Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN OBSERVASI

MATA KULIAH AIR CONDITIONER


DI BENGKEL AC MARGI BERKAH MOTOR JL. KEBONAGUNG KM 4.5
CEBONGAN, TLOGOADI, MLATI, SLEMAN, YOGYAKARTA

Disusun oleh :

FAISAL AKHMAD 15504241022

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
nikmat kemudahan dan kelancaran sehingga kami dapat melaksanakan observasi kemudian
menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Observasi yang telah dilakukan, kemudian dibuatnya makalah ini bertujuan untuk
memenuhi kewajiban mahasiswa dalam menempuh mata kuliah Air Conditioner (AC).
Dengan demikian, harapannya mahasiswa dapat tahu dan mengerti secara nyata seperti apa
manajemen pada bengkel AC dan perbaikan/penservisan yang dilakukan baik pada bengkel
resmi maupun biasa. Selanjutnya dibuatnya makalah ini sebagai laporan dari observasi agar
semua ilmu yang telah didapatkan untuk dituangkan dalam bentuk tulisan, sehingga bisa
menambah wawasan baik diri sendiri maupun orang lain.
Kami juga menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kritik dan
saran sangat diharapkan demi penyempurnan makalah ini. Tidak lupa kami sampaikan
permohonan maaf apabila terdapat kata kata yang kurang berkenan dalam makalah ini.
Dan akhirnya kami mengucapkan selamat membaca, semoga dapat bermanfaat.

Yogyakarta, 6 Mei 2017

Penyusun

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Identitas
Bengkel AC MARGI BERKAH MOTOR

B. Alamat
Jl. Kebon Agung km 4.5, Cebongan, Tlogoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta

BAB II
HASIL OBSERVASI

A. Profil Bengkel
Bengkel AC Margi Berkah Motor adalah bengkel spesialis AC yang dimiliki oleh
perorangan. Bengkel ini juga memiliki aturan jam kerja dalam melayani customer.
Bengkel ini buka dari sekitar jam 8.30 WIB sampai jam 17.00 setiap hari . bengkel ini
selalu melayani customernya setiap hari, karena bengkel ini berada di rumah juga dan
bengkelnya cukup kecil. Dalam melayani customer, mereka menawarkan 3 paket servis
berkala pada sistem AC yakni paket filter AC, servis ringan dan berat. Bengkel ini berdiri
tahun 2014. pemilik bengkel memiliki keterampilan spesialis AC dari pengalaman
kerjanya di bengkel AC di Jakarta. Bengkel ini hanya dapat menampung 5-6 mobil saja.
Pekerjaan yang ada di bengkel ini di bantu oleh satu orang karyawan.

3
B. Kegiatan Servis
Kegiatan yang dilakukan oleh bengkel AC margi berkah motor yaitu sebagai berikut:
a. Suku Cadang
Suku cadang di bengkel menjual spare part AC pada kendaraan. Tidak semua
komponen AC dapat dibeli seketika, ada juga beberapa komponen yang memang
pembeliannya harus pesan/indent terlebih dahulu. Sementara itu, komponen AC yang
biasanya dapat langsung dibeli yakni kompressor (walaupun tidak semua tipe
tersedia), dryer dan saluran AC.
b. Perbaikan dan Perawatan
Perbaikan maupun perawatan merupakan jasa yang ditawarkan bengkel
kepada konsumen meliputi perawatan rutin, pergantian komponen yang rusak, serta
isi freon. Berikut alur dari pelayanan perbaikannya:
1. Pengecekan dan Pemeriksaan
Setelah pelanggan masuk ke bengkel , maka mekanik atau teknisi langsung
mengecek mobil tersebut. Mobil akan di bawa ke tempat pengerjaan untuk
kemudian di cek secara keseluruhan berdasarkan keluhan dari pelanggan. Namun
pengecekan yang dilakukan tidak hanya berdasar dari pelanggan semata.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh teknisi adalah pemeriksaan secara keseluruhan
dari Sistem AC Mobil itu sendiri. Jadi semua komponen juga akan diperiksa baik
secara visual maupun berdasar kerja dari komponen. Kerusakan yang paling
sering adalah kebocoran dari sistem AC.

