Anda di halaman 1dari 50

KUASA PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

Dalam Kisah Para Rasul 16:23 Setelah mereka berkali-kali didera,


mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan
untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. 16:24 Sesuai dengan
perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang
paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.
16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan
menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain
mendengarkan mereka.
16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-
sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan
terlepaslah belenggu mereka semua.

Kitab injil menceritakan tentang penangkapan Paulus dan Silas secara


tidak adil. Karena mereka telah mengusir suatu roh ramal dari seorang
anak perempuan, orang-orang Filipi memukul kemudian melemparkannya
ke dalam penjara. Disamping trauma tentang pemukulan itu, mereka juga
diikat (dibelenggu) tangan dan kakinya sehingga mereka tidak dapat
bergerak, sehingga menyebabkan mereka kram dan hilangnya peredaran
darah. Atmosfir sekeliling benar-benar menekan. Menurut standar, hari itu
penjara lebih mirip sebagai suatu sell di bawah tanah. Sebuah tempat
yang gelap, lembab, bau busuk disekitarnya dan tidak ada fasilitas
kenyamanan sedikitpun. Kendati masih dalam keadaan yang lemah
namun mereka tidak kehilangan semangat, pada tengah malam Paulus
dan Silas menaikkan doa dan pujian kepada Tuhan! Suatu suara yang
keras yang didengar oleh tahanan yang lain yang memperdengarkan
suatu erangan/teriakan dari mereka yang telah terpukul.
Lalu kemudian, ada gempa bumi yang mengguncangkan penjara! Tiba-
tiba pintu terbuka, dan dengan menakjubkan, belenggu Paulus, Silas dan
tahanan yang lain terlepas! Kuasa dahsyat apakah ini ?

KUASA PUJIAN MASUK KE DALAM HADIRAT TUHAN

Paulus dan Silas mengetahui rahasia bagaimana masuk ke hadirat Allah


yang penuh kuasa melalui pujian. Pujian dan Penyembahan dari hati akan
membawa ke dalam hadirat Tuhan yang begitu menyenangkan dan
membiarkan Tuhan untuk menyalurkan kuasaNya dalam hidup kita.
Alkitab berkata Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas
puji-pujian orang Israel (Mazmur 22 : 3). Dengankata lain, Tuhan tinggal
di dalam atmosfer puji-pujian. Pujian adalah sarana iman yang membawa
kita ke dalam hadirat dan kuasa Tuhan! Pujian dan penyembahan adalah
gate-pass untuk masuk ke dalam kemuliannya. Perjanjian Lama
menuliskan, Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian
syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-
Nya dan pujilah nama-Nya!(Mazmur 100:4). Sesuai dengan yang
pengajaran Yesus, bahwa kehadiranNya akan tinggal pada orang yang

1
percaya dalam nama-Nya: Karena dimana dua atau tiga orang
berkumpul dalam nama Ku, Aku ada di tengah-tengah mereka ( Matius
18:20). Berkumpul di dalam nama Nya berarti Yesus itu menjadi fokus,
pusat yang menyangkut kumpulan itu. Ia berada di sekitar, saat kita satu
memuji dan menyembah. kata-Nya: "Aku akan memberitakan nama-Mu
kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah
jemaat," (Ibrani 2:12). Sebagai konsekuensi kehadiran Kristus akan
dinyatakan bersama dengan pengurapan dan kebaikanNya. Sudahkahkah
kamu pernah melihat ketika Tuhan memberikan Roh Kudus-Nya
beroperasi di dalam gereja saat melayani? Kuasa dan pengurapan Roh
Kudus umumnya menjadi jelas pada waktu pujian dan penyembahan.
Beberapa orang berpikir bahwa penyembahan itu adalah suatu tanggapan
setelah Roh Kudus berpindah keatas mereka. Bagaimanapun, kehadiran
Tuhan akan menjawab ketika kita masuk ke dalam penyembahan! Pujian
dan penyembahan adalah sarana untuk memohon kehadiran dan kuasa
Tuhan untuk mengalir di tengah-tengah kita.

APAKAH PUJIAN ITU ?

Pujian berarti untuk memuji, untuk bertepuk tangan atau


memperbesar. Untuk orang-orang Kristen, pujian ke Tuhan adalah suatu
ungkapan pemujaan, mengangkat dan memuliakan Tuhan. Sebagai suatu
ungkapan dalam humbling diri kita dan memusat perhatian kepada Tuhan
dengan ungkapan cinta, rasa syukur dan penyembahan. Pujian akan
membawa roh kita ke dalam suatu puncak keakraban dan persahabatan
antara kita dan Tuhan - itu memperbesar kesadaran kita tentang
hubungan rohani dengan Tuhan. Pujian membawa kita ke dalam dunia Roh
dan ke dalam kuasa Tuhan. Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-
sorai, ya TUHAN, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu (Mazmur89:15).
Ada banyak tindakan yang melibatkan dengan pujian kepada Tuhan -
ungkapan rasa syukur dan pemujaan lisan, bernyanyi, bermain instrumen,
sorak-sorai, menari, mengangkat atau menepukkan tangan. Tetapi pujian
benar bukanlah melulu gerakan ini. Yesus membicarakan kemunafikan
orang farisi, yang hanya mempertunjukan keluar dan bukan dari hati.
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari
pada-Ku. ( Matius 15:8). Pujian asli ke Tuhan adalah sesuatu yang
dinaikkan dengan kerendahan hati dan tulus hati kepada Tuhan dari
dalam. Pujian dan Penyembahan dengan kerendahan hati akan
menyenangkan Tuhan. Ia bersuka dalam kasih akan anak-Nya. Menurut
kitab Injil, berbagai ungkapan pujian membawa berkat Tuhan. Kita
menunggu dan rindu akan kehadiran dan kuasa-Nya di manifestasikan
tengah-tengah kita penyembah-penyembah benar akan menyembah
Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-
penyembah demikian (Yohanes 4 : 23).

PUJIAN KEPADA TUHAN ADALAH LIFESTYLE / GAYA HIDUP

2
Seringkali, pujian kepada Tuhan adalah sesuatu yang banyak ditinggalkan
orang di gereja; suatu peristiwa yang terjadi hanya terjadi saat mereka
datang bersama-sama dengan orang Kristen lainnya. Bagaimanapun,
pujian harus menjadi bagian dari lifestyle/ gaya hidup orang percaya,
sebagai bagian dari hidup doa sehari-hari mereka. Di tempat kerja, di
dalam mobil, dirumah di tempat tidur, atau di manapun; memuji Tuhan
membawa kehadiran bersama dengan kuasa dalam pengurapan Nya "
aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu; pujian-pujian kepadaNya
tetap dalam mulutku.(Mazmur34:2) Pujian adalah suatu ungkapan iman,
dan suatu deklarasi kemenangan! Pujian mengumumkan bahwa kita
percaya TUHAN ada bersama kita dan bertanggung jawab atas keadaan
kira (Roma 8:28). Pujian adalah " mengorbankan" sesuatu yang yang kita
miliki dan menawarkan kepada Tuhan, tidak hanya sebab kita merasa
seperti itu, tetapi sebab kita percaya akan Nya dan ingin menyenangkan
Nya. " Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan
korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan
namaNya." ( Ibrani 13: 15)

PUJIAN MEMBUAT MUSUH LARI

Karena pujian menjelma kehadiran Tuhan, berarti kita mengusir/menolak


kehadiran musuh, setan. Suatu atmospir yang mana diisi dengan
penyembahan tulus dari hati dan pujian kepada TUHAN. Setan takut
dengan kuasa atas nama Yesus, dan merasakan dari tempat tinggal Tuhan
(di dalam pujian). siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari
Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.(Mazmur50:23) Ketika anak-anak
Yehuda menemukan diri mereka telah dikepung oleh angkatan perang
Ammon, Moab, orang-orang pegunungan Seir, dan raja Jehoshopahat
maka semua orang-Yehuda mencari Tuhan untuk meminta
pertolonganNya. Tuhan meyakinkan orang-orang bahwa ini adalah
pertempuran Nya. IA menceritakan kepada mereka untuk pergi melawan
mereka, dan Ia berjuang untuk mereka. Lalu apa yang anak-anak Yehuda
lakukan? Menaikkan " pujian" (Yehuda berarti pujian), dan Tuhan
memanifestasikan kuasa Nya melalui pujian, mereka mengirim angkatan
perang merekmelawaterhadap musuh mereka, memimpin para pemuji!
Maka mereka pergi, di depan angkatan perang mereka mengumumkan, "
memuji Tuhan, anugerahNya kekal untuk selamanya!" Dan dalam kitab
perjanjian lama berkata " ketika mereka mulai bersorak-sorai dan
menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap
bani Amon dan Moab dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak
menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.( 2 Tawarikh 20: 22)
Ketika orang-orang Yehuda mulai untuk memuji nama Nya, Tuhan
membuat musuh lari! Aku menantang kamu untuk menjadi seseorang
pemuji, dan kamu akan mengalami petualangan kuasa Tuhan!

3
BEBERAPA UNGKAPAN PUJIAN DARI ALKITAB :

mengumumkan terima kasih ( ibrani 13:15) bertepuk tangan dan


bersorak-sorai ( mazmur 47 : 1)alat musik dan menari ( mazmur 150:4)
bernyanyi nyanyian pujian ( mazmur 9: 11) mazmur & nyanyian rohani
(efesus5: 19-20) pembuatan suatu suara gaduh penuh kegembiraan
( mazmur 98 : 4) mengangkat tangan ( mazmur 134:2) dalam keheningan
(mazmur 4 : 3-5; 46: 10) nyanyian nyaring( mazmur 33:3; 95:1-6
Label:

Kuasa Pujian dan Penyembahan

Setiap kita datang ke gereja, pertama-tama kita diajak untuk memuji


menyembah Tuhan. Apa tujuan memuji dan menyembah Tuhan? Kita tidak
akan bisa sungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu hal tanpa tahu dan
mengerti betapa berharganya apa yang sedang kita lakukan. Yang
berharga dalam pujian Dalam Kej. 1-2. tidak ada satu ayat pun yang
menyatakan supaya manusia memuji dan menyembah Tuhan, karena
Allah dan manusia dapat bersekutu langsung setiap saat. Saat Allah
menciptakan manusia dan memberi nafas hidup (Kej. 2:7) yaitu Roh Allah
sendiri (saat ini kita kenal dengan Roh Kudus), Roh inilah yang membuat
manusia bisa berhubungan langsung dengan Allah. TanpaNya, kita akan
mati.
Tuhan sudah menyiapkan Taman Eden lengkap dengan segala yang
diperlukan manusia (Kej. 2:8). Taman Eden selalu dipenuhi kemuliaan
Allah setiap hari, Allah hadir di tengah-tengah dan berhubungan langsung
dengan manusia. Inilah rancangan awal Tuhan bagi manusia. Tuhan mau
memelihara dan selalu berhubungan dengan manusia. Semuanya telah
disediakan Allah, manusia tidak perlu bersusah payah. Di mana ada
hadirat Allah, di situ ada kekekalan, kesembuhan, damai sejahtera dan
segala yang kita butuhkan.
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan
Allah - Rom. 3:23. Inilah keadaan manusia setelah Adam dan Hawa jatuh
di dalam dosa (Kej. 3). Allah adalah kudus dan Ia tidak dapat
bersinggungan dengan dosa. Allah mengusir manusia dari Taman Eden.
Allah terpaksa melakukannya karena tidak dapat berhubungan lagi
dengan manusia, Hubungan itu terputus, padahal kerinduan terbesar
Allah adalah hadir dan berhubungan langsung dengan manusia. Mulailah
manusia digerogoti dengan penyakit, kematian, kemiskinan dan lainnya
hanya karena manusia keluar dari hadirat Allah.
Tapi Tuhan tidak berhenti. Tuhan melakukan segala cara untuk mencapai
visiNya yaitu mengembalikan manusia ke posisi semula, yaitu dalam
hadirat Allah seperti waktu di Eden. Tuhan mengutus nabi-nabiNya tetapi

4
gagal, hingga akhirnya misi itu tercapai saat Yesus menebus dosa kita di
atas kayu salib. Semua dosa manusia telah ditanggung- kan pada Yesus.
Yoh. 20:22 merupakan bukti Yesus sudah mengembalikan manusia dalam
genggaman Tuhan. Dalam terjemahan bahasa aslinya, ayat ini berbunyi :
Terimalah kembali Roh Kudus yang sudah hilang sejak Kej. 3. Sejak saat
itu roh manusia hidup kembali. Manusia dapat berhubungan lagi dengan
Tuhan melalui PUJIAN DAN PENYEMBAHAN. Itulah solusi bagi manusia
supaya bisa berhubungan langsung dengan Allah seperti waktu di Taman
Eden. Mzm. 22:4 katakan Padahal Engkaulah Yang Kudus yang
bersemayam di atas puji-pujian orang Israel. Bersemayam berarti
duduk/tinggal/bertahta. Ketika kita menaikkan pujian, kita sedang
menyediakan tempat untuk Tuhan bertahta. Ketika manusia berdosa,
Tuhan tidak memiliki tahta lagi di bumi tapi saat Yesus menang, ada 1
tempat di mana Tuhan bisa hadir yaitu di atas pujian umatNya. Saat kita
memuji Tuhan, kita mengundang Allah hadir di tengah-tengah kita. Jika
kita memuji dengan sungguh-sungguh dan Allah berkenan hadir, maka
kita akan mengalami suasana seperti di Taman Eden. Ada kesembuhan,
sukacita, damai sejahtera dan semua kemuliaan yang dahulu dialami
manusia.
Jangan lewatkan untuk mengikuti pujian penyembahan dalam setiap
ibadah karena tanpa Roh Kudus hadir, kita tidak akan mengerti Firman
yang diberitakan dan ibadah kita akan menjadi sia-sia. Contoh
berharganya pujian dan penyembahan:
* Tongkat Harun berbunga (Bil. 17:8)

Tongkat Harun, kayu kering yang sudah mati saat dimasukkan dalam
Tabut Allah, tongkat mati itu hidup dan berbunga. Dalam hadirat Tuhan
ada kehidupan. Mungkin kondisi kita memprihatinkan, ada masalah yang
menghancurkan dan membuat kita mati tetapi dalam hadirat Tuhan ada
kehidupan.

* Pondok Daud (Am. 9:11)

Pondok Daud adalah kemah sementara yang didirikan Daud untuk


menaungi Tabut Allah. Ada 2 kemah sembahyang/Tabernakel yang
dirancang sendiri oleh Allah dan Allah berdiam di sana yaitu Tabernakel
Musa dan Tabernakel Salomo tetapi Allah tidak mengingat-ingat kedua
Tabernakel dengan segala kemegahannya. Tuhan merindukan pondok
Daud, kemah yang sederhana, mengapa? Karena di tempat itu ada puji-
pujian 24 jam (1Taw. 16:1, 4-6), Tuhan bisa selalu hadir menjumpai
manusia. Tuhan senang karena hanya itu tempat yang layak untuk Tuhan.
Jika kita tidak memuji menyembah, maka Tuhan harus pergi dari kita
karena kita manusia berdosa.

