Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Di era global ini perkembangan perekonomian yang terus tumbuh dan
berkembang dengan pesat secara tidak langsung memaksa adanya struktur dan
infrastruktur yang memadai khusunya dalam bidang transportasi. Transportasi
adalah kegiatan pemindahan barang atau muatan dan penumpang dari suatu
tempat ke tempat lain. Dalam transportasi terlihat dua unsur yang terpenting,
yaitu: Pemindahan atau pergerakan (movement), dan secara fisik mengubah
tempat dari barang atau komoditi dan penumpang ke tempat lain (Abbas, 2006)
Perkembangan dalam bidang transportasi mempunyai peran besar dalam
tumbuhnya perekonomian itu sendiri. Transportasi yang baik tentunya memberi
efek positif tidak hanya dalam bidang ekonomi, namun pada bidang bidang lain.
Menurut Abbas Salim (2006), transportasi mempunyai pengaruh besar terhadap
perorangan, masyarakat pembangunan ekonomi, dan sosial politik suatu negara,
yakni:
1. Transportasi dan Kehidupan Masyarakat dalam arti hasil-hasil produksi dan
bahan-bahan baku suatu daerah dapat dipasarkan kepada perusahaan industri.
Untuk mengangkut bahanbahan jadi tersebut dibutuhkan jasa-jasa transportasi
(darat, laut, dan udara).
2. Spesialisasi Secara Geografis. Hasil-hasil suatu daerah yang dikarenakan
spesialisasi secara geografis tersebut, akan dapat dijual atau dipasarkan,
bilamana tersedia alat pengangkutan yang cukup serta memadai.
3. Produksi yang Ekonomis. Dengan tidak tersedianya transportasi masyarakat
tidak akan mengecam keuntungan dari produksi.
4. Pembangunan Nasional pemerataan pembangunan, pertahanan dan ketahanan
Nasional Bangsa Indonesia (Hankamnas).

1
2

Salah satu jenis transportasi yang mulai banyak diminati saat ini adalah
transportasi udara karena dinilai jauh lebih aman dan cepat dari pada transportasi
jenis lain. Selain itu dengan transportasi udara dapat menjangkau daerah-daerah
terpencil yang tidak dapat dijangkau oleh jenis transportasi lain.
Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan
batasbatas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan
lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat
perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas
keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas
penunjang lainnya, yang terdiri atas bandar udara umum dan bandar udara khusus
yang selanjutnya bandar udara umum disebut dengan bandar udara. (Peraturan
Menteri Perhubungan no. KM 11 Tahun 2010).
Perencanaan pengembangan fasilitas udara ini didasarkan pada perkiraan
permintaan jasa angkutan udara baik penumpang ataupun barang. Berdasarkan
jumlah penumpang dan jumlah kargo dapat ditentukan pesawat-pesawat yang
akan digunkan. Mengacu pada masterplan Bandara Trunojoyo mengalami
peningkatan fasilitas khususnya pada runway sebagai landasan pacu yang
nantinya direncanakan dapat melayani pesawat C212 dan F50.
Pengembangan landasan pacu bandar udara di Sumenep diharapkan
dapat mewujudkan pelayanan transportasi udara yang dapat diandalkan sehingga
mampu mendorong tingkat perekonomian daerah menjadi lebih baik. Manfaat
lainnya menurut Khofi Yullah (2015) dari pengembangan Bandar Udara
Trunojoyo adalah dengan tingkat keefisienan waktu dibanding dengan transportasi
jenis lain yang akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal maupun asing
yang ingin berlibur dan berpariwisata di berbagai lokasi di Sumenep baik di darat
maupun di kepulauan. Disamping itu adanya bandar udara trunojoyo juga menjadi
daya tarik bagi para investor untuk datang dan berinvestasi di kabupaten
Sumenep, sehingga diharapkan akan banyak bermunculan industri-industry atau
perusahaan - perusahaan baru di Sumenep yang nantinya ada banyak masyarakat
sekitar yang akan terserap,

1.2Rumusan Masalah
3

Dari uraian di atas maka didapat permasalahan yang dirumuskan sebagai


berikut :
1. Berapa rencana penambahan panjang dan lebar untuk Pengembangan
Landasan Pacu Bandara Trunojoyo ?
2. Berapa rencana tebal lapis perkerasan untuk Pengembangan Landasan Pacu
Bandar Udara Trunojoyo ?
3. Bagaimana metode pelaksanaan yg akan digunakan untuk Pengembangan
Landasan Pacu Bandar Udara Trunojoyo ?
4. Bagaimana rencana anggaran biaya pada pekerjaan Pengembangan
Landasan Pacu Bandar Udara Trunojoyo ?

1.3 Tujuan
Tujuan yang dapat disimpulkan dari rumusan masalah di atas adalah sebagai
berikut :
1. Untuk mengetehui penambahan panjang dan lebar pada Pengembangan
Landasan Pacu Bandara Trunojoyo.
2. Untuk mengetahui tebal perkerasan yang dibutuhkan pada Pengembangan
Landasan Pacu Bandara Trunojoyo .
3. Untuk mengetahui metode pekerjaan yang dilakukan pada Pengembangan
Landasan Pacu Bandara Trunojoyo ,
4. Untuk menetahui rencana anggaran biaya dan waktu pekerjaan pada
Pengembangan Landasan Pacu Bandara Trunojoyo.

1.4 Batasan Masalah


Dalam penyusunan tugas akhir ini, batasan masalah yang dipakai
meliputi :
1. Pesawat rencana yang digunakan adalah jenis Casa C212 dan Fokker F50
2. Tipe perkerasan yang direncanakan adalah perkerasan lentur.
3. Metode yang digunakan dalam perencanaan perkerasan adalah metode FAA
(Federal Aviation Administration ).
4. Perhitungan RAB menggunakan harga alat dan bahan daerah Sumenep
Tahun 2017.

1.5 Manfaat Penelitian


Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi
pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengembangan Bandar Udara Trunojoyo
4

Sumenep. Selain itu harapan penulis, dapat dipergunakan sebagai sarana untuk
menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman, sebagai penerapan teori
teori yang didapat di bangku kuliah dan dapat menjadi sebagai bekal ilmu
khususnya teknologi pendidikan penerbangan kedepannya.