Anda di halaman 1dari 36

PROJECT

1
REDESIGNING & REPOSITIONING
PRODUK
JAMU TRADISIONAL
ANTANGIN JRG

PROJECT 1
RISET DAN ANALISIS PRODUSEN DAN KOMPETITOR

Oleh:
Amirul Muminin
NIM : 140253604940

PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL


JURUSAN SENI DAN DESAIN
FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2017
I. RISET ANILISIS PRODUK
A. ALASAN PEMILIHAN PRODUK/MEREK
a. Latar Belakang Pemilihan Produk
Jamu tradisional adalah obat tradisional yang ada di Indonesia. Keberadaanya
sudah sangat dikenal oleh khlayak umum. Jamu terbuat dari bahan-bahan alami.
Seperti dari tumbuh-tumbuhan yang diracik menjadi serbuk jamu dan minuman
jamu.Tujuannya sebagai khasiat kesehatan dan kehangatan tubuh. Jamu tradisional
sangat baik bagi tubuh. Keberadaanya bermanfaat dan perlu dilestarikan. Jamu
tradisional juga dianggap penting dalam dunia kedokteran. Selain dari segi manfaat
jamu adalah salah satu peninggalan kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan.
Oleh karena itu jamu tradisional patut untuk diangakat sebagai bahan penelitian mata
kuliah ini.
b. Latar Belakang Pemilihan Brand/Merek
Masuk angin adalah salah satu penyakit berbahaya yang sering dianggap remeh oleh
masyarakat. Banyak masyarakat mengangap masuk angin sebagai gejala ringan yang
disebabkan terlalu lelah atau karena kedinginan. Masuk angin sendiri telah banyak
merenggut korban jiwa. Salah satu jenis masuk angin yang berbahaya adalah masuk
angin duduk. Oleh karena itu obat masuk angin yang dapat meredakan dan
mencegah masuk angin. Antangin JRG hadir dengan membawa terobosan obat herbal
yang diracik secara modern dengan bahan alami yang dapat meredakan dan
mencegah masuk angin serta penyakit-penyakit seperti pegal-pegal, pusing dan
meriang. Antangin sendiri adalah salah satu prduk dari PT Deltomed dengan
keungulan dari bahan yang komplit dan alami. JRG sendiri diambil dari singkatan
Jahe, Royal Jelly dan Ginseng dari ketiga bahan tersebut dapat memberikan manfaat
yang lebih. Antangin memegang top brand nomor dua di Indonesia. Produk ini sudah
banyak dikenal oleh masyarakat luas. Dari hal tersebut Brand ini dipilih untuk
menjadi bahan penetlitian ini.
B. IDENTIFIKASI DATA BRAND/MEREK
Data Produk
a. Nama Produk/Brand/Merk
Antangin JRG
b. Nama Perusahaan
PT Deltomed Laboratories
c. Sejarah Perusahaan
Sejarah PT Deltomed Laboratories diawali pada tahun 1976 di Banjarmasin,
Kalimantan Selatan dari sebuah industri rumahan penghasil obat obatan herbal yang
berasal dari sari tumbuhan alami. Selama kurang lebih 35 tahun berkarya PT
Deltomed Laboratories telah menjadi produsen penghasil obat herbal bermutu tinggi
dan terdepan. Pengembangan terus dilakukan oleh PT Deltomed Laboratories dalam
menemukan inovasi baru dalam obat obatan herbal. Saat ini, PT Deltomed
Laboratories kini telah memiliki fasilitas produksi yang ditunjang dengan mesin-
mesin modern dan laboratorium penelitian di lahan seluas 8 ha bertempat di
Nambangan, Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan mei 2010, PT Deltomed
Laboratories telah menggunakan fasilitas Quadra Extraction System, yakni sebuah
mesin berteknologi Jerman yang dapat menghasilkan ekstrak bahan alami dengan
kualitas terbaik. Standar yang digunakan PT Deltomed Laboratories adalah GMP
(Good Manufacturing Product) Eropa, GMP Indonesia (CPOTB/Cara Pembuatan
Obat Tradisional yang Baik), FDA serta peraturan 3A dalam pembuatan produknya.
Untuk Produk yang dihasilkan oleh PT Deltomed Laboratories, selain yang saya
sebutkan pertama diawal yakni Kuldon Sariawan, ada beberapa produk yang sudah
dilempar kepasaran nasional dan internasional seperti : Antangin JRG - Mint Mocha,
Srongpas Ginseng, Rapet Wangi - Capsule, Natur Slim - pill, Natur Fiber, Tuntas -
Capsule, OB Herbal - Dewasa, Antalinu, Tea Tree Oil, OB Herbal - Lozenges,
Antangin Herbal - Lozenges, dan Antangin Junior.

d. Pengelola
Presdir Pt. Deltomed
Drs. Nyoto Wardoyo Apt (lahir di Wonogiri, 09 Maret 1959; umur 57 tahun) adalah
pengusaha dan profesional Indonesia yang menjabat sebagai Presdir PT. Deltomed
Lab. Nyoto Wardoyo merupakan alumnus dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah
MadaYogyakarta. Nyoto Wardoyo turut membantu Deltomed Lab memperbaiki
kinerja dan memperluas pangsa pasar obat. Nyoto Wardoyo juga pernah memimpin
Deltomed meraih rekor Muri bersama Kabupaten Sukoharjo yaitu rekor
minum jamu massal 15.040 orang. Perusahaan Deltomed aktif dalam kegiatan sosial
dan mendanai bedah rumah warga miskin. Nyoto Wardoyo ikut mengkampanyekan
obat herbal dan jamu di Indonesia.
e. Alamat Perusahaan
PT Deltomed Laboratories
- Kantor :
Perkantoran Puri Niaga II Jl. Puri Kencana Blok J1 no. 3x Jakarta Barat, 11610
Phone: (021) 58304131
Fax: (021) 58304132

