Anda di halaman 1dari 118

Larutan Asam-Basa

Sifat Larutan Asam dan Penentuan pH Larutan Penentuan pH Larutan


Konsep Asam-Basa Basa Asam Kuat dan Basa Kuat Asam Lemah dan Basa Lemah

Teori Arrhenius Asam pH, pOH, dan pKw Derajat ionisasi


Teori Bronsted-Lowry Basa Penentuan pH asam Tetapan kesetimbangan
Teori Lewis Identifikasi asam-basa kuat Konsep pH dalam
Penentuan pH basa pencemaran
kuat Peranan asam-basa
dalam berbagai bidang

Mampu menghargai prestasi para ilmuwan pencetus konsep asam-


basa.
Bertindak kreatif memanfaatkan indikator alami untuk pewarnaan kain.
Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi mengenai indikator alami asam-
basa.
Memiliki jiwa kerja keras dan giat mengerjakan soal-soal pH asam kuat
dan basa kuat.
Bertindak kreatif mengaplikasikan prinsip penetralan asam-basa dalam
kehidupan sehari-hari.
Mampu menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius.
Mampu menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted-
Lowry.
Mampu menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut
Bronsted-Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa
konjugasinya.
Mampu menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis.
Mampu mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai
indikator.
Mampu memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang tidak dikenal
berdasarkan hasil pengamatan trayek pH dan perubahan warna berbagai
indikator asam dan basa.
Mampu menjelaskan pengertian kekuatan asam dan menyimpulkan
hasil pengukuran pH dari beberapa larutan asam dan basa yang
konsentrasinya sama.
Mampu menentukan kekuatan asam atau basa berdasarkan harga
derajat pengionan () dan tetapan asam (Ka) atau tetapan basa (Kb).
Mampu menentukan pH larutan asam atau basa yang diketahui
konsentrasinya.
Mampu menjelaskan hubungan konsep pH dengan pencemaran
lingkungan.

Kimia Kelas XI 1
A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: e
Menurut Bronsted-Lowry, asam adalah spesi yang
1. Jawaban: a memberikan (donor) proton dalam suatu reaksi
Menurut Arrhenius, asam merupakan zat yang transfer proton dan pasangannya dinamakan basa
menghasilkan ion hidrogen (H+) apabila dilarutkan konjugasi. Sementara itu, basa adalah spesi yang
dalam air. Sementara itu, basa merupakan zat yang bertindak sebagai penerima (akseptor) proton
menghasilkan ion hidroksida (OH) jika dilarutkan dalam suatu reaksi transfer proton dan
dalam air. Pelarut yang terlibat menurut Arrhenius pasangannya dinamakan asam konjugasi.
hanya air saja. Berdasarkan teori tersebut, pada reaksi tersebut
2. Jawaban: b pasangan asam-basa konjugasinya sebagai
Pada reaksi: berikut.
HCl(g) + NH3(g) NH4Cl(s) HCl + H2O H3O+ + Cl
Menurut Arrhenius, reaksi HCl dan NH3 dalam fase Asam Basa Asam Basa
Konjugasi Konjugasi
gas tidak dapat digolongkan reaksi asam-basa
karena tidak membentuk ion H+ dan OH, padahal 6. Jawaban: d
kedua senyawa tersebut merupakan asam-basa. NH4OH2+ merupakan asam konjugasi dari basa
Teori Arrhenius disempurnakan oleh Bronsted-Lowry NH4OH karena NH4OH mampu bertindak sebagai
yang mengemukakan teori asam-basa berdasarkan akseptor proton, yaitu dengan menarik ion H+ dari
transfer proton (ion H+). Teori Bronsted-Lowry dapat molekul air. OH merupakan basa konjugasi dari
diterapkan dalam reaksi HCl dan NH3. Dalam fase H2O karena H2O mampu bertindak sebagai donor
gas, HCl dan NH3 tidak terionisasi karena keduanya proton.
merupakan molekul kovalen dan reaksi tersebut 7. Jawaban: e
tergolong reaksi asam-basa. a. HClO4 + NH2 ClO4 + NH3
3. Jawaban: e asam 1 basa 2 basa 1 asam 2
Asam-basa poliprotik yaitu asam-basa yang konjugasi
memiliki jumlah ion H+ atau OH lebih dari 1 konjugasi
sehingga dapat mengalami beberapa kali reaksi
b. HClO4 + NH3 ClO4 + NH4+
ionisasi. Contoh H2C2O4 dan Ba(OH)2. HCl dan asam 1 basa 2 basa 1 asam 2
HNO 3 merupakan asam monoprotik karena
memiliki jumlah ion H+ hanya satu. KOH dan NaOH konjugasi
konjugasi
termasuk basa monoprotik karena memiliki jumlah
ion OH hanya satu. c. HClO4 + H2 O ClO4 + H3O+
asam 1 basa 2 basa 1 asam 2
4. Jawaban: c
Teori Bronsted-Lowry melibatkan serah terima konjugasi
konjugasi
proton. Teori ini memiliki kelebihan karena dapat
menjelaskan sifat asam-basa pada reaksi yang d. HClO4 + OH ClO4+ + H2O
reversible, yaitu reaksi yang spesinya dalam reaksi asam 1 basa 2 basa 1 asam 2
dapat bertindak sebagai asam dan basa. Misal
konjugasi
CH 3COOH dan H 2O. Pada reaksi reversible, konjugasi
CH3COOH + H2O H3O+ + CH3COO, reaksi ke
kanan CH3COOH mendonorkan proton sehingga e. HClO4 + N2H5+ H2ClO4+ + N2H4
basa 2 asam 1 asam 2 basa 1
bertindak sebagai asam. Pada reaksi ke kiri, konjugasi
CH 3COO bertindak sebagai basa. Dengan konjugasi
demikian pada reaksi reversible juga berlangsung
transfer proton. Sementara itu, serah terima Jadi, senyawa HClO4 yang bersifat basa ditunjuk-
elektron merupakan teori dari Lewis. kan pada reaksi e.

