Anda di halaman 1dari 18

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar; Manusia, Sains, Teknologi,

dan Seni
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Pada hakekatnya manusia telah diberi anugerah oleh Allah SWT berupa akal
dan nafsu, akal dan nafsu inilah yang mendorong manusia untuk menciptakan sesuatu
yang dapat mewujudkan cita-cita atau penghargaannya. Dalam mewujudkan cita-cita
tersebut manusia telah menciptakan sains, teknologi dan seni sebagai salah satu
sarana sehingga sejak saat itu kehidupan manusia mulai berubah. Selain itu sains,
teknologi dan seni juga telah mempengaruhi peradapan manusia dalam kehidupannya
terutama dalam bidang budaya. Seiring dengan perkembangan sains, teknologi
diharapkan dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap bidang-bidang lain,
khususnya budaya yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Pemanfaatan
kemajuan sains, teknologi dan seni secara baik haruslah diterapkan, sehingga dapat
menjaga kelestarian budaya bangsa.
B. Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan manusia, sains, teknologi dan seni?
b. Keterkaitan antara manusia, sains dan teknologi?
c. Pengaruh apa saja yang diberikan sains dan teknologi bagi kehidupan
manusia?

C. Tujuan
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara manusia, sains dan
teknologi serta pengaruh baik atau buruknya perkembangan sains dan teknologi bagi
manusia.

D. Manfaat
Adapun terdapat beberapa manfaat dari pengambilan materi manusia, sains dan
teknologi, antara lain adalah:
1) Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai manusia, sains,
teknologi dan seni.
2) Dapat mengetahui pengaruh sains dan teknologi bagi kehidupan manusia.
3) memenuhi tugas dari mata kuliah ISBD.
Semua tujuan-tujuan ini diharapkan dapat tercapai setelah terwujudnya laporan
makalah ini. Selain itu, pengetahuan-pengetahuan yang penulis dapat dari pembahasan
materi ini bisa menjadi wawasan awal yang dapat diambil dan kembangkan menjadi
pengetahuan yang lebih tinggi lagi berikutnya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Manusia, Sains, Teknologi dan Seni

1. Manusia
Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan
makhluk ciptaan Allah yang lain. Dikatakan paling sempurna karena manusia dibekali akal
sekaligus nafsu. Meskipun manusia mempunyai nafsu tetapi yang paling berperan adalah akal.
Akal ini bertujuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, akal juga sebagai
alat untuk berfikir, berhitung dan berkreasi sehingga kerjasama antara keduanya sangat
diperlukan dalam kehidupan manusia.

2. Sains
Sains merupakan bagian dari himpunan informasi yang termasuk dalam pengetahuan
alamiah dan berisikan informasi yang memberikan gambaran tentang struktur dari suatu sistem
serta penjelasan tentang pola laku sistem tersebut. Sistem yang dimaksud dapat berupa sistem
alami maupun sistem yang merupakan rekaan pemikiran manusia mengenai pola laku
hubungan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Kita dapat mempelajari sains dari alam
semesta yang dimulai dengan bertanya kepada alam atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan
tentang alam. Dari pertanyaan itulah kemudian muncul sebuah hipotesis yang akan diajukan
secara empiris sehingga dari pengujian empiris tersebut diperoleh informasi yang valid dan
dapat dipercaya. Sains dan hasilnya dapat dirasakan dalam semua aspek kehidupan manusia.
Untuk itu sains harus menjadi bagian internal dari sistem pendidikan nasional supaya para
siswa menjadi warga negara dan masyarakat yang sadar akan pentingnya sains di era masa
kini. Namun pada kenyataanya sains tidak selamanya berjalan dengan baik dalam memberikan
manfaat kepada umat manusia, karena sains dapat berakibat buruk jika dipersalahgunakan.
Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara sistematis dan bukan
hanya kumpulan berupa fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan
suatu proses penemuan. Menurut Medawar (1984) Sains (dari istilah Inggris Science) berasal
dari kata: sienz, cience, syence, scyence, scyense, scyens, scienc, sciens, scians. Kata dasar
yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu). Tetapi, tidak semua ilmu itu boleh
dianggap sains. Yang dimaksud ilmu sains adalah: ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan
yang sesungguhnya) kebenarannya yang dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-
kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang
dipedomani tersebut boleh dipercayai, melalui eksperimen secara teori. Menurut Kamus Umum
Bahasa Indonesia, sains adalah: Ilmu yang teratur (sistematik) yang dapat diuji atau dibuktikan
kebenarannya, berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (missal:fisika, kimia, biologi).
Pendidikan sains menekankan pada pengalaman secara langsung. Sains yang diartikan
sebagai salah satu cabang ilmu yang mengkaji tentang sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta
dengan cara yang sistematik dan serasi dengan hukum-hukum umum yang melandasi
peradaban dunia modern. Sains merupakan satu proses untuk mencari dan menemui sesuatu
kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakikat makhluk, untuk
menerangkan hukum-hukum alam.

