Anda di halaman 1dari 6

SIMPOSIUM FISIKA NASIONAL 2014 (SFN XXVII), 16-17 Oktober 2014,Denpasar-Bali

Persamaan Aliran Air Dalam Media Berpori


Sebagai Aliran Airtanah (Groundwater)

Muhammad Hamzah Syahruddin

Geophysics, Physics Department, Hasanuddin University


Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10 Makassar, Indonesia.
e-mail : hamzahmuhammad50@yahoo.co.id

Abstract
Groundwater flow under surface, its usually slow moving, so that in laminer flow condition can
find analisys using the Darcys law. The combination between Darcys law and continuity
equation can find differential Laplace equation as general equation groundwater flow in sub
surface. Based on Differential Laplace Equation is the equation that can be used to describe
hydraulic head and velocity flow distribution in porous media as groundwater.

Keyword : groundwater, Laplaces equation, Darcys law, mass conservation

Abstrak

Pergerakan air ke dalam tanah, pada umumnya bergerak dengan aliran yang relatif lambat,
sehingga dalam kondisi laminer dapat dianalisa dengan menggunakan hukum Darcy. Bila
hukum Darcy dan hukum kekekalan massa atau prinsip kontinuitas digabungkan maka diperoleh
dua persamaan differensial. Persamaan differensial pertama adalah persamaan aliran yang
berubah terhadap waktu. Persaman differensial yang kedua adalah persamaan differensial yang
tidak berubah terhadap waktu. Gabungan dari persamaan hukum Darcy dan hukum kekekalan
massan yang tidak berubah lagi terhadap waktu dikenal dengan persamaan differensial
Laplace. Persamaan differensial Laplace sebagai pendekatan persamaan umum aliran air di
dalam tanah.

Kata kunci: airtanah, persamaan Laplace, hukum Darcy, kekekalan massa

Secara umum tanah dapat didefinisikan sebagai


1. PENDAHULUAN suatu tubuh alam di permukaan bumi yang terjadi
Fluida dalam media berpori yang mengalir akibat bekerjanya gaya-gaya alami terhadap bahan
dalam tanah merupakan sumber daya alam yang alami (Wesley, 1977). Sedangkan Foth (1984)
sangat penting bagi manusia. Dalam siklus hidrologi, mendefinisikan tanah sebagai bahan mineral hasil
aliran fluida juga mempunyai peran sebagai salah satu evolusi yang dipengaruhi oleh faktor geneis dan faktor
mata rantai yang berfungsi dalam reservoir, yang lingkungan, seperti batuan induk, iklim, makro- dan
kemudian mengalirkannya secara perlahan ke dalam mikroorganisme, serta kondisi topografi. Tanah sangat
sungai atau danau, sehingga kesinambungan aliran beragam dalam hal komposisi maupun sifatnya. Tanah
terjaga. Walaupun aliran fluida tawar hanya sekitar sebagai sistem tersusun oleh tiga komponen, yaitu:
0,62% dari semua fluida (termasuk air laut) di dunia komponen padat, komponen cair, dan komponen gas.
(Foth, 1984), namun fungsinya bagi manusia dan Hanya fase padat dan yang akan dibahas dalam tulisan
tumbuhan sangat vital. Aliran fluida dalam media bab ini, mengingat pentingnya keberadaan air dalam
berpori mempunyai peran yang penting, karena media berpori sebagai bagian cair, dan interaksinya
mudah diperoleh dan kualitasnya relatif baik. dengan pori-pori, sebagai bagian padat.
Masyarakat dari negara yang kurang maju atau yang Air gravitasi adalah air yang terdapat dalam pori
tinggal di daerah terpencil umumnya memanfaatkan makro dan bergerak bebas melalui pori-pori sebagai
sumber mata air untuk kehidupan sehari-hari. Masih respon terhadap gravitasi. Air gravitasi berperan
banyak manusia yang mengandalkan aliran fluida penting dalam transportasi bahan-bahan terlarut dalam
dalam media berpori untuk pertanian dan industri. media berpori. Air gravitasi, yang membentuk suatu
Oleh karena itu, pemetaan sumber aliran dan kualitas muka air dalam media berpori dengan sendirinya
air dalam media berpori menjadi penting dikerjakan dalam keadaan jenuh, disebut sebagai airtanah.
dan dipelihara.
SIMPOSIUM FISIKA NASIONAL 2014 (SFN XXVII), 16-17 Oktober 2014,Denpasar-Bali

