Anda di halaman 1dari 33

PEMERINTAH KABUPATEN BINTAN

KERANGKA ACUAN KERJA


TERM OF REFERENCE (TOR)

PROGRAM : PERENCANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR


DAN SDA
KEGIATAN : PENYUSUNAN DAYA DUKUNGAN DAN TAMPUNG
LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS JASA EKOSISTEM
PAKET PEKERJAAN : PENYUSUNAN DAYA DUKUNGAN DAN
DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS
JASA EKOSISTEM
PAGU ANGGARAN : Rp. 350.000.000
HPS : Rp. 349.998.000
JENIS KONTRAK : KONTRAK PERSENTASE, TAHUN TUNGGAL,
PENGADAAN TUNGGAL DAN PEKERJAAN
TUNGGAL

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN


DAERAH
PEMERINTAH KABUPATEN BINTAN
TAHUN ANGGARAN 2017

BAB IV. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Uraian Pendahuluan1

1.Latar Belakang Peningkatan jumlah penduduk


berdampak kepada peningkatan laju
pembangunan diberbagai sektor dalam
rangka untuk memenuhi kebutuhan
makhluk hidup. Hal ini mengakibatkan
kondisi lingkungan hidup di sejumlah
kawasan di Kabupaten Bintan saat ini
diindikasikan mengalami penurunan
kualitas yang diakibatkan dari
pemanfaatan sumberdaya alam yang
semakin meningkat dari berbagai kegiatan
manusia, termasuk pemanfaatan ruang
bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup
lainnya. Sementara itu, laju pertumbuhan
penduduk akan mengikuti hidup yang
memiliki keterbatasan.
Sebagai ilustrasi, sumber daya lahan,
kemampuan lahan sangat berperan
penting dalam menopang kehidupan
manusia dan mahluk hidup lainnya.
Dengan peningkatan jumlah penduduk,
maka ketersediaan sumber daya lahan dan
kemampuan lahan semakin terbatas
dikarenakan semakin tingginya jumlah
kebutuhan makhluk hidup dibandingkan
ketersediaan sumberdaya lahan yang ada.
Selain itu, kualitas dan kondisi lahan yang
semakin menurun akibat dari kegiatan
manusia yang tidak memperhatikan deret

1
ukur dan berbanding terbalik dengan
ketersediaan sumberdaya alam dan aspek
keberlanjutan lingkungan dari fungsi
lingkungan hidup, sehingga memperburuk
kualitas lingkungan. Adapun hal lain yang
menyebabkan penurunan kualitas
lingkungan adalah terjadinya
ketidaksesuaian penggunaan lahan yang
antaranya ditunjukkan dengan banyaknya
lahan kritis.
Sedangkan untuk sumber daya air
memiliki tren yang sama, yaitu semakin
menurun baik kualitas maupun
ketersediaannya pada air permukaan
maupun pada air tanah. Hal ini terjadi
karena pengelolaan sumberdaya air yang
tidak memperhatikan daya dukung dan
daya tampung lingkungan baik di hulu
maupun di hilir, serta peningkatan
pembangunan di sektor perindustrian yang
merambah dari hulu ke hilir. Sebagai
ilustrasi, kota-kota besar saat ini
mengalami krisis air, dimana ketersediaan
air yang ada tidak dapat memenuhi
kebutuhan jumlah penduduk yang tinggal
disuatu kota. Selain itu kualitas air yang
buruk, mengakibatkan dibutuhkannya
teknologi untuk mengolah air menjadi
layak konsumsi. Oleh karena itu
dibutuhkan upaya yang optimal untuk
pengelolaan sumberdaya air, sehingga
ketersediaan dan kualitasnya dapat selalu
terjaga.
Peningkatan dan penyebaran jumlah
penduduk saat ini ke arah perkotaan,
dimana banyak perpindahan penduduk
dari desa ke kota dengan tujuan untuk
mendapatkan tingkat kehidupan yang lebih
baik mengakibatkan terganggunya
kenyamanan di wilayah perkotaan. Selain
itu, pertumbuhan sektor industri di suatu
wilayah juga dapat mengganggu
keseimbangan ekosistem, yaitu
meningkatnya tingkat pencemaran akibat
emisi udara maupun limbah yang
dikeluarkan dari kegiatan pabrik,
berkurangnya ketersediaan sumber daya
alam dari sektor kehutanan, pertanian,
perikanan, mineral, kenaekaragaman
hayati dikarenakan ketersediaan lahan
semakin terbatas. Oleh karena itu kondisi
lingkungan yang baik, dalam hal ini daya
dukung lingkungan dapat menunjang
semua kegiatan manusia menjadi sangat
penting untuk diperhatikan, agar dapat
memenuhi semua kebutuhan manusia dan
makhluk hidup lainnya, tanpa
menimbulkan dampak negatif terhadap
lingkungan hidup.
Berdasarkan uraian tersebut di atas,
ada keterbatasan sumber daya alam serta
potensi penurunannya baik secara
kuantitas maupun kualitas, maka
pemanfaatan sumber daya alam harus
dilakukan secara bijaksana, yaitu
memperhatikan kemampuan daya dukung
dan daya tampung lingkungan hidup. Perlu
diperhatikan pula hubungan antar wilayah,
untuk kebutuhan yang tidak dapat
dipenuhi oleh suatu wilayah tertentu,
sehingga dapat dipenuhi dengan
penyediaan dari wilayah lainnya (prinsip
ekspor-impor). Hal lain yang menjadi
tantangan dalam pengelolaan sumber daya
alam dan lingkungan hidup adalah
mempertahankan keseimbangan antara
pemenuhan kebutuhan manusia dalam
jangka pendek dengan keberlanjutan
pemanfaatannya untuk menunjang
kehidupan yang keberlanjutan dalam
pembangunan serta memperhatikan
kesejahteraan sosial, ekonomi dan
kelestarian fungsi lingkungan hidup hingga
masa yang akan datang. Oleh karena itu
kemampuan lingkungan hidup untuk
mendukung perikehidupan manusia,
makhluk hidup lainnya dan keseimbangan
antar keduanya (daya dukung lingkungan
hidup) serta kemampuan lingkungan hidup
untuk menyerap zat, energi dan/atau
komponen lain yang masuk atau
dimasukan ke dalamnya (daya tampung
lingkungan hidup) penting untuk diketahui,
dipahami dan dijadikan dasar dalam
perencanaan pemanfaatan sumber daya
alam, perencanaan pembangunan dan
perencanaan pemanfaatan ruang.
Penentuan daya dukung lingkungan
hidup sebagai dasar pertimbangan dalam
pembangunan dan pengembangan suatu
wilayah telah diamanatkan sejak
ditetapkannya Undang-undang Nomor 4
Tahun 1984 tentang Ketentuan-ketentuan
Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang
kemudian disempurnakan menjadi Undang-
undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang
Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan kini
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009
tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
Peraturan perundang-undangan
Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan
Ruang, telah mengamanatkan bahwa
alokasi pemanfaatan ruang harus
didasarkan pada daya dukung dan daya
tampung lingkungan. Hal ini ditegaskan
lagi dalam undang-undang penataan ruang
yang baru, yaitu Undang-undang Nomor 26
Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
dalam Pasal 19, 22, 25 dan 28
diamanatkan bahwa rencana tata ruang
wilayah nasional, provinsi dan
kabupaten/kota harus disusun dengan
memperhatikan daya dukung dan daya
tampung lingkungan hidup. Selain itu, pada
Pasal 34 ayat (4) dinyatakan bahwa
pemanfaatan ruang wilayah nasional,
provinsi dan kabupaten/kota dilaksanakan
sesuai dengan standar pelayanan minimal
bidang penataan ruang, standar kualitas
lingkungan serta daya dukung dan daya
tampung lingkungan hidup. Pada
penjelasan Pasal 25 disebutkan bahwa
daya dukung lingkungan hidup wilayah
kabupaten/kota diatur berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang
penyusunannya dikoordinasikan oleh
menteri yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan dalam bidang lingkungan
hidup.
Berdasarkan uraian tersebut di atas,
terlihat bahwa ada batasan-batasan yang
harus diperhatikan dalam penyusunan
daya dukung lingkungan hidup disuatu
wilayah, seperti keragaman atau
perbedaan karakter serta fungsi ekologis
dari masing-masing wilayah, sebaran
jumlah penduduk dan potensi sumber daya
alam dimasing-masing wilayah. Sehingga
diharapkan daya dukung dan daya
tampung lingkungan hidup di suatu suatu
wilayah akan menggambarkan kondisi
eksistingnya. Selain itu, besarnya amanat
peraturan perundang-undangan terhadap
penetapan daya dukung dan daya
tampung lingkungan hidup dalam
pembangunan wilayah, maka diperlukan
pedoman tentang penentuan daya dukung
lingkungan hidup yang akan menjadi acuan
dalam perencanaan pemanfaatan sumber
daya alam, perencanaan pembangunan
maupun perencanaan pemanfaatan ruang,
termasuk perencanaan kerjasama antar
wilayah dengan memperhatikan aspek
jumlah penduduk dan karakteristik wilayah.
Lebih jauh dalam Undang-undang Nomor
32 Tahun 2009, Pasal 12 ayat (4)
menetapkan bahwa tata cara penetapan
daya dukung dan daya tampung
lingkungan hidup diatur dalam peraturan
pemerintah.