2 Larutan Asam-Basa
8. Jawaban: d c. Tidak menjelaskan alasan bahwa senyawa
Partikel yang dapat bersifat amfiprotik adalah yang tidak memiliki OH, seperti Na2CO3
partikel yang dapat bersifat asam dan basa dalam memiliki karakteristik seperti basa.
reaksi yang berbeda. Partikel akan bersifat asam
2. a. Sifat asam atau basa suatu zat ditentukan
jika bereaksi dengan basa, sedangkan partikel akan
oleh lingkungan atau pelarutnya.
bersifat basa jika bereaksi dengan asam. Ion
b. Keasaman suatu basa akan semakin bertambah
H2PO4 dapat bertindak sebagai donor proton ketika
jika semakin mudah melepaskan proton (H+).
ditambah basa membentuk HPO 42 (basa
c. Kebasaan suatu basa akan semakin bertambah
konjugasi). Ion H2PO4 dapat bertindak sebagai
jika semakin mudah menerima proton (H+).
akseptor proton ketika ditambah asam membentuk
d. Zat dalam reaksi yang dapat bertindak sebagai
H3PO4 (asam konjugasi).
asam maupun basa disebut zat amfiprotik.
9. Jawaban: e Contoh H2O.
F H F H 3. Reaksi antara HCOOH dengan air sebagai berikut.
| | | |
HCOOH(aq) + H2O( ) H3O+(aq) + HCOO(aq)
F B + : N H F B : N H Asam Basa Asam Basa
| | | | konjugasi konjugasi
F H F H
Asam Basa

Dalam kulit valensi atom N dalam molekul NH3 Berdasarkan reaksi tersebut, HCOOH bersifat
terdapat tiga pasang ikatan (N H) dan satu pasang asam. Pasangan asam-basa konjugasi meliputi
elektron bebas (tidak berpasangan). Pada atom B HCOOH dengan HCOO serta H2O dengan H3O+.
dalam molekul BF3 terdapat tiga pasang elektron 4. Senyawa amfiprotik adalah senyawa yang dapat
yang berikatan (B F). Sepasang elektron yang berperilaku atau bersifat asam maupun basa dalam
tidak berikatan pada atom N dapat disumbangkan reaksi yang berbeda. Senyawa tersebut bersifat
kepada atom pusat B yang kemudian digunakan asam jika bereaksi dengan basa. Sebaliknya,
secara bersama-sama sehingga terjadi ikatan senyawa tersebut bersifat basa jika bereaksi
kovalen koordinasi (B N). Atom B pada BF3 dengan asam. Contoh senyawa HCO3.
bertindak sebagai asam Lewis. Asam Lewis
HCO3(aq) + HCl(aq) H2CO3(aq) + Cl(aq)
merupakan spesi yang bertindak sebagai penerima Basa
pasangan elektron. Basa Lewis merupakan spesi
HCO3(aq) + NaOH(aq) CO32(aq) + Na+ + H2O( )
yang bertindak sebagai pemberi pasangan elektron.
5. a. H2SO4(aq) + Cl(aq) HCl(aq) + HSO4(aq)
10. Jawaban: e Asam Basa Asam Basa
Teori Bronsted-Lowry memiliki kelebihan yaitu konjugasi konjugasi
dapat menjelaskan sifat asam-basa pada reaksi
yang reversibel. Teori Bronsted-Lowry juga
memiliki kelemahan yaitu tidak dapat menjelaskan
b. HClO2(aq) + H2O( ) ClO2(aq) + H3O+(aq)
reaksi asam-basa yang tidak melibatkan transfer
Asam Basa Basa Asam
proton (H+). Misal reaksi berikut. konjugasi konjugasi
Fe2+ + 6H2O Fe(H2O)62+
Reaksi tersebut dapat dijelaskan menggunakan
teori asam-basa Lewis. c. OCl(aq) + H2O( ) HOCl(aq) + OH(aq)
Basa Asam Asam Basa
konjugasi konjugasi
B. Uraian

1. Kekurangan teori asam-basa menurut Arrhenius


sebagai berikut. d. NH3(aq) + H2PO4(aq) NH4+(aq) + HPO42(aq)
a. Hanya dapat diaplikasikan pada reaksi yang Basa Asam Asam Basa
terjadi dalam air. konjugasi konjugasi
b. Tidak menjelaskan alasan beberapa senyawa
yang mengandung hidrogen dengan bilangan
oksidasi +1 (seperti HCl) dapat larut dalam e. HCl(aq) + H2PO4(aq) Cl(aq) + H3PO4(aq)
air untuk membentuk larutan asam, sedangkan Asam Basa Basa Asam
yang lain seperti CH4 tidak dapat. konjugasi konjugasi