Ada dua tujuan utama yang menjadi fokus sebagai head hidrolik (h) dan biasanya dapat diukur
perhatian dalam pemodelan perembesan air ke dalam baik di lapangan maupun di laboratorium. Head
media berpori. Pertama, penggabungan persamaan hidrolik merupakan variabel yang penting dalam
aliran air dalam tanah dengan hukum Darcy. Kedua, menganalisa aliran air dalam media berpori. Pada
hokum kekekalan massa atau prinsip kontinuitas akifer tertekan, bila kita pasang suatu tabung
untuk mendapatkan persamaan differensial Laplace. menembus akifer tersebut, kita dapat membayangkan
head hidrolik sebagai muka air yang terjadi dalam
2. ENERGI FLUIDA DALAM MEDIA tabung tersebut.
BERPORI
Pada akifer bebas (phreatic), head hidrolik ekuivalen
Fluida dalam media berpori mempunyai energi
dengan tinggi muka air (h), dengan komponen yang
dalam bentuk energi mekanik, energi termal, dan
diperhitungkan hanya elevasi (z), yang merupakan
energi kimia. Energi yang dimiliki oleh air dalam
energi potensial, dan energi tekanan P/g, sedangkan
pori-pori ini dapat berbeda dalam pengertian ruang,
energi kinetik diabaikan. Hal ini disebabkan
yaitu berbeda dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
komponen energi kinetik umumnya sangat kecil,
Karena ada perbedaan energi ini, maka air akan
karena air dalam media berpori bergerak dengan
mengalir dari lokasi yang mempunyai energi lebih
lambat, sehingga dapat diabaikan. Gerakan air dalam
tinggi ke tempat yang mempunyai energi lebih
media berpori dalam kondisi alamiah umumnya
rendah, untuk keseimbangan energinya. Energi
sangat lambat. Dengan demikian persamaan untuk
tersebut juga diperlukan untuk mengatasi hambatan
menghitung head hidrolik dapat ditulis sebagai
antara air atau molekul air dengan permukaan butiran
berikut:
tanah. Dengan demikian, aliran fluida dalam media
P
berpori pada hakikatnya dikontrol oleh prinsip-prinsip w
h z (3)
fisika dan termodinamika. Dalam kondisi yang g
ditemui di alam, energi yang menggerakkan air adalah
energi potensial atau energi gravitasi dan energi
di mana h adalah head hidrolik dalam satuan panjang
tekanan. Dalam bagian ini permasalahan
(L). Gambar 1 memperlihatkan komponen-komponen
disederhanakan dengan menganggap temperatur
dari head. Prinsip hukum ini dapat dilihat pada
konstan, sehingga aliran air dikontrol oleh energi
Gambar 1.
mekanik saja (Fetter, 1999).
Energi keseluruhan dari suatu satuan volume air
(Ev), adalah jumlah dari ketiga komponen energi
tersebut, yaitu energi kinetik, energi potensial
gravitasi, dan energi tekanan.
1
Ev wv 2 w gz P (1)
2
Bila persamaan (1) dibagi dengan w, maka
hasilnya adalah energi total per satuan massa (Em),
sebagai berikut:
Gambar 1. Rembesan air dalam tanah akibat gradien
1 P
E m v 2 gz (2) head hidrolik (Fetter, 1999)
2 w
Untuk air yang diam atau bergerak sangat
Persamaan di atas dikenal dengan persamaan lambat, tekanan pada satu titik akan setara dengan
Bernoulli. Untuk air kondisi tunak (steady), yaitu berat air diatasnya per satuan luas, atau dapat
tidak ada perubahan kondisi terhadap waktu, maka dituliskan sebagai berikut:
nilai Em akan konstan. Bila persamaan (3.5) dibagi
lagi dengan g, maka akan diperoleh energi total per P w ghp (4)
satuan berat, sehingga dari ketiga energi potensial,
kinetik, dan tekanan mempunyai satuan yang sama dimana hp adalah tinggi air (m). Dengan
yaitu joule/N atau dalam satuan panjang (L). Potensial substitusi P, maka persamaan (3) untuk head hidrolik
total energi dari aliran fluida dalam media berpori adalah sebagai berikut,
disebut juga sebagai head hidrolik, dengan satuan
yang sama, yaitu tinggi kolom air dalam satuan h z hp . (5)
panjang.
Head hidrolik sering disebut sebagai piezometric
Jumlah dari tiga energi mekanik per satuan berat air head karena dapat diukur atau dilihat sebagai
seperti yang dinyatakan oleh persamaan (3.5) disebut
SIMPOSIUM FISIKA NASIONAL 2014 (SFN XXVII), 16-17 Oktober 2014,Denpasar-Bali

