Anda di halaman 1dari 18

SOP PROMOSI KESEHATAN

PENYULUHAN DALAM GEDUNG


PENYULUHAN DALAM GEDUNG
NO. DOK : NO. REVISI : HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :
MENGETAHUI
DI BUAT OLEH KEPALA PUSKESMAS

TIM SOP dr. Ria Isnaeni


PUSKESMASNGRAMB NIP. 19701128 200112 2 002
E
Kegiatan penyuluhan yang ditampilkan di Institusi bersangkutan
Pengertian
seperti Puskesmas ataupun Puskesmas Pembantu
Tujuan Tercapainya perubahan pengetahuan, sikap dan tindakan positif dari
Individu/Masyarakat dalam bidang kesehatan
ALAT :
1. Leaflet
2. Poster
3. Lembar balik
Alat & Bahan 4. Komputer
5. LCD Proyektor

BAHAN :
- ATK

1. Persiapan
Menentukan maksud dan tujuan penyuluhan
Menentukan sasaran pendengar
Mempersiapkan materi
Topik yang dikemukakan hanya satu masalah sesuai dengan
kebutuhan kelompok sasaran
Mempersiapkan alat peraga
Absensi peserta
Mempersiapkan tempat dan waktu yang tepat
Mempersiapkan bahan bacaan ( jika diperlukan )

Instruksi 2. Pelaksanaan
Kerja Perkenalan diri
Mengemukakan maksud dan tujuan
Menjelaskan point-point isi penyuluhan
Menyampaikan penyuluhan dengan suara jelas dan irama yang tidak
membosankan
Tujukan tatapan mata pada setiap pendengar dan tidak tetap duduk
di tempat
Selingi dengan humor segar
Pergunakan bahasa sederhana
Ciptakan suasana relax ( santai ), pancinglah pendengar agar turut
berpartisipasi
Jawab setiap pertanyaan secara jujur dan meyakinkan
Sediakan waktu untuk tanya jawab
Menyimpulkan penyuluhan sebelum mengakhiri penyuluhan
Tutuplah penyuluhan anda dengan mengucapkan terima kasih
Bila ada bahan bacaan sebaiknya dibagikan setelah penyuluhan
selesai
Rawat jalan
Unit terkait Rawat inap
UGD
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PKM
SURVEY PHBS TATANAN RUMAH TANGGA
SURVEY PHBS TATANAN RUMAH TANGGA
NO. DOK : NO. REVISI : HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :
MENGETAHUI
DI BUAT OLEH KEPALA PUSKESMAS

TIM SOP dr. Ria Isnaeni


PUSKESMASNGRAMBE NIP. 19701128 200112 2 002

Upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau


Pengertian dan mampu melaksanakan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan
kesehatan di masyarakat
Tujuan Untuk mencapai Rumah Tangga Sehat
ALAT :
1. Daftar sasaran
2. Daftar pertanyaan
Alat & Bahan 3. Alat tulis
4. Media penyuluhan
BAHAN :
- ATK

1. Petugas promkes berkoordinasi dengan kader Posyandu tentang


rencana pendataan

2. kader posyandu melaksanakan pengumpulan data dengan cara


mengunjungi rumah tangga di tiap wilayah sesuai dengan
pembagian wilayah posyandu

3. Kader melakukan wawancara pada KK/Istri dan observasi kondisi


Instruksi Kerja lingkungan/rumah

4. kader melakukan pencatatan hasil wawancara/observasi dalam


kuesioner yang di bawa secara cermat

5. data hasil pendataan dipegang kader pendata, hasil pendataan


di serahkan oleh kader posyandu kepada petugas promkes

6. petugas promkes mengelola data untuk mengetahui urutan


permasalahan

Unit terkait
1. Lintas sector
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PKM

PENYULUHAN KELOMPOK DILUAR GEDUNG


PENYULUHAN KELOMPOK DILUAR GEDUNG
NO. DOK : NO. REVISI : HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :
MENGETAHUI
DI BUAT OLEH KEPALA PUSKESMAS

TIM SOP dr. Ria Isnaeni


PUSKESMASNGRAMBE NIP. 19701128 200112 2 002

Pengertian Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di luar lingkungan Puskesmas