2. Maksud dan Maksud kegiatan ini adalah untuk


Tujuan memberikan informasi dan gambaran
yang jelas dan akurat mengenai daya
dukung dan daya tampung lingkungan
hidup berbasis jasa ekosistem di
Kabupaten Bintan.
Tujuan dari kajian ini adalah untuk
menyusun dokumen Daya Dukung dan
Daya Tampung Lingkungan Hidup Berbasis
Jasa Ekosistem.
Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil
kajian ini, dapat diuraikan seperti berikut:
1 Sebagai pedoman bagi setiap Pemerintah Daerah
Kabupaten Bintan dalam rangka perlindungan
dan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan
hidup, serta perumusan kebijakan program
Pembangunan Daerah berbasis daya dukung
dan daya tampung lingkungan hidup,
dengan mempertimbangkan persebaran potensi dan
sumberdaya alam secara menyeluruh dan
berkelanjutan (keseimbangan fungsi ekologi
ekosistem dan peningkatan nilai ekonomi
kesejahteraan); dan
2 Sesuai yang diamanatkan dalam UUPPLH Nomor
32 tahun 2009, bahwa analisis daya dukung dan
daya tampung lingkungan dijadikan dasar
bagi proses perencanaan dan
pengambilan keputusan pembangunan
seperti penyusunan RPPLH, dan
penyusunan/evaluasi Rencana Pembangunan
Jangka Panjang (RPJP) maupun Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) bagi
Pemerintah Kabupaten Bintan.

3. Sasaran Sasaran yang hendak dicapai dalam


kajian penyusunan Daya Dukung dan Daya
Tampung Lingkungan Hidup Berbasis Jasa
Ekositem adalah Indeks dan Peta Daya
Dukung dan Daya Tampung Lingkungan
Hidup serta contoh terapan dari indeks
Daya Dukung dan Daya Tampung
Lingkungan Hidup Berbasis Jasa Ekosistem
yang dihasilkan.

4. Lokasi Kabupaten Bintan


Pekerjaan
5. Sumber Pekerjaan ini dibiayai dari sumber
Pendanaan pendanaan: Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bintan
Tahun Anggaran 2017

6. Nama dan Nama Pejabat Pembuat Komitmen:


Organisasi WAN AFFANDI, S.T.
Pejabat
Pembuat Satuan Kerja: Badan Perencanaan,
Komitmen Penelitian dan Pengembangan Daerah
Kabupaten Bintan

Data Penunjang2

7.Data Dasar Data dasar yang tersedia di Kabupaten


Bintan antara lain :
a) Data RTRW Kabupaten Bintan 2011-
2031
b) Data Rencana Strategis, RPJPD, RPJMD

8. Standar -
Teknis
9. Studi-Studi a. Rencana Tata Ruang Wilayah
Terdahulu Kabupaten Bintan Tahun 2011-2031;
b. RPJMD Kabupaten Bintan
c. RPJPD Kabupaten Bintan
d. KLHS RPJMD Kabupaten Bintan

10. Referensi Dasar hukum formal untuk mendukung


Hukum program kajian DDDTLH ini, meliputi:
a) Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun
2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup;
b) Undang-Undang RI Nomor 52 Tahun
2009 tentang Kependudukan;
c) Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun
2007 tentang Kebencanaan;
d) Undang-Undang RI Nomor 26 Tahun
2007 tentang Penataan Ruang;
e) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun
2014 tentang Pemerintahan Daerah;
f) Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun
1999 tentang Kehutanan;

