Anda di halaman 1dari 5

UJI BIOKIMIA ASAM NUKLEAT DENGAN METODE PENAMPAKAN ASAM NUKLEAT

TANAMAN

SANSAN IRSAN ABDUL MALIK


PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN

ABSTRACK

Asam nukleat merupakan senyawa yang mengandung basa nitrogen


(struktur siklik aromatik yang memiliki atom nitrogen) sebagai bagian dari
struktur asam nukleat.Asam nukleat yang terbagi menjadi RNA dan DNA dapat
ditentukan kadar atau konsentrasinya dari suatu organ, dalam hal ini hati.
Penentuan ini dilakukan melalui lisis sel, sentrifugasi berulang dan penambahan
reagen orsinol untuk RNA dan difenilamina untuk DNA sehingga analisis
kuantitatif dapat dilakukan dengan spektrofotometer visible.

Kata Kunci : Asam Nukleat

PENDAHULUAN

Setiap sel mempunyai kemampuan menggandakan diri dengan kode DNA


sebagai cetak biru, bahan-bahan dasar sebagai komponen penyusun dan dengan
bantuan katalis enzim (Kirby, 1990).

Asam nukleat merupakan senyawa yang mengandung basa nitrogen


(struktur siklik aromatik yang memiliki atom nitrogen) sebagai bagian dari
struktur asam nukleat. Asam nukleat, dibangun oleh polimerisai nukleotida, yang
berfungsi sebagai pusat informasi utama untuk penyimpanan san pengambilan
informasi tentang urutan polipeptida (Kikuchi, 2010).

Komponen penyusun asam nukleotida yaitu gula basadan fosfat.


Nukleotida berbeda terhadap satu sama lain bergantung pada jenis gula dan
basa nitrogen yang terkandung didalamnya. Terdapat dua macam gula yaitu gula
ribose dan deoksiribosa. Kelompok gula basa terbagi menjadi purin dan primidin.
Purin terdiri dari adenin (A) dan Guanin (G), sedangkan primidin terdiri atas
sitosin (S), timin (T), dan urasil (U) (Sudjadi, 2007).
Asam nukleat dalam sel ada dua jenis DNA (Deoxyribonucleid acid) dan
RNA (Ribonucleid acid). Baik DNA dan RNA berupa anion dan pada umumnya
terikat oleh protein dan bersifat basa. Molekul asam nukleat merupakan polimer
seperti protein tetapi unit penyusunnya adalah nukleotida. Salah satu contoh
nukleotida asam nukleat bebas adalah ATP yang berfungsi sebagai pembawa
energi (Poedjiadi, 2005: 132-135)

Molekul DNA merupakan rantai polinukleotida yang mempunyai beberapa


jenis basa purin dan primidin dan berbentuk heliks ganda antara rantai satu
dengan pasangannya. Dalam heliks ganda terdapat ikatan hidrogen. Molekul
DNA yang berbentuk heliks ganda ini mempunyai sifat dapat membelah diri dan
masing masing rantai polinukleotida mampu membentuk rantai baru yang
merupakan pasangannya. Terjadinya heliks ganda yang baru dan proses
terbentuknya DNA baru disebut replikasi (Widyatomo, Elisabeth, dan Aniek,
2010: 65).

Isolasi DNA adalah proses pengeluaran DNA dari tempatnya berada


(Ekstraksi atau lisis) biasanya dilakukan dengan homogenitas dan penambahan
buffer ekstraksi atau buffer lisis untuk mencegah DNA rusak (Yuwono, 2006)

Menurut Adie (1999) maanfaat dari isolasi DNA yaitu:

Mendapatkan DNA murni yang akan digunakan dalam percobaan


laboratorium tertentu.

Visualisasi DNA dengan elektroforesis gel

Peninjauan pola fragmen DNA dalam hasil pemotongan secara enzimatik


melalui teknik hidrolisasi southern.

Isolasi plasmid atau DNA fage dalam prosedur pemindahan DNA.

METEDOLOGI

Alat dan Bahan

Dalam praktikum uji asam nukleat dengan metode Penampakkan asam


nukleat tanamn ini menggunakan alat diantaranya: Mortal dan pestle,Gelas
Ukur,Beaker gelas,Chopstick,pipet,saringan,Tabung reaksi ,sendok
kecil.Sedangkan bahan yang di gunakan brokoli,wortel,bawang
merah,pisang,detergen,garam,alkohol.

Prosedur kerja

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Percobaan

Sampel Perbandingan Garam : Hasil


Deterjen
Pisang :1 +++
1:1 ++
1: +++
Brokoli :1 +
1:1 +++
1: ++
Bawang Merah :1 +
1:1 +++
1: ++
Wortel :1 +++
1:1 ++
1: +++

