Anda di halaman 1dari 20

KONSEP KOMUNIKASI DAN JENIS KOMUNIKASI

KELOMPOK INI MENYONTEK DENGAN KELOMPOK LAIN YA ?

Kelompok :
Dasrizal
Fauzan hamid
Indah Ayu permata.S
Novianda irfan
Nadia putri Sari
Nurdi effendi
Sabilla Aulianisak
Sun Fredrick.I Sijabat

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Payung Negeri Pekanbaru


Jurusan S-1 Keperawatan
T.A 2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan ke hadirat Tuhan yang maha kuasa
karena atas berkat ramat serta kehendak-Nya lah penulis dapat menyusun dan menyelesaikan
makalah ini. Dalam menyelesaikan makalah ini, banyak kesulitan yang penulis hadapi.
Namun berkat bimbingan dari Dosen Bahasa Indonesia kami yaitu Ibu Septi Daruyani,
makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Seperti yang kita ketahui beberapa
tantangan yang dihadapi oleh tenaga medis guna meningkatkan kinerja, salah satunya ialah
peran komunikasi kesehatan untuk membangun hubungan yang ideal antara tenaga medis
dengan pasiennya. Karenanya penulis mengangkat tema Konsep Komunikasi Dan Jenis
Komunikasi pada makalah ini untuk memenuhi tugas Komunikasi Dalam Keperawatan 1.
Penulis menyadari, sebagai mahasiswa yang pengetahuannya belum seberapa dan
masih perlu banyak belajar dalam penulisan makalah, makalah ini masih banyak memiliki
kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya
kritik dan saran yang positif agar makalah ini menjadi lebih baik dan berguna di masa yang
akan datang. Harapan penulis, semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat dan
berguna bagi para pembaca ke depannya.

Pekanbaru, 07 Maret 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar ..........................................................................................i

Daftar isi ......................................................................................................ii

Bab I Pendahuluan
1.1. Latar belakang ........................................................................................1
1.2. Rumusan masalah ...................................................................................2
1.3. Tujuan .....................................................................................................2

Bab II Pembaahasan
2.1. Sejarah komunikasi.................................................................................3
2.2. Definisi komunikasi ...............................................................................3
2.3. Komponen komunikasi...........................................................................5
2.4. Bentuk bentuk komunikasi..................................................................5
2.5. Tujuan dan fungsi komunikasi ..............................................................7
2.6. Faktor yang mempengaruhi komunikasi ...............................................8
2.7. Jenis jenis komunikasi.........................................................................10
2.8. Komunikasi verbal..................................................................................11
2.9.Komunikasi nonverbal.............................................................................12
2.10. Penafsiran pesan nonverbal...................................................................13

Bab III Penutup


3.1. Kesimpulan .............................................................................................15
3.2. Saran .......................................................................................................15

Daftar pustaka ..............................................................................................16

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagaimana diketahui, manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang
selalu membutuhkan sesamanya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu tidak
dapat dihindari bahwa manusia harus selalu berhubungan dengan manusia lainnya.
Hubungan manusia dengan manusia lainnya, atau hubungan manusia dengan kelompok,
atau hubungan kelompok dengan kelompok inilah yang disebut sebagai interksi sosial.
Banyak pakar menilai bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat
fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat. Profesor Wilbur Schramm
menyebutnya bahwa komunikasi dan masyarakat adalah dua kata kembar yang tidak
dapat dipisahkan satu sama lainnya. Sebab tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat
terbentuk, sebaliknya tanpa masyarakat maka manusia tidak mungkin dapat
mengembangkan komunikasi (Schramm; 1982).Apa yang mendorong manusia sehingga
ingin berkomunikasi dengan manusia lainnya. Teori dasar Biologi menyebut adanya dua
kebutuhan, yakni kebutuhan untk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan
kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Harold D. Lasswell salah
seorang peletak dasar ilmu komunikasi lewat ilmu politik menyebut tiga fungsi dasar
yang menjadi penyebab, mengapa manusia perlu berkomunikasi :
Pertama, adalah hasrat manusia untuk mengontrol lingkungannya. Melalui komunikasi
manusia dapat mengetahui peluang-peluang yang ada untuk dimanfaatkan, dipelihara
dan menghindar pada hal-hal yang mengancam alam sekitamya. Melalui komunikasi
manusia dapat mengetahui suatu kejadian atau peristiwa. Bahkan melalui komunikasi
manusia dapat mengembangkan pengetahuannya, yakni belajar dan pengalamannya,
maupun melalui informasi yang mereka terima dari lingkungan sekitarnya.
Kedua, adalah upaya manusia untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Proses
kelanjutan suatu masyarakat Sesungguhnya tergantung bagaimana masyarakat itu bisa
beradaptasi dengan lingkungannya. Penyesuaian di sini bukan saja terletak pada
kemampuan manusia memberi tanggapan terhadap gejala alam seperti banjir, gempa
bumi dan musim yang mempengaruhi perilaku manusia, tetapi juga lingkungan
masyarakat tempat manusia hidup dalam tantangan. Dalam lingkungan seperti ini
diperlukan penyesuaian, agar manusia dapat hidup dalam suasana yang harmonis.
Ketiga, adalah upaya untuk melakukan transformasi warisan sosialisasi. Suatu
masyarakat yang ingin mempertahankan keberadaannya, maka anggota masyarakatnya
dituntut untuk melakukan pertukaran nilai, perilaku, dan peranan. Misalnya bagaimana
orang tua mengajarkan tatakrama bermasyarakat yang baik kepada anak-anaknya.
Bagaimana sekolah difungsikan untuk mendidik warga negara Bagaimana media massa
menyalurkan hati nurani khalayaknya, dan bagaimana pemerintah dengan kebijaksanaan
yang dibuatnya untuk mengayomi kepentingan anggota masyarakat yang dilayaninya.