2
g) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun
1990 tentang Konservasi Sumberdaya
Alam Hayati dan Ekosistemnya;
h) Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 16 tahun 2015 tentang
Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan;
i) Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun
2008 tentang Tata Ruang Nasional;
j) Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun
2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air
dan Pengendalian Pencemaran Air;
k) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
1999 tentang Pengendalian
Pencemaran dan/atau Perusakan Laut;
l) Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun
1999 tentang Pengendalian
Pencemaran Udara;
m) Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun
1990 tentang Pengelolaan Kawasan
Lindung;
n) Keputusan Menteri Lingkungan Hidup
Nomor 45/MENLH/11/1996 tentang
Program Pantai Bersih;
o) Peraturan Menteri Lingkungan Hidup
Nomor 18 tahun 2012 tentang
Perubahan Atas Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup Nomor 16 tahun
2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja
KLHPP 26 tahun 2007 tentang RTRW.

Ruang Lingkup

11. Lingkup Identifikasi daya dukung dan daya


Pekerjaan tampung lingkungan hidup diukur dengan
pendekatan jasa ekosistem (ecosystem
services) sebagaimana yang dilakukan
dalam Millenium Ecosystem Assessment
United Nation. Diasumsikan, semakin
tinggi jasa ekosistem semakin tinggi
kemampuan daya dukung dan daya
tampung lingkungan. Jasa ekosistem pada
habitat bumi ditentukan oleh keberadaan
faktor endogen dan dinamika faktor
eksogen yang dicerminkan dengan dua
komponen yaitu kondisi ekoregion dan
penutup lahan (landcover/ landuse)
sebagai penaksir atau proxy. Oleh karena
itu diperlukan proses transformasi data
dari ekoregion dan penutup lahan menjadi
nilai jasa ekosistem. Oleh karena itu ruang
lingkup kajian ini adalah Kajian Daya
Dukung dan Daya Tampung Lingkungan
Hidup serta Jasa Ekositem dengan batasan
definisi sebagai berikut: Daya Dukung
Lingkungan Hidup adalah kemampuan
lingkungan hidup untuk mendukung
perikehidupan manusia, makhluk hidup
lain, dan keseimbangan antarkeduanya.
a. Daya Tampung Lingkungan Hidup
adalah kemampuan lingkungan hidup
untuk menyerap zat, energi, dan/ atau
komponen lain yang masuk atau
dimasukkan ke dalamnya.
b. Ekoregion adalah wilayah geografis
yang memiliki kesamaan ciri iklim,
tanah, air, flora, dan fauna asli, serta
pola interaksi manusia dengan alam
yang menggambarkan integritas sistem
alam dan lingkungan hidup.
Penetapan batas ekoregion dengan
mempertimbangkan kesamaan bentang
alam, Daerah Aliran Sungai,
Keanekaragaman Hayati dan sosial
budaya (UU 32 Tahun 2009). Dalam
operasionalisasinya penetapan
ekoregion menggunakan pendekatan
bentangan lahan (landscape) dengan
mengikuti sistem klasifikasi yang
digunakan Verstappen. Selanjutnya
jenis-jenis bentanglahan (landscape)
akan dijadikan salah satu komponen
penaksir atau proxy jasa ekosistem
(landscape based proxy)
c. Penutup Lahan adalah tutupan biofisik
pada permukaan bumi yang dapat
diamati, merupakan suatu hasil
pengaturan, aktivitas, dan perlakukan
manusia yang dilakukan pada jenis
penutup lahan tertentu untuk
melakukan kegiatan produksi,
perubahan, ataupun perawatan pada
penutup lahan tersebut. Dalam
operasionalisasinya, digunakan sistem
klasifikasi penutup lahan dari SNI 7645-
1:2014, dimana jenis-jenis penutup
lahan tersebut dijadikan salah satu
komponen penaksir atau proxy jasa
ekosistem (landcover/ landused based
proxy)
d. Jasa Ekosistem adalah manfaat yang
diperoleh oleh manusia dari berbagai
sumberdaya dan proses alam yang
secara bersama-sama diberikan oleh
suatu ekosistem yang dikelompokkan ke
dalam empat macam manfaat yaitu
manfaat penyediaan (provisioning),
produksi pangan dan air; manfaat
pengaturan (regulating) pengendalian
iklim dan penyakit; manfaat pendukung
(supporting, seperti siklus nutrien dan
polinasi tumbuhan; serta manfaat
kultural (cultural), spiritual dan
rekreasional. Sistem klasifikasi jasa
ekosistem tersebut menggunakan
standar dari Millenium Ecosystem
Assessment (2005).

1) Kegiatan Persiapan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap
persiapan, meliputi:
a. kajian awal data sekunder, mencakup
review RTRW kabupaten sebelumnya
dan kajian kebijakan terkait lainnya;
b. persiapan teknis pelaksanaan yang
meliputi:
1) penyimpulan data awal;
2) penyiapan metodologi pendekatan
pelaksanaan pekerjaan;
3) penyiapan rencana kerja rinci; dan
4) penyiapan perangkat survei
(checklist data yang dibutuhkan,
panduan wawancara, kuesioner,
panduan observasi dan
dokumentasi, dan lain-lain), serta
mobilisasi peralatan dan personil
yang dibutuhkan.

2) Pengumpulan Data
Untuk keperluan pengenalan
karakteristik tata ruang wilayah dan
penyusunan rencana tata ruang,
dilakukan pengumpulan data primer dan
data sekunder.
Pengumpulan data primer dapat
meliputi:
a. penjaringan aspirasi masyarakat yang
dapat dilaksanakan melalui
b. penyebaran angket, temu wicara,
wawancara orang per-orang, dan lain
sebagainya; dan
c. pengenalan kondisi fisik dan sosial
ekonomi wilayah secara langsung
melalui kunjungan ke semua bagian
wilayah kabupaten.
Data sekunder yang harus
dikumpulkan ke instansi terkait.