- Pabrik :
Nambangan, Selogiri, Wonogiri Kotak Pos 103, Wonogiri 57601
Phone: (0273) 322 566
Fax: (0273) 321 118
- Website:
http://www.deltomed.com
f. Produk Lain yang dipasarkan
- Antangin Junior
- Antangin Herbal Lozenges
- OB Herbal
- OB Herbal Junior
- OB Herbal Lozenges
- Antalinu
- Kuldon
- Tuntas
- Rapet Wangi
- Naturslim
- Srongpas
g. Spesiffikasi Produk
Tiap 15 ml ekstrak terdiri dari bahan-bahan:
Zingiberis Rhizoma 7,336
Royal Jelly 0,525
Panax Ginseng Extract 1,05
Blumeae Folia 2,445
Menthae Folia 4,89
Mel depuratum (Madu) 9,75
h. Harga Produk
- Supermarket
Rp. 11.500,- per pack dengan isi 5 sachet
- Warung
Rp. 2500,- per sachet
- Indomaret
Rp. 11.500,- per pack isi 5 sachet
- Toko
Rp. 2500.- persachet
- Pasar
Rp. 2500,- per sachet
i. Kelebihan Produk
- Menambah sistem imun
- Menjaga stamina
- Aroma jahe yang kuat
- Tahan lama
- Aman dikonsumsi oleh orang yang berpenyakit diabetes
j. USP
Antangin JRG menggunakan JRG-nya dalam USP yaitu Jahe, Royal Jelly dan
Gingseng. Ketiga bahan Utama itulah yang membedakan antangin dengan produk
serupa. Ketiga bahan tersebut menjadi kunci antangin mempromosikan produknya.
Ketiga bahan utama tersebut dipercya sebagai kunci dari obat masuk angin dan
memiliki khasiat yang dipakai sebgai kelebihan dari produk ini.
k. Positioning Produk
Antangin menempatkan produknya sebagai obat herbal cair untuk masuk angin/jamu
modern.
l. Tagline
wes ewes ewes bablas angine
m. Target Audience
- Demografis
1. Jenis Kelamin : Laki-laki dan perempuan
2. Siklus Hidup Keluarga : Siklus Hidup tradisional dan mulai ke modern
pada 2015
Siklus hidup keluarga model tradisional yaitu pergerakan tahap yang sebagian
besar keluarga lewati, dimulai dari belum menikah (bujangan), menikah,
pertumbuhan keluarga, penyusutan keluarga, dan diakhiri dengan putusnya
unit dasar. Tahapan dari FLC model tradisional adalah:
- Tahap I: Bachelor
Pemuda/i single dewasa yang hidup berpisah dengan orang tua.
- Tahap II: Honeymooners
Pasangan muda yang baru menikah.
- Tahap III: Parenthood
Pasangan yang sudah menikah setidaknya ada satu anak yang tinggal hidup
bersama.
- Tahap IV: Postparenthood
Sebuah pasangan menikah yang sudah tua dimana tidak ada anak yang tinggal
hidup bersama.
- Tahap V: Dissolution
Salah satu pasangan sudah meninggal.

3. Pekerjaan : Bekerja
4. SES : (model nielsen)
SES tingkat D dengan pengeluaran 700-1000
proporsi 8 %
SES tingkat C denga pengeluaran 1000-1500
proporsi 21 %
5. Usia : Anak-anak sampai dewasa
6. Pendidikan : Semua kalangan pendidikan, mulai menuju
ke Mahasiswa dan Sekolah.
7. Kewarganegaraan : Indonesia
- Geografis
1. Wilayah : Indonesia
2. Kepadatan : Padat
3. Lokasi : Perkotaan
- Psikografis
1. Gaya Hidup : Tradisional menuju ke modern.
2. Kepribadian : Menyukai tradisonal, praktis, harga murah
- Behavioristis
1. Sifat Kesetiaan : Loyal dengan produk karena harga murah dan
mudah ditemui serta manfaatnya
2. Status Pemakai : Setia
3. Perilaku : Suka dengan hal yang tradisional seperti jamu
4. Sikap terhadap Produk : Mengonsumsi karena manfaatnya
n. Promosi yang dilakukan
- Advertising
o Iklan TV
Terdapat tujuh varian iklan. Dengan iklan utama happy salma dan yang paling
terbaru iklan dengan Chico Jericho. Dengan istilah Tempur masuk angin

(gambar iklan antangin Chico Jericho)


o Video iklan
Iklan yang dibintangi soimah denga lagu yang dibawakan iler-iler.
o Billboard

o Banner Car

o Antangin Print ads untuk majalah garuda


- Public Relation
o Sehat cara herbal

(Booth Antangin-Lapangan Bima,Cirebon)


o Antangin fit donasi 100 juta untuk anak penderita kanker
o. Analisa Branding Produk
- Bentuk packaging

Antangin memakai bentuk sachet karena sesuai isi dari antangin berbentuk cair.
Bentuk dari kemasan per pack nya adalah persegi panjang yang terbuat dari
kertas.
- Color Image Product
Warna yang utama dari produk adalah kuning dengan warna secondary yaitu
merah dan putih.
- Logo Product

Logo dari produk ini adalah tulisan antangin sebagai Logotype.