* Kemenangan Daud melawan Goliat

5
Daud memuji Tuhan 7x dalam sehari (Mzm. 119:164), inilah rahasia
kemenangannya. Daud memberi kesempatan Tuhan hadir dalam
hidupnya, maka saat melawan Goliat, bukan Daud yang melontarkan batu
tetapi tangan Allah sendiri yang melontarkan batu dan mengalahkan
Goliat. Inilah yang akan terjadi jika hadirat Allah menyertai hidup kita.
Tuhan sendiri yang maju melawan Goliat-Goliat dalam kehidupan kita.
* Daniel selamat dalam gua singa

Rahasia Daniel adalah 3x sehari dia berlutut memuji Tuhan (Dan. 6:11). Ia
selamat karena ada hadirat Tuhan dalam hidupnya sehingga Allah
mengirimkan malaikatNya untuk mengatupkan mulut singa. Hadirat Allah
dalam hidup kita sanggup mengatupkan singa-singa dalam rumah tangga
(suami kasar, istri cerewet, anak suka membantah dan sebagainya).
* Yosafat (2Taw. 20:21-22)

Raja Yosafat saat itu dikepung musuh yang sangat kuat, gabungan
bangsa-bangsa. Lalu Yosafat menyuruh para pemuji berada di barisan
paling depan. Saat para pemuji mulai memuji Allah, hadirat Allah turun
dan mengacaukan musuh. Saat hadirat Allah turun, Allah sendiri yang
berperang melawan musuh kita dan menyelesaikan semua permasalahan
kita.

Kita bisa membuat segala tempat menjadi Taman Eden dengan membawa
hati yang selalu memuji menyembah Tuhan dan penuh dengan ucapan
syukur. Dalam hadiratNya tersedia segala sesuatu yang kita butuhkan,
karena itu jaga hadirat Allah dalam hidup kita. Gunakan setiap
kesempatan dalam ibadah untuk kita sungguh-sungguh memuji Tuhan,
menyediakan tempat bagi Tuhan untuk bertahta dan hadir di tengah-
tengah kita.

Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam


cakrawala-Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya,
pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat! Pujilah Dia dengan
tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia
dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan
seruling! Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan
ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN!
Haleluya! Maz. 150:1-6. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pujian dan penyembahan

bukan sekedar membawa peperangan ke dalam hadirat Tuhan, melainkan


juga membawa hadirat Tuhan ke dalam peperangan (market place).

Pujian dan penyembahan akan menghasilkan:

6
1. Hikmat

Hikmat merupakan kuasa yang bekerja dalam diri kita. Hikmat itu
datangnya dari kuasa penyembahan. Hal-hal kecil bisa jadi besar di
tangan orang yang besar.

2. Hati yang kuat

Contoh, Yosua dan Kaleb, memiliki keberanian untuk menghadapi


orang-orang Kanaan sementara 10 pengintai lainnya takut.
Contoh lain, seorang ibu di Korea, gagal mendapat SIM 957 kali
untuk mendapatkan 1 buah SIM.
Kalau kita bisa bertahan dalam pencobaan, itu ada hati yang kuat
dari Tuhan.

3. Iman percaya

Abraham percaya dan mendapatkan anak di usianya yang sudah


tua.

4. Urapan

Tangan yang disertai Tuhan sehingga berhasil dan beruntung.

Daftar isi

Kuasa perkataan

Bagaimana kalau kita sedang lemah?

Mengapa Tuhan mau menguatkan kita?

Penutup

Kuasa perkataan

Salah satu kuasa dari pujian dan penyembahan adalah perkataan kita.

Mazmur 9:11,

Bermazmurlah bagi TUHAN, yang bersemayam di Sion,


beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,

Dari ayat ini, Tuhan menginginkan kita untuk:

7
bermazmur bagi Tuhan

memberitakan perbuatan Tuhan (proclaim)

Sebagai Pasukan Gideon, kita harus proclaim perbuatan Tuhan. Contoh,


lagu-lagu Mujizat itu Nyata dan Tuhan buka jalan. Itu adalah lagu-lagu
yang proclaim perbuatan Tuhan.

Bagaimana kalau kita sedang lemah?

Tuhan tidak mau kita lemah, Tuhan tetap menerima orang lemah, tapi
masalahnya dunia tidak menerima orang lemah.

Kenapa Tuhan tidak mau kita lemah? Karena Iblis menyerang kita pada
saat kita lemah. Jangan kita biarkan kelemahan menguasai kita. Cari
Tuhan, supaya kita dikuatkan, sehingga ketika kita kuat, kita bisa
menghadapi dunia. Mungkin kita susah menghadapi hidup ini, tapi Tuhan
pasti turun tangan. Justru dalam kelemahan kami, kekuatan-Mu sempurna.

Setiap perkara dapat kutanggung dengan kekuatan yang Kauberikan


Bahkan di dalam kelemahan, kutahu kuasa-Mu semakin sempurna S'bab
Tuhan pasti turun tangan membawa pertolongan di mana kuperlukan
'pabila Kau yang campur tangan di setiap pergumulan Kaubawa kumenuju
kemenangan

Mungkin kita sedang lemah, kawan jadi lawan, diserang dari belakang,
orang yang kautolong mungkin menyerangmu dari belakang. Tapi kalau
kita terus bertahan dalam kelemahan, dunia akan menyerangmu. Ketika
Gideon dalam kelemahan, Tuhan tidak marah, sekalipun Gideon komplain
pada Tuhan. Mungkin kita pun demikian, Tuhan tidak menyalahkan kita.
Tapi saat Gideon mau maju bersama Tuhan, Tuhan membukakan satu
persatu. Tuhan tidak pernah membuang kita.

4 kemenangan yang Tuhan berikan:

Kita akan bangkit

Kita akan bertahan dari serangan

Maju dalam perjuangan merebut kemenangan

Mempertahankan kemenangan yang Tuhan

Iblis boleh menyerang, tapi Tuhan pasti turun tangan.

Orang dunia/marketplace mengatakan bahwa agama adalah candu.

8
Saya katakan pada mereka, agama adalah candu yang steroid, memberi
kekuatan. Beriman tidak membuat kita lari dari kenyataan, justru lebih
kuat menghadapi kenyataan.

Mengapa Tuhan mau menguatkan kita?

Matius 24:6,

Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan


menjelang zaman baru.

Kalau iman kita kreatif, Tuhan juga lebih kreatif.

Lihat film 2012, mengerikan. Tuhan berkata bahwa memang manusia


kadang-kadang perlu ditakut-takutin. Ternyata pendorong manusia yang
paling kuat adalah rasa ketakutan.

Penutup

Sekarang adalah masa percepatan. Ketika orang sudah jatuh, ketika mau
bangkit rasanya sulit sekali, karena pasti diserang terus oleh iblis.

Jadikan Tuhan pilot otomatis kita, tapi syaratnya kita tidak boleh ke kiri ke
kanan. Tapi kadang kita tidak suka diam, dan malah akhirnya kita tidak
bisa mencapai tujuan.

RENUNGAN : Kuasa Pujian dan penyembahan

Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian


orang Israel.

Mazmur 22:4

Kehidupan manusia tidak hanya bisa terpuaskan dengan pemenuhan


kebutuhan fisik dan jiwani saja.Manusia juga membutuhkan pemenuhan
kebutuhan rohani. Berdoa

dan memuji dan menyembah Sang Pencipta pastinya merupakan


kebutuhan orang Kristiani.

9
Ketika umat Tuhan memuji Dia lewat pujian penyembahan, firman Tuhan
berkata bahwa pada saat yang sama Tuhan akan bertahta di atas pujian
penyembahan umat-Nya dan itu akan membawa dampak yang luar biasa.
Mujizat, kesembuhan, dan pemulihan terjadi di saat berjumpa dengan
Tuhan Yesus. Sayangnya masih ada sebagian orang kristen yang
beranggapan bahwa ini semua peristiwa masa lampau. Padahal
perjumpaan dengan Tuhan masih bisa dialami di zaman ini. Dan salah
satunya adalah lewat pujian dan penyembahan.

Kuasa gelap dilumpuhkan, di saat umat Allah memuji dan menyembah


Allah dengan benar, firman Tuhan berkata bahwa pada saat yang sama
pula kita sedang membelenggu dan melumpuhkan kuasa-kuasa
kegelapan.

Menerima inspirasi Allah, bagi Tuhan tidak ada satupun perkara sukar
yang tidak bisa dipecahkannya. Semua perkara mudah bagi Allah. Karena
itu jadikan pujian dan penyembahan sebagai gaya hidup sehari-hari.
Orang yang hidup dengan gaya hidup seperti ini tidak akan kekurangan
hikmat Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Allah berperang ganti kita, ketika umat Tuhan menaikkan pujian dan
penyembahan maka Tuhan mengadakan penghadangan terhadap musuh-
musuh umatNya. Dengan kata lain, ketika memuji dan menyembah Allah,
maka Ia siap berperang ganti kita. Firman Tuhan mengajarkan untuk
menaikkan pujian dan penyembahan di tengah-tengah situasi sesulit
apapun.

Menarik jiwa-jiwa datang kepada-Nya, ketika kita memiliki gaya hidup


memuji dan menyembah Allah, maka kuasa Tuhan akan nyata dalam
menarik orang datang kepadaNya lewat kehidupan kita. (Yoh. 12:32) Tidak
satupun orang bisa datang dekat kepada Bapa jika bukan Roh Allah yang
menariknya. Kuasa Allah akan menarik orang datang kepadaNya melalui
kehidupan yang memberikan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Ini
berarti orang yang hidup dalam pujian dan penyembahan akan berbuah-
buah secara rohani.

Masuk dalam masa keemasan, masa kejayaan dan puncak perkenanan.


Mempersiapkan karpet merah menjelang kedatangan Tuhan Yesus ke-2
kalinya. semua jadi, tidak ada penundaan. Amin Amin Amin

Senin, 22 April 2013

Kuasa Pujian Penyembahan

Kalau kita baca dalam Kisah Para Rasul 16:16-24, mungkin yang
menjadi gambaran dalam hidup kita sekarang ini didapati ada sesuatu
yang membelenggu. Rasul Paulus didera begitu rupa bahkan masuk

10
penjara bukan karena suatu kejahatan, seolah-olah tidak ada suatu
terobosan. Tetapi kalau kita baca ayat selanjutnya (25-26), Paulus bangkit
dari segala himpitan, tidak mau membiarkan dirinya terus berkubung
dalam kelemahan dan depresi. Satu hal yang dia kerjakan adalah
menaikan doa, pujian dan penyembahan yang kuat sampai mujizat
dinyatakan. Semua belenggu terlepas dan pintu yang tertutup seketika
terbuka.

Kisah Para Rasul 16:25-26


Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan
puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan
mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-
sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan
terlepaslah belenggu mereka semua.
Kuasa pujian penyembahan:
1. Pujian penyembahan menghalau segala kegalauan
Yesaya 61:3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan
kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian
puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan
mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk
memperlihatkan keagungan-Nya.
Semangat yang pudar mulai menyengkir dari hidup kita. Terjemahan
bahasa Inggris takan sebagai germent of praise = jubah pujian.
Jubah pujian ini akan menghalau semua semangat pudar dan
kegalauan keluar dari diri kita. Jangan sampai setiap hari kita
berjalan tanpa mengenakan jubah pujian. Dalam pujian ada jaminan
kemenangan dalam diri pribadi, keluarga, pekerjaan, pelayanan dan
seluruh aspek hidup kita. Jangan takut dan kuatir menghadapi
tantangan dan rintangan, jubah pujian akan menghalau keluar
semua kemustahilan dan mengubah jadi sebuah keajaiban. Jangan
sekedar keluar dari mulut, melainkan harus dari segenap hati
dinaikkan sehingga membuat iman kita bangkit.
Amsal 25:20
Orang yang menyanyikan nyanyian untuk hati yang sedih adalah
seperti orang yang menanggalkan baju di musim dingin, dan seperti
cuka pada luka.
2. Pujian penyembahan membawa kepada kemenangan
2 Tawarikh 20
Apa yang dilakukan Yosafat saat kesesakan terjadi sampai dia
mengalami pembalikan keadaan? Yosafat masuk dalam
penyembahan sehingga imannya bangkit (ayat 4:12). Terjadi
pembalikan keadaan dari ketakutan yang begitu rupa (ayat 3)
menjadi sorak kemenangan (ayat 27). Pujian penyembahan
membawa kita dari kemenangan kepada kemenangan dan keajaiban
kepada keajaiban.
2 Tawarikh 20:18-22

11
Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda
dan penduduk Yerusalempun sujud di hadapan TUHAN dan
menyembah kepada-Nya. Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan
bani Korah bangkit berdiri untuk menyanyikan puji-pujian bagi
TUHAN, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring. Keesokan
harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika
mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: "Dengar,
hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN,
Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-
Nya, dan kamu akan berhasil!" Setelah ia berunding dengan rakyat,
ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk
TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak
pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil
berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya
untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" Ketika mereka mulai
bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah
penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang
dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga
mereka terpukul kalah.

Ada 7 kata ibrani yang dipakai untuk menguraikan arti pujian


penyembahan. Yosafat bukan hanya mengalami kemenangan tetapi
juga dia menikmati jarahan yang besar.
Barak = berlutut dan sujud. Tanda merendahkan diri dihadapan
Tuhan (ayat 18)
Shabach = memuji dengan suara nyaring/ joyful noise (ayat 19)
Hallal = memuji dengan kasih. Akar kata dari HalleluYAH (ayat 19) -
Mazmur 119:164
Zamar = memuji memakai alat musik bersenar (ayat 21) - Mazmur
144:9, Mazmur 147:7
Yadah = memuji dengan mengangkat tangan, tanda penyembahan
dan penyerahan diri (ayat 21). Ekspresi tangan berkaitan erat
dengan sikap hati.
Towdah = menaikan pujian sebagai ucapan syukur, ini merupakan
kata iman sudah melihat/menerima jawaban Tuhan sebelum
peristiwa terjadi (ayat 21) - Markus 11:24
Tehilah = pujian yang bersifat spontan tanpa perencanaan

Kuasa Di Balik Pujian (Mazmur 22:4)

Mazmur 22:4, Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas


puji-pujian orang Israel.

Belum semua orang kristen memahami kuasa di balik pujian dan


penyembahan. Padahal ayat di atas telah menga-takan bahwa Tuhan
duduk bersemayam di atas puji-pujian umat-Nya. Mereka beranggapan
bahwa pujian kepada Tuhan itu tak ubahnya seperti orang menyanyikan

12
lagu-lagu sekuler pada umumnya. Padahal menyanyikan pujian kepada
Tuhan sangat berbeda dengan menyanyikan nyanyian biasa. Karena
nyanyian biasa paling-paling hanya bisa menembus kebutuhan jiwani
(beberapa lagu-lagu sekuler bisa sebatas mendatangkan perasaan
senang). Sementara pujian kepada Allah akan mampu membawa kita
kepada dimensi yang lain itulah dimensi roh.

Kehidupan manusia tidak hanya bisa terpuaskan dengan pemenuhan


kebutuhan fisik dan jiwani saja. Manusia juga membutuhkan pemenuhan
kebutuhan rohani.

Ketika umat Tuhan memuji Dia lewat pujian penyembahan, firman Tuhan
berkata bahwa pada saat yang sama Tuhan akan bertahta di atas pujian
penyembahan umat-Nya. Kehadiran Tuhan itu pasti membawa suatu
dampak yang luar biasa. Coba kembali renungkan peristiwa sekitar 2000
tahun yang silam saat dimana Tuhan Yesus berada dimanapun selalu
ditandai dengan penyataan mujizat dan berbagai perbuatan-perbuatan
ajaib Allah yang mentakjubkan.

