Anda di halaman 1dari 9

Paracetamol / Acetaminophen

Description:
Parasetamol mengeluarkan aksi analgesic dengan memblokade generasi impuls nyeri. Paracetamol juga
merupakan obat antipiretik dengan menghambat regulasi panas pada hypothalamus. Selain itu
paracetamol juga memiliki sifat anti inflamasi ringan dengan menghambat sintesis prostaglandin pada
CNS.

Onset: Oral: <1 hr.


IV: 5-10 min (analgesia)
w/in 30 min (antipiretik).

Duration: 4-6 hr (analgesia). IV: 6 hr (antipyretic).

Pharmacokinetics:
Absorption : segera diabsorbsi melalui GI Tract. konsentrasi puncak : 10-60 min (oral).
Distribution : Didistribusikan keseluruh jaringan tubuh dan dapat masuk ke breast milk serta melewati
barrier plasenta.
Metabolism : Hepatic via glucuronic and sulfuric acid conjugation. N-acetyl-p-benzoquinoneimine
(minor hydroxylated metabolite), diproduksi dengan jumlah kecil oleh CYP2E1 dan
CYP3A4 isoenzymes pada ginjal dan hati.
Excretion : Secara umum via urine (sebagai glucuronide and sulfate conjugates, <5% sebagai obat
yang
tidak diubah). Elimination half-life: 1-3 hr.

Indikasi : nyeri dan demam ringan hingga berat.

Kontraindikasi : pasien dengan chronic alcoholism, defisiensi G6PD, hypovolaemia, hipersensitivitas,


chronic malnutrition, renal dan hepatic impairment serta kehamilan dan laktasi.

Adverse effect : Thrombocytopenia, leucopenia, pancytopenia, neutropenia, agranulocytosis,nyeri dan


rasa terbakar pada lokasi injeksi. Jarang, hypotension and tachycardia.
Potentially Fatal : Stevens-Johnson syndrome, toxic epidermal necrolysis,
exanthematous pustulosis akut, akut renal tubular necrosis and hepatotoxicity.

Dosage Forms & Strengths

Tablet 325mg, 500mg


Caplet 325mg, 500mg, 650mg
Capsule 500mg
gelcap/geltab 500mg
caplet, extended-release 650mg
tablet, chewable 80mg
tablet, oral-disintegrating 80mg, 160mg
oral solution/suspension 160mg/5mL, 80mg/0.8mL (oral drops)
liquid oral 500mg/5mL, 160mg/15mL, 500mg/15mL
syrup oral 160mg/5mL
elixir 160mg/5mL
Dosis pemberian :

Intravenous (nyeri dan demam ringan hingga berat)


Adult: 33-50 kg: 15 mg/kg as a single dose, at least 4 hrly. Max: 60 mg/kg (up to 3 g) daily;
>50 kg: 1 g as a single dose, at least 4 hrly. Max: 4 g daily.

Child: <10 kg: 7.5 mg/kg as a single dose, at least 4 hrly. Max: 30 mg/kg daily;
10-33 kg: 15 mg/kg as a single dose, at least 4 hrly. Max: 60 mg/kg (up to 2 g) daily;
>33-50 kg: 15 mg/kg as a single dose, at least 4 hrly. Max: 60 mg/kg (up to 3 g) daily.

Oral (nyeri dan demam ringan hingga berat)


Adult: 0.5-1 g 4-6 hrly. Max: 4 g daily.

Child: 3 to <6 mth 60 mg;


6 mth to <2 yr 120 mg;
2 to <4 yr 180 mg;
4 to <6 yr 240 mg;
6 to <8 yr 240 or 250 mg;
8 to <10 yr 360 or 375 mg;
10 to <12 yr 480 or 500 mg;
12-16 yr 480 or 750 mg.
Given 4-6 hrly if necessary. Max: 4 doses in 24 hr.

Rectal (nyeri dan demam ringan hingga berat)


Adult: As supp: 0.5-1 g 4-6 hrly. Max: 4 g daily.

Child: 3 mth to <1 yr 60-125 mg;


1 to <5 yr 125-250 mg;
5-12 yr 250-500 mg.
Given 4-6 hrly if necessary, up to 4 times daily.
Ibuprofen
Description: ibuprofen menghambat sintesis prostaglandin pada jaringan tubuh dengan menghambat
enzim cyclooxygenase 1 dan 2. Ibuprofen memiliki efek anti inflamasi, analgesic dan
antipiretik.

Onset: 30-60 min.

Duration: 4-6 hr (oral).