3. Teknologi
Teknologi merupakan bagian dari himpunan informasi yang termasuk dalam
pengetahuan ilmiah yang berisikan informasi preskriptif mengenai penciptaan sistem-sistem
ciptaan tersebut. Penggunaan teknologi bertujuan untuk memudahkan segala aktifitas yang
berkaitan dengan efisien waktu dan tenaga. Penciptaan teknologi ini didorong oleh ciri
otomatisme dari fenomena teknik kehidupan masa kini yang menginginkan segala sesuatu
menjadi lebih cepat dan mudah, sama dengan sains, penggunaan teknologi dan hasilnya juga
memberikan kontribusi yang besar dari kesejahteraan hidup manusia disegala aspek kihidupan.
Namun sayangnya sekarang ini tidak semua teknologi dapat membantu pekerjaan manusia,
justru adapula teknologi yang malah membantu menjadi bumerang akibat salah dalam
memanfaatkannya. Oleh karena itu dalam memanfaatkan teknologi haruslah didasari dengan
moral dan etika yang baik serta tanggungjawab sosial yang beradab.
Contoh-contoh teknologi:
1) Teknologi komunikasi
Suatu sistem yang memungkinkan kita dapat berkomunikasi dengan siapapun, kapanpun dan
dimanapun tidak terbatas pada tempat, jarak dan waktu. Misal: internet, handphone, bairless,
dll.
2) Teknologi informasi
Suatu sistem yang memudahkan kita untuk memperoleh berbagai macam info yang dibutuhkan
secara praktis dan dalam waktu yang relative singkat. Misal: internet, tv.
3) Bioteknologi
Suatu teknologi yang mampu memanipulasi proses alami secara dramatis. Misal: cloning pada
hewan dan tumbuhan.
Istilah teknologi barasal dari kata techne dan logia. Kata Yunani kuno techne berarti seni
kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah technikos yang berarti seseorang yang memilki
keterampilan tertentu. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin
tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah dan metode yang pasti, keterampilan itu lalu
menjadi teknik. Istilah teknologi berasal dari techne atau cara dan logos atau
pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara.
Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi
kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang,
memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai keseluruhan metode
yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan
manusia. Pengertian teknologi secara umum adalah:
1) Proses yang meningkatkan nilai tambah
2) Produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
3) Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan
Pada permulaan abad XX ini, istilah teknologi telah dipakai secara umum dan merangkum
suatu rangkaian sarana, proses dan ide di samping alat-alat dan mesin-mesin. Perluasan arti
berjalan terus sehingga sampai pertengahan abad ini muncul perumusan teknologi sebagai
sarana dan aktivitas yang dengannya manusia berusaha mengubah atau menangani
lingkungannya. Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian
bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu. Demikianlah teknologi
adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk
memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara lebih umum
dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunanaan berbagai sarana yang
tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.

4. Seni
Janet Woll mengatakan bahwa seni adalah produk social. Sedangkan menurut Kamus
B.Indonesia, seni adalah keahlian yang membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi
kehalusannya, keindahannya), seperti tari, lukis, ukir. Maka konsep pendidikan yang
memerlukan ilmu dan seni adalah proses atau upaya sadar antara manusia dengan sesama
secara beradab, di mana pihak kesatu secara terarah membimbing perkembangan kemampuan
dan kepribadian pihak kedua secara manusiawi yaitu orang perorang. Oleh karena itu, budi
bahasapun adalah suatu seni.

5. Peran Sains dan Teknologi


Perbedaan utama antara negara maju dan negara berkembang adalah kemampuan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Kemajuan yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di
negara-negara maju karena didukung oleh sistem informasi yang mapan. Sebaliknya, sistem
informasi yang lemah di negara-negara berkembang mengakibatkan keterbelakangan dalam
penguasaan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi jelaslah bahwa maju atau tidaknya suatu
negara sangat di tentukan oleh penguasaan teirhadap informasi, karena informasi merupakan
modal utama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan.teknologi yang menjadi senjata
pokok untuk membangun negara. Sehingga apabila satu negara ingin maju dan tetap eksis
dalam persaingan global, maka negara tersebut harus menguasai informasi. Di era globalisasi
dan informasi ini penguasaan terhadap informasi tidak cukup hanya sekedar menguasai,
diperlukan kecepatan dan ketepatan. Sebab hampir tidak ada guna menguasai informasi yang
telah usang, padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat
mengakibatkan usia informasi menjadi sangat pendek, dengan kata lain, informasi lama akan
diabaikan dengan adanya informasi yang lebih baru. Masukan dan kontribusi langsung dari
para pemegang peran yang lain; siswa, orang tua dan anggota masyarakat juga memberikan
informasi yang sangat membantu dan meningkatkan dukungan masyarakat bagi
pengembangan sekolah. Jika obyektifitas utamanya adalah memaksimalkan pendidikan sumber
daya manusia maka hal itu telah meningkatkan hubungan komunikasi kita dengan seluruh
sektor lingkungan pendidikan dan para pemegang peran. Lagipula kunci utama untuk
meningkatkan komunikasi harus terfokus pada saling berbagi komunikasi terbuka dan
meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungkan dari segala bidang. Kehidupan kita
sekarang perlahan-lahan mulai berubah dari dulunya era industri berubah menjadi era informasi
di balik pengaruh majunya era globalisasi dan informatika menjadikan komputer, internet dan
pesatnya perkembangan teknologi informasi sebagai bagian utama yang harus ada atau tidak
boleh kekurangan dikehidupan kita. Aktifitas network globalisasi ekonomi yang disebabkan oleh
kemajuan dari teknologi informasi bukan hanya mengubah pola produktivitas ekonomi tetapi
juga meningkatkan tingkat produktivitasdan pada saat bersamaan juga menyebabkan
perubahan structural dalam kehidupan politik, kebudayaan, kehidupan sosial masyarakat dan
juga konsep waktu dalam dalam berbagai lapisan masyarakat. Dalam globalisasi ekonomi,
perekonomian dunia tidak akan lagi mengenal batas-batas negara dan bahkan peranan negara
diramalkan akan semakin berkurang. Arus globalisasi ekonomi dipercepat oleh kemajuan
teknologi yang makin pesat khususnya di bidang transportasi, telekomunikasi dan informasi
yang memungkinkan arus orang, barang, jasa dan informasi bergerak dengan lebih cepat,
dalam jumlah yang semakin besar, dengan kualitas yang semakin baik dan dengan biaya yang
semakin murah. Persaingan antar bangsa dalam memproduksi barang dan jasa akan semakin
kuat dan ketat. Kemajuan teknologi itu pulalah yang akan makin mempercepat proses
globalisasi di berbagai bidang kehidupan manusia. Dengan demikian, maka penguasaan iptek
dari suatu bangsa yang akan menentukan keberhasilan bangsa itu menghadapi globalisasi
dalam bidang ekonomi dan bidang kehidupan lainnya.