2. Estimasi
Setelah teknisi melakukan pemeriksaan pada komponen-komponen AC
Mobil, maka teknisi akan membuat estimasi terkait komponen yang rusak dan
yang harus diganti sekaligus akan menghitung jumlah biaya yang harus
dikeluarkan berdasarkan harga komponen yang rusak dan jasa servisnya. Setelah
itu hasil estimasi akan diserahkan kembali ke Customer Servise untuk dilaporkan
ke Pelanggan.
3. Pengerjaan
Setelah hasil Estimasi tersebut di data, maka mekanik akan langsung
melaporkan hasil estimasi ke Pelanggan. Di sini juga akan terjadi diskusi apakah
pelanggan sepakat atau tidak terkait estimasi yang sudah dibuat oleh Teknisi tadi.
Kalau Pelanggan menyepakati estimasi tadi, maka Teknisi langsung mengerjakan

4
mobil tersebut. Dan dalam melakukan pekerjaan, jumlah teknisinya tergantung
dari seberapa berat penyervisan yang dilakukan. Kalau perbaikan yang dilakukan
berat, biasanya akan dikerjakan oleh 2 Teknisi. Namun kalua proses
pengerjaannya biasa, cukup dikerjakan oleh 1 Teknisi. Selain itu, pengerjaan 2
Teknisi dilakukan ketika pelanggan menuntut untuk jadi secepatnya. Sedangkan
waktu pengerjaannya dari setengah sampai satu hari. Khusus untuk yang
kerusakan berat, bias sampai 2 hari. Lalu untuk penggantian unit bisa dilakukan
ketika komponen sudah rusak parah dan tidak bisa di repair lagi. Namun
semuanya tetap tergantung dari pelanggannya. Ketika pelanggan tidak
mengizinkan untuk melakukan penggantian maka bengkel juga tidak akan
melakukan penggantian.

4. Pembayaran
Setelah teknisi selesai melakukan pekerjaan, maka teknisi akan langsung
melakukan proses pengecekan maupun pengujian mobil yang sudah diperbaiki.
Dan jika pengujian berhasil, maksudnya AC Mobil sudah berhasil diperbaiki dan
tidak ada masalah, maka mobil akan langsung diserahkan ke pelanggan dengan
terlebih dahulu pelanggan harus menyelesaikan urusan administrasi telebih dahulu
atau membayar.

C. Tipe Kompresor
1. Tipe Piston
Prinsip kerja dari kompresor ini ialah dengan cara mengatur katup masuk dan
dihisap oleh torak yang gerakannya naik turun (resiprokal). Kompresor torak atau
kompresor bolak-balik pada dasarnya adalah memanfaatkan gerakan bolak-balik
torak/piston untuk menaikan tekanan refrigerant. Gerakan ini diperoleh dengan
menggunakan poros engkol dan batang penggerak yang menghasilkan gerak bolak-
balik pada torak. Gerakan torak akan menghisap refrigerant ke dalam silinder dan
memampatkannya. Langkah kerja kompresor torak hampir sama dengan komsep
kerja motor torak.

5
Langkah Kerja Kompresor Torak:
Urutan proses kompresor torak adalah berikut. Langkah pertama adalah langkah
hisap, torak bergerak ke bawah oleh tarikan engkol. Di dalam ruang silinder tekanan
menjadi vakum di bawah 1 atmosfir, katup hisap terbuka karena perbedaan tekanan
dan refrigerant terhisap ke dalam ruang diatas torak. Kemudian torak bergerak keatas,
katup hisap tertutup dan refrigerant dimampatkan. Karena tekanan refrigetant, katup
keluar menjadi terbuka. Secara lengkap langkah-langkah kerjannya adalah sebagai
berikut
1. Langkah Hisap
Poros engkol berputar, torak bergerak dari TMA ke TMB. Kevakuman terjadi
pada ruangan di dalam silinder, sehingga katub hisap terbuka oleh adanya
perbedaan tekanan dan refrigerant terhisap masuk ke dalam silinder.

