat tertentu dalam komunitas. Penyebaran ini terjadi bila ada
persaingan yang keras sehingga timbul kompetisi yang mendorong
pembagian ruang hidup yang sama.

b. Penyebaran secara acak (random), dimana individu-individu menyebar


dalam beberapa tempat dan mengelompok dalam tempat lainnya.
Penyebaran ini jarang terjadi, hal ini terjadi jika lingkungan homogen.

c. Penyebaran berkelompok/berumpun (clumped), dimana individu-individu


selalu ada dalam kelompok-kelompok dan sangat jarang terlihat sendiri
secara terpisah. Pola ini umumnya dijumpai di alam, karena adanya
kebutuhan akan faktor lingkungan yang sama.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Penyakit mental adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi,
proses berfikir, perilaku, dan penangkapan panca indera. Penyakit mental ini
menimbulkan stress dan penderitaan bagi pesakit (dan keluarganya).
Kecacatan merupakan keterbatasan yang dialami makhluk hidup, khususnya
manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Keterbatasan ini bisa berupa
ketidakberfungsian organ tubuh sebagai mana mestinya.
Perubahan fisik anak sangat berpengaruh terhadap proses mental dan pergaulan
anak. perubahan dan perkembangan fisik anak yang optimal berpengaruh pada
kemampuannya beradaptasi dan berkembang terhadap lingkungan disekitarnya.
Konsep diri yang baik akan lebih mudah terbentuk dengan anugerah fisik yang baik.
Sementara anak-anak dengan cacat fisik mungkin tidak mengalami ketidakpercayaan
diri yang akhirnya berpengaruh besar pada pembentukan konsep dirinya .
Populasi adalah sekelompok makhluk hidup dengan spesies yang sama, yang
hidup pada suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu yang sama pula. Misalnya
saja tanaman padi di persawahan begitu juga dengan perumputan atau serangga yang
ada. Ahli ekologi memastikan dan menganalisis jumlah dan pertumbuhan dari
populasi serta hubungan antara masing-masing spesies dan kondisi lingkungan.

B. Saran
Dengan adanya makalah Ini maka diharapkan untuk dapat mengaplikasikan pada
kehidupan dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan hidup.
DAFTAR PUSTAKA

- Anderson, E.T . 2006 . Buku Ajar Keperawatan Komunitas Teori dan Praktik. Jakarta : EGC
- Keliat, Budi Anna. 2011. Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas CMHN Basic. Jakarta :
EGC
- Subekti, I ; Harsoyo, S . 2005 . Asuhan Keperawatan Komunitas Konsep Proses dan
Pendekatan Pengorganisasian Masyarakat. Malang : Buntara Media