1.
Ketiga fungsi tersebut menjadi patokan dasar bagi setiap individu dalam
berhubungan dengan sesama anggota masyarakat. Profesor David K. Berlo dari
Michigan State University menyebut secara ringkas bahwa komunikasi sebagai
instrumen dan interaksi sosial berguna untuk mengetahui dan memprediksi sikap orang
lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam menciptakan keseimbangan
dengan masyarakat (Byrnes, 1965). Jadi komunikasi jelas tidak dapat dipisahkan dengan
kehidupan umat manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ia
diperlukan untuk mengatur tata krama pergaulan antar manusia, sebab berkomunikasi
dengan baik akan memberi pengaruh langsung pada struktur keseimbangan seseorang
dalam bermasyarakat, apakah ia seorang dokter, dosen, manajer, pedagang, pramugari,
pemuka agama, penyuluh lapangan, pramuniaga dan lain sebagainya. Pendek kata,
sekarang ini keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam mencapai sesuatu yang
diinginkan termasuk karir mereka, banyak ditentukan oleh kemampuannya
berkomunikasi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang penulis kemukakan, rumusan masalah yang
ingin dungkapkan yaitu :
1. Bagaimana sejarah komunikasi ?
2. Apa pengertian komunikasi ?
3. Apa saja komponen komunikasi ?
4. Apa saja bentuk bentuk komunika ?
5. Apa tujuan dan fungsi komunika ?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah yang penulis kemukakan, tujuan penelitian yang ingin
disajikan penulis adalah :
1. Untuk mengetahui konsep komunikasi kesehatan.
2. Untuk mengetahui jenis jenis komunikasi.
3. Untuk mengetahui ruang lingkup komunikasi kesehatan.
4. Untuk mengetahui dampak komunikasi kesehatan.