Kimia Kelas XI 3
A. Pilihan Ganda menjadi berwarna merah muda. Larutan bersifat
netral jika diuji dengan kertas lakmus merah, warna
1. Jawaban: b
kertas lakmus tetap merah. Jika diuji dengan kertas
Buah apel mengandung asam malat yang bersifat
lakmus biru, warna kertas lakmus tetap biru. Jika
lemah. Sifat asam ini dapat diidentifikasi dengan
diuji dengan fenolftalein, larutan tidak berwarna.
mudah dengan cara organoleptik (dicicipi).
Berdasarkan data pada tabel tersebut, larutan A
Meskipun buah apel cenderung manis, tetapi rasa
dan D bersifat netral, larutan B bersifat asam, serta
sedikit masam masih dapat teridentifikasi. Sifat
larutan C dan E bersifat basa.
korosif, bereaksi dengan logam, bereaksi dengan
basa, dan mengubah warna kertas lakmus 6. Jawaban: a
memerlukan percobaan untuk membuktikannya. Air kapur bersifat basa. Indikator bromtimol biru
dalam larutan asam berwarna kuning, dalam larutan
2. Jawaban: c
basa berwarna biru, dan dalam larutan netral
Sifat-sifat larutan basa sebagai berikut.
berwarna kuning. Air kapur mengandung senyawa
1) Berasa pahit.
kalsium hidroksida (Ca(OH)2) yang bersifat basa.
2) Bersifat kaustik.
Dengan demikian, warna air kapur akan berubah
3) Jika mengenai kulit terasa licin.
menjadi biru ketika ditetesi indikator bromtimol biru.
4) Mengubah warna kertas lakmus merah
menjadi biru. 7. Jawaban: c
5) Terionisasi menjadi ion positif logam dan ion Larutan basa apabila diuji dengan bunga kana
negatif hidroksil. maka warna indikator dalam larutan akan menjadi
6) Bereaksi dengan asam. hijau muda, jika diuji dengan daun pacar air, warna
7) Bereaksi dengan garam. indikator dalam larutan akan menjadi kuning, jika
diuji dengan kubis ungu, warna indikator dalam
3. Jawaban: b
larutan akan menjadi hijau kebiruan, jika diuji
Detergen mengandung senyawa basa yang memiliki
dengan umbi bit, warna indikator dalam larutan
pH lebih dari 7. Senyawa basa memiliki rasa pahit.
menjadi merah, dan jika diuji dengan bunga sepatu,
Jika mengenai kulit, senyawa basa terasa licin. Selain
warna indikator dalam larutan menjadi kuning. Jadi,
itu, senyawa basa juga bersifat kaustik (merusak
larutan yang diuji tersebut kemungkinan berupa
kulit) sehingga kulit yang berinteraksi dengan
Ba(OH)2. HCl dan H2SO4 merupakan asam, CaSO4
senyawa tersebut mudah kering dan berkerut.
dan NaNO3 merupakan garam yang bersifat netral.
4. Jawaban: b
8. Jawaban: b
Larutan yang tidak mengubah warna kertas lakmus
Indikator bunga terompet dalam larutan netral
merupakan larutan garam yang bersifat netral.
menghasilkan warna ungu, dalam larutan asam
Larutan yang bersifat netral mempunyai pH sekitar
menghasilkan warna merah, dan dalam larutan
7. Larutan yang bersifat asam akan mempunyai
basa menghasilkan warna hijau. Jika indikator
rasa masam, mengandung ion H+, pH kurang dari
tersebut dimasukkan dalam larutan menghasilkan
7, bersifat korosif, dan dapat memerahkan kertas
warna merah dan hijau, maka larutan yang
lakmus biru. Larutan yang bersifat basa
dimaksud secara berturut-turut bersifat asam dan
mempunyai rasa pahit, terasa licin di kulit,
basa, seperti HCl dan NaOH. H2S dan H2SO4
mengandung ion OH, pH lebih dari 7, dan dapat
bersifat asam. NH4OH bersifat basa. NaCl dan
membirukan kertas lakmus merah.
BaBr2 bersifat garam netral.
5. Jawaban: c
9. Jawaban: a
Larutan bersifat asam jika diuji dengan kertas
lakmus merah, warna kertas lakmus tetap merah. Warna Kertas Warna Kertas
Jika diuji dengan kertas lakmus biru, warna kertas Nama Lakmus Merah Lakmus Biru
Larutan Setelah Setelah Sifat
lakmus berubah menjadi merah. Jika diuji dengan
Pencelupan Pencelupan
fenolftalein, larutan tidak berwarna. Larutan bersifat
basa jika diuji dengan kertas lakmus merah, warna a. Larutan vitamin C Merah Merah Asam
b. Air sabun Biru Biru Basa
kertas lakmus berubah menjadi biru. Jika diuji c. Air suling Merah Biru Netral
dengan kertas lakmus biru, warna kertas lakmus d. Air jeruk Merah Merah Asam
tetap biru. Jika diuji dengan fenolftalein, larutan e. Barium hidroksida Biru Biru Basa

4 Larutan Asam-Basa
10. Jawaban: b b. Tumbuh-tumbuhan tersebut dapat digunakan
1) Air limbah A sebagai indikator karena ekstraknya dapat
Fenolftalein, air limbah tidak berwarna memberikan warna yang berbeda dalam
sehingga pH 8,3. larutan asam atau basa.
Metil merah, air limbah berwarna jingga
Warna Larutan
sehingga 4,4 pH 6,2. Tumbuhan
Bromkresol ungu, air limbah berwarna kuning Asam Basa
sehingga pH 5,2. Kunyit Kuning Jingga
Jadi, pH air limbah A adalah 4,4 pH 5,2. Umbi bit Biru Merah
Daun pacar air Merah Kuning
2) Air limbah B Bunga kana Merah Kuning
Fenolftalein, air limbah berwarna merah Bunga nusa indah Merah Kuning
sehingga pH 10,0. Bunga sepatu Merah Kuning
Metil merah, air limbah berwarna kuning Bunga bugenvil Ungu Kuning
Bunga mawar merah Merah muda Hijau
sehingga pH 6,2.
Bromkresol ungu, air limbah berwarna ungu
sehingga pH 6,8. 4. Cara menggunakan pH-meter yaitu dengan
Jadi, pH air limbah B adalah 10,0. mencelupkan elektrode pH-meter ke dalam larutan
yang diuji sehingga diketahui harga pH larutan pada
B. Uraian layar pH-meter. Kelebihan pH-meter yaitu praktis
1. Sifat asam suatu larutan dapat diketahui dengan dalam penggunaannya dan dapat mengukur harga
cara menguji larutan tersebut dengan suatu pH secara tepat karena menggunakan sistem
indikator, misal kertas lakmus. Larutan asam saat digital.
diuji dengan kertas lakmus akan memberikan 5. pH larutan = 4,2
warna merah pada kertas lakmus. Warna masing-masing indikator dalam larutan
2. Perubahan warna yang terjadi pada peristiwa asam tersebut sebagai berikut.
tersebut sebagai berikut. Metil jingga, 3,1 pH 4,4 jingga
Metil merah, pH 4,4 merah
Indikator Bromtimol Metil Bromtimol biru, pH 6,0 kuning
Sifat
Larutan Biru Jingga Fenolftalein, pH 8,3 tidak berwarna
HNO 3 Kuning Merah Asam
Ca(OH) 2 Biru Kuning Basa

3. a. Tumbuh-tumbuhan yang sering digunakan


sebagai indikator sebagai berikut.
1) Bunga sepatu
2) Bunga bugenvil
3) bunga mawar merah
4) Kunyit
5) Umbi bit
6) Bunga nusa indah
7) Daun pacar air
8) Bunga kana

