Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

PRODUKSI TERNAK DOMBA DAN KAMBING


FEED AND FEEDING

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK : 7
KELAS : A

ANISA NURUL 200110150042


INEU NASTRIYANI 200110150212
ADITYA KUSUMA 200110150213

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2017

DAFTAR ISI
BAB HALAMAN

LAMAN JUDUL......................................................................................i

DAFTAR ISI.............................................................................................ii

DAFTAR TABEL.....................................................................................iii

I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang....................................................................................1

1.2 Maksud dan Tujuan............................................................................2

1.3 Waku dan Tempat...............................................................................2

II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pakan ternak domba dan kambing......................................................3

2.2 Palatabilitas Ternak.............................................................................4

III ALAT, BAHAN, DAN PROSEDUR KERJA

3.1 Alat dan Bahan....................................................................................6

3.2 Prosedur Kerja....................................................................................6

IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan...............................................................................8

4.2 Pembahasan........................................................................................8

V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan.........................................................................................9

5.2 Saran...................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

2
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Hasil Pengamatan...........................................................................................8

3
I

PENDAHULUAN

4
1.1 Latar Belakang

Pakan merupakan salah satu faktor yang penting untuk peningkatan

produktivitas ternak. Pakan memegang peranan yang sangat penting di dalam

keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu 70% dari total biaya produksi adalah

pakan. Apabila kekurangan pakan, baik secara kualitas maupun kuantitas dapat

menyebabkan rendahnya produksi ternak yang dihasilkan.

Terdapat berbagai jenis bahan pakan yang dapat diberikan untuk ternak

ruminansia. Namun tidak semua dari bahan pakan tersebut dapat diberikan pada

hewan ternak, karena setiap ternak memiliki palatabilitas (derajat kesukaan) masing

masing. Pada domba dan kambing, pakan yang paling disukai yaitu hijauan. Hijauan

merupakan pakan utama bagi ternak ruminansia. Sehingga sangat wajar jika ternak

ruminansia sangat menyukai hijauan segar.

Namun ketersediaan hijauan segar ini juga sangat dipengaruhi oleh faktor

cuaca. Sehingga diperlukan adanya pakan alternatif atau pengawetan hijauan untuk

cadangan makanan disaat musim kering, dimana rumput sukar untuk didapat.
Sebelum memberikan pakan alternatif tersebut secara tetap, diperlukan adanya

percobaan terlebih dahulu. Salah satu percobaan yang dapat dilakukan yaitu dengan

memberikan beberapa macam pakan pada ternak dan melihat tingkat palatabilitas

ternak tersebut. Mengetahui tingkat palatabilitas ini sangat penting, karena akan

mempengaruhi produktivitas dari ternak tersebut dan juga efisiensi biaya.

5
Melihat pentingnya peranan pakan tersebut, maka mahasiswa peternakan

wajib mengikuti praktikum mengenai feed and feeding, agar dapat menentukan

bahan pakan apa yang sebaiknya diberikan pada ternak domba dan kambing.

1.2 Maksud dan tujuan

1. Untuk mengetahui pakan bagi ternak domba dan kambing.

2. Untuk mengetahui palatabilitas (tingkat kesukaan) terhadap jenis bahan pakan

yang dikonsumsi oleh ternak domba dan kambing.

1.3 Waktu dan tempat

Hari/ tanggal : Selasa, 11 April 2017

Waktu Praktikum : Pukul 10.30-12.00

Tempat : Kandang Domba dan Kambing (PG30)

Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran.