-Ilustrasi Produk
Ilustrasi dari produk ini adalah gambar dari JRG (Jahe Royal Jelly dan Ginseng)
C. KESIMPULAN ANALISIS PRODUK
- Analisis Market
Dari data yang terkumpul Market dari antangin adalah wilayah indonesia yang
mulai meluas dari pasar jamu tradisional ke jamu modern. Masyarakat yang kaya
akan kebudayaan. Bertempat tinggal dari perkotaan sampai pedesaan yang
memakai obat tradisional atau obat herbal (jamu)
- Analisis Target Market

Pada dasarnya target market antangin adalah masyarakat yang lebih percaya
terhadap produk jamu dari pada obat modern hal ini sesuai dengan pemakaian tag
line wes ewes ewes bablas angine. Pemakaiana bahasa jawa identik dengan
masyarakat yang masih memegang budaya tradisional. Namun hal ini berubah
ketika iklan antangin dibintangi chico jaricho dalam hal ini antangin mencoba
untuk memasuki pasar remaja dan masyarakat modern. Antangin mulai memasuki
target Market masyarakat modern yang masih percaya dengan manfaat jamu
tradisional.

- Analisis Target Audience


Dari perubahan tahun ke tahun target market dari antangin pada akhir tahun 2016
mulai menyasar ke generasi muda dilihat dari iklan-iklan yang sudah dikeluarkan
antangin. Salah satu penguat anilisis ini adalah iklan antangin yang dibintangi
Chico Jericho dalam iklan ini antangin ingin memperkenalkan Istilah Tempur
Angin yang ingin dikenalkan antangin adalah bahwa antangin juga produk yang
modern. Itilah ini adalah singkatan dari teh campur antangin. Isi iklan tersebut
menjelaskan bahwa antangin dapat dikonsumsi dengan the dan siap
menyembuhkan masuk angin dengan cara yang tidak monotone. Selain iklan
tersbut iklan antangin yang lain juga memakai artis yang menjadi idola para
remaja. Dari hal tersebut dapat disimpulkan antangin mulai menyasar segmen
anak muda.
- Analisis SWOT
a. Strength :
1. Antangin adalah produk obat herbal yang memiliki manfaat baik untuk tubuh.
2. Terbuat dari bahan-bahan alamiah sehingga tidak ada effek negative.
3. Pengolahan modern
4. Distribusi yang mencakup hamper seluruh wilayah Indonesia
b. Weakness
1. Banyaknya pesaing yang meimiliki kesamaan
2. Kurangnya inovasi dalam hal target pasar
3. Hanya menargetkan penjualan dibidang obat masuk angin.
c. Opportunity
1. Masih dapat merambat ke target konsumen remaja
2. Dapat menjadi salah satu jamu herbal dengan konsep modern.
d. Treat
1. Adanya peluangnya ancaman dari pesaing yang memiliki jenis produk yang
sama.
2. Masih lemahnya identitas merek dari pada produk lain yang serupa
3. Proses penyasaran produk yang mulai merambah ke remaja

II. RISET DAN ANALISIS KOMPETITOR


A. ALASAN PEMILIHAN PRODUK/MEREK KOMPETITOR
a. Latar Belakang Pemilihan Kompetitor Langsung

Kompetitor langsung yang dimaksud adalah kompetitor yang memegang pasar saat
ini. Pemegang pasar produk jamu tradisional dengan jenis obat masuk angin adalah
Tolak angin. Hal ini dibuktikan dengan Tolak angin menempati posisi pertama dalam
Top Brand Award pada tahun 2016. Tolak angin adalah salah satu produk dari PT.
Sido Muncul. Tolak Angin dibuat dari tumbuh-tumbuhan herbal dan madu serta
ramuan lainnya. Tolak Angin dikenal lewat jargonnya: orang pintar minum Tolak
Angin. Tolak angin sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Tolak angin sendiri sudah
mulai menyentuh internasianal dalam penyebaranya. Tolak Angin dinyatakan aman
dikonsumsi dalam jangka panjang, sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Mengingat
Tolak Angin telah melalui uji toksisitas subkronik yang dilakukan bersama Fakultas
Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selain itu Tolak Angin terbukti
mampu meningkatkan daya tahan tubuh, dengan minum Tolak Angin dua sachet
setiap hari selama tujuh hari berturut-turut dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Oleh karena itu tolak angin dipilih menjadi competitor utama dalam penelitian ini.
b. Latar Belakang Pemilihan Kompetitor Tidak Langsung
Pemegang kompetitor tidak langsung dipilih sebagai pesaing dari produk yang dipilih
namun masih berada dibawah antangin dalam urutan pemegang pasar. Merek yang
terpilih adalah Bintang Toejoe masuk angin. Produk ini adalah salah satu obat masuk
angin dengan konsep jamu tradisional herbal yang dikemas dengan modern dan
memiliki manfaat dalam mencegah dan menyembuhkan masuk angin, perut
kembung, pegal-pegal, sakit kepala, mual dan meriang. Bintang toejoe masuk angin
sudah cukup dikenal oleh masyarakat. Dengan Tagline Orang bejo minum Bintang
Toedjoe masuk angin. Pada dasarnya iklan produk ini sangat terlihat jelas ingin
menyerang pemegang pasar yaitu tolak angin. Usaha ini membuktikan bahwa produk
ini adalah kompetitor yang langsung mengincar pemegang pasar dan tidak menjadi
kompetitor langsung ke antangin. Yang dalam penelitian ini adalah produk yang
dipakai sebagai bahan penelitian.
B. IDENTIFIKASI DATA BRAND/MEREK KOMPETITOR
Kompetitor Langsung
a. Nama Produk
Tolak Angin
b. Nama Perusahaan
PT. Sido Muncul
c. Sejarah Perusahaan

Berawal dari keinginan pasangan suami istri Siem Thiam Hie yang lahir pada tanggal
28 Januari 1897 dan wafat 12 April 1976 bersama istrinya Ibu Rakhmat Sulistio yang
terlahir pada tanggal 13 Agustus 1897 dengan nama Go Djing Nio dan wafat 14
Februari 1983, memulai usaha pertamanya dengan membuka usaha Melkrey, yaitu
usaha pemerahan susu yang besar di Ambarawa.

