Anda di halaman 1dari 2

Tugas Ketua Komite Keperawatan

a. Memberikan rekomendasi rincian Kewenangan Klinis;


b. Memberikan rekomendasi perubahan rincian Kewenangan Klinis;
c. Memberikan rekomendasi penolakan Kewenangan Klinis tertentu;
d. Memberikan rekomendasi surat Penugasan Klinis;
e. Memberikan rekomendasi tindak lanjut audit keperawatan dan kebidanan;
f. Memberikan rekomendasi pendidikan keperawatan dan pendidikan kebidanan
berkelanjutan
g. Memberikan rekomendasi pendampingan dan memberikan rekomendasi pemberian
tindakan disiplin.

Daftar Pertanyaan
1. Bagaimana proses mendapatkan kewenangan klinis (meliputi : berkas yang harus
disediakan, persyaratan non berkas, dll)?
2. Kapan dilakukan perubahan rincian kewenangan klinis? Alasan?
- Saat naik jenjang karir/ memiliki penambahan kompetensi dibuktikan dengan
sertivikat
- Pelanggaran etik (sesuai tingkat keparahan) dicabut STR dan kewenangan klinis
3. Usulan rincian kewenangan klinis seperti apa yang ditolak?
- Tidak direkomendasikan bila tidak terverivikasi
4. Seperti apa bentuk surat penugasan klinis? Bolehkah melihat surat kewenangan klinis
sesuai dengan tingkatan perawat klinik?
5. Kapan dilakukan audit klinis keperawatan ? audit staf keperawatan/ audit kasus? Apa
tujuan dilakukannya audit? Apa yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan audit?
Tindak lanjut apa yang akan dilakukan setelah dilakukan audit?
- Audit kasus dilakukan ketika ada insiden dan terkait dengan perawatan, audit klinis
dilakukan setahun 2x
- Melakukan evaluasi terhadap proses asuhan keperawatan untuk menjamin mutu
asuhan keperawatan tetap terjaga (pasien safety dan kepuasan pelanggan)
- Alur audit : memilih dan menetapakan topik audit, menentukan kriteria dan standar,
pengumpulan data, analisa data, menetapkan perubahan, melakukan reaudit.
6. Persyaratan untuk mengikuti pendidikan tindak lanjut? Proses pengurusan pendidikan
tindak lanjut? Lama waktu yang disediakan?
- Mengajukan ke kepala ruang, mengajukan ke direktur disposisi ke SDM, ditelaah,
dilakukan seleksi internal : TPA, kredensialing
7. Kondisi seperti apa yang perlu dilakukan pendampingan? Bentuk rekomendasi tindakan
kedisiplinan? Sanksi yang diberikan pada anggota yang tidak disiplin? Berdasarkan audit
kasus, undang undang perlindungan konsumen.. berdasarkan undang2 ya
- Pelanggaran ringan : insignifikan dan cidera minor -> teguran lisan, tertulis dan
pendampingan
- Pelanggaran sedang : jika terjadi cidera sedang / berkurangnya fungsi motoric,
psikologis -> teguran tertulis, pendampingan, pencabutan kewenangan klinis
sementara/ menetap
- Pelanggaran berat : terjadi cidera berat : hilangnya fungsi motoric/ psikologis atau
katastropik/meninggal -> teguran tertulis, pendampingan, dicabut kewenangan klinis
sementara/menetap, diusulkan untuk dicabut STRnya.
pelanggaran selalu merujuk ke undang2 SPO / regulasi standar. KUHP tenaga
kesehatan, undang2 rumah sakit.
MKIK :majelis keperawatan kode etik

Mitra bestari : membantu proses kredensial, dari kelompok seminatan. Diusulkan dari komite
ditunjuk oleh direktur.

Masalah yang ditemukan :


1. Penataan berkas kredensialing (kredensial)
2. Mapping jumlah perawat setiap ruangan
3. Struktur pengorganisasian baru
4. Regulasi sanksi sesuai tingkat pelanggaran (dasar hukum, evidence base terkait sanksi)
(etik disiplin)
5. Penyelarasan jadwal audit klinik. Target 1 tahun 2x. hambatan : menunggu komite medik
6. Audit kompetensi belum dilakukan sama sekali
7. Data profil : scan sertivikat untuk melengkapi data profil
8. CPD (continuous professional development) belum jalan
9. Standar kompetensi pelatihan yang harus dipenuhi
10. Penggmbangan & pendampingan
11. Audit klinik : retrospektif (sudah berlalu kejadiannya) , concurrent (terjun lapangan) ,
prospective
12. Membuat alur berkas kredensialing.
13. Pelaksanaan audit klinik concurrent (terjun lapangan). Identifikasi 5 tindakan
keperawatan terbanyak (murni/delegasi)
(memandikan, memasang infus, mengukur tanda tanda vital)
High volume,