Pharmacokinetics:
Absorption: secara cepat diabsorbsi melalui GI Tract, pada sediaan topical siabsorbsi melalui kulit.
Terdapat interaksi antara ibuproden dan makanan sehingga dapat manurunkan reabsorbsi
obat. Konsentrasi puncak : 1-2 hr
Distribution: Plasma protein binding: 90-99%.
Metabolism: Hepatic via oxidation.
Excretion : Via urine (umumnya as metabolit, 1% sebagai obat tidak diubah), and feces (dalam jumlah
sedikit). Plasma half-life: 2 hr.

Indikasi : Rheumatoid arthritis, Osteoarthritis, nyeri ringan hingga berat, Dysmenorrhoea, Fever, Pain
and inflammation associated w/ musculoskeletal and joint disorders.

Kontraindikasi : Hypersensitivity, asthma, urticaria ataupun reaksi alergi dengan Nsaid maupun
aspirin,peptic ulcer, GI bleeding. Neonates w/ congenital heart disease, necrotising
enterocolitis, and impaired renal function. 3rd trimester of pregnancy, and lactation.

Adverse effect : Oral : Dizziness, headache, nervousness, nyeri epigastric, heartburn, nausea, nyeri
abdominal, penurunan appetite, konstipasi, diarrhea, dyspepsia, flatulence,
vomitus, oedema, itching, rash, retensi cairan, tinnitus.
IV : intraventricular haemorrhage, pulmonary haemorrhage, iritasi kulit, pruritus,
hypocalcaemia, hypoglycaemia, gangguan GI Tract, anaemia, apnoea, resp
infection, cough, sepsis, haematuria, necrotising enterocolitis, adrenal
insufficiency.
Potentially Fatal : Cardiovascular thrombotic events, stroke, GI bleeding, ulceration dan perforation.
Reaksi hepatic (e.g. jaundice dan hepatitis).

Dosage Forms & Strengths

Tablet 100mg, 200mg, 400mg, 600mg, 800mg


capsule 200mg
tablet, chewable 50mg,100mg
oral suspension 100mg/5mL, 40mg/mL
Dosis pemberian :

Oral(Demam)

Adult: 200-400 mg 4-6 hrly. Max: 1.2 g daily (dengan pengawasan dokter, 2.4 g/day).

Child: 6 mth to 12 yr 10 mg/kg 6-8 hrly. Max: 40 mg/kg/day.

Oral (nyeri ringan hingga berat)


Adult: 200-400 mg 4-6 hrly. Max: 1.2 g daily (dengan pengawasan dokter, 2.4 g/day).

Child: 4-10 mg/kg/day 6-8 hrly.

Potential toxic dose pada anak-anak <6 years: 200 mg/kg

Kesimpulan

Berdasarkan teori yang ada dapat disimpulkan bahwa paracetamol maupun ibuprofen dapat
digunakan pada anak-anak yang pada kasus ini berumur 2 tahun. Paracetamol sendiri digunakan
pada kasus ini sebab obat ini memiliki efek anti piretik yang kuat dan merupakan pilihan paling
umum pada pasien dengan demam sedangkan untuk pilihan kedua dapat digunakan ibuprofen
Karena selain bersifat NSAID ibuprofen juga bersifat anti piretik walaupun tidak sekuat
paracetamol. Sedangkan untuk BSO yang tepat dapat digunakan bentuk pulveres maupun sirup
sebab bentuk BSO ini dinilai paling baik untuk anak-anak, sebab penggunaan bentuk BSO padat
dikhawatirkan tidak sesuai dengan anak-anak dengan usia sekitar 2 tahun Karena belum
mempunyai kemampuan menelan obat dengan BSO padat dengan baik.
PERHITUNGAN DOSIS

Parasetamol
Berat Badan
10-15 mg/kg/dose. PO setiap 4-6 jam dan jangan diberikan 5 doses (2.6 g) dalam 24 jam.
Apabila umur tidak diketahui maka perhitungan berdasarkan dilakukan berdasarkan
umur.
Umur 2-3 tahun (berat, 24-35 lbs [10.9-16.3 kg])

Dose: 160 mg/dose


Oral suspension (160 mg/5 mL): 5 mL

Chewable tablets (80 mg/tab): 2 tablets

Chewable tablets (160 mg/tab): 1 tablet

Dosis umum demam orang dewasa:


Orally or Rectally:
325 - 650 mg tiap 4 - 6 jam atau 1000 mg taip 6 to 8 jam.
Dosis umum demam anak:
Oral: 10 - 15 mg/kg/dose tiap 4 - 6 jam jika dibutuhkan ; jangan diberikan 5 doses dalam
24 jam.