Pada tahun 1928, terjadi perang Malese yang melanda dunia. Akibat perang ini, usaha
Melkrey yang mereka rintis terpaksa gulung tikar dan mengharuskan mereka pindah
ke Solo, pada 1930. Tanpa menyerah, pasangan ini kemudian memulai usaha toko roti
dengan nama Roti Muncul. Lima tahun kemudian, berbekal kemahiran Ibu Rakhmat
Sulistio (Go Djing Nio) dalam mengolah jamu dan rempah-rempah, pasangan ini
memutuskan untuk membuka usaha jamu di Yogyakarta.

Tahun 1941, mereka memformulasikan Jamu Tolak Angin yang saat itu menggunakan
nama Jamu Tujuh Angin. Ketika perang kolonial Belanda yang kedua pada tahun
1949, mereka mengungsi ke Semarang dan mendirikan usaha jamu dengan nama Sido
Muncul, yang artinya "impian yang terwujud". Di Jalan Mlaten Trenggulun No. 104
itulah, usaha jamu rumahan dimulai dengan di bantu oleh tiga orang karyawan.

Pada tahun 1951, keluarga Ny. Rahkmat Sulistioningsih (Go Djing Nio) pindah ke
Semarang, dan di sana mereka mendirikan pabrik jamu secara sederhana namun
produknya diterima masyarakat secara luas. Karena semakin bersarnya usaha
keluarga ini, maka modernisasi pabrik juga merupakan suatu hal yang mendesak.

Pada 1984, PT. Sido Muncul memulai modernisasi pabriknya, dengan merelokasi
pabrik sederhananya ke pabrik yang representatrif dengan mesin-mesin modern.

Pada 11 November 2000, PT Sido Muncul kembali meresmikan pabrik baru


di Ungaran yang lebih luas dan modern. Peresmian dilakukan oleh Menteri
Kesehatan waktu itu, dan pada saat itu pula PT Sido Muncul memperoleh 2
penghargaan sekaligus, yakni Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB)
dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat
inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai salah satu pabrik jamu berstandar
farmasi. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas 7 hektare, lahan
Agrowisata ,1,5 hektare, dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik.

Pada tanggal 10 Februari 2010 telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan
pabrik bahan baku herbal seluas 3.000 m2.

d. Pengelola

- Sofyan Hidayat
Direktur Utama
Lahir di Yogyakarta tahun 1948. Menjabat sebagai Direktur Pemasaran Perseroan
sejak Mei 2013, merupakan salah satu Pemegang Saham Perseroan.
Saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Muncul Mekar (2001-sekarang), Komisaris
PT Semarang Herbal Indo Plant (2009-sekarang), Komisaris PT Muncul Putra Offset
(1994-sekarang), Komisaris PT Muncul Armada Raya (2002-sekarang), Komisaris
PT Hotel Candi Baru (2013-sekarang), Komisaris PT Mentari Anugerah Sakti (2013-
sekarang), sebelumnya pernah menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak 1972-
Mei 2013.
- Irwan Hidayat
Direktur
Lahir di Yogyakarta tahun 1947. Menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan sejak
Mei 2013, juga merupakan salah satu Pemegang Saham Perseroan.
Saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Muncul Mekar (1994-sekarang), Komisaris
Utama PT Semarang Herbal Indo Plant (2009-sekarang), Komisaris PT Muncul
Putra Offset (1994-sekarang), Komisaris PT Muncul Armada Raya (2002-sekarang),
Komisaris PT Hotel Candi Baru (Februari 2013-sekarang), Komisaris PT Mentari
Anugerah Sakti (2013-sekarang), sebelumnya pernah menjabat sebagai Komisaris
Perseroan sejak tahun 1972-Mei 2013.
- David Hidayat
Direktur
Lahir di Semarang tahun 1955. Menjabat sebagai Direktur Operasional Perseroan
sejak 1998.
Saat ini juga menjabat sebagai Direktur PT Muncul Putra Offset (2000-sekarang),
Komisaris PT Muncul Mekar (1994-sekarang), Direktur Utama PT Semarang Herbal
Indo Plant (2009-sekarang), Direktur PT Muncul Armada Raya (2002-sekarang),
Direktur Utama PT Hotel Candi Baru (Februari 2013-sekarang), Komisaris PT
Mentari Anugerah Sakti (2013-sekarang). Sebelumnya pernah menjabat sebagai
Komisaris Perseroan (1998 - Mei 2013).
- Venancia Sri Indrijati, Ak, CPA.
Direktur
Venancia Sri Indrijati, Ak, CPA. lahir di Blitar pada bulan Mei 1957. Memperoleh
gelar Sarjana Ekonomi, Akuntansi, Universitas Airlangga Surabaya, pada tahun
1982 dan memperoleh gelar Certified Wealth Manager, Universitas Gajahmada -
Erasmus University, pada tahun 2005.
Sedangkan pengalaman profesinya telah aktif di beberapa tempat, seperti:
Certified Public Accountant, Auditor terdaftar di Badan Pemeriksa Keuangan
& Bapepam LK (OJK)
1982 2003 : Partner Kantor Akuntan Publik Drs Hananta Budianto dan
Rekan
1982 2000 : Direktur PT Hananta Multi Consultants
2000 sekarang : Komisaris PT Hananta Multi Consultants.
1993 2000 : CFO Advisor PT Famous Shoes factory
2000 2002 : CEO Advisor PT Maratea Semarang, anak perusahaan Maratea
LLC , USA
2004 2007 : Local Consultant Medi Consult Sdn Bhd for HMIS
Development Funded by KfW,
2003 2005 : Partner KAP Tanubrata Yogi Sibarani Hananta, Member of
BDO International
2006 2007 : Partner KAP Drs Hananta Budianto & Rekan
2007 - 1 April 2014 : Managing Partner KAP Drs Hananta Budianto &
Rekan, Member of UHY International
2 April 2014 sekarang : Partner KAP Drs Hananta Budianto & Rekan,
Member of UHY International
e. Alamat
- Alamat Pabrik Jamu PT Sido Muncul:
Jl Soekarno Hatta Km 28 Kec Bergas Klepu, Semarang Indonesia.
Nomor Telepon: 024 6580-559, 0298 523-515
Fax: 024 6580-332, 0298 523-509
Email : simuncul@indosat.net.id
- Kantor Pemasaran PT SidoMuncul.
Alamat: Jl Cipete Raya No 81 Jakarta 12410, Indonesia.
Nomor Telepon: 021 765 3535 Fax 765 6522.
Email : marketing@sidomuncul.com
- Humas / PR PT SidoMuncul
Jln Cipete Raya No 81 Jakarta Selatan Indonesia 12410.
Website: www.sidomuncul.com
Hotline SidoMuncul ( Bebas Pulsa ) : 0800 140 3010
f. Produk Lain yang dipasarkan
- Tolak Angin
- Kuku Bima
- Kuku Bima Ener-G - minuman energi
- Kopi Jahe
- Permen Tolak Angin
- New Hemoroa- untuk wasir
- Fatraper- menurunkan lemak dan kolesterol
- Kunyit Putih- meningkatkan daya tahan tubuh
- Jamu Komplet Sido Muncul
- Esemag- membantu pengobatan mag
- Temulawak- menjaga kesehatan hati
- Bilberry Carrot- antioksidan mata
- Echinacea- meningkatkan daya tahan tubuh
- Garlic- menjaga kesehatan jantung
- Daun Dewa- makanan tambahan penderita tumor dan kanker
- SM Prosta Plus- untuk pembesaran prostat
- Suprasi- melancarkan ASI
- Memory - meningkatkan daya ingat
- Kunyit Asam
- SidoMuncul Vitamin C1000 mg
- Jahe Wangi
- KukuBima Kopi Ener-G
- KukuBima Kopi GInseng
g. Spesifikasi Produk
- Komposisi:
Oryza sativa, Foeniculi Fructus, Isorae Fructus, Caryophylli Folium, Zingiberis
Rhizoma, Bahan-bahan lain.
h. Harga Produk