6. Pengaruh Sains dan Teknologi


Baik sains, teknologi dan hasil produknya dapat dirasakan disetiap aspek kehidupan
manusia. Sehingga pengaruh sains dan teknologi bagi manusia dalam masyarakat dapat
berpengaruh baik secara negatif maupun secara positif.
Pengaruh positif terdiri dari :
1) Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia (secara individu maupun kelompok)
terhadap perkembangan ekonomi, politik, militer dan pemikiran-pemikiran dalam bidang sosial
budaya.
2) Pemanfaatan sains dan teknologi secara tepat dapat lebih mempermudah proses
pemecahan berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia.
3) Sains dan teknologi dapat memberikan suatu inspirasi tentang perkembangan suatu
kebudayaan yang ada di Indonesia.
Pengaruh negatif terdiri dari :
Untuk pengaruh negatif dari sains dan teknologi adalah bagi perubahan peradaban manusia.
Pemanfaatan dari sains dan teknologi, sering kali menimbulkan masalah baru dalam kehidupan
manusia terutama dalam hal kerusakan lingkungan, mental dan budaya bangsa, seperti:
1) Menipisnya lapisan ozon
2) Terjadi polusi udara, air dan tanah
3) Terjadi pemanasan global
4) Rusaknya ekosistem laut
5) Iptek dikembangkan untuk memenuhi kesenangan-kesenangan materi. Menjamurnya
produk-produk mainan (contoh: game online)
6) Kemajuan teknologi yang serba praktis serta budaya asing yang berpengaruh dominan
terhadap satuan budaya asli bisa membangkitkan kesan sebagai model untuk ditiru.
Kecenderungan meniru itu dalam kelanjutannya bisa terpantul melalui berkembangnya
gayahidup yang dianggap superior dibandingkan dengan gaya hidup lama.

B. Dampak Penyalahgunaan Ipteks pada Kehidupan Sosial Budaya


Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat:
1) Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini
semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia
pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang
sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam
buku Megatrend for Women: From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene
& John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin
membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen,
senator, gubernur, menteri dan berbagai jabatan penting lainnya.
2) Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan
fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa
percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa
Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
3) Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi
globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras, meskipun
demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negative pada aspek budaya:
- Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan
pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan
berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi kaya
dalam materi tetapi miskin dalam rohani.
- Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin
lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-
menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam
menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak
menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya,
seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
- Pola interaksi antar manusia yang berubah Kehadiran komputer pada kebanyakan
rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer
yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan
dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat
orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet
(warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan
saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin
banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui
program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang
asing kapan saja.

C. Problematika Pengembangan dan Penggunaan Ipteks di Indonesia


Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap
inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan
banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam
bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-
inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini.

Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat


positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Arus informasi yang
berkembang cepat menumbuhkan cakrawala pandangan manusia makin terbuka luas.
Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu/ekstensi kemampuan diri manusia, dewasa
ini telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru membelenggu perilaku dan gaya hidup
kita sendiri. Akibatnya rasa tanggung jawab sudah pudar terhadap budaya. Masyarakat tidak
lagi peduli dengan budayanya.
Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh sistem-sistem
sosial yang kuat dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah
hidup manusia. Perubahan cepat dalam teknologi informasi telah merubah budaya sebagian
besar masyarakat dunia, terutama yang tinggal di perkotaan, perubahan budaya lokal dan
sosial akibat revolusi informasi merupakan kelompok masyarakat yang langsung terkena
pengaruh budaya global. Media elektronik, khususnya TV yang selalu menayangkan
kebudayaan luar, hal ini dengan mudah mengubah pola pikir masyarakat khususnya para
generasi muda. Mereka cenderung melupakan kebludayaan sendiri dan beralih ke budaya luar.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Pada hakekatnya manusia secara kodrati bersifat sebagai makhluk individu sekaligus
makhluk sosial. Dikatakan sebagai makhluk individu karena setiap manusia berbeda-beda
dengan manusia yang lain dalam hal kepribadian, pola pikir, kelebihan, kekurangan dan
kreatifitas untuk mencapai cita-cita. Sehingga sebagai pribadi-pribadi yang khas tersebut
manusia berusaha mengeluarkan segala potensi yang ada pada dirinya dengan cara
menciptakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa bantuan orang lain. Potensi-
potensi manusia sebagai makhluk individu dapat dituangkan dalam sains dan teknologi.
Baik sains, teknologi dan hasil produknya dapat dirasakan disetiap aspek kehidupan manusia.
Sehingga pengaruh sains dan teknologi bagi manusia dalam masyarakat dapat berpengaruh
baik secara negatif maupun secara positif.
Pengaruh positif:
1) Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia (secara individu maupun kelompok)
terhadap perkembangan ekonomi, politik, militer dan pemikiran-pemikiran dalam bidang sosial
budaya.
2) Pemanfaatan sains dan teknologi secara tepat dapat lebih mempermudah proses
pemecahan berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia.
3) Sains dan teknologi dapat memberikan suatu inspirasi tentang perkembangan suatu
kebudayaan yang ada di Indonesia.
Pengaruh negatif:
Selain untuk memberikan pengaruh positif sains dan teknologi juga dapat memberikan
pengaruh yang negatif bagi perubahan peradaban manusia. Pemanfaatan dari sains dan
teknologi, sering kali menimbulkan masalah baru dalam kehidupan manusia terutama dalam hal
kerusakan lingkungan, mental dan budaya bangsa, seperti:
1) Menipisnya lapisan ozon
2) Terjadi polusi udara, air dan tanah
3) Terjadi pemanasan global
4) Rusaknya ekosistem laut
5) Iptek dikembangkan untuk memenuhi kesenangan-kesenangan materi. Menjamurnya
produk-produk mainan (contoh: game online).
Kemajuan teknologi yang serba praktis serta budaya asing yang berpengaruh dominan
terhadap satuan budaya asli bisa membangkitkan kesan sebagai model untuk ditiru.
Kecenderungan meniru itu dalam kelanjutannya bisa terpantul melalui berkembangnya gaya
hidup yang dianggap superior dibandingkan dengan gaya hidup lama. Oleh karena itu agar
sains dan teknologi dapat memberikan pengaruh yang positif bagi manusia, maka sains dan
teknologi seharusnya mampu mengkolaborasikan antara nilai-nilai empiris dengan nilai-nilai
moral dan menyesuaikan dengan nilai-nilai religius, keagamaan dan dilaksanakan dengan
penuh tanggung jawab.

DAFTAR PUSTAKA
http://azidahida.wordpress.com/2013/06/06/manusia-sains-teknologi-dan-seni/

E.MANUSIA DAN LINGKUNGAN


Pengertian manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk
kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan dan mati dan
seterusnya. Serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah
hubungan timbal balik itu positif maupun negative.

Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang
menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku
sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan
tempat tinggalnya.
Pengertian lingkungan

Lingkungan adalah suatu media di mana makhuk hidup tinggal, mencari penghidupannya,dan
memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balikdengan
keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan
yang lebih kompleks dan rill.
Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatankan oleh manusia untuk mencukupi
kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan
lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial.
Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam
membentuk kepribadian seseorang.

Pengaruh Manusia Pada Alam Lingkungan Hidupnya

Manusia dapat mempengaruhi lingkungan karena manusia makhluk dominan dimuka bumi ini
sehingga seluruh kegiatan manusia akan mengakibatkan perubahan lingkungan disekitarnya.
Manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya.
perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota,di bandingkan dengan di
hutan rimba di mana penduduknya masih sedikit dan primitif.

Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun
negative.berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari
perubahan tersebut,dan berpengaruh tidak baik karena dapat dapat mengurangi kemampuan
alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya.

Dampak Positif dan Negatif

Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun
negative. Berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan
tersebut,dan berpengaruh tidak baik karena dapat dapat mengurangi kemampuan alam
lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya.

Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk
menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidup
sejenisnya .
Manusia mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem habitat manusia itu
sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan
lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri.

Lingkungan tidak akan mengeluarkan effect sebelum manusia mendahuluinya. Lingkungan akan
mengeluarkan produk samping terhadap perlakuan manusia. Produk samping yang tersebut
tergantung perlakuan manusia itu sendiri. Jika produk itu baik maka hasil yang diperoleh juga
baik, missal : penanaman hutan kembali atau reboisasi di kota kota besar. Dari hal hal positif
itu akan menghasilkan dampak yang positif juga, missal : dampak positif dari reboisasi adalah
tertata hutan kota kembali, mengurangi dampak polusi kota karena polusi industry dan kendaraa
bermotor, sebagai penyerap energy solar atau pelindung sinar ultrafiolet. Sebaliknya jika terjadi
effect negaatif maka hal hal yang dilakukan manusia terhadap lingkungan juga negative, missal
: pengundulan Hutan, pembakaran hutan untuk lading atau lahan baru, pembebasan lahan untuk
pemukiman. Dari hal hal tersebut akan menghasilkan banjir, tanah longsor dan sebagainya.

Kesimpulan

Manusia mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem habitat manusia itu
sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan
lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri.

F)Cultural Awareness

Indonesia adalah bangsa multikultural yang memiliki berbagai macam seni dan tradisi yang unik
dan khas, yang tidak bisa didapatkan di negara-negara lainnya di dunia ini.Sayangnya,
keragaman budaya tersebut masih kurang dimanfaatkan dengan baik padahal berbagai budaya
yang dimiliki oleh negara ini memiliki potensi yang begitu besar untuk dapat maju dan
berkembang baik di tingkat nasional maupun internasional.Di tengah era globalisasi, tidak
sedikit juga kaum generasi penerus bangsa yang menganggap kesenian negerinya sendiri sudah
kuno dan menyukai segala macam hal yang berasal dari luar negeri karena terlihat lebih keren
dan modern.

