Anda di halaman 1dari 46

Karya Tulis Kumis Kucing (Orthosiphon

aristatus) sebagai Minuman Berkhasiat


Karya Tulis

Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)

sebagai Minuman Berkhasiat

Diajukan dalam Rangka Memenuhi Tugas Mandiri Terstruktur Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
di Kelas XI Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012

Disusun oleh:

Iklas Supriyanto

NIS:5629

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

SMA NEGERI 1 KUTOWINANGUN

2012

Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)


sebagai Minuman Berkhasiat

Diajukan dalam Rangka Memenuhi Tugas Mandiri Terstruktur Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
di Kelas XI Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012

Disusun oleh:

Iklas Supriyanto

NIS:5629

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

SMA NEGERI 1 KUTOWINANGUN

2012

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Karya Ilmiah : Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)

sebagai Minuman Berkhasiat

Penyusun : Iklas Supriyanto

NIS: 5629

Sekolah : SMA Negeri 1 Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah

Karya tulis ini telah disahkan pada,Februari 2012

Oleh :
Pembimbing,

Drs. Kirwanto

NIP: 196 30809 199512 1 001

KATA PENGANTAR

Penulis bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, penulis
dapat menyelesaikan karya ilmiah dengan judul Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) sebagai
Minuman Berkhasiat dengan baik.

Dalam penyusunan karya ilmiah ini, penulis mendapat bantuan dan dukungan dari berbagai
pihak.untuk itu penulismengucapkan terima kasih kepada :

1) Bapak Drs.Kirwanto, selaku pembimbing dalam penyusunan karya ilmiah.

2) Orang tua dan keluarga penulis yang telah memberikan dukungan moral maupun material.

3) Teman-teman dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
mendukung dan berpartisipasi dalam penyusunan karya ilmiah ini.

Karya ilmiah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas bahasa Indonesia semester II kelas XI
tahun pelajaran 2011/2012. Dalam menyusun karya ilmiah ini , penulis melakukan pengamatan
di lingkungan sekitar serta mencari informasi dari berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Penulis menyadari bahwa dalam menyusun karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna.untuk itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun. Akhirnya, penulis berharap
karya ilmiah ini, dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Kutowinangun,

Penulis

DAFTAR ISI

Lembar judul................................................................................................................ i

Lembar Pengesahan.................................................................................................... ii

Kata Pengantar........................................................................................................... iii

Daftar Isi.................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................... 1

A. Latar belakang....................................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah................................................................................................. 1

C. Tujuan Penelitian................................................................................................... 2

D. Metode Penelitian.................................................................................................. 2

E. Sistematika Penulisan............................................................................................ 2

BAB II TELAAH PUSTAKA................................................................................... 4

A. Kumis Kucing........................................................................................................ 4

B. Ciri-ciri Tanaman Kumis Kucing........................................................................... 4

C. Khasiat................................................................................................................... 5

D. Cara Pengobatan Dengan Kumis Kucing.............................................................. 5

E. Budi Daya Kumis Kucing..................................................................................... 5

F. Panen .................................................................................................................. 10

G. Sifat kimia dan efek farmakologis....................................................................... 10

BAB III METODOLOGI......................................................................................... 11

A. Tempat dan Waktu Penelitian............................................................................. 11

B. Bahan dan Alat.................................................................................................... 11

C. Metode Penelitian................................................................................................ 11

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................ 12

BAB V PENUTUP................................................................................................... 13

A. Kesimpulan.......................................................................................................... 13

B. Saran.................................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 14
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Membangun kesehatan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat agar
lebih baik dari sebelumnya. Setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatan perorangan,keluarga,masyarakat,serta lingkungan. Kiat
membangun kesehatan masyarakat tidak terlepas dari pemanfaatan angka tanaman sebagai bahan
obat. Sejak dahulu sudah ada masyarakat yang berprinsip pada back to nature .Salah satu
perwujudan dari prinsip tersebut adalah munculnya aliran vegetarian yang mengutamakan
sayuran sebagai menu makanannya.

Pada abad modern ini, belum semua penyakit dapat diatasi secara tuntas dengan menggunakan
obat farmasetik. Ada kemungkinan bahwa obat tradisional dapat menjadi obat alternative yang
baik dan murah bila diselenggarakan dengan tepat dan teratur.kekayaan alam karena aneka
tumbuh-tumbuhan merupakan dukungan tiada ternilai yang diantaranya dapat dimanfaatkan
untuk keperlusn pengobatan. Obat tradisional yang telah memberikan manfaat bagi kesehatan
masyarakat perlu terus dikembangkan dan selanjutnya dilestarikan serta dimanfaatkan untuk
pelajaran kesehatan.

Kumis kucing adalah salah satu tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat.
Sampai saat ini belum ada yang mengungkapkan dampak negative dari kumis kucing. akan tetapi
masyarakat kebanyakan masih meremehkan tumbuhan kumis kucing, apalagi menggunakan
kumis kucing sebagai obat. Hal itu dikarenakan masyarakat belum tahu cara mengolah kumis
kucing. Kebanyakan masyarakat masih menggunakan obat farmasetik yang mudah untuk
dikonsumsi setiap saat dibutuhkan.

Pemanfaatan kumis kucing di Indonesia sangat belum maksimal.Hal ini yang melatarbelakangi
penelitian tentang cara pemanfataan kumis kucing sebagai obat yang mudah dikonsumsi.Oleh
karena itu,penulis akan menjelaskan apa sebenarnya kumis kucing itu dan bagaimana cara
mengenali tanaman kumis kucing. Tidak hanya itu, penulis juga akan memaparkan dan
menjelaskan cara mengolah kumis kucing.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan data-data yang penulis peroleh dari beberapa sumber dapat diambil perumusan
masalah sebagai berikut:

1. Apa manfaat tanaman kumis kucing?

2. Bagaimana cara pengobatan dengan kumis kucing?


3. Bagaimana teknik budi daya kumis kucing?

C. Tujuan penelitian

1. Untuk mengetahui manfaat dan khasiat kumis kucing sebagai obat.

2. Mengetahui cara pengobatan dengan kumis kucing.

3. Menjelaskan teknik budi daya kumis kucing.

D. Metode Penelitian

1. Kepustakaan

Metode dengan mengumpulkan dan mempelajari data-data berupa buku yang berkaitan dengan
topik karya tulis

2. Analisis isi media massa

Metode dengan menganalisis data-data melalui situs internet yang berkaitan dengan topik karya
tulis.

E. Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Rumusan

C. Tujuan Penelitian

D. Metode Penelitian

E. Sistematika Penulisan

BAB II TELAAH PUSTAKA

A. Kumis Kucing

B. Ciri-ciri Tanaman

C. Khasiat

D. Cara Pengobatan Dengan Kumis Kucing


E. Budi Daya Kumis Kucing

F. Panen

G. Sifat kimia dan efek farmakologis

BAB III METODOLOGI

A. Tempat dan Waktu Penelitian

B. Bahan dan Alat

C. Cara Pembuatan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V. PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB II

TELAAH PUSTAKA

A. Kumis Kucing

?
Orthosiphon aristatus

Orthosiphon aristatus

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Plantae

Divisi: Spermatophyta
Upadivisi: Angiospermae

(tidak termasuk) Eudicots

Kelas: Dicotyledonae

(tidak termasuk) Asterids

Ordo: Lamiales

Famili: Lamiaceae

Genus: Orthosiphon

Spesies: O. aristatus

Nama binomial

Orthosiphon aristatus

Kumis kucing merupakan tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak.Tanaman
ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris), giri-giri marah
(Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura).Tanaman
Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia
danAustralia.Nama daerah: Kumis kucing (Melayu Sumatra), kumis kucing (Sunda),remujung
(Jawa).

B. Ciri-ciri Tanaman

Tanaman ternak yang tumbuh tegak, pada buku-bukunya berakar tetapi tidak tampak nyata,
tinggi tanaman sampai 2 m. Batang bersegi empat agak beralur. Helai daun berbentuk bundar
telur lonjong, lanset, lancip atau tumpul pada bagian ujungnya, ukuran daun panjang 1 10cm
dan lebarnya 7.5mm 1.5cm, urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul, dimana
kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak,
panjang tangkai daun 7 29cm. Kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal berbulu pendek
dan jarang sedangkan di bagian yang paling atas gundul. Bunga bibir, mahkota berwarna ungu
pucat atau putih, dengan ukuran panjang 13 27 mm, di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek
yang berwarna ungu atau putih, panjang tabung 10 18mm, panjang bibir 4.5 10mm, helai
bunga tumpul, bundar. Benang sari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi
bibir bunga bagian atas. Buah geluk berwarna coklat gelap, panjang 1.75 2mm.