2.
BAB II
PEMBAHASAN

1. Sejarah Komunikasi
Sejarah Komunikasi pada mulanya hanya merupakan upaya atau cara manusia
menyampaikan ide, gagasan, kemauan, hasrat dan lain sebagainya, upaya tersebut hanya
supaya manusia bisa saling berhubungan. Pada waktu itu , Komunikasi tidak dianggap
sebagai sesuatu yang harus diberi perhatian, dikaji atau distrukturkan. Namun, pada abad
ke-5 sebelum masehi, di Yunani berkembang suatu ilmu yang mengkaji proses
pernyataan antar manusia yang diberi nama retorika yang berarti seni berpidato dan
beragumentasi yang bersifat menggugah atau seni yang menggunakan bahasa secara
lancar untuk memengaruhi dan mengajak. Retorika mendapat pembahasan
khusus bahkan beberapa pemikir itu menempatkan retorika sebagai hal penting dalam
masyarakat dan pemerintahan. Pada perkembangan awal, batasan
komunikasi yang dapat kita terapkan adalah percakapan atau penyampaian
gagasan antar manusia secara lisan dan bertatap muka baik berupa pidato maupun
diskusi, dengan tujuan mendidik, membangkitkan kepercayaan, dan menggerakkan
perasaan orang lain.Komunikasi terus berkembang, tidak hanya menyampaikan gagasan
melalui lisan.Pada zaman kekaisaran romawi, Julius Caesar membuat papan
pengumuman yang dinamakan Acta Diurna. Penyampaian gagasan mengenai apa yang
penting bagi masyarakat telah bertambah, dari sekedar lisan menjadi bentuk tulisan. Hal
ini terus berkembang setelah ditemukannya kertas,
penemuan mesin cetak, dan terbitnya surat kabar pertama . Setelah surat kabar
peradaban manusia juga berkembang dan ditemukanlah radio, film, televisi, dan
sejumlah media lain.
2. Definisi Komunikasi
Istilah komunikasi (communication) berasal dari bahasa Latin communicatus
yang artinya berbagi atau menjadi milik bersama. Dengan demikian Komunikasi berarti
suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak
lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat
dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat
dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan
gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan
kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.
Secara harfiah, komunikasi berasal dari Bahasa Latin: Communis yang berarti keadaan
yang biasa, membagi. Dengan kata lain, komunikasi adalah sutu proses di dalam upaya
membangun saling pengertian. Dalam suatu organisasi biasanya selalu menekankan
bagaimana pentingnya sebuah komunikasi antar anggota organisasi untuk menekan
segala kemungkinan kesalahpahaman yang bisa saja terjadi. Berikut merupakan definisi
komunikasi menurut beberapa ahli :
Louis Forsdale (1981)
Komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu sehingga
dengan cara ini suatu sistem dapat didirikan, dipelihara, dan diubah.

3.
Hoyland, Janis dan Kelley (1953)
Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan
stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk
prilaku orang lain (khalayak).

Barelson dan Steiner (1964)


Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-
lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka
dan lain-lain.

Effendi (1995)
Komunikasi itu sendiri bisa diartikan sebagai suatu proses penyampaian pesan oleh
seseorang kepada orang lain untuk memberikan atau untuk mengubah sikap, pendapat
atu prilaku baik secara langsung (lisan) maupun tak langsung (tulisan).

Louis Forsdale (1981)


Komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu sehingga
dengan cara ini suatu sistem dapat didirikan, dipelihara, dan diubah .

Brent D. Ruben (1988)


Komunikasi dikatakan sebagai suatu proses yaitu suatuaktivitas yang mempunyai
beberapa tahap yang terpisah satu sama lain tetapi berhubungan.

William J. Seller (1988)


Komunikasi adalah proses dengan nama simbol verbal dan nonverbal dikirimkan,
diterima, dan diberi arti.

Palo Alto (1998)


Ketika dua orang sedang bersama, mereka berkomunikasi secara terus menerus karena
mereka tidak dapat berperilaku.

Dari seluruh definisi komunikasi di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi


adalah pertukaran pesan verbal maupun nonverbal antara si pengirim dengan si
penerima pesan untuk mengubah tingkah laku. Perubahan tingkah laku maksudnya yaitu
perubahan yang terjadi didalam diri individu mungkin dalam aspek kognitif, afektif,
ataupun psikomotor.

4.
3. Komponen Komunikasi
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa
berlangsung dengan baik.[butuh rujukan] Menurut Laswell komponen-komponen
komunikasi adalah:

Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada
pihak lain.
Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak
kepada pihak lain.
Saluran (channel) adalah media di mana pesan disampaikan kepada komunikan.
dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang
mengalirkan getaran nada/suara.
Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak
lain
Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang
disampaikannya.

Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi


itu akan dijalankan ("Protokol")

4. Bentuk Bentuk Komunikasi


Ada beberapa bentuk komunikasi diantaranya:
1. Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi intrapersonal sering disebut juga komunikasi intrapribadi, secara
harfiah dapat diartikan sebagai komunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi yang
terjadi dalam diri individu ini juga berfungsi sebagai:
a. Untuk mengembangkan kreatifitas imajinasi, memahami dan mengendalikan
diri serta meningkatkan kematangan berfikir sebelum mengambil suatu
keputusan.
b. Komunikasi ini akan menjadikan seseorang agar tetap sadar akan kejadian
disekitarnya.
2. Komunikasi Interpersonal
Komikasi Interpersonal ialan komunikasi antara dua orang dan terjadi kontak
langsung dalam percakapan. Komunikasi ini juga dapat berlangsung dengan
berhadapan muka atau melalui media komunikasi antara lain dengan melalui:
pesawat telfon, atau radio. Komunikasi ini bisa disebut efektif apabila
komunikasi dapat menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlibat dalam
komunikasi tersebut. Dibawah ini Efektivitas antarpribadi dapat dibagi menjadi
dua macam yaitu:

