Anda di halaman 1dari 7

Mereka mempunyai banyak pengalaman buruk tentang perubahan masa lalu yang tidak berhasil.

Program
perubahan gagal karenasituasi atau kondisi dan mempunyai pada rencana perubahan sekarang. Akan
tetapi, orang berpikir dalam kerangka pengalaman negatif dan sebagai hasilnya, mereka melakukan semua
hal yang dapat dilakukan menolak atau menghambat perubahan dalam lingkungan baru mereka.

b. Educated Smart People

pendidikan diharapkan membebaskan orang untuk bebas berpikir, bebas merasa, bebas memilih,
dan bebas bertindak. Namun, terdapat kesalahan dalam kebanyakan sistem pendidikan sekarang. Jauh dari
membebaskan orang, pendidikan sering membuat orang sangat tergantung pada pengetahuan dan
informasi yang telah mereka peroleh. Oleh karena itu, banyak orang yang terdidik baik tidak dapat
membuat keputusan kehidupan nyata berdasar apa yang mereka pelajari. Mereka menjadi sangat
tergantung pada informasi dan kebutuhan akan analisis dan lebih banyak analisis, sampai mereka menjadi
lumpuh. Terlalu sering smart people yang terdidik bermain secara ketat dengan peraturan melupakan
bahwa manusia dapat diubah, terutama jika tidak lagi relevan atau tidak lagi memenuhi tujuan. Ada
manajer yang hanya melakukan tindakan jika ada instruksi tertulis hitam di atas putih dari atas. Demikian
pula halnya, mereka tidak membagikan informasi jika tidak ada memo yang memintanya. Usaha
perubahan sering gagal karena orang mendengar gagasan dari orang terdidik yang kurang pengalaman
dan keahlian daripada gagasan asli yang bagus. Dengan cara yang sama, banyak tanggung jawab penting
dan tugas diberikan pada orang yang lebih terdidik daripada orang yang lebih pragmatis.

c. Expert Smart People

Keahlian pasti diperlukan untuk melakukan tugas kompleks atau pekerjaan khusus dalam
melakukan program perubahan. Tidak ada yang menyangkal bahwa orang dengan keahlian yang benar
merupakan aset untuk mengimplementasikan perubahan di bidang yang relevan. Akan tetapi, masalahnya
mulai ketika mereka yang ahli di satu bidang, mulai menyelidiki ke dalam bidang lainnya. Mereka merasa
bahwa sejak keahlian dan pengetahuannya dihargai di bidangnya, gagasannya di bidang lain seharusnya
juga berguna. Oleh karena itu, mereka mulai membuat generalisasi tuntutan dan sering berusaha
mendominasi pandangan domain lain, menciptakan perbedaan pendapat dan kebingungan dalam proses.
Ketika gagasannya tidak diterima, mereka berargumen bahwa orang di jalur yang salah dan mulai
menolak

perubahan.

Expert smart people ini mengembangkan semacam taruhan besar dalam pengetahuan dan
keahliannya bahwa mereka menjadi semakin dalam dan emosional terikat padanya. Mereka ahli dengan
serangkaian pengetahuan dan solusi melihat masalah yang cocok. Sering mereka akan berusaha
mencocokkan pengetahuan dan solusinya, tanpa memandang biaya bagi organisasi.

d. Excellent Smart People

Excellent smart people mempunyai latar belakang yang mengesankan tentang pencapaian hasil.
Untuk memaksakan perubahan pada mereka, Anda harus menunjukkan track record keberhasilan pada
mereka. Mereka tidak akan menerima perubahan yang baru, belum terbukti dan tanpa track record.
Karena smart people unggul tertarik membuktikan tingkah laku, mereka sangat tertarik pada keberhasilan
masa lalu. Namun, masalah dengan keberhasilan masa lalu melahirkan complacency atau rasa puas
terhada dirinya dan mendorong mempertahankan cara berpikir. Tantangannya sering harus memberi tahu
smart people bahwa aturan main telah berubah dan untuk mencapai hal yang lebih besar, cara dan gagasan
baru diperlukan. Menempa sikap baru atau membuat terobosan memerlukan keberanian untuk memulai
dari konvensi dan sukses masa lalu.

