Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
PENGERTIAN,KEDUDUKAN,SIFAT DAN
FUNGSI UUD 1945

DISUSUN OLEH KELOMPOK 2

ANGGOTA KELOMPOK :

1. ANGGITA MUNTAZ F ( 3.41.16.4.04 )


2. DENIS JULIO ( 3.41.16.4.07 )
3. MAYANG AVIRA M ( 3.41.16.4.16 )
4. MEGAROSA CITRA D ( 3.41.16.4.17 )
5. PRISKILLA MARIS ( 3.41.16.4.20 )
6. RETNO ALVIAH ( 3.41.16.4.21 )
7. RISKA FEBRIYANTI ( 3.41.16.4.23 )

KELAS AK-1E
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
TAHUN 2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam proses hukum dewasa ini berbagai kajian ilmiah tentang UUD 1945, banyak
yang melontarkan ide untuk melakukan amandemen terhadap UUD 1945. Amandemen
tidak dimaksudkan untuk mengganti UUD 1945, tetapi amandemen merupakan suatu
prosedur penyempurnaan terhadap UUD 1945, amandemen lebih merupakan
perlengkapan dan rincian yang dijadikan lampiran otentik bagi UUD 1945. Ide tentang
amandemen terhadap UUD 1945 didasarkan pada kenyataan sejarah selama orde lama
dan orde baru, bahwa penerapan pasal terhadap pasal-pasal UUD memiliki sifat multi
interpretable atau dengan kata lain berwayuh arti sehingga mengakibatkan adanya
sentralisasi kekuasaan kepada persiden. Hal yang mendasar bagi pentingnya amandemen
UUD 1945 tidak adanya sistem kekuasaan dengan check and balances terhadap
kekuasaan eksekutif.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah Pengertian Hukum Dasar ?
2. Apakah Pengertian UUD 1945 ?
3. Apa Kedudukan UUD 1945 dalam peraturan negara RI ?
4. Apa Saja Sifat UUD 1945 ?
5. Apakah Fungsi UUD 1945 ?

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Hukum Dasar


Hukum Dasar yaitu aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek
penyelenggaraan negara. Hukum dasar terdiri dari hukum dasar tertulis dan hukum
dasar tidak tertulis.
a. Hukum dasar yang tidak tertulis (Convensi).
Hukum dasar yang tidak tertulis atau sering disebut convensi, merupakan
aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan
negara. Convensi ini merupakan pelengkap dari aturan-aturan dasar yang belum
tercantum dalam Undang-Undang Dasar dan diterima oleh seluruh rakyat dan
tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang Dasar.
Convensi memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. Merupakan kebiasaan yang berulang kali dan terpelihara dalam praktek
penyelenggaraan negara
2. Tidak bertentangan dengan UUD dan berjalan sejajar.
3. Diterima oleh seluruh rakyat
4. Bersifat sebagai pelengkap, sehingga memungkinkan sebagai aturan-aturan
dasar yang tidak terdapat dalam UUD.
Dalam praktek penyelenggaraan negara yang sudah menjadi hukum dasar
tidak tertulis, yaitu Pidato kenegaraan Presiden di depan sidang DPR Setiap
tanggal 16 Agustus, penyampaian pertanggungjawaban Presiden di depan MPR
dan Penilian MPR terhadap pertanggung jawaban tersebut. Rancangan GBHN
oleh Presiden pada MPR.
b. Konstitusi
Istilah konstitusi berasal dari bahasa Inggris Constitution dan bahasa
Belanda Constitute yang diterjemahkan dengan Undang-Undang Dasar, sesuai
dengan kebiasaan orang Belanda dan Jerman dalam perbincangan sehari-hari
menggunakan istilah Groundwet (Ground = Dasar, Wet = Undang-undang)
keduanya menunjukkan naskah tertulis.
Namun pengertian konstitusi dalam praktek ketatanegaraan umumnya dapat
mempunyai arti :
1) Lebih luas daripada UUD atau
2) Sama dengan pengertian UUD