5.
Efektifitas Perspektif Humaris, cirri-ciri efektifitas ini ialah:
a. Keterbukaan (openness)
b. Empati (empathy)
c. Dukungan (supportiveness)
d. Rasa positif (positiveness)
e. Kesetaraan (equality)
Efektifitas Perspektif Pragmatis, ciri-cirinya ialah:
a. Bersikap yakin
b. Kebersamaan
c. Manajemen interaksi
d. Orientasi pada orang lain.

3. Komunikasi kelompok
Menurut (Michael Burgoon, 1978) komunikasi kelompok ialah: interaksi tatap muka
antara tiga orang atau lebih dengan tujuan berbagi informasi, pemecahan maasalah yang
mana anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota lain secara tepat.
Sedangkan menurut (Goldberg, 1975) komunikasi kelompok ialah suatu bidang studi,
penelitian dan penerapan yang menitikberatkan tidak hanya pada proses kelompok secara
umum, tetapi juga pada perilaku komunikasi individu untuk memiliki susunan rencana
tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
Media komunikasi kelompok ini ialah seperti Seminar dengan tujuan membicarakan
suatu masalah dengan menampilkan pembicara kemudian meminta pendapat.
4. Komunikasi Massa
Komunikasi Massa ialah suatu proses dimana suatu organisasi memproduksi dan
menyebarkan pesan kepada public secara luas, atau suatu proses komunikasi dimana
pesan dari media dicari digunakan dan dikonsumsi oleh audiens. Oleh karena itu,
komunikasi massa mempunyai karekteristik utama yaitu MEDIA MASSA sebagai alat
penyebaran pesannya.

Fungsi komunikasi Massa itu sendiri ialah :


Sebagai Informasi : kegiatan untuk mengumpulkan, menyimpan data, fakta dan pesan,
opini dan komentar sehingga orang bisa mengetahui keadaan yang terjadi diluar dirinya.
Contoh :
Pemberian informasi tentang penggunaan garam iodium dalam makanan yang
merupakan salah satu upaya pencegahan gondok endemic.

6.
Sebagai Sosialisai : menyediakan dan mengajarkan ilmu pengetahuan bagaimana orang
bersikap sesuai nilai-nilai yang ada serta bertindak sebagai anggota masyarakat secara
efektif .
Motivasi
Bahan diskusi
Pendidikan
Kemajuan budaya
Hiburan
Integras

5. Tujuan Dan Fungsi Komunikasi

Fungsi Komunikasi
fungsi komunikasi menurut Harol D. Laseswell adalah sebagai berikut :
The surveillance of the environment, fungsi komunikasi adalah untuk mengumpullkan
dan menyebarkan informasi mengenai kejadian dalam suatu lingkungan.
Fungsi komunikasi menurut Onong Uchiana Effendi dalam buku Dimensi-dimensi
komunikasi mempunyai pendapat sebagai berikut :
1. Memberikan informasi (public information)
2. Mendidik masyarakat (public education)
3. mempengeruhi masyarakat (public persuation)
4. menghibur masyarakat (public entertaiment)

Tujuan Komunikasi
upaya komunikasi yang dilakukan tentunya mempunyai tujuan tertentu, tujuan yang
dimaksud disini menunjuk pada hasil atau akibat pelaku komunikasi.
Tujuan komunikasi dapat dilihat dari dua perspektif kepeningan, yaitu :
- kepentingan sumber/pengirim/komunikator
- kepentingan penerma / komunikan

dengan demikian dapat dijelaskan sebagai berikut :


1. memberikan informasi
kita sebagai komunikator memberikan informasi dan berperan akti fdalam
menjelaskan kepada komunikan / penerima dengan sebaik-baiknya dan sehingga mereka
dapat mengerti apa yang kita maksudkan

7.
2. mendidik
menggerakan orng lain untk melakukan sesuatu, menggerakkan sesuatu itu dapat
bermacam-macam, mungkin berupa kegiatan, kegiatan yang dimaksud disini adalah
kegiatan yang lebih banyak mendorong, namun yang harus diingat adalah bagaimana
cara yang baik untuk melakukannya.
3. menyenangkan/menghibur
peran komunkator adalah memahami orang lain, kita sebagai komunikator harus
mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang di inginkan, jangan mereka
menginginkan kemauannya.

6. Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi


Proses komunikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor ( Potte; & Perry, 1993 ).
a. Perkembangan
Agar dapat berkomunikasi efektif dengan seseorang, bidan harus mengerti pengaruh
perkembangan usia, baik dari sisi bahasa maupun proses berpikir orang tersebut. Cara
berkomunikasi anak usia remaja berbeda dengan anak usia balita. Kepada remaja, Anda
mungkin perlu belajar bahasa gaul mereka sehingga remaja yang kita ajak bicara
akan merasa kita mengerti mereka dan komunikasi diharapkan akan lancar.
b. Persepsi
Persepsi adalah pandangan pribadi seseorang terhadap suatu kejadian atau peristiwa.
Persepsi ini dibentuk oleh pengharapan atau pengalaman. Perbedaan persepsi dapat
mengakibatkan terhambatnya komunikasi. Misalnya, kata beton akan menimbulkan
perbedaan persepsi antara ahli bangunan dengan orang awam.
c. Nilai
1. Nilai adalah standar yang mempengaruhi perilaku sehingga penting bagi bidan
untuk menyadari nilai seseorang. Bidan perlu berusaha untuk mengetahui dan
mengklarifikasi nilai sehingga dapat membuat keputusan dan interaksi yang tepat dengan
klien. Dalam hubungan profesional, bidan diharapkan tidak terpengaruh oleh nilai
pribadi.
2. Perbedaan nilai tersebut dapat dicontohkan sebagai berikut, misalnya klien
memandang abortus tidak sebagai perbuatan dosa, sementara bidan memandang abortus
sebagai tindakan dosa. Hal ini dapat menyebabkan konflik antara bidan dengan klien.
d. Latar Belakang Sosial Budaya
Bahasa dan gaya komunikasi akan sangat dipengaruhi oleh faktor- faktor budaya.
Budaya juga akan membatasi cara bertindak dan berkomunikasi. Seorang remaja putri
yang berasal dari daerah lain ingin membeli makanan khas di suatu daerah. Pada saat
membeli makanan tersebut, remaja ini tiba- tiba menjadi pucat ketakutan karena penjual
menanyakan padanya berapa banyak cabai merah yang dibutuhkan untuk campuran
makanan yang akan dibeli. Apa yang terjadi ? remaja tersebut merasa dimarahi oleh
penjual karena cara menanyakan cabai itu seperti membentak, padahal penjual merasa
tidak memarahi remaja tersebut. Hal ini dikarenakan budaya dan logat bicara penjual
yang memang keras dan tegas sehingga terkesan seperti marah bagi orang dengan latar
budaya yang berbeda.
8.
e. Emosi
Emosi merupakan perasaan subjektif terhadap suatu kejadian. Emosi seperti marah,
sedih, senang akan dapat mempengaruhi bidan dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Bidan perlu mengkaji emosi klien dengan tepat.
f. Jenis Kelamin
Setiap jenis kelamin mempunyai gaya komunikasi yang berbeda. Tanned ( 1990 )
menyebutkan bahwa wanita dan laki- laki mempunyai perbedaan gaya komunikasi. Dari
usia tiga tahun, wanita bermain dengan teman baiknya atau dalam group kecil,
menggunakan bahasa untuk mencari kejelasan dan meminimalkan perbedaan, serta
membangun dan mendukung keintiman. Laki- laki di lain pihak, menggunakan bahasa
untuk mendapatkan kemandirian aktivitas dalam grup yang lebih besar, dan jika ingin
berteman, mereka melakukannya dengan bermain.
g. Pengetahuan
Tingkat pengetahuan mempengaruhi komunikasi. Seseorang yang tingkat
pengetahuannya rendah akan sulit merespons pertanyaan yang mengandung bahasa
verbal dengan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi. Bidan perlu mengetahui tingkat
pengetahuan klien sehingga dapat berinteraksi dengan baik dan akhirnya dapat memberi
asuhan yang tepat kepada klien.
h. Peran dan Hubungan
Gaya dan komunikasi sesuai dengan peran dan hubungan antarorang yang
berkomunikasi. Cara komunikasi seorang bidan dengan kolganya, dengan cara
komunikasi seorang bidan pada klien akan berbeda, tergantung peran. Demikian juga
antara orang tua dan anak.
i. Lingkungan
Lingkungan interkasi akan mempengaruhi komunikasi yang efektif. Suasana yang
bising, tidak ada privasi yang tepat, akan menimbulkan keracunan, ketagangan, dan
ketidaknyamanan. Misalnya, berdiskusi di tempat yang ramai tentu tidak nyaman. Untuk
itu bidan perlu menyiapkan lingkungan yang tepat dan nyaman sebelum interaksi dengan
klien.
j. Jarak
Jarak dapat mempengaruhi komunukasi. Jarak tertentu akan memberi rasa aman dan
kontrol. Misalnya, individu yang merasa terancam ketika seseorang tidak dikenal tiba-
tiba berada pada jarak yang sangat dekat dengan dirinya. Hal ini juga yang dialami oleh
klien pada saat pertama kali berinterkasi dengan bidan. Untuk itu, bidan perlu
memperhitungkan jarak yang tepat pada saat melakukan hubungan dengan klien.
k. Citra Diri
Manusia mempunyai gambaran tertentu mengenai dirinya, status sosial, kelebihan dan
kekurangannya. Citra diri terungkap dalam komunikasi.
l. Kondisi Fisik
Kondisi fisik mempunyai pengaruh terhadap komunikasi. Artinya, indra pembicaraan
mempunyai andil terhadap kelancaran dalam berkomunikasi.