Banyak orang sakit dan cacat (buta, kusta, timpang sejak lahir,
kerasukan setan, dan lain sebagainya) mengalami kesembuhan dan
mujizat pemulihan di saat berjumpa dengan Tuhan Yesus. Sayangnya
masih ada sebagian orang kristen yang beranggapan bahwa ini semua
peristiwa masa lampau. Padahal perjumpaan dengan Tuhan masih bisa
dialami di zaman ini. Dan salah satunya adalah lewat pujian dan
penyembahan.
Ketika umat Tuhan menyembah Dia maka ada kuasa Allah yang
dilepaskan dari Sorga. Beberapa di antaranya adalah:
1. Kuasa Gelap Dilumpuhkan
Mazmur 149:6-9, Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam
kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-
penyiksaan terhadap suku-suku bangsa, untuk membelenggu raja-raja
mereka dengan rantai, dan orang-orang mereka yang mulia dengan tali-
tali besi, untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang
tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!
Di saat umat Allah memuji dan menyembah Allah dengan benar,
firman Tuhan berkata bahwa pada saat yang sama pula kita sedang
membelenggu dan melum-puhkan kuasa-kuasa kegelapan. Suku-suku
bangsa yang dimaksud dalam ayat di atas bu-kanlah manusia biasa.
Tetapi mereka adalah penghulu kerajaan kegelapan, itulah Iblis dan
pesuruh-pesuruhnya. Karena untuk menghadapi mereka tidak
dibutuhkan senja-ta-senjata secara fisik tetapi kuasa Allah.
2 Korintus 10:4, Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah
senjata duniawi, melainkan senjata yang diperleng-
kapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-
benteng.

13
Dan salah satunya adalah lewat pujian dan penyembahan. Ketika umat
Allah memuji dan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran, maka
benteng-benteng musuh-musuh rohani di runtuhkan.
1 Samuel 16:23, Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu
hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan me-mainkannya;
Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari
padanya.
Setiap kali Daud memainkan kecapinya dalam pujian dan
penyembahan, maka roh jahat yang biasa menguasai Saul dihalau
keluar dari padanya. Hal yang serupa pernah dialami oleh seorang anak
Tuhan yang di saat memuji dan menyembah Allah dengan perma-inan
gitarnya yang tidak terlalu profesional, namun tujuh orang pemuda
dibebaskan dari kuasa gelap yang mencengkeram hidupnya.
Bisa dibayangkan bagaimana indahnya kehidupan (pribadi maupun
keluarga) apabila kita hidup dalam suasana pujian dan penyembahan
setiap hari. Yang pasti area kita akan steril dari pengaruh kuasa
kegelapan.
2. Menerima Inspirasi Allah
2 Raja-Raja 3:15-19, Maka sekarang, jemputlah bagiku seorang
pemetik kecapi. Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka
kekuasaan TUHAN meliputi dia. Kemudian berkatalah ia: Beginilah
firman TUHAN: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit, sebab beginilah
firman TUHAN: Kamu tidak akan mendapat angin dan hujan, namun
lembah ini akan penuh dengan air, sehingga kamu serta ternak
sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum. Dan itu pun adalah
perkara ringan di mata TUHAN; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke
dalam tanganmu. Kamu akan memusnahkan segala kota yang berkubu
dan segala kota pilihan; kamu akan menumbangkan segala
pohon yang baik; kamu akan menutup segala mata air dan kamu akan
merusakkan segala ladang yang baik dengan batu-batu.
Di tengah-tengah menghadapi situasi kekurangan air dan kepungan
musuh-musuh yang hebat, Yosafat meminta sekutunya raja Israel untuk
mencari nabi Tuhan. Ketika mereka berjumpa dengan Elisa, nabi Tuhan
pada waktu itu, mereka diperintahkan untuk mencari pemaian kecapi.
Tujuannya? Untuk mempersembahkan pujian dan penyembahan kepada
Tuhan. Dan heran, ketika pemain keca-pi ini memainkan musik pujian dan
penyem-bahan kepada Tuhan, inpirasi turun ke atas nabi Tuhan. Lewat
inspirasi yang turun ini, mereka mendapat pentunjuk dalam mengatasi
situasi sukar yang sedang mereka hadapi.
2 Raja-Raja 3:18, Dan itu pun adalah per-kara ringan di mata TUHAN;
juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu.
Bagi Tuhan tidak ada satupun perkara sukar yang tidak bisa
dipecahkannya dengan mudah. Semua perkara mudah bagi Allah. Betapa
indahnya hidup yang mengandalkan kemampu-an Allah yang ekstra
ordinari ini. Karena itu jadikan peujian dan penyembahan sebagai gaya
hidup sehari-hari. Orang yang hidup dengan gaya hidup seperti ini tidak
akan kekurangan hikmat Allah dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah

14
hikmat Allah turun atas Salomo sete-lah ia mempersembahkan korban
bakaran kepada-Nya 1 Raj. 3:4-5, 12.
Pujian dan penyembahan adalah sebuah persembahan yang sangat
memperkenankan hati Tuhan. Ketika umat Tuhan mempersem-bahkan
pujian dan penyembahan, maka hikmat Allah akan turun dengan
limpahnya atas kita.
3. Allah Berperang Ganti Kita
2 Tawarikh 20:21-22, Setelah ia berunding dengan rakyat, ia
mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN
dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu me-
reka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata:
"Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-
lamanya kasih setia-Nya!" Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan
menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap
bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang
hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.
Dua ayat di atas jelas mengatakan ketika umat Tuhan menaikkan
pujian dan penyem-bahan maka Tuhan mengadakan pengha-dangan
terhadap musuh-musuh umat-Nya. Dengan kata lain, ketika memuji dan
menyembah Allah, maka Ia siap berperang ganti kita. Cara Tuhan
berperang jelas berbe-da dengan cara kita. Cara Tuhan berperang itu
begitu efektif dan meraih hasil yang besar. Musuh-musuh yang ditakuti
oleh Yosafat dan raja Israel dikalahkan dengan mudah tanpa keterlibatan
Yosafat dan seku-tunya. Mengapa Tuhan senang kita mena-ikkan pujian
dan penyembahan dikala kita sedang menghadapi situasi yang sulit?.
Jawabannya sederhana, supaya kita tidak terjebak dengan persungutan 1
Kor. 10:10 atau perkataan-perkataan negatif lainnya.
Ayub 34:36, Ah, kiranya Ayub diuji terus-menerus, karena ia
menjawab seperti orang-orang jahat!.

Lamanya ujian yang dihadapi oleh Ayub amat ditentukan oleh sikap dan
perkataan-nya. Tidak disangkali tidaklah mudah menghadapi situasi
sukar yang dialami oleh Ayub (bayangkan dalam satu hari, ia bukan
hanya kehilangan harta bendanya, tetapi juga disertai kematian sepuluh
anak kesa-yangannya, masih ditambah lagi penyakit kulit yang ia alami
secara mendadak, ditinggalkan oleh istrinya, semua dalam waktu yang
hampir bersamaan. Namun per-hatikan selama ia belum bersikap dan
berkata dengan benar, maka ia belum lulus dalam ujiannya. Berarti, ia
masih akan terus Berputar-putar dalam ujian sama yang amat ia tidak
sukai. Kenali prinsip ini, supaya di saat berhadapan dengan ujian atau
berbagai kesukaran lainnya, kita tidak bersikap dan berkata yang
kontraproduk-tif. Firman Tuhan mengajarkan naikkan pujian dan
penyembahan di tengah-tengah situasi sulit apapun. Hasilnya justru
akan membuat kita terkagum-kagum.

4. Menarik Jiwa-Jiwa Datang Kepada Dia

15
Mazmur 40:4, Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk
memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut,
lalu percaya kepada TUHAN.
Satu lagi dampak dasyat dari pujian dan penyembahan yang tidak
kalah pentingnya, ketika kita memiliki gaya hidup memuji dan
menyembah Allah, maka kuasa Tuhan akan nyata dalam menarik orang
datang kepada-Nya lewat kehidupan kita Yoh. 12:32 (Dan Aku, apabila
Aku ditinggi-kan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang
kepada-Ku). Tidak satupun orang bisa datang dekat kepada Bapa jika
bukan Roh Allah yang menariknya. Jangan pernah mencoba
menobatkan/mengubah orang dengan kekuatan manusia kita.
Perubahan hanya bisa dikerjakan oleh Tuhan. Kuasa Allah akan menarik
orang datang kepada-Nya melalui kehidupan yang memberikan pujian
dan penyembahan kepada Tuhan. Ini berarti orang yang hidup dalam
pujian dan penyembahan akan berbuah-buah secara rohani.
DUA MACAM NYANYIAN (Why. 15:3)
Alkitab berkata ada dua macam nyanyian sehubungan dengan
persoalan yang dihadapi dalam hidup sehari-hari.

1. Nyanyian Musa
Inilah nyanyian sukacita karena telah mengalami kemenangan atas
segala persoalan yang dihadapi selama ini.
Ketika umat Israel berhasil keluar dari segala kesukaran Mesir,
mereka menyanyi dan menari karena sukacita Kel. 15:1. Inilah nyanyian
baru yang Tuhan berikan kepada setiap umat-Nya yang keluar sebagai
pemenang!
2. Nyanyian Anak Domba
Inilah nyanyian di tengah-tengah menghadapi ujian, pen-cobaan dan
kesukaran dalam hidup. Meskipun belum meli-hat jalan keluar tetapi
tetap bisa bersyukur karena iman!

KUASA PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

(KISAH PARA RASUL 16:25-26) Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan
Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang
hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi
yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga
terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Pujian penyembahan adalah ucapan yang tulus kepada Yesus, Tuhan dan
Raja kita, di mana saudara dan saya menaruh hormat dengan hati
seorang hamba. bicara pujian dan penyembahan, tidak tergantung dari
alat musik yang dipakai,jenis lagu pujian atau WLnya. Bicara pujian
penyembahan bicara hati saudara dan saya ketika saudara dan saya
memuji dan menyebah-Nya. Sayang sekali masih banyak dari kita orang
percaya, ketika pujian penyembahan berlangsung, sibuk main Hp, BB

16
bahkan ada yang tertidur di dalam gereja. Padahal dibalik Pujian dan
penyembahan ada kuasa yang luar biasa apa bila saudara melakukan
dengan Tulus hati dan kerendahan yang luar biasa.

Ada apa di balik pujian penyembahan yang saudara dan saya lakukan.

1. MUJIZAT TERJADI
Ketika Tuhan berkenan pada pujian dan penyembahan yang saudara
lakukan, mujizat akan terjadi dalam kehidupan saudara dan saja,
bukan buat kita saja, tetapi bagi orang lain yang mendengarkan
dengan sungguh.(KISAH PARA RASUL 16:25) Akan tetapi terjadilah
gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah;
dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah
belenggu mereka semua.
2. DIPULIHKAN SEPERTI SEMULA.
Tidak hanya mujizat yang dinyatakan, tetapi pemulihan terjadi
dalam kehidupan saudara dan saya, pemulihan ekonomi,pemulihan
dari sakit penyakit,pemulihan hubungan dsb (YEREMIA 33:.10-11)
Beginilah firman TUHAN: Di tempat ini, yang kamu katakan telah
menjadi reruntuhan tanpa manusia dan tanpa hewan, di kota-kota
Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem yang sunyi sepi itu tanpa
manusia, tanpa penduduk dan tanpa hewan, akan terdengar lagi
suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan
suara pengantin perempuan, suara orang-orang yang mengatakan:
Bersyukurlah kepada TUHAN semesta alam, sebab TUHAN itu baik,
bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!, sambil
mempersembahkan korban syukur di rumah TUHAN. Sebab Aku
akan memulihkan keadaan negeri ini seperti dahulu, firman TUHAN.
Saudaraku terkasih, ketika kondisi ekonomi,hubungan keluarga dan
sakit penyakit yang telah memporakporandakan hidupmu, puji dan
sembah dia maka Tuhan berjanji akan MEMULIHKAN KITA SEPERTI
DULU, yah seperti ketika saudara dan saya hancur..

Saya berdoa saudara dapat memuji dan menyembah Tuhan dengan


segenap hati, maka mujizat dan pemulihan akan terjadi dalam
kehidupan saudara dan saya...Gbu

MAKSUD PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

A. PUJIAN

I. Arti kata PRAISE (Pujian) dalam bahasa Ibrani:

TODAH = Mengangkat tangan tanda mengucap syukur. Maz.50:23

17
YADAHA = Mengangkat tangan serta menikmati hadirat Allah.
Maz.107:8, 15, 21,

HALLAL = Sangat bersukacita (Ledakan sukacita yang luarbiasa)


dengan suara keras.

ZAMAR = Memainkan alat musik (jenis bedawai), memuji dengan


alat musik. Maz.149:3, 150:3-4.

BARAK = Memberkati Allah karena Dialah sumber kejayaan,


kemakmuran, dan kesuburan . Hak.5:3, Maz.72:13-15.

TEHILLAH = Puji-pujian pengagungan (bernyanyi dengan keras).


Maz.33:1, Maz.149:6.

SHABACH = Berteriak dengan keras dengan sorak kemenangan.

II. Mengapa Kita Memuji Tuhan?

1. Perintah Tuhan. Maz.1501:1.

2. Tuhan bersemayam diatas puji-pujian. Maz.22:4.

3. Ada kuasa didalam puji-pujian. Maz.149:6-9.

4. Adalah baik memuji Tuhan. Maz.29:2.

5. Karena DIa layak dipuji. Maz. 48:2, Wah.4:11.

6. Kita diciptakan untuk memuji Dia. Yes. 43:21.

III. Bila Kita Memuji Tuhan?

1. Dalam keadaan gembira. Yak. 5:13.

2. Dalam keadaan tertekan. Maz.42:6.

3. Dipagi hari. Maz.57:9.

4. Dimalam hari. Maz. 119:62.

5. Siang malam. 1 Taw.9:33.

18
6. Disegala waktu. Maz.34:2

IV. Bagaimana Kita Memuji Tuhan?

Dasar utama didalam kita memuji Tuhan adalah kita tidak memakai
cara kita tetapi cara Tuhan. ALkitab banyak berbicara tentang cara-
cara memuji Tuhan.

Mengangkat Tangan. Maz.63:5, Maz.134:3, Nehemia 8:6,


Maz.141:2. Mengapa mengangkat tangan?

1. Tanda penyembahan kita kepada Dia. 1 Sam.4:4 dan 1 Taw. 13:6


bentuk tangan yang mirip dengan sayap malaikat Kerubim pada
Tabut Perjanjian.

2. Gambaran seorang bayi yang minta digendong atau dipeluk oleh


bapanya.

3. Lebih mudah berkonsentrasi (terutama didalam doa).

4. Tanda keterbukaan hati kepada Tuhan (pekerjaanNya).

5. Menerima apa yang Tuhan kerjakan didalam hidup kita (sikap yang
pasrah).

6. Bertepuk Tangan. Maz.42, 47:2, 2 Jaj.11:12.

Didalam tradisi bangsa Yahudi bertepuk tangan bukanlah sekadar untuk


memberi beat tetapi sebagai salah satu bentuk make joyful noise
kepada Tuhan.

Memainkan Alat-alat Musik. MAz.105:3-5.

Ditangan para penyembah dan pemazmur maka alat- alat muzik menjadi
pujian dan bahkan bernubuat pun boleh menggunakan alat-alat muzik. 1
Taw.25:1-3.

Berdiri. 2 Taw.5:13, Maz.134:1.

Merupakan tanda hormat dan kesiap siagaan. Kalau kita duduk maka
kesiap siagaan itu menjadi berkurang dan pikiran bisa melayang-layang
sehingga iblis bisa menggunakan kesempatan itu untuk meltakkan
kakinya. Ep.4:27. (Faathald).

19
Membungkuk, sujud bertelut dan tertelungkup. Maz.95:6, Wah.19:4,
Wah.4:10, Kej.19:1, Yes.55:14. Ini adalah bentuk-bentuk dari
ekspresi kita didalam menyembah Dia.

Bernyanyi dengan suara yang keras. Maz.26:7. Bernyanyi dengan


Bahasa Roh. 1 Kor.14:15.

Menari-nari. Maz.149:3, 150:4, 2 Sam.6:14-16, Kel.15:20-21. Tarian


penyembahan.

Berteriak. Maz.47:7, Maz.35:27. Berteriak dalam bahasa Ibraninya


HILLEL yaitu kata dasar dari Halleluyah yang bererti berteriak
dengan keras dengan penuh sukacita.