C. Khasiat

Daun kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat-obatan.Di Indonesia
daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih
(diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik. Masyarakat menggunakan kumis kucing
sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk encok, masuk angin dan sembelit.
Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untu pengobatan radang ginjal, batu ginjal,
kencing manis, albuminuria, dan penyakit syphilis

D. Cara Pengobatan Dengan Kumis Kucing

Infeksi ginjal, sebab karena timbunan cairan dalam jaringan, hipertensi.Cuci herba segar kumis
kucing, herba daun sendok, rumput lidah ular, masing-masing 30g, lalu

rebus dalam 3 gelas air sampai tersesa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya
diminum, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Infeksi saluran kencing, sering buang air kecil (sedikit dan anyang-anyangan).Sediakan herba
segar daun kumis kucing, meniran dan akar alang-alang masing-masing 30g, lalucuci sampai
bersih. Selanjutnya, potong-potong seperlunya, kemudian rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa
separonya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali,masing-masing 1/2
gelas.

Kencing Batu.Cuci 90g herba kumis kucing, lalu rebus dalam 1 liter air.Biarkan mendidih
sampai tersisa 750cc. Setelah dingin minum 3 kali sehari, masing-masing 1/3 bagian.Lakukan
setiap hari sampai sembuh.

Kencing Manis.Cuci daun kumis kucing dan sambiloto segar masing-masing 7 lembar, 3/4 jari
batang brotowali,lalu potong-potong seperlunya. Rebus semua bahan dalam 3 gelas air bersih
sampai air rebusannya tersisa 2 gelas. Selanjutnya dinginkan dan saring.Ramuan ini dapat
diminum pagi dan sore hari, masing-masing 1 gelas. 1/2 jam sebelum makan. Meskipun ramuan
ini rasanya pahit, jangan ditambah madu ataupun air gula.

E. Budi Daya Kumis Kucing

1. Syarat Tumbuh Kumis Kucing

Hingga saat ini, sentra penanaman kumis kucing banyak terdapat di Pulau Jawa.

Iklim
1) Curah hujan yang ideal bagi pertumbuhan tanaman ini adalah lebih dari 3.000 mm/tahun.

2) Dengan sinar matahari penuh tanpa ternaungi. Naungan akan

menurunkan kadar ekstrak daun.

3) Keadaan suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah

panas sampai sedang.

Media Tanam

1) Tanaman ini dapat dengan mudah tumbuh di lahan-lahan pertanian, untukproduksi sebaiknya
dipilih tanah yang gembur, subur, banyakmengandung humus/bahan organik dengan tata air dan
udara yang baik.

2) Tanah Andosol dan Latosol sangat baik untuk budidaya kumis kucing.

Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat optimum tanaman kumis kucing 500 - 1.200 m dpl.

2. Penanaman Kumis Kucing

Pembibitan

1) Penyiapan Bibit

Cara yang paling mudah dan biasa untuk mengembangkan kumis kucing adalah perbanyakan
vegetatif dengan stek batang/cabang. Bahan tanaman diambil dari rumpun yang tumbuhnya
normal, subur dan sehat.

a. Pilih batang/cabang yang tidak terlalu tua atau muda dan sudah

berkayu.

b. Potong batang dengan pisau tajam/gunting pangkas yang bersih.

c. Potong-potong batang menjadi stek berukuran 1520 cm berbuku 2-3.

d. Buang sebagian daun untuk mengurangi penguapan air.

Adapun kebutuhan bibit untuk 1 hektar dengan jarak tanam 40 x 40 cm diperlukan 50.000-
62.500 stek/ha.

2) Teknik Penyemaian Bibit


Stek dapat langsung ditanam di kebun produksi atau ditanam dulu di persemaian. Di dalam
persemaian stek ditanam dengan jarak tanam 10x10cm. Stek yang masih segar langsung ditanam
di lahan yang telah diolah sedalam 0 cm. Setelah itu disirami 1-2 kali sehari tergantung dari
cuaca dan hujan yang turun. Bila perlu persemaian dinaungi dengan naungan plastik transparan
atau jerami/daun kering. Setelah timbul tunas baru, bibit dipindahkan ke kebun produksi.

3) Pengolahan Media Tanam

a) Persiapan

Tanah diolah 30-40 cm, gulma dan tanaman lain dibuang. Setelah diolah, tanah dibiarkan 15 hari.

b) Pembentukan Bedengan

Pembuatan bedengan dilakukan setelah pengolahan tanah yang keduayaitu dengan


menghancurkan bongkahan tanah pada pengolahan tanahyang pertama hingga mendapatkan
struktur tanah yang remah dan gembur. Pada saat pengolahan tanah kedua ini juga dianjurkan
memberikan pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 50 60 ton per
hektar bersamaan pada saat pembuatan bedengan. Bedengan dibuat selebar 100-120 cm tinggi 30
cm dan jarak antar bedengan 40-50 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan keperluan dan
lahan.

c) Pemupukan (sebelum tanam)

Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 60cm. Masukkan pupuk
kandang sebanyak 2,4-3,2 kg/lubang dan tutup lubang tanah. Campur tanah bedengan dengan
15-20 kg/ha pupuk kandang sapi.

d) Teknik Penanaman

1) Penentuan Pola Tanaman

Waktu tanam terbaik adalah di awal musim hujan (Oktober-Desember) kecuali jika air tersedia
sepanjang tahun, waktu tanam bisa dilaksanakan kapan saja.

2) Pembuatan Lubang Tanam

Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 40 cm.

3) Cara Penanaman

Pilih bibit yang baik dari pembibitan.

Buat lubang kecil di tempat lubang tanam.


Tanamkan bibit/stek tegak lurus sedalam 5 cm atau 1/3 bagian daripangkal batang stek. Setiap
lubang diisi 4-6 bibit/stek.

Padatkan tanah di sekitar bibit.

Sirami sampai cukup basah.

4) Perioda Tanam

Penanaman tanaman ini bias dilakukan sepanjang tahun yaitu dengan membongkar tanaman tua
yang telah mengeras berkayu dan tidak produktif lagi atau daunnya jarang dan kecil-kecil,
kemudian menanam ulang dengan tanaman baru yang masih muda.

Pemeliharaan Tanaman

1) Penyulaman

Dilakukan antara 1-15 hari setelah tanam untuk tetap menjaga

pertanaman pada jarak tanam yang telah ditentukan (40 x 40cm).

Penyulaman dilakukan terutama pada tanaman yang mati atau tumbuh

tidak normal dengan tanaman baru yang umurnya tidak berbeda jauh,

sehingga pertumbuhan selanjutnya akan tetap sama dan seragam.

2) Penyiangan

Gulma disiangi secara kontinyu untuk mengurangi persaingan unsur hara.

Penyiangan biasanya dilakukan agak sering saat tanaman masih muda

sehingga lahan di atara tanaman masih terbuka karena kanopi tanaman

belum tumbuh besar. Tetapi pada tanaman dewasa periode penyiangan

sudah agak jarang karena kanopi pada masing-masing tanaman akan

saling menutup permukaan tanah, sehingga akan menekan pertumbuhan

gulma di bawahnya.

3) Pemupukan

a. Pemupukan Organik
Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang

merupakan pupuk organic komplek dapat diberikan sbb:

Sebagai pupuk dasar telah diuraikan di atas yang diberikan pada saat

penyiapan media tanam. Selanjutnya pupuk kompos organic dapat diberikan setiap bulan sekali
sebanyak 1 2kg setiap tanaman.

Pemupukan pada tanaman dewasa bisa lebih sering yaitu setiap 2 3minggu sekali sebesar 1.5
3kg per tanaman dan terutama diberikan setelah dilakukan pemanenan/perompesan daun
sehingga pertumbuhan selanjutnya akan lebih baik.

b. Pemupukan Konvensional

Dosis pupuk anjuran adalah 75 kg/ha urea yang diberikan setiap 3 kalipanen atau 6-9 minggu
sekali. Pupuk disebar di dalam larikan dangkal antara baris tanaman dan segera ditutup tanah.