Perhitungan
Umur anak ( Young )

Berat Badan ( Clark )

Luas Permukaan Tubuh ( Crawford-Terry-Rourke )


Ibuprofen

Berat Badan

4-10 mg/kg/dose. PO tiap 6-8 jam. Maximum single dose adalah 400 mg/dose, and
maximum dose harian adalah 40 mg/kg/day hingga 1200 mg/day. Apabila umur tidak
diketahui maka perhitungan berdasarkan dilakukan berdasarkan umur.

Age 2-3 years (weight, 24-35 lbs [10.9-16.3 kg])

Dose: 100 mg
Oral suspension (100 mg/5 mL): 5 mL

Chewable tablets (100 mg/tab): 1 tablet

Usual Adult Dose for Fever

Oral: 200 - 400 mg orally tiap 4 - 6 jam jika dibutuhkan.


IV: (pasien harus dihidrasi dengan baik sebelum pemberian ibuprofen):
Fever: 400 mg intravenously over 30 minutes
Maintenance: 400 mg tiap 4 to 6 jam atau 100 - 200 mg tiap 4 jam jika dibituhkan.

Usual Pediatric Dose for Fever

6 bulan-12 tahun:
5 mg/kg/dose dengan temperature 39.2 degrees Celcius orally tiap 6 - 8 jam jika
dibutuhkan.
10 mg/kg/dose dengan temperature 39.2 degrees Celcius orally tiap 6 8 jam jika
dibutuhkan.
Maximum dose harian yang direkomendasikan adalah 40 mg/kg.
OTC pediatric labeling (analgesic, antipyretic): 6 bulan -11 years: 7.5 mg/kg/dose tiap
6 - 8 hours; Maximum dose harian: 30 mg/kg

Perhitungan

Umur anak ( Young )

Berat badan ( Clark )

Luas Permukaan Tubuh ( Crawford-Terry-Rourke )

Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang didapatkan maka dapat diketahui bahwametode clark (berat
badan) merupakan metode yang cukup akurat jika dibandingkan dengan metode lainnya
hal ini dapat dilihat dengan hasil perhitungan yang tidak berbeda jauh dengan dosisi
anak-anak yang dijumpai pada teori. Selain itu juga penentuan dosis obat juga akan lebih
sesuai dengan dengan anak-anak jika menggunakan perhitungan berat badan sebab pada
beberapa kasus pamberian obat dengan berdasarkan umur ternyata dinilai tidak efektif
sebab berat anak yang dijumpai sangat jauh berbeda dengan normal sehingga hal ini
mempengaruhi kerja obat akibat dosis yang tidak sesuai.
PENULISAN RESEP SECARA LEGE ARTIS

Rahma, usia 2 tahun, 12 kg, demam. Dosis parasetamol 10 mg/kg/BB, BSO tablet 500
mg. Terapi untuk 5 hari, sehari 4 kali pemberian bila demam, dibuat bentuk puyer.
Rahma, usia 2 tahun, 12 kg, demam. Dosis ibuprofen 5 mg/kg/BB, BSO tablet 100 mg.
Terapi untuk 5 hari, sehari 4 kali pemberian bila demam, dibuat bentuk puyer.

dr. Darren E William


SIP 007/2016
Alamat rumah : Alamat praktek :
Jl. Samirono IV Jl. Dr wahidin

Yogyakarta, 17 maret 2017

R/ Paracetamol tab. mg 500 No.


VI dr. I. Bagas Pradipta

Sach. LactisSIP
ad007/2016
q.s
m.f.l.a. pulv. No. XX
S.p.r.n. 4 d.d. pulv. I ( jika demam )
Yogyakarta, 17 maret 2017

R/ Ibuprofen tab. mg 100 No. VI


Sach. Lactis ad q.s
m.f.l.a. pulv. No. X
Pro : Rahma
S.p.r.n. 4 d.d. pulv. I ( jika demam )
Usia : 2 tahun ( 12 kg )
Alamat : Jalan munggur 5

Pro : Rahma
Usia : 2 tahun ( 12 kg )
Alamat : Jalan Munggur
Alamat rumah : Alamat praktek :
Jl. Samirono IV Jl. Dr Wahidin

Daftar pustaka :

Neonatal formulary 7: drug use in pregnancy and the first year of life. (2015). Chichester, West Sussex ,
UK: Wiley Blackwell.
http://reference.medscape.com/drug/formulary/advil-motrin-ibuprofen-343289#0
http://www.drugs.com/dosage/ibuprofen.html
http://emedicine.medscape.com/article/2172407-overview
http://www.drugs.com/acetaminophen.html
http://mims.com/INDONESIA/Home/GatewaySubscription/?generic=paracetamol
http://mims.com/INDONESIA/Home/GatewaySubscription/?generic=ibuprofen