Anda di halaman 1dari 9

RINGKASAN

CHAPTER 2 ACCOUNTING UNDER IDEAL CONDITIONS


CHAPTER 3 THE DECISION USEFULNESS APPROACH TO FINANCIAL REPORTING
(Scott, 2012)

MATA KULIAH TEORI AKUNTANSI

Oleh :

1. DIANTY SONIA PURUHITA (041624253015)


2. MIRNA RIZKI AMALIA (041524253011)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2017

CHAPTER 3
THE DECISION USEFULNESS APPROACH TO FINANCIAL REPORTING

A. PENDEKATAN MANFAAT KEPUTUSAN


Pendekatan ini menggunakan suatu pandangan:
Jika akuntan tidak dapat menyiapkan laporan keuangan secara teoritis benar, setidaknya
dapat menjadikan laporan keuangan yang berdasarkan historical cost lebih bermanfaat
bagi pengguna laporan keuangan

Dalam menggunakan pendekatan manfaat keputusan (decision usefulness), ada dua


pertanyaan utama yang harus dibahas, yaitu:
1. Siapa pengguna laporan keuangan? Pengguna laporan keuangan sangat banyak,
sehingga sangat penting untuk menggolongkannya kedalam beberapa kelompok besar,
seperti investor, kreditur, manajer, serikat pekerja, pembuat standar dan pemerintah.
Kelompok-kelompok itu disebut sebagai constituencies akuntansi. Major
constituencies adalah investor karena investor lah yang mendasari pernyataan dari
pembuat standar akuntansi. Investor merupakan pemegang risiko paling besar dalam
term investasi. Kembali pada definisi usefulness, laporan keuangan harus berguna,
berguna untuk pengambilan keputusan. Dalam sebuah organisasi, investorlah yang
memegang kendali dalam pengambilan keputusan.
2. Apa masalah dari keputusan pengguna laporan keuangan? Dengan memahami
masalah keputusan ini, akuntan dapat menyiapkan kebutuhan informasi dari
beberapa constituencies dengan lebih baik sehingga mereka dapat membuat keputusan
yang tepat. Jadi laporan keuangan dapat dibuat lebih berguna.
Teori yang digunakan akuntan untuk memcahkan masalah ini ada dua yaitu single-person
theory of decision dan theory of investment.

B. SINGLE-PERSON THEORY OF DECISION

Teori keputusan orang-tunggal mengambil sudut pandang dari seorang individu yang
harus membuat keputusan di bawah kondisi ketidakpastian. Teori ini mengakui bahwa
probabilitas pernyataan tidak lagi obyektif, karena mereka berada di bawah kondisi ideal,
dan menetapkan sebuah prosedur resmi dimana individu dapat membuat keputusan
terbaik dengan memilih dari satu set alternatif. Prosedur ini memungkinkan informasi
tambahan yang akan diperoleh untuk merevisi penilaian subjektif pembuat keputusan dari
probabilitas apa yang mungkin terjadi setelah keputusan dibuat (yaitu, probabilitas
keadaan bawaan). Teori keputusan relevan untuk akuntansi karena laporan keuangan
menyediakan informasi tambahan yang berguna bagi banyak keputusan. Teori keputusan
ini relevan dengan akuntansi karena laporan keuangan menyediakan informasi tambahan
yang berguna bagi banyak keputusan.
1. Sistem Informasi