B. PENYEMBAHAN

Perbezaan puji-pujian dan penyembahan adalah:

Puji-pujian : Masuk kedalam hadirat Allah.

Penyembahan: Menikmati hadirat Allah.

Definisi Penyembahan:

1. Dialog intim dan penuh kasih antara Tuhan dan manusia yang
dilakukan secara konstan didalam kehidupan sehari-hari.

2. Pengungkapan hati mengenai kasih, penyanjungan dan puji-pujian


bagi Tuhan.

3. Kemampuan untuk mengagungkan Tuhan dengan seluruh


keberadaan kita, roh, tubuh dan jiwa.

4. Orang di alkitab yang mengerti penyembahan yang dalam yaitu:


Abraham. Kejadian 22:5. Ayub 1:20. 2 Sam.12:20.

A. Dasar-Dasar Firman Tuhan.

Keluaran 15:20 Miryam memimpin seluruh bangsa Israel memuji akan


kebesaran Allah Israel yang sudah memenangkan peperangan. Sing ye to
the Lord, for He had triumphed gloriously, the horse and his rider hath he
thrown into the sea.

20
1. Kel.15:1. Baiklah aku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur,
kuda dan penunggangnya dilemparkanNya ke dalam laut. Pada
saat ini Musa menyanyikan lagu kemenangan bagi Allah. Didalam
lagu tersebut dikatakan bahwa Allah kita adalah pahlawan perang
(ayat 3).

2. Yosua 5:13-14. Juga berbicara Allah panglima perang yang senang


berperang.

3. 2 Taw.20:1-25. Juga menekankan bagaimana Allah yang berperang


memberikan rahasianya kepada nabiNya bahwa puji-pujian
memegang peranan yang amat penting didalam peperangan dan
mengalahkan musuh.

B. Teriakan (Memekik) Didalam Peperangan. (The Shout In The


Warfare).

Yosua 5:20. Yosua memimpin bangsa Israel menaklukkan tembuk


Yerikho dengan berteriak (sorak-sorai).

Hak.7:20. Gideon bersama ke 300 tenteranya menaklukkan bangsa


Median dengan teriakan (sorak-sorai). Didalam kita berteriak kita
tidak memfokuskan kepada musuh atau emosi tetapi kepada Tuhan
yang sudah memberikan kemenangan atas situasi sekeliling kita.

Didalam keempat ayat ini kita melihat ada beberapa kelainan dari apa
yang biasa kita lihat didalam peperangan. Biasanya didalam peperangan
fokus utama kita adalah musuh kita, tetapi kalau kita didalam Tuhan fokus
kita tidak lagi musuh tetapi Tuhan yang merupakan jawapan bagi
persoalan kita dan kemudian memuji Allah karena kasih setiaNya yang
tidak berkesudahan.

C. Pujian Pengagungan Allah (The High Praise Of God).

Maz.149:6. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam


kerongkongan mereka. Ini adalah satu-satunya ayat yang berbicara
mengenai pujian pengagungan Allah dan ada tiga arti dari pujian ini:

Puji-pujian yang amat mengangkat (Intensive level of praise).


Maksudnya ialah mungkin kita semua pernah mengalami didalam
kebaktian dimana belum lama kita bernyanyi tiba-tiba
kita merasakan hadirat Allah begitu kuatnya dan membuat kita
bebas menyembah dengan merdeka.

Puji-pujian di Syurga (Para Malaikat) bersatu dengan puji-pujian di


bumi. Di Syurga Malaikat memuji dan menyembah Tuhan 24 jam

21
sehari, dan di Bumi ketika kita memuji Tuhan dengan sepenuh hati
memberikan pujian (korban pujian) dan penyembahan maka
gabungan dari puji- pujian itulah disebut pujian pengagungan Allah
(sama-sama memuji dan mengagungkan Allah).

Pada bahagian ketiga ini kita akan lihat lebih dalam mengenai apa
yang terjadi di Alam Roh (heavenly) yaitu peperangan rohani. Daniel
10:1-14 berbicara mengenai Daniel yang berdoa dan doanya itu
sudah dijawab sejak ia mengucapkannya namun iblis berusaha
menyabot yang dari Tuhan itu. Melalui ayat ini kita mengerti bahwa
kuasa kegelapan menguasai seluruh langit dan bumi: Negara-
negara, Kota-kota, Rumah Tangga bahkan individu.

Bermacam-macam bentuk peperangan rohani dapat kita lakukan


misalnya: Doa, Puasa, dan akhir-akhir ini Tuhan mulai menyatakan
bahwa peperangan rohani juga dapat dilakukan melalui puji-pujian.

Maz.149 berbicara mengenai puji-pujian dan pedang bermata dua


atau Firman Allah. Inilah yang iblis benci, karena selanjutnya ayat-
ayat itu menyatakan bahwa iblis itu disiksa, dibelenggu dan
dihukum oleh puji-pujian dan firman Tuhan (Rahasia
kebenaran/pengajaran). Dan akhirnya adalah penginjilan terbuka,
jiwa-jiwa diselamatkan, contoh:

Lukas 24:53. Mereka senantiasa berada di rumah Allah memuliakan


Allah/Praising God.

Kis.2:41. Orang-orang yang menerima perkataanNya memberikan


dirinya dibaptis dan apda hari itu jumlah mereka bertambah kira-
kira 3000 orang.

Jadi tujuan puji-pujian rohani dalam peperangan rohani adalah


penginjilan. Akibat mengikat, membelenggu, dan menyiksa serta
menghukum si iblis maka jiwa-jiwa dilepaskan dari cengkraman iblis.

Kita hanya mengangkat panji puji-pujian yang tinggi dan dengan


iman menyaksikan kuasa Allah dilepaskan dan firmanNya memenuhi
seluruh bumi.

Yesaya 30:32. Sebab setiap pukulan dengan tongkat penghajar


yang ditimpakan Tuhan keatasnya (musushNya), akan diiringi
rebana dan kecapi dan Ia akan berperang melawan Asyur dengan
tangan yang diayunkan untuk peperangan. Para pemain musik ayo
gunakan alat-alatmu untuk mengiringi Tuhan menghajar musuh.

22
Yesaya 25:7. Dan diatas gunung ini Tuhan akan mengoyakkan kain
perkabungan yang diselubungkan kepada suku bangsa dan tudung
yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa. Dan lihat juga 2
Korintus 4:3-4. Pada ayat diatas dikatakan Gunung ini Ini adalah
guung Sion tempat puji-pujian. Gunung Musa adalah tempat
pengorbanan (korban) sedangkan Sion adalah pusat muzik ,
nyanyian dan puji-pujian.

Yesaya 31:4. ..demikianlah Tuhan semesta alam akan turun


berperang untuk mempertahankan Gunung Sion dan buktinya.
Yesaya 66:6. Dengar, bunyi kegemparan dari kota, dengar,
datangnya dari Bait Suci. Dengar Tuhan melakukan pembalasan
kepda musuh-musuhNya. Kegemparan apa yang terjadi? itu adalah
pujian pengagungan Allah yang keluar dari Bait Suci (Gereja Tuhan)
diakhir zaman ini.

Mazmur 144:1. Terpujilah Tuhan Gunung Batu ku, yang mengajar


tanganku untuk bertempur dan jari-jariku untuk berperang. Tuhan
ingin mempersiapkan dan melatih para pemuzik dan pemimpin
pujian untuk masuk didalam peperangan. Dia ingin melatih
tangannya untuk bermain piano, gitar, drum, biola, bass, juga
suara, untuk apa? Masuk didalam peperangan dengan puji-pujian
pengagungan Allah dan menghancurkan musuh. Halleluyah.

D. Masuk Didalam Peperangan.

Didalam kebaktian musuh kita bukanlah jemaat. Apa yang harus kita
perbuat kalau kita menghadapi situasi dimana jemaat sukar untuk
dibawa memuji Allah. Jawabannya adalah: Kumpulkan seluruh pemain
muzik, pemimpin pujian dan para penyanyi latar berdoa dan masuk
didalam pujian pengagungan Allah dan mengikat kuasa kegelapan yang
mengikat jemaat untuk memuji Tuhan.

ORGANISASI JABATAN MUZIK.

A. Pemilihan Ketua Jabatan Muzik.

1 Taw.15:16,22,27; 16:5; 25:1-8. 2 Taw.5:12. Neh 12:42.

1 Taw.23:5 menyatakan bahwa ada 4000 orang yang memuji Tuhan


dengan alat muzik.

23
Dibawah pemerintahan raja Daud mereka itu dibagi menjadi 24 bagian
dibawah pimpinan Asaf, Heman dan Yedutun (24 orang anak-anak
mereka). 24 orang itu membawahi lebih dari 288 penyanyi dan pemain
muzik. Bentuk pemerintahan yang dibentuk Allah bukanlah demokrasi,
kita memerlukan pemimpin sebaliknya dipilih oleh Allah sendiri. 3 orang,
Asaf, Heman dan Yedutun diletakkan dalam bidang muzik dan
Kenanya memimpin puji-pujian (master of song).

ASAF

1. 1 Taw. 6:39, 15:17, 25:1-2, 2 Taw.20:14, 29:30, 35:15. Namanya


mempunyai erti dia yang mengumpulkan dan menghilangkan celaan
(aib/malu).

2. Setiap pemimpin muzik harus dapat melindungi dan mengerti


kelemahan dari sifat dan karakter dari bawahannya /anggotanya.

3. Pelayanan muzik adalah mengumpulkan orang dan menolong


mereka dalam penyembahan dan melihat Tuhan.

HEMAN

1. 1 Taw.6:39, 25:5, 2 Taw. 35:15.

2. Namanya bererti seseorang yang setia.

3. Dimana-mana gereja atau persekutuan mereka mencari hal


kesetiaan didalam menjadi pemuzik atau pemimpin pujian.

ETAN/YEDUTUN

1. 1 Taw.6:44; 15:17; 16:38,41,42; 25:1,3,6; 2 Taw.5:12; 29:14; 35:15;


Neh.11:17, Maz.39:62,67. Maksudnya seseorang yang senantiasa
memuji-muji Allah.

KENANYA

1. 1 Taw.15:22,27.

2. Maksudnya di sahkan oleh Allah Yehova.

3. Kalau Tuhan panggil maka Dia akan melengkapi dan sahkan kita. Ini
adalah warisan yang diberikan melalui Yesus Kristus.

24
B. Para pemain muzik membantu tugas-tugas didalam rumah
Tuhan.

1 Taw.9:26-33.

Para penyanyi (pemimpin pujian) bersama dengan keluarga Lewi


(para imam) mengerjakan tugas sehari-hari di rumah Tuhan, mereka
bukanlah sekelompok orang- orang yang elite.

Mereka mempersiapkan anggur dan minyak berbicara mengenai


urapan dan sukacita yang dicurahkan melalui musik ministry.

Mereka menunggu pintu gerbang berbicara mengenai para pemain


muzik membantu didalam menggembalakan domba-domba. Kita
perlu siap dalam melayani setiap jemaat.

Mereka menyediakan campuran rempah-rempah berbicara


mengenai pembentukan karakter seorang pemain muzik dan
pemimpin pujian didalam doa dan penyembahan, dan mengijinkan
Tuhan membentuk kita, menghancurkan sehingga keharuman
pengurpan Roh Kudus (Luk.7:38) memenuhi Rumah Allah.

6. GARIS PANDUAN DAN KELAYAKAN

A. Matang Dalam Rohani

Seperti yang kita telah maklum, pemimpin pujian dan penyanyi latar
adalah satu pelayanan untuk Tuhan. Oleh itu tanggung jawab ini tidak
harus diberikan kepada orang yang baru kenal Tuhan atau orang yang
masih belum matang di dalam rohaninya.

B. Panggilan

Adalah sangat penting untuk seseorang individu yang terlibat di dalam


Pelayanan Muzik merasakan bahawa mereka dipanggil, dipilih dan
diurapi oleh Tuhan untuk pelayanan ini.

C. Gaya Hidup

i. Individu tersebut haruslah seorang Kristian yang percaya, dan


memiliki gaya hidup yang sesuai dengan Kristian yang sudah dilahirkan
baru.

ii. Individu itu juga haruslah seorang penyembah samada di dalam


gereja atau diluar gereja. Seseorang yang sukar untuk menyembah Tuhan
di rumah atau di depan umum adalah seorang yang tidak bersedia untuk
menjadi pemimpin.

25
D. Karunia, Kemahiran dan Pemilihan (Auditions).

i. Walaupun pemilihan(auditions) tidak semestinya diperlukan, tetapi


seorang pemuzik dan penyanyi harus memiliki kemahiran supaya mereka
dapat mengikuti Roh Kudus. Pemuzik dan penyanyi harus membuka hati
mereka untuk menerima pandangan, pembetulan, latihan dan harus
berkomitmen untuk lebih berkemahiran di dalam pelayanan mereka. 1
Tawarikh 15:22 Kenanya, pemmpin orang Lewi, mendapat tugas
pengangkutan; ia mengepalai pengangkutan, sebab ia faham dalam hal
itu.

ii. Sesorang itu tidak perlu menjadi seorang yang professional untuk
menyembah Tuhan, tetapi Tuhan berhak untuk menerima latihan dan
persiapan yang lebih berdisiplin. Failing to prepare is preparing for
failure atau Kegagalan untuk membuat persiapan adalah Membuat
persiapan untuk kegagalan

iii. Pemuzik dan penyanyi utama harus mempunyai kemahiran dalam


mengendalikan kebaktian yang dipimpin oleh kuasa Roh Kudus. Kita tidak
mahu menghadkan pekerjaan dan kehendakan Tuhan di dalam pujian
penyembahan di dalam kebaktian.

E. Kehadiran dan Ketepatan Masa

i. Kehadiran dan ketepatan masa adalah faktor sangat penting untuk


terlibat di dalam pelayanan muzik. Latihan harus diadakan setiap minggu
dan semua ahli yang terlibat harus sampai tepat pada masa dan bersedia
untuk bertugas sesuai dengan tugas masing-masing. Kehadiran yang
tidak konsisten serta tidak menepati masa akan mempengaruhi
kekurangan disiplin dan kepercayaan terhadap pelayanan Tuhan.

ii. Waktu latihan, Kebaktian Hari Ahad dan persiapan hari Sabtu
perlukan komitment masa daripada semua pelayan muzik. Pelayanan ini
adalah suatu yang wajib dilakukan sehingga selesai. Selain itu semua
pelayan muzik juha harus bersiap sedia untuk memberikan masa untuk
seminar, retreat dan sebaginya. Penglibatan di dalam pelayanan ini
sangat-sangat memerlukan keutamaan yang tinggi di dalam hidup kita
selain daripada keluarga dan juga pekerjaan kita.

F. Cara Berpakaian

i. Sebagai pemimpin, ahli kumpulan haruslah berpakaian sebaik


mungkin. Walaupun Tuhan tidak memandang luaran kita, tetapi kita harus
menyedari bahawa penampilan kita boleh menjadi sandungan kepada
orang lain. Oleh itu, semua ahli haruslah nampak segak, kemas, bersih
dan memakai pakaian yang sesuai untuk kebaktian. (contoh: baju-T,

26
seluar jean, skirt pendek adalah tidak sesuai untuk dipakai pada hari
kebaktian).

ii. Kita harus belajar untuk meghormati hadirat Tuhan. 2


Tawarikh 2: 12 Demikian pula para penyanyi orang Lewi.Mereka berdiri
di sebelah timur mezbah, berpakaian lenan halus dan dengan ceracap,
gambus dan kecapi, bersama-sama seratus dua puluh imam peniup
nafiri.