permukaan air yang merupakan variabel yang sangat masuk pada titik tertentu akan menempuh suatu
penting dalam aliran air dalam media berpori. lintasan tertentu. Lintasan ini disebut garis aliran
(flowline atau streamline). Dalam tanah yang
3. HUKUM DARCY dirembesi air dapat diukur tegangan air pada setiap
Konduktivitas hidrolik tanah merupakan sifat titik sehingga dapat ditentukan garis-garis ketinggian
penting dalam kaitannya dengan mobilitas fluida tekanan (pressure head) yang sama. Garis-garis
dalam media berpori. Untuk mengetahui konsep pressure head disebut sebagai garis ekipotensial.
konduktivitas hidrolik tersebut perlu diketahui suatu Ketinggian tekanan pada suatu titik dapat
konsep aliran yang dirumuskan oleh Henry Darcy dinyatakan sebagai head hidrolik (h). Nilai h
pada tahun 1856. Darcy dalam eksperimennya tergantung dari x dan y, yaitu h = f(x,y). Kecepatan
menemukan hubungan proporsional antara debit aliran aliran pada arah horisontal dan vertikal dapat dihitung
air (Q) yang melalui pasir (homogen) dengan luas dari fungsi h dengan memakai rumus Darcy.
penampang aliran air (A) dan kehilangan energi Pemecahan soal-soal aliran fluida dalam media
(gradien kehilangan energi atau gradien head berpori dapat dipermudah dengan memakai suatu
hidrolik), yang dapat dituliskan sebagai berikut (Bear fungsi umum (U) yang dalam kaitan penelitian ini
dan Verrujit, 1990): dinamakan velocity potential. Defenisi U adalah U
= -Kh + d, dimana K adalah koefisien aliran fluida
dan d adalah konstanta.
h h
Q KA 2 1 . (6) Pada setiap garis ekipotensial nilai h dan U
l adalah konstan. Hubungan antara garis ekipotensial
dengan garis aliran dapat ditentukan dengan
Dimana, Q adalah volume air melalui satuan luasan menghitung kemiringan kedua macam garis ini. Pada
garis ekipotensial nilai U adalah konstan sehingga
dalam satuan waktu (L3T-1), h1- h2 = h merupakan
perbedaan tinggi head hidrolik antara dua titik pada turunan parsial U terhadap x dan y sama dengan nol.
media pasir dengan beda jarak sepanjang l, K adalah Dengan demikian, apabila gradien garis aliran
faktor proporsional (LT-1) yang dikenal dengan dikalikan dengan gradien garis ekipotensial maka
konduktivitas hidrolik, l adalah ketebalan atau akan didapatkan sama dengan negatif satu (-1)
panjang pasir (L). (Wesley, 1977). Ini berarti bahwa garis ekipotensial
Konstanta konduktivitas hidrolik K secara umum tegak lurus terhadap garis aliran. Pada tanah yang
didefinisikan oleh Darcy sebagai sifat gabungan dari homogen atau seragam hal ini selalu benar, sehingga
fluida dan medium berpori. Harga K bergantung pada aliran air di dalam tanah dapat digambarkan sebagai
kondisi atau sifat padatan (solid matrix) dan sifat dari deretan garis ekipotensial dan deretan garis aliran
cairannya dalam hal ini adalah air. Untuk sifat padatan yang saling berpotong-potongan secara tegak lurus.
bergantung pada diameter butir dan porositas efektif. Gambar semacam ini disebut jaring aliran (flow net).
Untuk cairannya, sifat yang mempengaruhi adalah Rumus atau persamaan yang memenuhi aliran air
dalam media berpori bila dapat dipecahkan maka soal-
kekentalan kinematisnya (). Dengan demikian,
soal aliran fluida dapat diselesaikan sehingga dapat
generalisasi hubungan Darcy dapat ditulis kembali
digunakan untuk menghitung banyaknya air yang
sebagai berikut (Bear dan Verrujit, 1990):
masuk dan keluar dari suatu segmen dalam media.