Informasi laporan keuangan berguna apabila bisa membantu memprediksi


pengembalian investasi masa depan. Dalam kondisi non-ideal, laporan keuangan
tidak menunjukkan secara langsung kinerja perusahaan yang diharapkan di masa
depan. Namun, laporan keuangan akan berguna untuk investor sejauh bahwa
kabar baik atau buruk yang dikandungnya akan bertahan ke masa depan. Pikirkan
perkembangan, dari berita baik atau buruk saat ini dalam laporan keuangan
terhadap kinerja perusahaan masa depan yang diharapkan untuk pengembalian
investasi masa depan yang diharapkan.
Dengan menggunakan historical cost, laporan keuangan tidak menunjukkan nilai
masa depan yang diharapkan secara langsung. Namun, laporan keuangan akan
tetap berguna untuk investor secara luas yang memungkinkan suatu prediksi baik
kabar baik ataupun buruk yang terdapat didalamnya akan bertahan sampai masa
depan.
Dalam mengembangkan proses keputusan yang berhubungan dengan investor
dengan menggunakan informasi laporan keuangan saat ini untuk memprediksi
earning power dimasa depan. Prediksi akan earning power digunakan untuk
memprediksi pengembalian investasi di masa depan. Aliran kas di masa depan
dapat digunakan untuk memprediksi pengembalian investasi masa depan.
Pendekatan ini konsisten dengan kondisi ideal. Bagaimanapun, dibawah kondisi
yang tidak ideal tidak tepat jika dikatakan bahwa prediksi aliran kas masa depan
adalah pendekatan yang lebih baik untuk memprediksi pengembalian investasi
dibandingkan prediksi earning power.
Pada akhirnya, kedua pendekatan tersebut sesungguhnya sama sejak aliran kas
dan earning memiliki output rata-rata yang sama. Secara aktual, perbedaan antara
aliran kas dan pendapatan bersihnya akan selalu nol setiap waktu.
Namun, jika mungkin untuk meningkatkan relevansi tanpa mengorbankan
kehandalan atau sebaliknya, hasilnya akan meningkatkan kegunaan laporan
keuangan. Salah satu cara untuk mencapai hal ini akan menyajikan informasi
present value. Hal ini akan meningkatkan relevansi bagi mereka yang ingin
menggunakan informasi tambahan.
Konsep keinformatifan dari suatu sistem informasi yang berguna dalam
memahami peran informasi dalam pengambilan keputusan. Hal ini
memungkinkan prediksi terbaik dari keadaan relevan bawaan dan menghasilkan
payoff. Dalam konteks investasi, payoff ini adalah pengembalian investasi .
Informativeness dari suatu laporan keuangan bergantung pada relevansi dan
reliabilitas-nya.

2. Information Defined

Penetapan informasi harus lebih besar manfaat daripada biaya yang telah
dikeluarkan. Sebuah sumber informasi mungkin memiliki potensi untuk
mempengaruhi keputusan individu tetapi, jika terlalu mahal , itu bukan informasi
karena tidak dapat digunakan. Hal ini dapat dikatakan, bahwa laporan keuangan
merupakan sumber informasi yang cost-effective karena sejumlah besar pengguna
potensial. Akhirnya, harus ditekankan bahwa penerimaan informasi seorang
individu dan revisi keyakinan berturut-turut adalah proses berkelanjutan. Kita
dapat berpikir tentang individual dengan menggunakan teorema Bayes setiap kali
informasi baru datang. Bisa mengubah keyakinan untuk mengikuti penerimaan
dari laporan tahunan, tapi jelas ada banyak sumber informasi lain, seperti media,
website, pidato dan pengumuman, laporan statistik, dan lainnya yang juga dapat
mempengaruhi keputusan. Dengan menyediakan informasi yang relevan dan dapat
diandalkan, laporan keuangan akan melanjutkan perannya sebagai sumber
informasi penting.
Teori keputusan dan konsep penerangan memberikan cara untuk mendefinisikan
informasi, yaitu bahwa informasi adalah bukti yang memiliki potensi
mempengaruhi keputusan seseorang. Dari definisi tersebut terdapat hal- hal yang
bisa kita simpulkan, yaitu : 1) Informasi adalah ex ante definition. Tuntutan yang
paling utama bagi bahan bukti untuk menggambarkan informasi adalah minimal
beberapa bahan bukti harus diperoleh, kepercayaan secara cukup berpengaruhi
bahwa keputusan akan berubah, 2) Definisi adalah individual-specific. Setiap
orang memiliki reaksi yang berbeda dan bersifat khusus atas informasi yang sama,
3) Definisi seharusnya menggambarkan biaya bersih, dan 4) definisi seharusnya
menekankan bahwa penerimaan dan kepercayaan terhadap informasi sebagai
proses yang kontinyu.2
Kesimpulan
Teori keputusan sangat penting karena membantu kita untuk memahami mengapa
informasi merupakan sebuah komoditas yang sangat kuat, yaitu karena dapat
mempengaruhi sebuah tindakan yang diambil oleh investor. Sebagai akuntan, yang
menyiapkan informasi tersebut, perlu untuk mengetahui peran yang sangat kuat ini.
C. THE RATIONAL RISK AVERSE-INVESTOR
Dalam teori keputusan, konsep individu rasional hanya berarti membuat keputusan,
tindakan yang dipilih adalah salah satu yang menghasilkan mengharapkan utilitas
tertinggi. Implikasinya bahwa individu dapat mencari informasi tambahan yang
berkaitan dengan keputusan, menggunakannya untuk merevisi probabilities keadaan
melalui teorema Bayes Asumsi yang biasa digunakan yaitu bahwa investor yang
rasional yaitu risk-averse (menolak risiko). Konsep dari risk-aversion sangat penting
bagi akuntan karena berarti investor membutuhkan informasi yang berkaitan dengan
resiko dan nilai yang diharapkan di masa depan. Risk-averse akan menyamakan
(trade-off) antara return dan risiko yang diharapkan. Netralitas Risiko mungkin
asumsi yang masuk akal ketika payoff kecil. Namun, keengganan risiko adalah asumsi
yang lebih realistis dalam kebanyakan kasus. Konsep penghindaran risiko penting
untuk akuntan, karena itu berarti bahwa investor perlu perhatian informasi yang
berisiko, serta nilai yang diharapkan, dari retums masa depan
Ada juga asumsi yang menyatakan bahwa pembuat keputusan adalah risk-neutral
yaitu pembuat keputusan akan menganalisa secara teliti investasi yang beresiko terkait
dengan return yang diharapkan. Risk neutrality mungkin adalah asumsi yang layak
saat pengembalian kecil. Bagaimanapun, risk aversion adalah asumsi yang lebih
realistic pada kebanyakan kasus. Konsep dari risk aversion sangat penting bagi
akuntansi, karena ini berarti bahwa investor memerlukan informasi yang mengandung
resiko, seperti halnya nilai yang diharapkan dari pengembalian masa depan.