G. Operator Peralatan ( Alat Pandang Dengar)

i. Orang yang bertanggungjawab terhadap alat-alat pandang dengar


adalah orang yang penting di dalam kumpulan pelayanan muzik. Orang
tersebut mesti sampai lebih awal untuk persiapan yang lebih rapi
terutama sebelum latihan dan sebelum kebaktian hari ahad.

H. Waktu Latihan Mingguan

i. Semua ahli dikehendaki menghadiri latihan mingguan. Pemuzik


dan semua penyanyi adalah diwajibkan hadir bersama waktu dalam
latihan untuk raptai penuh dan pemeriksaan bunyi. Jika ada ahli yang
tidak dapat hadir semasa latihan dan raptai, maka ahli tersebut tidak
boleh terlibat di dalam pelayanan semasa Kebaktian Hari Ahad. Ini adalah
kerana tanggungjawab kita dan juga biasanya kita akan memperkenalkan
lagu baru semasa latihan tersebut.

ii. Jika ada waktunya, ahli kumpulan, termasuk operator peralatan,


tidak dapat menghadiri latihan disebabkan oleh pertindihan jadual atau
hdala masalah yang tidak dapat dielakkan, mereka mesti maklumkan
kepada ketua pelayanan muzik supaya perubahan jadual boleh dilakukan.
Jika perubahan jadual tidak dapat dilakukan, ahli tersebut
bertanggungjawab untuk mencari pengganti untuk menggantikannya
dalam elayanan tersebut.

I. Kebolehan Untuk Mengalir Bersama Kumpulan Pelayanan


Muzik

Ada orang yang sangat berkarunia dalam bidang muzik atau menyanyi,
tetapi mereka Sangay sukar untuk mengalir bersama dengan ahli
kumpulan mereka. Oleh itu, orang tersebut seharusnya berkongsi tentang
kemahirannya bersama dengan ahli kumpulannya. Ahli kumpulan pula,

27
seharusnya adalah orang-orang yang boleh diajar. Semua ahli harus
bersatu sebagai satu kumpulan dan mempunyai satu matlamat. Sikap hati
kita harus diselarikan dengan kemahiran teknikal yang kita miliki untuk
membangunkan kumpulan yang berkesan.

J. Komitment

Ahli pelayanan muzik haruslah seorang yang berkomitmen, ahli gereja


yang mendedikasikan diri kepada kepimpinan dan pastor. Komitmen ini
adalah termasuk komitment di dalam doa, kehadiran yang konsisten dan
pemberian/persepuluhan kepada Tuhan.

Adalah satu kewajipan bagi kumpulan pelayanan muzik untuk


mengutamakan komitment mereka terhadap pelayanan khusus mereka
tetapi tidak juga mengabaikan perkara-perkara lain.

i. Komitment Sebagai Pelayan Persiapan Rohani

Persiapan rohani kita sebenarnya memberikan pengaruh kepada


keberkesanan pelayanan pujian penyembahan dan kumpulan pemuzik
kita. Kita seharusnya bersiap sedia bukan hanya untuk menyenyi dan
bermain muzik sahaja tetapi juga untuk memuji Raja dan melayani
jemaatnya. Oleh itu, semua pelayan yang terlibat di dalam pelayanan
harus sentiasa berdoa untuk persiapan yang lebih baik dari segi rohani
dan juga persiapan diri.

ii. Komitment Untuk Berkemahiran Dalam Muzik

Kita perlu berusaha untk menadi pelayanan yang terbaik untuk Tuhan.
Berusaha untuk menjadi pemimpin pujian yang terbaik, penyanyi latar
yang terbaik dan pemuzik yang terbaik yang kita dapat lakukan. Ini
bermakna, kita harus ada latihan kearah yang lebih sempurna. Mungkin
kita perlu berlatih sendiri selain daripada berlatih di dalam kumpulan
supaya kita boleh belajar daripada satu dengan yang lain.

iii. Komitmtment Untuk Bertumbuh Secara Rohani

Ini adalah sangat penting sebagai asas penglinatan seseorang individu


untuk terlibat di dalam sebarang pelayanan termasuk pelayanan muzik.
Sebagai kumpulan pelayan, kita harus berkomitment untuk bertumbuh
menjadi lebih matang di dalam Kristus.

iv. Komitment Untuk Menjadi Saksi Yang Baik

28
Sebagai pelayan di runah Tuhan dan sebagai Pelayan Tuhan kita harus
berusaha menjadi saksi yang baik, baik di dalam gereja atau di luar gereja
agar Tuhan jangan dihina kerana pencemaran yang kita lakukan di luar
gereja. Dan ingat bahawa, pelayanan kita di gereja bukannya satu
percubaan tetapi satu komitment. Jadi, bersinarlan untuk Tuhan.

K. Sokongan Daripada Keluarga

Adalah sangat penting bagi seorang pelayan muzik mendapat sokongan


daripada keluarga. Ini adalah kerana mereka perlukan komitment untuk
memberikan masa untuk pelayanan tersebut.

I. PENTINGNYA PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

A. Doa adalah tujuan pokok Persekutuan Doa Paroki (lih. session /I/
Peranan kelompok P.D. Paroki). Doa ini diungkapkan dalam suatu
cara istimewa melalui Baptisan Roh.

o Baptisan Roh serentak merupakan buah doa/pujian


penyembahan, dan suatu sarana meningkatkan doa.

o Karena kodrat experiential dari Baptisan Roh, maka doa itu


sendiri diberi kekuatan sebagai suatu sarana pokok untuk
meningkatkan relasi kita dengan Allah.

B. Doa dapat dikatakan sebagai praktek penyadaran akan


kehadiran Allah.

o Meskipun benar Allah selalu hadir, namun benar pula kalau


kita tidak selalu sadar akan kehadiranNya itu.

o Dalam doa kita dengan sadar merenungkan kehadiran Allah,


ber-komunikasi/berdialog dengan Allah dan membuka diri bagi
Allah untuk berkomunikasi dengan kita.

o Dengan menyadari kehadiran Allah, maka kita dapat


mengalami kasihNya, pengampunanNya, keadilanNya,
kuasaNya, keindahanNya, yang tak terbatas. Berada di dalam
kehadiranNya akan memberi dampak perubah-an atas diri
kita.

o Kalau kita mempraktekkan penyadaran ini melalui doa, maka


kita mulai tumbuh dalam kesadaran kita bahwa kehadiran
Allah selalu menyertai kita dan kita menjadi lebih menyadari
kekuatan yang mengubah itu di saat lain-lain dalam hidup
kita. Jadinya kita mulai untuk "terus-menerus berdoa". (I
Tes.5:17).

29
o Hidup doa yang bertumbuh ini menjadi sumber kekuatan bagi
orang Kristen, secara tetap menimbanya dari kuasa kasih
Allah yang selalu hadir.

C. Pujian dan penyembahan berada di jantung hidup doa ini.

o Di dalam pujianlah kita melihat kehadiran Allah dan maju


melampaui keterbatasan-keterbatasan manusiawi kita dan
masuk ke dalam alam rohani.

o Dalam PENYEMBAHAN kita masuk ke dalam suatu persatuan


istimewa dengan Kehadiran Allah, yaitu bahwa kita menjadi
sadar akan persatuan rohani yang kita miliki dengan Dia
sebagai anak-anakNya.

o Baik di dalam doa pribadi maupun doa bersama, pujian dan


penyembahan adalah tujuan doa.

o DOA = PUJIAN PENYEMBAHAN = DOA

o Karena itu pujian dan penyembahan adalah tujuan dari


Persekutuan Doa berusaha membawa orang dan segenap
umat ke dalam penyadaran akan persatuan mereka dengan
Allah dan untuk menyembahNya dalam persatuan itu beralih
dari berpusat pada diri menuju berpusat kepada Allah.

D. Para pemimpin Persekutuan Doa perlu memahami pentingnya


pujian dan penyembahan sebagai prioritas dari Persekutuan Doa.

o Bilamana tiada lain hal terjadi, namun kelompok doa masuk


ke dalam penyembahan, maka persekutuan itu telah
melaksanakan tujuannya.

o Namun sekali persekutuan itu telah masuk ke dalam


penyembahan, maka persekutuan itu sendiri diubah oleh
kesadaran akan kehadiran Allah : pengajaran, sharing, doa
syafaat dll semua itu menerima urapan yang lebih dalam dari
kuasaNya.

o Pemimpin Persekutuan Doa perlu memahami pujian dan


penyembahan, mempratekkannya dalam hidup mereka dan
tahu bagaimana membimbing orang-orang lain ke dalam
pujian dan penyembahan.

30
II. MEMAHAMI PUJIAN DAN PENYEMBAHAN DI DALAM PD.

A. Mazmur 100 memberikan kepada kita suatu analogi dan proses


pujian dan penyembahan di dalam Persekutuan Doa.

o Mazmur 100 adalah salah satu dari "Nyanyian-nyanyian


mendaki", suatu kumpulan mazmur yang digunakan para
peziarah ketika melakukan perjalanan mendaki Bukit Zion
menuju Bait Allah.

o Para peziarah menggunakan Nyanyian-nyanyian ini untuk


mempersatukan mereka dalam perjalanannya,
mempersiapkan diri memasuki kawasan Bait Allah dan
selanjutnya ke dalam hadirat Allah di dalam tempat kudusNya.

B. Dalam Persekutuan Doa, kita mengambil bagian di dalam suatu


ziarah yang serupa.

o Umat dari berbagai latar belakang dan perjalanan bergabung


bersama dan berusaha mempersatukan diri ke dalam satu
Tubuh. Maksud mereka adalah untuk mendaki Gunung
KudusNya Allah dan bersama-sama masuk ke dalam
hadiratNya.

o Inilah tantangan Pemimpin Doa : Membawa umat dari beban-


beban, kelelahan dan kesibukan hari itu untuk berpusat
kepada kehadiran Tuhan dan menyembahNya.

C. Mazmur 100 memberikan suatu pemahaman akan unsur-unsur


atau langkah-langkah yang membawa kita dari "berpusat pada diri"
kepada "berpusat kepada hadirat Allah" dalam penyembahan.

1. "Bersorak-soraklah bagi Tuhan .... datanglah kehadapanNya


dengan sorak-sorai" ayat 1-2.

o Kegembiraan menempatkan kita di arah yang benar dalam


ziarah kita menuju Tuhan. Namun bukan emosi kegembiraan,
tetapi lebih merupakan kegembiraan rohani; karunia suka-cita
yang mengarahkan kita menuju Tuhan.

o Nehemiah 3:11 mengatakan : suka-cita karena Tuhan itulah


perlindunganku. Suka-cita ini menjadi kekuatan yang
melindungi dalam ziarah kita.

o Lagu-lagu memainkan suatu peranan penting dalam


menumbuhkan suatu suasana (spirit) di dalam Persekutuan.
(bdk. session VI - Peranan Pelayanan Musik).

31
2. "Masuklah lewat pintu GerbangNya dengan nyanyian syukur"
ayat 3.

a. Syukur meningkatkan penyadaran kita akan kehadiran Allah


dalam hidup kita.

o Syukur berpusat pada akibat positif dari rahmat di dalam


hidup kita sehari-hari. Kita berusaha memandang segala
peristiwa lebih melalui kacamata Allah daripada kacamata kita
sendiri dan bersyukur kepadaNya karena menjadikan segala
sesuatu menjadi balk.

o Sikap bersyukur mengubah lingkungan kita menjadi Bukit


Kudus Allah kalau kita mulai menyadari betapa Ia tinggal di
dalam hidup kita.

b. Selama tahap ini dalam persekutuan, pemimpin pujian


mendorong para anggota untuk mengenang/mengingat-ingat
rahmat Allah yang tak terbatas yang layak dan sepantasnya kita
syukuri an menghimbau mereka untuk mengungkapkan syukur
mereka itu kepada Allah.

o Atas berkat-berkatNya selama minggu yang telah lewat.

o Atas anugerah-anugerah keselamatan, kerahiman dan


pengampun-an.

o Atas hidup, wafat clan kebangkitan Yesus.

o Atas anugerah Roh Kudus.

o Atas anugerah keluarga, teman-teman, umat, kesehatan,


alam, dsb.

3. Masuk ke dalam pelataranNya dengan puji-pujian (ayat 4).

a. Setelah dibawa kepada suatu penyadaran akan hadirat Allah


melalui syukur, kita masuk dalam hadirat itu dengan puji-pujian.

o Puji-pujian adalah pernyataan akan kebaikan dan kebesaran


Allah. Hal itu merupakan pengucapan dari atribut-atributnya
untuk menyerukan kemuliaanNya (aklamasi).

o Pernyataan pujian ini bukan sekedar demi Allah saja. Dengan


melakukannya kita meningkatkan kesadaran kita akan sifat-
sifat dan kemuliaanNya. Kita dibawa ke dalam hubungan yang
lebih akrab/intim dengan Dia.

32
b. Dengan membawa kita ke dalam hubungan yang lebih akrab
dengan Allah, maka pujian membawa dampak lain, yaitu membawa
kita melampaui keterbatasan manusiawi yang melepaskan kita ke
dalam dimensi adikodrati. Dengan menyentuh kemuliaan Allah, roh
kita dihidupkan dan memungkinkan kita untuk memuji Dia dalam
suatu dimensi rohani yang lebih dalam.

o Bila kelompok memasuki pujian yang otentik, maka karunia-


karunia Roh diaktifkan.

o Doa dalam bahasa Roh, doa yang diurapi, kata-kata nubuat


dan pujian yang diurapi mengalir dan memperdalam doa dari
Tubuh.

4. "Pujilah namaNya sebab la balk, kasih setiaNya untuk selama-


lamanya" (ayat 4-5).

a. Pujian yang diurapi memungkinkan kelompok masuk ke dalam


tempat Maha-kudus (kemah suci), ke dalam hadirat Allah.

o Penyembahan adalah adorasi kepada Allah dikala Dia


menyatakan kehadiranNya kepada umatNya.

o Di dalam adorasi itu kita mengalami persatuan intim roh kita


dengan Dia. Inilah tujuan hidup kita dari Persekutuan Doa kita.

b. Penyembahan sering diungkapkan di dalam renungan diam dan


juga hening. Penyembahan yang benar, biarpun sangat pribadi dan
intim, tidak memisahkan orang-orang, tetapi mempersatukan
mereka makin kuat melalui pengalaman yang sama akan kasih
Tuhan.

III. MEMIMPIN PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

A. Peranan istimewa dari pemimpin pujian adalah membawa suatu


kelompok orang bersatu dan membimbing mereka ke dalam
penyembahan.

1. Kemampuan memimpin pujian dan penyembahan adalah suatu


karisma. Pemimpin Persekutuan Doa mungkin tidak memiliki
karisma ini dan ia juga tidak perlu harus menjadi pemimpin pujian.

2. Untuk pemimpin pujian dan penyembahan dalam Persekutuan


Doa dibutuhkan:

33
o Kepekaan terhadap Roh Kudus. Mampu "merasakan" apa yang
dilakukan Roh dengan kelompok dan kearah mana la
menuntun.

o Kepekaan terhadap roh/suasana kelompok. "Merasakan" di


mana kelompok berada dalam menanggapi Roh, hambatan-
hambatan apa yang mungkin menghalangi tanggapan itu dan
bilamana saat yang cocok untuk masuk lebih lanjut dalam
penyembahan.

o Pembedaan Roh / Penegasan Roh. Kemampuan membedakan


sumber karunia-karunia, doa-doa atau manifestasi-
manifestasi; untuk mengetahui apakah sesuatu itu
sesungguhnya diurapi Roh, atau dorongan manusia atau
berasal dari setan.

o Persatuan dengan Pimpinan Pastoral.Berada dalam satu Roh


dengan mereka yang bertanggung jawab menegaskan arah
keseluruhan dari kelompok. Hal ini membantu menjamin
kesatuan seluruh kelompok.

o Kehidupan doa pribadi dalam pujian clan penyembah. Secara


teratur masuk ke dalam penyadaran akan hadirat Allah. Ini
membuahkan suatu pengenalan yang akrab dengan proses
pujian.