3) Pengolahan Data
Secara umum, pengolahan
data/pendekatan yang akan digunakan
dalam penyusunan daya dukung dan daya
tampung di Kabupaten Bintan adalah
pendekatan jasa ekosistem (ecosystem
services). Jasa ekosistem adalah manfaat
yang diperoleh manusia dari suatu
eksosistem. Manfaat ini termasuk jasa
penyediaan, seperti pangan dan air; jasa
pengaturan seperti pengaturan terhadap
banjir, kekeringan, degradasi lahan dan
penyakit; jasa pendukung seperti
pembentukan tanah dan silkus hara; serta
jasa kultural seperti rekreasi, spiritual,
keagamaan dan manfaat nonmaterial
lainnya.
Penyusunan Daya Dukung dan Daya
Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH)
Berbasis Jasa Ekosistem dapat dilakukan
menggunakan metode Participatory
Approaches and Expert Opinion.
Metode ini merupakan metode
pengumpulan informasi yang dilakukan
oleh kelompok pemangku kepentingan
(stakeholder), pakar ilmiah atau lokakarya.
Kajian penyusunan DDDTLH Berbasis Jasa
Ekosistem di Kabupaten Bintan dilakukan
berdasrkan expert opinion oleh pakar
ilmiah dengan instrumen kuesioner peran
ekoregion dan landcover terhadap jasa
ekosistem yang selanjutnya hasil skoring
pakar disusun kedalam matrik
pairwisecomparison.
Penggunaan matriks pairwise
comparison (matriks perbandingan
berpasangan) yang merupakan matriks
dari metode Analytic Hierarchy Process
(AHP) dimaksudkan untuk untuk
menghasilkan bobot relatif antar kriteria
maupun alternatif. Suatu kriteria akan
dibandingkan dengan kriteria lainnya
dalam hal seberapa penting terhadap
pencapaian tujuan di atasnya (Saaty,
1986). Penyusunan Daya Dukung dan Daya
Tampung Lingkungan Hidup Berbasis Jasa
Ekosistem terdiri dari tiga tahap yakni:
(a) Melakukan skoring kuesioner
DDDTLH berbasis jasa ekosistem;
Skoring kuesioner penyusunan DDDTLH
berbasis jasa ekosistem dilakukan oleh
pakar ilmiah. Kuesioner disusun
melingkupi peran ekoregion dan
landcover terhadap jasa ekosistem.
Satuan ekoregion yang dijadikan
komponen penaksir atau proxy pada
kuesioner jasa ekosistem adalah satuan
ekoregion dengan pendekatan
bentanglahan (landscape) yang
mengikuti sistem klasifikasi yang
digunakan Verstappen. Sedangkan
klasifikasi landcover yang digunakan
sebagai komponen penaksir atau proxy
adalah sistem klasifikasi penutup lahan
dari SNI 7645-1:2014.
(b) Menghitung rating/Indeks Jasa
Ekosistem
Proses menghitung rating/ Indeks Jasa
Ekosistem dilakukan melalui beberapa
tahap seperti berikut ini.
1. Menyusun matriks pairwise
comparison
Data hasil skoring peran landcover
dan ekoregion terhadap jasa
eksositem yang dilakukan oleh
masing masing pakar (expert)
disusun kedalam matriks pairwise
comparison.
2. Normalisasi matriks pairwise
comparison
Data skor pakar yang telah
ditransformasikan kedalam matriks
pairwise comparison kemudian
dinormalisasikan agar nilai sebaran
data yang ada terdistribusi secara
normal.
3. Menghitung Koefisien Matriks
Pairwise Comparison
Koefisien Matriks Pairwise
Comparison adalah nilai koefisien
yang didapatkan dari hasil
penjumlahan seluruh kolom matrik
pairwise comparison hasil
normalisasi. Didalam proses
penyusunan DDDTLH, terdapat
Pairwisebasis landcover dan
koefisien Matriks Pairwise basis
ekoregion.
(c) Sintesis dan scaling nilai
Koefisien Jasa Ekosistem (KJE)
Nilai koefisien jasa ekosistem (KJE)
diperoleh dari menyintesis nilai
Koefisien Matrik Pairwise ekoregion
(KMPec) dan Koefisien Matrik Pairwise
landcover (KMPlc). Proses sintesis ini
dilakukan dengan menggunakan
formulasi perkalian sebagai berikut:
KJE = KMPecKMPlc
Selanjutnya nilai KJE yang diperoleh
dari proses perkalian di atas dilakukan
proses scaling yang bertujuan agar
nilai KJE ini memiliki rentang nol (0)
hingga satu (1). Proses scalling
KJEdilakukan melalui persamaaan
sebagai berikut:
2 KMPecKMPlc
maks 2 KMPecKMPlc
Keterangan:
KMPec : koefisien berdasarkan
ekoregion
KMPlc : koefisien berdasarkan
landcover
maks 2 KMPecKMPlc : Nilai maksimal
dari hasil sintesis
KJE
(d) Indeks Jasa Ekosistem (IJE)
Nilai Indeks Jasa Ekosistem (IJE)
didapatkan dari hasi perkalian antara
nilai Koefisien Jasa Ekosistem dan unit
polygon pada peta kemudian dibagi
unit analisis. Dalam kajian penyusunan
daya dukung dan daya tampung
lingkungan hidup ini yang menjadi unit
analisis adalah satuan ekoregion.

12. Keluaran3 1. Menyusun peta Daya Dukung


Lingkungan Hidup (DDLH) Berbasis Jasa
Ekosistem Ekoregion Kabupaten Bintan
2. Menganalisis peta Daya Dukung
Lingkungan Hidup Berbasis Jasa
Ekosistem dengan unit satuan ekoregion
dan administratif
3. Menyusun Basis data Spasial Daya
Dukung Lingkungan Hidup Berbasis Jasa
Ekosistem dalam bentuk Album Peta.

13.Peralatan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)


Material, menyediakan data berupa data-data
3
Personil dan pendukung yang dapat dipergunakan
Fasilitas dari sebagai sumber informasi dalam
Pejabat penyusunan kajian ini. Selain itu, PPK juga
Pembuat menyediakan tim teknis pelaksanaan
Komitmen penyusunan kajian ini guna mengevaluasi
dan memberikan masukan akan hasil
kajian yang disampaikan oleh konsultan
pelaksana.