Kimia Kelas XI 5
A. Pilihan Ganda 7. Jawaban: b
pH = 13 + log 2
1. Jawaban: b
pOH = 14 pH
Larutan vitamin C dan air jeruk sama-sama bersifat
= 14 (13 + log 2)
asam sehingga mempunyai tingkat keasaman (pH)
= 1 log 2
kurang dari 7 (< 7). Sifat keasaman kedua larutan
log [OH] = log 2 101
tersebut dapat dibuktikan secara organoleptik.
[OH] = 2 101 M
2. Jawaban: e Jadi, konsentrasi ion OH adalah 2 101 M.
Asam sulfat (H2SO4) memiliki valensi dua yang
8. Jawaban: b
ditunjukkan oleh angka indeks ion hidrogen. Asam
VHCl = 300 mL = 0,3 L
fosfat (H3PO4) memiliki valensi tiga. Asam nitrat
VH SO = 200 mL = 0,2 L
(HNO3), asam sianida (HCN), dan asam iodida (HI) 2 4

memiliki valensi satu. (MHCl VHCl nHCl ) + (MH2 SO4 VH2 SO4 nH2 SO4 )
MH+ = VHCl + VH2 SO4
3. Jawaban: c
Menambahkan ion OH ke dalam air berarti (0,04 0,3 1) + (0,05 0,2 2)
menambahkan konsentrasi ion tersebut. = 0,3 + 0,2
Akibatnya, konsentrasi ion OH semakin tinggi dan 0,012 + 0,02
pH air semakin meningkat. Dengan demikian, sifat = 0,5
air menjadi basa.
0,032
4. Jawaban: d = 0,5
= 0,064 M
[H+] air = 107
Jika [H+] larutan lebih besar daripada 107, berarti 9. Jawaban: d
larutan tersebut bersifat asam. Di antara larutan [OH] = 103 mol/L
NH4OH, NaOH, air sabun, cuka, dan air detergen, [OH] = [NaOH] valensi
larutan yang bersifat asam yaitu cuka. Jadi, cuka 103 = [NaOH] 1
mempunyai harga [H+] lebih besar daripada harga [NaOH] = 103 mol/L
[H+] dalam air. Mol NaOH
Volume NaOH
= 103
5. Jawaban: d
Semakin besar nilai pH, sifat larutan semakin Massa NaOH

mendekati netral sehingga sifat keasamannya


Mr NaOH
= 103
Volume NaOH
menurun. Dengan demikian, urutan larutan asam
Massa NaOH
dari yang paling kuat ke paling lemah yaitu HE, 40
HB, HD, HC, dan HA atau nomor 5)2)4)3)1). 250 = 103
1.000

6. Jawaban: a Massa NaOH = 0,25 103 40


massa H2SO 4 = 102 g = 10 mg
Mol H2SO4 = Mr H2SO 4 Jadi, massa NaOH sebesar 10 mg.

massa H2SO 4 10. Jawaban: d


= 1) HBr 0,02 M
(2 Ar H) + (1 Ar S) + (4 Ar O)
[H+] = [HBr] valensi
1,96 gram = 0,02 1
= ((2 1) + (1 32) + (4 16)) gram/mol
= 2 102 M
1,96 gram pH = log [H+]
= = 0,02 mol
98 gram / mol = log 2 102
= 2 log 2
mol H2SO 4 0,02 mol
[H2SO4] = volume H2SO 4
= 0,2 L
= 0,1 M 2) HNO3 0,01 M
[H+] = [HNO3] valensi
H2SO4 2H+ + SO42
= 0,01 1
[H+] = 2 0,1 M = 2 101 M = 102
pH = log [H+] = log 2 101 = 1 log 2 pH = log [H+] = log 102 = 2

6 Larutan Asam-Basa
3) NaOH 0,002 M [H+] = [H2SO4] valensi
[OH] = [NaOH] valensi 5 103 = [H2SO4] 2
= 0,002 1 [H2SO4] = 2,5 103 M
= 2 103 Jadi, konsentrasi larutan H2SO4 adalah 2,5 103 M.
pOH = log [OH]
= log 2 103 Massa Ba(OH)2
4. Mol Ba(OH)2 = Mr Ba(OH)2
= 3 log 2
pH = 14 pOH = 14 (3 log 2) = 11 + log 2 Massa Ba(OH)2
= (1 Ar Ba) + (2 Ar O) + (2 Ar H)
4) KOH 0,01 M 3,42
[OH] = [KOH] valensi = (1 137) + (2 16) + (2 1)
= 0,01 1 3,42
= 102 = 137 + 32 + 2
pOH = log [OH] = log 102 = 2 3,42
pH = 14 pOH = 14 2 = 12 = 171 = 0,02 mol
5) Ca(OH)2 0,001 M
mol Ba(OH)2
[OH] = [Ca(OH)2] valensi MBa(OH) =
V Ba(OH)2
2
= 0,001 2
= 2 103 1.000
= 0,02 250
pOH = log [OH]
= log 2 103 = 0,08 M
= 3 log 2 Ba(OH)2(aq) Ba2+(aq) + 2OH(aq)
pH = 14 pOH = 14 (3 log 2) = 11 + log 2 0,08 M 0,08 M 0,16 M

Jadi, larutan yang memiliki pH = 12 adalah KOH [OH] = 0,16 M = 1,6 101 M
0,01 M. pOH = log [OH] = log 1,6 101 = 1 log 1,6
Jadi, pOH larutan adalah 1 log 1,6.
B. Uraian 5. pH (H2SO4)1 = 1
2+
1. Ca(OH)2(aq) Ca (aq) + 2OH (aq) log [H+] = log 101
0,2 M 0,2 M 0,4 M [H+] = 101
[OH] = 4 101 M 1
Kw = [H+][OH] [H2SO4]1 = 2 101 M
1014 = [H+][4 101] = 5 102 M
pH (H2SO4)2 = 2
10 14
[H+] = = 2,5 1014 log [H+] = log 102
4 10 1
[H+] = 102
Jadi, konsentrasi ion H+ = 2,5 1014 M dan
OH = 4 101 M. 1
[H2SO4]2 = 2 102 M
2. Penambahan ion H+ ke dalam air mengakibatkan = 5 103 M
kesetimbangan ionisasi air bergeser ke kiri
MH+ campuran = (M(H2 SO4 )1 V(H2 SO4 )1 valensi (H2SO 4 )1) + (M(H2SO4 )2 V(H2SO4 )2 valensi (H2SO4 )2 )

sehingga konsentrasi ion OH berkurang, V(H2 SO4 )1 + V(H2 SO4 )2

sedangkan konsentrasi ion H+ meningkat. Dengan (5 10 2 100 2) + (5 103 400 2)


=
demikian air berubah sifat menjadi asam. 100 + 400

3. H2SO4 2H+ + SO42 10 + 4


= 500
pOH = 11,7
pH = pKw pOH 14
= 14 11,7 = 500
= 2,3 = 0,028 = 2,8 102
2,3 = 3 0,7 pH = log [H+]
= 3 log 5 = log 2,8 102
= log 5 103 = 2 log 2,8
= log [H+] Jadi, pH larutan campuran adalah 2 log 2,8.
[H ] = 5 103 M
+

