Anda di halaman 1dari 4

KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT UMUM BINA KASIH

NOMOR : 01/094/SKEP/RSU BK/IX/2015


TENTANG
KEBIJAKAN PEMANTAUAN DAN PELAPORAN EFEK SAMPING OBAT ( ESO )

DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT UMUM BINA KASIH

Menimbang : a. bahwa dalam rangka untuk mewujudkan Visi dan Misi RSU Bina Kasih
serta dalam rangka menghadapi tuntutan akan pelayanan rumah sakit yang
berkualitas dan mengutamakan keselamatan pasien maka diperlukan
Penetapan Kebijakan PEMANTAUAN DAN PELAPORAN EFEK
SAMPING OBAT ( ESO ) di RSU Bina Kasih
b. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSU Bina
Kasih, maka diperlukan penyelenggaraan manajemen penggunaan obat
yang bermutu tinggi;
c. bahwa untuk keperluan di atas perlu adanya Keputusan Direktur Utama
RSU Bina Kasih.

Mengingat : 1. Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;


2. Undang -Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
3. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999
tentang Standart Pelayanan Rumah Sakit;
4. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Standar
Pelayanan Farmasi Rumah Sakit;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RSU BINA KASIH TENTANG


PEMANTAUAN DAN PELAPORAN EFEK SAMPING OBAT ( ESO ).
Kesatu : Memberlakukan Kebijakan Pemantauan Dan Pelaporan Efek Samping Obat
( ESO ) sebagaimana terlampir dalam Keputusan ini;
Kedua : Segala biaya yang timbul akibat diterbitkannya Keputusan ini dibebankan
pada anggaran Rumah Sakit;

File 1/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_2/356437208.doc
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila dikemudian hari
ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Medan
PadaTanggal : 29 September 2015
RSU Bina Kasih

Dr. John Tarigan, Sp.OG


Direktur Utama

2/4
File 1/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_2/356437208.doc
Lampiran :
Keputusan Direktur Utama Nomor : 01/094/SKEP/RSU BK/X/2015
Tentang : Kebijakan Pemantauan Dan Pelaporan Efek Samping Obat ( ESO )

KEBIJAKAN PEMANTAUAN DAN PELAPORAN EFEK SAMPING OBAT ( ESO )


RUMAH SAKIT UMUM BINA KASIH

PEMANTAUAN DAN PELAPORAN EFEK SAMPING OBAT (ESO)

a. Pemantauan dan pelaporan Efek Samping Obat/ ESO ( reaksi obat yang merugikan dan tidak
dikehendaki ) adalah kegiatan pemantauan dan pelaporan setiap respon terhadap obat yang
merugikan atau tidak diharapkan, yang terjadi pada dosis normal yang digunakan untuk tujuan
profilaksis, diagnosis dan terapi.
b. Pemantauan dan pelaporan ESO, dikoordinasi oleh Tim Farmasi dan Terapi ( TFT ).
c. Setiap petugas kesehatan ( dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, apoteker, perawat,
bidan, dan tenaga kesehatan lain ) yang mengetahui adanya ESO, wajib melaporkan pada
TFT.
d. Reaksi yang dilaporkan adalah reaksi yang sifatnya berat, tidak dikenal, atau frekuensinya
jarang, yang terjadi pada pasien rawat inap dan rawat jalan, baik belum diketahui hubungan
kausalnya, maupun yang sudah pasti reaksi obat yang merugikan dan tidak dikehendaki.
e. ESO yang perlu dilaporkan adalah:
1) Setiap reaksi yang dicurigai akibat obat terutama reaksi yang selama ini tidak pernah/
belum pernah dihubungkan dengan obat yang bersangkutan.
2) Setiap reaksi efek samping yang dicurigai akibat interaksi obat.
3) Setiap reaksi efek samping serius, antara lain :
a) Reaksi anafilaktik.
b) Diskrasia darah.
c) Perforasi usus.
d) Aritmia jantung.
e) Seluruh jenis efek fatal.
f) Kelainan kongenital.
g) Perdarahan lambung.
h) Efek toksik pada hati.
i) Efek karsinogenik.
j) Kegagalan ginjal.
k) Edema laring.
l) Efek samping berbahaya seperti Sindrom Stevens Johnson.
m)Serangan epilepsi dan neuropati.
f. Pelaporan ESO menggunakan lembaran Formulir Pelaporan Efek Samping Obat yang
ditentukan oleh Pusat MESO ( Monitoring Efek Samping Obat )/ Farmakovigilans Nasional
dan diserahkan kepada TFT.
g. TFT mendokumentasikan pelaporan monitoring ESO dan mengirim ke Pusat MESO/
Farmakovigilans Nasional.

3/4
File 1/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_2/356437208.doc
h. Obat yang diprioritaskan untuk dipantau efek sampingnya adalah obat baru yang masuk
dalam Formularium RSU Bina Kasih dan obat yang terbukti dalam literatur menimbulkan
efek samping serius.
i. TFT melakukan sosialisasi terkait ESO yang ditemukan di satu unit kepada unit lainnya.

Medan, 03 Oktober 2015


Direktur Utama,

Dr. John Tarigan, Sp.OG

4/4
File 1/var/www/apps/conversion/tmp/scratch_2/356437208.doc