Anda di halaman 1dari 18

PRA PERANCANGAN PABRIK HYDROGEN PEROXIDE DENGAN

PROSES AUTOOKSIDASI ETHYL-ANTHRAQUINONE DENGAN


KAPASITAS 45000 TON PER TAHUN

DISUSUN OLEH :

1. SHINTA NUGRAHA MUGHNI (201571045E002)


2. LUSYA SULISTYANINGRUM (201571045E004)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA (S-1)


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS JAYABAYA
2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hidrogen peroksida merupakan cairan tidak berwarna, berbau khas


keasaman dan larut dengan baik dalam air. Dalam kondisi normal (kondisi
ambient), hidrogen peroksida sangat stabil dengan laju dekomposisi kira-kira
kurang dari 1% per tahun. Hidrogen peroksida bisa digunakan sebagai zat
pengelantang atau bleaching agent pada industri pulp, kertas dan tekstil.
Senyawa ini juga biasa dipakai pada proses pengolahan limbah cair, industri
kimia, pembuatan deterjen, medis, serta industri elektronika.
Menurut data komoditi impor dari Badan Pusat Statistik Indonesia,
kebutuhan hidrogen peroksida menunjukkan nilai yang terus meningkat dari
tahun ke tahun. Data dari Badan Pusat Statistik tahun 2015 menyatakan, nilai
impor Indonesia terhadap hidrogen peroksida mencapai 20,646.548 ton
dan diperkirakan akan terus meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan ini,
prarancangan pabrik hidrogen peroksida ini dirancang memiliki kapasitas
sebesar 45.000 ton/tahun.
Di Indonesia, kebutuhan industri akan hidrogen peroksida terus
meningkat dari tahun ke tahun. Walaupun saat ini di Indonesia sudah
terdapat beberapa pabrik hidrogen peroksida, namun untuk memenuhi
kebutuhan hidrogen peroksida tersebut masih diperlukan impor dari luar
negeri.
1.2 Kapasitas Pabrik
1.2.1. Kebutuhan Hidrogen Peroksida
Tabel 1.1.Data Kebutuhan Hidrogen Peroksida di Indonesia (BPS)
Produksi Ekspor Impor Konsumsi
Tahun
Berat (ton) Berat (ton) Berat (ton) Berat (ton)

2012 122480 3982.858 19727.862 138225.004


2013 122480 1519.616 20646.548 141606.932
2014 122480 368.571 20554.013 142665.442
2015 122480 1453.143 23025.304 144052.161

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa konsumsi


hidrogen peroxsida di Indonesia bertambah dari tahun ke tahun.
Tetapi, meski konsumsi bertambah dari tahun ke tahun, produksi
hidrogen peroxsida masih jauh dari kata cukup, oleh karena itu
diadakan impor hidrogen agar menutupi kekurangannya.
Di Indonesia sendiri telah berdiri 5 pabrik hidrogen peroksida
yang dapat dilihat dari tabel 1.2 berikut:

Tabel 1.2 Pabrik hidrogen Peroksida di Indonesia

Kapasitas
No. Company Daerah (Ton/Tahun)
PT Peroksida Indonesia Pratama Cikampek 24480
1.
PT Sindopex Perotama Jawa Timur 18000
2.
PT Samator Inti Peroksida Gresik 20000
3.
PT Degussa Peroxide Indonesia Cikarang 48000
4.
K
PT Asean Aceh Fertilizer Jakarta 12000
5.
e
1.2.2. Perhitungan Kapasitas Pabrik
kemudian dalam perancangan pabrik hidrogen peroksida,
terlebih dahulu membuat data proyeksi kapasitas beberapa tahun
kedepan dengan menggunakan data tersedia.
Berdasarkan data dari tabel 1.1. dibuat persamaan garis lurus
untuk memperkirakan kebutuhan hidrogen peroksida di Indonesia pada
tahun 2006. Berikut uraian perhitungan berdasarkan tabel 1.1

Produksi Ekspor Impor Konsumsi


Tahun
Berat (ton) Berat (ton) Berat (ton) Berat (ton)

2012 122480 3982.858 19727.862 138225.004


2013 122480 1519.616 20646.548 141606.932
2014 122480 368.571 20554.013 142665.442
2015 122480 1453.143 23025.304 144052.161

