Anda di halaman 1dari 2

Hubungan Kualitas Air Bersih dengan Kejadian Diare

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nuswantari, Dyah Atuti


(2010) , meneliti mengenai hubungan kualitas air bersih dengan kejadian diare di
wilayah Puskesmas I Sokaraja Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas dengan
analisis chi square didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan kualitas
mikrobiologis air bersih, jenis sarana air bersih, jarak septitank dengan sumber air,
tingkat resiko pencemaran, jarak tempat sampah dan jenis latrine dengan kejadian
diare dengan nilai p>0,05.1

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan tentang Persyaratan Kualitas Air


Minum, yang dimaksud air minum adalah air yang melalui proses pengolahan
atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat
langsung diminum. Air minum aman bagi kesehatan apabila memenuhi
persyaratan fisika, mikrobiologi, kimiawi, dan radioaktif yang dimuat dalam
parameter wajib dan parameter tambahan.2

Total Zat Padat


Terlarut
Total Dissolved Solid (TDS) dalam air terdiri dari dua kandungan. Yang pertama
adalah total zat padat tersuspensi berupa mineral. Yang kedua adalah total zat
terlarut berupa anion dan kation. Di setiap daerah mempunyai TDS yang berbeda
sehingga kualitas air tanah dapat diprediksi untuk kelayakkan sebagai air minum.
Zat padat adalah suatu material yang terlarut dalam suatu air yang akan
mempengaruhi kualitas air. Air dengan TDS >1000 mg/l akan memberikan rasa
yang tidak enak sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Dengan alasan tersebut,
batasan kadar TDS yang diperlukan untuk air minum adalah 500 mg/l. Kualitas air
tanah dapat diklasifikasikan menjadi: Air bersih (TDS 0-1000 mg/l), air payau
(1000-10.000 mg/l), air asin (TDS 10.000-100.000 mg/l), dan air garam
(TDS>100.000 mg/l).3

1. Nuswantari, Dyah Astuti. Hubungan Kualitas Air Bersih dengan


Kejadian Diare di Wilayah Puskesmas I Sokaraja Kecaatan Sokaraja
Kabupaten Banyumas. UNDIP : 2010
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
429/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum.
3. Tyas Djuhariningrum. Penentuan Total Zat Padat Terlarut dalam
Memprediksi Kualitas Air Tanah dari Berbagai Contoh Air. Batan :
Pusat pemngembangan Geologi Nuklir. 2005.