4) Pengairan dan Penyiraman

Pada awal pertumbuhan, tanaman diairi/disiram 1-2 kali sehari. Setelah

tanaman terlihat kokoh dan rimbun, penyiraman dikurangi. Frekuensi penyiraman selanjutnya
tergantung cuaca, yang penting tanah tidak sampai kering. Penambahan air dapat dilakukan
dengan cara disiram atau menggenangi saluran di antara bedengan dengan air.

5) Waktu Penyemprotan Pestisida

Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hamapenyakit.

3. Hama dan Penyakit

a) Hama

Selama ini tidak ada hama atau penyakit yang benar-benar merusak tanamankumis kucing. Hama
yang sering ditemukan adalah kutu daun dan ulat daun.

b) Penyakit

Penyakit yang menyerang disebabkan oleh jamur upas (Upsia salmonicoloratau Corticium
salmonicolor).Jamur ini menyerang batang atau cabangtanaman yang berkayu.Pengendalian
dilakukan dengan perbaikan tata air,meningkatkan kebersihan kebun, memotong bagian yang
sakit, pergilirantanaman dan penyemprotan pestisida selektif.

c) Gulma
Gulma yang banyak tumbuh di lahan pertanaman kumis kucing cukup bervariasi dan kebanyakan
dari jenis gulma kebun seperti rumput teki, lulangan, ageratum, alang-alang, dan rumput-rumput
lainnya.

d) Pengendalian hama/penyakit secara organic

Sama seperti pada tanaman obat lainnya bahwa pengendalian hama/penyakitsecara organic pada
pertanaman kumis kucing lebih diusahakan secara PHT(pengendalian hama secara terpadu).
Termasuk di dalamnya system bercocoktanam secara tumpang sari akan dapat menghambat
seranganhama/penyakit. Untuk pengendalian gulma sebaiknya dilakukan secaramanual dengan
cara penyiangan seperti telah dijelaskan di atas.

Namun demikian apabila diperlukan dapat diterapkan penyemprotan denganinsektisida maupun


pestisida nabati. Beberapa tanaman yang dapatdimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan
digunakan dalam pengendalianhama antara lain adalah:

Tembakau (Nicotiana tabacum) yang mengandung nikotin untuk

insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk

serangga kecil misalnya Aphids.

Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrinyang dapat digunakan


sebagai insektisida sistemik yang menyerang uratsyaraf pusat yang aplikasinya dengan
semprotan. Aplikasi pada seranggaseperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, dan lalat
buah.

Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenoneuntuk insektisida
kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dansemprotan.

Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung

azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutamapada serangga penghisap
seperti wereng dan serangga pengunyah sepertihama penggulung daun (Cnaphalocrocis
medinalis). Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV, GSV dan Tungro.

Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitupakhirizida yang


dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida.

Jeringau (Acorus calamus) yang rimpangnya mengandung komponenutama asaron dan


biasanya digunakan untuk racun serangga danpembasmi cendawan, serta hama gudang
Callosobrocus

F. Panen

1) Ciri dan Umur Panen


Tanaman berumur 1 bulan setelah tanam, tangkai bunga belum muncul dan

tinggi tanaman sekitar 50 cm. Panen pertama jangan sampai terlambat

karena akan mempengaruhi produksi.

2) Cara Panen

Daun dipanen dengan cara memetik pucuk bedaun 3-5 helai kemudian

merempal daun-daun tua di bawahnya sampai helai ke 10.

3) Periode Panen

Panen dilaksanakan dalam periode 2-3 minggu sekali yaitu pada pertumbuhanoptimum dari
daun.Saat panen yang tepat adalah pada saat awalpertumbuhan bunga tetapi belum tumbuh
bunga.Karena yang dimanfaatkanadalah daunnya maka bunga yang tumbuh sebaiknya dirompes
untuk dapatmemaksimalkan pertumbuhan daun pada panen berikutnya.

G. Sifat kimia dan efek farma kologis

Sifat kimia dan efek farma kologis

Manis sedikit pahit, sejuk, anti-inflammatory (anti radang), peluruh air seni
(diuretic),menghancurkan batu saluran kencing. KANDUNGAN KIMIA: Orthosiphon glikosida,
zatsamak, minyak atsiri, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium, myoinositol.

BAB III

METODOLOGI

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Proses pembuatan teh kumis kucing dilaksanakan di rumah penulis. Waktu pelaksanaannya
dilakukan pada bulan Februari 2012.

B. Bahan dan Alat

1. Bahan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus).

Dalam penelitian ini, daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) digunakan sebagai bahan utama
dalam pembuatan teh kumis kucing

2. Alat
Peralatan yang dipakai dalam penelitian ini antara lain:

a. Tampah

b. Pisau

C. Cara Pembuatan

Pembuatan the kumis kucing sebenarnya sama seperti pembuatan the pada umumnya.

Langkah-langkah pembuatan teh kumis kucing

a. Pengambilan bahan

Bahan baku the kumis kucing adalah daun kumis kucing, daun kumis kucing dipetik tiga helai
dari pucuk batang.

b. Penyortiran bahan

Agar teh berkualitas bagus daun yang digunakan harus dalam keadaan baik,maka perlu
dilakukan pemilihan bahan.

c. Pemotongan

Proses pemotongan bertujuan agar hasil teh kumis kucing berukuran sama. Daun kumis kucing
dipotong sekitar 1cm.

d. Penjemuran

Daun teh yang telah dipilih selanjutnya diletakan di tampah, lalu dijemur. Penjemuran dilakukan
pada sinar matahari langsung.proses ini dilakukan sekitar dua sampai tiga hari.

e. Penyajian

Penyajian teh kumis kucing sama dengan penyajian teh pada umumnya.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kumis kucing adalah salah satu tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat.
Sampai saat ini belum ada yang mengungkapkan dampak negative dari kumis kucing. akan tetapi
masyarakat kebanyakan masih meremehkan tumbuhan kumis kucing, apalagi menggunakan
kumis kucing sebagai obat. Hal itu dikarenakan masyarakat belum tahu cara mengolah kumis
kucing. Kebanyakan masyarakat masih menggunakan obat farmasetik yang mudah untuk
dikonsumsi setiap saat dibutuhkan.
Kelebihan teh kumis kucing

1. Teh kumis kucing menggunakan bahan yang alami.

2. Bahan dan alat mudah dicari.

3. Pembuatannya mudah.

4. Tidak mengandung bahan kimia.

5. Berkhasiat menyembuhkan penyakit.

6. Tidak mempunyai efek samping.

7. Tahan lama.

Kelemahan teh kumis kucing

1. Rasanya lebih pahit daripada teh biasa.

2. Aromanya kurang harum.

Tabel Pengujian Teh Pabrik dengan Teh Kumis Kucing

No. Uraian Teh pabrik Teh kumis kucing

1 Cita rasa Pahit Pahit

2 Warna Coklat kemerahan Coklat terang

3 Aroma Harum Tidak harum

4 Ketahanan Tahan lama Tahan lama

5 Harga Mahal Murah

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah penulis mengumpulkan data-data dari tanaman kumis kucing dan lebih mengetahui
tentang kumis kucing, penulis mengambil kesimpulan:

a) Kumis kucing dapat digunakan sebagai bahan pembuat teh.

b) Kumis kucing merupakan tanaman obat yang bermanfaat bagi tubuh karena dapat
menyembuhkan penyakit.

c) Teh Kumis kucing tidak memiliki efek samping.

B. Saran

Meskipun kumis kucing memiliki banyak manfaat bagi tubuh, namun masih banyak masyarakat
yang kurang menggunakan tanaman ini untuk obat. Mungkin karena rasanya atau hal yang
lainya, untuk mengatasi kendala tersebut penulis menyarankan:

a. Masyarakat lebih sering memanfaatkan kumis kucing sebagai bahan makanan.

b. Sebaiknya dunia kesehatan lebih banyak menggunakan bahan-bahan herbal sebagai obat.

c. Tanaman kumis kucing lebih banyak lagi dibudidayakan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 1994. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida

Nabati.Prosiding Seminar di Bogor 1 2 Desember 1993. Balai Penelitian

Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. 311 Hal.