Kapasitas hidrogen pada tahun 2012


= Konsumsi-produksi+Impor-ekspor
= 138225.004 122480 + 19727.862 3982.858
= 31490.008
Kapasitas hidrogen pada tahun 2013
= Konsumsi-produksi+Impor-ekspor
= 141606.932 122480 + 20646.548 1519.616
= 38253.864
Kapasitas hidrogen pada tahun 2014
= Konsumsi-produksi+Impor-ekspor
= 142665.442 122480 + 20554.013 368.571
= 40370.884
Kapasitas hidrogen pada tahun 2015
= Konsumsi-produksi+Impor-ekspor
= 144052.161 122480 + 23025.304 1453.143
= 43144.322
Maka tabel perbandingan antara kapasitas dan tahun menjadi :
Tabel 1.3 Perbandingan Kapasitas dengan Tahun
Tahun Kapasitas
2012 31490.008
2013 38253.864
2014 40370.884
2015 43144.322

Berdasarkan data table diatas, kemudian dibuat grafik


perbandingan Antara kapasitas dengan tahun. Maka grafik tersebut
seperti dibawah

Grafik Perbandingan Kapasitas dengn Tahun

50000

45000
Kapasitas

40000

35000

30000
2012 2013 2014 2015

Tahun

Gambar 1.1 Grafik Penentuan Kapasitas Hidrogen Peroksida di Indonesia


Setelah grafik tersebut terbentuk, maka tahapan selanjutnya menentukan
kapasitas proyeksi untuk beberapa tahun kedepan menggunakan metode
least square bedasarkan data kapasitas.

Table 1.4 Kapasitas Menggunakan Persamaan Least Square


Kode Tahun
Tahun Kapasitas (Y) X.Y X2
(X)
2012 31490.008 -3 -94470.024 9
2013 38253.864 -1 -38253.864 1
2014 40370.884 1 40370.884 1
2015 43144.322 3 129432.966 9
Total 153259.078 37079.962 20

Y = a + bx
a = Y / n
= 153259.078/4
= 38314.76 Ton/Tahun
b = YX/X2
= 37079.962 /20
= 1853.99 Ton / Tahun

Pabrik ini direncanakan akan didirikan pada tahun 2017 dan


beroperasi awal selama 10 tahun yaitu pada 2027. Berdasarkan data di atas
dapat ditentukan kapasitas pabrik pada tahun 2027 yang akan datang yaitu :
Tahun 2017
Y = a + bx
= 38314.76 + 1853.99 (7)
= 51292 Ton / Tahun
Tahun 2027
Y = a + bx
= 38314.76 + 1853.99 (27)
= 88372.49 Ton / Tahun
Dari data tersebut, kami rencanakan membangun pabrik Hydrogen Peroxide
dengan kapasitas 45000 Ton/Tahun.
BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Gambaran Umum H2O2


Hidrogen peroksida dengan rumus kimia H2O2 ditemukan oleh Louis
Jacques Thenard di tahun 1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia
anorganik yang memiliki sifat oksidator kuat. Bahan baku pembuatan
hidrogen peroksida adalah gas hidrogen (H2) dan gas oksigen (O2).
H2O2 tidak berwarna, berbau khas agak keasaman, dan larut dengan
baik dalam air. Dalam kondisi normal (kondisi ambient), hidrogen peroksida
sangat stabil dengan laju dekomposisi kira-kira kurang dari 1% per tahun.
Salah satu keunggulan hidrogen peroksida dibandingkan dengan
oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan karena tidak
meninggalkan residu yang berbahaya. Kekuatan oksidatornya pun dapat
diatur sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh dalam industri pulp dan
kertas, penggunaan hidrogen peroksida biasanya dikombinasikan dengan
NaOH atau soda api. Semakin basa, maka laju dekomposisi hidrogen
peroksida pun semakin tinggi. Kebutuhan industri akan hidrogen peroksida
terus meningkat dari tahun ke tahun.