II

TINJAUAN PUSTAKA

6
2.1 Pakan Ternak Domba dan Kambing

Pakan ternak merupakan komponen biaya produksi terbesar dalam suatu


usaha peternakan. Maka dari itu pengetahuan tentang pakan dan pemberiannya perlu
mendapat perhatian yang serius (Subandriyo, 2000).
Pakan yang di berikan jangan sekedar di maksudkan untuk mengatasi lapar
atau sebagai pengisi perut saja melainkan harus benar-benar bermanfaat untuk
kebutuhan hidup, membentuk sel-sel baru, mengganti sel-sel yang rusak dan untuk
produksi (Widayati dan Widalestari, 1996).
Kebutuhan ternak akan zat makanan terdiri dari kebutuhan hidup pokok dan
kebutuhan untuk produksi. Kebutuhan hidup pokok pengertiannya sederhana yaitu
untuk mempertahankan hidup. Ternak yang memperoleh makanan hanya sekedar
cukup untuk memenuhi hidup pokok, bobot badan ternak tersebut tidak akan naik dan
turun. Tetapi jika ternak tersebut memperoleh lebih dari kebutuhan hidup pokoknya
maka sebagian dari kelebihan makanan itu akan dapat dirubah menjadi bentuk
produksi misalnya air susu, pertumbuhan dan reproduksi ini disebut kebutuhan
produksi (Tillman dkk, 1984).
Domba mampu mengkonsumsi pakan berserat, biasanya jerami yang telah
dipotong-potong (chop). Secara alami, domba senang mengkonsumsi rumput-
rumputan, namun pemberian pakan yang hanya berupa rumput-rumputan belum dapat
memenuhi kebutuhan zat-zat makanan sebagai sumber energi dan protein. Rumput
hanya merupakan bahan pakan sumber energi. Penambahan bahan pakan sebagai
sumber protein merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan jika usaha penggemukan
domba berorientasi bisnis. Penambahan sumber protein akan mempercepat
pertumbuhan domba dan dalam skala luas mempercepat waktu pemeliharaan
sehingga domba bisa dijual lebih cepat (Sodiq & Abidin 2002).

7
2.3 Palatabilitas Ternak

Menurut Kartadisastra (1997), palatabilitas merupakan sifat performansi

bahan-bahan pakan sebagai akibat dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh

bahan-bahan pakan yang dicerminkan oleh organoleptiknya seperti kenampakan, bau,

rasa (hambar, asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah yang

menumbuhkan daya tarik dan merangsang ternak untuk mengkonsumsinya.

Ternak ruminansia lebih menyukai pakan rasa manis dan hambar daripada

asin/pahit. Mereka juga lebih menyukai rumput segar bertekstur baik dan

mengandung unsur nitrogen (N) dan fosfor (P) lebih tinggi (Kartadisastra, 1997).

Palatabilitas ditentukan dengan banyaknya konsumsi ransum berdasarkan

jumlah bahan kering yang dikonsumsi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi

palatabilitas :

A. Faktor Ternak

Ada lima faktor yang mempengaruhi palatabilitas pada ternak yaitu :

1. Spesies atau bangsa ternak

2. Variasi antar individu

3. Panca indera

4. Daya adaptasi

5. Kondisi fisiologis ternak

B. Faktor Makanan

8
Beberapa faktor dari makanan yang mempengaruhi palatabilitas :

1. Bau

2. Bentuk fisik

3. Komposisi kimia atau kandungan nutrisi

C. Faktor Lingkungan

Palatabilitas dipengaruhi oleh lingkungan secara langsung melalui suhu udara.

Ada hubungan yang erat antara konsumsi makanan dengan produksi panas tubuh.

Suhu yang tinggi akan menyebabkan menurunnya nafsu makan dan mengurangi

konsumsi ransum sedangkan konsumsi air lebih banyak. Pakan penguat merupakan

pakan yang mempunyai kandungan zat makanan tertentu dengan kandungan energi

relatif tinggi, serat kasar rendah, dan daya cerna yang relatif baik. Pakan ini cocok

untuk menambah zat makanan yang ada.

III

ALAT, BAHAN DAN PROSEDUR KERJA

9
3.1 Alat dan Bahan

Alat : 1. Timbangan

2. Baskom

3. Stopwatch

Bahan : 1. Hay alfalfa

2. Hay timothy

3. Daun nangka

4. Eceng gondok

3.2 Prosedur Kerja

1. Keempat bahan pakan di timbang masing-masing 300 gr dan 500 gr.

2. Masing-masing bahan pakan tersebut dimasukan ke dalam baki.

3. Siapkan seekor domba di dalam kandang.

4. Keempat bahan pakan tersebut didekatkan pada domba, agar domba tersebut

dapat mencium aroma dari keempat pakan tersebut.