dh k g dh
vK 4. PERSAMAAN ALIRAN AIR DALAM
dl
(7)
dl TANAH
Aliran air dalam media berpori seperti tanah juga
dimana k adalah permeabilitas intrinsik (L2), K mengikuti hukum fisika. Selain mengikuti formula
konduktivitas hidrolik (LT-1), adalah viscosity dari Darcy yang didasarkan pada kenyataan empiris, aliran
fluida (ML-1T-1), v adalah laju aliran fluida air (LT -1), air juga mengikuti hukum kekekalan massa atau
dh/dl gradien perubahan head hidrolik, adalah prinsip kontinuitas. Persamaan gerak air, sebagaimana
densitas dari fluida ( ML-3), g adalah konstanta fenomena fisik lainnya dapat dinyatakan dalam
gravitasi (LT-2). persamaan diferensial, di mana dalam koordinat
Besarnya harga K dari suatu jenis tanah ruang, x, y, z, dan waktu t adalah variabel bebas.
tergantung antara lain oleh ukuran diameter butir dan Dalam bagian ini disajikan penurunan dan solusi dari
pori. Bila diameter butirnya sangat halus, walupun persamaan gerak air dalam media berpori yang
porositasnya sangat tinggi, seperti misalnya lempung disarikan dari beberapa buku teks tentang airtanah
maka harga K sangat rendah. Di sini yang perlu (Sun, 1996; Fetter, 1999; Tood, 1980). Pembahasan
diperhatikan adalah ukuran butir, bukan porositasnya. dibatasi dalam aliran yang berlaku pada sistem akifer
Untuk menyederhanakan kajian, aliran air yang tidak mengalami deformasi atau perubahan
dianggap berjalan dua dimensi saja dan tanah yang bentuk, misalnya akibat tekanan statik yang tinggi.
digunakan dianggap homogen isotropis sehingga nilai Dalam bab ini dibahas mengenai gerak air dalam
K pada arah vertikal sama dengan nilai K pada arah media berpori yang tidak termampatkan
horisontal. Air yang merembes ke dalam tanah yang (incompressible) atau tidak mengalami perubahan
SIMPOSIUM FISIKA NASIONAL 2014 (SFN XXVII), 16-17 Oktober 2014,Denpasar-Bali

densitas. Prinsip kekekalan massa dalam persamaan 3 dimana Vnox adalah laju bersih aliran keluar melalui
untuk suatu sistem menyatakan: EFGH.
Dengan cara yang sama diperoleh laju bersih
min mout m(t ) (8) aliran keluar melalui bidang CDHG (sumbu y) dan
bidang BCGF (sumbu z) sebagai berikut:

wv y xyz
di mana min adalah laju massa masuk, mout laju massa
keluar, m(t) perubahan massa dalam sistem sebagai
fungsi waktu. Untuk lebih jelas kita tinjau kubus Vnoy (12)
dalam Gambar 2 sebagai kontrol volume yang
y
mewakili satu unit akifer (representative elementary
volume, REV) dengan sisi-sisi x, y, dan z. dan Vnoy laju bersih aliran keluar melalui CDHG
(Notodarmojo, 2005)
wvz xyz
Vnoz (13)
z
Vnoz adalah laju bersih aliran keluar melalui BCGF.
Untuk seluruh volume kontrol, laju bersih aliran
keluar (outflow) melalui semua bidang diperoleh
dengan menjumlahkan persamaan 11, 12, dan 13,
yang menghasilkan persamaan berikut:

w v x w v y w vz
Vno xyz
x y z

(14)

Gambar 2 Sistem koordinat volume kontrol akifer Vno adalah laju bersih aliran keluar (outflow).
(Notodarmojo, 2005) Bila dibagi dengan x,y, z, pada persamaan
(14) akan diperoleh laju bersih aliran keluar persatuan
Dari Gambar 2 laju massa air pada bidang yz volume sebagai berikut:
tersebut adalah,

Vmin = w vx y z, (9) w v x w v y w vz
Vnov
dimana Vmin adalah laju inflow massa air melalui x y z

bidang ABCD. Bila satuan w adalah kg/m3, dan debit
(15)
spesifik arah x, yaitu vx mempunyai satuan m/detik,
maka w.vx.yz mempunyai satuan kg/detik. Bila Vnov adalah laju bersih aliran keluar per volume.
massa air yang keluar dari volume kontrol berbeda Pada dasarnya laju bersih aliran keluar (atau
dengan yang masuk, maka persamaan untuk laju masuk) per satuan volume, mempunyai satuan massa
massa air yang keluar dari volume kontrol adalah: per satuan waktu, misalnya kg/detik. Massa air yang
mengisi pori dari volume kontrol, misalnya M, dengan
Vmout = [w vx + {(w vx )/x}x] y z densitas w adalah massa air per satuan volume M/Vw.
(10)
Porositas dari medium atau akifer yang jenuh adalah
volume air persatuan volume akifer (volume total
dimana Vmout adalah laju outflow massa air bidang
akifer atau bulk volume) Vw/VT. Dengan demikian,
EFGH.
hasil kali antara w dengan adalah merupakan massa
Laju bersih aliran keluar (outflow) dari aliran
air per satuan volume total akifer. Oleh karena itu,
dengan arah sumbu x adalah perbedaan antara aliran
laju bersih aliran keluar per satuan volume akifer atau
masuk dan aliran keluar, yang diperoleh dengan
perubahan massa air dalam volume kontrol akifer
mengurangi aliran keluar dikurangi aliran masuk,
(persamaan 10 persamaan 9): dapat ditulis (w)t. Dengan mensubstitusi (w
)t ke suku kiri persamaan 15, diperoleh:
wvx xyz ( w ) wvx wv y wvz
Vnox (11)
x t x y z

(16)
SIMPOSIUM FISIKA NASIONAL 2014 (SFN XXVII), 16-17 Oktober 2014,Denpasar-Bali

Persamaan 20 yang disebut sebagai persamaan


Dengan asumsi bahwa densitas air, w, tidak differensial Laplace, merupakan salah satu persamaan
bervariasi terhadap ruang, maka w dapat dikeluarkan yang penting dalam aliran air dalam media berpori.
dari suku kanan persamaan 16 dapat ditulis kembali Pada hakikatnya peta ekipotensial aliran air dalam
menjadi : media berpori, yaitu peta dengan garis-garis yang
menunjukkan potensial yang sama (head hidrolik atau

1 ( w ) vx v y vz
permukaan piezometrik)

w t x y z
5. KESIMPULAN
(17)