Kimia Kelas XI 7
A. Pilihan Ganda 6. Jawaban: b
1. Jawaban: d [OH] = b
Senyawa yang termasuk basa lemah yaitu NH4OH. = 10% 0,5
Senyawa yang termasuk asam kuat meliputi HBr, = 5 102 M
H 2SO 4, HNO 3, HI, dan HCl. Senyawa yang pOH = log [OH] = log 5 102
termasuk asam lemah yaitu CH 3COOH dan = 2 log 5
HCOOH. NaOH dan KOH termasuk basa kuat. pH = 14 pOH
Jadi, kelompok senyawa yang terdiri atas basa = 14 (2 log 5)
lemah, asam kuat, dan asam lemah secara = 12 + log 5
berturut-turut yaitu NH4OH, HBr, dan CH3COOH. Jadi, harga pOH dan pH secara berturut-turut
adalah 2 log 5 dan 12 + log 5.
2. Jawaban: e
Asam tripotik (asam berbasa tiga) adalah senyawa 7. Jawaban: e
asam yang melepaskan tiga ion H+, misal H3PO4. pH sama artinya memiliki nilai [H+] sama.
HF dan HCN merupakan contoh asam berbasa [H+] H2SO4 = [H2SO4] valensi
satu, yaitu senyawa asam yang melepaskan = 0,0015 2
1 ion H+. H2CO3 dan H2C2O4 merupakan contoh = 0,0030
asam berbasa dua, yaitu senyawa asam yang = 3 103 M
melepaskan dua ion H+. [H ] H2SO4 = [H+] CH3COOH = 3 103 M
+

3. Jawaban: d [H+] CH3COOH = Ka a


Dalam air, CH3COOH akan terionisasi sebagai
berikut. 3 103 = 1,8 105 a
CH3COOH(aq) CH3COO(aq) + H+(aq) 9 106 = 1,8 105 a
[H+] = Ka a a = 0,5 M
Jadi, konsentrasi larutan asam asetat adalah 0,5 M.
= 1,8 105 0,02 8. Jawaban: d
Semakin kecil nilai Ka, keasaman suatu asam
= 36 108 = 6 104 semakin lemah. Berdasarkan data tersebut, urutan
pH = log [H+] = log 6 104 = 4 log 6. kekuatan asam dari yang paling lemah yaitu HC,
Jadi, pH-nya 4 log 6. HA, dan HB.
4. Jawaban: e 9. Jawaban: e
Semakin besar harga Ka, kekuatan asam semakin pH C6H5COOH = 3 log 3
besar. Dari data terlihat, harga Ka terbesar dimiliki
log [H+] = log 3 103
oleh asam asetat yaitu 1,8 105 dan Ka terkecil
dimiliki oleh asam fluorida yaitu 7,2 1010. Jadi, [H+] = 3 103 M
urutan kekuatan asam dari yang lemah ke yang [H+] = Ka a
paling kuat ditunjukkan oleh nomor 3) 2) 1).
3 103 = Ka 0,15
5. Jawaban: c
9 106 = Ka 0,15
Ka
= [H+] = Ka a Ka = 6 105
a
Untuk larutan 0,06 M C6H5COOH:
Ka
101 = = 103 101 [H+] = Ka a
101

102 =
Ka
= 104 = 6 105 0,06
10 1
Ka = 103 = 102 = 36 107
Jadi, harga tetapan kesetimbangan dan konsen- = 6 103,5
trasi ion H+ secara berturut-turut adalah 103 dan pH = log [H+] = log 6 103,5 = 3,5 log 6
102. Jadi, pH larutan tersebut 3,5 log 6.

8 Larutan Asam-Basa
10. Jawaban: d Kb
NH4OH NH4+ + OH x2 = 0,2
2,5 gram 2,5
2,5 gram NH4OH = = 35 Kb = 0,2x2
Mr NH4OH
b1 V1 = b2 V2
= 0,071 mol
0,071
0,2 10 = b2 100
Konsentrasi NH4OH = 0,4
= 0,1775 M b2 = 0,02 M
[OH] = [NH4OH] Kb
= b2
= 0,1775 0,01
= 1,775 103 M 0,2x 2
pOH = 3 log 1,775 =
0,02
= 3 0,2492
= 2,7508 = 10x2
pH = 14 2,7508
= 11,25 = x 10
Jadi, pH larutan sebesar 11,25. Jadi, derajat ionisasinya menjadi x 10 .
11. Jawaban: d 13. Jawaban: c
pH = 3 pH = 4 [H+] = 104
log [H+] = log 103 pH = 2 [H+] = 102
[H+] = 103 pH 4 turun menjadi pH 2 berarti keasaman naik
[H+]1 = Ka a1 100 kali.
14. Jawaban: c
103 = Ka a1
[H+] = 6 103 M
106 = Ka a1
[H+] = Ka a
106
Ka =
a1 6 103 = 1,8 105 a
pH = a
36 106 = 1,8 105 a
log [H+] = log 104
a=2M
[H+] = 104
Mol
[H+]2 = K a a2 a = Volume

10 6 0,5
[H+]2 = a2 2 = Volume
a1
Volume = 0,25 liter
10 6 Jadi, volume air yang digunakan sebanyak 0,25 liter.
104 = a2
a1
15. Jawaban: e
a2 pH = 3 log 4
108 = 106 a1 log [H+] = log 4 103
[H+] = 4 103
a1 106 100
= = [H+] =
a2 108 1 Ka a
Konsentrasi pada pH = 3 sebesar 100 kali
konsentrasi pada pH = 4 sehingga volume pada 4 103 = 3,2 105 a
1 16 106 = 3,2 105 a
pH = 3 sebesar 100 volume pada pH 4. Jadi, a = 5 101 M
pengenceran pada perubahan pH tersebut a 1.000
Mol = Volume = 5 101 500 = 1 mol
sebanyak 100 kali.
12. Jawaban: d Massa = mol Mr = 1 60 = 60 gram
Jadi, massa senyawa asam yang terlarut sebanyak
Kb 60 gram.
=
b

Kb
x = 0,2

Kimia Kelas XI 9
B. Uraian Volume NH3 = mol 22,4 L/mol
= 0,4 mol 22,4 L/mol = 8,96 liter
1. CH3COOH Jadi, volume gas NH 3 yang dialirkan adalah
[H+] = Ka a 8,96 liter.