5. Keempat bahan pakan disimpan di tempat pakan, lepaskan ikatan domba,

arahkan ke tempat pakan.

6. Siapkan Stopwatch.

7. Perhatikan pakan mana yang pertama diambil domba tersebut.

8. Hitung pada detik ke berapa pakan tersebut dimakan oleh domba.

9. Pengamatan dilakukan sampai menit ke-7.

10. Sisa pakan di timbang untuk mengetahui jumlah pakan yang dimakan domba.

10
IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

11
4.1 Hasil Pengamatan

Berat Pakan
Perlakuan Yang
Awal (g) Akhir (g)
dikonsumsi (g)
Hay alfalfa 500 490 10
Hay timothy 300 295 5
Daun nangka 300 300 -
Eceng gondok 300 300 -
Tabel 1. Hasil Pengamatan

4.2 Pembahasan

Pada praktikum feed & feeding ini dilakukan percobaan menggunakan

empat bahan pakan yang diberikan untuk domba, yaitu hay alfalfa, hay timothy, daun

nangka, dan eceng gondok. Hasil yang didapatkan yaitu domba lebih menyukai hay

alfalfa. Hal ini dapat dilihat dari bobot sisa rumput yang dikonsumsi domba, semakin

besar selisihnya dari bobot rumput awal (500 g) maka semakin besar pula rumput

yang dikonsumsi.

Dari keempat bahan pakan yang telah di uji, domba hanya mengkonsumsi

dengan jumlah sedikit, hal tersebut dikarenakan domba lebih menyukai rumput segar

dibandingkan dengan yang sudah dikeringkan (hay).

Ruminansia lebih menyukai rasa yang hambar dan manis, karena ruminansia

buta warna sehingga indera penciumannya terhadap rerumputan akan lebih peka.

KESIMPULAN DAN SARAN

12
5.1 Kesimpulan

1. Pemberian pakan bagi ternak domba dan kambing selain untuk mengatasi

lapar atau sebagai pengisi perut, juga harus benar-benar bermanfaat untuk

kebutuhan hidup, membentuk sel-sel baru, mengganti sel-sel yang rusak dan

untuk produksi.

2. Palatabilitas adalah derajat kesukaan ternak pada suatu bahan pakan.

Palatabilitas melibatkan indera penciuman, dan perasa.

5.2 Saran

Saat melakukan percobaan bahan pakan ini sebaiknya mahasiswa terlebih

dahulu mencari tahu mengenai bahan pakan yang cocok bagi ternak domba dan

kambing, agar domba dan kambing tersebut tidak terserang penyakit karena bahan

pakan yang tidak baik atau tidak cocok bagi ternak.

DAFTAR PUSTAKA

Kartadisastra, H.R. 1997. Penyediaan dan Pengelolaan Pakan Ternak Ruminansia.


Kanisius. Yogyakarta.

13
Sodiq, A. dan Z. Abidin. 2002. Penggemukan Domba : Kiat Mengatasi
Permasalahan Praktis. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Subandriyo, 1995. Pemuliaan Bangsa Domba Sintetis Hasil Persilangan Antara


Domba Lokal Sumatera dengan Domba Bulu. Sei Putih-Galang, Sumatera
Utara.

Tillman, A.D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo dan S. Prawirokusumo dan S.


Lebdosoekojo, 1984. Ilmu Pakan Ternak Dasar. Universitas Gajah Mada,
Yogyakarta.

Widayati, E. dan R.E. Widalestari, Y. 1996. Limbah untuk Pakan Ternak. Trubus
Agrisorana. Surabaya.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Bahan pakan yang digunakan (Hay alfalfa).

14
Lampiran 2. Bahan pakan yang digunakan (Hay timothy).

Lampiran 3. Bahan pakan yang digunakan (Daun nangka).

15
Lampiran 4. Bahan pakan yang digunakan (Eceng gondok).

Lampiran 5. Domba sedang memakan hay alfalfa.

16
17