Anda di halaman 1dari 2

Pertanyaan :

1. Uraikan secara singkat batasan pengendalian bahaya yang


termaksud HACCP dalam GMP dan SSOP dalam alur proses
pengolahan pangan
2. Jelaskan ciri-ciri ikan dan tahu yang ditambahkan formalin
3. Jelaskan ciri dan fungsi dari senyawa formalin dan borax
4. Apakah pewarna textile, formalin dan borax yang
ditambahkan pada bahan pangan termaksud bahan
tambahan pangan? Jelaskan!
5. Jelaskan kondisi kerawanan makanan jajanan dan upaya
keamanan pangan yang dapat di lakukan

Jawaban :

1. M
2. Ciri-ciri ikan yang berformalin :
Penampakan luar bersih dan cemerlang
Tekstur daging padat dan kaku
Mata ikan merah dan insang pucat
Sedikit lendir
Bau amis (spesifik ikan) berkurang dan ada seperti bau
kaporit
Lalat kurang / tidak mau hinggap

Ciri-ciri tahu yang berformalin

Tahu yang bentuknya sangat bagus, kenyaal, tidak


mudah hancur, awet beberapa hari dan tidak mudah
busuk.
3. Ciri-Ciri Formalin
Larutan/Cairan tidak berwarna , berbau tajam/ menusuk,
mengandung 37% larutan formaldehid, tergolong
Karsinogenik, nama lain dari formalin yaitu Formol, morbicid,
methylene oxide, formic aldehyde, karsan, paraforin.
Fungsi Formalin
Antiseptik (membunuh bakteri/ kuman)
Medis (untuk mensterilkan peralatan operasi dan pengawet
mayat)
Industri (cermin, urea, zat pewarna, kertas, perekat pada
kayu)
Konsentrasi rendah < 1% untuk pengawet barang-barang
terutama sabun cuci, shampoo mobil dan pembersih kapal

Ciri-Ciri Borax
Senyawa berbentuk kristal, berwarna putih, tidak berbau dan
larut dalam air Nama lain dari borax sodium borax, borax
decahydrate, tetraborate decahydrate
Fungsi
Antiseptik (membunuh bakteri, jamur dan kecoa)
Industri (pembuatan gelas, gabus, mematri logam)
Farmasi (salep, pembersih)

4. Pewarna textile, formalin dan borax termasuk bahan


tambahan pangan sintetik atau buatan karna termasuk
golongan pewarna dan pengawet yang biasa dipakai oleh
produsen makanan dalam proses produksi secara ilegal dan
sifatnya berbahaya bagi kesehatan apabila konsentrasinya
berlebihan.
5. Kondisi rawan makanan jajanan ada banyak diantaranya
benda asing seperti rambut, kuku, serangga mati, batu atau
kerikil,
potongan kayu, dan lain sebagainya bisa masuk kedalam
makanan apabila makanan dijual di tempat terbuka dan tidak
disimpan dalam wadah tertutup. Contoh kecilnya pada
jajanan es, biasanya pada pembuatannya kita meragukan
apakah air yang digunaka dimasak terlebih dahulu.

Upaya keamanan pangaan yang dapat dilakukan adalah


dengan menggunakan bahan bahan yang aman dan alat yang
baik terhadap sanitasi makanan selama proses pembuatan.