Tujuan Tercapainya perubahan pengetahuan, sikap dan tindakan positif dari


Individu/Masyarakat dalam bidang kesehatan
ALAT :
1. Leaflet
2. Poster
3. Lembar balik
Alat & Bahan 4. Computer
5. LCD Proyektor

BAHAN :
Instruksi Kerja 1. Persiapan
Petugas promkes berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Bidan Desa
tentang Penyuluhan yang akan dilaksanakan
Menentukan maksud dan tujuan penyuluhan
Menentukan sasaran pendengar
Mempersiapkan materi yang akan diberikan sesuai tren masalah
Mempersiapkan alat peraga/penyuluhan
Menyiapkan absensi peserta
Bidan Desa melakukan penyuluhan
2. Pelaksanaan
Perkenalan diri
Mengemukakan maksud dan tujuan
Menjelaskan point-point isi penyuluhan
Menyampaikan penyuluhan dengan suara jelas dan irama yang tidak
membosankan
Tujukan tatapan mata pada setiap pendengar dan tidak tetap duduk di
tempat
Selingi dengan humor segar
Pergunakan bahasa sederhana
Ciptakan suasana relax ( santai ), pancinglah pendengar agar turut
berpartisipasi
Jawab setiap pertanyaan secara jujur dan meyakinkan
Sediakan waktu untuk tanya jawab
Menyimpulkan penyuluhan sebelum mengakhiri penyuluhan
Tutuplah penyuluhan anda dengan mengucapkan terima kasih

1. Lintas sector
Unit terkait
2. Lintas Program

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PKM

SURVEY PHBS TATANAN INTITUSI KESEHATAN


SURVEY PHBS TATANAN INTITUSI KESEHATAN
NO. DOK : NO. REVISI : HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :
MENGETAHUI
DI BUAT OLEH KEPALA PUSKESMAS

TIM SOP dr. Ria Isnaeni


PUSKESMASNGRAMBE NIP. 19701128 200112 2 002

Upaya membudayakan PHBS petugas kesehatan di institusi kesehatan


agar mampu melakukan pembinaan PHBS dan mengenali masalah
Pengertian
kesehatan serta mampu mengatasi, memelihara, meningkatkan dan
melindungi kesehatan di wilayah kerjanya.
Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku
petugas kesehatan di tatanan institusi kesehatan
ALAT :
1. Daftar sasaran
2. Daftar pertanyaan
3. Alat tulis
Alat & Bahan 4. Media penyuluhan

BAHAN :
- ATK
1. petugas menyusun jadwal pendataan dan persiapan pendataan
(blangko)
2. petugas mengadakan pendataan sesuai dengan jadwal
Instruksi Kerja
3. petugas melakukan pencatatan hasil wawancara dan observasi dalam
kuesioner/blangko yang dibawa secara cermat
4. hasil pendataan di rekap dan diurutkan permasalahan yang ada

Unit terkait
Semua institusi kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PKM

SURVEY PHBS TATANAN INTITUSI PENDIDIKAN


SURVEY PHBS TATANAN INTITUSI PENDIDIKAN
NO. DOK : NO. REVISI : HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :
MENGETAHUI
DI BUAT OLEH KEPALA PUSKESMAS

TIM SOP dr. Ria Isnaeni


PUSKESMASNGRAMBE NIP. 19701128 200112 2 002

Upaya membudayakan PHBS bagi siswa dan guru di institusi pendidikan


untuk mengenali masalah dan tingkat kesehatannya serta mampu
Pengertian
mengatasi, memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya
sendiri.
Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku siswa
dan guru di tatanan institusi pendidikan.
ALAT :
1. Daftar sasaran
2. Daftar pertanyaan
3. Alat tulis
Alat & Bahan 4. Media penyuluhan

BAHAN :
- ATK
1. petugas menyusun jadwal pendataan dan persiapan pendataan
(blangko)
2. petugas mengadakan pendataan sesuai dengan jadwal
Instruksi Kerja
3. petugas melakukan pencatatan hasil wawancara dan observasi dalam
kuesioner/blangko yang dibawa secara cermat
4. hasil pendataan di rekap dan diurutkan permasalahan yang ada
Unit terkait Semua institusi pendidikan yang ada di wilayah kerja Puskesmas
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PKM

