Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nur Aulia Rachmadini

NRM : 5115144125
Mata Kuliah : Otomasi Industri berbasis SCADA
Kode Seksi : 5127
TUGAS!
1. Definisi mengatur beban. Apa yang diatur dan bagaimana caranya.
2. Standar protokol SCADA di PLN.
Jawaban
1. Mengatur beban/ pengaturan beban merupakan suatu sistem pengaman
dalam kelistrikan agar operasi sistem tidak mengalami gangguan. Yang
diatur dalam pengaturan beban adalah kapasitas beban atau tegangan.
Bagaimana caranya, dapat berupa pengurangan kualitas tegangan,
pelepasan beban, dan lain-lain. Contoh pada kelistrikan Jawa Bali, mereka
melakukan tindakan pengamanan dengan cara seperti, Brown Out
(pengurangan kualitas tegangan sistem pada rentang normal) dan manual
Load Shedding (pelaksanaan pelepasan beban secara manual dalam rangka
mengatasi kodisi defisit sistem).
2. Standar protokol SCADA di PLN
Dalam pengoperasian tenaga listrik, seorang Dispatcher membutuhkan alat
bantu untuk untuk mempermudah pengaturan tenaga listrik. Untuk
kepentingan dimaksud di atas, Dispatcher akan dibantu dengan sistem
SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) yang berada di
Control Center. Master Station mempunyai fungsi melaksanakan
telekontrol (telemetering, telesignal, dan remote control) terhadap remote
station. Sistem SCADA terdiri dari 3 bagian utama yaitu: Master Station,
Link Komunikasi Data, dan Remote Station. Remote Station adalah
stasiun yang dipantau, atau diperintah dan dipantau oleh master station,
yang terdiri dari gateway, IED, local HMI, RTU, dan meter energi. Blok
diagram sistem SCADA dapat dilihat pada Gambar dibawah.

3.

RTU memproses informasi yang didapat dari aktivitas substation pada


suatu sistem tenaga listrik dan mengirim informasi tersebut ke Master
Station yang berada di Control Center. Pengiriman informasi tersebut
menggunakan suatu sistem protocol untuk berkomunikasi antar RTU, antar
server dan untuk berkomunikasi dengan Control Center. Setiap unit
berkomunikasi menggunakan sistem protokol tertentu.
A. Protokol Komunikasi
1. Master station dengan gateway/RTU
Protokol master station untuk komunikasi dengan remote
station:
a. IEC 60870-5-101;
b. IEC 60870-5-104;
c. DNP 3.0 serial dan/atau DNP 3.0 TCP/IP.
2. Protokol gateway dengan RTU
Protokol remote station untuk komunikasi dengan master
station:
a. IEC 60870-5-101;
b. IEC 60870-5-104;
c. DNP 3.0 serial dan/atau DNP 3.0 TCP/IP.
3. Protokol gateway dengan IED
Protokol gateway untuk komunikasi dengan IED:
a. IEC 60870-5-103;
b. IEC 60870-5-104;
c. DNP 3.0 serial dan/atau DNP 3.0 TCP/IP;
d. Modbus (ASCII, RTU);
e. IEC 61850.
4. Protokol antar control center
Protokol antar control center menggunakan Inter Control
Center Protocol (ICCP) / IEC 870-6 Tase 2.
B. Digital meter
Digital meter yang dipasang di panel sebagai pengganti transducer
konvensional dan terhubung dengan remote station menampilkan:
1. Phase Amps
2. Phase volts
3. Line volts
4. Per phase PF
5. Per phase kW
6. Per phase kVAr
7. Per phase kVA
8. 3 Phase PF
9. 3 Phase kW
10. 3 Phase kVAr
11. 3 Phase kVA
12. Frequency
13. Amps puncak
14. Phase volts Puncak
15. Arus Netral.
Protokol yang digunakan: IEC 60870-5-104, DNP3, atau Modbus.
C. Meter energi
Meter energi yang akan dihubungkan dengan remote station harus
menggunakan protokol IEC 60870-5-104, DNP3, atau Modbus.
D. Local HMI
Local HMI berfungsi sebagai pengganti control panel, terdiri dari
satu buah computer dilengkapi dengan aplikasi HMI. Komunikasi
antara local HMI dengan gateway menggunakan protokol standar
melalui TCP/IP, yaitu IEC 60870-5-104, IEC 61850, dan DNP 3.0.