Anda di halaman 1dari 2

DROP PANEL

Model struktur yang mengunakan Flat Slab merupakan model struktur tanpa
balok. Ada penebalan pada kepala kolom yang disebut drop panel, akibatnya
semua beban pada plat lantai akan didistribusikan lansung ke kolom. Pengunaan
system drop panel ini akan memudahkan pelaksanaan pekerjaan dilapangan
terutama pekerjaan bekisting/formwork, plat mayoritas datar dan tidak ada
gangguan balok. Tipe formwork yang terapkan biasanya sytem table form,
dengan system ini siklus pengerjaan akan lebih mudah diprediksi.

Hanya berkisar seminggu atau umur beton telah mencukupi lebih dari 65%
bekisting sudah bisa dibongkar dan di re-proping. Bekisting selanjutnya bisa
dipindah ke zona berikutnya. Re-proping bisa dilepas stelah beton mengeras pada
umur 28 hari- lebih 100%.

Kendala : Dari pemantauan saya dilapangan, sebagian besar plat drop ini
mengalami retak rambut yang memanjang, setelah diteliti, kedalaman retak ini
hanya dikedalaman selimut beton, dengan lebar retak tidak lebih 1 mm. So, bukan
retak struktur.

STRUKTUR FLAT SLAB


Flat slab merupakan salah satu metode konstruksi yang hanya mengguakan
kolom dan slab sebagai media pemikul beban dari bangunan. Flat slab yang
digunakan pada pemodelan tugas akhir ini adalah flat slab dua arah karena
mendistribusikan beban yang diterimanya ke dalam dua arah. Slab dua arah
merupakan suatu bentuk konstruksi yang unik untuk memperkuat beton. Selain itu,
slab dua arah juga merupakan sistem struktur yang efisien, ekonomis, dan sudah
meluas pemakaiannya.
Untuk bangunan tinggi yang menggunakan sistem flat slab yang terdiri atas
pelat beton padat jenis wafel sehingga tidak memerlukan pembalokan lantai. Hal ini
mengurangi jarak lantai ke lantai berikutnya sehingga menghemat ruang. Pada
mulannya sistem bangunan flat slab banyak digunakan pada bangunan rendah
yang beresiko rendahterhadap angin dan gempa. Namun dengan kemajuan
teknologi sekarang ini dengan menggunakan beton dan baja dengan mutu yang
tinggi, sistem bangunan flat slab sudah banyak diterapkan pada bangunan tinggi.
Pada perencanaan bangunan tinggi yang tidak menggunakan balok, geseran
merupakan pertimbangan kritis terutama pada bagian pertemuan antara pelat dan
kolom. Apabila bagian pertemuan pada struktur tersebut tidak kuat, maka kolom-
kolom penyangga pada pelat akan memberikan tekanan pons yang hendak
menembus pelat ke atas yang dapat mengakibatkan timbulnya tegangan geser
cukup besar pada area sekitar kolom yang dapat menimbulkan keruntuhan pons.
Keruntuhan pons ditandai dengan timbulnya retak-retak pada pelat atau bahkan
tertembus oleh kolom. Antisipasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi
keruntuhan pons ini adalah dengan memberikan perkuatan geser yang cukup
pada daerah pertemuan antara pelat dan kolom yaitu dengan pemasangan drop
panel.

Flat slab termasuk pelat beton dua arah dengan kapital, drop panel, atau juga
keduanya. Flat slab sangat sesuai untuk beban berat dan bentang panjang, flat
slab akan memerlukan beton dan tulangan yang lebih sedikit jika dibandingkan
dengan struktur bangunan yang menggunakan balok. Pada struktur flat slab,
transfer beban kolom diselesaikan oleh ketebalan pelat di dekat kolom
menggunakan drop panel atau mengembangkan bagian atas kolom mmembentuk
coloum capital. Drop panel biasanya sampai seperenam dari panjang tiap arah
bentang dari tiap kolom, memberikan kekuatan lebih pada daerah kolom sehingga
meminimalkan jumlah beton di bangian tengah. Contoh gambar struktur flat slab
dapat dilihat pada gambar 2.9 di bawah ini :