B. Memimpin pujian dan penyembahan adalah suatu proses untuk


membuat umat mampu menanggapi Roh Kudus yang meningkatkan
kesadaran kita akan kehadiran Allah.

1. Pemimpin pujian menolong mereka melakukannya dengan


mengatasi hambatan-hambatan dan dengan memungkinkan aliran
pujian.

o Pemimpin pujian menolong para anggota menghilangkan


kecemasan dan kekuatiran.

o Kekuatiran adalah suatu hambatan yang memusatkan


perhatian lebih kepada problem-problem daripada sumber
pemecahan problem-problem tersebut.

o Pemimpin-pemimpin perlu dengan lembut menarik perhatian


umat kepada Tuhan.

o Lagu-lagu gembira menolong menaikkan semangat umat dan


membuat mereka kembali terarah kepada Tuhan.

34
o Pemimpin dapat menyelingi dengan doa clan ayat-ayat Kitab
Suci untuk mem-bantu memusatkan hati dan pikirannya.

2. Hambatan lain yang perlu dihadapi pemimpin adalah sikap tidak


mengampuni.

a. Seperti lbadat Sabda yang mulai dengan doa tobat (rekonsiliasi)


untuk mempersiapkan umat berperan serta penuh di dalam Ekaristi,
maka demikian juga suatu Persekutuan Doa dapat memasukkan
suatu saat untuk rekonsiliasi.

b. Yesus menekankan pentingnya mengampuni sesama sebelum


kita mempersembahkan kurban pujian kepada Allah (Mat.5:24).

c. Pemimpin pujian perlu mendorong kelompok untuk mengampuni


mereka yang telah menyakitkan hati dan memutuskan untuk
mencari pengampunan dari mereka yang telah mereka sakiti.

o orang-orang harus sadar akan peristiwa khusus.

o mereka perlu mengambil tindakan-tindakan khusus untuk


berdamai, bukan sekedar melakukannya secara umum.

3. Pemimpin pujian bertanggung-jawab untuk bekerja bersama


pelayanan musik untuk tetap mempertahankan aliran yang tetap di
dalam lagu-lagu.

o Musik berperan sebagai suatu bantuan untuk memuji, suatu


sarana untuk membawa kelompok beqalan bersama-sama
dalam ziarah penyembahan. (bdk. session VI - Peranan
Pelayanan Musik).

o Pemimpin pujian perlu berkomunikasi baik dengan pelayanan


musik untuk membedakan (memilih) jenis lagu yang cocok
dengan tahap pujian yang dialami Persekutuan Doa. Lagu-
lagu yang tidak cocok dapat dengan cepat merusak suasana
(umpama: menyanyikan suatu lagu yang bersemangat ketika
kelompok sudah siap untuk menyembah).

4. Pemimpin pujian menolong umat masuk pujian.

a. Pujian harus mengalir dengan mulus dan wajar.

o Sebaiknya tidak diumumkan ("setelah lagu ini kita akan


masuk ke dalam pujian").

35
o Pemimpin tidak perlu berteriak dan menuntut agar kelompok
memuji.

o Bila pujian tidak mengalir, maka itu merupakan tanda bahwa


kelompok perlu lebih banyak persiapan untuk berpusat
kepada Tuhan, untuk rekonsiliasi dsb.

b. Pemimpin sebaiknya tidak mendominir (menguasai) pujian, atau


mengatasi kelompok dengan suaranya, tetapi dengan lembut mem-
bimbing mereka ke dalamnya.

c. Kepekaan pemimpin terhadap Roh Kudus dan "roh" kelompok


memungkinkan ia untuk mengetahui kapan kelompok sudah siap
beranjak dari tahap sukacita ke tahap syukur, pujian dan
penyembahan.

d. Pujian perlu diberikan untuk berakhir secara wajar.

o Tidak perlu hal ini dilakukan dengan berdoa dalam roh secara
artificial (dibuat-buat).

o Tidak perlu dipersingkat dengan suatu lagu atau doa.

o Pemimpin dan umat tidak perlu merasa resah ("tidak enak")


dengan saat-saat hening selama waktu penyembahan;
mereka sebaiknya tidak mengisi saat-saat hening yang diurapi
dengan doa-doa atau seruan-seruan.

C.Penyembahan bukan hanya membawa orang ke dalam Hadirat


Allah, tetapi juga seluruh persekutuan ke dalam HadiratNya.

o Menanggapi hadirat Allah membuat umat terbuka dalam


memanfaatkan karunia-karunia mereka, dan karunia-karunia
itu menjadi bekerja lebih penuh. Persekutuannya menjadi
"diperlengkapi" dengan karunia-karunia adikodrati.

o Hadirat Allah meresap ke dalam musik, pengajaran, kesaksian,


syafaat dan pela-yanan doa.

o Melanjutkan terus aspek persekutuan ini akan


mengecewakan, kecuali kelompok telah masuk sepenuhnya ke
dalam hadirat Allah dalam penyembahan.

o Kalau kuasa Allah meresap ke dalam Persekutuan Doa, maka


umat akan terdorong datang ke Persekutuan Doa karena
alasan yang tepat, yaitu agar Tuhan disembah dan dimuliakan.

36
DISKUSI KELOMPOK INTI

1. Bagaimana anda menilai pengalaman pujian dan penyembahan


dalam PD anda? Apakah anda secara teratur masuk ke dalam
pujian? Penyembahan? Apakah anda mengalaminya sebagai satu
kelompok atau hanya sebagai individu-individu yang terpencar?

2. Siapa dalam kelompok anda yang memiliki karisma memimpin


pujian?

3. Sebagai suatu kelompok, sepakati bersama 3(tiga) sasaran


tindakan yang dapat anda garap bulan depan untuk meningkatkan
mutu pujian dan penyembahan di dalam PD anda!

Doa, Pujian dan Penyembahan

Lukas 18:1 berbunyi: "Yesus mengatakan perumpamaan kepada mereka


untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak
jemu-jemu."

A. Doa merupakan nafas bagi kehidupan rohani kita. melalui doa hidup
kita terhubung dengan Sumber Kehidupan yaitu Tuhan sendiri. Dalam doa
kita menghadap dan menyampaikan sesuatu kepada Tuhan. Doa juga
menjadi salah satu sarana bagi Tuhan untuk menyampaikan pesanNya
kepada kita (1 Tesalonika 5:17, Matius 26:40-41).

DEFENISI DOA
Pada dasarnya doa adalah sebuah komunikasi dua arah yang didasari
suatu hubungan. Hubungan tersebut digambarkan antara lain sebagai:
1. Umat dengan Allahnya (Hosea 2:22, 2 Kor 6:16, 1 Petrus 2:10, 2
Tawarikh 6:12-42)
Setiap orang percaya membangun hubungan dengan Allahnya dalam doa.
Contoh Doa Salomo pada hari pentahbisan bait Allah.
2. Bapa dengan AnakNya (Mat 6:8-13, Lukas 11:1-2, 10-13)
Dalam kekristenan, selain sebagai bentuk permohonan umat kepada
Allahnya, doa juga menunjukkan hubungan antara anaka dengan
bapaknya. Contoh hubungan Yesus dengan BapaNya tidak pernah
terputus.
3. Persahabatan (Yoh 15:15, Maz 25:14, 2 Tawarikh 20:7, Kejadian 18:17-
18)
Pola hubungan dimana Allah mau mengkomunikasikan isi hatiNya kepada
kita. Contoh Abraham.

37
DOA MEMBUTUHKAN
1. Ruang dan Waktu (Daniel 6:11b, Matius 6:6)
2. Iman Percaya (Markus 11:24)
3. Kerinduan akan Tuhan (Maz 42:2, 63:2, 119:20)
4. Ketekunan (Kolose 4:2)
5. Keterbukaan (Maz 139:23)

BENTUK-BENTUK DOA
1. Doa Pribadi, yaitu doa yang dinaikkan untuk kehidupan pribadi kita.
a. Doa Pengkuan Dosa (1 Yoh 1:19)
b. Doa Pernyataan Iman (Roma 10:9, 10)
c. Doa Permohonan (Filipi 4:6)
d. Doa Ucapan Syukur (Maz 18:3-4)
e. Doa Pengagungan (Keluaran 33:19-20, Kidung 8:3)
f. Doa Keintiman (Maz 63:7-9)
2. Doa Syafaat, yaitu doa yang dinaikkan untuk orang lain, kota, bangsa,
demi menghasilkan terobosan terobosan rohani
a. Doa Peperangan Rohani (Efesus 6:10-18, Yes 62:1-2, 6-7)
b. Doa Ratapan (Yeremia 9:1, Yoel 1:13)
c. Doa Nubuatan (Yehezkiel 37:1-14)
d. Doa Untuk Pemerintah dan Masyarakat (1 Timotius 2:1-4)

DOA PUASA
Kata puasa berasal dari bahasa Yunani "nesteia" (ne = tidak, dan estheio
= makan), berarti berpantang makan secara sukarela. Ada orang yang
berpantang makan tetapi belum tentu berpuasa. Yesaya melukiskan hal-
hal yang harus dilakukan dalam berpuasa :
- Di dalam PL, prinsip utama dalam berpuasa adalah merendahkan diri
- Di dalam PB, prinsip utamanya adalah melemahkan kedagingan. Pada
saat kita berpuasa kita sedang melemahkan daging kita dan
meningkatkan kemampuan rohani kita (Yes 58:6)

Alasan Berpuasa :
- Teladan Tuhan Yesus (Mat 4:2, Lukas 4:2)
- Mencari Kehendak Tuhan (Kisah 14:23)
- Untuk Meningkatkan disiplin rohani/pengendalian diri (Lukas 2:36-37)
- Merendahkan Diri,sebagai ekspresi untuk menyatakan ketergantungan
penuh kepada Tuhan (1 Kor 9:26-27, Nehemia 9:1-4)

Manfaat Berpuasa :
- Mempertajam doa-doa kita (Matius 17:21, Nehemia 9:1-4)
- Menerima berkat rohani (Matius 6:6,16)
- Meningkatkan kepekaan roh (Daniel 9)
- Otoritas dan kuasa dalam doa dan peperangan (Matius 4:1-11)
- Menghindari diri dari penghakiman Tuhan (Yoel 2:12-14, Yunus 3:5-8)

38
Jenis - Jenis Puasa
- Puasa harian (Yunus 3:7-9), contohnya penduduk kota Niniwe
- Puasa Ester (Ester 4:16), yaitu berpuasa selama 3 hari
- Puasa Daniel (Daniel 1:8, 10:2-3), yaitu berpantang dari makanan yang
lezat
- Puasa 40 hari, contoh Tuhan Yesus (Lukas 4:2), Musa (Ul 9:9,15:8), Elia (1
Raja-raja 19:8)
Berpuasa Bukanlah ritual agamawi atau uji ketahanan !!

B. PUJIAN DAN PENYEMBAHAN


"Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam diatas puji-pujian
orang Israel" (Mazmur 22:4)
"Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali Pondok Daud
yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan
Kuteguhkan" (Kisah 15:16)
Pujian dan Penyembahan adalah salah satu aktivitas rohani yang tidak
bisa dipisahkan dalam kehidupan kekristenan kita. Alkitab menunjukkan
bahwa doa, pujian dan penyembahan merupakan bagian yang esensial
dalam ibadah, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
Allah berjanji untuk memulihkan kembali Pondok Daud di akhir jaman,
termasuk pemulihan kembali pola ibadah yang diwarnai doa, pujian dan
penyembahan.

PUJIAN
1. Defenisi :
Pujian adalah ekspresi kekaguman. Kita mengungkapkan rasa syukur
kepada Allah untuk apa yang telah Ia lakukan

2. Cara Kita Memuji Tuhan


- Dengan suara kita (Maz 100; 47:1; 66:8) yaitu bernyanyi, bersorak, dan
berkata-kata
- Dengan tangan kita (Maz 63:4, 47:1, 149:3) yaitu mengangkat tangan,
bertepuk tangan dan memainkan alat musik
- Dengan tubuh kita (Maz 135:2, 149:3, 95:6) yaitu berdiri, menari dan
sujud/bertelut

3. Tujuh Kata Ibrani Tentang Pujian


- Yadah, mengangkat tangan tanda penyerahan dan pengagungan (Maz
7:18)
- Towdah, mengaminkan perbuatan Tuhan dan mengucap syukur (Maz
100:4a)
- Halal, mengekspresikan pujian dan kebanggaan kepad Tuhan sebagai
seorang yang "bodoh"(Maz 100:4a)
- Shabach, bersorak dengan nyaring tanpa rasa malu untuk memuliakan
Tuhan (Maz 145:4)

39
- Barak, pujian yang sifatnya memberi penghormatan dan memberkati
(Maz 72:15)
- Zamar, nyanyian nubuatan dengan diiringi kecapi/alat musik (Maz 57:8)
- Tehillah, menyanyikan kidung pujian secara spontan (Maz 22:4)

PENYEMBAHAN
1. Defenisi
Penyembahan adalah ekspresi penuh kasih, pengagungan dan
penghormatan akan seluruh keberadaan Allah

2. Bentuk Ekspresi Penyembahan


- Shachah (bhs Ibrani) artinya sujud bertelut dengan dahi menempel
dilantai, tiarap dengan sikap penuh hormat (Yoh 4:24)
- Proskuneo (bhs Yunani) artinya sikap seperti seekor anjing yang
mencium dan menjilat tangan tuannya (Yohanes 4:24)
- Latreuo (bhs Yunani) artinya melayani Allah, segala bentuk sikap dan
tindakan yang memuliakan Tuhan (Roma 12:1)

3. Prinsip Dalam Menyembah Tuhan


Menyembah dalam Roh dan Kebenaran (Yoh 4:23-24), roh kita dipimpin
oleh Roh Kudus dan kita hidup dalam terang Firman Allah.

Pengertian
Memuji : memberikan penghargaan, mengungkapkan kebaikan / hal yang
baik. Pujian adalah lagu yang diarahkan kepada Allah, dinyanyikan dengan
gembira.

Menyembah : memberikan hormat, mengagungkan dan berserah diri


sepenuhnya. Penyembahan adalah lagu yang dapat mengangkat hati
kepada Allah, membawa hadirat Allah dan membawa hadirin dalam
suasana sembah sujud.

Keduanya harus keluar dari hati dan pikiran yang tulus. Apa yang kita
ucapkan harus sinkron dengan pikiran dan hati kita.
dalam pujian, Allah hadir ; Mzm 100:4, Mzm 22:4
dalam penyembahan, kita masuk/bersatu dengan Allah ; Yoh 4:23-24

Sebagai pemimpin pujian, kehidupan doa itu penting karena membawa


orang lain kedalam hadirat Tuhan, sehingga harus ada persiapan.
PUJIAN DAN PENYEMBAHAN
Bagaimana prosedur pemimpin dalam memimpin pujian dan
penyembahan? 1) Doa dan karya adalah prioritas utama sebagai hamba
Allah. 2) Pilihlah lagu sesuai tema megikuti dorongan Roh kudus. 3) Suara
harus jelas. 4) Doa keluar dari hati, tidak ditulis atau dibaca. 5) Mata harus
melihat umat, mengajak, wajah dan ekspresi harus jelas terlihat, apakah
sedang gembira misalnya. 6) Waktu lagu pengendapan, bisa menghantar
ke situasi yang tenang, tidak ada lagi kata mari atau marilah jadi sudah

40
tidak ada kata ajakan lagi tetapi langsung dibawa ke dalam doa saja,
sehingga umat langsung mengikuti pemimpin pujian. 7) Dalam ucapan
syukur/tobat harus mengintropeksikan diri, misalnya: - ucapan syukur bisa
secara serempak atau secara pribadi (diharapkan semua anggota
berperan aktif dan jangan ada ucapan pengulangan yang telah diucapkan
oleh anggota yang lain) . 8) Mulia bisa dalam bentuk lagu-lagu kemuliaan.
9) Kalau penyembahan sebaiknya lagunya ada kata sembah, jadi ada
penyatuan atau ruang maha kudus. Waktu kita menyembah ada kelegaan,
disitulah ada kelepasan, Roh Kudus mengalir (Yoh 7: 37-39) 10) Hening,
beri waktu untuk hening untuk merasakan kehadiran Allah saat itu.