Maka dari itu kita sebagai manusia Indonesia yang menjunjung tinggi nasionalisme haruslah bisa
melestarikan budaya bangsa dan juga memfilter budaya asing yang masuk ke Indonesia. Salah
satu cara untuk melestarikan budaya bangsa adalah dengan menumbuhkan sikap kesadaran
budaya pada diri masyarakat Indonesia

Kesadaran Budaya
Kesadaran budaya (Cultural awareness) adalah kemampuan seseorang untuk melihat ke luar
dirinyasendiri dan menyadari akan nilai-nilai budaya, kebiasaan budaya yang masuk.Selanjutnya,
seseorang dapat menilai apakah hal tersebut normal dan dapat diterima pada budayanya atau
mungkin tidak lazim atau tidak dapat diterima di budaya lain.Oleh karena itu perlu untuk
memahami budaya yang berbeda dari dirinya dan menyadari kepercayaannya dan adat
istiadatnya dan mampu untuk menghormatinya.(Vacc et al, 2003).

Wunderle (2006) menyebutkan bahwa kesadaran budaya (cultural awareness) sebagai suatu
kemampuan mengakui dan memahami pengaruh budaya terhadap nilai-nilai dan perilaku
manusia. Implikasi dari kesadaran budaya terhadap pemahaman kebutuhan untuk
mempertimbangkan budaya, faktor-faktor penting dalam menghadapi situasi tertentu. Pada
tingkat yang dasar, kesadaran budaya merupakan informasi, memberikan makna tentang
kemanusian untuk mengetahui tentang budaya.Prinsip dari tugas untuk mendapatkan pemahaman
tentang kesadaran budaya adalah mengumpulkan informasi tentang budaya dan
mentranformasikannya melalui penambahan dalam memberikan makna secara progresif sebagai
suatu pemahaman terhadap budaya.

Pantry (dalam Sturges, 2005) mengidentifikasikan 4 kompetensi yang dapat terhindari dari
prejudis, miskonsepsi dan ketidakmampuan dalam menghadapi kondisi masyarakat majemuk
yaitu: Kemampuan berkomunikasi (mendengarkan,menyimpulkan, berinteraksi), Kemampuan
proses (negosiasi, lobi, mediasi, fasilitasi), Kemampuan menjaga informasi (penelitian, menulis,
multimedia), Kemampuanmemiliki kesadaran dalam informasi, cara mengakses informasi, dan
menggunakan informasi. Keempat kompetensi tersebut memberikan peran penting dalam
menghadapi masyarakat yang multikultural dalam kesadaran budaya.

Fowers & Davidov (Thompkins et al, 2006) mengemukakan bahwa proses untuk menjadi sadar
terhadap nilai yang dimiliki, bias dan keterbatasan meliputi eksplorasi diri pada budaya hingga
seseorang belajar bahwa perspektifnya terbatas,memihak, dan relatif pada latar belakang diri
sendiri.Terbentuknya kesadaran budayapada individu merupakan suatu hal yang terjadi begitu
saja. Akan tetapi melalui berbagai hal dan melibatkan beragam faktor diantaranya adalah
persepsi dan emosi maka kesadaran (awareness) akan terbentuk.

Berdasarkan hal di atas, pentingnya nilai-nilai yang menjadi faktor penting dalam kehidupan
manusia akan turut mempengaruhi kesadaran budaya (terhadapnilai-nilai yang dianut) seseorang
dan memaknainya. Penting bagi kita untukmemiliki kesadaran budaya (cultural awareness)
agar dapat memiliki kemampuan untuk memahami budaya dan faktor-faktor penting yang dapat
mengembangkan nilai-nilai budaya sehingga dapat terbentuk karakter bangsa.

Tingkat Kesadaran Budaya (Cultural Awareness)

Wunderle (2006) mengemukakan limatingkat kesadaran budaya yaitu:


a) Data dan information.

Data merupakan tingkat terendah dari tingkatan informasi secara kognitif. Data terdiri dari
signal-signal atau tanda-tanda yang tidak melaluiproses komukasi antara setiap kode-kode yang
terdapat dalam sistim, atau rasa yang berasal dari lingkungan yang mendeteksi tentang manusia.
Dalam tingkat inipenting untuk memiliki data dan informasi tentang beragam perbedaan yang
ada. Dengan adanya data dan informasi maka hal tersebut dapat membantu kelancaranproses
komunikasi.

b) Culture consideration.

Setelah memiliki data dan informasi yang jelas tentangsuatu budaya maka kita akan dapat
memperoleh pemahaman terhadap budaya dan faktor apa saja yang menjadi nilai-nilai dari
budaya tertentu. Hal ini akan memberikan pertimbangann tentang konsep-konsep yang dimiliki
oleh suatubudaya secara umum dan dapat memaknai arti dari culture code yang ada.
Pertimbangan budaya ini akan membantu kita untuk memperkuat proses komunikasi dan
interaksi yang akan terjadi.

c) Cultural knowledge.