9.
7. Jenis Jenis Komunikasi
Jenis komunikasi terbagi atas dua yaitu :
1. Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
a. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila
pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata
menjadi penting dalam berkomunikasi.
b. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan
bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
c. Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga
pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang
berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam
berkomunikasi.
d. Humor : dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989),
memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan
stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat
bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e. Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat
dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah
dimengerti.
f. Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena
berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya
dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang
disampaikan.

2. Komunikasi Non Verbal


Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non
verbal memberikan arti pada komunikasi verbal.
Yang termasuk komunikasi non verbal :
a. Ekspresi wajah
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi
wajah cerminan suasana emosi seseorang.
b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan
mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti
orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan
untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak
mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi
yang lainnya
c. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih
bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti
perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang
atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.

10.
d. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri
dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya
berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu
ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan
komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non
verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat
jelas.
f. Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan .
Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti
mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara
menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai
upaya untuk menghilangkan stress.

8. Komunikasi Verbal
Komunikasi Verbal adalah proses penyampaian pikiran, pesan atau perasaan seseorang
kepada orang lain dengan menggunakan simbol yang menggunakan satu kata maupun
lebih sebagai medianya. Media yang sering dipakai yaitu bahasa. Karena, bahasa mampu
menerjemahkan pikiran seseorang kepada orang lain.

Jenis komunikasi verbal :

Berbicara dan menulis


Bericara adalah komunikasi verbal-vokal. Sedangkan menulis adalah komunikasi verbal-
nonvocal. Contoh komunikasi verbal-vocal adalah presentasi dalam rapat dan contoh
komunikasi verbal-nonvocal adalah surat-menyurat bisnis.

Mendengarkan dan membaca


Mendengar dan mendengarkan berbeda, mendengar berarti semata-mata memungut
getaran bunyi sedangkan mendengarkan adalah mengambil makna dari apa yang di
dengar. Mendengarkan melibatkan 4 unsur, yaitu mendengar, memperhatikan,
memahami dan mengingat. Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi
dari sesuatu yang ditulis.

9. Komukikasi NonVerbal
Komunikasi Nonverbal adalah kebalikan dari komunikasi verbal yaitu proses
penyampaian pesan kepada orang lain dengan tidak menggunakan kata-kata. Semua
gerakan tubuh manusia mempunyai suatu makna dan tidak ada gerakan yang kebetulan.
Contoh: mengangkat alis diartika tidak percaya, memukul dahi karena lupa sesuatu,
mengetuk-ngetukkan jari tanda tak sabar.