2.2 Kegunaan Hidrogen Peroksida


Hidrogen peroksida bisa digunakan sebagai zat pengelantang atau
bleaching agent pada industri pulp, kertas, dan tekstil. Senyawa ini juga biasa
dipakai pada proses pengolahan limbah cair, industri kimia, pembuatan
deterjen, makanan dan minuman, medis, serta industri elektronika
(pembuatan PCB).
Mayoritas pengunaan hidrogen peroksida adalah dengan
memanfaatkan dan merekayasa reaksi dekomposisinya, yang intinya
menghasilkan oksigen. Pada tahap produksi hidrogen peroksida, bahan
stabilizer kimia biasanya ditambahkan dengan maksud untuk menghambat
laju dekomposisinya. Termasuk dekomposisi yang terjadi selama produk
hidrogen peroksida dalam penyimpanan.
Meskipun terkenal dengan zat yang cukup berbahaya, namun
hidrogen peroksida cukup banyak kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari,
beberapa contoh di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Sebagai bahan pemutih tekstil
Hidrogen Peroksida adalah bahan pemutih yang paling tepat dan
efisien untuk tekstil jenis Cotton maupun tekstil jenis campuran Plyester
Cotton.
2. Sebagai bahan pemutih pulp
Hidrogen Peroksida memiliki banyak keunggulan sebagai bahan
pemutih (bleaching agent) yang dipergunakan pada chemical pulp maupun
mechanical pulp.
3. Pengolahan ulang kertas-kertas bekas
Hidrogen Peroksida dipergunakan untuk melepaskan tinta pada
kertas bekas (deinking process) yang akan dipakai sebagai bahan baku
pembuatan kertas koran / majalah di pabrik kertas.
4. Pemutih kayu dan rotan
Hidrogen Peroksida memiliki banyak kelebihan sebagai bahan
pemutih pada kayu, rotan maupun bambu.
5. Bahan campuran senyawa Peroksida lainnya
Hidrogen Peroksida dipergunakan sebagai bahan campuran
berbagai jenis bahan campuran peroksida seperti : natrium perborate,
natrium carbonate peroxihydrate (bahan pembuat detergen), methyl ethyl
ketone peroxide, buthyl hydroperoxide, benzoil peroxide, dan lain lain.
6. Pembuatan berbagai jenis bahan kimia
Hidrogen Peroksida dipergunakan dalam pembuatan berbagai jenis
bahan kimia seperti, campuran epoxy, amenioxide, hydroquinone,
catachecol, dan juga mempercepat proses vulkanisir serta dipergunakan
sebagai salah satu unsur bahan ramuan untuk obat penyubur rambut dan
kosmetik.
7. Metal Etching
Hidrogen Peroksida dipergunakan dalam proses metal etching
tembaga maupun tembaga campuran.
8. Proses pembasmian kuman untuk pengepakan
Hidrogen Peroksida dipergunakan sebagai desinfektan dalam
proses pembasmian kuman pada proses pengepakan susu, jus (juice) dan
lain-lain.
9. Pembersih Air
Hidrogen Peroksida juga dipergunakan untuk membersihkan air
limbah yang tercemar polusi seperti : Hidrogen Sulfida (H2S), Phenilics,
Cyanides, dan unsur lain yang terdapat dalam limbah air.

2.3 Macam Proses Produksi


Ada beberapa alternatif proses pembuatan hidrogen peroksida secara
komersial, diantaranya adalah :
2.3.1 Proses Elektrolisa
Proses elektrolisa untuk produksi hidrogen peroksida secara
komersil berdasarkan pada reaksi oksidasi asam sulfur atau sulfat
menjadi asam peroksidisulfat yang diperoleh dengan oksidasi anodik
terhadap larutan yang mengandung asam sulfat.
2.3.2 Proses Oksidasi Alkohol
Oksidasi parsial dari alkohol primer atau sekunder dalam fase
liquid atau uap menghasilkan hidrogen peroksida dan aldehid atau
keton dengan yield yang tinggi.

2.3.3 Proses Auto Oksidasi Ethyl-Anthraquinone


Proses ini pertama kali digunakan secara komersial oleh I.G.
Farbenindustrie di Jerman selama Perang Dunia II. Proses ini
merupakan proses yang paling banyak digunakan dalam industri
hidrogen peroksida.
Tabel 2.1 Perbandingan Proses Pembuatan Hidrogen Peroksida
Oksidasi Auto Oksidasi
Pembanding Elektrolisa
Alkohol Ethyl-Anthraquinone
Kebutuhan Asam sulfat, Isopropyl alcohol, Ethyl-Anthraquinone,
bahan baku mudah diperoleh mudah di peroleh diimpor dari cina

Katalis, Tidak Tidak


Menggunakan katalis
Pelarut, bahan memerlukan memerlukan
palladium
kimia lain katalis khusus katalis khusus
Suhu: 50-250 C Suhu: 70-160 C
Suhu: 40-50 C
Sifat Reaksi Tekanan: < 2 Tekanan: 10-20
Tekanan: < 2 atm
atm atm
Reaktor Oksidasi,
Reaktor Reaktor Oksidasi
Reaktor Hidrogenasi
Konversi 85% 90% 95%
120 sampai 180 60 sampai 120 30 menit sampai 60
Residen Time
menit menit menit
Lahan Sangat Luas Luas Luas
Penggunaan
Sangat Besar Besar Besar
Energi
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pemilihan Proses Produksi


Berdasarkan perbandingan diatas maka pada perancangan pabrik
hidrogen peroksida ini dipilih proses pembuatan dengan autooksidasi Ethyl-
Anthraquinone. Proses ini dipilih karena memiliki berbagai keuntungan sebagi
berikut:
1. Konversi yang dihasilkan lebih tinggi yaitu 95 %
2. Tekanan dan suhu lebih kecil dibanding proses lain
3. Residen time relatif lebih cepat
4. Proses yang paling banyak digunakan dalam industri sehingga
memudahkan pencarian referensi.
5. Kondisi operasi yang mendekati lingkungan sehingga hemat energi.
Proses hidrogenasi ethyl-anthraquinone dapat dilakukan pada tekanan 2
atm dan kisaran suhu 40-50C.
6. Raw material availability yang baik. Untuk pengoperasian pabrik di
Indonesia hanya diperlukan impor ethyl-anthraquinone sebagai bahan
baku.