14. Peralatan Seluruh peralatan dan material lainnya


dan Material yang tidak dibiayai dalam Rencana
dari Penyedia Anggaran Biaya (RAB) wajib disediakan
Jasa sendiri oleh Konsultan Pelaksana.
Konsultansi

15. Lingkup Kewenangan penyedia jasa yaitu


Kewenangan mengumpulkan data, mengolah data,
Penyedia menganalisis data, menyiapkan laporan
Jasa daya dukung dan daya tampung di
Kabupaten Bintan.

16. Jangka Waktu Pekerjaan ini dilaksanakan selama 180


Penyelesaian (seratus delapan puluh) Hari Kalender atau
Pekerjaan 6 Bulan Kalender

17. Personil Posisi Kualifikasi Jumlah


Orang
Bulan4
Tenaga Ahli:
Ahli S2 1 Org/6 Bln
Lingkungan Lingkungan
(Team (min 5 th)
Leader)
Ahli Geografi S1 Geografi 1 Org/6 Bln
(min 4 th)
Ahli S1 Kartografi/ 1 Org/6 Bln
Penginderaa S1 Geodesi
n Jauh dan (min 4 th)
Sistem
Informasi
Geografi
Ahli S1 1 Org/6 Bln
Geomorfolog Geomorfologi
4
i dan dan
Sumberdaya Sumberdaya
Lahan Lahan /
S1 Ilmu
Tanah
(min 4 th)
Ahli S1 1 Org/6 Bln
Hidrologi Pengelolaan
dan Sumberdaya
Sumberdaya Air
Air (min 4 th)
Permukaan
Ahli Sosial/ S1 Sosial 1 Org/3 Bln
Demografi (min 4 th)

Tenaga Pendukung (jika ada):


Asisten Ahli S1 Teknik 1 Org/3 Bln
Lingkungan Lingkungan
(min 2 th)
Asisten Ahli S1 Geografi 1 Org/3 Bln
Penginderaa (min 2 th)
n Jauh dan
Sistem
Informasi
Surveyor D3 (min 3 th) 1 Org/3 Bln
Tenaga D3 1 Org/6 Bln
Administrasi/
Office
Manager

18.Jadwal Rencana Tahapan Pelaksanaan dapat


Tahapan disampaikan sebagai berikut :
Pelaksanaan 1. Proses Persiapan, meliputi antara lain:
Pekerjaan Tahap persiapan pekerjaan, sosialisasi,
mobilisasi sumberdaya penyedia jasa,
penyiapan seluruh Tenaga Ahli,
Rencana layanan Tenaga Ahli yang
digunakan dan strategi penyelesaian
pekerjaan, penajaman metodologi.
2. Persiapan survey
3. Pengumpulan data, meliputi antara
lain:
Pengumpulan data primer dan
sekunder, informasi dan studi-studi
yang pernah dan sedang dilaksanakan
yang terkait dengan kegiatan ini.
4. Pengolahan data
5. Penyiapan dan pembuatan laporan

Laporan

19. Laporan Laporan Pendahuluan yang isinya


Pendahuluan melaporkan mengenai jadwal rencana
kerja dan tahapan pelaksanaan pekerjaan
secara lengkap dan terperinci termasuk
kuantitas masing-masing pekerjaan serta
personil-personil pendukung Konsultan
yang telah disetujui aktif di lapangan.

Laporan harus diserahkan selambat-


lambatnya 1 (Satu) bulan sejak SPMK
diterbitkan sebanyak 10
(sepuluh) buku laporan.

20. Laporan Laporan Fakta dan Analisis. Berisi realisasi


Fakta dan dari rencana kerja, antara lain : hasil
Analisa pengumpulan data dan informasi hasil
survey serta identifikasi permasalahan
terkait daya dukung dan daya tampung
lingkungan hidup.

Laporan harus diserahkan selambat-


lambatnya 3 (Tiga) bulan sejak
SPMK diterbitkan sebanyak 10
(sepuluh) buku laporan.

21. Laporan Laporan Akhir merupakan penyempurnaan


Akhir laporan draft konsep laporan akhir dan
sudah mendapatkan persetujuan dari tim
pembahas yang dibentuk oleh pihak
kegiatan.

Laporan harus diserahkan selambat-


lambatnya 6 (Enam) bulan sejak
SPMK diterbitkan sebanyak :
- 10 (sepuluh) buku laporan
- 10 (sepuluh) album peta
- 10 (sepuluh) CD

Hal-Hal Lain

22. Produksi Semua kegiatan jasa konsultansi


dalam Negeri berdasarkan KAK ini harus dilakukan di
dalam wilayah Negara Republik Indonesia
kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK
dengan pertimbangan keterbatasan
kompetensi dalam negeri.

23. Persyaratan Jika kerjasama dengan penyedia jasa


Kerjasama konsultansi lain diperlukan untuk
pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini
maka persyaratan berikut harus dipatuhi
yaitu wajib mendapatkan surat persetujuan
dari Pejabat Pembuat Komitmen.
24. Pedoman Pelaksanakan survai dan pengolahan data
Pengumpulan adalah untuk memperoleh data dan
Data informasi tentang kondisi awal kawasan
Lapangan perencanaan.
Pengumpulan dan pengolahan data dapat
dibagi menjadi beberapa kegiatan, yaitu:
a. Mempersiapkan tenaga pelaksana
survey, yang terdiri dari tenaga
teknis/surveyor dan tenaga ahli;
b. Mempersiapkan perlengkapan dan
peralatan survey, seperti kuesioner,
checklist data, dan peta dasar,
sedangkan peralatan survey seperti
alat tulis, alat hitung, pencatat waktu,
kendaraan bermotor, papan berjalan,
dan lain-lain.
c. Metode dan program, menyusun jadwal
kegiatan pelaksanaan inventarisasi :
1) Pengambilan data sekunder yang
berasal dari instansi pemerintah,
lembaga formal dan informal, dan
literatur.
2) Pengambilan data primer yang
berasal dari pejabat, tokoh
masyarakat, masyarakat umum,
masyarakat profesi, dan lainnya
dalam bentuk : wawancara,
seminar, dan forum group diskusi
(FGD). Hasil informasi dapat berupa
: kumpulan keinginan, masalah, dan
program pembangunan.
3) Identifikasi data lapangan, dengan
melakukan pemotretan situasi dan
kondisi kegiatan fungsional di lokasi
perencanaan.

25. Alih Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban


Pengetahuan untuk menyelenggarakan pertemuan dan
pembahasan dalam rangka alih
pengetahuan kepada personil satuan kerja
Pejabat Pembuat Komitmen berikut:
1. Pembahasan laporan pendahuluan
2. Pembahasan laporan fakta dan analisa
3. Pembahasan laporan akhir serta
menyerahkan bundling data
kewilayahan berupa soft copy data
primer, sekunder dan dokumentasi
terkait kegiatan

26. Kewajiban 1. Konsultan berkewajiban dan


Konsultan bertanggung jawab sepenuhnya
terhadap pelaksanaan Penyusunan
Daya Dukung dan Daya Tampung
Berbasis Jasa Ekosistem.
2. Dalam melaksanakan pekerjaan
konsultan diwajibkan melakukan
konsultasi/diskusi
dengan pihak terkait dan tim teknis
sesuai dengan kemajuan pekerjaan.
3. Dalam melaksanakan pekerjaan,
konsultan wajib menyediakan tenaga
ahli yang diminta
sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja
(KAK).
4. Konsultan dalam melaksanakan
pekerjaan dinyatakan selesai (berakhir)
secara
keseluruhan setelah hasil pekerjaan
diterima secara utuh, dan diterima oleh
Tim
Penerima Hasil Pekerjaan dalam bentuk
suatu berita acara.
5. Dalam melaksanakan presentasi dan
diskusi, konsultan wajib menyediakan
waktu dan menghadikan tenaga ahli
yang terlibat
dalam pengerjaan Penyusunan Daya
Dukung dan Daya Tampung Berbasis
Jasa Ekosistem sesuai dengan kontrak.

Tanjungpinang, Maret 2017

Menyetujui,
KEPALAPEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN & PENGEMBANGAN DAERAHBIDANG
INFRASTRUKTUR WIL. & LH
KABUPATEN BINTAN

A. HARGA PENAWARAN SENDIRI (HPS)


Drs. WAN RUDY ISKANDAR, M.M. WAN AFFANDI, S.T.
REKAPITULASI
Pembina Utama Muda PENAWARAN BIAYA
Penata Tk. I
NIP. 19681201 198810 1 001 NIP. 19810116 200604 1
N Total Harga
Uraian
o. (Rp)
289,35
I Biaya Langsung Personil
0,000
28,83
II Biaya Langsung Non-Personil
0,000
318,18
Sub-total
0,000
31,81
PPN 10%
8,000
349,99
Total
8,000
Terbilang: Tiga Ratus Empat Puluh Sembilan Juta Sembilan
Ratus Sembilan Puluh Delapan Ribu Rupiah

Tanjungpinang, Maret 2017

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


BIDANG INFRASTRUKTUR WILAYAH & LINGKUNGAN HIDUP
BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH
KABUPATEN BINTAN

WAN AFFANDI, S.T.


Penata Tk. I (III/d)
NIP. 19810116 200604 1 010

B. RINCIAN BIAYA LANGSUNG PERSONIL (REMUNERATION)

RINCIAN BIAYA LANGSUNG PERSONIL

Harga Volume Jumlah


Satuan
No Posisi Satuan Oran
Orang Bulan (Rp)
Bulan (Rp) g
I Tenaga Ahli Tetap
Ahli Lingkungan (Team Orang/Bul
1 9,000,000 1 6 54,000,000
Leader) an
Orang/Bul
2 Ahli Geografi 6,450,000 1 6 38,700,000
an
Ahli Geomorfologi dan Orang/Bul
3 6,450,000 1 6 38,700,000
Sumberdaya lahan an
Ahli Hidrologi dan Orang/Bul
4 6,450,000 1 6 38,700,000
Sumberdaya Air Permukaan an
Ahli Penginderaan Jauh dan Orang/Bul
5 6,450,000 1 6 38,700,000
Sistem Informasi Geografi an
Orang/Bul
6 Ahli Sosial/Demografi 6,450,000 1 3 19,350,000
an
II Tenaga Ahli Pendukung
Asisten Ahli Penginderaan
Orang/Bul
1 Jauh dan Sistem Informasi 5,400,000 1 3 16,200,000
an
Geografi
Orang/Bul
2 Asisten Ahli Lingkungan 5,400,000 1 3 16,200,000
an
Orang/Bul
3 Surveyor 5,100,000 1 3 15,300,000
an

III Staf Pendukung


Orang/Bul
1 Office Manager 2,250,000 1 6 13,500,000
an

289,350,0
1 Total Biaya
00

Tanjungpinang, Maret 2017

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


BIDANG INFRASTRUKTUR WILAYAH & LINGKUNGAN
HIDUP
BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN DAERAH
KABUPATEN BINTAN

WAN AFFANDI, S.T.


Penata Tk. I (III/d)
NIP. 19810116 200604 1 010
C. RINCIAN BIAYA LANGSUNG NON-PERSONIL (DIRECT
REIMBURSEABLE COST)0

RINCIAN BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL

Biaya
Jenis Satua Harga
Uraian Biaya Volu Jumlah (Rp)
Biaya n Satuan
me
(Rp)

Biaya Biaya Peralatan Kantor

0
Kanto Biaya Sewa Peralatan
r - (Komputer, printer, GPS, Keg 1 4,000,000 4,000,000
kamera, dll)
Biaya Mobilitas (sewa
- kendaraan roda empat atau Keg 1 4,000,000 4,000,000
roda dua)

Biaya Habis Pakai


- Biaya Alat Tulis Kantor Keg 1 1,130,000 1,130,000
- Biaya Komunikasi Keg 1 1,000,000 1,000,000
- Biaya Penggandaan Keg 1 1,000,000 1,000,000

Biaya Laporan Pendahuluan Buku 10 200,000 2,000,000


Lapor
an Laporan Fakta dan Analisa Buku 10 250,000 2,500,000
Laporan Akhir Buku 10 300,000 3,000,000
Album Peta A-3 Buku 10 400,000 4,000,000
DVD Laporan keping 10 20,000 200,000

Biaya
Lainn Biaya Presentasi Kali 3 2,000,000 6,000,000
ya
II. Total Biaya 28,830,000

Tanjungpinang, Maret 2017

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


BIDANG INFRASTRUKTUR WILAYAH & LINGKUNGAN
HIDUP
BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN DAERAH
KABUPATEN BINTAN

WAN AFFANDI, S.T.