D. PRINSIP DIVERSIFIKASI PORTOFOLIO


Pada bagian sebelumnya telah dinyatakan bahwa investor adalah individu yang
biasanya dianggap tidak mau mengambil resiko. Akibatnya, ekspektasi payoff yang
diberikan dari investasi investor rasional menginginkan risiko serendah mungkin
atau, sama, untuk risiko tertentu, untuk mendapatkan hasil tertinggi yang diharapkan.
Akibatnya, investor mengadopsi tradeoff antara risiko dan return; risiko yang lebih
besar akan ditanggung hanya jika expected return lebih tinggi dan sebaliknya.
Salah satu cara investor dapat menurunkan risiko untuk hasil yang diharapkan
diberikan adalah untuk mengadopsi strategi diversifikasi, yaitu, untuk berinvestasi
dalam sekuritas portofolio. Prinsip diversifikasi portofolio menunjukkan bahwa
beberapa, tapi tidak semua, risiko dapat dihilangkan dengan strategi investasi yang
tepat. Prinsip ini memiliki implikasi penting bagi sifat dari informasi risiko bahwa
investor butuhkan. Risiko dilaporkan oleh banyak tindakan berisiko akuntansi
berbasis umum, seperti debt to equity, times interest earned (rasio laba bersih
sebelum bunga dan pajak terhadap beban bunga), atau rasio lancar, bisa mengurangi
atau mengeliminasi yang sebelumnya dengan diversifikasi yang tepat. Alat analisis
yang digunakan adalah mean-variance utility. Signifikansi dari utilitas ini terhadap
akuntan yaitu membuat keputusan investor dibutuhkan lebih eksplisit seluruh
investor membutuhkan informasi tentang nilai yang diharapkan dan resiko atas return
dari investasi, tanpa memperhatikan bentuk khusus dari fungsi utilitasnya.
Memungkinkan untuk menemukan keputusan investasi lainnya yang memiliki
tingkat pengembalian yang diharapkan yang sama tetapi dengan resiko yang kecil.
Dalam ekonomi di manapun, pasti ada keadaan alami atau yang disebut faktor yang
mempengaruhi return dari seluruh saham, yaitu : Faktor market-wide atau economy
wide. Kehadirannya berarti jika return atas satu saham tinggi, maka return atas
kebanyakan saham yang lain juga akan tinggi (dengan asumsi bahwa return atas
saham adalah independen). Jika seluruh faktor adalah economy-wide maka return
atas saham perusahaan akan secara sempurna terkorelasi. Faktor firm-spesific yang
mempengaruhi return atas satu perusahaan saja. Jika seluruh faktor adalah firm-
spesific, maka return akan independen.
Korelasi antar saham dalam kondisi ekonomi yang sama tidak sepenuhnya berkorelasi
secara sempurna. Oleh karena itu, mungkin saja perusahaan a menghasilkan return
yang lebih tinggi dari perusahaan b dalam kondisi ekonomi yang sama. Hal tersebut
karena terdapat firm specific factor seperti manajemen perusahaan, perusahaan induk
baru, dll