Bila kita tinjau suku kanan dari persamaan 17, vx Aliran air dalam tanah pada hakikatnya dikontrol oleh
adalah Q/A, yang merupakan debit per satuan luas prinsip-prinsip fisika dan termodinamika. Energi yang
(debit spesifik), sehingga terhadap volume kontrol, menggerakkan air dalam tanah adalah energi potensial
suku kanan dari persamaan 15 merupakan laju bersih atau energi gravitasi dan energi tekanan. Energi
aliran keluar per satuan volume. Dengan kata lain gravitasi dan energi tekanan pada akifer bebas
persamaan (17) juga menyatakan laju perubahan (phreatic), sebagai head hidrolik yang ekuivalen
dengan tinggi muka air (h). Dalam eksperimen Darcy
volume air persatuan volume akifer atau (Vw /VT)/t.
didapatkan hubungan proporsional laju aliran air
Dalam persamaan 17, vi merupakan debit
dalam medium sebanding dengan gradien head
spesifik yang didefinisikan oleh hukum Darcy.
hidrolik. dapat didekati dengan sebuah persamaan
Dengan substitusi vi sesuai dengan persamaan hukum
differensial. Jika persamaan hukum Darcy dan
Darcy (persamaan 7) ke dalam suku kanan persamaan
hukum kekekalan massa atau prinsip kontinuitas di
17 diperoleh:
gabung maka menghasilkan persamaan differensial
yang parsial yang berubah terhadap waktu dan
persamaan differensial yang tidak berubah terhadap
h h h
Kx K y Kz 0
waktu. Gabungan dari dua hukum tersebut yang tidak
x x y y z z berubah terhadap waktu menghasilkan persamaan
(18) differensial parsial Laplace. Persamaan differensial
parsial Laplace sebagai pendekatan persamaan umum
aliran air di dalam tanah.
Untuk akifer yang isotropik dan homogen,
persamaan 18 dapat ditulis menjadi: 6. UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih kami sampaikan kepada Bpk/Ibu


2h 2h 2h pimpinan unhas yang mengizinkan dan memberi
K 2 2 20 (19) bantuan dana kepada kami untuk mengikuti
x y z simposium fisika nasional 2014 di Denpasar Bali

7. REFERENSI
Dalam persamaan (19), suku (/x)(h/x)
menunjukkan perubahan gradien head hidrolik
terhadap ruang. Dengan sendirinya perubahan gradien 1. J. Bear dan A. Verruijt, Modelling Groundwater
head hidrolik terhadap ruang juga berakibat pada Flow and Pollution, D. Reidel Publishing
variasi kecepatan dalam tiga arah x, y, z. Bila variasi Company, Dordrecht, 1990 pp. 412.
kecepatan dalam tiga arah tersebut saling meniadakan, 2. C.W. Fetter, Contaminant Hydrogeology, Prentice
misalnya peningkatan pada arah x akan Hall, Upper Saddle River, New York, 1999 pp.
dikompensasikan oleh penurunan dalam arah y, maka 400.
dapat terjadi massa air per satuan volume tidak 3. H.D FothDasar-dasar Ilmu Tanah, (Terjemahan ),
berubah. Dalam kondisi ini, suku kiri dari persamaan Gajah Mada Univ. Press, Yogyakarta, ,.1984 pp.
17 sama dengan nol atau terjadi kondisi tunak (steady 781.
state), persamaan 19 untuk potensial yang lebih 4. S. Notodarmojo, Pencemaran Tanah dan Air
umum (U), berubah menjadi: Tanah, Penerbit ITB Bandung, 2005 pp. 279-
290.
5. D.K. ToodGroudwater Hydrology, John Wiley
2h 2h 2h
K 2 2 2 2U 0 . and Sons, Inc, New York. , 1980
x y z 6. D.L. Wesley, Mekanika Tanah. Badan Penerbit
Pekerjaan Umum, Jakarta 1977
(20)
SIMPOSIUM FISIKA NASIONAL 2014 (SFN XXVII), 16-17 Oktober 2014,Denpasar-Bali