2. Pengetian UUD 1945.

Konstitusi atau Undang Undang Dasar sebuah negara diartikan sebagai suatu
bentuk pengaturan tentang berbagai aspek yang mendasar dalam sebuah Negara, baik
aspek hukum maupun aspek lainnya yang merupakan kespakatan masyarakat untuk
diatur. Aspek lain dalam pengertian ini dapat berupa aspek social maupun aspek
filosofis dalam arti asas-asas yang didasarkan pada alasan-alasan tertentu.
KC Wheare, mengartikan konstitusi sebagai keseluruhan system
ketatanegaraan dari suatu Negara berupa kumpulan peraturan-peraturan yang
membentuk, mengatur atau memerintah dalam pemerintahan suatu Negara. Peraturan
disini merupakan gabungan antara ketentuan-ketentuan yang memiliki sifat hokum
(legal) dan yang tidak memiliki sifat hokum (non legal). Berdasarkan pengertian ini,
konstitusi merupakan bentuk pengaturan tentang berbagai aspek yang mendasar
dalam sebuah Negara, baik aspek hukum maupun aspek lainnya yang merupakan
kespakatan masyarakat untuk diatur. Aspek lain dalam pengertian ini dapat berupa
aspek social maupun aspek filosofis dalam arti asas-asas yang didasarkan pada alasan-
alasan tertentu.
C.F. Strong mengatakan bahwa konstitusi memiliki kedudukan sebagai aturan
main bagi rakyat untuk konsolidasi posisi politik dan hokum, untuk mengatur
kehidupan bersama dalam rangka mewujudkan tujuannya dalam bentuk Negara.
James Bryce mendefinisikan konstitusi sebagai suatu kerangka masyarakat
politik (Negara) yang diorganisir dengan dan melalui hokum. Dengan kata lain,
hokum menetapkan adanya lembaga-lembaga permanent dengan fungsi yang telah
diakui dan hak-hak yang telah ditetapkan. Konstitusi dapat pula dikatakan sebagai
kumpulan-kumpulan prinsip yang mengatur kekuasaan pemerintah, hak pihak yang
diperintah (rakyat) dan hubungan diantara keduanya. Konstitusi bisa berupa sebuah
catatn tertulis; konstitusi dapat diketemukan dalam bentuk dokumen yang bisa diubah
atau diamandemen menurut kebutuhan dan perkembangan zaman atau konstitusi
dapat juga berwujud sekumpulan hokum terpisah dan memiliki otoritas khusus
sebagai hokum konstitusi.
UUD 1945 adalah hukum dasar yang menetapkan struktur dan prosedur
organisasi yang harus diikuti oleh otoritas publik agar keputusan-keputusan yang
dibuat mengikat komunitas politik. Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45, adalah hukum dasar
tertulis(basic law), konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini.

3. Kedudukan UUD 1945.


1) Sebagai kaidah fundamental negara Secara konkret pokok-pokok kaidah negara
itu adalah dasar negara pancasila.
2) Dengan adanya UUD 1945baik penguasa dapat mengetahui aturan/ketentuan
pokok mendasar mengenai ketatanegaraan
3) Sebagai sumber hukum dasar atau hukum pokok UUD 1945 dalam kerangka tata
aturan atau tata tingkatan norma hukum yang berlaku menempati kedudukan yang
tinggi dan semua perundang-undangan,peraturan-peraturan yang berada
dibawahannya tidak boleh bertentangan
4) Rigid Mempunyai kedudukan dan derajat yang lebih tinggi dari peraturan
perundang-undangan yang lain, serta hanya dapat diubah dengan cara khusus dan
istimewa.
5) Alat kontrol terhadap peraturan yang lebih rendah.
4. Sifat Undang-Undang Dasar 1945.
1. Oleh karena sifatnya tertulis, maka rumusannya jelas, merupakan suatu hukum
yang mengikat pemerintah sebagai penyelenggara negara, maupun mengikat bagi
setiap warga negara.

2. Sebagaimana tersebut dalam penjelasan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa


UUD 1945 bersifat singkat dan supel, memuat aturan-aturan yaitu memuat aturan-
aturan pokok yang setiap kali harus dikembangkan sesuai dengan perkembangan
jaman,serta memuat hak-hak asasi manusia.

3. Memuat norma-norma, aturan-aturan, serta ketentuan-ketentuan yang dapat dan


harus dilaksanakan secara konstitusional.
4. Undang-Undang Dasar 1945,dalam tertib hukum Indonesia,merupakan peraturan
hukum positif yang tertinggi. Disamping itu, juga sebagai alat kontrol terhadap
norma-norma hukum positif yang lebih rendah dalam hierarki tertib hukum
Indonesia.

5. Fungsi UUD 1945.

1) Menyelenggarakan pengaturan lebih lanjut ketentuan dalam Undang-Undang


Dasar 1945
2) Pengaturan lebih lanjut secara umum aturan dasar lainnya dalam Batang
Tubuh UUD 1945
3) Pengaturan lebih lanjut dalam ketetapan MPR yang tegas-tegas menyebutnya

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Pengertian UUD 1945 adalah hukum dasar yang menetapkan struktur dan prosedur
organisasi yang harus diikuti oleh otoritas publik agar keputusan-keputusan yang
dibuat mengikat komunitas politik.
Sifat UUD 1945 antara lain;
Singkat artinya UUD RI 1945 hanya memuat sendi sendi pokok hukum dasar
Negara Indonesia, yang hanya terdiri dari 37 Pasal.
Fleksibel artinya dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat.
Ciri UUD 1945 diantaranya organisasi negara, hak-hak asasi manusia, prosedur
mengubah undang-undang dasar, adakalanya membuat larangan untuk mengubah
sifat tertentu dari undang-undang dasar dan memuat cita-cita rakyat dan asas-asas
ideology negara.
Kedudukan UUD 1945
Sebagai Hukum Dasar atau Hukum Pokok, UUD 1945 dalam kerangka tata aturan
atau tata tingkatan norma hukum yang berlaku menempati kedudukan yang tinggi dan
semua perundang-undangan, peraturan-peraturan yang berada di bawahnya tidak
boleh bertentangan. Undang-undang Dasar bukanlah hukum biasa, melainkan hukum
dasar, yaitu hukum dasar yang tertulis. Sebagai hukum dasar, UUD 1945 merupakan
sumber hukum tertulis.

DAFTAR PUSTAKA

Buku Pendidikan Kewarganegaraan karangan PROF DR.H.KAELAN,M.S.( Hal:85-86).

www.sarjanaku.com/2010/10/pengertian-hukum-dasar-negara-indonesia.html

http://artonang.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-fungsi-dan-kedudukan-uud-1945.html