E. KEPUTUSAN INVESTASI YANG OPTIMAL


Saat biaya transaksi diabaikan, keputusan optimal investor yang risk-averse adalah
untuk membeli kombinasi dari portofolio pasar dan aset bebas-resiko yang
menghasilkan tradeoff yang paling baik antara return dan resiko yang diharapkan.
Jumlah yang sama diinvestasikan dalam sebuah portofolio dapat menghasilkan resiko
yang lebih rendah dibandingkan jika diinvestasikan dalam perusahaan tunggal untuk
tingkat pengembalian yang diharapkan yang sama. Hal itu disebabkan saat lebih dari
satu investasi beresiko diadakan, resiko spesifik perusahaan cenderung untuk
menghilang. Jika satu saham menghasilkan return yang rendah maka akan selalu ada
kesempatan bahwa saham-saham yang lain akan menghasilkan return yang tinggi.
Semakin banyak jumlah saham perusahaan yang berbeda dalam portofolio, semakin
besar efek ini dapat bekerja. Sebagai hasilnya, resiko yang berbahaya dapat dikurangi.
Yang perlu diperhatikan disini, dalam suatu economy-wide risk, tidak ada yang dapat
ditolak keluar secara keseluruhan. Pada saat minimum, saat portofolio pasar dipegang,
faktor economy-wide akan tinggal untuk berperan bagi resiko portofolio, dan resiko
ini tidak dapat diubah. Resiko non-diversifiable disebut risiko sistematis. Secara
konsep, portofolio pasar termasuk seluruh saham yang tersedia untuk investasi dalam
ekonomi. Pada prakteknya, portofolio pasar biasanya mengambil seluruh saham yang
diperdagangkan dalam bursa efek mayor. Beberapa investor kemungkinan ingin
mengurangi investasi mereka dalam portofolio pasar dan membeli risk free asset
dengan prosesnya. Yang lain kemungkinan ingin meminjam dalam risk free rate dan
meningkatkan investasinya.bagaimanapun caranya, semua investor dapat menikmati
keuntungan-keuntungan penuh dari diversifikasi, pada waktu yang sama mencapai
untuk mencapai resiko pengembalian yang optimal dari trade off.

F. RISIKO PORTFOLIO
Menghitung dan Menafsirkan Nilai Beta
Beta merupakan pengukur risiko sistematis dari suatu saham atau portfolio terhadap
risiko pasar. Beta juga berfungsi sebagai pengukur volatilitas return saham atau
portfolio terhadap return pasar. Volatilitas merupakan fluktuasi return saham atau
suatu portfolio dalam suatu periode tertentu (Jogiyanto, 2007). Fluktuasi tersebut
menunjukan risiko sistematis dari saham tersebut Semakin besar return suatu saham
berfluktuasi terhadap return pasar, maka risiko sistematisnya akan lebih besar dan
sebaliknya. Besar kecilnya beta menunjukan besar kecilnya kepekaan perubahan
tingkat keuntungan saham terhadap tingkat keuntungan pasar
Sebagian besar keuntungan diversifikasi dapat diperoleh hanya dengan beberapa
sekuritas dalam portofolio tersebut. Dari sudut pandang akuntansi, hal ini berarti
bahwa bagi sebagian besar investor, informasi yang bermanfaat adalah yang
membantu mereka menilai nilai beta dan hasil yang diharapkan dari suatu sekuritas.

G. REAKSI BADAN BADAN AKUNTANSI PROFESIONAL TERHADAP


PENDEKATAN MANFAAT KEPUTUSAN

IASB/FASB dalam konseptual framework (2008) menyatakan bahwa tujuan laporan


keuangan adalah menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat untuk investor
yang ada saat ini dan potensial investor, peminjam (lenders) dan kreditor untuk
membuat keputusan dalam kapasitasnya sebagai penyedia modal
Tujuan yang disampaikan IASB/FASB menyiratkan bahwa tujuan utama dari
penyusunan laporan keuangan berfokus pada penyediaan informasi untuk penyedia
modal
Hal tersebut merupakan esensi dari pendekatan Decision usefulness approach yang
diadopsi oleh badan standar
DAFTAR PUSTAKA

Scott, W. R. (2012). Financial Accounting Theory (6th Edition ed.). Canada:


Pearson.