SURVEY PHBS TATANAN INTITUSI TEMPAT KERJA


SURVEY PHBS TATANAN INTITUSI TEMPAT KERJA
NO. DOK : NO. REVISI : HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :
MENGETAHUI
DI BUAT OLEH KEPALA PUSKESMAS

TIM SOP dr. Ria Isnaeni


PUSKESMASNGRAMBE NIP. 19701128 200112 2 002

Upaya membudayakan PHBS masyarakat di tempat-tempat kerja untuk


Pengertian mengenali masalah dan tingkat kesehatannya serta mampu mengatasi,
memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya sendiri.
Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku karyawan
/ pekerja di tatanan tempat-tempat kerja.
ALAT :
1. Daftar sasaran
2. Daftar pertanyaan
3. Alat tulis
Alat & Bahan 4. Media penyuluhan

BAHAN :
- ATK
1. petugas menyusun jadwal pendataan dan persiapan pendataan (blangko)
2. petugas mengadakan pendataan sesuai dengan jadwal
Instruksi Kerja 3. petugas melakukan pencatatan hasil wawancara dan observasi dalam
kuesioner/blangko yang dibawa secara cermat
4. hasil pendataan di rekap dan diurutkan permasalahan yang ada
Unit terkait Semua unit kerja
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PKM

SURVEY PHBS TATANAN INTITUSI TEMPAT UMUM


SURVEY PHBS TATANAN INTITUSI TEMPAT UMUM
NO. DOK : NO. REVISI : HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :
MENGETAHUI
DI BUAT OLEH KEPALA PUSKESMAS

TIM SOP dr. Ria Isnaeni


PUSKESMASNGRAMBE NIP. 19701128 200112 2 002

Upaya membudayakan PHBS masyarakat di tempat-tempat umum untuk


Pengertian mengenali masalah dan tingkat kesehatannya serta mampu mengatasi,
memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya sendiri.
Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku
masyarakat/pengelola di tatanan tempat-tempat umum.
ALAT :
1. Daftar sasaran
2. Daftar pertanyaan
3. Alat tulis
Alat & Bahan 4. Media penyuluhan

BAHAN :
-
1. Petugas menyusun jadwal pendataan dan persiapan pendataan (blangko)
2. Petugas mengadakan pendataan sesuai dengan jadwal
Instruksi Kerja
3. Petugas melakukan pencatatan hasil wawancara dan observasi dalam
kuesioner/blangko yang dibawa secara cermat
4. Hasil pendataan di rekap dan diurutkan permasalahan yang ada
Seluruh tempat-tempat umum
Unit terkait
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PKM

PEMBINAAN DAN PENGAMBANGAN POSYANDU


PEMBINAAN DAN PENGAMBANGAN POSYANDU
NO. DOK : NO. REVISI : HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :
MENGETAHUI
DI BUAT OLEH KEPALA PUSKESMAS

TIM SOP dr. Ria Isnaeni


PUSKESMASNGRAMBE NIP. 19701128 200112 2 002

Kegiatan keterpaduan di tingkat desa atau RW diwujudkan dalam bentuk Pos


Pengertian
Pelayanan Terpadu atau lebih dikenal dengan nama Posyandu
1. mempercepat penurunan AKB, anak balita dan angka kelahiran
2. peningkatan pelayanan kesehatan ibu untuk menurunkan IMR
Tujuan 3. mempercepat penerimaan NKKBS
4. meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan
kesehatan dan kegiatan-kegiatan lain yang menunjang kemampuan hidup
sehat
ALAT :
1. Buku Regester
2. Buku bantu Posyandu
3. Media penyuluhan
Alat & Bahan4. Tensimeter, Stetoskop, Metilen dan pengukur LILA

BAHAN :
1. Vaksin, Oralit, Vit A, Tablet FE dan KB
Instruksi 1. Petugas Promkes mempersiapkan tanggal pelaksanaan kegiatan
Kerja sebagaimana yang telah terjadwal
2. Kader melakukan koordinasi dengan Bidan Desa apabila ada perubahan
jadwal
3. Kader mempersiapkan pelaksanaan Posyandu
4. Petugas pembina Posyandu ( Bidan Desa ) mempersiapkan pelaksanaan
5. Sasaran datang langsung ke pendaftaran (Meja I)
Oleh Kader Posyandu, sasaran dicatat nama, umur dan nama Orang tuanya.
Di bagian penimbangan (Meja II)
Oleh Kader sasaran ditimbang dan hasil penimbangannya ditulis di kertas
(kitir).
7. Di bagian pencatatan (Meja III)
Sasaran menyerahkan KMS dan kertas (kitir) yang berisi hasil penimbangan
kepada Kader
Di bagian penyuluhan (Meja IV)
Kader memberikan penyuluhan sesuai masalah.
Di bagian pelayanan (Meja V)
Petugas pembina Posyandu memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan
kebutuhan balita/ bumil/ buteki.
10. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian PMT penyuluhan dan penyuluhan
kelompok oleh Kader Posyandu dan atau Petugas Kesehatan
Selesai pelaksanaan Posyandu, diadakan pertemuan pasca posyandu
12. Bidan Desa mencatat hasil kegiatan program Posyandu dalam buku bantu
posyandu
13. Kader Posyandu merekap hasil kegiatan posyandu di masukan pada blangko
F1, dan dikirim ke petugas Gizi Puskesmas, untuk di rekap dan di analisa
paling lambat waktu pertemuan kader posyandu tingkat kecamatan tiap
akhir bulan.
Bidan Desa
Lintas program
Unit terkait
Kader
Lintas Sektor
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PKM

PROTAP PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN DESA SIAGA


PROTAP PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN DESA SIAGA
NO. DOK : NO. REVISI : HALAMAN :

TANGGAL TERBIT :
MENGETAHUI
DI BUAT OLEH KEPALA PUSKESMAS

TIM SOP dr. Ria Isnaeni


PUSKESMASNGRAMBE NIP. 19701128 200112 2 002

Desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemauan untuk
Pengertian mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan
kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri.
Tujuan Terwujudnya masyarakat desa yang sehat serta peduli dan tanggap terhadap
permasalahan kesehatan di wilayahnya.
ALAT :
1. Buku panduan
2. Buku pegangan kader
Alat & Bahan 3. Media penyuluhan

BAHAN
- ATK
Instruksi Kerja1. Petugas progam promkes mensosialisasikan Desa Siaga kepada lintas program
yang ada di Puskesmas.
2. Petugas program promkes bersama Kepala Puskesmas dan petugas lainnya
mensosialisasikan Desa Siaga kepada lintas sektor.
3. Petugas program promkes dengan Tim mengadakan pelatihan Kader Desa Siaga
(Pembantu Petugas/Bagas )
4. Petugas program Promkes bersama Kepala Desa membentuk Forum Masyarakat
Desa (FMD)
5. Petugas program Promkes bersama tim pembina desa siaga mengadakan
Pelatihan seksi-seksi dengan materi :
5.1 Seksi Kesehatan Ibu anak
Tabulin & dasolin c) Ambulance Desa
b) Donor darah d) Notifikasi (pendataan bumil)
5.2 Seksi Surveilance
Pendataan penyakit menular
Sistem pelaporan
Penanganan serta pencegahan penyakit menular
5.3 Seksi Kesling
Penyehatan Air
Penyehatan makanan minuman
Penyehatan perumahan
Penyehatan pembuangan limbah
Penyehatan pembuangan sampah
5.4 Seksi Gizi
Kadarzi
5.5 Seksi tanggap Bencana
Kesiagaan sebelum bencana
Kesiagaan pada waktu terjadi bencana
Kesiagaan pasca bencana
6. Tim pembina dari Puskesmas bersama FMD mengadakan SMD
7. FMD bersama tim pembina berdasar hasil SMD mengadakan MMD untuk
membahas temuan pada waktu SMD serta membahas tindak lanjut untuk
mengatasi permasalahan yang ditemukan
8. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengadakan SMD guna melihat
perkembangan dari intervensi yaang dilakukan