e. Endowed Smart People

Kita mungkin telah sampai pada orang dengan bakat besar, IQ tinggi dan kemampuan ganda yang
menakjubkan. Akan tetapi, endowed smart people yang baik sering menekankan secara berlebihan pada
dirinya sebagai brilian dan outstanding. Tantangan dalam hubungan dengan orang semacam ini adalah
perlunya mengelola keinginannya yang konstan sebagai cerdik dan superior. Beberapa endowed smart
people sering menghalangi orang Iain apabila merasa bahwa mereka yang mendengarkan kurang superior
atau kurang cerdik daripada mereka. Prasangka endowered smart people merupakan obsesi mereka
dengan aspek sesuatu yang cerdik dan brilian. Mereka cenderung datang dengan solusi yang glamor
daripada yang bersifat praktis. Sering, saran atau rekomendasi mereka untuk perubahan atau Perbaikan
lebih memfokus pada metodologi yang kompleks daripada cara yang sederhana dan efektif. Mereka
sering melebihkan pentingnya kecerdikan, meskipun sering saran rekomendasi mereka kurang pragmatis
untuk memungkinkan segalanya bekerja dalam situasi yang riil. Karena smart people sering memegang
posisi kekuasaan dan biasanya sangat berpengaruh, penting bagi pernimpin terlebih dahulu mencari cara
untuk membujuk orang ini untuk berubah, sebelum bergerak bekerja dengan orang lainnya.

3. Mengelola Smart People

Smart people melalui pengalaman, pendidikan, keahlian prestasi unggul dan kemampuan bawaan
sejak lahir sering mencapai sukses dengan caranya sendiri. Banyak yang mendapatkan kekaguman dari
atasannya atau manajemen puncak. Sementara itu, Iainnya mendapatkan penghargaan dari usaha keras
mereka. Sekarang mereka memecahkan prestasi dalam bidang di mana mereka berprestasi, apakah
menjadi yang pertama atau yang termuda dalam mencapai sesuatu yang terkemuka.

Singkatnya, sering suatu lingkungan dari mana smart people berasal atau proses pencapaian
prestasi yang telah dilalui smart people membentuk mereka sehingga membuat sulit untuk mengubah
mereka. Sukses mungkin membuat smart people sangat merasa puas terhadap dirinya. Karena telah
terbukti benar sebelumnya atau sering mendapatkan sesuatu benar, membuat smart people percaya diri
berlebihan. Dan karena selalu didorong oleh kebutuhan untuk melebihi di bidang tertentu, smart people
mungkin menjadi sangat sempit dalam pandangannya dan gagal mendapat gambaran yang lebih luas.
Sebagai hasilnya mereke mempunyai pandangan sempit daripada pandangan makro tentang sesuatu.
Smart peple yang hanya menilai prestasi mungkin melupakan kebutuhan untuk menjadi berperilaku baik.
Hal ini memengaruhi hubungan dengan orang di sekitarnya. Terdapat sifat lain yang tidak diinginkan
yang sering diambil smart people secara tidak sadar yang membuat mereka menjadi orang sulit" untuk
berubah.

Untuk membujuk smart people untuk berubah, kita memerlukan strategi yang cerdas berkaitan
dengan sifat yang tidak diinginkan dengan cara yang efektif. Untuk membuka pikiran dan memenangkan
hati smart people, kita harus tahu bagaimana mengelola situasi di mana masing-masing dari lima sifat
tersebut menonjol (Victor Tan, 2002: 100).

4. Apabila Smart People Egois

Salah satu keterampilan yang paling penting dalam hubungan antarmanusia adalah kemampuan
untuk menilai ego besar smart people. Smart people sering mempunyai ego proporsional dengan tingkat
sukses yang telah mereka capai. Dan sukses mungkin dan tingkat prestasi atau jumlah bakat bawaan yang
dimiliki smart people.

Cara untuk berhubungan dengan ego besar adalah dengan pertama memberi pengakuan secara
tulus pada kemampuan atau prestasi smart people. Ini merupakan fakta psikologis bahwa orang dengan
ego besar sebenarnya adalah orang yang tidak aman dan menangis di dalam hati untuk dihargai. Perlu
ekstra hati-hati untuk tidak melukai ego orang tersebut. Dengan dilukainya ego, smart people akan
bertindak defensif dan ofensif. Mereka akan menolak dan melawan setiap usulan perubahan.

Untuk memenangkan hati orang egois, penting untuk mendengarkan dengan hati-hati dan
menunjukkan minat mendalam tentang apa yang dikatakan. Pendekatan yang baik adalah bersandar ke
depan apabila sesuatu yang bijaksana atau pandai dikatakan.

Cara untuk membuat smart people egois untuk berubah adalah dengan memberitahu mereka
alasan mengapa mereka harus berubah. Saat kita menyampaikan pada smart people bahwa ada tiga alasan
besar mengapa mereka harus berubah mereka mungkin membalas dengan memberi tiga puluh alasan
mengapa perubahan tidak perlu atau bahkan berbahaya. Smart people lebih siap dibujuk oleh alasan yang
membuka diri mereka daripada orang lainnya.

