Anda di halaman 1dari 10

1

TUGAS PRAKTIKUM KOMPUTASI PROSES


PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG)

Disusun Oleh :

Nama : Muhammad Marco Sayputra


Kelas : 6 EGB
NIM : 061440410801

Dosen Pembimbing : Ir. Dr. Ir. H. Muhammad Yerizam, M.T

JURUSAN TEKNIK KIMIA


PROGRAM STUDI DIV TEKNIK ENERGI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2017
2

Pembangkit Listrik Tenaga Gas

Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) merupakan pembangkit listrik yang


memanfaatkan udara sebagai fluida kerja yang telah ditekan hingga menjadi tekanan
tinggi dibakar hingga dapat menggerakkan pesawat penggeraknya yaitu turbin.
Turbin gas adalah suatu penggerak mula yang memanfaatkan gas sebagai
fluida kerja. Didalam turbin gas energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik
berupa putaran yang menggerakkan roda turbin sehingga menghasilkan daya. Bagian
turbin yang berputar disebut rotor atau roda turbin dan bagian turbin yang diam
disebut stator atau rumah turbin.

Gambar 1. Skema PLTG Sederhana


Rotor memutar poros daya yang menggerakkan beban (generator listrik,
pompa, kompresor atau yang lainnya). Turbin gas merupakan salah satu komponen
dari suatu sistem turbin gas. Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga
komponen yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin gas. Turbin gas dirancang dan
dibuat dengan prinsip kerja yang sederhana dimana energi panas yang dihasilkan dari
proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi mekanis dan selanjutnya
diubah menjadi energi listrik atau energi lainnya sesuai dengan kebutuhannya.
3

Prinsip Kerja Turbin Gas

Gambar 2. Prinsip Kerja Turbin Gas


Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet).
Kompresor ini berfungsi untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut,
akibatnya temperatur udara juga meningkat. Kemudian udara yang telah dikompresi
ini masuk kedalam ruang bakar. Di dalam ruang bakar disemprotkan bahan bakar
sehingga bercampur dengan udaratadi dan menyebabkan proses pembakaran. Proses
pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan konstan sehingga dapat
dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan temperatur. Gas hasil pembakaran
tersebut dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel yang berfungsi untuk
mengarahkan aliran tersebut ke sudu-sudu turbin. Daya yang dihasilkan oleh turbin
gas tersebut digunakan untuk memutar kompresornya sendiri dan memutar beban
lainnya seperti generator listrik, dll. Setelah melewati turbin ini gas tersebut akan
dibuang keluar melalui saluran buang (exhaust).
Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistim turbine gas adalah sebagai
berikut:
1. Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan
2. Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke dalam ruang bakar
dengan udara kemudian di bakar.
3. Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar
melalui nozel (nozzle).
4. Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat saluran
pembuangan.
4

Siklus PLTG

Siklus yang dipakai oleh PLTG adalah siklus Brayton. Siklus ini merupakan
siklus daya termodinamika ideal untuk turbin gas, sehingga saatini siklus ini yang
sangat populer digunakan oleh pembuat mesin turbine atau manufacturer dalam
analisa untuk up-grading performance. Siklus Brayton ini terdiri dari proses kompresi
isentropik yang diakhiri dengan proses pelepasan panas pada tekanan konstan.
Pada siklus Brayton tiap-tiap keadaan proses dapat dianalisa secara berikut:

Gambar 3. Siklus Kerja Brayton

Proses 1-2, (kompresi isentropik) Kerja yang dibutuhkan oleh kompresor: Wc = ma


(h2 h1)
Proses 2-3, pemasukan bahan bakar pada tekanan konstan. Jumlah kalor yang
dihasilkan: Qa = (ma + mf) (h3 h2)
Proses 3-4, ekspansi isentropik didalam turbin. Daya yang dibutuhkan turbin: WT =
(ma + mf) (h3 h4)
Proses 4-1, pembuangan panas pada tekanan konstan ke udara. Jumlah kalor yang
dilepas: QR = (ma + mf) (h4 h1).
5

Bagian Utama PLTG

1. Turbin gas
Turbin Gas panas (energi panas) hasil pembakaran diarahkan untuk memutar
sudu turbin. Turbin gas merubah energi panas menjadi energi kinetik.
Perubahan energi terjadi ketika gas panas melewati sudu diam dan sudu gerak.
Melewati sudu diam tekanan gas turun, tetapi kecepatanya naik. Pada saat
mendorong sudu gerak, tekanan dan kecepatan gas turun. Dari daya total yang
dihasilkan kira-kira 60% digunakan untuk memutar kompresornya sendiri,
dan sisanya digunakan untuk kerja yang dibutuhkan.

Gambar 4. Turbin Gas Sumber : PT. PLN (Persero) Sektor Belawan

Komponen-komponen pada turbin section adalah sebagai berikut :


1. Turbin Rotor Case
2. First Stage Nozzle, yang berfungsi untuk mengarahkan gas panas ke first
stage turbine wheel.
3. First Stage Turbine Wheel, berfungsi untuk mengkonversikan energi kinetik
dari aliran udara yang berkecepatan tinggi menjadi energi mekanik berupa
putaran rotor.
4. Second Stage Nozzle dan Diafragma, berfungsi untuk mengatur aliran gas
panas ke second stage turbine wheel, sedangkan diafragma berfungsi untuk
memisahkan kedua turbin wheel.
5. Second Stage Turbine, berfungsi untuk memanfaatkan energi kinetik yang
masih cukup besar dari first stage turbine untuk menghasilkan kecepatan putar
rotor yang lebih besar.
6

Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi sebagai
saluran pembuangan gas panas sisa yang keluar dari turbin gas. Exhaust
section terdiri dari beberapa bagian yaitu :
1. Exhaust Frame Assembly.
2. Exhaust Diffuser Assembly.