- Supermarket
Rp. 14.500,- per pack dengan isi 5 sachet
- Warung
Rp. 2500,- per sachet
- Indomaret
Rp. 14.500,- per pack isi 5 sachet
- Toko
Rp. 2500.- persachet
- Pasar
Rp. 2500,- per sachet

i. Kelebihan Produk
- Harga relative murah
- Manfaat dari produk yang sudah dikenal
- Inovasi produk yang beragam
- Kandungan tumbuhan herbal yang tidak sudah tidak memiliki unsur pati (stach)
- Mudah dibawa dalam perjalanan
- Tahan lama
j. USP
Jamu yang praktis yang dapat diminum oleh setiap kalangan (modern).
k. Positioning Produk
Produk jamu modern (Obat herbal)
l. Tagline
Orang Pintar Minum Tolak Angin
m. Target Audience

- Demografis
1. Jenis Kelamin : Laki-laki dan perempuan
2. Siklus Hidup Keluarga : Siklus Hidup Keluarga Non-Tradisional
Siklus Hidup Keluarga Model Non-Traditional

Family Household
1. Childless Couples: pasangan yang memilih untuk tidak memiliki
anak dikarenakan oleh pasangan tersebut lebih memilih pada pekerjaan.
2. Pasangan yang menikah diumur diatas 30 tahun menikah terlalu
lama dikarenakan karir dimana memutuskan untuk memiliki sedikit
anak atau justru malah tidak memiliki anak.
3. Pasangan yang memiliki anak di usia yang terlalu dewasa (diatas 30
tahun).
4. Single Parent I: single parent yang terjadi karena perceraian.
5. Single Parent II: pria dan wanita muda yang mempunyai satu atau
lebih anak diluar pernikahan.
6. Single Parent III: seseorang yang mengadopsi satu atau lebih anak.
7. Extended Family: seseorang yang kembali tinggal dengan orang
tuanya untuk menghindari biaya yang dikeluarkan sendiri sambil
menjalankan karirnya. Misalnya anak, atau cucu yang cerai kemudian
kembali ke rumah

3. Pekerjaan : Bekerja
4. SES : (model nielsen)
SES tingkat D dengan pengeluaran 700-
1000 proporsi 8 %
SES tingkat C denga pengeluaran 1000-
1500 proporsi 21 %
5. Usia : Anak-anak sampai dewasa
6. Pendidikan : Semua kalangan pendidikan, mulai menuju
ke Mahasiswa dan Sekolah.
7. Kewarganegaraan : Indonesia
- Geografis
Wilayah : Indonesia
Kepadatan : Padat
Lokasi : Perkotaan
- Psikografis
1. Gaya Hidup : Tradisional menuju ke modern.
2. Kepribadian : Menyukai tradisonal, praktis, harga murah dan
modern.
- Behavioristis
1. Sifat Kesetiaan : Loyal dengan produk karena harga murah
dan mudah ditemui serta manfaatnya
2. Status Pemakai : Setia
3. Perilaku : Suka dengan hal yang tradisional seperti
jamu
4. Sikap terhadap Produk : Mengonsumsi karena manfaatnya, praktis

n. Promosi
- Advertising
o Iklan Tolak Angin Sido Muncul edisi Manny Pacquiao 2015

Iklan terbaru tolak angin dengan tujuan ingin memasuki pasar


internasional dengan memanfaatkan iklan yang dibintangi Manny
Pacquiao.
o Iklan dengan bus
Tolak Angin memanfaatkan media kendaraan umum dalam iklannya.
o Billboard Tolak angin