Anonimous. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. Departemen Kesehatan

Rahmat Rukmana, Ir. Kumis Kucing. Penerbit Kanisius. Yogyakarta,

Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan diPerdesaan, BAPPENAS


Editor : Kemal Prihatman Republik Indonesia. Jakarta. 411 Hal

Sumber: Atlas tumbuhan Obat Ind/Dr. Setiawan Dalimartha/Hd


Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru
dari SEMUA TENTANG SMA DAN EDUKASI.com di inbox anda:

Contoh Karya Ilmiah Biologi

KARYA ILMIAH BIOLOGI


TANAMAN KUMIS KUCING

Oleh :
Afif Nurrakhmah Hakim
01 / X B

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SEWON
TAHUN 2012/ 2013
PENGESAHAN

Dengan melampirkan pengesahan ini :


Nama : Afif Nurrakhmah Hakim
Kelas :XB
No. Absen : 01
No. Induk : 6292
Bahwa, saya membuat Tugas Biologi yang berjudul Tanaman Kumis Kucing dengan
hasil yang saya amati. Tujuan saya membuat tugas ini agar dapat diketahui oleh orang secara
umun tentang manfaat tanaman kumis kucing bagi manusia, dan dapat dikaji untuk
kepentingan, apabila dibutuhkan.

Yang Bertandatangan, Guru Pembimbing

Afif Nurrakhmah Hakim Suwarsono, S.Pd, MSc, MA.


No. Induk 6292 NIP 19670415 199101 1 003

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Drs. Wiyono, M.Pd.


NIP 19530421 197803 1 002

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr. wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mencurahkan segala rahmat dan hidayah-
Nya sehingga dapat terselesaikannya Tugas Biologi ini.
Penyusunan Tugas Biologi ini tidak luput dari pengarahan berbagai pihak, untuk itu
ucapan terima kasih banyak kepada semua pihak dalam pembuatan Tugas Karya Tulis
Biologi ini berlangsung, khususnya kepada yang terhormat beliau :
Bapak Suwarsono, S. Pd, MSc, MA. selaku Guru Pembimbing yang telah memberi banyak
masukan dan saran dalam mengerjakan tugas ini.
Semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat disebutkan satu per satu.
Dengan menyadari ketidaksempurna Tugas Biologi , maka saran dan kritik yang
bersifat membangun guna menyempurnakan tugas ini.
Wassalammualaikum wr.wb.

Sewon, 15 Februari 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

Pengesahan ii
Kata Pengantar ii
Daftar isi iv
I. PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang Masalah 1
1.2 Pembatasan Masalah 1
1.3 Permasalahan 1
1.4 Tujuan Penelitian 2
1.5 Manfaat Penelitian 2
II. LANDASAN TEORI 3
III. METODE PENELITIAN 4

3.1 Tempat dan Waktu 4


IV. ANALISIS DATA 5
V. PENUTUP 8
5.1 Kesimpulan 8
5.2 Saran 8
Daftar Pustaka 9
Lampiran 10

I. PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang Masalah


Pada jaman dulu, tanaman-tanaman herbal telah diketahui manfaatnya bagi manusia,
seperti tanaman kumis kucing. Tanaman kumis kucing atau Orthosiphon aristatus memiliki
banyak manfaat dalam menyembuhkan penyakit dalam. Tanaman ini berasal dari Afrika yang
kemudian menyebar ke Asia dan sampai di Indonesia. Tanaman kumis kucing, di setiap
daerah mempunyai nama berbeda-beda, seperti :
Di Sumatra tanaman ini disebut giri giri marah.
Di Jawa Tengah disebut remujung.
Di Madura disebut songot koneng.
Namun pada jaman sekarang, banyak orang mengalami penyakit dan langsung pergi ke
dokter tanpa mencoba obat yang alami.
1.2 Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah tentang kumis kucing ini yaitu :
Mengenai ciri-ciri, manfaat, penyakit yang dapat diobati dengan tanaman kumis kucing dan
pengolahan tanaman kumis kucing untuk pengobatan.
I.3 Permasalahan
Melalui ini, saya akan mengangkat masalah mengenai :
a. Apa ciri-ciri tanaman kumis kucing ?
b. Apa manfaat daun kumis kucing bagi manusia ?
c. Penyakit apa saja yang dapat diobati oleh dau kumis kucing ?
d. Bagaimana cara mengolah daun kumis kucing untuk pengobatan ?

I.4 Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian terhadap tanaman kumis kucing :
Mengetahui pemanfaatan tanaman kumis kucing, ciri-ciri tanaman dan pengolahan
daun kumis kucing untuk dijadikan obat.
I.5 Manfaat Penelitian
a. Untuk menambah informasi tentang tanaman kumis kucing agar diketahui masyarakat luas.
b. Mengurangi ketergantungan masyarakat mengkonsumsi obat yang mengandung bahan kimia.

II. LANDASAN TEORI


Kumis Kucing
Sebelum menelisik lebih jauh tentung kumis kucing ada baiknya kita mengetahui terlebih
dahulu tanaman kumis kucing itu yang bagaimana dan seperti apa. Tanaman ini bisa tumbuh
hingga mencapai tinggi 2 meter, daunnya berbentuk lonjong berwarna hijau dan bergerigi
kasar. Yang paling mencolok dari tanaman kumis kucing ini adalah bunganya yang besar dan
berwarna putih dengan bulu-bulu halus panjang yang mirip dengan kumis kucing. Tanaman
ini bisa tumbuh subur di daerah dengan ketinggian 700 m di atas permukaan laut.
a. Manfaat Kumis Kucing
Berbagai penelitian yang sebelumnya pernah dilakukan oleh para ahli kesehatan berhasil
mengungkap berbagai manfaat kumis kucing diantaranya adalah mengobati kencing batu,
mengobati amandel, mengobati pusing akibat tekanan darah tinggi, sembelit, masuk angin,
encok, ramatik, batuk, hipertensi, sakit pinggang, dan menghilangkan rasa lelah. Anda bisa
membuat ramuan sendiri secara tradisional atau dengan membeli dalam bentuk pil yang siap
diminum. Itulah beberapa manfaat kumis kucing yang beguna bagi kesehatan dan mengobati
berbagai jenis pernyakit.
b. Sejarah
Kumis kucing merupakan tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak.
Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris), giri-
giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng
(Madura). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke
wilayah Asia dan Australia.

III. METODE PENELITIAN


Metode yang digunakan pada penelitian tanaman kumis kucing ini adalah metode
observasi dan mencari informasi dari sumber-sumber. Denga metode observasi saya melihat
tanaman kumis kucing di lingkungan rumah, dan saya mencari informasi tentang kumis
kucing untuk lebih memperluas informasinya.

3.1 Tempat dan Waktu


Tempat Pengamatan : Di lingkungan rumah.
Waktu pengamatan : Siang hari.

IV. ANALISIS DATA


4.1 Pembahasan Masalah
a. Apa ciri-ciri tanaman kumis kucing ?
Gambaran tanaman secara manual dapat dilihat dengan mata biasa, dengan bentuk-bentuk
tanaman kumis kucing bisa dilihat berdasarkan bagian-bagian tanaman yaitu : akar, batang,
daun, bunga dan biji. Berikut penjelasannya :

Akar
Berakar tunggang, bentuk bulat, berkayu dan bercabang-cabang, ujung percabangan
ukurannya semakin mengecil, berwarna putih kekuningan, panjangnya bisa mencapai lebih
dari 25 cm. Batangnya berbentuk persegi empat agak beralur, berwarna hijau keunguan dan
berdiameter sekitar 1,5 cm, bercabang-cabang dan pada ruas-ruas batang bagian bawah
keluar akar.

Daun
Daun berbentuk bulat telur, lonjong, berwarna hijau, panjang < 10 cm dan lebar 3 5 cm.
Tangkai berbentuk bulat, berwarna ungu kehijauan, atau hijau tergantung varietas. Posisi
daun pada batang berhadapan dan selang-seling, tulang daun bercabang-cabang.

Bunga
Bunga dibagi 2 yaitu bunga tunggal dan bunga majemuk.
Bunga tunggal berbentuk bibir, mahkota berwarna putih atau putih keunguan. Bagian atas
mahkota ditutupi rambut pendek berwarna putih keunguan. Ujung helai bunga berbentuk
tumpul dan bundar. Benang sari mencuat keluar menyerupai kumis kucing, karena itu dikenal
dengan nama kumis kucing.
Bunga majemuk keluar dari ujung percabangan, berwarna putih atau putih keunguan, panjang
sekitar 7 29 cm dan ditutupi oleh rambut dengan panjang 1 6 mm, kelopak bunga berurat,
pangkalnya berambut pendek dan jarang sedangkan di bagian teratas gundul.