Informasi dan pertimbangan yang telah dimiliki memangtidak mudah untuk dapat diterapkan
dalam pemahaman suatu budaya. Namun, pentingnya pengetahuan budaya merupakan faktor
penting bagi seseorang untuk menghadapi situasi yang akan dihadapinya. Pengetahuan budaya
tersebut tidak hanya pengetahuan tentang budaya oranglain namun juga penting
untukmengetahui budayanya sendiri. Oleh karena itu, pengetahuan terhadap budayadapat
dilakukan melalui pelatihan-pelatihan khusus.Tujuannya adalah untuk membuka pemahaman
terhadap sejarah suatu budaya.Ini termasuk pada isu-isu utama budaya seperti kelompok,
pemimpin, dinamika, keutaman budaya danketerampilan bahasa agar dapat memahami budaya
tertertu.

d) Cultural Understanding.

Memiliki pengetahuan tentang budaya yang dianutnya dan juga budaya orang lain melalui
berbagai aktivitas dan pelatihan penting agar dapat memahami dinamika yang terjadi dalam
suatu budaya tertentu. Oleh karena itu, penting untuk terus menggali pemahaman budaya melalui
pelatihan lanjutan.Adapun tujuannya adalah untuk lebih mengarah pada kesadaran mendalam
pada kekhususan budaya yang memberikan pemahaman hingga pada proses berfikir, faktor-
faktor yang memotivasi, dan isu lain yang secara langsung mendukungproses pengambilan suatu
keputusan.

e) Cultural Competence.
Tingkat tertinggi dari kesadaran budaya adalah kompetensi budaya. Kompetensi budaya
berfungsi untuk dapat menentukan dan mengambil suatu keputusan dan kecerdasan budaya.
Kompetensi budaya merupakan pemahaman terhadap kelenturan budaya (culture adhesive).
Dan hal ini penting karena dengan kecerdasan budaya yang memfokuskan pemahaman
padaperencanaan dan pengambilan keputusan pada suatu situasi tertentu. Implikasidari
kompetensi budaya adalah pemahaman secara intensif terhadap kelompoktertentu. Seperti yang
dijelaskan di awal, sesungguhnya kebudayaan itu sendiri mempunyai tiga bentuk dasar, yaitu
yang berwujud ide, kelakuan, dan wujud fisik. Ketiga wujud kebudayaan tersebut ada dalam
masyarakat. Hal ini yang harusnya kita lestarikan dan kita perhatikan karena kebudayaan
merupakan identitas jati diri kita. Maka dari itu, kesadaran budaya perlu untuk kita tumbuh dan
kembangkan sejak dini. Untuk menumbuhkan jiwa yang sadar akan budaya tersebut, berikut
sekiranya ada 4 cara, yaitu:

Penanaman sikap multikulturalisme sejak dini, Penanaman sikap untuk saling


bertoleransi dan untuk saling menghargai antar budaya merupakan fondasi
awal agar seseorang mampu menyadari akan perbedaan dari masing-masing
budaya. Sikap mental akan pentingnya saling menghargai kebudayaan
diharapkan nantinya integrasi bangsa menjadi semakin kuat karena
penanaman sikap saling menghormati dan menghargai tersebut juga sudah
mendarah daging di masyarakat.

Sosialisasi budaya melalui lembaga pendidikan. Dimasukkannya budaya lokal


dalam kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal merupakan langkah yang
bijak untuk lebih menjaga eksistensi budaya lokal mengingat sekarang ini
mulai banyaknya generasi muda yang mulai enggan untuk memperhatikan
kebudayaannya yang sesungguhnya itu merupakan asset kekayaan yang
sekiranya wajib dan harus untuk kita lestarikan.

Penyelenggaraan berbagai pentas budaya, Penyelenggaraan berbagai pentas


budaya tentu hal ini merupakan salah satu cara yang mampu untuk
menumbukan kesadaran akan berbudaya. Pentas ini dapat berupa tari-tari
daerah ataupun juga musik-musik daerah yang dilakukan dengan melibatkan
kaum-kaum muda sebagai salah satu cara menghidupkan kembali budaya
masing-masing daerah dengan melibatkan generasi muda sebagai generasi
penerus. Seni budaya yang akan ditampilkan pun dapat berupa seni
tradisional, modern, ataupun juga gabungan dari keduanya.

Mencintai dan menjaga budaya yang dimiliki. Hal inilah yang sekiranya
penting untuk selalu kita wujudkan. Rasa cinta dan rasa untuk menjaga
budaya yang kita miliki haruslah muncul sesuai dengan keinginan dan
kesadaran dari dalam diri kita masing-masing. Tanpa rasa cinta dan peduli
terhadap kebudayaan mustahil kita dapat menjaga eksistensi budaya yang
kita miliki.

Selain itu, Robert Hanvey menyebutkan 4 tingkat cross-cultural awareness (Yan-li, 2007) yaitu:
a) Awareness of superficial or visible cultural traits.

Pada tingkat ini informasi yangdiperoleh oleh seseorang berasal dari media atau saat dia
mengunjungi suatuNegara atau daerah atau dari pelajaran di sekolah. Yan-li (2007) menyatakan
padalevel ini pemahaman mereka hanya terlihat dari cirri yang nampak dan merekajadikan
sebagai pandangan streotipe terhadap budaya yang tidak benar-benarmereka pahami.

b) Awareness of significant and subtle cultural traits that others are different and therefore
problematic.