Oleh karena itu, cara paling efektif membuat smart people ingin berubah adalah dengan
membantu mereka menemukan alasan mengapa perubahan diperlukan dan manfaat bagi organisasi dan
juga untuk mereka.

Dalam berhubungan dengan smart people, diperlukan kebijaksanaan dan kesabaran luar biasa.
Kebijaksanaan di sini sering berarti memaksa mereka bahwa mereka tahu lebih banyak daripada kita
sehingga mereka akan menurunkan perlindungannya dan membuka pikirannya. Hanya dalam situasi
demikian seorang agen perubahan akan mendapat kesempatan memengaruhi smart people dan
memenangkan komitmennya terhadap perubahan dan perbaikan.

5. Apabila Smart People Over-Confident

Tantangan lain dalam bekerja dengan smart people adalah perlunya mencegah mereka menjadi
terlalu percaya diri tentang gagasannya sendiri, seperti misalnya mereka tidak mempertimbangkan sudut
pandang atau alternatif Iain.

Smart people sering menghubungkan pengalaman masa lalunya pada masalah sekarang, padahal
suasana tempat kerja dan pasar sudah berbeda. Dalam kasus lain, smart people mencoba menerapkan
pengalamannya di luar bidangnya. Mereka mulai membuat penyamarataan tuntutan dan menjadi terlalu
percaya diri tentang apa yang mereka ketahui atau telah alami di waktu yang Ialu.

Cara terbaik untuk mencegah smart people dari terlalu percaya diri adalah dengan mulai menggali
kemungkinan blind spots dalam organisasi. Cara yang dapat dipertanggungjawabkan dan jujur adalah
dengan menggunakan konsultan eksternal. Organisasi sering menggunakan konsultan eksternal untuk
melakukan diagnosis organisasional untuk membuka kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman mereka
serta blind spots dari smart people. Analisis industri termasuk analisis pesaing, survei kepuasan
pelanggan, survei kepuasan pekerja dan studi benchmark sering menjadi cara yang baik mencegah smart
people menjadi terlalu percaya diri dan merasa puas dengan dirinya sendiri.

Terdapat beberapa pertanyaan yang perlu diajukan, yaitu sebagai berikut.

a. Apakah produk dan jasa dari organisasi bersaing di pasar?

b. Dalam aspek apa pelanggan senang dengan produk dan jasa organisasi?

c. Dalam aspek apa pelanggan tidak senang dengan produk dan jasa organisasi?

d. Dapatkah organisasi bertahan atau survive dalam jangka panjang jika terus mengikuti strategi
pemasaran sekarang?

e. Apa lagi yang harus dilakukan organisasi agar dapat terus tumbuh dan meningkatkan kinerjanya?

6. Apabila smart people Ill-mannered (Berkelakuan Jelek)

Kita sering kali menemui orang yang berpikir bahwa dirinya superior sehingga bertindak seperti
mereka mempunyai hak atau wewenang untuk berbuat kasar. Beberapa dari orang superior ini berpikir
bahwa prestasinya, keahlian atau panjangnya pengalaman merupakan pembenaran kurangnya kesopanan
atau kekasaran mereka dalam berhubungan dengan orang. Namun, sebenarnya tidak ada yang dapat
menggantikan kesopanan dalam berhubungan dengan makhluk hidup. Sukses tidak berarti kecerdikan
atau kekuasaan.

Cara terbaik berhubungan dengan orang yang ill-mannered atau mempunyai kebiasaan jelek
adalah dengan tidak kehilangan ketenangan. Menggunakan psikologi sebaliknya akan lebih efektif.
Apabila orang berbuat kasar, sadar atau tidak sadar, cara yang paling efektif untuk mengatasi mereka
adalah dengan menjadikan mereka kehilangan muka oleh kekurang sopanan mereka secara menyolok.

Cara demikian akan menekan smart people yang berkelakuan buruk sadar akan kepeduliannya
dan akan ketidaksopanannya. Perlahan-lahan akan peduli dengan kebiasaan jeleknya dan akan
mendatangkan kecenderungan di dalam dirinya untuk rasa memperbaiki apa yang mereka lakukan.
Membuat merasa bersalah merupakan cara yang efektifbagi agen perubahan dalam memengaruhi sudut
pandang smart people.

7. Apabila smart People Microscopic (berpandangan sempit)


Problem umum dari expert smart people adalah kecenderungannya menjadi microscopic dalam
pandangannya. Oleh karena itu, seorang pengawas keuangan hanya melihat masalah keuangan, manajer
pemasaran hanya melihat aspek pemasaran, sedang seorang auditor hanya melihat dari sudut aturan
pemenuhan sudut pandang. Apabila smart people menjadi microscopic, mereka juga cenderung menjadi
bersifat territorial. Dengan demikian, banyak smart people menolak perubahan karena mereka hanya
melihat kepentingan departemen mereka sendiri.