MENINGKATKAN PERANAN PEMIMPIN PUJIAN


DAN PENYEMBAHAN DALAM IBADAH KRISTIANI

Dalam ibadah Umat Kristen Pemimpin pujian dan penyembahan


memegang peranan yang sangat penting.Karena hampir keseluruhan
jalannya ibadah berada di dalam tanggung jawab pemimpin pujian dan
penyembahan. Pemimpin ibadah bukan hanya bertanggung jawab dalam
memimpin umat menyanyi dan memuji Tuhan, tetapi ia adalah pribadi
yang mengatur jalannya ibadah. Oleh sebab itu berhasil atau tidak nya
suatu ibadah sedikit banyak bergantung kepada peranan pemimpin
ibadah. Namun dalam kenyataan ibadahumat Kristen, tidak semua
pemimpin ibadah dapat memimpin dengan baik.Hal inidisebabkan karena
tidak semua pemimpin ibadah adalah orang yang cakap dalam
memimpin.Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam memimpin seringkali
mengganggu jalannya ibadah.Misalnya pemimpin memilih lagu yang
nadanya tinggi sehingga tidak mampu dijangkau oleh jemaat. Pemimpin
ibadah memimpin dengan banyak komentar yang bertele-tele dan
membosankan dan masih banyak lagi masalah lain yang membuat ibadah
tidak berjalan dengan semestinya. Untuk menghindari masalah tersebut
diperlukan usaha dari pemimpin pujian tersebut untuk meningkatkan
peranannya. Metode yang dipakai dalam penulisan ini merupakan kajian
pustaka yang membahas berbagai aspek yang diperlukan bagi pemimpin
pujian dalam meningkatkan peranannya sebagai pemimpin ibadah. Ada
beberapa hal yang harus dimiliki oleh seseorang untuk menjadi pemimpin
pujian yang baik, diantaranya adalah ia haruslah seorang yang sudah lahir
baru, sudah mengenal Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya, serta
bertumbuh secara rohani. Memiliki karakter dan integritas yang baik dan
dapat dipercaya. Pemimpin pujian yang baik juga harus mempersiapkan
pelayanannya dengan baik. Dengan mengadakan latihan dan
merencanakan ibadah dengan para pemusik dan singers. Selain itu ia juga
harus memilikiketerampilan musik, dalam hal ini dapat menyanyi dengan
baik. Dan memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik. Pemimpin
pujian yang baik akan menjadikanibadah berjalan sebagai mana yang

41
diharapkan. Semua jemaat dilibatkan dalam pujian adan penyembahan
kepada Allah. Akhirnya jemaat merasa diberkati dan dapat menjadi berkat
bagi orang lain di tengah-tengah masayarakat. Kata kunci: Meningkatkan,
pemimpin, pujian dan penyembahan, ibadah. Pendahuluan Di dalam tata
ibadah umat Kristen pujian dan penyembahan mengambil bagian yang
sangat besar.Tidak dapat dibayangkan jika dalam suatu ibadah tanpa ada
puji-pujian kepada Tuhan. Jadi dengan kata lain di dalam ibadahumat
Kristen pujian dan penyembahan merupakan bagian dari liturgi ibadah
yang sangat penting, selain doa, persembahan dan firman Tuhan. Pujian
dan penyembahan merupakan ekspresi hati yang meluap dengan syukur
untuk mengagungkan nama Tuhan yang nyatakan melalui musik. Untuk
dapat memuji dan menyembah Allah bersama dalam ibadah diperlukan
seorang pemandu atau yang lebih dikenal sebagai seorang pemimpin
pujian dan penyembahan.Pemimpin ibadah bertanggung jawab terhadap
jalannya ibadah sejak awal hingga akhir.Menurut Hendro Suryanto salah
satu tugas pemimpin pujian dan penyembahan adalah membuka jalan
bagi pengkhotbah, kalau gagal, dengan sendirinya tugas pengkhotbah
lebih berat.
1. Pemimpin ibadah perlu mempersiapkan hati jemaat melalui pujian
dan penyembahan yang dinaikan untuk mendengarkan firman
Tuhan.Jadi tugas pemimpin pujian adalah mempertahankan
perhatian umat kepada hadirat Tuhan, sehingga jemaat dapat
menikmati persekutuan dengan Tuhan selama kebaktian
berlangsung.
2. Dewasa ini kebutuhan gereja akan seorang pemimpin pujian dan
penyembahan yang baik (profesioanal) sudah terasa semakin
mendesak. Gereja membutuhkan seorang pemimpin pujian yang
sungguh-sungguh mampu memimpindan mengarahkan jemaat
dalam memuji dan menyembah Allah.Pemimpin pujian yang mampu
membawa jemaat untuk memuji bersama, berdoa bersama,
bertepuk tangan bersama, memberikan persembahan bersama dan
siap untuk mendengarkan firman bersama-sama. Gereja
membutuhkan pemimpin pujian yang kreatif, yang mampu
mengolah sutu liturgy yang ada menjadi satu kesatuan yang utuh
dan membuat suasana ibadah menjadi hidup.Bagian-bagian acara
saling berhubungan satu dengan yang lainnya sesuai dengan tema
ibadah yang telah ditetapkan.Urutan-urutan ibadah tersebut
bervariasi, tergantung kebiasaan dan rutinitas jemaat atau
persekutuan masing-masing.Dari satu mata acara ibadah ke mata
acara yang lainnya harus digabungkansedemikian rupa sehingga
merupakan satu paket acara yang sempurna dan teratur dengan
kesan memuliakan kebesaran Tuhan, yang mana acara tersebut
secara keseluruhan merupakan ibadah yang dipersembahkan oleh
jemaat bagi Tuhan.
3. Tujuan ibadah adalah untuk memuji dan menyembah Allah. Dan
ibadah yang baik akan berdampak bagi pertumbuhan iman jemaat
menuju kedewasaan rohani. Pemimpin pujian harus menyadari

42
bahwa jemaat yang datang dalam ibadah memiliki latar belakang
permasalahan yang berbeda-beda. Di dalam ibadah mereka
membutuhkan kekuatan, penghiburan, nasihat dan dorongan untuk
tetap kuat dalam iman.
Di samping itu juga melalui ibadah mereka dapat mempererat
persekutuan dengan umat Tuhan yang lain. Sebagai pemimpin
ibadah yang baik ia harus mampu memlihat kebutuhan jemaat
tersebut dan berusaha untuk melayani mereka dengan baik. Latar
Belakang Masalah Permasalahan yang terjadi saat ini adalah banyak
gereja kekurangan pemimpin pujian dan penyembahan yang baik,
dan sungguh-sungguh mengerti tugasnya sebagai pemimpin
ibadah.Beberapa dinatara pemimpin pujian dan penyembahan
sering melakukan kesalahan pada saat memimpin ibadah.Akibatnya
ibadah bukannya membawa berkat, tetapi hanya menjadi suatu
rutinitas. SammyTippit dalam bukunya Jumpa Tuhan Dalam Ibadah
mengatakan bahwa: Semua orang Kristen mengetahui dalam
hatinya bahwa mereka perlu beribadah kepada Tuhan. Akan tetapi
bagi kebanyakan orang, dewasa ini ibadahrupanya seumpama seni
yang sudah hilang -- tidak lagi penting dalamkebaktian minggu pagi
atau dalam saat teduh pribadi. Mengikuti kebaktian menjadi suatu
kebiasaan saja. Pikiran kita berkelana, kita lebih suka menjadi
penonton. Jadi, walaupun sebetulnya kita mengetahui bahwa kita
seharusnya lebih memusatkan perhatian kepada Allah berserta
sifat-sifatNya, kait cenderung mengabaikan hal itu.
4. Sikap jemaat yang kurang respon dalam suatu ibadah merupakan
suatu tantanga tersendiri bagi pemimpin pujian.Walaupun disadari
bahwa keadaan ini tidak sepenuhnya kesalahan dari pemimpin
pujian, tetapi pemimpin pujian memiliki potensi dan peranan yang
besar untuk memperbaiki keadaan tersebut. Dengan segala
kemampuan dan kreatifitas yang dimiliki seorang pemimpin pujian
dapat mengolah bahan baku yang ada (unsur-unsur ibadah) menjadi
sesuatu yang menarik untuk meningkatkan keterlibatan jemaat
dalam memuji dan menyembah Tuhan. Berdasarkan pengamatan
penulis, ada beberapa permasalahan yang menyebabkan kurang
maksimalnya peranan pemimpin pujian dan penyembahan dalma
ibadah adalah sebagai berikut:
Pemimpin pujian dan penyembahan kurang mempersiapkan
pelayanannya dengan sungguh-sungguh, sehingga pada saat
ibadah sering terjadi kesalahan, seperti tidak hafal dengan
lagu yang dinayanyikan, kurang menguasai suasana ibadah
dan lain sebagainya.
Kurangnya kerja sama yang baik antara pemimpin pujian dan
penyembahan dengan pemain musik. Sehingga pada waktu
menyanyikan puji-pujian sering terjadi kesalahan. Baik yang
dilakukannya sendiri maupun yang dilakukan oleh para
pemain musi. Hal ini disebabkan karena pemimpin kurang bisa
menguasai lagu yang dinyanyikan dan memberikan informasi

43
yang salah kepada pemain musik, sehingga terjadi salah
pengertian.
Kurangnya pengetahuan dan kemampuan memimpin pujian
dalam bidang musik, sehingga tidak tahu menentukan nada
dasar yang tepat. Hal ini menyebabkan nada dasar yang
dipilih untuk nyanyian jemaat terlalu tinggi ataupun terlalu
rendah, sehingga nada-nada lagu pujian yang dinyanyikan
tidak dapat dijangkau oleh seluruh jemaat.
Beberapa pemimpin pujian tidak hafal lagu yang dinyanyikan
sehingga tidak dapat memimpin jemaat dengan baik.
Belum adanya kesatuan di antara unsur-unsur liturgi
misalnya doa, pujian, dan firman Tuhan yang disampaikan
dalam ibadah.
Pemimpin pujian kurang peka dengan keadaan jemaat.
Kadang-kadang jemaat duduk terlalu lama, atau berdiri terlalu
lama, sebuah lagu dinyanyikan diulang-ulang sampai jemaat
merasa jenuh. Untuk dapat mengatasi berbagai kelemahan
pemimpin pujian tersebut di atas, maka perlu kiranya seorang
pemimpin pujian memiliki pengetahuan dan keterampilan
yang memadai agar dapat memimpin umat untuk memuji dan
menyembahTuhan dengan lebih baik. Sehingga hati jemaat
terangkat untuk mengagungkan nama Tuhan serta
dipersiapkan hatinya untuk mendengarkan firman Tuhan.

Ada beberapa tujuan dari tulisan tentang peningkatan peranan


pemimpin pujian

dan penyembahan dalam ibadah, antara lain: Pemimpin pujian


dan penyembahan dapat mempersiapkan pelayanannya
dengan sungguh-sungguh, sehingga pada saat ibadah tidak
lagi terjadi kesalahan, seperti dapat menghafal agu yang
dinayanyikan, dapat menguasai suasana ibadah dan lain
sebagainya.
Ada kerja sama yang baik antara pemimpin pujian
danpenyembahan dengan pemain musik. Sehingga pada
waktu menyanyikan puji-pujian dapat berjalan dengan baik
dan umat Tuhan diberkati. Hal ini dapatdilakukan jika
pemimpin bisa menguasai lagu yang dinyanyikan dan
memberikan informasi yang baik kepada pemain musik,
sehingga terjadi kesatuan.
Pemimpin pujian dapat meningkatkan pengetahuan dan
kemampuan dalam bidang musik, sehingga dapat
menentukan nada dasar lagu dengan tepat untuk nyanyian
sidang.

44
Agar pemimpin pujian dapat menguasai atau menghafallagu
yang dinyanyikan sehingga tidak dapat memimpin jemaat
dengan baik.
Agar terjadi kesatuan di antara unsur-unsur liturgimisalnya
doa, pujian, dan firman Tuhan yang disampaikan dalam
ibadah.
Agar pemimpin pujian memiliki kepekaan terhadap keadaan
jemaat dan dapat menentukan dengan tepat kapan jemaat
jemaat duduk, atau berdiri, dan dapat membuat jemaat selalu
rindu untuk memuji Tuhan dengan semangat. Dengan
kemampuan yang dimilikinya oleh pemimpin pujian dan
penyembahan, banyak orang diberkati dalam ibadahdan
semakin banyak jemaat yang bertumbuh dalam iman kepada
pengenalan akan Yesus Kristus (Kolose 1:28-29). Pengertian
Ibadah Secara umum pengertian ibadah menurut bahasa
Inggris adalah mengungkapkan rasa hormat ddan pujian
kepada satu-satunya yang layak menerimanya
(Webster'Dictionary). Marthin Luther berpendapat bahwa
ibadah adalah Allah berbicara kepada kita melalui doa dan
nyanyian pujian. Hal senada dijelaskan oleh Ronald Allen dan
Gondor Borrow yang menyatakan bahwa Ibadah adalah
sebuah respon yang aktif kepada Allah yang mana kita
menyatakan perbuatanNyayang bernilai. Ibadah itu tidak fasif,
tetapi partisifatif, ibadah itu tidak dengansuasana hati yang
simpel, tetapi respon, ibadah itu bukan hanya perasaan, akan
tetapi suatu deklarasi atau pernyataan. Ibadah yang benar
adalah ibadah yang aktif bukan sebaliknya. Allah menuntut
tindakan kita dalam ibadah, Ia ingin melihat apa yang dapat
kita buat untuk memuliakan namaNya. Pengertian pujian dan
penyembahan. Bagi sebagian besar umat Kristen kata pujian
dan penyembahan bukanlah istilah yang asing.Istilah tesebut
di ambil dari kata dalambahasa Inggris Praise and Worship.
Bob Sorge menyatakan bahwa pujian dan penyembahan
adalah kegiatan bersama yang saling menunjang dan
seringkali tampak mirip bila diekspresikan keluar, namun
sebenarnya mereka bukanlah satu dan sama. Masing-masing
mempunyai wujud dan tujuan sendiri.
5. Lebih lanjut Bob Sorge menjelaskan bahwa Tuhan tidmembutuhkan
puji-pujian kita, kitalah yang perlu memuji Dia. Dia tidak butuh
penyembahan kita, namun Dia sungguh-sungguh mencarimereka
yang memiliki cara hidup dan pemikiran seorang penyembah (Yoh.
4:23). Pujian kadangkala dapat menjadi jauh, namun penyembahan
biasanya intim.Pujian selalu terlihat atau terdengar; penyembahan
tidak selalu nyata bagi seorang pengamat.Tujuan pujian kebanyakan
horizontal, sementara penyembahan terutama berinteraksi
vertkal.Pujian seringkali persiapan bagi penyemabahan.