6
2. Langkah Kompresi
Langkah kompresi terjadi saat torak bergerak TMB ke TMA, katup hisap dan
katup keluar tertutup sehingga refrigerant dimampatkan di dalam silinder.
3. Langkah Discharge (pengeluaran)
Bila torak meneruskan gerakannya ke TMA, tekanan di dalam silinder akan naik
sehingga katup keluar oleh tekanan refrigerant sehingga udara keluar memasuki
tangki penyimpanan udara.

2. Kompresor tipe Swash Plate

Pada kompresor jenis ini, gerakan torak diatur oleh swash plate pada jarak
tertentu dengan 6 atau 10 silinder. Ketika salah satu sisi pada torak melakukan
langkah tekan, maka sisi yang lainnya melakukan langkah hisap. Pada dasarnya,
proses kompresi pada tipe ini sama dengan proses kompresi pada kompresor tipe
crank shaft. Perbedaannya terletak pada adanya tekanan oleh katup hisap dan katup
tekan. Selain itu, perpindahan gaya pada tipe swash plate tidak melalui batang
penghubung (connecting rod), sehingga getarannya lebih kecil. Gambar dibawah ini
memperlihatkan bagian-bagian dari kompresor tipe swash plate.

Gambar . Kompresot tipe swash plate

7
3. Kompresor tipe Wobble Plate

Sistem kerja kompresor tipe ini sama dengan kompresor tipe swash plate.
Namun dibandingkan dengan kompresor tipe swash plate, penggunaan kompresor
tipe wobble plate lebih menguntungkan, di antaranya adalah kapasitas kompresor
dapat diatur secara otomatis sesuai dengan kebutuhan beban pendinginan. Selain itu,
pengaturan kapasitas yang bervariasi akan mengurangi kejutan yang disebabkan oleh
kopling magnetic (magnetic clutch). Cara kerjanya, gerakan putar dari poros
kompresor diubah menjadi gerak bolak-balik oleh plat penggerak (drive plate) dan
wobble plate dengan bantuan guide ball. Gerakan bolak-balik ini selanjutnya
diteruskan ke torak melalui batang penghubung. Berbeda dengan jenis kompresor
swash plate, kompresor jenis wobble plate hanya menggunakan satu torak untuk satu
silinder.

Meskipun jenis kompresor di atas mempunyai cara kerja dan konstruksi yang
berbeda, namun pada prinsipnya sama, yaitu menekan refrigerant dan menghasilkan
laju aliran massa refrigerant. Sebenarnya masih ada tipe kompresor lainnya, yaitu
kompresor tipe rotary vane dan tipe scroll, namun jarang digunakan. Berikut ini
gambar kompresor tipe wobble plate.

8
Gambar . Kompresor tipe wobble plate

Cara kerjanya :

Puli kompressor selalu berputar oleh perputaran mesin melalui tali kipas pada saat
mesin hidup. Dalam posisi switch AC off, kompressor tidak akan berputar, dan
kompressor hanya akan berputar apabila switch AC dalam posisi hidup (on) hal ini
disebabkan oleh arus listrik yang mengalir ke stator coil akan mengubah stator coil
menjadi magnet listrik yang akan menarik pressure plate dan bidang singgungnya
akan bergesekan dan saling melekat dalam satu unit (Clutch assembly) memutar
kompresor.

D. Refrigerant dan Harga Tabung


Tipe refrigerant yang digunakan pada bengkel ini adalah R134A. Jumlah tabung freon
yang dimiliki hanya berjumlah 1 buah walaupun juga menggunakan banyak tabung
kecil. Saat diklarifikasi soal harga tiap tabung, pemilik menjelaskan bahwa tidak tahu
persisnya.