3.2 Spesifikasi Bahan Baku dan Produk


3.2.1 Bahan baku
a. Hidrogen

Rumus Kimia : H2
Berat Molekul : 2,0160 kg/mol
Kenampakan : Gas
Titik Leleh : -259,20C
Titik Didih Normal : -252,80C
Auto ignition temp. : 565,50C
Specific Gravity : 0,0696
Kelarutandalam Air : 0,019 (150C)

b. Benzena

Rumus Kimia : C6H6


Berat Molekul : 78,11 kg/mol
Kenampakan : Cairan tidak berwarna
Titik Leleh : 5,500C
Titik Didih Normal : 80,100C
Titik Kritis : 288,90C
Flash Point : -11,10C (Closed Up)
Auto ignition temp. :497,780C
Specific Gravity : 0,8787
Kelarutan : Larut dalam alkohol, chloroform, asam
asetat
glacial

c. Ethyl-Anthraquinone

Rumus Kimia : C16H12O2


Berat Molekul : 236,27 kg/kmol
Kenampakan : Powdered Solid
Titik Leleh : 1050 C
Titik Didih Normal : 415.40 C
Flash Point : 1550 C (Closed Up)
Specific Gravity : 1.23
Kelarutan : Larut dalam benzene, tidak larut dalam
air.
3.2.2 Produk
a. Hidrogen Peroksida 50 %

Rumus Kimia : H202


Berat Molekul : 34,00 kg/kmol
Kenampakan : Cairan tidak berwarna
Titik Leleh : -330C
Titik Didih Normal : 1080C
Flash Point : 820C
Specific Gravity : 1,2
Kelarutan : Larut dalam air dan dietileter
Kadar : 3% hydrogen peroksida, 97% air

b. Aluminium Oksida

Rumus Kimia : Al2O3


Berat Molekul : 101,96 kg/kmol
Kenampakan : Solid Power
Titik Leleh : 2.0720C
Titik Didih Normal : 2.9800C
Specific Gravity :4
Kelarutan : Larut dalam air

c. Natrium Hidroksida

Rumus Kimia : NaoH


Berat Molekul : 40 kg/kmol
Kenampakan : Cairan tidak berwarna
Titik Leleh : 120C
Titik Didih Normal : 1400C
Specific Gravity : 1,53
Kelarutan : Larut dalam air
d. Natrium Karbonat

Rumus Kimia : Na2CO3


Berat Molekul : 105,99 kg/kmol
Kenampakan : SerbukPadat
Titik Leleh : 8510C
Specific Gravity : 2,533
Kelarutan : Larut dalam air panas dan gliserol

e. Asam Klorida
Rumus Kimia : HCl
Berat Molekul : 36,50 kg/kmol
Kenampakan : Cairan
Titik Leleh : -25,40C (39,17% HCl dalam air)
Titik Didih Normal : 50,50C (37% HCl dalam air)
Specific Gravity : 1.1 1.19
Kelarutan : Larut dalam air panas, air dingin dan
Dietileter

3.3 Spesifikasi Alat


Peralatan Utama :
1. Tangki Hidrogen
2. Tangki Benzene
3. Tangki Tributhyl Phospat
4. Mixer
5. Belt Conveyor
6. Hopper
7. Tangki Penyimpanan Produk
8. Reaktor Hidrogenasi
9. Reaktor Oksidasi
10. Menara ekstrasi
11. Menara Distilasi
12. Decenter
13. Expander
14. Akumulator
15. Kondensor
16. Pompa
17. Reboiler

Peralatan Utilitas :
1. Air
2. Steam
3. Bahan Bakar
4. Listrik

3.4 Tata Letak Pabrik


Keterangan :

1. Pos jaga
2. Taman
3. Masjid
4. Kantin
5. Laboratorium
6. Bengkel
7. Gudang peralatan
8. Area bongkar muat
9. Area parkir kendaraan bermotor
10. Area parkir sepeda
11. Kantor jaga
12. Kantor administrasi
13. Safety room
14. Poliklinik
15. Control room
16. Mess karyawan
17. Tank farm
18. Area proses
19. Gudang anthraquinone
20. Power station
21. Area perluasan unit
22. Pemadam kebakaran
23. Ruang serbaguna
24. Kantor utilitas
25. Area utilitas
26. Unit pengolahan limbah
27. Assembly point
3.5 Blok Diagram