45
6. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, pujian berasal dari kata
puji, yang berarti (pernyataan) heran dan penghargaan kepada
kebaikan (keunggulan dsb.) sesuatu. Pujian berarti pernyataan
memuji, pujian yang luar biasa.
7. Pujian adalah sesuatu yang kita tujukan langsung kepada Tuhan
atau sesuatu yang kita ungkapkan kepada orang lain mengenai
Tuhan. Jadi pujian merupakan ungkapan ungkapan isi hati seseorang
terhadap sesuatu yang disaksikannya, yang dianggapnya baik,
indah, dan luar biasa. Suatu cirri utama pujian yang mencolok
ditandai dengan perayaandan sukacita meluap. Yang dieksprisikan
dengan cara menyanyi, memekik, berkata-kata, memainkan alat
music, menari-nari dan dengan ekspresi luar lainnya.
8. Pujian dipenuhi dengan pikiran siapakah Tuhan dan apakah yang
telah dilakukanNya.Fokusnya pada karakter Allah yang tak
terbandingkan maupun perbuatan-perbuatanNya yang ajaib untuk
anak-anakNya. Ada tujuh kata dalam bahasa Ibrani untuk puji-pujian
yang menjelaskan dengan indah aspek-aspek yang berbeda dalam
puji-pujian: pertama, Barak-berlutut atau bersujud, memberkati,
menghormati, memuji (Hak. 5:2, Maz. 72:11-15) . Barak berarti
kesunyian.Hal ini berbicara tentang penghormatan dan keheningan
kepada Allah. Kedua, Yadah-merupakan pernyataan atau ungkapan
perasaan berterimakasih dalam puji-pujian.Dari akar katanya berarti
menjulurkan tangan atau mengangkat tangan (2 Taw. 20:21; Maz.
9:2). Ketiga,Tadah-bersyukur dan memuji atas sesuatu yang sedang
Allah kerjakan (Maz. 50:23; Yes.51:3). Keempat, Zamar-ini berarti
puji-pujian yang dinyanyikan dengan iringan oleh alat-alat musik
(Maz. 47:6-7, 149:3). Kelima, Shabakh-memuji, sorak kemanangan,
memuliakan atau memegahkan, bersorak, berseru dengan nada
suara yang keras (Maz.35:27). Keenam, Halal-bercahaya, berbangga
atau bermegah, bersukacita, memuji, bernyanyi (I Taw. 23:5,30; 2
Taw. 20:19; Ezr. 3:11; Yoel 2:26). Ketujuh, Tehillah-pujian
pengagungan atau nyanyian kemuliaan menyanyi dan menyanjung
(Kel. 15:11; 2 Taw.20:22; Yes.42:10)
9. Pengertian Pemimpin Pujian dan Penyembahan Secara umum
pengertian pemimpin menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia
adalah orang yang memimpin (penuntun, penganjur, pemuka,
kepala
10. Menurut Viv dan Hibbert, pemimpin pujian dan penyembahan
adalah seorang yang menyembah Allah dan menarik orang-orang
lain ke dalam penyembahan. Jadi berdasarkan pengertian di atas
dapat ditarik kesimpulan bahwa pemimpin pujian dan penyembahan
adalah pertama seorang yang menyembah Allah dan yang
keduaadalah seorang yang menarik orang lain untuk menyembah
Allah bersama-sama dengan dia. Pemimpin pujian dan
penyembahan bukan menyembah Allah sementara orang lain
mengawasi, atau sebaliknya pemimpin pujian bukan memimpin
sementara orang lainmenyembah. Tetapi pemimpin pujian dan

46
penyembahan harus bersama-sama memuji dan menyembah Allah
dengan umat yang dipimpinnya. Peranan Pemimpin Pujian dan
Penyembahan dalam ibadah Pemimpin dibutuhkan untuk memimpin
dan mengarahkan sekelompok orang dalam mencapai tujuan
bersama.Dalam suatu ibadah yang dilakukan bersama dengan
sekelompok umat diperlukan seorang pemimpin yang mengkoordinir
jalannya ibadah tersebut agar dapat berjalan lancar dan
tertib.Olehsebab itu bisa saja satu pola ibadah yang dianut oleh
suatu denominasi gereja tertentu tidak dapat diterima oleh
denominasi yang lainnya. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa
peranan pemimpin pujian dan penyembahan dalam suatu gereja
tertentu akan ikut dipengaruhi oleh pola ibadah yang dianut oleh
denominasi gereja tersebut. Tugas terpenting dari seorang
pemimpin pujian dan penyembahan adalah bagaimana menciptakan
suasana ibadah yang baik, agar jemaat dapat memuji dan
menyembah Tuhan dengan penuh sukacita dan dapat merasakan
hadirat Tuhan.Tugas pemimpin penyembahan adalah memberikan
kesempatan yang sebaik mungkin bagi jemaat untuk menyembah.
11. Tugas pemimpin pujian dan penyembahan adalah menjaga
suasana ibadah agar tetap hidup dan menyenangkan hati Allah.
Pemimpin harus mengarahkan ibadah itu dengan kekuatan dan
kuasa Roh Kudus, bukan dengan kekuatannya sendiri.Dipimpin oleh
Roh Kudus berarti memberikan kesempatan kepada Roh Kudus
untuk bekerja di dalam dirinya, yaitu dengan sungguh-sungguh
memohon kekuatan dan pertolonganNya dalam mempimin
penyembahan itu. Pemimpin pujian tidak boleh mementingkan
keingin diri sendiri, tetapi harus peka dengan kondisi jemaat.
Pemimpin pujian yang tidak peka akan terus meminta jemaat
menyanyi sesuai keinginannya. Dalam keadaan sepertiitu jemaat
merasa tertekan karena mereka merasa dipaksa untuk terus
bernyanyi atau terus berdiri padahal mereka sudah lelah.Pemimpin
penyembahan harus menguasai kebaktian pada saat permulaannya,
tetapi tidak untuk menguasai jemaat.Setelah kebakatian berjalan
lancar, pemimpin pujian harus melepaskan penguasaan manusianya
dalam kebaktian itu dan menyerahkan kepada pimpinan Roh Kudus.
12. Maksud dari melepaskan penguasaan manusianya adalah
bahwa pemimpin pujian tidak boleh berbuat sesuatu yang bersifat
memuaskan dirinya.Misalnya mengulang lagu yang dinyanyikan
secara terus menerus, meminta jemaat terus berdiri padahal jemaat
sudah lelah.Hal ini dapat membuat jemaat merasa bosan, tidak
senang dan Pemimpin yang baik senantiasa peka dengan keadaan
di sekitarnya dan senanatiasa terbeban untuk melakukan yang
terbaik bagi orang lain. Menurut Mike dan Viv Hibbert ada tiga tugas
dari pemimpin pujian: pertama, membawa seluruh jemaat ke dalam
hadirat Allah, sehingga mereka dapat memuji dan menyembah Allah
dan mendengarkan Dia dalam setiap kebaktian. Kedua,
menggkoordinir dan menyatukan para penyanyi maupun pemain

47
musik di dalam pelayanan mereka kepada Allah di dalam
jemaat.Ketiga, untuk mempersiapkan jemaat pada pelayanan
Firman Tuhan.
13. Reynold dalam bukunya Congregation Singing menyatakan
secara jelas bahwa keefektifan dalam menyanyikan lagu puji-pujian
gerejawi sangat tergantung kepada pemimpin.
14. Seorang pemimpin pujian dan penyembahan diperlukan untuk
memusatkan dan mengarahkan selama pujian berlangsung, tanpa
ada yang memimpin, nyanyian jemaat akan terjadi secara
serampangan dan tidak pernah menuju suatu puncak.
15. Meningkatkan Peranan Pemimpin Pujian dan Penyembahan
Dalam Ibadah Kristen beberapa yang harus dimiliki oleh pemimpin
pujian dan penyembahan dalam meningkatkan peranannya dalam
ibadah umat Kristen, yaitu memiliki kehidupan rohani yang
bertumbuh, memiliki hubungan yang harmonis dengan Jemaat,
mempersiapkan pelayanan dengan baik, dan memiliki pengetahuan
danketerampilan musik yang memadai.
A. Mengalami Pertobatan Sejati Di Dalam Kristus Allah menuntut
hidup dan hati pemimpin pujian yang sudah ditebus dan
dikuduskan bagi Dia. Menurut Ron Kenoly dan Dick Bernal, ada
lima ciri pemimpin pujian yang bertumbuh: (a) Mengalami
pertobatan yang sejati di dalam Yesus Kristus, (b) Mengetahui
firman Tuhan dengan baik, (c) Seorang pemimpin yang berani,
(d) Seorang musisi atau penyanyi yang baik, dan (e) Tunduk
padaotoritas.
16. Syarat utama untuk menjadi pemimpin pujian dan penyembahan
yang efektif adalah seorang yang telah menerima Tuhan Yesus
sebagai Juru Selamat pribadi dan lahir baru. Tidak diragukan lagi
bahwa seorang pemimpin pujian dan penyembahan adalah orang
Kristen.Namun menjadi orang Kristen bukan menjadi jaminan,
pemimpin pujian dan penyembahan dituntut kualitas hidupnya,
bukan saja dihadapan Allah tetapi juga dihadapan sesama.
Pemimpin pujian dan penyembahan dapat menjaga kekudusan
hidupnya dengan merenungkan Firman Tuhan. Hal ini sependapat
denganMangapul Sagala yang menyatakan bahwa pertumbuhan
secara rohani dapat terjadi apabila kita setia
17. Untuk memimpin jemaat di dalam penyembahan, pemimpin
pujian harus menjadi penyembah.Makna menjadi penyembah Allah
bukann hanya berlaku pada saat ibadah, tetapi menjadi penyembah
dalam kehidupan sehari-hari. Pemimpin pujian akan dipimpin oleh
Roh Kudus dan berjalan di dalam roh. Karakter dan perbuatannya
dipengaruhi oleh kuasa Roh Kudus, sehingga hidupnya memuliakan
Allah. Kedua, Memiliki Karakter yang Baik. Hubungan pemimpin
pujian dengan sesama (jemaat) akan mempengaruhi hubungannya
dengan Tuhan. Jika hubungan dengan jemaat tidak baik maka
persembahannya tidak akan berkenan kepada Tuhan. Tuhan Yesus
dalam khotbahNya di Bukit dengan tegas mengatakan bahwa:Jika

48
engkau mempersembahkan persembahan di atas mezbah dan
engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu
terhadap engkau, tinggalkanlah persembahan di depan mezbah dan
pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk
mempersembahkan persembahan itu(Mat. 5:22-24). Artinya bahwa
masalah (dosa) yang terjadi diantarapemimpin pujian dengan
jemaat dapat menjadi penghalang pelayanannya kepadaAllah.Oleh
sebab itu agar pelayanannya berkenan kepada Allahpemimpin
pujian harus membereskan dosanya terlebih dahulu sebelum
mengambil tugas untuk memimpin ibadah. Tidak mudah
mempengaruhi orang dengan kata-kata saja, pemimpin pujian perlu
memiliki kesaksian hidup untuk menguatkan apa yang
dikatakannya. Cara yang terbaik yang dipakai oleh pemimpin pujian
untuk mempengaruhi jemaat adalah melalui apa yang dilakukannya.
Karakter yang baik ditandai dengan buah-buah yang dihasilkan,
seperti kasih, sukacita, kesabaran, kemurahan hati,
kelemahlembutan, penguasaan diri dan lain sebagainya. Jika
pemimpin pujian mampu mempraktekan karakter-karakter tersebut
dalam kehidupan sehari-hari, maka hidup dan pelayanannya akan
menjadi berkat bagi jemaat.
B. Mempersiapkan Pelayanan dengan Baik. Berhasil atau tidaknya
pelayanan seseorang lebih banyak ditentukan oleh ditentukan
oleh bagaimana ia mempersiapkan pelayanannya. Sebelum
melayani sebagai pemimpin pujian dan penyembahan seorang
pemimpin pemimpin pujian harus mempersiapkan diri dengan
baik. Pemimpin pujian yang bertanggung jawab akan
mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Tanpa persiapan
yang baik maka pelayanan tidak akanberjalan dengan baik.
Christine A. Chakoian mengatakan bahwa: Pemimpin yang
persiapannya tidak baik membuat orang-orang sangat tidak
nyaman dan mengundang mereka mengkhawatirkan tentang
pemimpin penyembahan dari pada memusatkan pada
penyembahan.
18. Pemimpin pujian yang tidak mempersiapkan diri dengan baik
dapat mengganggu perhatian jemaat.Ia kurang percaya diri, gugup
dan ragu-ragu dalam memimpin. Hal ini senada dengan Bob Sorge
yang menyatakan bahwa apabila kepemimpinan itu tidak tegas,
atau Pemimpin pujian yang telah mempersiapkan diri dengan baik
akan memiliki kepercayaan diri. Ia akan berjalan dengan langkah
yang pasti tanpa ada keraguan. Sebab ia yakin bahwa Roh Kudus
ada bersama-sama dengan dia dan akan menolongnya. Ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemimpin pujian dan
penyembahan dalam mempersiapkan diri,diantaranya
mempersiapkan diri secara rohani sebelum melayani, bersekutu
dengan Tuhan dalam doa dan perenungan firman Tuhan. Selain itu
iaharus menghubungi pendeta untuk mengetahui tema khotbah
yang akan disampaikan. Memilih lagu-lagu yang sesuai dengan

49
tema khotbah.Memilih bacaan firman Tuhan yang sesuai dengan
tema khotbah, dan melaksanakan latihan dengan pemain musik dan
singers. Pemimpin pujian juga perlu mempersiapkan pokok-pokok
doa yang akan disampaikan atau didoakan dalam ibadah,
mempersiapkan komentar-komentar yang penting untuk
disampaikan kepada jemaat. Christine A. Chakoian menyatakan
bahwa pemimpin pujian harus memerencanakan dengan hati-hati
sebelum kebaktian dimulai.Menulis catatan-catatan pada diri sendiri
(seperti kapan waktu berdiri, waktu duduk, dan waktu pindah
mimbar dan lain sebagainya. Pemimpin pujian yang baik akan dapat
melibatkan jemaat dalam pujian dan penyembahan kepada Tuhan.
Libatkan semua jemaat dalam setiap aspek liturgi ibadah.Dengan
demikian pemimpin pujian dapat melaksanakan fungsinya sebagai
pemimpin ibadah dengan baik.
C.Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Musik yang Baik
pemimpinpujian dan penyembahan seharusnya memilikipengetahuan dan
keterampilan musik yang baik, terutama dalam hal menyanyi. Pemimpin
pujian merupakan motor yang menggerakkan jemaat untuk mengangkat
puji-pujian bagi Allah.Bobsorge mengatakan bahwa: semangkin banyak
kita mengerti tentang musik, semakin baik pula kita menyelaraskanaspek
rohani dan musical dalam penyembahan. Mungkin kita merasa menerima
urapan pribadi yang amatluar biasa, namun kita tidak akan dapat berbuat
lebih jauh jika para pemain musik sedang menggerutu di tempatnya
sendiri, merasa binggung karena kebodohan dan ketidak pekaan kita
secara musik. Pemimpin pujian tidak cukup hanya baik secara rohani,
namun juga harus
mengimbangi kualitas rohani yang di milikinya dengan kecakapannya di
bidang musik.Sebaiknya pemimpin pujian dapat membaca not angkadan
mengerti sedikit tentang teori musik umum.Dengan kecakapan ini,
pemimpin pujian dapat menginterpretasi(usaha penyanyi, pemain atau
dirigen untuk mengungkapakan maksud atau makna komposisi dari
komponisnya, baik yang tersirat melalui notasi, maupun yang terungkap
dari makna katanya).Musik dengan baik dan dapat mengembangkan
kreativitasnya.Seorang pemimpin pujian dan penyembahan yang memiliki
pengetahuan musik yang baikmemiliki banyak keuntungan.Karena tugas
sebagai pemimpin pujian tidak dapat di lepas dari musik itu sendiri.

50