9
Berikut adalah langkah yang dilakukan
untuk mengkosongkan dan mengisi refrigerant:
a. Langkah Pengosongan
Sebelum mengisi refrigerant sistem rangkaian harus dalam keadaan kosong, tidak
ada udara ataupun uap air yang tersisa didalamnya. Untuk mengosongkan sistem
rangkaian ini lakukanlah langkah pengosongan dengan menggunakan alat Vacuum
pump.

- Pengosongan
a. Tutup kedua katup manifold gauge.
b. Pasang manifold gauge ke kompresor dengan selang merah ke nipel tekanan
tinggi dan selang biru ke nipel tekanan rendah serta selang hijau ke pompa
vakum.
c. Bukalah salah satu katup manifold dan hidupkan pompa vakum.
d. Bacalah ukuran pada vakum gauge, hingga menunjukkan angka +/- 600
mmHg (23,62 inHg; 80 kPa )
e. Bukalah sisi katup manifold yang lain agar vakum bekerja dari dua sisi untuk
lebih mengefisienkan kerja pompa vakum.

10
f. Baca kembali ukuran pada vakum gauge dan pastikan sistem telah bersih dari
udara maupun uap air dengan angka penunjuk berada pada angka 750 mmHg (
29,53 in Hg; 99,98 kPa ) dan biarkan pompa vakum tetap hidup kurang lebih
selama 30 menit.
g. Tutup kedua katup manifold sebelum mematikan pompa vakum.
h. Tunggu kurang lebih 15 menit dan amati angka penunjuk meteran. Bila terjadi
penurunan maka berarti dalam sistem rangkaian masih terjadi kebocoran.
i. Cari kebocoran dengan alat deteksi kebocoran sampai ditemukan dan perbaiki.

Gambar 14. Pengosongan Refrigerant

11
b. Langkah Pengisian
1. Pengisian refrigeran dalam bentuk gas dilakukan dengan posisi tabung tegak.

Posisi Tabung yang Berbentuk Gas


2. Pengisian refrigerant dalam bentuk cair dilakukan dengan posisi tabung freon
terbalik.

Posisi Tabung yang Berbentuk Cair

3. Langkah Pengisian Freon ke dalam sistem AC


Sebelum memulai pengisian refrigerant pastikan langkah-langkah berikut sudah
dilakukan:
a. Rangkaian sistem masih terpasang dengan benar.
b. Selang masih terpasang dengan manifold gauge warna merah ke nipel
tekanan tinggi, warna biru ke nipel tekanan rendah dan warna hijau ke
tangki refrigerant atau alat pengisi.
c. Refrigerant yang akan digunakan tersedia dengan cukup.

12
d. Singkirkan alat-alat yang masih ada di sekitar mesin untuk menghindari
terjadinya kecelakaan.
Langkah pengisian :
1) Pemasangan selang pada tabung refrigerant.
a. Sebelum memasang selang, putarlah handle berlawanan arah jarum jam
sampai jarum katupnya tertarik penuh.
b. Putarlah disc berlawanan arah jarum jam, sampai posisi habis.
c. Hubungkan selang warna hijau ke tabung refrigerant.
d. Putarlah disch searah jarum jam dengan tangan.
e. Putarlah handle searah jarum jam untuk membuat lubang, dan putarlah
kembali berlawanan arah jarum jam agar gas dapat mengalir ke selang.
f. Tekanlah niple no 4 pada manifold gauge dengan jari tangan sampai udara
keluar dari selang tengah. o Bila udara sudah keluar ( ditandai dengan
keluarnya refrigerant ) tutuplah niple no 4 dengan tutup niple.
2) Pemeriksaan kebocoran awal.
a. Bukalah keran katup tekanan tinggi pada manifold gauge agar gas masuk
kedalam sistem. ( tabung menghadap keatas ).
b. Bila pengukur tekanan rendah sudah menunjukkan 1 kg/cm2 ( 14 psi; 98
kPa ) tutup keran manifold tekanan tinggi.
c. Periksalah kebocoran pada sistem dengan menggunakan detector.