1. Lintas Program
Unit terkait

2. Lintas Sektor

PENANGANAN PENYAKIT KUSTA


No. Kode : Ditetapkan Oleh
Terbitan : Kepala Puskesmas
No. Revisi :
SOP Tgl. Mulai Berlaku :
Halaman : 1/2
dr. Emar Yolanda
NIP. 19820304 200904 2 005
1. Pengertian Penyakit Kusta Adalah penyakit kronik (menular menahun) yang
disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae yang pertama kli
menyerang susanan saraf tepi, selanjutnya menyerang kulit, mukosa
(mulut), saluran pernafasan bagian atas, sistem retikulo endoterial, mata,
otot, tulang dan testis.
Penderita penyakit kusta menimbulkan gejala yang jelas pada stadium
lanjut dan cukup didiagnosis dengan pemeriksaan fisik tanpa
pemeriksaan bakteriologi.
Ada 3 tanda-tanda utama yang dapat menetapkan diagnosis penyakit
kusta yaitu: (1) lesi (kelainan) kulit yang mati rasa, (2) penebalan saraf
tepi yang disertai gangguan fungsi saraf, dan (3) adanya bakteri tahan
asam di dalam kerokan jaringan kulit.
Pemeriksaan kerokan hanya dilakukan pada kasus yang meragukan
Apabila ditemukan pada seseorang salah satu tanda-tanda utama seperti
di atas maka orang tersebut dinyatakan menderita kusta
Pelayanan pada pasien memerlukan penanganan, perawatan dan
pengawasan tenaga medis dan paramedis

2. Tujuan 1. Terlaksananya pelayanan pasien kusta sesuai SOP


2. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah melakukan penanganan atau
perawatan sehingga pasien mendapat pelayanan sesuai dengan yang
diharapkan
3. kebijakan 1. Pelayanan Terpatu Satu Pintu di Puskesmas

4. Referensi 1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2006) Pedoman


Penanganan Penderita Kusta di Sarana Pelayanan Kesehatan, Dirjen
P2PL
5. Alat dan 1. Alat :
Bahan a. Seperangkat komputer
b. Meja pendaftaran
c. Buku register
d. Kipas angin
e. Kartu pasien
f. Status pasien
g. Family folder
h. Alat tulis
i. Lemari arsip
j. Alat kebersihan
2. Bahan :
Obat paket kusta

6. Langkah-Langkah
a. Pasien datang mendaftarkan diri di loker pendaftaran
b. Anamnase meliputi : Nama, alamat, umur dan keluhan utama
c. Pemeriksaan fisik meliputi : tensi, nadi, suhu POD untuk pasien reaksi
d. Konsul dokter untuk pemberian terapi atau tindakan yang diperlukan
e. Mencatat hasil konsultasi di kartu status pasien
f. Melaksanakan instruksi sesuai advis dokter
g. Melaksanakan tindakan perawatan sesuai dengan kedaan umum pasien
h. Kerjasama dengan unit penunjang (laboratorium, fisioterafi, apotek).
i. Adapun indikasi pasien MRS :
1) Pasien dengan reaksi berat
2) Pasien dengan luka yang memerlukan perawatan khusus
3) Psaien dengan rencana tindakan operasi
4) Pasien kusta dengan komplikasi
7. Hal-hal yang 1. Melaksanakn proses pelayanan sesuai SOP sehingga tidak terjadi
perlu kesalahan dalam penanganan
diperhatikan 2. Mencatat identitas pasien/klien dalam buku register kunjungan harian
3. Meberikan pelayanan dengan baik dan menjunjung tinggi kesopanan
8. Unit terkait 1. Poli umum
2. Laboratorium
3. Petugas apotek puskesmas
4. Rumah sakit rujukan
9. Dokumen 1. Rekam medis
terkait 2. Catatan tindakan
3. Rekam Medis di Rumah Sakit Rujukan
PELAYANAN PASIEN TUBERKULOSIS (TBC)
DI PUSKESMAS PAGESANGAN
No. Kode : Ditetapkan Oleh
Terbitan : Kepala Puskesmas
No. Revisi : Pagesangan
SOP Tgl. Mulai Berlaku :
Halaman : 1/2
dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002
1. Pengertian Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yangdisebabkan oleh
kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman TB
menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya
TB MDR adalah TB yang resisten dengan pengobatan OAT (lini pertama)
Sumber penularan adalah penderita TB basil tahan asam (BTA) positif
Pada waktu batuk atau bersin, penderita menyebarkan kuman ke udara
dalam bentuk droplet (percikan dahak). Droplet yang mengandung kuman
dapat bertahan di udara pada suhu kamar selama beberapa jam. Orang
dapat terinfeksi kalau droplet terhirup ke dalam saluran pernafasan.
2. Tujuan Terlaksananya pelayanan pengobatan penderita TBC dengan baik dan benar
bagi pasien/klien yang akan mendapatkan pelayanan kesehatan.
3. kebijakan Pelayanan Terpatu Satu Pintu di Puskesmas