[H+] = K a 0,8 4. a. [H+] = K a [CH3 COOH]


H2SO4
6 103 = 1,8 105 [CH3 COOH]
[H+] = [H2SO4] valensi
= 0,002 2 [CH3COOH] = 2 M
= 0,004 M mol CH3COOH = [CH3COOH] volume
[H+] CH3COOH = [H+] H2SO4 = 2 0,5
= 1 mol
K a 0,8 = 0,004 Massa CH3COOH = mol Mr CH3COOH
Ka 0,8 = 16 106 = 1 60
Ka = 2 105 = 60 g
Jadi, harga Ka CH3COOH adalah 2 105. Jadi, massa CH3COOH yang terbentuk adalah
60 gram.
2. [OH] = Kb b Ka
b. = [CH3COOH]
3,4 104 = 3,4 106 b
11,56 108 = 3,4 106 b 1,8 10 5
=
b = 3,4 10-2 M 6 10 3
Mol = b volume = 0,0548
Jadi, derajat ionisasi CH3COOH dalam larutan
500
= 3,4 102 1.000 adalah 0,0548.
= 1,7 102 mol 5. Rambut yang dikeramas menggunakan sampo
Massa = mol Mr sering tampak kering karena sampo bersifat basa.
= 1,7 102 50 Untuk mengatasinya, sebaiknya menggunakan
= 0,85 gram kondisioner setelah keramas dengan sampo.
Jadi, massa hidrazin adalah 0,85 gram. Kondisioner mengandung asam lemah, seperti
asam sitrat sehingga dapat menetralkan kelebihan
3. [OH] = Kb b senyawa basa yang tertinggal dari pemakaian
sampo dan melembutkan rambut kembali.
5
3 103 = 1,8 10 b
9 106 = 1,8 105 b
b = 5 101 mol/L
mol = b Vair
= 5 101 mol/L 0,8 L = 0,4 mol

10 Larutan Asam-Basa
A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: a
HNO3(aq) + CH3COOH(aq) CH3COOH2+(aq) + NO3(aq)
1. Jawaban: e Asam Basa Asam Basa
Menurut Arrhenius, H2O bersifat netral karena konjugasi konjugasi

dapat menghasilkan ion H+ dan OH yang sama


banyak. Teori asam-basa Arrhenius mempunyai
kelemahan karena kurang mencakup pengertian Jadi, pasangan asam-basa konjugasi dalam reaksi
yang luas. Dalam teori ini, pelarut yang digunakan tersebut yaitu HNO3 dengan NO3 serta CH3COOH
harus berupa air. Meskipun air merupakan pelarut dengan CH3COOH2+.
universal, tetapi pelarut lain seperti alkohol, 6. Jawaban: a
benzena, amonia cair, dan karbon tetraklorida juga Reaksi yang menunjukkan bahwa HPO42 bersifat
sering digunakan. basa sebagai berikut.
2. Jawaban: e HPO42 + H2O H2PO4 + OH
Basa Asam Asam Basa
Arrhenius tidak mampu menjelaskan asam-basa konjugasi konjugasi
pada reaksi yang tidak melibatkan adanya ion H+
dan OH. Misal pada reaksi berikut.
HCl + KOH KCl + H2O Reaksi yang menunjukkan bahwa HPO42 bersifat
Sementara itu, reaksi ionisasi yang dapat asam sebagai berikut.
dijelaskan menurut Arrhenius sebagai berikut. HPO42 + H2O PO43 + H3O+
Reaksi ionisasi asam: Asam Basa Basa Asam
konjugasi konjugasi
HNO2 H+ + NO2
H3PO4 3H+ + PO43
Reaksi ionisasi basa: 7. Jawaban: c
NaOH Na+ + OH Reaksi:
Ca(OH)2 Ca2+ + 2OH HCOOH + HClO4 HCOOH2+ + ClO4
HCOOH = basa Bronsted-Lowry karena dapat
3. Jawaban: d
menerima proton
Menurut Arrhenius, dalam pelarut air asam akan
HClO4 = asam Bronsted-Lowry karena dapat
menghasilkan ion hidrogen (H+) dan basa akan
memberikan proton
menghasilkan ion hidroksida (OH). Pelarut hanya
HCOOH2+ = asam konjugasi dari HCOOH
terbatas pelarut air saja. Jika pelarut bukan air dan
ClO4 = basa konjugasi dari HClO4
zat yang terurai tidak mengandung OH maka teori
tersebut tidak berlaku. NH3 bersifat basa karena 8. Jawaban: e
jika dalam air akan terurai menjadi ion NH4+ dan Lewis mendefinisikan asam dan basa berdasarkan
OH. KCl bersifat netral karena merupakan garam serah terima pasangan elektron. Asam adalah
dari basa kuat dan asam kuat. HCOOH bersifat akseptor atau penerima pasangan elektron,
asam karena dalam air melepaskan ion H +. sedangkan basa adalah donor atau pemberi
Ba(OH) 2 dalam air bersifat basa karena pasangan elektron.
melepaskan ion OH. HBr dalam air bersifat asam
9. Jawaban: b
karena melepaskan ion H+.
Menurut Lewis, asam merupakan spesi yang dapat
4. Jawaban: d menerima (akseptor) pasangan elektron bebas,
Menurut Arrhenius, suatu larutan dikatakan seperti BF3 (boron trifluorida). Sementara itu, basa
mempunyai sifat basa jika dapat menghasilkan ion adalah spesi yang mendonorkan pasangan
hidroksida (OH) jika dilarutkan dalam air. Natrium elektron bebas, seperti NH3.
hidroksida (NaOH) akan mengalami ionisasi
10. Jawaban: c
menjadi Na+ dan OH jika dilarutkan ke dalam air.
Berdasarkan teori Lewis, NH3 merupakan basa
karena mendonorkan pasangan elektron bebasnya
kepada HCl. Sebaliknya, HCl merupakan asam
karena menerima pasangan elektron bebas dari
NH3.