11.
Jenis-jenis komunikasi nonverbal :

Sentuhan , sentuhan sebagai komunikasi verbal


Haptik adalah bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi nonverbal.
Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di
punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing bentuk komunikasi ini
menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. Sentuhan juga
dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun
negatif.
Kronemik, penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal
Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi
nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang
dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan
dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).
Gerakan tubuh, meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh.
Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi
wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan
suatu kata atau frasa, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk
mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul
meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya
percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan.
Proxemik, yaitu jarak, tempat atau lokasi posisi
Proxemik atau bahasa ruang, yaitu jarak yang Anda gunakan ketika berkomunikasi
dengan orang lain, termasuk juga tempat atau lokasi posisi Anda berada. Pengaturan
jarak menentukan seberapa jauh atau seberapa dekat tingkat keakraban Anda dengan
orang lain, menunjukkan seberapa besar penghargaan, suka atau tidak suka dan perhatian
Anda terhadap orang lain, selain itu juga menunjukkan simbol sosial. Dalam ruang
personal, dapat dibedakan menjadi 4 ruang interpersonal :
Jarak intim
Jarak dari mulai bersentuhan sampai jarak satu setengah kaki. Biasanya jarak ini untuk
bercinta, melindungi, dan menyenangkan.
Jarak personal
Jarak yang menunjukkan perasaan masing masing pihak yang berkomunikasi dan juga
menunjukkan keakraban dalam suatu hubungan, jarak ini berkisar antara satu setengah
kaki sampai empat kaki.
Jarak sosial
Dalam jarak ini pembicara menyadari betul kehadiran orang lain, karena itu dalam jarak
ini pembicara berusaha tidak mengganggu dan menekan orang lain, keberadaannya
terlihat dari pengaturan jarak antara empat kaki hingga dua belas kaki.
Jarak publik
Jarak publik yakni berkisar antara dua belas kaki sampai tak terhingga
12.
Vokalik, unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara bicara
Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara
berbicara. Ilmu yang mempelajari hal ini disebut paralinguistik. Contohnya adalah nada
bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara,
intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti mm, e,
o, um, saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik
hal-hal seperti ini harus dihindari.
Lingkungan, diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan
warna. Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu.
Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna.

10. Menafsirkan Pesan NonVerbal


Definisi harfiah komunikasi nonverbal yaitu komunikasi tanpa kata-kata
merupakan satu penyederhanaan berlebihan (oversiimplificaton), karena kata yang
dianggap tulisan tetap dianggap verbal meskipun tidak memiliki unsur suara. Stewart
dan DAngelo (1980) berpendapat bahwa bila kita membedakan verbal dan nonverbal
dan vokal dari nonvokal, kita mempunyai empat kategori atau jenis komunikasi.
Komunikasi verbal/vokal merujuk pada komunikasi melalui kata yang diucapkan.
Misalnya, Stevedan ayahnya mendiskusikan mobil baru yang ingin dibeli oleh Steve dan
rencananya untuk mengumpulkan uang untuk membelinya.
Dalam komunikasi verbal/nonvokal kata-ata digunakan, tapi tidak diucapkan: bila Steve
menulis surat kepada ayahnya mengenai mobil, komunikasinya verbal tapi nonvokal.
Atau bila Steve berbicara tentang mobil, ia meminjam uang kepada ayahnya dan
ayahnya hanya menggerutu, gerutuan atau lokalisasi itu merupakan bentuk komunikasi
nonverbal/vokal.
Jenis komunikasi yang keempat, komunikasi nonverbal/nonvokal hanya mencakup sikap
dan penampilan bayangkan ayah Steve kelihatan marah atau senang atau mungkin
hanya bingung.

Penfsiran Pesan nonverbal dengan menggunakan bahasa tubuh :