Salah satu billboard iklan tolak angin yang ada di jawa tengah.
- Salles Promotion
PT. Sido Muncul dalam memasarkan Jamu Tolak Angin adalah dengan mengemas
Jamu Tolak Angin dengan permen Tolak Angin dalam satu paket. Keuntungan
yang di dapat adalah Jamu Tolak Angin dapat terjual dan sekaligus mengenalkan
produk baru PT. Sido Muncul.
Bentuk lain promosi penjualan adalah sebagai Event Sponsorship. Dalam
beberapa event televisi Tolak Angin seringkali menjadi sposor utama seperti
Realtiy Superstar pada awal tahun 2000an di Indosiar dan sponsor acara musik
Karnaval di SCTV. Sebagai sponsor utama Tolak Angin mendapatkan banyak
keuntungan, sebagai mana dilansir dalam Malang Post dalam acara Karnaval
SCTV di kota Malang pada tanggal 15 Mei 2010 dapat mengadakan relaunching
produk turunan Tolak Angin yang diperuntukkan bagi anak-anak Selain itu
keuntungan lain yang di dapatkan oleh Tolak Angin adalah mereka dapat menjual
secara langsung lewat stand-stand yang disediakan di tempat acara berlangusng
dengan memberikan doorprize dan hadiah-hadiah menarik lainnya.
- Personal selling

Booth dan seragam personal selling girl antangin di salah satu event.

- Public Relations

Dalam pemasaran tentunya perlu dimbangi oleh reputasi perusahaan maupun


produk yang bagus. PT. Sido Muncul ternyata tidak melupakan hal ini, PT. Sido
Muncul PT. SidoMuncul. Membangun kawasan Argowisata dengan lahan seluas
1,5 hektar dari lahan 7 hektar kawasan yang dimiliki oleh pabrik PT. Jamu Sido
Muncul., dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik. Pt. Jamu
Sido Muncul memberikan akses yang seluas-luasnya untuk kunjungan ke
lingkungan pabrik. Dalam kunjungan itu terdapat kegiatan-kegiatan edukasi
tentang jamu-jamuan dan tanaman herbal sehingga masyarakat dapat melihat
kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan pabrik. Masyarakat yang datang juga
mendapatkan manfaat tentang edukasi tanaman herbal yang berkahsiat bagi
kesehatan.

Kegiatan Public Relations yang diadakan oleh Tolak Angin dalam hal ini tentunya
pihak PT. Sido Muncul adalah mengadakan kegiatan Mudik Gratis setiap tahun.
PT. Jamu Sido Muncul memfasilitasi para pemudik dengan memberikan pelayan
angkutan gratis untuk pulang kampung yang kebanyakan pesertanya adalah para
penjual jamu.

o. Analisis Branding Produk


- Bentuk Packaging

Desain tolah angin berbentuk persegi panjang sachet. Desain disesuaikan dengan
isi yaitu bentuk liquid/cairan
- Color image

Hampir seluruh warna didominasi warna kuning


- Logo

Logo terdiri dary typeface berwanra merah dengan tulisan Tolak Angin
- Ilustrasi Produk
Ilustrasi produk terdiri dari gambar rempah-rempah dan bahan herbal bahan
utama pembuatan tolak angin. Terdapat ilustrasi bendera Indonesia dan kata-kata
Produk Indonesia.
Kompetitor Tidak Langsung

DATA PRODUK

a. Nama Produk/Merek
Bintang Toejoe Masuk Angin
b. Nama Perusahaan
PT. Bintang Toejoe
c. Sejarah Perusahaan

PT Bintang Toedjoe didirikan pada 29 April 1946 di Garut, Jawa Barat, oleh shinse Tan
Jun She, Tjia Pu Tjien, dan Hioe On Tjan. Nama Bintang Toedjoe sendiri dipilih
berdasarkan jumlah anak perempuan Tan, yakni 7 orang.
Pada waktu itu, dengan alat-alat yang sederhana dan mempekerjakan beberapa orang
karyawan, PT Bintang Toedjoe berhasil memproduksi obat-obatan yang dijual
bebasguna memenuhi kebutuhan masyarakat akan obat. Salah satu obat yang diproduksi
sejak berdirinya adalah Puyer No. 16 (Obat Sakit Kepala No. 16) yang sampaisaat ini
masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan diekspor ke beberapa negara.
Empat tahun sejak didirikan, PT Bintang Toedjoe pindah dari Garut ke kawasan Krekot,
Jakarta, dan pada tahun 1974 PT Bintang Toedjoe kembali pindah ke kawasan Cempaka
Putih, Jakarta. Pada tahun 1970-an ini PT Bintang Toedjoe mulai memproduksi obat
resep dokter. Pada tahun 1985, PT Bintang Toedjoe dibeli oleh Kalbe Group dan
berkembang dengan pesat. Tahun 1990 produk-produk PT Bintang Toedjoe mulai
diekspor ke mancanegara.Sejalan dengan peningkatan produksinya, lokasi di kawasan
Cempaka Putih sudah tidak memadai lagi, sehingga pada tahun 1993 PT Bintang
Toedjoe pindah ke Kawasan Industri Pulogadung, menempati area seluas 12.000 meter
persegi. Lalu September 2002, Head Office pindah ke Pulomas, pabrik tetap di
Pulogadung. Di area yang ditempati sampai sekarang ini, selain pabrik juga terletak
kantor pusat PT Bintang Toedjoe.
Saat ini, dengan memperkerjakan lebih dari 1000 orang karyawan, PT Bintang Toedjoe
merupakan salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia yang tidak hanya
memproduksi obat-obatan, melainkan juga memproduksi suplemen makanan dan
fitofarmaka.
d. Pengelola
Komisaris Independen
Johanes Berchman Apik Ibrahim
Komisaris Independen Perseroan sejak tahun 2015. Saat ini beliau menjadi Komisaris
Independen Perseroan berdasarkan pernyataan keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 10 November 2015. Warga Negara Indonesia, lahir
di Purbalingga pada tanggal 6 Maret 1957, berdomisili di Jakarta, Indonesia.

Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Manajemen dari Universitas Katolik Parahyangan


Bandung. Beliau telah memiliki pengalaman yang luas dalam industri farmasi
khususnya di bidang pemasaran dan inovasi. Beliau bergabung dengan PT Bintang
Toedjoe sejak tahun 1985, dan telah menjabat pada berbagai posisi senior dalam Kalbe
Group antara lain sebagai Presiden Direktur PT Dankos Laboratories Tbk. dan Direktur
Kalbe International Pte. Ltd. sebelum mengundurkan diri pada tahun 2011. Sejak bulan
Mei 2014, beliau menjabat sebagai Komisaris Independen PT Enseval Putera
Megatrading Tbk. Beliau aktif dalam Gabungan Perusahaan Makanan dan Minuman
pada masa bakti 2015 2017. Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Komite Nominasi
dan Remunerasi.
e. Alamat Perusahaan
- Head Office
Jl. Jend. A. Yani No. 2 - Pulomas
Jakarta 13210
- Factory Office
Jl. Rawa Sumur Barat II K-9 2
Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta 13930
Customer Service : cs@bintang7.com
Website : www.bintang7.com

f. Produk Lain

Bintang Toedjoe Masuk Angin

Bintang Toedjoe Panas Dalam

Bintang Toedjoe Turun Panas

Caxon Ion C
Extra Joss

E-Juss

Femirex

Juss Ginseng

Komix

Puyer 16 Bintang Tujuh

Waisan

Irex

g. Spesifiksi Produk

Terbuat dari bahan-bahan alami seperti Jahe merah, foeniculi fructus ( adas ), menthae
arvensis folium (mint), piper retrofracti fructus (cabe jawa) dan madu

Netto 15 ml

h. Harga Produk

- Supermarket
Rp. 11.500,- per pack dengan isi 5 sachet
- Warung
Rp. 2500,- per sachet
- Indomaret
Rp. 11.500,- per pack isi 5 sachet
- Toko
Rp. 2500.- persachet
- Pasar
Rp. 2500,- per sachet
i. Kelebihan Produk
- Terbuat dari bahan herbal
- Mudah dijangkau
- Harga Murah
- Kemasan modern

j. USP

Bintang Toejoe Masuk angin mengutamakan konsep herbal. Produk ini melandasi
pentingnya obat dari bahan herbal sehingg sehat pada saat dikonsumsi.

Dari sekian produk yang memiliki kesamaan produk obat masuk angin ini lebih
mengutamakan kecondongan jahe merah dan aroma yang dimiliki.

k. Positioning Produk

Bintang toejoe masuk angin memposisikan produknya sebagai jamu modern sebagai
obat masuk angin.

l. Tagline

Orang Bejo minum bintang toejoe masuk angin

m. Target Audience

- Demografis
1. Jenis Kelamin : Laki-laki dan perempuan
2. Siklus Hidup Keluarga : Siklus Hidup Keluarga Non-Tradisional
Siklus Hidup Keluarga Model Non-Traditional
Family Household
1. Childless Couples: pasangan yang memilih untuk tidak memiliki
anak dikarenakan oleh pasangan tersebut lebih memilih pada pekerjaan.
2. Pasangan yang menikah diumur diatas 30 tahun menikah terlalu
lama dikarenakan karir dimana memutuskan untuk memiliki sedikit
anak atau justru malah tidak memiliki anak.
3. Pasangan yang memiliki anak di usia yang terlalu dewasa (diatas 30
tahun).
4. Single Parent I: single parent yang terjadi karena perceraian.
5. Single Parent II: pria dan wanita muda yang mempunyai satu atau
lebih anak diluar pernikahan.
6. Single Parent III: seseorang yang mengadopsi satu atau lebih anak.
7. Extended Family: seseorang yang kembali tinggal dengan orang
tuanya untuk menghindari biaya yang dikeluarkan sendiri sambil
menjalankan karirnya. Misalnya anak, atau cucu yang cerai kemudian
kembali ke rumah

3. Pekerjaan : Bekerja
4. SES : (model nielsen)
SES tingkat D dengan pengeluaran 700-
1000 proporsi 8 %
SES tingkat C denga pengeluaran 1000-
1500 proporsi 21 %
5. Usia : Anak-anak sampai dewasa
6. Pendidikan : Semua kalangan pendidikan, mulai menuju
ke Mahasiswa dan Sekolah.
7. Kewarganegaraan : Indonesia
- Geografis
Wilayah : Indonesia
Kepadatan : Padat
Lokasi : Perkotaan
- Psikografis
3. Gaya Hidup : Tradisional menuju ke modern.
4. Kepribadian : Menyukai tradisional, praktis, harga murah
dan modern.
- Behavioristis
5. Sifat Kesetiaan : Sedang karena mulai mengenal produk dari
produk lain
6. Status Pemakai : Menengah
7. Perilaku : Suka dengan hal yang tradisional seperti
jamu
8. Sikap terhadap Produk : Mengonsumsi karena manfaatnya, praktis
n. Promosi yang dilakukan

- Advertising
o Billboard

Salah satu iklan billboard bintang toejoe


o Iklan Bintang Toedjoe Masuk angin TV

o Ikan Youtube

Iklan diperankan oleh ceasar


o Billboard
Billboard Bintang Toedjoe di Taman Herbal Bejo Ria Rio, Pulogadung,
Jakarta Timur, yang diprotes Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dibangun persis di ujung Taman Herbal
Bejo tersebut.