Gambar. Pemeriksaan Kebocoran


3) Pengisian Refrigerant dalam bentuk cair.
a. Balikkanlah tabung refrigerant menghadap kebawah agar isi refrigerant
yang keluar dalam bentuk cair.
b. Buka katup tekanan tinggi.
c. Periksalah kaca pengintai sampai aliran refrigerant berhenti mengalir dan
tutuplah keran.
d. Amati kedua pengukur, tekanan tinggi maupun tekanan rendah. Keduanya
harus menunjukkan tekanan yang sama.

13
4) Pengisian Lanjutan.
a. Baliklah tabung refrigerant menghadap keatas agar isi refrigerant keluar
dalam bentuk gas.
b. Hidupkan mesin dan biarkan beberapa menit untuk pemanasan.
c. Hidupkan switch AC, dan amati pengukur tekanan manifold gauge tanda
merah harus terlihat pada tekanan tinggi dan tanda biru pada tekanan
rendah tetapi tidak vakum.
d. Buka sedikit demi sedikit katup manifold gauge warna biru. (besar
kecilnya pembukaan akan mempengaruhi jumlah refrigerant yang
mengalir dalam sistem).
e. Amati gelas pantau dan bila jumlah gelembung menjadi semakin sedikit
dan lembut menunjukkan bahwa pengisian sudah cukup.
f. Tutup katup manifold gauge, dan baca pengukur tekanan rendah 1,5 2,0
kg/cm2 dan tekanan tinggi 14,5 15 kg/cm2

E. Kerusakan
Berbagai kerusakan sering terjadi di sistem AC. Terutama pada permasalahan
kebocoran di selang, seal maupun evaporator. Dari ketiga hal tersebut, kebocoran pada
evaporator adalah hal utama yang sering terjadi, hal ini dikarenakan evaporator yang
sebagai "paru-paru" pada komponen AC mobil bertugas menghantarkan dingin ke dalam
kabin mobil. Umumnya evaporator/cooling coil berbahan alumunium yang kita ketahui
adalah bahan sangat baik dalam menghantarkan suhu, namun memiliki kelemahan yaitu
mudah bocor/keropos , terkadang juga kebanyakan orang salah persepsi bahwa
pemakaian AC mobil yang jarang dapat membuat ac mobil dapat bertahan lama atau
awet, hal ini sangatlah salah besar.
Berikut merupakan tindakan untuk menanggulangi beberapa masalah pada sistem AC:
1. Ciri-ciri siklus pendingin tidak normal, penyebab dan pemecahannya.
a. Refrigerant kurang.
Pada kondisi ini, terlihat gejala sebagai berikut :
Udara yang keluar dari sistem pendingin tidak terlalu dingin.
Pada kaca pengintai terlihat banyak gelembung.
pemeriksaan pada manifold gauge :

14
pengukur tekanan rendah : 0,8 kg/cm2 ( 11 psi, 78 kpa )
pengukur tekanan tinggi : 8-0 kg/cm2 ( 114 psi, 882 kpa )
Kemungkinan penyebabnya : terdapat kebocoran pada siklus Pendinginan.
Pemecahannya : Periksa kebocoran dengan menggunakan detektor kebocoran
dan perbaiki.
2. Pengisian refrigerant berlebihan.
Pada kondisi ini, terlihat gejala sebagai berikut :
Pendinginan tidak maksimum.
Pemeriksaan pada manifold gauge :
Pengukur tekanan rendah : 2.5 kg/cm2 ( 36 psi, 245 kPa )
Pengukur tekanan tinggi : 20 kg/cm2 ( 248 psi, 1.961 kPa )
Kemungkinan penyebabnya :
Dalam pengisian refrigerant terlalu berlebihan.
Kondenser tidak bekerja dengan baik.
Kopling fluida kipas radiator slip.
Tali kipas kompresor kendor.
Pemecahannya :
Kurangi jumlah refrigerant.
Bersihkan kondenser.
Periksa kopling fluida kipas radiator, bila rusak ganti.
Stel tali kipas.
3. Terdapat udara didalam siklus.
Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut :
AC tidak terlalu dingin.
Pemeriksaan pada manifold gauge :
Pengukur tekanan rendah : 2.5 kg/cm2 ( 36 psi, 245 kPa )
Pengukur tekanan tinggi : 23 kg/cm2 ( 327 psi, 2.256 kPa )
Kemungkinan penyebabnya : Ada udara didalam siklus pendingin.
Pemecahannya :