Biji
Biji kumis kucing yang masih muda berwarna putih kehitaman dan biji yang sudah tua
berwarna cokelat kehitaman. Bentuk biji bulat lonjong, berukuran sekitar 1 mm.
b. Apa manfaat daun kumis kucing bagi manusia ?
Daun kumis kucing sangat bermanfaat untuk mengeluarkan racun-racun dalam tubuh,
terutama untuk saluran kantung kemih, batu ginjal, radang ginjal.
c. Penyakit apa saja yang dapat diobati oleh daun kumis kucing ?
Batu Ginjal
Kencing Manis
Hipertensi
Batuk
Sakit Pinggang
Rematik
d. Bagaimana cara mengolah daun kumis kucing untuk pengobatan ?
Untuk penyakit lain yang dapat disembuhkan dengan daun kumis kucing :
Infeksi saluran kencing atau sering kencing (anyang-anyangan)
Petiklah tangkai dan daun kumis kucing sebanyak 30 g. Tambahkan daun meniran dan
Commelia communis masing-masing 30 g. Rebus dan minumlah.
Kencing batu
Daun kumis kucing yang dikeringkan dapat diseduh, seperti teh, lalu diminum dengan gula
aren juga berkhasiat. Minum sampai sembuh.
Darah tinggi
Siapkan daun kumis kucing yang basah dan kering sebanyak 50 g. Daun kumis kucing yang
kering dibersihkan lalu direbus dengan air secukupnya. Daun yang segar langusng diseduh
dengan air panas. Hasil ramuan keduanya diambil lalu disaring. Ramuan ini sebaiknya
diminum segelas sehari.
Demam
Siapkan 100 g akar kumis kucing. Cuci hingga bersih. Selanjutnya rebus dengan air sebanyak
2000 cc. Setelah mendidih diamkan air sampai tidak terlalu panas, kemudian disaring dan
diambil airnya. Air rebusan ini cukup diminum segelas sehari.
Memperlancar pengeluaran air kemih
Siapkan Kumis Kucing 30 gram.
Akar Alang-alang 30 gram.
Meniran 30 gram.
Semua dicuci sampai bersih, kemudian rebus dengan air sebanyak tiga gelas sampai
mendidih dan sampai tersisa kira-kira 1.5 gelas air. Kemudian ramuan tersebut diminum 3x
sehari sebanyak setengah gelas.
Untuk mengobati batu ginjal
Daun kumis kucing 25 gram
Daun ngokilo 25 gram
Daun meniran dengan akarnya 25 gram
Daun keji beling, dicuci 25 gram
Semua bahan diatas direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih. Minum semua air rebusan
itu dalam sehari
Untuk mengobati batu ginjal dengan cara lain
Daun kumis kucing 3 genggam
Daun keji beling dicuci 5 helai
Kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Diminum airnya 2x sehari, pagi dan sore, selama 10 hari
Sesudah 10 hari, ganti dengan air rebusan jagung muda, 1 x sehari
V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus) merupakan tanaman yang hidup di darat.
Apabila dilihat mirip seperti semak-semak. Tanaman ini disebut kumis kucing, karena benang
sari pada bunganya terlihat mencolok mirip seperti kumis kucing. Tanaman ini juga memiliki
banyak manfaat bagi manusia dan dapat menyembuhkan penyakit, seperti Batu Ginjal,
Kencing Manis, Hipertensi, Batuk, Sakit Pinggang, Rematik. Dengan pengolahan yang
sederhana obat herbal ini dapat langsung diminum, meskipun rasa alami yaitu pahit.
5.2 Saran
Untuk lebih dikenal pada jaman yang terus maju ini, hendaknya disosialisasikan
kepada masyarakat luas agar tidak diganti dengan obat-obatan lainnya. Meskipun banyak
dijumpai tanman kumis kucing di lingkungan, akan tetapi kalau tidak dimanfaatkan dengan
baik nantinya akan sulit untuk didapatkan. Padahal kumis kucing memiliki banyak manfaat.

DAFTAR PUSTAKA
http://ditjenbun.deptan.go.id/budtanreyar/index.php?
option=com_content&view=article&id=44:mengenal-tanaman-kumis-kucing-orthosiphon-
spp&catid=6:iptek&Itemid=47
http://makalahpedia.com/2244/contoh-bahan-makalah-dan-karya-ilmiah/manfaat-kumis-
kucing.html
massaidi.blogspot.com
ngenee.blogspot.com
http://www.google.com
http://ronyagung.wordpress.com/2008/12/26/kumis-kucing/

http://id.wikipedia.org

KUMIS KUCING
Orthosiphon aristatus (Blume) Miq

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tanaman merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting.
Disamping itu tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan
makhluk hidup. Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan beraneka ragam tumbuh-
tumbuhan atau tanaman. Sebagai negara yang beriklim tropis, Indonesia memiliki tanah yang
sangat subur, sangat cocok sebagai tempat tumbuh kembangnya berbagai macam tanaman,
dari berbagai macam jenis atau spesies. Tanaman yang tumbuh subur tersebut tidak hanya
tanaman yang asli berasal dari tanah Indonesia, banyak juga berbagai tanaman yang berasal
dari luar negeri seperti: Asia, Afrika ataupun Amerika latin. Mereka bisa masuk dan tumbuh
subur setelah mereka di bawa dan di sebarkan oleh para penjajah (Belanda, Inggris, Jepang).
Tanaman berkhasiat sebagai obat tradisonal yang dapat menyembuhkan berbagai
macam penyakit. Tanaman berkhasiat tersebut sangat bermanfaat di karenakan berbagai zat-
zat bermanfaat yang dikandungnya. Untuk memudahkan mengenali tanaman yang berkhasiat
obat maka diperlukan sistem pengklasifikasian atau pengelompokan berdasarkan perawakan,
ciri morfologi, habitatnya dan manfaatnya. Tanaman obat bersifat alami, efek sampingnya
tidak sekeras efek dari obat-obatan kimia modern. Tubuh manusia secara lebih mudah
menerima obat dari bahan tanaman yang natural ini dibandngkan dengan obat kimiawi.
Penemuan obat-obatan modern dewada ini ternyata mendukung penggunaan obat tradisional,
banyak obat-obatan modern yang dibuat dari tanaman obat. Dalam makalah ini akan
dijabarkan salah satu tanaman yang berkhasiat obat yaitu Kumis kucing (Orthosiphon
aristatus (Blume) Miq.) beserta klasifikasian, pendeskripsian,ciri-ciri morfologi, kandungan
zat berkhasiat dan kegunaannya di dunia farmasi.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas akan dipaparkan hal-hal yang berhubungan dengan
pendeskripsian tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.). Adapun
masalah-masalah yang disampaikan adalah :
1. Apakah tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.) itu ?
2. Bagaimana pendeskripsian dan klasifikasi tanaman kumis kucing ( Orthosiphon aristatus
(Blume) Miq. ) ?
3. Bagaimana habitus atau perawakannya ?
4. Bagaimana ciri-ciri morfologi organa nutritiva dan organa reproduktivanya ?
5. Apa saja zat berkhasiat atau zat kimia yang terkandung di dalamnya ?
6. Apa kegunaan tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.) di dunia farmasi
khususnya tentang pengobatan ?
7. Bagaimana cara pemanfaatnya sebagai obat tradisional ?

C. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Mampu mengenali tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.).
2. Mampu mengetahui klasifikasi, deskripsi, perawakan dan ciri-ciri morfologinya.
3. Mampu menyebutkan zat berkhasiat atau zat kimia yang terkandung di dalamnya.
4. Mampu mengetahui kegunaanya di dunia farmasi.
5. Mampu menjelaskan cara membuat resep praktis dari tanaman kumis kucing.

D. Deskripsi
Orthosiphon aristatus (Blume) Miq., atau dikenal dengan nama kumis
kucing termasuk tanaman dari famili Lamiaceae/Labiatae. Tanaman ini merupakan salah satu
tanaman obat asli Indonesia yang mempunyai manfaat dan kegunaan yang cukup banyak
dalam menanggulangi berbagai penyakit.

E. Sejarah
Kumis kucing merupakan tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang
tegak.. Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke
wilayah Asia dan Australia.