Pada level ini seseorang mulai memahami dengan baiktentang signifikansi dan ciri budaya yang
sangat berbeda dengan caranya sendiri.Hal ini terkadang menimbulkan frustrasi dan
kebingungan sehingga terjadi konflikdalam dirinya.

c) Awareness of significant and subtle cultural traits that others are believable in
anintellectual way.

Pada level ini seseorang sudah memahami secara signifikan dan perbedaan budayanya dengan
orang lain, namun pada level ini seseorang sudah mampu untuk menerima budaya lain secara
utuh sebagai manusia.

d) Awareness of how another culture feels from the standpoint of the insider.

Level ini adalah level yang tertinggi dari cross-cultural awareness. Pada level ini seseorang
mengalami bagaimana perasaan yang dirasakan oleh budaya lain melalui pandangan dari dalam
dirinya. Hal ini melibatkan emosi dan juga perilaku yang dilakukannya melalui pengalaman-
pengalaman langsungnya dengan situasi dan budaya tertentu seperti belajar bahasa, kebiasaan,
dan memahami nilai-nilai yang ada dalam budaya tersebut.

Kesadaran Budaya Bangsa Indonesia

Jika kita mendengar kata budaya, maka yang terpikir dibenak kita adalah seni seperti tari-tarian
daerah, dan adat istiadat. Padahal makna dari budaya sangat luas. Korupsi yang merupakan suatu
tindakan yang haram dilakukan, namun sekarang menjadi budaya karena banyak orang yang
melakukan hingga seperti menjadi suatu hal yang biasa dilakukan.Tawuran pelajar yang sering
terjadi seperti sudah menjadi ikon yang melekat pada pelajar.Seperti inilah kesadaran budaya
masyarakat saat ini.Sesuatu hal yang tidak patut menjadi biasa dan mengkristal didalam
masyarakat sehingga menjadi budaya.

Dari sudut pandang yang berbeda, yaitu budaya yang berkaitan dengan seni dan adat.Adanya
globalisasi membuat masyarakat berubah. Budaya yang merupakan warisan leluhur dan
merupakan suatu hal yang patut kita jaga dan lestarikan lama kelamaan menjadi lenyap. Budaya
barat dengan mudahnya masuk kedalam kehidupan masyarakat melalui internet dan
mempengaruhi gaya hidup pemuda. Pandangan hidup yang moderat yang menimbulkan
munculnya pandangan bahwa kebudayaan yang ada tidak lagi relevan dengan jaman yang
modern ini.

Ketika budaya milik negeri ini sudah diklaim oleh negara lain, baru masyarakat ingat dan sadar
bahwa budaya yang dimiliki bangsa ini kaya dan tak ternilai harganya.

Pentingnya kesadaran budaya

Masyarakat menghasilkan suatu kebudayaan melalui proses sosialisasi. Kebudayaan selalu


mengikuti keberadaan masyarakat. Tidak ada satupun masyarakat yang tidak menghasilkan
kebudayaan dan tidak akan pernah tercipta suatu wujud kebudayaan tanpa adanya masyarakat.
Namun, meskipun budaya diciptakan oleh masyarakat, budaya tersebut dapat pula
mengendalikan masyarakat itu sendiri.Sehingga masyarakat haruslah pandai dalam mengatur
arah gerak dari kebudayaannya.

Kesadaran budaya merupakan sikap positif manusia dalam menyikapi perbedaan-perbedaan yang
ada dalam masyarakat.Kesadaran budaya sangatlah dibutuhkan dalam mengelola perbedaan-
perbedaan budaya yang ada.Hal ini dikarenakan oleh seringnya perbedaan budaya yang
menimbulkan konflik-konflik di dalam masyarakat. Masyarakat terkadang lupa bahwa pada
dasarnya setiap masyarakat memiliki pola dan corak kebudayaan yang berbeda satu sama lain.
Sehingga mereka cenderung memperlakukan sama pada setiap bentuk kebudayaan. Padahal
budaya itu sendiri terbentuk sesuai dengan corak masyarakat yang bersangkutan.Sikap semacam
inilah yang sering sekali memicu kesalahpahaman yang berujung konflik etnis. Dengan
kesadaran yang di terapkan oleh anggota masyarakat, maka diharapkan integrasi sosial akan
tetap terjaga.

Arus globalisasi dan modernisasi, memicu unsur-unsur budaya asing masuk dan bersanding
dengan kebudayaan lokal. Hal ini akan menimbulkan masalah, jika unsur-unsur budaya asing
tersebut tidak sesuai dengan kebudayaan lokal, apabila masyarakat kurang selektif dalam
menerima dan memakai budaya luar yang tidak sesuai dengan kebudayaan lokal dan kurangnya
kesadaran masyarakat terhadap kebudayaan yang telah dimilikinya, maka kebudayaan lokal yang
merupakan identitas atau jati diri tersebut lambat laun akan pudar. Sebagai contoh Budaya dan
bahasa Jawa saat ini semakin terdesak oleh arus perkembangan zaman atau globalisasi,
perubahan masyarakat Jawa juga terjadi sangat signifikan dari perubahan pola bahasa hingga
tingkah laku, padahal jati diri orang Jawa penuh dengan ajaran kebaikan, kebijaksanaan, narima
ing pandum (menerima apa yang telah digariskan oleh Tuhan). Maka dari itu, kesadaran budaya
perlu ditumbuhkan di dalam benak anggota masyarakat, kesadaran budaya menciptakan
masyarakat menerapkan kearifan lokal dalam menghadapi perubahan zaman khususnya dalam
globalisasi dan modernisasi, tanpa kearifan lokal proses modernisasi tidak akan berjalan dengan
baik karena kearifan budaya lokal menjadi filter dari modernisasi dalam masyarakat. Sehingga,
dengan adanya kesadaran mengenai pentingnya arti kebudayaan bagi masyarakat maka upaya-
upaya pelestarian budaya bukanlah hal yang sulit untuk dicapai.