4. Referensi 1. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 128 tahun 2009 tentang Kebijakan
DasarPuskesmas
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas
3. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis, cetakan ke 6 Departemen
Kesehatan Republik Indonesia (2001), Jakarta
5. Alat dan Bahan 1. Alat :
a. Seperangkat komputer
b. Meja kerja
c. Buku register
d. Kipas angin
e. Kartu pasien
f. Status pasien
g. Family folder
h. Alat tulis
i. Ruang tunggu
j. Lemari obat
k. Tempat tidur pasien
l. Tempat cuci tangan
m. Alat kebersihan
2. Bahan :
Obat paket TB (OAT)\
6. Langkah-Langkah
a. Pasien datang mendaftarkan diri di loker pendaftaran
b. Pasien dipanggil sesuai rekam medis
c. Identifikasi pasien
d. Petugas mempersilahkan pasien duduk
e. Petugas melakukan anamnesa mendalam
f. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, bila perlu
g. Diagnosa :
BTA (+)
BTA (-), Rontgen (+)
TB MDR (TB Resisten dengan OAT lini pertama)
h. Petugas melakukan rujukan lintas program (di puskesmas) bila diperlukan
i. Petugas memberikan KIE (Konseling, Informasi, dan Edukasi) kepada pasien
j. Petugas memberikan pengobatan sesuai kategori
k. Petugas mempersilahkan pasien pulang setelah pelayanan selesai
7. Hal-hal yang 1. Mengecek/mencocokkan kartu identitas pasien/klien, meliputi : nama,
perlu tempat tanggal lahir, jenis kelamin, umur;dengan folder KRJ yang
diperhatikan bersangkutan
2. Mencatat identitas pasien/klien dalam buku register kunjungan harian
3. Memberikan pelayanan dengan baik dan menjunjung tinggi kesopanan
8. Unit terkait 1. Poli umum
2. Laboratorium
3. Petugas apotek puskesmas
9. Dokumen 1. Rekam medis
terkait 2. Catatan tindakan
ALUR DIAGNOSIS TUBERKULOSIS PADA
ORANG DEWASA
TERSANGAKA TB
(SUSPECT)

LOKET PENDAFTARAN

PERIKSA DAHAK SEWAKTU, PAGI, SEWAKTU (SPS)

Hasil BTA +++++ Hasil BTA +-- Hasil BTA ---

Periksa Rontgen Dada Beri Antibiotik Spktrum Selama 1-2


Luas Minggu

Hasil Mendukung Hasil Tidak Tidak ada Ada Perbaikan


TB Mendukung TB Perbaikan

Ulangi Periksa Dahak SPS

Hasil BTA + + + Hasil BTA - - -


++- +--
Penderita TB BTA Positif

Periksa Rontgen Dada

Hasil Mendukung TB Hasil Rontgen Negatif

TB BTA Negatif Bukan TB,


Rontgen Positif Penyakit Lain
ALUR PELAYANAN PENDERITA SUSPECT TB
PARU

MULAI

LOKET PENDAFTARAN

BP/POLI

HASIL LABORATORIUM BTA


(-)

BTA (+) BP/POLI

PENGOBATAN
PROGRAM

SELESAI