F. Nama Lokal
Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea
(Inggris), Misai Kucing (Melayu), Yaa nuat naeo (Thailand), Mao xu cao (China), giri-giri
marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koceng (Madura).

G. Distribusi
Distribusi Kumis Kucing yaitu di :
Asia iklim sub-tropis
China : Cina - Fujian, Guangxi, Hainan, Yunnan
Asia Timur : Taiwan
Asia iklim tropis
Indo-Cina: Kamboja, laos, Myanmar, Thailand, Vietnam
Malesia : Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina

H. Syarat Tumbuh
Syarat tumbuh tanaman kumis kucing adalah :
Iklim
1. Ketinggian tempat : 500 m 900 m di atas permukaan laut.
2. Curah hujan tahunan : 3000 mm/tahun.
3. Bulan basah (diatas 100 mm/bulan): 7 bulan 9 bulan.
4. Bulan kering (dibawah 60 mm/bulan): 3 bulan 5 bulan.
5. Suhu udara : 280C 340C.
6. Kelembapan : sedang.
7. Penyinaran : Tinggi.
Tanah
1. Jenis : Andosol, latosol.
2. Tekstur : Lempuyung.
3. Drainase : Baik.
4. Kedalaman air tanah : Di atas 70 cm dari permukaan tanah.
5. Kedalaman perakaran : 30 60 cm dari permukaan tanah.
6. Kemasaman (pH) : 5 7.
7. Kesuburan : Sedang Tinggi.
I. Pedoman Bertanam
Pengolahan Tanah
1. Tanah dicangkul sedalam 30 40 cm hingga gembur.
2. Buatlah bedengan selebar 100 120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 40 50, dan
panjangnya disesuaikan kondisi lahan.
3. Tebarkan pupuk kandang di atas bedengan tersebut.
Persiapan Bibit
1. Umumnya tanaman Kumis Kucing diperbanyak dengan stek batang/cabang.
2. Pilih batang atau cabang yang tidak terlalu tua. Potong menjadi stek-stek yang berukuran
panjang 15 25 cm atau beruas sekitar 2 3 buku.
Penanaman
1. Stek bibit ditanam langsung di kebun sedalam 5 cm. Padatkan tanah disekitar pangkal stek.
2. Jarak tanam 30 cm x 30 cm, 40 cm x 40 cm, 40 cm x 50 cm, dan 60 cm x 60 cm.
Budidaya dengan Bibit yang berupa Biji

Dalam 1 g biji berserat mengandung 2.500 biji, sedang yang tanpa serat mengandung
3000 biji. Daya kecambah biji cepat menurun, oleh karena itu akan lebih baik bila digunakan
biji-biji yang baru (paling lama disimpan 1 bulan). Perbenihan perlu penyemaian agar tidak
terlalu banyak yang mati karena kekeringan, rusak oleh terik matahari, terlalu basah atau
lembab. Permukaan tanah persemaian dihaluskan dan sebaiknya dilapisi pasir setebal 2-3 cm,
kemudian ditutup dengan lembaran plastik dan diberi atap pelindung. Jumlah benih yang
diperlukan adalah 10 g tiap m persegi. 4-5 hari setelah benih disebar merata akan tumbuh.
Setelah benih berumur 1 minggu, mulai diperjarang dan dicabut untuk dipindahkan ke lubang
sebesar pensil yang dibuat di permukaan bumbungan-bumbungan (tinggi 5 cm dan
berdiameter 3 cm) tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang yang dibungkus dengan
daun. Tiap bumbungan diisi 1 bibit. Pemeliharaan dilakukan dengan penyiraman pagi dan
sore, memperjarang bibit dan memusnahkan bagian bibit yang mulai terserang penyakit.
Setelah berumur 2 bulan, bibit dalam bumbungan sudah cukup besar dan kuat untuk ditanam
di kebun; dua minggu sebelum ditanam bibit dalam bumbungan dipindahkan ke tempat yang
lebih terang untuk melatih tanaman terhadap terik sinar matahari. Ukuran bibit pada waktu
dipindahkan di kebun mencapai tinggi 3-5 cm, berdaun 4-5 helai, panjang daun 5-10 cm,
lebar 2-3 cm. Ditanam pada tanah yang kering atau tegalan pada musim hujan. Penanaman
pada musim kemarau akan berhasil bila dilakukan pada tanah yang memungkinkan untuk
diairi (sawah). Pengolahan tanah dilakukan dengan mencangkul 2 kali atau menggarpu 1 kali,
meratakan tanah dan membuat saluran air di sekeliling petakan. Pda keadaan tanah yang
kurang baik tata airnya dicangkul lebih dalam, lalu dibuat bedengan atau guludan dibuat
lubang-lubang dengan jarak tanam 40-60 cm untuk ditanam bibit. Penanaman sebaiknya
dilakukan setelah lewat tengah hari, agar tidak cepat layu (dianjurkan diberi naungan berupa
daun atau batang pelepah pisang, terutama bagi bibt yang kurang terlatih terhadap terik sinar
matahari selama di bumbungan; naungan sementara ini dilakukan selama 1-2 minggu).
Pemeliharaan terdiri dari penyiraman atau pengairan bila 2 hari tidak turun hujan, penyiangan
dilakukan 3-5 kali, pemupukan dilakukan pada umur 3 minggu dan bila perlu pada umur 8
minggu setelah tanam (34 kg nitrogen tiap hektar, peningkatan hasil 14%), dan dilakukan
pemangkasan batang bunga agar daun dapat tumbuh lebih banyak.

Hama dan Penyakit


Selama ini tidak ada hama atau penyakit yang benar-benar merusak tanaman kumis
kucing. Hama yang sering ditemukan adalah kutu daun dan ulat daun. Penyakit yang
menyerang disebabkan oleh jamur upas (Upsia salmonicolor atau Corticium salmonicolor).
Jamur ini menyerang batang atau cabang tanaman yang berkayu. Pengendalian dilakukan
dengan perbaikan tata air, meningkatkan kebersihan kebun, memotong bagian yang sakit,
pergiliran tanaman dan penyemprotan pestisida selektif.
Gulma
Gulma yang banyak tumbuh di lahan pertanaman kumis kucing cukup bervariasi dan
kebanyakan dari jenis gulma kebun seperti rumput teki, lulangan, ageratum, alang-alang, dan
rumput-rumput lainnya.

Pengendalian hama atau Penyakit secara Organic


Sama seperti pada tanaman obat lainnya bahwa pengendalian hama/penyakit secara
organic pada pertanaman kumis kucing lebih diusahakan secara PHT (pengendalian hama
secara terpadu). Termasuk di dalamnya system bercocok tanam secara tumpang sari akan
dapat menghambat serangan hama/penyakit. Untuk pengendalian gulma sebaiknya dilakukan
secara manual dengan cara penyiangan seperti telah dijelaskan di atas. Namun demikian
apabila diperlukan dapat diterapkan penyemprotan dengan insektisida maupun pestisida
nabati. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan
dalam pengendalian hama antara lain adalah:
Tembakau (Nicotiana tabacum) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai
fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids.
Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan
sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan
semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, dan lalat
buah.
Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida
kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan.
Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya
cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan
serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis). Bahan ini
juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV, GSV dan Tungro.
Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang
dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida.
Jeringau (Acorus calamus) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan
biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan, serta hama gudang
Callosobrocus.
Pemanenan
Pemanenan pertama dilakukan pada umur 2 bulan setelah tanam, selanjutnya
dilakukan setiap 0,5 bulan sampai 1 bulan sekali, sampai tanaman berumur 3-5 bulan setelah
tanam.
Waktu Berbunga
Januari - Desember

J. Sifat khas
Bunga tandan, bunga duduk berkarang, putih, benangsari panjang seperti kumis kucing
BAB II
KLASIFIKASI TUMBUHAN

dom : Plantae (Tumbuhan)


ingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
i : Spermatophyta
ivisi : Angiospermae (Menghasilkan biji)
s : Dicotyledoneae (Biji berkeping 2)
elas : Asteridae
: Lamiales
li : Lamiaceae
s : Orthosiphon
es : Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.

Sinonim : O. Longiforum. Ham.


O. Grandiflorum et aristatum. Bl
O. Spiralis. Merr.
O. Stamineus. Bent.
O. Grandiflorum. Bold.
O. Clerodendranthus Spicatus (Tumb.)
Trichostemma Spiralis. Lour.