Periksa kotoran oli dan jumlahnya.


Bila oli berwarna hitam (kotor), bersihkan dengan minyak tanah dan semprot
dengan kompresor angin.
Lakukan penyedotan kevakuman kembali. Ganti receifer.

4. Terdapat uap air didalam siklus.


Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut :
Kadang dingin kadang tidak.
Pemeriksaan pada manifold gauge :
Pengukur tekanan rendah : 50 cmHg (1,5 kg/cm2)

15
Pengukur tekanan tinggi : 7 = 15 kg/cm2
Kemungkinan penyebabnya : Pada expansion valve terjadi penyumbatan oleh
gumpalan es.
Pemecahannya :
Ganti Receifer/Dryer.
Lakukan pemompaan kevakuman, untuk membuang uap air.
Perhatikan jumlah refrigerant yang sesuai dalam pengisian.
5. Refrigerant tidak bersirkulasi.
Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut :
AC tidak dingin.
Pemeriksaan pada manifold gauge :
Pengukur tekanan rendah : 76 cmHg ( sangat rendah )
Pengukur tekanan tinggi : 6 kg/cm2 ( 85 psi / 588 kPa )
Kemungkinan penyebabnya : Pada expansion valve terjadi penyumbatan.
Pemecahannya :
Lepas expansion valve, bersihkan dan tes. Bila sudah rusak ganti.
Ganti Receifer/Dryer.

Perhatikan jumlah refrigerant yang sesuai dalam pengisian.


6. Ekspansion valve tidak bekerja dengan baik.
Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut :
AC kurang dingin.
Pemeriksaan pada manifold gauge :
Pengukur tekanan rendah : 2,5 kg/cm2 ( 36 psi / 245 kPa )
Pengukur tekanan tinggi : 19 - 20 kg/cm2 ( 270 264 psi / 1.863 1.961 kPa )
Kemungkinan penyebabnya :
Expansion valve rusak atau pemasangan Heat sensitizing salah.
Penyetelan aliran tidak baik.

pada evaporator terlalu banyak refrigerant dalam bentuk cair.


Pemecahannya :
Periksa pemasangan heat sensitizing.

Periksa expansion valve, bila rusak ganti.


7. Tidak ada kompresi pada kompresor.
Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut :

16
AC tidak dingin.
Pemeriksaan pada manifold gauge :
Pengukur tekanan rendah : terlalu tinggi
Pengukur tekanan tinggi : terlalu rendah
Kemungkinan penyebabnya :
Kompresor rusak.
katup kompresor rusak.
Pemecahannya :
Bongkar dan perbaiki kompresor.

Ganti kompresor dengan type dan kapasitas yang sama.

BAB III
PENUTUP
Demikian laporan observasi yang sudah saya buat. Semoga laporan ini dapat bermanfaat
bagi kita semua. Dan dari obvservasi ini saya dapat mengetahui kondisi system AC
dilapangan secara real dan nyata. Selain itu saya juga sedikit mengetahui tentang
pengelolaan bengkel AC, yang nantinya dapat membekali saya apabila hendak mendirikan
bengkel AC.

DAFTAR PUSTAKA
New Step 1 Training Manual, Jakarta, Toyota Astra Motor
New Step 2 Training Manual, Jakarta, Toyota Astra Motor

LAMPIRAN
FOTO-FOTO ALAT DAN BAHAN DI BENGKEL AC MARGI BERKAH MOTOR

17
18
19