Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN TUGAS 1

MATA KULIAH ETIKA ARSITEKTUR


KASUS ETIKA DILUAR BIDANG ARSITEKTUR
KASUS BUPATI KATINGAN

DOSEN PEMBIMBING :
DR. Ing. Ir. Bambang Soemardiono

DISUSUN OLEH :
ISNAENI NUR CHASANAH 3214100004
ALFIA NURUL PRATIYANI 3214100005
I MADE DENNY KRISHNANTARA S 3214100010
I DEWA BAGUS ANDI KURNIATA 3214100059

JURUSAN ARSITEKTUR
INSTITUT TEKNOLOI SEPULUH NOPEMBER
2017
BAB I
KASUS ETIKA DILUAR ARSITEKTUR

1.1 STUDI KASUS

Katingan - Bupati Katingan Ahmad Yantenglie di Kalimantan Tengah


(Kalteng) tertangkap basah berselingkuh dengan istri anggota Polri.
Ahmad sempat menjalani pemeriksaan di Mapolres Katingan.
"Benar ada peristiwa itu (perselingkuhan). Tadi Bupati Katingan
sempat kita lakukan pemeriksaan awal terkait peristiwa tersebut," kata
Kapolres Katingan AKBP Tato Pamungkas saat dihubungi detikcom, Kamis
(5/1/2017).
Tato menjelaskan perselingkuhan antara bupati dan istri anggota Polri
berinisial FY ini digerebek langsung oleh suaminya.
"Yang menggerebek suaminya sendiri (suami FY)," kata Tato.
Tato menyebut penggerebekan itu dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB
dini hari. Saat digerebek, diketahui pasangan selingkuh ini berada di
dalam kamar.
"Dari sana kasus ini dilaporkan ke Polsek setempat. Selanjutnya pihak
Polsek menghubungi Polres Katingan," kata Tato.
Berita diatas dikutip dari halaman https://news.detik.com pada
tanggal 5 Januari pukul 16.18 WIB. Pada tanggal 5 Januari 2017 publik
dihebohkan dengan adannya pemberitaan mengenai Bupati Katingan
yang tertangkap basah sedang bersama wanita yang bukan istri sahnya
di dalam sebuah kamar tanpa mengenakan pakaian diatas ranjang.

1.2 KRONOLOGI KASUS PERZINAAN BUPATI KATINGAN


Bupati Katingan Ahmad Yantenglie di Kalimantan Tengah (Kalteng)
tertangkap basah berselingkuh dengan istri sah anggota Polri pada 5
Januari 2017. Wanita tersebut adalah seorang pegawai negeri sipil di
RSUD Mas Amsyar Kasongan bernama Farida Yeni, sedangkan suaminya
adalah seorang polisi yang bertugas di polsek sekitar kantor bupati
Katingan bernama Aibda Sulis Heri. SH saat itu memergoki istinya FY
sedang berada di atas ranjang bersama dengan AY dengan keadaan tidak
memakai busana. Mereka saat itu berada di sebuah rumah kontrakan FT
yang berada di Jalan Nangka, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan
Katingan Hilir, Kabupaten Katingan. Kemudian SH melaporkan AY dan FY
ke Polsek Katingan Hilir. AY da FY kemudian digiring oleh polisi setempat
ke Polda Katingan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. SH melaporkan
keduanya dengan pasal dugaan perzinahan.
Dari keterangan yang dihimpun Polda Katingan, SH mengatakan
bahwa apa yang ia lakukan dengan FY adalah bukan merupakan sebuah
perzinahan. AY mengatakan bahwa keduanya telah melakukan
pernikahan di Jakarta pada 9 April 2016. Kemudian dari keterangan FY, ia
mengatakan sudah bercerai dengan suaminya SH.
Warga Katingan yang merasa malu akan perbuatan yang sudah
dilakukan pemimpin daerahnya melakukan protes. Sekitar 150 orang
warga Katingan datang ke Kantor Bupati Katingan menyuarakan protes
terhadap kepemimpinan AY yang didera masalah asusila berupa skandal
perselingkuhan dengan istri polisi pada tanggal 9 Januari 2016. Massa
menuntut agar Bupati Katingan tersebut mengundurkan diri karena
dinilai tidak memiliki moral yang baik sehingga tidak layak dijadikan
sebagai pemimpin di Bumi Katingan.
Namun ternyara AY mempunyai pendapat lain. "Soal tuntutan mundur
itu, bagi saya secara pribadi gampang saja. Tetapi, ada mekanismenya,
belum tentu saya ini bersalah, karena proses hukum masih berjalan.
Biarkan hukum berproses," ujarnya. Menurutnya, pasti ada alasan
mengapa dia memilih tetap bertahan atas desakan sejumlah warga
tersebut."Semua alasan saya sudah diberkas oleh penyidik biarkan
proses hukum berjalan," ujarnya.
Ketika proses penyidikan berlangsung, ditemukan fakta bahwasanya
AY dan FY mempunyai buku nikah yang tercatat di kota Bogor yang
ternyata buku tersebut adalah buku nikah palsu. Dari keterangan AY,
keduanya melakukan nikah siri di Jakarta namun buku nikah justru
diterbitkan di oleh KUA Bogor. FY yang awalnya mengaku sudah bercerai
dengan SH juga ternyata mengungkapkan keterangan palsu. SH
mengatakan bahwa FY masih merupakan istri sahnya meski memang
hubungan keduanya sedang tidak harmonis.
Di sisi lain, Endang Susilawatie istri AY yang juga merupakan Wakil
Ketua I DPRD Katingan mengungkapkan ia memaafkan apa yang sudah
dilakukan oleh suaminya. Endang mengaku sudah mengetahui bahwa
suaminya beristri lagi, namun ia memilih tetap diam untuk menjaga
kehormatan sang suami sebagai pemimpin daerah. Seiring berjalannya
waktu, isu pemakzulan Bupati Katingan kian berhembus. Endang yang
merupakan Wakil Ketua I DPRD Katingan menyatakn bahwa ia lebih
memilih kehilangan jabatannya daripada kehilangan suaminya. Endang
tetap menghormati proses pemakzulan yang berjalan meski ia adalah
istri sah dari orang yang akan dimakzulkan tersebut.

4 Januari 2017 : SH bersama kedua anaknya ke Sampit


5 Januari 2017 : SH dan kedua anaknya kembali ke Kasongan. SH
menemukan istrinya sedang tidur dengan AY tanpa busana di kontrakan
istrinya kemudian melaporkan ke polsek setempat.
6 Januari 2017 : Kasus AY dan FY dibawa ke Mapolda Kalimantan Tengah
8 Januari 2017 : AY dam FY ditetapkan sebagai tersangka perzinaan
9 Januari 2017 : 150 orang Katingan protes terhadap masalah AY karena
merasa malu atas perbuatan bupatinya. Menanggapi protes, AY memilih
untuk tidak mundur dari jabatannya.
16 Januari 2017 : DPRD membahas upaya pemakzulan AY
18 Januari 2017 : Masyarakat Katingan berunjuk rasa menuntut AY turun
dari jabatannya
19 Januari 2017: SH mencabut gugatannya dengan pertimbangan demi
psikologis anaknya dan keluarganya
28 Januari2017 : FY dimintai keterangann ploisi dan berkata dia sudah
bercerai dengan suaminya
10 Februari 2017 : 5 Fraksi DPRD setempat sepakat dengan hasil kerja
Pansus Dugaan Perbuatan Tercela, melanggar Etika, dan Melanggar
Peraturan Perundang-undangan oleh Bupati Katingan.

1.3 SOLUSI YANG TELAH TERJADI


1. Aibda Sulis Heri melakukan pencabutan gugatan terhadap FY dan AY,
dengan alasan kasihan keluarga dan anak-anak. Menurut kami,
keputusan Aibda Sulis merupakan tindakan yang benar, karena kasus
merupakan aib keluarga. Apabila kasus ini dibesar-besarkan akan
memberi dampak reputasi keluarga dan psikologis anak-anak.
2 Warga Katingan meminta AY dan FY dikenakan hukum adat Dayak, dan AY
dimaksulkan. Tindakan ini dianggap benar karena AY merupakan contoh
teladan bagi masyarakat Katingan yang menganut hokum adat Dayak.
BAB II

KAIDAH ETIKA & KAJIAN TERHADAP KASUS

2.1 Definisi Etika


Collins Cobuild (1990:480) mendefinisikan etika sebagai an idea or
moral belief that influences the behaviour, attitudes and philosophy of
life of a group of people. Sehingga sering kali konsep itu sering
bersinomin dengan moral. Ricocur (1990) mendefinisikan etika sebagai
tujuan hidup yang baik bersama dan untuk orang lain di dalam institusi
yang adil. Dari pengertian tersebut didapatkan bahwa etika
mempengaruhi perilaku dan membuat tujuan hidup manusia menjadi
lebih baik ketika memiliki etika.
Menurut Azyumardi Azra (2012), etika juga dipandang sebagai
karakter atau etos individu/kelompok berdasarkan nilai-nilai dan norma-
norma luhur. Etika sebenarnya dapat dipahami sebagai sistem penilaian
perilaku serta keyakinan untuk menentukan perbuatan yang pantas guna
menjamin adanya perlindungan hak-hak individu, mencakup cara-cara
dalam pengambilan keputusan untuk membantu membedakan hal-hal
yang baik dan yang buruk serta mengarahkan apa yang seharusnya
dilakukan sesuai nilai-nilai yang dianut (Catalano, 1991)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Depdikbud 1988
(dalam penulisan tugas akhir etika profesi), etika mengandung tiga
pengertian, yaitu :
1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan
kewajiban moral (akhlak)
2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak
3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau
masyarakat
Dengan demikin dapat ditarik garis merah bahwa etika merupakan
hal yang berhubungan dengan nilai (besar & salah ) dalam sebuah
golongan yang mempengaruhi kehidupan di massa mendatang. Namun
terdapat beberap ahi menyebutkan bahwa etika merupakan ajaran bukan
merupakan sebuah ilmu.
Kode Etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam
suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal
prinsip dalam bentuk ketentuan-ketentuan tertulis. Kode etik dalam
profesi atau yang sering disebut dengan kode etik profesi memiliki
tujuan untuk mengatur etika (tingkah laku ) sekelompok profesi tertentu
didalam masyrakat. Ketentuan ketentuan tersebut berupa ketentuan
tertulis yang digunakan sebagai pegangan. Nilai-nilai Dasar Etika Publik
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-
Undang ASN, yakni sebagai berikut:
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila;
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia 1945;
3. Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak;
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif;
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;
7. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik;
8. Memiliki kemamppuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah;
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun; 10.
Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;
10. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama;
11. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai;
12. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan;
13. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.

Etika Wahyu
Etika wahyu adalah etika yang bersumber dari kitab atas dasar semua
yang diatur dalam kitab secara hakiki adalah benar. Jadi pendekatan ini
didasarkan pada apa yang tertera di dalam kitab. Etika wahyu diartikan,
apa yang menjadi larangan dalam kitab bisa jadi tidak merugikan orang
lain , sehingga bila masyarakat menilai tentang hal ini bisa jadi tidaklah
buruk. Namun karena tertulis di dalam kitab, orang-orang menjadi
berubah persepsi bawasanya yang dilakukan itu buruk. Namun jika
diartikan dengan kacamata yang lain jika seseorang melanggar etika ini
bukan karena sudah ada larangan tertulisnya, namun karena meemang
secara hakiki apa yang dialnggar itu merupakan sebuah keburukan.

Prinsip-Prinsip Moral Dasar


Etika normatif berangkat pada pertanyaan : manakah tolok ukur
terakhir untuk menilai tindakan manusia secara moral? Dari tiga teori
etika normatif yaitu hedonisme, pengembangan diri dan utilitarisme
adalah sebagai berikut:
Pertama, Hedonisme etis beranggapan bahwa hendaknya manusia
hidup sedemikian rupa sehingga ia semakin bahagia dengan terus
mencari nikmat saja. Ini yang justru dipertanyakan, karena mencari
nikmat saja tidak dapat mengharapkan akan mencapai kebahagiaan,
karena manusia selalu merasa berkekurangan.
Kedua teori pengembangan diri, didalamnya memuat sesuatu yang
hakiki bagi segenap program moral. Namun justru orang yang
memikirkan pengembangan diri malahan tidak akan berkembang, karena
ia hanya berkisar sekitar dirinya saja.
Ketiga , Utilitarisme mendobrak ketertutupan kedua teori
sebelumnya. Ia mentapkan prinsip tangggung jawab universal sebagai
dasarnya.
Dari utilitarisme ini, yang beranggapan bahwa kita sebagai manusia
harus selalu bertanggungjawab terhadap akibat-akibat tindakan kita,
bahwa kita hendaknya mengusahakan hasil-hasil yang paling baik bagi
semua tetap berlaku. Dari inti utilitarisme ini kita bertolak , ada tiga
prinsip ;
1. Prinsip baik
Dari Franz Magnis Suseno (1987) menyatakan bahwa Prinsip sikap
baik mendahului dan mendasari moral lain. Jadi yang biasa pada
manusi bukan bukan memusuhi dan mau membunuh, melainkan sikap
bersedia untuk menerima dan membantu. Sehingga prinsip sikap baik
ini pada intinya adalah untuk tidak merugikan siapapun. Karena
manusia pada dasarnya dituntut untuk bersikap positif dan baik ketika
berhubungan dengan siapapun.
2. Prinsip keadilan
Franz Magni Suseno (1987) juga menyatakan bahwa Adil pada
hakikatnya adalah bahwa kita memberikan kepada siapa saja apa yang
menjadi haknya. Pada intinya prinsip ini menuntut agar manusia
jangan sampai dalam meraih tujuan-tujuan hidupya dengan
menjadikan orang lain sebagai tumbal. Dalam artian tumbal disini
menyerahkan hak haknya kepada kita. Manusia mempunyai kewajiban
untuk menghormati orang lain dengan segala hak-haknya dalam
situasi dan perilaku yang sama.
3. Prinsip hormat terhadap diri sendiri.
Franz Magnis Suseno (1987) dalam bukunya menyatakan bahwa
Manusia juga mempunyai kewajiban terhadap dirinya sendiri berarti
bahwa kewajibannya terhadap orang lain diimbangi oleh perhatian
yang wajar terhadap dirinya sendiri. Ketika seseorang sudah
menghargai orang lain dengan segala hak-haknya, seharusnya
diimbangi dengan berkaca ke diri sendiri bagaimana ia memperlakukan
dirinya. Dari prinsip ini, manusia dituntut untuk menghargai dirinya
sendiri agar tidak disalahgunakan dan mengangggap dirinya sendiri
bernilai.
Keterkaitan antara tiga prinsip tadi bahwa orang yang mempunyai
sikap baik adalah adalah orang yang sudah berlaku adil dan
menghormati dirinya sendiri. Seseorang bersikap adil karena pada
dasarnya manusia mempunyai sikap baik. Kebaikan dan keadilan yang
kita tunjukkan kepada orang lain perlu diimbangi dengan sikap
menghormati diri kita sendiri. Kita bertekad untuk berbuat baik kepada
orang lain dan bertekad untuk bersikap adil, tetapi tetap menghargai
dirinya sendiri.

Sikap Kepribadian Moral yang Kuat


1. Kejujuran
Untuk menjadi seseorang yang kuat dalam moral adalah harus
mempunyai kejujuran. Tidak jujur berarti tidak seia-sekata, dan itu
berarti bahwa kita belum sanggup untuk mengambil sikap yang lurus.
Tanpa kejujuran keutamaan-keutamaan moral lainnya kehilangan nilai
mereka. Bersikap baik terhadap orang lain, tetapi tanpa kejujuran,
adalah kemunafikan. Begitu juga sikap-sikap terpuji menjadi sarana
kelicikan dan penipuan apabila tidak berakar dalam kejujuran yang
bening.
2. Kesediaan untuk Bertanggung Jawab
Kesediaan untuk bertanggung jawab berarti kesediaan untuk
melakukan apa yang harus dilakukan dengan sebaik mungkin dan
membuat kita merasa terikat untuk menyelesaikannya. Karena kita
terlibat pada pelaksanaanya, perasaan-perasaan seperti malas, takut
tidak mempunyai tempat untuk berpijak. Kita akan melaksanakan
dengan sebaik mungkin, meskipun di tuntut pengorbanan, kurang
menguntungkan atau di tentang orang lain. Tugas bukan hanya
sekedar masalah tetapi tugas dapat kita rasakan sebagai sesuatu yang
mulia yang harus kita pelihara, kita selesaikan dengan baik.
3. Kemandirian Moral
Kemandirian moral berarti bahwa kita pernah tidak ikut-ikutan
saja dengan berbagai pandangan moral dalam lingkungan kita,
melainkan selalu membentuk penilaian dan pendirian sendiri dan
bertindak sesuai dengannya. Jadi kita bukan bagaikan balon yang
selalu mengikuti angin. Kita tidak sekedar mengikuti apa yang biasa.
Kita tidak menyesuaikan pendirian kita dengan apa yang mudah, enak,
kurang berbahaya. Baik faktor-faktor dari luar (lingkungan yang
berpendapat lain, kita dipermalukan atau diancam), maupun faktor-
faktor dari batin kita (perasaan malu, oportunis, malas, emosi,
pertimbangan untung rugi), tidak dapat menyelewengkan kita dari apa
yang menjadi pendirian kita.
4. Keberanian Moral
Keberanian moral berarti berpihak pada yang lebih lemah
melawan yang kuat, yang memperlakukannya dengan tidak adil.
Keberanian moral tidak menyesuaikan diri dengan kekuatan-kekuatan
yang ada kalau itu berarti mengkrompomikan kebenaran dan keadilan.
Orang yang berani secara moral akan membuat pengalaman yang
menarik. Setiap kali ia berani mempertahankan sikap yang diyakini, ia
merasa lebih kuat dan berani dalam hatinya, dalam arti bahwa ia
semakin dapat mengatasi perasaan takut dan malu yang sering
mengecewakan dia. Ia merasa lebih mandiri. Ia bagaikan batu karang
di tengah-tengah sungai yang tetap kokoh dan tidak ikut arus. Ia
memberikan semangat dan kekuatan berpijak bagi mereka yang
lemah, yang menderita akibat kezaliman pihak-pihak yang kuat dan
berkuasa.
5. Kerendahan Hati
Kerendahan hati tidak berarti bahwa kita merendahkan diri,
melainkan bahwa kita melihat diri seadanya. Kerendahan hati adalah
kekuatan batin untuk melihat diri sesuai dengan kenyataannya. Ia
tidak mengambil posisi berlebihan yang sulit dipertahankan kalau
ditekan. Ia tidak takut bahwa kelemahannya ketahuan. Ia sendiri sudah
mengetahuinya dan tidak meyembunyikannya. Tanpa kerendahan hati
keberanian moral mudah menjadi kesombongan atau kedok untuk
menyembunyikan. Orang yang rendah hati sering menujukkan daya
tahan yang paling besar apabila betul-betul harus diberikan
perlawanan. Orang yang rendah hati tidak merasa diri penting dan
karena itu berani untuk mempertaruhkan diri apabila ia sudah
meyakini sikapnya sebagai tanggung jawabnya.

2.2 Kajian terhadap kasus


Melalui etika kita dapat mengenal benar dan salah dalam kehidupan
bermasyrakat. Namun pada kasus ini AY sebagai kepala daerah justru
melalukan sebuah tindakan yang salah di mata masyarakat. Pada nilai
dasar aparatur sipil negara banyak yang dilanggar oleh AY. Salah satunya
seperti kurang menjunjung tinggi etika profesi luhur.
Dalam kasus tersebut ditemukan beberapa pelanggaran kode etik
yang dilakukan oleh AY. Pelanggaran pelanggaran tersebut berupa
pelanggaran kode etik aparatur sipil negara. pelanggaran yang dilakukan
1. AY tidak menaati nilai dasar aparatur sipil negara. AY melakukan
tindakan yang dirasa oleh sebagaian masyarakat Katingan telah
menyimpang dari moral dan tidak sesuai denga nilai normal yang
ada dimasyarakat setempat. Berupa perbuatan asusila. Hal ini
sesuai dengan kode etik apratur sipil negara poin 11 yaitu
Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN. AY juga melanggar kewajiban kepala daerah yaitu
menjaga etika dan nilai nilai norma masyrakat
2. AY dirasa kurang bertanggung jawab kepada PNS aau honorer
setelah kejadian tersebut. Setelah kejadian tersebut PNS / honorer
di Kabupaten Katingan belum menerima gaji mereka dan beberapa
honorer yang bingung dengan nasib mereka. Pelanggran terseut
tidak sesuia dengan poin 10 kode etik arapataur sipil negara yang
brebunyi : Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung
jawab, dan berintegritas tinggi.
3. AY dan FY melakukan pernikahan siri yang kemudian melakukan
pemalsuan dokumen negara berupa buku nikah palsu. Tindakan ini
sudah melanggar undang-undang no. 1 tahun 1974 tentang pokok-
pokok perkawinan yang berbunyi Perkawinan sah jika dilakukan
menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya,
serta dicatata menurut peraturan UU yang berlaku. Karena AY telah
melanggar undang-undang, maka AY terkena pelanggaran pasal
27B undang-undang no. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan
daerah yang berbunyi bahwa setiap kepala daerah harus menaati
perundang-undangan yang berlaku.
Dengan demikian AY dikatakan melanggar kewajiban kepala
daerah yaitu, tidak menjaga etika dan norma dalam pemerintahan.
FY Yang merupakan PNS juga melakukan pelanggaran kode etik PNS
berupa. FY melanggar kode etik PNS pasal 8 12 PP. No. 42 tahun 2004,
yaitu etika terhadap diri sendiri jujur dan terbuka serta tidak
memberikan informasi yang tidak benar menjaga keutuhan dan
keharmonisan keluarga.
Aibda Sulis Heri melakukan pencabutan gugatan terhadap FY dan
AY, dengan alasan kasihan keluarga dan anak-anak. Menurut kami,
keputusan Aibda Sulis merupakan tindakan yang benar, karena kasus
merupakan aib keluarga. Apabila kasus ini dibesar-besarkan akan
memberi dampak reputasi keluarga dan psikologis anak-anak.
Warga Katingan meminta AY dan FY dikenakan hukum adat Dayak,
dan AY dimaksulkan. Tindakan ini dianggap benar karena AY merupakan
contoh teladan bagi masyarakat Katingan yang menganut hukum adat
Dayak.
BAB III
USULAN PENYELESAIAN ETIS TERHADAP STUDY KASUS

Sesuai dengan pembahasan studi kasus dan kajian kaidah etika serta kajian
study kasus berdasarkan kaidah etika kita dapat menawarakan solusi kepada
masalah tersebut. Solusi berupa:

- AY seharusnya mengundurkan diri dari jabatannya karena telah


melanggar perundang-undangan dan kode etik ASN. Karena sebagai
pemimpin dan teladan masyarakat Katingan yang harus bertanggung
jawab atas tindakan dan perkataannya (sumpah). Melakukan
pengunduran diri saja merupakan salah satu solusi yang sederhana
dan mudah. Oleh sebab itu, pengunduran diri ini juga harus diikuti
dengan rencana kedepan, untuk memastikan tidak ada pihak yang
semakin dirugikan dan roda pemerintahan Katingan tetap berjalan
stabil.
- FY dan Aibda seharusnya menyelesaikan masalah rumah tangga
secara kekeluargaan sejak lama. Sehingga, keharmonisan keluarga
tetap terjaga dan tidak terjadi tindakan asusila seperti ini. Karena
masalah seperti ini merupakan aib keluarga dan apabila dipendam
akan menjadi masalah yang besar dan merugikan keluarga.
- Polisi harus bertindak tegas dan menyesuaikan dengan sistem hukum
adat di daerah tersebut. Guna untuk menghormati adat setempat dan
permintaan warga Katingan yang penting untuk dipertimbangkan.
Sehingga tindakan yang diambil polisi sekarang juga dapat memberi
efek jera kepada calon pemimpin dan masyarakat kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA

Suseno, Franz Magnis, .1987. Etika Dasar Masalah-masalah Pokok Filsafat


Moral, Kanisius, Yogyakarta
Republik Indonesia, 2004, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32
Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah , Jakarta: Sekretariat Negara.
Republik Indonesia, 1974, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1
Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Jakarta: Sekretariat Negara.
Republik Indonesia, 1974, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
42 Tahun 2004 Tentang Pembinaan Jiwa Korps Dan Kode Etik Pegawai Negeri
Sipil , Jakarta: Sekretariat Negara.
Tempo, 2017, Bupati Katingan Kepergok Selingkuh, Gubernur: Kasihan dan...
(https://m.tempo.co/read/news/2017/01/06/058833432/bupati-
katingan-kepergok-selingkuh-gubernur-kasihan-dan.htm diakses
tanggal 20 februari 2017)

Prihantoro bagus, 2017, Bupati katingan jadi tersangka perzinahan ini kata
mendagri. (https://news.detik.com/berita/d-3390405/bupati-
katingan-jadi-tersangka-perzinahan-ini-kata-mendagri diakses
tanggal 19 februari 2017 )

Sumatra express, 2017, Jaksa pastikan kasus selingkuh bupati tetap jalan
(http://www.sumeks.co.id/index.php/sumeks/nasional/27873-
jaksa-pastikan-kasus-bupati-selingkuh-tetap-jalan diakses tanggal
20 februari 2017

Faturahman, 2017, Bupati Katingan diminta aktif ngator agar administrasi


tidak terbengkalai.
( http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/01/27/bupati-katingan-
diminta-aktif-ngantor-agar-administrasi-tidak-terbengkalai
diakses tanggal 19 februari 2017)

Iwe, 2017, Bupati Katingan yang keperrgok selingkuh dengan istri polisi
terancam diberhentikan.
(http://jogja.tribunnews.com/2017/02/10/bupati-katingan-yang-
kepergok-selingkuh-dengan-istri-polisi-terancam-diberhentikan
diakses tanggal 20 februari 2017)