Nama simplisia : Orthosiphonis Herba


Nama Binomial : Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.
BAB III
DESKRIPSI TUMBUHAN

A. Habitus ( Perawakan)
Kumis kucing termasuk terna, tumbuhan tegak, pada bagian bawah berakar di bagian
buku-bukunya dan tingginya mencapai 2 meter. Batang bersegi empat agak beralur berbulu
pendek atau gundul. Helai daun berbentuk bundar atau lojong, lanset, bundar telur atau
belah ketupat yang dimulai dari pangkalnya, ukuran daun panjang 1 10cm dan lebarnya
7.5mm 1.5cm. Urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul, dimana kedua
permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang
tangkai daun 7 29cm. Ciri khas tanaman ada pada bagian kelopak bunga berkelenjar, urat
dan pangkal berbulu pendek dan jarang sedangkan di bagian yang paling atas gundul. Bunga
bibir, mahkota yang bersifat terminal yakni berupa tandan yang keluar dari ujung cabang
dengan panjang 7-29 cm, dengan ukuran panjang 13 27mm, di bagian atas ditutupi oleh
bulu pendek berwarna ungu dan kemudian menjadi putih. Panjang tabung 10 18mm,
panjang bibir 4.5 10mm, helai bunga tumpul, bundar. Benang sari ukurannya lebih panjang
dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas. Buah geluk berwarna coklat gelap,
panjang 1.75 2mm. 2.3. gagang berbulu pendek dan jarang, panjang 1 mm sampai 6 mm.
Biji coklat gelap.

B. Alat Hara (Organa Nutritiva)


Semua bagian tubuh tumbuhan yang secara langsung ataupun tidak langsung berguna
untuk menegakkan kehidupan tumbuhan, yaitu berguna untuk penyerapan, pengolahan,
pengangkutan, dan penimbunan zat-zat makanan, dinamakan alat hara. Adapun alat hara pada
tanaman kumis kucing adalah :
Akar (Radix)
Tanaman kumis kucing memiliki sistem akar tunggang, rambut akar atau bulu-bulu akar
(pilus radicalis), tudung akar (Calyptra).
Batang (Caulis)
Pangkal batang berkayu, percabangan dari pangkal, 0,4 - 2,0 m. Batang persegi empat,
beralur, berbulu penek atau gundul.
Daun (Folium)
Daun tunggal berhadapan, helai daun berbentuk bundar atau lojong, lanset, bundar telur atau
belah ketupat yang dimulai dari pangkalnya, ukuran daun panjang 1 10cm dan lebarnya
7.5mm 1.5cm. Urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul, dimana kedua
permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang
tangkai daun 7 29cm.

C. Alat Perkembangbiakan (Organa Reproductiva)


o Bunga (Flos)
Tanaman kumis kucing memiliki tipe bunga majemuk gubahan semu atau karangan semu.
Ciri khas tanaman ada pada bagian kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal berbulu
pendek dan jarang sedangkan di bagian yang paling atas gundul. Bunga bibir, mahkota yang
bersifat terminal yakni berupa tandan yang keluar dari ujung cabang dengan panjang 7-29
cm, dengan ukuran panjang 13 27mm, di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek
berwarna ungu dan kemudian menjadi putih. Panjang tabung 10 18mm, panjang bibir 4.5
10mm, helai bunga tumpul, bundar. Benang sari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga
dan melebihi bibir bunga bagian atas.
o Buah (Fructus)
Buah geluk berwarna coklat gelap, panjang 1.75 2mm. 2.3. gagang berbulu pendek dan
jarang, panjang 1 mm sampai 6 mm.
o Biji (Semen)
Tanaman kumis kucing tanaman berbiji tertutup, maka dari itu terdiri dari 2 lapisan lapisan
kulit luar dan lapisan kulit dalam. Biji coklat gelap.

BAB IV
KANDUNGAN ZAT BERKHASIAT
A. Kandungan kimia
Mengandung minyak atsiri 0,02-0,06% terdiri dari 60 macam sesquiterpens dan
senyawa fenolik. 0,2% flavonoid lipofil dengan kandungan utama sinensetin, eupatorin,
skutellarein, tetrametil eter, salvigenin, rhamnazin; glikosida flavonol, turunan asam kafeat
(terutama asam rosmarinat dan asam 2,3-dikaffeoil tartarat ), metilripariokromen A 6-(7,8-
dimetoksi-2,2-dimetil [2H,1-benzopiran]-il), saponin serta garam kalsium (3%) dan
myoinositol.4,9,13). Hasil ekstraksi daun dan bunga Orthosiphon aristatus ditemukan
metilripariokromen A atau 6-(7,8-dimetoksietanon).

Juga ditemukan senyawa golongan flavonoid.


- Sinensetin ( 5,6,7,3',4'- pentametoksi flavon )
- Tetrametilskutellarein (5,6,7,4'-tetra metoksi flavon)
- 5-hidroks i 6,7,3',4' tetrametoksi flavone.
- Salvigenin (5-hidroksi-6,7,4'-trimetoksi flavon)
- Kirsimaritin (5,6-dihidroksi-7,4'-dimetoksi flavon)
- Pilloin (5,3-dihidroksi-7,4-dimetoksi flavon)
- Rhamnazin (3,5,4'-trihidroksi-7,3'-dimetoksi flavon).

Juga ditemukan 9 macam golongan senyawa flavon dalam bentuk aglikon, 2 macam
glikosida flavonol, 1 macam senyawa kumarin, asam kafeat dan 7 macam senyawa depsida
turunan asam kafeat, skutellarein, 6-hidroksiluteolin, sinensetin,

B. Sifat kimiawi dan efek farmakologis


Manis, sedikit pahit, sejuk, anti-inflammatory (anti radang), peluruh air seni
(diuretik), menghancurkan batu saluran kencing, dan antibakteri.
BAB V
KEGUNAAN DI DUNIA FARMASI

Beberapa manfaat atau khasiat Orthoshipon aristatus di dunia farmasi yaitu :


1. Memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik)
2. Rematik
Rematik gout disebabkan oleh asam urat yang berlebih dalam tubuh. Kandungan ortosifonin
dan garam kalium (terutama pada daunnya) merupakan komponen utama yang membantu
larutnya asam urat sehingga Kumis kucing dapat mencegah dan mengobati rematik gout.
3. Batuk
4. Encok (Gout arthritis)
5. Demam
6. Sembelit
7. Sakit Pinggang
8. Radang ginjal
9. Batu ginjal
Kalium pada Tanaman Obat Kumis kucing berkhasiat diuretik (memperlancar buang air
kecil) sehingga dapat mencegah dan membantu melarutkan batu ginjal.
10. Kencing manis
11. Infeksi saluran kencing (Cystitis)
12. Albuminuria
13. Syphilis
14. Hipertensi
Kandungan kalium yang dimilikinya dapat merangsang pengeluaran cairan dalam tubuh.
Jika proses pengeluaran kemih lancar, otomatis tekanan darah akan turun.
15. Amandel
16. Keputihan
Kandungan saponin dan tanin pada daun Kumis kucing bisa mengobati keputihan.
17. Batu kantung empedu
18. Menstabilkan gula darah
19. Radang prostat
20. Asam urat
Kumis Kucing merupakan salah satu tanaman yang terkenal multikhasiat sebagai
obat di masyarakat. Pemanfaatan tanaman kumis kucing sebagai obat bisa menggunakan
cara-cara tradisional atau modern. Maksudnya dengan cara tradisional, meramu tanaman
kumis kucing dan mencampur ramuannya dengan tanaman obat lainnya, membuatnya seperti
jamu untuk diminum. Secara modern, bisa mengkonsumsi tanaman kumis kucing dalam
bentuk pil atau kapsul yang sudah siap minum. Karena itu, tak heran jika Kumis Kucing
Kumis dijadikan sebagai salah satu bahan baku utama produk-produk herbal,
seperti LhiforGin yang digunakan untuk membantu meluruhkan batu urin dan gangguan
ginjal atau Kumis Kucing Kapsul yang juga berkhasiat membantu meluruhkan batu urin,
mencegah pengendapan batu ginjal, batu empedu, mengatasi radang saluran kemih, dan
melancarkan pembuangan air seni.