Kimia Kelas XI 11
11. Jawaban: b Asam kuat mempunyai pH mendekati 0. Dengan
Asam sitrat terdapat dalam buah jeruk, asam malat demikian, larutan yang diuji tersebut diperkirakan
terdapat dalam buah apel, asam tanat terdapat memiliki pH = 3.
dalam teh, asam butirat terdapat dalam margarin,
19. Jawaban: e
dan asam tartarat terdapat dalam anggur.
Reaksi tersebut menjadi:
12. Jawaban: e HCl(aq) + NH4OH(aq) NH4Cl(aq) + H2O( )
Indikator alami adalah indikator yang berasal dari
Senyawa X merupakan amonium klorida.
ekstrak atau sari tumbuhan dan bunga yang berada
Amonium klorida bersifat garam asam sehingga
di lingkungan. Contoh indikator alami meliputi
saat ditetesi ekstrak bunga bugenvil akan berwarna
bunga sepatu, kulit manggis, kubis ungu, kunyit,
ungu.
dan bunga kana.
20. Jawaban: c
13. Jawaban: c
pH larutan = 6,8
Larutan natrium hidroksida (NaOH) merupakan
Metil jingga, pH 4,4 warna kuning
larutan yang bersifat basa dan beracun. Sifat basa
Metil merah, pH 6,2 warna kuning
larutan natrium hidroksida dapat dibuktikan dengan
Bromtimol biru, 6,0 pH 7,6 warna hijau
cara mencelupkan kertas lakmus merah atau
Fenolftalein, pH 8,3 tidak berwarna
kertas lakmus biru ke dalam larutan tersebut.
Jadi, warna indikator metil merah dan bromtimol
Apabila warna kertas lakmus yang dihasilkan
biru dalam larutan dengan pH 6,8 adalah kuning
adalah biru maka larutan tersebut bersifat basa.
dan hijau.
14. Jawaban: d
21. Jawaban: a
Suatu larutan dengan pH semakin kecil dari 7,
[H+] dalam air adalah 107 mol/L. [H+] yang lebih
menunjukkan bahwa larutan tersebut semakin
kecil daripada 107 mol/L dimiliki oleh larutan basa
meningkat derajat keasamannya. Sebaliknya, suatu
karena larutan basa memiliki [OH] lebih besar
larutan dengan pH semakin besar dari 7
daripada [H+]. Dengan demikian, larutan yang
menunjukkan bahwa larutan tersebut semakin
mempunyai [H+] lebih kecil daripada [H+] dalam
meningkat derajat kebasaannya. Warna kertas
air adalah larutan KOH (1) dan NH4OH (2). Jus
indikator universal semakin tua menunjukkan bahwa
apel dan air jeruk bersifat asam, sedangkan larutan
derajat kebasaan suatu larutan semakin besar.
garam dapur bersifat netral.
15. Jawaban: e
22. Jawaban: c
Indikator metil merah mempunyai trayek pH 4,46,2
Larutan basa mempunyai pH lebih besar daripada
dengan trayek warna merah hingga kuning. Air jeruk
7. Semakin kuat suatu larutan basa maka pH-nya
dengan pH = 6 akan menghasilkan warna di antara
semakin mendekati 14. Larutan basa kuat
merah dengan kuning, yaitu jingga karena pH = 6
terionisasi sempurna dalam air sehingga mudah
berada pada trayek 4,4 pH 6,2 yang mempunyai
menghantarkan arus listrik.
warna jingga.
23. Jawaban: a
16. Jawaban: e
pH = 12 + log 5
Syarat utama zat sebagai indikator adalah apabila
pOH = pKw pH = 14 (12 + log 5) = 2 log 5
dapat memberi warna yang berbeda pada suasana
pOH = log [OH]
asam dan basa.
2 log 5 = log [OH]
17. Jawaban: b log 5 102 = log [OH]
Metil merah: jingga 4,4 pH 6,2
[OH] = 5 102
Bromtimol biru: kuning pH 6,0
Fenolftalein: tidak berwarna pH 8,3 [OH] = valensi MCa(OH)
2
Dengan demikian, pH larutan adalah 4,4 pH 6,0. 5 102 = 2 MCa(OH)
2
MCa(OH) = 2,5 102
18. Jawaban: a 2

Kunyit merupakan indikator alami yang memiliki Mol Ca(OH)2 = VCa(OH) MCa(OH)
2 2
ekstrak berwarna jingga tua atau oranye. Dalam 500
kondisi asam, indikator kunyit akan berubah warna = 1.000
L 2,5 102 M
menjadi kuning. Dalam kondisi basa, indikator = 1,25 102 mol
kunyit akan berubah warna menjadi merah. Jika Massa Ca(OH)2 = mol Ca(OH)2 Mr Ca(OH)2
indikator kunyit berubah warna menjadi kuning = mol Ca(OH)2 ((1 Ar Ca)
muda berarti larutan yang diuji bersifat asam kuat. + (2 Ar O) + (2 Ar H)) g/mol

12 Larutan Asam-Basa
= 1,25 102 mol ((1 40) mol NaOH 0,01 mol
MNaOH = volume NaOH = = 0,01 M
+ (2 16) + (2 1)) g/mol 1L
= 1,25 102 mol 74 g/mol NaOH Na+ + OH
= 0,925 gram
[OH] = [NaOH] valensi
24. Jawaban: a = 0,01 1
Massa H2SO 4 = 0,01 M
Mol H2SO4 = Mr H2SO 4 pOH = log [OH] = log 102 = 2
Massa H2SO 4
= pH = pKw pOH = 14 2 = 12
(2 Ar H) + (1 Ar S) + (4 Ar O)
4) 0,1 mol Sr(OH)2 dalam 2 liter larutan
0,49
= mol Sr(OH)2 0,1 mol
(2 1) + (1 32) + (4 16)
MSr(OH) = volume Sr(OH)2
= 2L
= 0,05 M
0,49 2
= 2 + 32 + 64
Sr(OH)2 Sr2+ + 2OH
0,49
= = 5 103 mol [OH] = [Sr(OH)2] valensi
98
= 0,05 2
Mol H2SO 4 5 10 3 = 0,1 M
M H2SO4 = Volume H2SO 4 = = 5 103
1 pOH = log [OH]
[H+] = a valensi = 5 103 2 = 102 M = log 101
pH = log [H+] =1
= log 102 pH = pKw pOH
= 2 + log 1 = 14 1
25. Jawaban: d = 13
1) 0,1 mol KOH dalam 2 liter larutan 5) 0,74 gram Ca(OH)2 dalam 0,5 liter larutan
mol Ca(OH)2
mol KOH 0,1mol
MKOH = volume KOH = 2L
= 0,05 M massa Ca(OH)2
= Mr Ca(OH)2
KOH K+ + OH massa Ca(OH)2
= (1 Ar Ca) + (2 Ar O) + (2 Ar H)
[OH] = [KOH] valensi = 0,05 1 = 0,05 M
pOH = log [OH] = log 5 102 = 2 log 5 0,74 gram
=
((1 40) + (2 16) + (2 1)) gram/mol
pH = pKw pOH
0,74 gram
= 14 (2 log 5) = 12 + log 5 =
(40 + 32 + 2) gram/mol
2) 0,01 mol KOH dalam 1 liter larutan
0,74 gram
mol KOH 0,01 mol = = 0,01 mol
MKOH = volume KOH = 1L
= 0,01 M 74 gram/mol