BAHASA TUBUH
Bahasa tubuh pada dasarnya penyampaian pesan dengan menggunakan tubuh kita sendiri
sebagai penyampai pesannya diluar mulut kita. Dalam berkomunikasi melalui bahasa
tubuh, manusia menggunakan semua unsur komunikasi, kecuali ungkapan lisan. Sebagai
bagian dari komunikasi nonverbal, fungsi-fungsi komunikasi nonverbal pun melekat
pada fungsi bahasa tubuh.
EKSPRESI WAJAH
Baskin dan Aronoff (1980:104) menyebutkan sejumlah kondisi emosional yang tampak
pada wajah yang sifatnya universal, seperti berikut ini:
13.
a. Tertarik. Emosi yang menunjukan senang yang mungkin terkait dengan observasi
atas satu fenomena baru untuk pertama kalinya.
b. Gembira. Ekspresi kesenangan atau kegembiraan, yang dekat dengan emosi positif
yang sudah ada.
c. Terkejut. Ini merupakan respons awal terhadap stimulus yang tiba-tiba muncul
yang melebihi ambang batas.
d. Takut. Ini yang terkait dengan naluri menjaga diri. Pada manusia ada tentang luas
kemungkinan rasa takut mulai dari yang ancaman bahaya yang biasa-biasa saja hingga
teror total.
e. Kesedihan. Ekspresi kekecewaan terhadap beberapa peristiwa yang terjadi saat ini
atau pada masa lalu, kekecewaan atas sesuatu yang tak bisa kita kendalikan sepenuhnya
hingga hinaan atau cacian tentang diri kita yang sebenarnya bisa kita lakukan dengan
lebih baik.
f. Marah. Ekspresi yang bersumber sari sesuatu yang mungkin membuat sedih yang
ingin kita hindari. Juga merupakan ekspresi terbuka rasa permusuhan yang membentang
mulai dari ketidak senangan yang biasa-biasa saja hingga amukan.
g. Jijik. Ekspresi tidak bisa menerima atau merendahkan yang sangat kuat. Pengirim
pesan ini melihat dirinya jelas lebih unggul dibandingkan penerima pesan.

MATA
Kepribadian yang kuat diidentikan dengan sorot mata yang tajam. Permainan mata juga
dianggap sebagai bagian penting dalam perjuangan hidup. Konon mata manusia, akan
membesar atau berkonsentrasi karena sikap dan suasana hatinya berubah dari positif ke
negatif (Pease, 1987:93).
ANGGOTA BADAN
Baskin Aronoff (1980:106) memyebutkan beberapa fungsi gerakan anggota tubuh dalam
komunikasi. Fungsi tersebut adalah (a) mengilustrasikan apa yang kita komunikasikan,
(b) menekankan pada apa yang kita komunikasikan, (c) menata interaksi dalam
komunikasi, (d) menunjukan emosi, khususnya tingkat emosi, dan (e) untum
menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan kebutuhan emosional.
Bahasa tubuh merupakan bagian sangat penting dalam komunikasi manusia. Bahasa
tubuh, sebagai bagian komunikasi nonverbal, juga menyampaikan pesan-pesannya
sendiri. Kita bahkan bisa memahami maksud komunikasi seseorang melalui bahasa
tubuhnya. Bahkan kita pun bisa memperoleh bocoranmengenai kondisi emosilawan
komunikasi kita melalui bahasa tubuhnya.

14.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada makalah ini, maka penulis menarik beberapa kesimpulan,
yakni sebagai berikut:
a. Komunikasi kesehatan yaitu proses penyampaian pesan kesehatan oleh komunikator
melalui saluran/media tertentu kepada komunikan dengan tujuan untuk mendorong
perilaku manusia tercapainya kesejahteraan sebagai kekuatan yang mengarah kepada
keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani), dan sosial.

b. Jenis jenis komunikasi ada dua yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal.

c. Ruang lingkup komunikasi kesehatan adalah pencegahan penyakit, promosi


kesehatan, kebijakan kesehatan, dan bisnis perawatan kesehatan serta peningkatan
kualitas hidup dan kesehatan individu dalam masyarakat.

d. Dampak komunikasi kesehatan terhadap pembangunan kesehatan sebenarnya


berbanding lurus. Makin berhasil komunikasi kesehatan, maka makin berhasil pula
pembangunan kesehatan itu.

B. Saran
Adapun saran yang dapat kami sampaikan adalah komunikasi dalam kesehatan hendaknya
selalu mengalami perubahan seiring perubahan lingkungan dan disesuaikan dengan keadaan
masyarakat dan pelaku atau komunikator hendaknya lebih variatif dan inovatif dalam
penyampaian pesan informasi kesehatan.

15.
DAFTAR PUSTAKA

Alo, Lilliweri.2008.Dasar Dasar Komunikasi Kesehatan. Yogyakarta: PustakaPelajar.

Arikunto, Dr. Suharsimi.1988.Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi.


Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Arni, Dr. Muhammad.2002. Komunikasi Organisasi. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

DARI ATAS SAMPAI BAWAH SEMUANYA SAMA,,, ADA APA DENGAN


KELOMPOK INI ?
16.