Pembahasan

Pada percobaan kali ini melakukan pengamatan pada DNA dengan menggunakan beberapa
bahan senyawa kimia dan beberapa perlakuan fisik pada bahan yang diuji. Proses isolasi
DNA menurut Muladno (2002)diawali dengan proses ekstraksi DNA. Dengan perlakuan fisik
yaitu penggerusan dengan mortar dan pistil. Hal ini bertujuan untuk memisahkan DNA
dengan partikel lain yang tidak diinginkan. Proses ini dilakukan dengan hati-hati, sehingga
tidak menyebabkan kerusakan pada dinding sel, membran sel membran plasma dan
membran inti. Sedangkan secara kimiawi dapat dengan pemberian yang dapat merusak
membran sel dan membran inti, salah satunya adalah detergen ini bertujuan untuk
memecahkan dinding sel dan membran sel lapisan pembungkus DNA. Ini disebabkan
karena sifat dari detergen sama dengan sifat dinding sel yang hidrofobik, sehingga terjadi
ikatan diantara keduanya dan menyebabkan dinding sel rusak.
Lalu ditambahkan garam dapur dan diterjen dengan perbandingan : 1, 1 : 1, dan 1 :
kemudian diaduk. Pengisolasian DNA menggunakan garam dapur dengan tujuan untuk
memekatkan DNA. Hal ini dapat terjadi karena ion Na+ yang dikandung oleh garam mampu
membentuk ikatan dengan kutub negative pada ikatan fosfat DNA. Saat ion Na+ garam
berikatan dengan fosfat, pada saat itulah DNA akan berkumpul. Sedangkan Penambahan
deterjen (SDS) berfungsi untuk melisiskan barier (penghalang) sel secara kimia sebagai
pengganti senyawa kimia.

Kemudian di diamkan sampai endapannya turun. Selanjutnya larutan diambil 5 ml dengan


pipet tetes ke dalam tabung reaksi, sehingga didapatkan sampel berupa cairan yang tidak
terlalu kental.

Pada tabung reaksi tersebut kemudian dipisahkan bagian bagian yang telah terurai dengan
menggunakan alkohol dingin berkonsentrasi 70%. Alkohol tidak melarutkan DNA dan berat
jenis alkohol yang lebih ringan dari air membuat DNA naik dan melayang-layang di
permukaan. Dan ini dibuktikan dengan adanya serabut halus yang mengambang di dalam
air.

Kemudian pada bahan uji yang telah diberikan perlakuan secara fisik dan kimiawi
menghasilkan serabut serabut yang banyak dan ada juga yang sedikit. Pada bahan uji buah
yang memiliki serabut banyak yaitu pada buah mangga, tomat, pepaya, dan brokoli dan
bahan uji yang memiliki serabut sedikit yaitu, kiwi, bombay, alpukat, dan melon. Hal ini
disebabkan oleh pengaruh pada kandungan air yang ada pada setiap buah dimana
kandungan air dalam buah mempengaruhi banyak atau tidaknya serabut. MenurutAgus dan
Sjafaraenan (2014) bahwa buah dengan kadar air tinggi akan menghasilkan isolat yang
berbeda jika dibandingkan dengan buah berkadar air rendah. Semakin tinggi kadar air maka
sel yang terlarut di dalam ekstrak akan semakin sedikit, sehingga DNA yang terpresipitasi
juga akan sedikit. Akan tetapi pada alpukat tidak sesuai dengan teori dimana alpukat
memiliki kadar air yang sedikit menghasilkan serabut yang sedikit dibandingkan dengan
yang lainya. Kemungkinan ini terjadi kesalahan atau ketika penggerusan alpukat digerus
sampai halus sehingga ekstraknya semakin sedikit dan DNA yang terpresipitas juga jadi
sedikit.

I. DAFTAR PUSTAKA
Sudjadi, B. 2007.Biologi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Poedjiadi, Anna dan F.M. Titin Supriyanti. 2005. Dasar dasar Biokimia. Jakarta:
Universitas Indonesia Press.
Kikuchi, Yo. 2010. Extracelluler nucleid acids. Spinger: Verlag Berlin Heidellberg.
Yuswono, Triwibowo. 2006. Bioteknologi Pertanian. Yogyakarta: Gajah Mada
University Press.
Adie, Ahmad H. 1999. Prinsip Prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : ECG
Muladno. 2002. Seputar Teknologi Rekayasa Genetika. Pustaka Wirausaha Muda dan
USESE Foundation. Bogor.

Widyatmoko, A. Y. P. B. C, Elisabet, Selda Patrisia Lejo, Aniek Prasetyaningsih, Anto


Rimbawanto. 2010. Keragaman Genetik Populasi Araucaria cunninghamii
menggunakan Penanda RAPD (Radom Amplified Polymorphic DNA). Jurnal
Pemuliaan Tanaman Hujan. Vol.4 No. 2 Hal : 63-77. Balai Besar Penelitian
Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hujan. Diakses pada:
Ejournal.forda-moforg/ejournal-litbag/index.php/JHTH/article/view/1838pada tanggal:
15 November 2016.
Campbell NA, Reece-Mitchell.2002. Biologi Edisi Kelima-Jilid I. Penerbit: Erlangga
Koolman J dan Roehm KH. 2005. Colour Atlas of Biochemistry 2nd Ed. New York:
Thieme.
Lehninger AL. 2004. Dasar-Dasar Biokimia Jilid I. Maggy Thenawidjaja,
penerjemah. Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Principles of Biochemistry.
Murray R. 2001. Harpers Review of Biochemistry Edisi 25. EGC: Jakarta.
Ngili Y. 2009. Biokimia: Struktur dan Fungsi Biomolekul. Yogyakarta: Graha Ilmu.