BAB VI
RESEP PRAKTIS
Adapun resep tradisional tanaman kumis kucing untuk menyembuhkan beberapa penyakit
antara lain :

1. Memperlancar pengeluaran air kemih


Bahan :
- Kumis Kucing 30 gram
- Akar Alang-alang 30 gram
- Meniran 30 gram
Cara membuat :
- Semua dicuci sampai bersih, kemudian rebus dengan air sebanyak tiga gelas. Tunggu sampai
mendidih, sampai tersisa kira-kira 1.5 gelas air. Kemudian ramuan tersebut diminum 3x
sehari sebanyak setengah gelas.

2. Gangguan ginjal
Bahan :
- Daun kumis kucing 11 lembar
- Kencur 5 biji
- Jahe merah 1 jari tangan
- Beras direndam dulu selama 3 jam gelas
Cara membuat :
- Semua bahan dicuci sampai bersih, lalu direbus bersamaan dengan 3 gelas air hingga tersisa
2 gelas. Angkat dan saring.
- Ramuan ini diminum 3 kali sehari masing-masing gelas sesudah makan. Jika setelah 1
minggu ada perubahan membaik, teruskan lagi minum selama 1 minggu. Selama mengikuti
terapi ini penderita tidak boleh minum kopi, the kental, makanan berlemak dan bersantan dan
mengurangi garam.

3. Menstabilkan gula darah


Bahan :
- Daun kumis kucing 11 lembar
- Daun sambiloto 11 lembar
- Kulit pohon pule 3 jari tangan
- Daun pegagan 17 lembar
Cara membuat :
- Cuci semua bahan, lalu rebus dalam 5 gelas air hingga tersisa 4 gelas. Angkat lalu saring.
Minum 3 kali sehari 2/3 gelas sesudah makan. Lakukan selama 3 minggu. Cek kadar gula
darah, jika sudah stabil dosis bisa diturunkan menjadi 2 kali sehari.

4. Demam
Bahan :
- 100 gr akar kumis kucing
- 2000 cc air
Cara membuat :
- Akar kumis kucing, cuci bersih
- Rebus dengan 2000 cc air
- Tunggu sampai mendidih
- Dinginkan, saring dan ambil airnya
- Minum segelas sehari

5. Kencing sedikit-sedikit (anyang-anyangan)


Ambil daun Kumis Kucing, Meniran, dan akar Alang-alang masing-masing 30 gram. Ketiga
bahan tersebut dicuci sampai bersih, dipotong-potong seperlunya lalu direbus dalam tiga
gelas air. Biarkan sampai mendidih, hingga hanya tersisa setengah dari volume awal. Minum
air ramuan tersebut sebanyak setengah gelas, dengan frekuensi 3x sehari.

6. Rematik
Sesendok kecil daun kumis kucing yang dilumatkan, 1 sendok makan daun meniran yang
sudah dilumatkan juga, direbus dengan segelas air sampai airnya tinggal 3/4. Saring. Lalu
diminum.

7. Hipertensi
Cuci 30 gram herba segar kumis kucing, herba daun sendok dan rumput lidah ular. Rebus di
dalam 3 gelas air sampai hanya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring airnya lalu diminum
setengah gelas sebanyak dua kali sehari.

8. Kencing batu
90 gram herba kumis kucing dicuci bersih lalu direbus dalam satu liter air hingga mendidih
dan tersisa 750 cc. Setelah dingin, diminum sebanyak tiga kali sehari masing-masing
sepertiga bagian. Minumlah ramuan ini hingga penyakitnya sembuh.

9. Sakit Pinggang
7 helai daun dan 2 potong akar kumis kucing dicuci. Rebus dengan 1 gelas air. Biarkan satu
malam, baru diminum.

BAB VII
PENUTUP

ulan
Kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.), berbentuk semak, batangnya
basah, tingginya bisa mencapai 1,5 meter. Bisa tumbuh di tempat yang kering maupun basah
pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, tanaman ini memiliki daun berbentuk telur
taji, tepi daunnya bergerigi kasar. Bunganya mengeluarkan benang sari dan putik berwarna
putih atau ungu.
Bunga tanaman kumis kucing merupakan bunga majemuk dalam tandan yang keluar
di ujung percabangan. Warnanya ungu pucat atau putih sedangkan benang sarinya lebih
panjang dari tabung bunga. Buah kumis kucing berupa buah kotak dan berbentuk bulat telur.
Tanaman ini bisa diperbanyak dengan biji maupun setek batang.
Tanaman ini rasanya manis namun sedikit pahit. Tanaman kumis kucing ini bisa
digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit yaitu infeksi ginjal akut dan kronis, rematik,
tekanan darah tinggi, kencing manis, kencing batu serta infeksi kandung kemih.

Karya Tulis Ilmiah tentang Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (Blume)
Miq. ) masih ada beberapa kekurangan, oleh karena itu dibutuhkan kritik dan saran atau
masukan yang membangun demi sempurnanya Karya Tulis ini.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1977, Materia Medika Indonesia, jilid I, Departemen Kesehatan RI.

Anonim, 1980, Materia Medika Indonesia, jilid IV, Departemen Kesehatan RI.

Arisandi, Yohana & Yovita Andriani.2008.Khasiat Berbagai Tanaman Obat untuk Pengobatan
cetakan ke-3.Jakarta : Eska Media.

Dwiyanto.2009.Ramuan Tradisional cetakan ke-1.Yogyakarta : Quills Publisher.

Geurin J.C., Reveillere H.P., 1989, "Orthosiphone stamineus as a potent source of methylripario
chromene A"., J.Nat.Prod., Vol 52, No. 1, p.171-173.

J. Kloppenburgh Versteegh, Tanaman Berkhasiat Indonesia Volume I, Alih Bahasa dan Saduran :
drh.J.Soegiri, Prof.Dr.drh.Nawangsari, IPB Press, 2006

Tjitrosoepomo, Gembong.2005.Morfologi Tumbuhan.Yogyakarta : Gadjah Mada University


Press.

www.obatkuno.com/tag/kumis-kucing

www.wikipedia.com
manfaat kumis kucing untuk kesehatan

Monday, December 10th 2012. | kesehatan

manfaat kumis kucing | manfaat tanaman kumis kucing | khasiat kumis kucing

tanaman kumis kucing adalah tanaman yang penuh manfaat karena cukup membantu di
bidang kedokteran, tanaman ini di Indonesia memang di kenal mampu mengobati berbagai
penyakit, seperti penyakit diabetes, penyakit ginjal, penyakit pinggang pegal, sakit batuk,
sakit darah tinggi, sakit rematik, sakit sembelit dan juga mengatasi rasa lelah banyak sekali
bukan manfaat kumis kucing untu k kesehatan!. Yang anda harus tahu tanaman ini bukan asli
indonesia namun berasal dari afrika, secara ilmiah tanaman ini di sebut (Orthosiphon
stamineus Benth). Tanaman ini tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian 600 meter dari
permukaan laut dan memiliki tanah yang lembab.

gambar di ambil dari google

Kandungan kumis kucing


Manfaat tanaman kumis kucing memang sudah di kenal oleh masyarakat kita, namun
sebenarnya apa saja sih yang membuat tanaman ini memiliki khasiat yang begitu di kenal
masyarakat di indonesia.?

Daun tanaman kumis kucing mengandung minyak atsiri, yang terdiri 60 jenis sesquiterpens
dan fenolik. Mengandung saponin, mengandung flavanoid, mengandung minyak lemak,
mengandung garam kalium, mengandung tanin dan beberapa senyawa lainnya. Senyawa
senyawa inila yang senbenarnya memberikan manfaat untuk kesehatan.

Klasifikasi Kumis kucing

Spesies : Orthosiphon stamineus Benth

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Class : Magnoliopsida

Divisi : Magnoliophyta

Family : Lamiaceae

Ordo : Lamiales

Genus : Orthosiphon

Berikut ini adalah cara menggunakan memanfaatkan kumis kucing:

Sediakan 20 lembar daun kumis kucing


2 gelas air bersih

Masukkan air dan kumis kucing kedalam panci

Rebuslah sampai sekitar tersisa 1 gelas saja

Minumlah setiap hari 2 sampai 3 kali

Itulah informasi tanaman kumis kucing yang sering kita jumpai, namun kita remehkan karena
kita anggap tanaman gulma, meski tumbuhan ini memiliki khasiat dan manfaat yang tidak
bisa kita anggap enteng.