Exhaust gas keluar dari turbin gas melalui exhaust diffuser pada exhaust
frame assembly, lalu mengalir ke exhaust plenum dan kemudian didifusikan
dan dibuang ke atmosfir melalui exhaust stack, sebelum dibuang ke atmosfir
gas panas sisa tersebut diukur dengan exhaust thermocouple dimana hasil
pengukuran ini digunakan juga untuk data pengontrolan temperatur dan
proteksi temperatur trip.
Pada exhaust area terdapat 18 buah termokopel yaitu, 12 buah untuk
temperatur kontrol dan 6 buah untuk temperatur trip.

2. Kompresor
Fungsi kompresor utama adalah menghasilkan udara bertekanan untuk
digunakan sebagai udara pembakaran dan pendingin. Tipe kompresor yang
7

dipakai adalah kompresor aksial bertingkat banyak. Kompresor terdiri dari


sudu gerak dan sudu diam, sehingga kecepatan relatif udara Vr2 < Vrl, tetapi
kecepatan absolut udara disisi keluar lebih besar dari sisi masuk (V2 > Vl)
karena pada rotor diberikan kerja. Kecepatan absolut udara keluar sudu diam
akan berkurang, dan disini energi kinetik diubah menjadi energi potensial atau
tekanan. Akibat dari meningkatnya tekanan pada tiap tingkat dan melewati
ruang yang lebih sempit disisi keluar kompresor, maka suhu udara keluar
kompresor naik mencapai 280 315 C. Adapun bentuk kompresor dapat dilihat
dari gambar di bawah ini :

Gambar 2.6. Kompresor Sumber : PT. PLN (Persero) Sektor Belawan


3. Ruang Bakar (Combustion Chamber/Chombustor) Combustion Chamber
adalah ruangan tempat terjadinya proses pembakaran. Turbin gas umumnya
mempunyai combustion chamber yang terdiri dari banyak combustion basket
(liner) yang dipasang melingkari compressor discharge. Volume gas panas
produksi combustion chamber jumlahnya besar karena proses pembakaran
nya memberikan excess udara yang tinggi hingga mencapai sekitar 350 %.
Adapun bentuk dan komponen combustion chamber dapat dilihat dari gambar
di bawah ini :

4. Generator
Generator merupakan pesawat yang berfungsi untuk mengubah energi kinetis
menjadi energi listrik. Generator terdiri dari stator dan rotor. Rotor berfungsi
sebagai medan magnet putar, sedang stator berfungsi sebagai kumparan tetap.
Ketika rotor diputar oleh turbin maka medan magnet memotong kumparan
stator sehingga timbul tegangan pada ujung terminalnya.
8

Gambar 2.8. Generator

Flowsheet Diagram Pembangkit Listrik Tenaga Gas


9

GTG Combined Cycle


10

Hampir seluruh sistem turbin gas yang tersedia saat ini beroperasi pada siklus
Brayton terbuka (juga dikenal dengan siklus Joule bila ketidakmampuan baliknya
diabaikan) dimana kompresor mengambil udara dari atmosfir dan membawanya pada
tekanan yang lebih tinggi ke ruang bakar sehingga suhu udara juga meningkat karena
kompresi. Udara dikirimkan melalui sebuah diffuser ke ruang pembakaran yang
bertekanan konstan, dimana bahan bakar diinjeksi dan dibakar. Diffuser menurunkan
kecepatan udara ke nilai yang dapat diterima dalam pembakaran.
Terdapat penurunan tekanan (pressure drop) di dalam pembakar sekitar 1.2%.
Pembakaran berlangsung dengan udara berlebih. Gas buang keluar pembakar pada
suhu tinggi dengan konsentrasi oksigen sampai 15-16%. Semakin tinggi suhu pada
siklus ini, akan semakin tinggi 15 efisiensi siklusnya. Batas atasnya ditentukan
dengan daya tahan material turbin terhadap suhu, juga oleh efisiensi sudu-sudu
pendingin. Batasan suhu pada teknologi terbaru adalah sekitar 1300C. Gas buang
yang bertemperatur dan bertekanan tinggi ini menuju turbin gas dan menghasilkan
kerja mekanis untuk menggerakan kompresor dan beban (generator listrik). Gas
buang meninggalkan turbin pada temperatur yang cukup besar (450-600C) yang
ideal untuk dimanfaatkan kembali. Untuk pemanfaatan yang lebih efisien,
dipengaruhi oleh boiler pemanfat kembali panas (HRSG). Steam yang dihasilkan
dapat memiliki tekanan dan suhu yang tinggi, yang menjadikannya cocok tidak hanya
untuk proses termal saja namun juga untuk menggerakkan turbin uap sehingga
menghasilkan energi tambahan.