Cara untuk membujuk expert smart people untuk berubah adalah membuat mereka melihat
bagaimana peran mereka atau departemen dihubungkan dengan visi dan misi organisasi. Tidak ada masa
depan bagi pemimpin divisi keuangan jika organisasi gagal menciptakan permintaan akan produk atau
jasanya karena usaha pemasarannya yang jelek. Sebaliknya, tidak ada masa depan bagi pemimpin divisi
pemasaran jika perusahaan menghadapi masalah cash flow dan kegagalan dan menghadapi kebangkrutan.

Cara untuk membujuk expert smart people untuk berubah adalah dengan membuat mereka
melihat nilai dari bekerja bersama dengan semua divisi dan unit untuk mencapai visi dan misi organisasi.
Tunjukkan kepada mereka bagaimana perubahan spesifik yang diinginkan berhubungan dengan visi dan
misi organisasi secara menyeluruh dan bagaimana hal tersebut menguntungkan setiap orang dalam
organisasi.

8. Apabila smart People Tidak Fleksibel

Kebanyakan smart people telah memiliki cara berpikir dan pola kerja yang dianggapnya baik
dalam menjalankan pekerjaan. Oleh karena itu, akan sulit untuk diminta mengubah pola pikirnya.
Beberapa pekerjaan akan berjalan sesuai aturan sedangkan lainnya sekadar berdasar praktik masa lalu dan
lainnya menurut kebiasaan.

Untuk membujuk smart people melakukan apa yang kita inginkan untuk mereka lakukan, pertama
kali harus melihat pada matanya. Orang harus menggunakan cara yang kuat dan meyakinkan untuk
membujuk. Beberapa cara yang bermanfaat untuk membuat smart people yang tidak fleksibel ingin
berubah adalah: (1) membantu mereka untuk melihat rasionalitas untuk perubahan; (2) menunjukkan
bahwa cara lama tidak lagi relevan atau berguna; (3) mengusahakan memaksakan kenyataan keberhasilan
dari cara atau gagasan baru dilakukan diorganisasi lain yang sama dalam industri yang sama; (4)
menunjukkan kepentingan mereka dengan adanya perubahan; (5) menunjukkan bukti bahwa manfaat
perubahan melebihi biayanya; (6) membantu mereka mengurangi atau mengelola risiko dari perubahan;
(7) mempermudah mereka untuk berubah; dan (8) membimbing dan mendukung mereka dalam proses
perubahan.
Untuk membujuk smart people berubah, diperlukan keterampilan khusus. Harus mengembangkan
kesabaran dan pengetahuan psikologi untuk berhubungan dengan jenis orang ini. Perlu mengembangkan
kredibilitas untuk memenangkan mereka atas sudut pandang kita. Kredibilitas sering diperoleh dengan
membuat argumen yang cerdas dan rasional, sambil berhati-hati untuk tidak membuat smart people
terperdaya bahwa mereka merasa defensif.

Oleh karena itu, pemimpin organisasi sekarang harus mengenal kebutuhan penting ini jika ingin
mengimplementasikan keberhasilan perubahan dalam organisasi. Mengembangkan tenaga kerja yang
kompeten saja tidak cukup. Banyak kasus dimana organisasi melakukan program perubahan, tetapi gagal
mengimplementasikan perubahan dengan berhasil. Inilah saatnya organisasi membujuk smart people
untuk berubah.

C. Mencapai Keunggulan

Untuk menjadi excellence atau unggul dalam dunia yang sangat kompetitif dewasa ini, diperlukan
lebih dari sekadar melalui pengetahuan di bidang spesifik saja. Keterampilan orang, seperti kemampuan
memberikan inspirasi pada orang lain, memperkuat rasa kerja sama, dan mendelegasikan merupakan
masalah yang sangat penting.

Sama pentingnya adalah mastery di bidang keterampilan praktis, dari keterampilan analisis secara
efektif sampai manajemen waktu, dan sikap percaya diri terhadap karier. Kombinasi yang seimbang dari
semua elemen tersebut yang membedakan manajer kompeten dengan manajer unggul (Robert Heller,
1999: 5).

1. Mengembangkan Potensi

Untuk mencapai excellence atau keunggulan Anda harus bekerja untuk memenuhi potensi diri.
perlu belajar membangun kekuatan dan mengembangkan kualitas pribadi yang menjadi kunci untuk
berprestasi baik. Untuk menjadi Pemimpin perlu melakukan hal-hal berikut.