Penata Tk. I (III/d)
NIP. 19810116 200604 1 010
LAMPIRAN II. RANCANGAN KONTRAK

1 : SURAT PERJANJIAN

SURAT PERJANJIAN

untuk melaksanakan
Paket Pekerjaan Jasa Konsultansi:
Penyusunan Dukung Dan Daya Tampung Lingkungan Hidup
Berbasis Jasa Ekosistem
Nomor : ___BPPPD/PPK-Infra/Kontrak/2017

SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya


disebut Kontrak) dibuat dan ditandatangani di Tanjungpinang
pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____ antara
__________ [nama Pejabat Pembuat Komitmen], selaku Pejabat
Pembuat Komitmen, yang bertindak untuk dan atas nama __________
[nama satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen], yang
berkedudukan di __________ [alamat Pejabat Pembuat Komitmen],
berdasarkan Surat Keputusan _______________ [pejabat yang
menandatangani SK penetapan sebagai PPK] No _______________
[nomor SK penetapan sebagai PPK] (selanjutnya disebut PPK)
dan

MENGINGAT BAHWA:

(a) PPK telah meminta penyedia untuk menyediakan Jasa


Konsultansi sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat
Umum Kontrak yang terlampir dalam Kontrak ini;

(b) Penyedia, sebagaimana dinyatakan kepada PPK, memiliki


keahlian profesional, personil, dan sumber daya teknis, dan
telah menyetujui untuk menyediakan Jasa Konsultansi sesuai
dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini;

(c) PPK dan penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk


menandatangani Kontrak ini, dan yang menandatangani
mempunyai kewenangan untuk mengikat pihak yang diwakili;

(d) PPK dan penyedia mengakui dan menyatakan bahwa


sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-
masing pihak:
1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk
didampingi oleh advokat;
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan
Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk
memeriksa dan mengkonfirmasikan semua ketentuan
dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang
terkait.
MAKA OLEH KARENA ITU, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat
dan menyetujui hal-hal sebagai berikut:

1. Total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak


Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan rincian
biaya satuan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Berita
Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Biaya adalah
sebesar Rp__________ (_________________ rupiah);]

2. Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki


arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam
lampiran Surat Perjanjian ini;

3. Dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan


bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini:
a) Adendum Surat Perjanjian (apabila ada);
b) Pokok Perjanjian;
c) Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi;
d) Surat Penawaran berikut Data Penawaran Biaya;
e) Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
f) Syarat-Syarat Umum Kontrak;
g) Kerangka Acuan Kerja;
h) daftar kuantitas (apabila ada);
i) Data Teknis selain Kerangka Acuan Kerja;
j) Dokumen-dokumen kelengkapan seleksi, yaitu Surat
Jaminan, Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa, dan
Berita-Berita Acara Seleksi.

4. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama


lain, dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam
suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain
maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang
lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki pada angka 3 di atas.

5. PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk:


a) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan
oleh Penyedia;
b) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai
pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh pihak Penyedia;
c) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum
dalam Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia;
d) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang
dibutuhkan oleh pihak Penyedia untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
e) ketentuan peralatan dan bahan yang disediakan oleh PPK
untuk kebutuhan pelaksanaan pekerjaan oleh Penyedia. Pada
saat berakhirnya kontrak, Penyedia harus menyerahkan
peralatan dan bahan sisa sesuai dengan instruksi PPK

6. Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk:


a) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai
dengan harga yang telah ditentukan dalam Kontrak;
b) berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan
prasarana dari pihak PPK untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
c) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada
pihak PPK;
d) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan
jadual pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam
Kontrak;
e) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk
pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan pihak PPK;
f) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadual
penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
g) Penyedia harus mengambil langkah-langkah yang memadai
untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi
perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun
miliknya, akibat kegiatan Penyedia;
h) melaksanakan perjanjian dan kewajiban-kewajiban yang
dibebankan kepadanya dengan penuh tanggung-jawab,
ketekunan, efisien dan ekonomis serta memenuhi kriteria
teknik profesional dan melindungi secara efektif peralatan-
peralatan, mesin, material yang berkaitan dengan pekerjaan
dalam Kontrak.
i) melaksanakan jasa konsultansi sesuai dengan hukum yang
berlaku di Indonesia. PPK secara tertulis akan
memberitahukan kepada Penyedia mengenai kebiasaan-
kebiasaan setempat.
j) untuk biaya langsung non personil (Direct reimbursable
cost/out of pocket expenses), Penyedia tidak akan menerima
keuntungan untuk mereka sendiri dari komisi usaha (trade
commision), rabat (discount) atau pembayaran-pembayaran
lain yang berhubungan dengan kegiatan pelaksanaan jasa
konsultansi.
k) Penyedia setuju bahwa selama pelaksanaan kontrak,
Penyedia dinyatakan tidak berwenang untuk melaksanakan
jasa konsultansi maupun mengadakan barang yang tidak
sesuai dengan Kontrak.
l) Penyedia dilarang baik secara langsung atau tidak langsung
melakukan kegiatan yang akan menimbulkan pertentangan
kepentingan (conflict of interest) dengan kegiatan yang
merupakan tugas Penyedia.
m) tanggung jawab Penyedia adalah ketentuan mengenai hal-
hal pertanggung-jawaban Penyedia sesuai dengan hukum
yang berlaku di Indonesia.
n) Pemeriksaan keuangan adalah ketentuan mengenai
kewajiban Penyedia untuk merinci setiap biaya-biaya yang
berhubungan dengan pelaksanaan perjanjian, sehingga
dapat dilakukan pemeriksaan keuangan. Selain itu, dengan
sepengetahuan Penyedia atau kuasanya, PPK dapat
memeriksa dan menggandakan dokumen pengeluaran yang
telah diaudit sampai 1 (satu) tahun setelah berakhirnya
Kontrak.
o) Ketentuan mengenai tindakan yang perlu mendapat
persetujuan PPK meliputi:
i. memobilisasi personil yang terdapat dalam daftar;
ii. membuat subkontrak dengan pengaturan : (i) cara
Seleksi, waktu, dan kualifikasi dari subkonsultan harus
mendapat persetujuan tertulis sebelum pelaksanaan, (ii)
Penyedia bertanggung-jawab penuh terhadap
pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh subkonsultan
dan personilnya.
p) Ketentuan mengenai dokumen-dokumen yang disiapkan oleh
Penyedia dan menjadi hak milik PPK: mengatur bahwa
semua rancangan, gambar-gambar, spesifikasi, disain,
laporan dan dokumen-dokumen lain serta piranti lunak dan
source code yang disiapkan oleh Penyedia jasa menjadi hak
milik PPK. Penyedia, segera setelah pekerjaan selesai atau
berakhirnya Kontrak harus menyerahkan seluruh dokumen
dan data pendukung lainnya kepada PPK. Penyedia dapat
menyimpan salinan dari dokumen-dokumen tersebut.

7. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang


ditetapkan dengan tanggal mulai dan penyelesaian
keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam Syarat-
Syarat Umum/Khusus Kontrak.

DENGAN DEMIKIAN, PPK dan penyedia telah bersepakat untuk


menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan
melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan di Republik Indonesia.
Untuk dan atas nama Untuk dan atas nama
Badan Perencanaan Penyedia/Kemitraan (KSO)
Pembangunan Daerah __________
Kabupaten Bintan
PPK [tanda tangan dan cap (jika
salinan asli ini untuk
[tanda tangan dan cap (jika kegiatan/satuan kerja Pejabat
salinan asli ini untuk Penyedia Pembuat Komitmen maka
Jasa Konsultansi maka rekatkan rekatkan materai Rp 6.000,-)]
materai Rp 6.000,-)]
[nama lengkap]
WAN AFFANDI, S.T. [jabatan]
2 : SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)

A. Koresponde Alamat Para Pihak sebagai berikut:


nsi Satuan Kerja PPK:
BPPPD Kabupaten Bintan
Nama: Wan Affandi, S.T.
Alamat: Jl. Jend. A.Yani Km. 5
Tanjungpinang
Website:
www.bappeda.bintankab.go.id
Telepon: (0771) 29647
Faksimili: (0771) 29646
e-mail:
infrawlh.bpppd.bintan@gmail.com

Penyedia:
Nama: __________
Alamat: __________
Website: __________
Telepon: __________
Faksimili: __________
e-mail: __________

B. Wakil Sah Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:


Para Pihak Untuk PPK : __________
Untuk Penyedia : __________
Pengawas Pekerjaan : PPTK Kegiatan
sebagai wakil sah PPK
C. Tanggal Kontrak mulai berlaku terhitung sejak: SPMK
Berlaku ditandatangani
Kontrak

D. Jadwal Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan


Pelaksanaan Jasa Konsultansi ini selama: 6 (Enam) bulan
Pekerjaan Kalender

E. Tindakan Tindakan lain oleh penyedia yang


penyedia memerlukan persetujuan PPK adalah:
yang __________ [sebutkan secara jelas]
mensyaratk
an
persetujuan
PPK

F. Pelaporan Penyedia berkewajiban untuk


menyampaikan laporan-laporan berikut
secara periodik selama Masa Kontrak:
sebagaimana tertuang dalam KAK

G. Serah Ketentuan serah terima Laporan Akhir


Terima berlaku untuk penyerahan setiap hasil kerja
Laporan Jasa Konsultansi: (YA)
Akhir
H. Pembatasan Penyedia diperbolehkan menggunakan
Penggunaan salinan dokumen dan piranti lunak yang
Dokumen dihasilkan dari pekerjaan Jasa Konsultansi
ini dengan pembatasan sebagai berikut:
Tidak Boleh Disebarluaskan kepada pihak
manapun tanpa persetujuan PPK

I. Peralatan, PPK akan memberikan peralatan/material/


Material, personil/fasilitas sebagimana yang
Personil dan tercantum dalam KAK
Fasilitas

J. Sumber Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi ini


Dana dibiayai dari APBD Kabupaten Bintan Tahun
Anggaran 2017

K. Pembayaran Untuk pekerjaan Jasa Konsultansi ini dapat


Uang Muka diberikan uang muka (TIDAK).

L. Pembayaran 1. Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan


Prestasi dengan cara: termin
Pekerjaan 2. Pembayaran berdasarkan cara tersebut di
atas dilakukan dengan ketentuan sebagai
berikut:
o Dibayarkan sebesar 30% dari total
kontrak apabila telah menyampaikan
laporan pendahuluan.
o Dibayarkan sebesar 30% apabila telah
menyampaikan laporan fakta dan
analisa
o Dibayarkan sebesar 40% apabila telah
menyampaikan laporan akhir, naskah
akademis dan album peta.
3. Mata uang pembayaran : Rupiah

M. Batas akhir Batas akhir waktu yang disepakati untuk


waktu penerbitan SPP oleh PPK untuk pembayaran
penerbitan tagihan angsuran adalah 30 (Tiga Puluh)
SPP hari kalender terhitung sejak tagihan dan
kelengkapan dokumen penunjang yang
tidak diperselisihkan diterima oleh PPK.

N. Dokumen Dokumen utama yang disyaratkan untuk


yang mengajukan tagihan pembayaran prestasi
disyaratkan pekerjaan :
untuk o Laporan Pendahuluan untuk Termin I
mengajukan o Laporan Fakta dan Analisa untuk Termin
tagihan II
pembayaran o Laporan Akhir dan Album Peta untuk
Termin III

O. Pembayaran Untuk pekerjaan ini besar denda


Denda keterlambatan untuk setiap hari
keterlambatan adalah 1/1000 (satu
perseribu) dari harga kontrak.

LAMPIRAN 3 A : PERSONIL INTI, SUBPENYEDIA DAN


PERALATAN

1 PERSONAL INTI PENYEDIA JASA KONSULTANSI

Personil Inti yang wajib ada dan menetap di lokasi pekerjaan yaitu :
1. Tenaga ahli lingkungan dengan kualifikasi S2 Lingkungan minimal
5 tahun
2. Tenaga ahli geografi dengan kualifikasi S1 Geografi minimal 4
Tahun
3. Tenaga ahli penginderaan jauh dan sistem informasi geospasial
dengan kualifikasi S1 Kartografi/ S1 Geodesi minimal 4 Tahun

2 PERALATAN KHUSUS
Keseluruhan peralatan survey yang diperlukan dalam penyusunan
dokumen ini

3 SUBPENYEDIA
Tidak diperbolehkan menggunakan Sub Penyedia tanpa persetujuan
dari PPK