Anda di halaman 1dari 3

protein yang dapat dihasilkan seperti protein struktural yang digunakan sebagai penyusun

membran sel dan protein fungsional (misalnya enzim) yang digunakan sebagai biokatalisator
untuk berbagai proses sintesis dalam sel.

Protein bisa dibagi dua menjadi kategori protein struktur dan non-struktur. Protein struktur
adalah protein yang turut membentuk struktur tubuh kita, smenetara protein non-struktur atau
protein fungsional ini adlah protein yang bekerja dalam sel, mempunyai fungsi tertentu dan
mayoritas berada dalam bentuk enzim (hormone juga).

http://utamieka.wordpress.com/2010/02/23/protein/

Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel mkahluk hidup dan virus. Protein
memiliki berbagai fungsi seperti :

1. Protein merupakan enzim atau subunit enzim , missal ribonuklease , tripsin.

1. Protein berperan dalam fungsi structural atau mekanis , missal protein yang
membentuk batang dan sendi ketoskerlileton.

2. Protein juga terlibat dalam system kekebalan (imun) sebagai antibody missal
Trombin.

3. Protein sebagai system pengendali dalam bentuk hormone , missal


insulin,hormone tumbuh atau auksin

4. Protein sebagai komponen penyimpan atau nutrient,missal


kasein(susu),ovalgumin(telur),gliadin(gandum) dan transportasi hara tumbuhan.

5. Protein sebagai salah satu sumber gizi dan berperan sebagai sumber asam amino
bagi organism yang tidak dapat membentuk asam amino sendiri .

6. Pada organisme lain protein memiliki fungsi lain seperti monelin , pada suatu
tanaman yang memiliki rasa manis.

Protein mempunyai peranan penting dalam organisasi struktural dan fungsional dari sel. Protein
struktural menghasilkan beberapa komponen sel dan beberapa bagian diluar sel seperti
kutikula,serabut dan sebagainya. Protein fungsional (enzim dan hormon) mengawasi hamper
semua kegiatan metabolisme , biosintesis, pertumbuhan, pernapasan dan perkembangbiakan dari
sel. Namun demikian sebuah sel tidak mungkin membuat protein yang dibutuhkan oleh individu
yang bersel banyak

Protein Struktural
Terdapat dalam sel terutama dalam bentuk filamen panjang yang merupakan polimer dari banyak
unit molekul protein. Salah satu kegunaan filamen intrasel tersebut yang terpenting adalah untuk
membentuk mikrotubulus yang merupakan sitoskeleton organel sel seperti silia, akson saraf,
gelendong mitosis pada sel yang sedang bermitosis dan sebuah massa tubulus berfilamen tipis
dengan pola yang tidak teratur dan menahan bagian-bagian dari sitoplasma dan nukleoplasama
agar tetap berada di konpartemen keduanya masing-masing. Di ruang ekstrasel, struktur protein
yang berfibril terutama dijumpai pada serat kolagen dan elastin jaringan ikat padat, dinding
pembuluh darah, tendon, ligamentum, dan sebagainya.

Protein Fungsional

Sedangkan protein jenis ini berbeda sepenuhnya, biasanya terdiri dari kombinasi beberapa
molekul dalam tubulus-globulus. Struktur protein jenis ini terutama merupakan enzim sel dan
tidak seperti protein berfibril. Protein fungsional sering berpindah-pindah dalam cairan sel.
Banyak juga yang melekat pada bentukan bermembran dalam sel. Enzim berhubungan langsung
dengan zat lain dalam cairan sel dan dengan demikian, membantu terjadinya reaksi-reaksi kimia
intrasel yang spesifik.Contoh dari reaksi yang dimaksud adalah seperti reaksi kimia yang
memecah glukosa menjadi komponen penyusunnnya dan kemudian menggabungkan komponen
tersebut dengan oksigen untuk membentuk karbondioksida dan air, yang secara bersamaan
menghasilkan energi yang diperlukan untuk fungsi sel, semuanya diperantari oleh serangkaian
enzim.

http://www.kesehatan123.com/3160/jenis-dan-struktur-protein/

Protein struktural, jenis protein ini berperan untuk menyangga atau membangun struktur biologi
makhluk hidup. Misalnya kolagen adalah protein utama dalam urat dan tulang rawan yang
memiliki kekuatan dan liat. Persendian mengandung protein elastin yang dapat meregang dalam
dua arah. Jenis lain adalah kuku, rambut dan bulu-buluan merupakan protein keratin yang liat
dan tidak larut dalam air.

Beberapa jenis protein fungsional seperti enzim dan hormon yang telah terdenaturasi akan
kehilangan sifat dalam biokatalisisnya. Hal ini menyebabkan terhambatnya beberapa jenis reaksi
biokimia yang dikatalisis oleh enzim atau hormon yang bersangkutan.

Apabila berada pada kondisi yang sesuai, protein yang telah terdenaturasi akan dapat mengalami
renaturasi atau penyusunan kembali struktur protein yang meliputi struktur sekunder, tersier dan
kuartenernya.

Peristiwa denaturasi protein dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari hari, seperti saat kita
memanaskan putih telur, sterilisasi peralatan gelas dengan autoclave, dan sebagainya

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/biomolekul/peptida-sebagai-rantai-
protein/
Protein berfungsi sebagai komponen struktural dan fungsional. Fungsi struktural berhubungan
dengan fungsi pembangun tubuh dan pengganti sel-sel yang rusak. Fungsi fungsional berkaitan
dengan fungsinya sebagai komponen proses-proses biokimia sel seperti hormon dan enzim.
Selama proses pencernaan, protein akan diubah menjadi pepton dengan bantuan enzim pepsin di
dalam lambung. Kemudian, pepton akan diubah menjadi asam amino dengan bantuan enzim
tripsin di dalam usus halus. Asam amino inilah yang akan diserap oleh tubuh. Sama seperti
karbohidrat, setiap 1 gram protein dapat menghasilkan energi sebesar 17 kilojoule. Kekurangan
protein dapat menyebabkan busung lapar.

http://www.zakapedia.com/2013/04/fungsi-protein-karbohidrat-vitamin-dan.html

Protein-protein struktural antara lainmembentuk membentuk kerangka sel atau sitoskelet. Selain
itu protein struktural dijumpai pulasebagai penyusun kolagen pada kulit, rawan dan tulang,
keratin pada kuku, rambut dansebagainya.Protein fungsional merupakan protein yang terlibat
langsung dalam metabolismesel, mudah terurai dan terakit kembali. Protein mencakup enzim-
enzim yang merupakankatalisator pada proses metabolisme, hormon, hemoglobin dan
sebagainya (Issoegianti,1993).Lemak Lipid atau lemak meruapan satu molekul biologis yang
besar. Kelompok lipid memilikiciri yang penting yaitu tidak memiliki atau sangat kecil
afinistasnya terhadap air. Ciri ini ilahyang sering diistilahkan dengan sifat hidrofobik. asam
lemak, lemak netral, fosfolipid, glikolipid,terpen dan steroid

http://www.slideshare.net/NidaRahmah/bahan-penyusun-sel