- Selles Promotion

Seragam Selles Promotion Girl dan both


- Public relations

Bintang Toedjoe melalui salah satu produknya, Bintang Toedjoe Masuk Angin
menggelar program mudik bersama dengan para mitra bisnis, khususnya
pedagang rombong dan kios kecil yang berada di wilayah Jabodetabek.
o. Analisis Branding Produk

- Bentuk Packaging

Packaging berbentuk persegi panjang dengan bahan yang dapat menampung


liquid atau cairan. Pada kardus pack menggunakan karton tipis sebagai bahan.
- Color Image produk
Warna dasar yang mewakili produuk ini adalah kuning dan merah
- Logo Produk
Logo menggunakan Typeface Bintang Toedjoe berwarna putih dan typeface
masuk Angin dengan warna font hijau
- Ilustrasi Produk
Gambar atau ilustrasi yang dipakai menggunakan gambar madu jahe dan
tanaman, sebagai perlambangan bahan yang digunakan.

C. KESIMPULAN ANALISIS
Kompetitor Langsung
Tolak Angin
- Analisis Market
Dari yang sudah ada market utama dari tolak angin adalah pasar jamu tradisional.
Tolak angin sendiri ingin menyasar ke pengguna jamu tradisional. Namun pasar
tersebut dikembangkan ke pasar masyarakat modern.
- Analisis Target Market
Dari analisa Tolak Angin ingin menyasar ke masyarakat dari kalangan terdidik hal ini
dibuktikan dengan adanya tagline Orang Pintar minum tolak angin dari tagline
tersebut terlihat bahwa tolak angin ingin memberitahukan bahwa produk ini adalah
produk jamu namun bisa di konsumsi oleh kalangan terdidik sekalipun. Produk ini
ingin merubah citra bahwa jamu tidak hanya dikonsumi oleh masyarakat tradisional
namun juga masyarakat modern.
- Analisis Target Audience
Dari hasil data target audience dari produk ini adalah masyarakat modern yang
percaya dengan obat herbal atau jamu. Dan pada tahun 2016 Tolak angin mulai
menyasar ke internasional dengan iklan yang dibintangi Manny Pacquiao. Sehingga
target audience dari produk ini adalah dari kalangan menengah sampai ke atas. Usia
yang dijangkau dari berbagai usia namun pada gerakan iklan-iklan terbaru target
yang disasar ada remaja sampai dewasa awal.
- Analisis SWOT
a. Strength
1. Sumber daya manusia handal
2. Fasilitas pabrik baik
3. Perusahaan Jamu terbesar
4. Brand yang terkenal
5. Penyebaran Produk luas
6. Harga Terjangkau
7. Wangi jahe merah yang lebih kuat
b. Weakness
1. Cara untuk mengolah bahan masih ada yang memakai cara tradisional
2. Terkadang mengambil barang baku dari pengumpul
3. Produk yang memiliki kemiripan dengan produk lain.
c. Opportunity
1. Dengan memiliki teknologi yang canggih dapat proses kinerja produksi
2. Memiliki ruang dalam pengembangan produk dari pada pesaing lain
3. Kelebihan dari produk herbal yang aman dirasa menambah citra dimata
masyarakat.
d. Treat
1. Banyaknya pesaing dengan produk yang hampir serupa
2. Adanya pesaing perusahaan jamu yang menggunakan bahan kimia
sehingga dapat menurunkan citra jamu di mata masyarakat.

Kompetitor Tidak Langsung


Bintang Toedjoe Masuk Angin
- Anlisis Market
Dari data yang terkumpul target pasar Bintang Toedjoe Masuk angin adalah wilayah
perkotaan dengan kebudayaan yang masih lekat dengan unsur tradisional. Market dari
produk ini sendiri terdiri dari pasar obat-obatan yang lebih spesifik ke jamu tradisional
yang sudah dikemas secara modern.
- Analisis Target Market
Dari data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa target market dari produk ini adalah
masyarakat dengan segmen bawah sampai menengah dan memilki kecenderungan
percaya terhadap kasiat jamu tradisional. Tagline bejo menggunakan bahasa jawa
sehingga dapat ditarik kesimpulan target menuju ke masyarakat tradisional.
- Analisis Target Audience
Target audience dari produk ini adalah masyarakat dengan tingkat sosial bawah sampai
menengah dilihat dari harga produk dan iklan yang disiarkan seperti iklan yang dibintangi
caesar dari segi visual dan musik yang terdominan oleh nuansa dangdut. Dari iklan yang
menggempur produk pemegang pasar yaitu tolak angin dengan tagline Orang bejo lebih
beruntung dari orang pintar dari hal tersebut dapat diambil kesimpulan orang bejo
adalah kalangan orang yang tidak haruslah berpendidikan tinggi seperti masyarakat
tradisional namun tidak hanya hal tersebut. Target dari produk ini juga dari masyarkat
kalangan bawah namun juga menengah hal tersub didukung dengan iklan-iklan yang
dipakai menggunakan artis yang menjadi figur berkecukupan seperti
- Analisis SWOT
1. Strenght
a. Memiliki keunggulan dalam bidang aroma dari jahe merah
b. Merambat kesegala kalangan baik dari bawah sampai menengah
c. Penyebaran yang luas
d. Jumlah iklan dan advertising yang cukup bagus
2. Weakness
a. Kurangnya perbedaan dengan produk sejenis
b. Jumlah produk serupa sudah banyak
c. Lemahnya citra produk dimata masyarakat sehingga sering terjadi kekeliruan
anggapan oleh masyarakat ke produk lain
d. Me-too brand dari pemegang pasar.
e. brand Recall lemah karena terlalu panjang
3. Opportunity
a. Masih dapat memiliki perbedaan dengan produk lain
b. Memiliki target audience yang lebih uas dari produk sejenis
c. Masih dapat merubah packaging sehingga memiliki pembeda dengan produk
sejenis
4. Treat
a. Banyaknya produk sejenis
b. Kurangnya awareness terhadap brand
c. Dengan kurangnya awareness terhadap brand dapat menimbulkan miss perception
masyarakat terhadap iklan dan justru merujuk ke produk lain.

D. LAMPIRAN
- Foto Observasi Lapangan