Kebudayaan mengisi dan menentukan jalannya kehidupan manusia, walaupun hal tersebut jarang
disadari oleh manusia sendiri. Hal tersebut merupakan penjelasan singkat bahwa walaupun
kebudayaan merupakan atribut manusia, akan tetapi, tidak mungkin seseorang mengetahui dan
meyakini seluruh unsur kebudayaannya. Betapa sulitnya bagi individu untuk menguasai seluruh
unsur kebudayaan yang didukung oleh masyarakat sehingga seolah-olah kebudayaan dapat
dipelajari secara tepisah dari manusia yang menjadi pendukungnya.

Maju mundur atau pasang surutnya kebudayaan (culture) sepanjang sejarah kemanusiaan secara
mendasar ditentukan oleh bagaimana kebudayaan itu dijadikan sebagai kerangka acuan oleh
sebuah masyarakat pendukung kebudayaan tersebut.Akan tetapi melihat realita sekarang ini
dengan banyaknya kebudayaan asing yang masuk kenegeri ini, kebudayaan lokal mulai tergeser
oleh kebudayaan pendatang.

Berikut merupakan cara-cara yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam menumbuhkan
kesadaran budaya bagi masyarakat:

Penanaman sikap multikulturalisme secara dini.

Penanaman sikap toleransi terhadap beragam budaya hendaknya dilakukan sejak dini ini
dimaksudkan untuk menciptakan kesiapan mental seseorang dalam menyikapi perbedaan yang
ada. Dengan bekal kesiapan mental ini, seseorang tidak akan menganggap remeh budaya orang
lain. Ia akan lebih memahami pentingnya mengharai dan menghormati kebudayaan yang dimiliki
orang lain, sehingga integrasi sosial dapat tercapai dengan baik.

Sosialisasi budaya melalui lembaga pendidikan.

Kebijakan budaya lokal untuk dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan merupakan salah satu
cara yang kritis untuk mengatasi degradasi budaya pada generasi muda. Sebagai contoh seni
bahasa, tari dan seni musik telah dijadikan sebagai muatan local yang harus ditempuh oleh para
peserta didik di sekolah.Tindakan ini secara langsung memberikan bimbingan kepada para siswa
bahwa kebudayaan yang kita miliki sudah selayaknya kita lindungi.Kebudayaan tersebutlah yang
menjadi aset kekayaan kita.

Penyelenggaraan beragam budaya sebagai upaya pelestarian budaya.

Penyelenggaraan seni tari atau seni musik dalam pertunjukan-pertunjukan merupakan salah satu
cara yang bijak dalam usaha mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa kitalah yang
seharusnya senantiasa melestarikan kebudayaan yang kita miliki. Usaha ini sedikit banyak
kembali mengingatkan kita semua akan pentingnya pelestarian budaya. Pertunjukan ini dapat
ditemui dalam agenda hajatan masyarakat yang sering menggunakan pertunjukan ini sebagai
upacara perayaan hajatnya.Seni budaya yang digunakan meliputi kebudayaan yang tradisional
maupun modern.Bahan tidak menutup kemunginan pula perpaduan diantara keduanya.

Mencintai dan menjaga budaya yang dimiliki

Mencintai dan menjaga kelestarian budaya sangat penting dalam hal ini.Tanpa rasa cinta dan
peduli terhadap kebudayaan mustahil kita dapat menjaga eksistensi budaya yang kita miliki.

Kesimpulan

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka
kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar. Sedangkan kesadaran
adalah kondisi terjaga atau mampu mengerti apa yang sedang terjadi. Lalu kesadaran budaya
ialah sikap dimana seseorang menghargai, memahami, dan mengerti akan adanya perbedaan-
perbedaan yang ada dalam budaya tersebut.

Cara menumbuhkan kesadaran budaya yaitu dengan penanaman sikap multikulturalisme sejak
dini, sosialisasi budaya melalui lembaga pendidikan, penyelenggaraan berbagai pentas budaya,
mencintai dan menjaga budaya sendiri.

Kesadaran budaya (Cultural awareness) adalah kemampuan seseorang untuk melihat ke luar
dirinya sendiri dan menyadari akan nilai-nilai budaya, kebiasaan budaya yang masuk. Ada 5
tingkat kesadaran budaya, yaitu data and information, culture consideration, cultural knowledge,
cultural understanding, cultural competence.

Korupsi dan tawuran merupakan budaya yang ada pada masyarakat Indonesia sekarang ini.Oleh
karena itu kesadaran budaya sangat mutlak diperlukan.Cara-cara yang dapat dijadikan sebagai
alternatif dalam menumbuhkan kesadaran budaya bagi masyarakat antara lain Penanaman sikap
multikulturalisme secara dini, sosialisasi budaya melalui lembaga pendidikan, penyelenggaraan
beragam budaya sebagai upaya pelestarian budaya, mencintai dan menjaga budaya yang dimiliki.

DAFTAR PUSTAKA
Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Soekanto,Soerjono. 1996. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo.