Anda di halaman 1dari 19

40 Koidah Ushul FiqihBAGIAN

KEDUA
QOWA'ID AL-FIQH Sesuatu yang memerlukan penjelasan,
maka kesalahan dalam memberikan
Sabda Rasulullah SAW. : penjelasan menyebabkan batal. Contoh
:kaidah
"
Seseorang yang melakukan shalat
dhuhur dengan niat 'ashar atau
:Artinya sebaliknya, maka shalatnya tersebut
tidak sah.
Segala sesuatu tergantung pada
niatnya, dan apa yang didapatkan ialah Kesalahan dalam menjelaskan
apa yang telah diniatkan. (HR. Bukhari). pembayaran tebusan (kafarat) zhihar
kepada kafarat qatl (pembunuhan).
Kaidah ke-1
Kaidah ke-3


Segala sesuatu tergantung pada
.tujuannya
:Contoh kaidah Sesuatu yang memerlukan penjelasan
secara global dan tidak memerlukan
Diwajibkannya niat dalam berwudhu,
penjelasan secara rinci, maka ketika
mandi, shalat dan puasa.
kesalahan dalam penjelasan secara
.rinci membahayakan
Penggunaan kata kiasan (kinayah)
dalam talak. Seperti ucapann seorang
Contoh kaidah :
suami kepada istrinya: ( engkau
adalah wanita yang terasing). Jika Seseorang yang bernama Gandung S.P.
suami bertujuan menceraikan dengan Towo niat berjamaah kepada seorang
ucapannya tersebut, maka jatuhlah talak imam bernama mbah Arief. Kemudian,
kepada istrinya, namun jika ia tidak ternyata bahwa yang menjadi imam
berniat menceraikan maka tidak jatuh bukanlah mbah Arief tapi orang lain
talak-nya. yang mempunyai panggilan Seger
(Khoirul Mustamsikin), maka shalat
Kaidah ke-2
Gandung tidak sah karena ia telah
berniat makmum dengan mbah Arief Contoh kaidah :
yang berarti telah menafikan mengikuti
Seger. Perlu diketahui, bahwa dalam Temon adalah seorang pria perkasa
shalat berjamah hanya disyaratkan niat (berasal dari daerah Babadsari
berjamaah tanpa adanya kewajiban Kutowinangun Kebumen). Teman kita
menentukan siapa imamnya. yang satu ini konon katanya mempunyai
seorang istri bernama Tholiq dan
Kaidah ke-4 seorang budak perempuan bernama
Hurrah. Suatu saat, Temon berkata; Yaa
Tholiq, atau Yaa Hurrah. Jika dalam
ucapan Yaa Tholiq Temon bermaksud

menceraikan istrinya, maka jatuhlah
Sesuatu yang tidak disyaratkan talak kepada istrinya, namun jika hanya
penjelasannya secara global maupun bertujuan memanggil nama istrinya,
terperinci ketika dita'yin dan salah maka maka tidak jatuh talaknya. Begitu juga
.statusnya tidaklah membahayakan dengan ucapan Yaa Hurrah kepada
budaknya jika Temon bertujuan
Contoh kaidah : memerdekakan, maka budak
perempuan itu menjadi perempuan
Kesalahan dalam menentukan tempat merdeka. Sebaliknya jika ia hanya
shalat. Seperti mbah Muntaha bertujuan memanggil namanya, maka
(pengelolah kantin Asyiq) niat shalat di tidak menjadi merdeka.
Kemranggen Bruno Purworejo, padahal
saat itu dia berada di Simpar (suatu Menambahkan lafal masyiah (insya
daerah yang di Kecamatan Kalibawang Allah) dalam niat shalat dengan tujuan
Wonosobo). Maka shalat mbah Muntaha menggantungkan shalatnya kepada
tidak batal karena sudah adanya niat. kehendak Allah SWT. maka batal
sedangkan menentukan tempat shalat shalatnya. Namun apabila hanya berniat
tidak ada hubungannya dengan niat baik tabarru maka tidak batal shalatnya, atau
secara globlal atau terperinci (tafshil). dengan menambahkan masyiah dengan
tanpa adanya tujuan apapun, maka
Kaidah ke-5 menurut pendapat yang sahih,
shalatnya menjadi batal.

Kaidah ke-6
Maksud sebuah ucapan tergantung
.pada niat yang mengucapkan
Keyakinan tidak bisa dihilangkan oleh Pada dasarnya ketetapan suatu perkara
.keraguan tergantung pada keberadaannya
.semula
Contoh kaidah :
Contoh kaidah :
Seorang bernama Doel Fatah ragu,
apakah baru tiga atau sudah empat Seseorang yang makan sahur
rakaat shalatnya? maka, Doel Fatah dipenghujung malam dan ragu akan
harus menetapkan yang tiga rakaat keluarnya fajar maka puasa orang
karena itulah yang diyakini. tersebut hukumnya sah. Karena pada
dasarnya masih tetap malam (al-aslu
Santri bernama Maid baru saja baqa-u al-lail).
mengambil air wudhu di kolam depan
komplek A PP. Putra An-Nawawi. Seseorang yang makan (berbuka) pada
Kemudian timbul keraguan dalam penghujung siang tanpa berijtihad
hatinya; "batal durung yo..? kayane aku terlebih dahulu dan kemudian ragu
nembe demek..." maka hukum apakah matahari telah terbenam atau
thaharah-nya tidak hilang disebabkan belum, maka puasanya batal. Karena
keraguan yang muncul kemudian. asalnya adalah tetapnya siang (al-ashl
baqa-u al-nahr).
seseorang meyakini telah berhadats dan
kemudian ragu apakah sudah bersuci Kaidah ke-8
atau belum, maka orang tersebut masih
belum suci (muhdits).
Dibawah ini ialah kaidah yang esensinya hukum asal adalah tidak adanya
senada dengan kaidah di atas: .tanggungan

Contoh kaidah:

Sesuatu yang tetap dengan keyakinan, Seorang yang didakwa (muddaa


maka tidak bisa dihilangkan kecuali alaih)melakukan suatu perbuatan
.dengan adanya keyakinan yang lain bersumpah bahwa ia tidak melakukan
perbuatan tersebut. Maka ia tidak dapat
Kaidah ke-7 dikenai hukuman, karena pada dasarnya
ia terbebas dari segala beban dan
tanggung jawab. Permasalahan
kemudian dikembalikan kepada yang Contoh kaidah :
mendakwa (muddai).
Mungkin karena kesal dengan
Kaidah ke-9 seseorang wanita hamil yang kebetulan
juga cerewet, maka tanpa pikir panjang
Ipin -cah Jiwan Wonosobo- memukul
perut si wanita hamil tersebut. Selang
Hukum asal adalah ketiadaan beberapa waktu si wanita melahirkan
seorang bayi dalam keadaan sehat.
Contoh kaidah : Kemudian tanpa diduga-duga, entah
karena apa si jabang bayi yang imut
Kang Khumaidi mengadakan kerjasama
yang baru beberapa hari dilahirkan
bagi hasil (mudharabah) dengan Bos
mendadak saja mati. Dalam kasus ini,
Fahmi. Dalam kerjasama ini Kang
Ipin tidak dikenai tanggungan (dhaman)
Khumaidi bertindak sebagai pengelola
karena kematian jabang bayi tersebut
usaha (al-'amil), sedangkan Bos Fahmi
adalah disebabkan faktor lain yang
adalah pemodal atau investornya. Pada
masanya lebih dekat dibanding
saat akhir perjanjian, Kang Khumaidi
pemukulan Ipin terhadap wanita
melaporkan kepada Bos Fahmi bahwa
tersebut.
usahanya tidak mendapat untung. Hal
ini diingkari Bos Fahmi. Dalam kasus ini, Seorang santri kelas II MDU bernama
maka yang dibenarkan adalah ucapan Soekabul alias Kabul Khan ditanya oleh
orang Bruna yang bernama Kang teman sekamarnya; Kang Kabul, aku
Khumaidi, karena pada dasarnya melihat sperma di bajuku, tapi aku tidak
memang tidak adanya tambahan (laba). ingat kapan aku mimpi basah. Gimana
solusinya, Kang?. Dengan PD-nya,
Tidak diperbolehkannya melarang
karena baru saja menemukan kaidah
seseorang untuk membeli sesuatu.
al-aslu fi kulli wahidin taqdiruhu bi-
Karena pada dasarnya tidak adanya
aqrobi zamanihi saat muthalaah Kitab
larangan (dalam muamalah).
Mabadi' Awwaliyah, santri yang demen
banget lagu-lagu Hindia ini spontan
Kaidah ke-10 menjawab; Siro -red: kamu- wajib
mandi besar dan mengulang shalat
mulai sejak terakhir kamu bangun tidur
sampai sekarang.
Asal segala sesuatu diperkirakan
Kaidah ke-11
.dengan yang lebih dekat zamannya
Perkataan sebagian ulama:

Kesulitan akan menarik kepada


.kemudahan
Ketika keadaan menjadisempit maka
Contoh kaidah : .hukumnya menjadi luas

Seorang bernama Godril yang sedang Allah SWT. berfirman dalam QS. Al-
sakit parah merasa kesulitan untuk Baqarah (2): 185.
berdiri ketika shalat fardhu, maka ia

diperbolehkan shalat dengan duduk.
Begitu juga ketika ia merasa kesulitan ...

shalat dengan duduk, maka
diperbolehkan melakukan shalat dengan Artinya :
tidur terlentang.
Allah menghendaki kemudahan bagimu
Seseorang yang karena sesuatu hal, dan tidak menghendaki kesukaran
sakit parah misalnya, merasa kesulitan bagimu.
untuk menggunakan air dalam
berwudhu, maka ia diperbolehkan KERINGANAN HUKUM SYARA
bertayamum.
Keringanan hukum syara (takhfifat al-
Pendapat Imam Syafi'i tentang syar'i), meliputi 7 macam, yaitu:
diperbolehkannya seorang wanita yang
bepergian tanpa didampingi wali untuk Takhfif Isqat, yaitu keringanan dengan
menyerahkan perkaranya kepada laki- menggugurkan. Seperti menggugurkan
laki lain. kewajiban menunaikan ibadah haji,
umrah dan shalat jumat karena adanya
Kaidah yang semakna dengan kaidah di 'uzdur (halangan).
atas, antara lain:
Takhfif Tanqis, yaitu keringanan dengan
Perkataan Imam al-Syafi'i: mengurangi. Seperti diperbolehkannya
menqashar shalat.

Takhfif Ibdal, yaitu keringanan dengan
Sesuatu, ketika sulit, maka hukumnya mengganti. Seperti mengganti wudhu
.menjadi luas (ringan) dan mandi dengan tayammum, berdiri
dengan duduk, tidur terlentang dan
memberi isyarat dalam shalat dan Sedikit gerakan dalam shalat karena
mengganti puasa dengan memberi adanya gangguan masih ditoleransi,
makanan. sedangkan banyak bergerak tanpa
adanya kebutuhan tidak diperbolehkan.
Takhfif Taqdim, yaitu keringanan dengan
mendahulukan waktu pelaksanaan. Dari dua kaidah sebelumnya (kaidah ke-
Seperti dalam shalat jama' taqdim, 11 dan ke-12) Al-Gazali membuat
mendahulukan zakat sebelum khaul sintesa (perpaduan) menjadi satu
(satu tahun), mendahulukan zakat fitrah kaidah berikut ini:
sebelum akhir Ramadhan.

Takhfif Takhir, yaitu keringanan dengan
mengakhirkan waktu pelaksanaan. Setiap sesuatu yang melampaui batas
Seperti dalam shalat jama' takhir, .kewajaran memiliki hukum sebaliknya
mengakhirkan puasa Ramadhan bagi
yang sakit dan orang dalam perjalanan Kaidah ke-13
dan mengakhirkan shalat karena
menolong orang yang tenggelam.
Takhfif Tarkhis, yaitu keringanan dengan .Bahaya harus dihilangkan
kemurahan Seperti diperbolehkannya
menggunakan khamr (arak) untuk Contoh kaidah:
berobat.
Diperbolehkan bagi seorang pembeli
Takhfif Taghyir, yaitu keringanan dengan memilih (khiyar) karena adanya 'aib
perubahan. Seperti merubah urutan (cacat) pada barang yang dijual.
shalat dalam keadaan takut (khauf).
Diperbolehkannya merusak pernikahan
(faskh al-nikah) bagi laki-laki dan
Kaidah ke-12 perempuan karena adanya 'aib.

Kaidah ke-14

Sesuatu yang dalam keadaan lapang


.maka hukumnya menjadi sempit
Bahaya tidak dapat dihilangkan dengan
Contoh kaidah : .bahaya lainnya

Contoh kaidah:
Mbah Yoto dan Lutfi adalah dua orang ada lagi, tiba-tiba tampak dihadapan
yang sedang kelaparan, keduanya Rahman seekor babi dengan bergeleng-
sangat membutuhkan makanan untuk geleng dan menggerak-gerakkan
meneruskan nafasnya. Mbah Yoto, ekornya seakan-akan mengejek si-
saking tidak tahannya menahan lapar Rahman yang sedang kelaparan
nekat mengambil getuk Asminah (asli tersebut. Namun malang juga nasib si
produk gintungan) kepunyaan Lutfi yang babi hutan itu. Rahman bertindak sigap
kebetulan dibeli sebelumnya di warung dengan melempar babi tersebut dengan
Syarof CS. Tindakan mbah Yoto sebatang kayu runcing yang
-walaupun dalam keadaan yang sangat dipegangnya. Kemudian tanpa pikir
menghawatirkan baginya- tidak bisa panjang, Rahman langsung menguliti
dibenarkan karena Lutfi juga mengalami babi tersebut dan kemudian makan
nasib yang sama dengannya, yaitu dagingnya untuk sekedar mengobati
kelaparan. rasa lapar. Tindakan Rahman memakan
daging babi dalam kondisi kelaparan
Kaidah ke-15 tersebut diperbolehkan. Karena kondisi
darurat memperbolehkan sesuatu yang
semula dilarang.

Kondisi darurat memperbolehkan Diperbolehkan melafazdkan kalimat


.sesuatu yang semula dilarang kufur karena terpaksa.

Contoh kaidah: Kaidah lain yang kandungan maknanya


sama adalah kaidah berikut:
Ketika dalam perjalan dari Sumatra ke
pondok pesantren An-Nawawi, ditengah-
tengah hutan Kasyfurrahman alias
Rahman dihadang oleh segerombolan

begal, semua bekal Rahman ludes
Tidak ada kata haram dalam kondisi
dirampas oleh mereka yang tak
darurat dan tidak ada kata makruh
berperasaan -sayangnya Rahman tidak
ketika ada hajat
bisa seperti syekh Abdul Qadir al-
Jailany yang bisa menyadarkan para Kaidah ke-16
begal- karenanya mereka pergi tanpa
memperdulikan nasib Rahman nantinya,

lama-kelamaan Rahman merasa
kelaparan dan dia tidak bisa membeli
makanan karena bekalnya sudah tidak
Sesuatu yang diperbolehkan karena Diperbolehkan memandang wanita
keadaan darurat harus disesuaikan selain mahram karena adanya hajat
.dengan kadar daruratnya dalam muamalah atau karena khithbah
(lamaran).
Contoh kaidah:
Kaidah ke-18
Dengan melihat contoh pertama pada
kaidah sebelumnya, berarti Rahman
yang dalam kondisi darurat hanya
diperbolehkan memakan daging babi

tangkapannya itu sekira cukup untuk
Ketika dihadapkan pada dua mafsadah
menolong dirinya agar bisa terus
(kerusakan) maka tinggalkanlah
menghirup udara dunia. selebihnya
mafsadah yang lebih besar dengan
(melebihi kadar kecukupan dengan
.mengerjakan yang lebih ringan
ketentuan tersebut) tidak diperbolehkan.
Contoh kaidah:
Sulitnya shalat jumat untuk dilakukan
pada satu tempat, maka shalat jumat Diperbolehkannya membedah perut
boleh dilaksanakan pada dua tempat. wanita (hamil) yang mati jika bayi yang
Ketika dua tempat sudah dianggap dikandungnya diharapkan masih hidup.
cukup maka tidak diperbolehkan
dilakukan pada tiga tempat. Tidak perbolehkannya minum khamr
dan berjudi karena bahaya yang
Kaidah ke-17 ditimbulkannya lebih besar daripada
manfaat yang bisa kita ambil.

Disyariatkan hukum qishas, had dan
Kebutuhan (hajat) terkadang menempati menbunuh begal, karena manfaatnya
.posisi darurat (timbulnya rasa aman bagi masyarakat)
lebih besar daripada bahayanya.
Contoh kaidah:
Diperbolehkannya seorang yang
Diperbolehkannya Ji'alah (sayembara bernama Junaidi yang kelaparan,
berhadiah) dan Hiwalah (pemindahan padahal ia tidak memiliki cukup uang
hutang piutang) karena sudah menjadi untuk membeli makanan, untuk
kebutuhan umum. mengambil makanan Eko Setello yang
tidak lapar dengan sedikit paksaan.
Kaidah ke-19 melakukan ijtihad untuk memilih salah
satu dari mereka menjadi istrinya.
Termasuk dalam persyaratan ijtihad
adalah asalnya yang mubah, sehingga
Menolak mafsadah (kerusakan) oleh karenanya perlu diperkuat dengan
didahulukan daripada mengambil ijtihad. Sedangkan dalam situasi itu,
.kemaslahatan dengan jumlah perempuan yang
terbatas, dengan mudah dapat diketahui
Contoh kaidah: nama saudara perempuannya yang
haram dinikahi dan mana yang bukan.
Berkumur dan mengisap air kedalam
Berbeda ketika jumlah perempuan itu
hidung ketika berwudhu merupakan
banyak dan tidak dapat dihitung, maka
sesuatu yang disunatkan, namun
terdapat kemurahan, sehingga oleh
dimakruhkan bagi orang yang berpuasa
karenanya, pintu pernikahan tidak
karena untuk menjaga masuknya air
tertutup dan pintu terbukanya
yang dapat membatalkan puasanya.
kesempatan berbuat zina.

Meresapkan air kesela-sela rambut saat


Seseorang mewakilkan (al-muwakkil)
membasuh kepala dalam bersuci
kepada orang lain untuk membeli jariyah
merupakan sesuatu yang disunatkan,
(budak perempuan) dengan menyebut
namun makruh dilakukan oleh orang
cirri-cirinya. Ternyata, sebelum sempat
yang sedang ihram karena untuk
menyerahkan jariyah yang dibelinya
menjaga agar rambutnya agar tidak
tersebut, orang yang telah mewakili
rontok.
(wakil) tersebut meninggal. Maka
sebelum ada penjelasan yang
Kaidah ke-20
menghalalkan, jariyah itu belum halal
bagi muwakkil karena walaupun

memiliki cirri-ciri yang disebutkannya,
dikhawatirkan wakil membeli jariyah
.Hukum asal farji adalah haram
untuk dirinya sendiri.
Contoh kaidah:
Allah SWT. berfirman QS. Al-Mukminun
Ketika seorang perempuan sedang (23) 5-7.
berkumpul dengan beberapa temannya




dalam sebuah perkumpulan majlis

taklim, maka laki-laki yang menjadi


saudara perempuan tersebut dilarang





Artinya:

Dan orang-orang yang menjaga


kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-
isteri mereka atau budak yang mereka
miliki Maka Sesungguhnya mereka
dalam hal Ini tiada terceIa. Barangsiapa
mencari yang di balik itu Maka mereka
Itulah orang-orang yang melampaui
batas.

Lebih jelasnya sesuai dengan ayat


quran tersebut bahwa seorang budak
halal bagi tuannya tetapi berhubung
belum ada indikasi yang jelas mengenai
kehalalannya sebagaimana contoh di
atas maka budak tersebut belum halal
bagi muwakkil (orang yang mewakilkan)
Sesuatu yang berlaku mutlak
karena syara' dan tanpa adanya
yang membatasi didalamnya dan
tidak pula dalam bahasa,maka
segala sesuatunya dikembalikan
kepada kebiasaan (al-"urf) yang
.berlaku

Contoh kaidah :

Niat shalat cukup dilakukan


bersamaan dengan takbiratul
ihram, yakni dengan menghadirkan
hati pada saat niat shalat tersebut.

Terkait dengan kaidah di atas,


bahwasanya syara telah
menentukankan tempat niat di
dalam hati, tidak harus dilafalkan
dan tidak harus menyebutkan
Kaidah ke-21 panjang lebar, cukup
menghadirkan hati; aku niat
shalatrakaaat. itu sudah di
anggap cukup.
Adat bisa dijadikan sandaran
.hukum Jual beli dengan meletakan uang
tanpa adanya ijab qobul, menurut
Contoh kaidah: syara adalah tidak sah. Dan
menjadi sah, kalau hal itu sudah
Seseorang menjual sesuatu dengan menjadi kebiyasaan.
tanpa menyebutkan mata uang
yang dikehendaki, maka berlaku Kaidah ke-23
harga dan maat uang yang umum
dipakai.

Batasan sedikit, banyak dan Ijtihad tidak bisa dibatalkan oleh


umumnya waktu haidh, nifas dan .ijtihad lainnya
suci bergantung pada kebiasaan
(adapt perempuan sendiri). Contoh kaidah:
Kaidah ke-22 Apabila dalam menentukan arah
kiblat, ijtihad pertama tidak sama
dengan ijtihat ke dua, maka
digunakan ijtihad ke dua.
Sedangkan ijtihad pertama tetap Firman Allah SWT dalam Qs. Al-
sah sehingga tidak memerlukan Baqarah (2):148.
pengulangan pada rakaat yang
dilakukan dengan ijtihad pertama.
Dengan demikian, seseorang ...
mungkin saja melakukan shalat
empat rakaat dengan menghadap Artinya:
arah yang berbeda pada setiap
rakaatnya. " Maka berlomba-lombalah
(dalam membuat) kebaikan"
Ketika seorang hakim berijtihad
untuk memutuskan hukum suatu Kaidah ke-25
perkara, kemudian ijtihadnya
berubah dari ijtihad yang pertama
maka ijtihad yang pertama tetap
sah (tidak rusak). Mendahulukan orang lain dalam
.selain ibadah dianjurkan
Kaidah ke-24
Contoh kaidah:

Mendahulukan orang dalam
Mendahulukan orang lain dalam menerima tempat tinggal
.beribibadah adalah dilarang (Almaskan).

Contoh kaidah: Mendahulukan orang lain untuk


memilih pakaian.
Mendahulukan orang lain atau
menempati shaf awal (barisan Mempersilahkan orang lain untuk
depan) dalam shalat. makanan lebih dulu.

Mendahulukan orang lain untuk Firman Allah SWT. Dalam QS. Al-
menutup aurat dan menggunakan Hasr (59):9.
air wudhu. Artinya, ketika kita
hanya memiliki sehelai kain untuk
menutup aurat, sedangkan teman
kita juga membutuhkannya, maka
kita tidak boleh memberikan kain


itu kepadanya karena akan

menyebabkan aurat kita terbuka.
Begitu pula dengan air yang akan
kita gunakan untuk bersuci, maka
kita tidak boleh menggunakan air
tersebut. Karena hal ini berkaitan
dengan ibadah.
Artinya: Seorang pemimpin tidak boleh
mendahulukan pembagian harta
Dan orang-orang yang Telah baitul mal kepada seorang yang
menempati kota Madinah dan Telah kurang membutuhkannya dan
beriman (Anshor) sebelum mengakhirkan mereka yang lebih
(kedatangan) mereka (Muhajirin), membutuhkan.
mereka (Anshor) 'mencintai' orang
yang berhijrah kepada mereka Rasulullah SAW. bersabda :
(Muhajirin). dan mereka (Anshor)
tiada menaruh keinginan dalam
hati mereka terhadap apa-apa
yang diberikan kepada mereka : Artinya
(Muhajirin); dan mereka
mengutamakan (orang-orang Masing-masing dari kalian adalah
Muhajirin), atas diri mereka sendiri, pemimpin dan setiap dsari kalian
sekalipun mereka dalam akan dimintai pertanggung
kesusahan. dan siapa yang jawaban atas kepemimpinan.
dipelihara dari kekikiran dirinya,
mereka Itulah orang orang yang Kaidah ke-27
beruntung.

Kaidah ke-26
Hukum gugur karena sesuatu yang

.syubhat
Kebijakan pemimpin atas rakyatnya
Contoh kaidah:
dlakukan berdasarkan
.pertimbangan kemaslahatan Seorang laki-laki tidak dikenai had,
ketika melakukan hubungan
Contoh kaidah: seksual dengan wanita lain yang
disangka istrinya (wathi syubhat).
Seorang pemimpin (imam) dilarang
membagikan zakat kepada yang Seseorang melakukan hubungan
berhak (mustahiq) dengan cara seks dalam nikah mut'ah, nikah
membeda-bedakan diantara orang- tanpa wali atau saksi atau setiap
orang yang tingkat kebutuhannya pernikahan yang dipertentangkan,
sama. tidak dapat dikenai had sebab
masih adanya perbedaan pendapat
Seorang pemimpin pemerintahan, antara ulama, sebagian
sebaiknya tidak mengankat membolehkan nikah mut'ah dan
seorang fasiq menjadi imam shalat. nikah tanpa wali dan sebagian lagi
Karena walaupun shalat berpendapat sebalikannya.
dibelakangnya tetap sah, namun
hal ini kurang baik (makruh).
Orang mencuri barang yang Kaidah ke-29"
disangka sebagai miliknya, atau
milik bapaknya, atau milik
anaknya, maka orang tersebut
tidak dikenai had. Keluar dari perbedaan pendapat
.hukumnya sunat (mustahab)
Orang meminum khamr (arah)
untuk berobat tidak dikenai had Contoh kaidah:
karena masih terdapat khilaf antar
ulama'. Disunatkan menggosok badan
(dalk) ketika bersuci dan
: memeratakan air ke kepala dengan
mengusapkannya, dan tujuan
:Artinya keluar dari khilafdengan imam
malik berpendapat bahwa dalk dan
Nabi SAW. bersabda: Tinggalkanlah isti'ab al-ro'sy (meneteskan kepala
oleh kamu sekalian had-had dengan air) adalah wajib
dikarenakan (adanya) berbagai hukumnya.
ketidak jelasan.
Disunatkan membasuh sperma,
Kaidah ke-28 yang menurut imam malik wajib
hukumnya.

Sunah men-qashar shalat dalam
Sesuatu yang karena diwajibkan perjalanan yang mencapai tiga
menjadi tidak sempurna kecuali marhalah, karena keluar dari khilaf
dengan keberadaannya,maka dengan Abu hanifah yang
.hukumnya wajib mewajibkannya.

Contoh Kaidah: Disunatkan untuk tidak menghadap


atau membelakangi arah kiblat
Wajib membasuh bagian leher dan ketika membuang hajat, walaupun
kepala pada saat membasuh wajah dalam sebuah ruangan atau
saat berwudhu. adanya penutup, karena untuk
keluar dari khilaf imam Tsaury yang
Wajibnya membasuh bagian lengan mewajibkannya.
atas dan betis (wentis) pada saat
membasuh lengan dan kaki. Untuk mengatasi perbedaan
diperlukan beberapa syarat
Wajibnya menutup bagian lutut sebagai berikut:
pada saat menutup aurat bagi laki-
laki dan wajibnya dan wajibnya Upaya mengatasi perbedaan tidak
menutup bagian wajah bagi wanita. menyebabkan jatuh pada
perbedaan lain. Seperti lebih
diutamakan memisahkan shalat berpergiannya, seperti;
witir (tiga rakaat dengan dua mengqashar dan menjama shalat,
salam) dari pada melanjutkanya. dan membatalkan puasa.
Dalam hal ini pendapat Imam Abu
Hanafiah tidak dipertimbangkan Orang yang berpergian karena
karena adanya ulama yang tidak maksiat, walaupun dalam kondisi
membolehkan witir dengan terpaksa juga tidak diperbolehkan
digabungkan memakan bangkai dan daging
babi.
Tidak bertentangan dengan sannah
yang tepat (al-sannah al-tsabilah). Kaidah ke-31
Seperti disunatkannya mengangkat
kedua tangan dalam shalat,
walaupun seorang ulama Hanafiah
menganggap hal ini dapat Keringanan hukum tidak bisa
membatalkan shalat. Menurut .dikaitkan dengan keraguan
riwayat lima puluh orang sahabat,
Nabi SAW sendiri melakukan shalat Contoh kaidah:
dengan mengangkat kedua
tangannya. Dalam perjalanan pulang ke
Grabag Magelang, Abdul Aziz
Kautnya temuan tentang bukti merasa ragu mengenai jauh jarak
perbedaan, sehingga kecil yang ditempuh dalam perjalan
kemungkinan terulangnya keslahan tersebut, apakah sudah memenuhi
serupa. Dengan alas an itu, maka syarat untuk meng-qashar shalat
berpuasa bagi musafir yang atau belum. Dalam kondisi
mampu menahan lapar dan dahaga semacam ini, kang Aziz tidak boleh
aladah utama, dan tidak meng-qashar shalat.
dipertimbangkan adanya pendapat
para kaum Zahiruasa musafir itu Seorang yang bimbang apakah
tidak sah. dirinya hadats pada waktu dhuhur
atau ashar, maka yang harus
Kaidah ke-30 diyakini adalah hadats pada waktu
dhuhur.

Kaidah ke-32
Keringanan hukum tidak bisa
.dikaitkan dengan maksiat

Contoh kaidah: Sesuatuyang banyak aktifitasnya,


.maka banyak pula keutamaanya
Orang yang bepergian karena
maksiat, tidak boleh mengambil Contoh kaidah:
kemurahan hukum karena
Shalat witir dengan fashl (tiga Seserang yang tidak mampu untuk
rakaat dengan dua salam) lebih mengajar atau belajar berbagai
utama dari pada wasl (tiga rakaat bidang studi (fan) sekaligus, maka
dengan satu salam) karena tidak boleh meninggalkan
bertambahnya niat,takbir dan keseluruhannya.
salam.
Seseorang yang merasa berat
Orang melakulan shalat sunah untuk melakukan shalat malam
dengan duduk, maka pahalanya sebanyak sepuluh rakaat, maka
setengan dari pahala orang yang lakukanlah shalat malam empat
shalat sambil berdiri. Orang yang rakaat.
shalat tidur mirung, maka
pahalanya adalah setengah dari Kaidah yang semakna dengan
orang yangh shalat dengan duduk. kaidah di atas, adalah perkataan
ulama ahli fiqh:
Memishkan pelaksanaan antara
ibadah haji dengan umrah adalah
lebih utama dari pada
melaksanakan bersama-sama. Sesuatu yang tidak dapat
ditemukan keseluruhannya, maka
Rasulullah SAW. bersabda: tidak boleh tinggalkan
.sebagiannya

Kaidah ke-34
:Artinya

Besarnya pahalamu tergantung
pada usahamu. (HR. Muslim) Sesuatu yang mudah tidak boleh
digugurkan dengan sesuatu yang
Kaidah ke-33 .sulit

Contoh kaidah:

Jika tidak mampu mengerjakan Seorang yang terpotong bagian


secara keseluruhan maka tidak tubuhnya, maka tetap wajib
boleh meninggalkan semuanya baginya membasuh anggota badan
yang tersisah ketika bersuci.
Contoh kaidah:
Seseorang yang mampu menutup
Seorang yang tidak mampu sebagian auratnya, maka ia wajib
berbuat kebajikan dengan satu menutup aurat berdasarkan
dinar tetapi mampu dengan dirham kemampuannya tersebut.
maka lakukanlah.
Orang yang mampu membaca Sesuatu yang haram diambil,maka
sebagian ayat dari surat Al-Fatihah, .haram pula memberikannya
maka ia wajib membaca sebagian
yang ia ketahui tersebut. Contoh kaidah :

Orang yang memiliki harta satu Memberikan riba atau upah


nisab, namun setengah darinya perbuatan jahat kepada orang lain.
berada ditempat jauh (ghaib) maka
harus dikeluarkan untuk zakat Memberikan upah hasil meramal
adalah harta yang berada dan risywah kepada orang lain.
ditangannya. Termasuk juga upah meratapi
kematian orang lain.
Nabi SAW. bersabda :
Kaidah ke-37
.

:Artinya
kebaikan yang memiliki dampak
Sesuatu yang aku perintahkan banyak lebih utama daripada yang
maka kerjakanlah semampu .manfaatnya sedikit (terbatas)
kalian. (HR. Bukhari Muslim)
Contoh kaidah:
Kaidah ke-35
Mengajarkan ilmu lebih utama
daripada shalat sunah.

Sesuatu yang haram untuk Orang yang menjalankan fardhu


dikerjakan maka haram pula kifayah lebih istimewa karena telah
.mencarinya menggugurkan dosa umat daripada
orang yang melakukan fardhu 'ain.
Contoh kaidah:
Kaidah ke-38
Mengambil riba atau upah
perbuatan jahat.

Mengambil upah dari tukang ramal Rela akan sesuatu berarti rela
risywah (suapan). Begitu pula .dengan konsekuensinya
dengan upah orang-orang yang
meratapi kematian orang lain. Contoh kaidah:

Kaidah ke-36 Menerima suami istri dengan


kekurangan yang dimiliki salah
satu dari keduanya. Maka tidak
boleh mengembalikan kepada Namun ketika namun ketika
walinya. diketahui bahwa pemiliknya
merelakan, maka tidak ada
Seseorang memita tangannya di masalah didalamnya (boleh).
potong dan berakibat kepada
rusaknya anggota tubuh yang lain, Alasan diharamkannya minum
maka orang tersebut tidak boleh racun karena adanya unsur
menuntut kepada pemotong merusakkan. Andaikata unsure
tangan. yang merusakkan itu hilang, maka
hukumnya menjadi boleh.
Memakai wangi-wangian sebelum
melaksanankan ihram, teapi
wanginya bertahan sampai waktu
ihram maka tidak dikenahi fidyah.
:Nabi SAW. bersabda
Kaidah yang memiliki makna sama
dengan kaidah di atas yaitu :
Setiap yang memabukkan adalah
khamr dan setiap khamr hukumnya

haram.
Hal-hal yang timbul dari sesuatu Kaidah ke-40
yang telah mendapat ijin tidak
.memiliki dampak apapun
Kaidah ke-39 Hukum ashal (pada dasarnya)
.segala sesuatu itu diperbolehkan

Contoh kaidah :
Hukum itu berputar beserta
'illatnya, baik dari sisi wujudnya Dua sahabat bernama Lukman dan
.maupun ketiadaannyaillatnya Rahmat Taufiq jalan-jalan ke
Jakarta. Setelah lama muter-muter
Contoh kaidah : sambil menikmati indahnya ibu
Alasan diharamkannya arak kota, perut kedua bocah ndeso
(khamr) adalah karena tersebut protes sambil berbunyi
memabukkan. Jika kemudian nyaring alias kelaparan. Akhirnya
terdeteksi bahwa arak tidak lagi setelah melihat isi dompet masing-
memabukkan seperti khamr yang masing keduanya memutuskan
telah berubah menjadi cuka maka untuk mampir makan di restourant
halal. yang lumayan mewah tapi
kemudian keduanya ragu apakah
Memasuki rumah orang lain atau daging pesenannya itu halal atau
memakai pakaiannya tanpa adanya haram. Dengan
ijin adalah haram hukumnya. mempertimbangkan makna kaidah
diatas, maka daging itu boleh Memakan daging Jerapah
dimakan. diperbolehkan, sebagaimana al-
Syubki berkata sesungguhnya
Tiba-tiba ada seekor merpati yang memakan daging Jerapah
masuk ke dalam sangkar burung hukumnya mubah.
milik Koci. ketika pemilik sangkar
(Koci) melihat merpati tersebut dia
merasa tertarik dan ingin
memilikinya, namun Koci masih
ragu apakah dia boleh
: Nabi SAW. bersabda
memeliharanya atau tidak. Maka
hukumnya burung merpati tersebut
" Sesuatu yang dihalalkan Allah
boleh atau bebas untuk dimiliki.
adalah halal dan sesuatu yang
diharamkan Allah adalah haram.
Ketika ragu akan besar kecilnya
Sedangkan hal-hal yang tidak
kadar emas yang digunakan untuk
dijelaskan Allah merupakan
menambal suatu benda maka
pengampunan dari-Nya."
hukum benda tersebut boleh untuk
digunakan.