mol Ca(OH)2
KOH K+ + OH MCa(OH)2 =
volume Ca(OH)2
[OH] = [KOH] valensi = 0,01 1 = 0,01 M
0,01 mol
pOH = log [OH] = log 102 = 2 = = 0,02 M
0,5 L
pH = pKw pOH
= 14 2 Ca(OH)2 Ca2+ + 2OH
= 12
[OH] = [Ca(OH)2] valensi
3) 0,4 gram NaOH dalam 1 liter larutan
= 0,02 2
massa NaOH
Mol NaOH = = 0,04 M
Mr NaOH
pOH = log [OH] = log 4 102 = 2 log 4
massa NaOH
= pH = pKw pOH
(1 Ar Na) + (1 Ar O) + (1 Ar H)
= 14 (2 log 4)
0,4 gram
= = 12 + log 4
((1 23) + (1 16) + (1 1)) gram/mol
Jadi, harga pH terbesar terdapat pada larutan
0,4 gram 0,1 mol Sr(OH)2 dalam 2 liter larutan.
= 40 gram/mol
= 0,01 mol

Kimia Kelas XI 13
26. Jawaban: a 30. Jawaban: a
mHCl = HCl VHCl pH H2SO4 0,01 M
= 1,08 g/mL 1 mL [H+] = a valensi
= 1,08 g = 0,001 2
Larutan HCl mengandung 18,25% berat HCl = 0,002 M
18,25 pH = log [H+]
= 100 1,08 g = 0,197 g = log 2 103
massa HCl
= 3 log 2
0,197 g
Mol HCl = Mr HCl = 36,5 g/mol
= 0,005 mol Air ditambahkan ke dalam H2SO4.
V1 = 50 mL
mol HCl 1.000
MHCl = = 0,005 mol 500 L = 0,01 M M1 = 0,001 M
VHCl
V2 = (150 + 50) mL = 200 mL
[H+] = valensi MHCl
M1 V1 = M2 V2
= 1 0,01
0,001 50 = M2 200
= 102
M2 = 2,5 104
pH = log [H+] = log 102 = 2
[H+] = a valensi
27. Jawaban: d = 2,5 104 2
[H+] = a valensi = 5 104
= 0,2 1 pH = log [H+]
= 0,2 M = log 5 104
[H+] [OH] = Kw = 4 log 5
0,2 [OH] = 1014 Jadi, pH larutan tersebut berubah dari 3 log 2
1 menjadi 4 log 5.
[OH] = 0,2
1014
31. Jawaban: c
= 5 1014
[H+ ][HS ]
Jadi, konsentrasi ion hidroksil (OH ) adalah K1 = [H2S]
5 1014 M.
28. Jawaban: d [H+ ][S2 ]
K2 = [HS ]
Larutan yang memiliki konsentrasi ion OH lebih
besar daripada konsentrasi ion H+ merupakan Ktotal = K1 K2
larutan basa. Kertas lakmus merah atau biru jika [H+ ][HS ] [H+ ][S2 ]
dimasukkan ke dalam larutan basa akan berwarna = [H2S] [HS ]
biru. Berdasarkan data tersebut, larutan yang
bersifat basa yaitu larutan R (3) dan S (4). [H+ ]2 [S2 ]
=
Sementara itu, larutan P dan T bersifat asam, [H2S]
sedangkan larutan Q bersifat netral.
32. Jawaban: c
29. Jawaban: a Sifat basa ditentukan oleh ion OH. Oleh karena
M1 = 5 M glikol tidak melepaskan ion OH dalam air, glikol
2 tidak bersifat basa, meskipun mempunyai 2 gugus
V1 = 20 103 L = 104 L OH.
V2 = 2 L 33. Jawaban: d
M1 V1 = M2 V2 Semakin kecil harga pH larutan, semakin kuat sifat
5 104 = M2 2 asam. Jadi, urutan tingkat keasaman dari yang
M2 = 2,5 104 paling rendah ke paling tinggi adalah hati ayam,
[H+] = M2 valensi darah, urine, susu, dan sari buah anggur atau 4),
2), 1), 3), dan 5).
= 2,5 104 1
= 2,5 104 34. Jawaban: b
pH = log [H+] Kekuatan asam dapat dilihat dari harga pH.
= log 2,5 104 Semakin kecil pH, asam semakin kuat. Harga pH
= 4 log 2,5 asam lemah dihitung dari konsentrasi ion H+ yang
Jadi, pH larutan yang terjadi adalah 4 log 2,5. dirumuskan dengan: [H+] = Ka M

14 Larutan Asam-Basa
Pada soal tersebut konsentrasi semua larutan 2,5 105 0,005 = 2,5 107 V2
dianggap sama yaitu 1 M sehingga [H+] = Ka . V2 = 0,5 liter = 500 mL
+ 8 4 Jadi, volume larutan menjadi 500 mL.
1) [H ]HOCl = 2,8 10 = 1,6 10
4
pH = log 1,6 10 = 4 log 1,6 38. Jawaban: b
Kb
2) [H+]HCN = 6,0 10 10 = 2,4 10
5
=
b
pH = log 2,4 105 = 5 log 2,4
Kb
3) [H+]CH COOH = 1,8 10 5 = 4,2 10
3 20% = 0,5
3
pH = log 4,2 103 = 3 log 4,2
Kb
0,2 = 0,5
4) [H+]C H COOH = 6,5 10 5 = 8,1 103
6 5
pH = log 8,1 103 = 3 log 8,1 2 102 =
Kb
Jadi, urutan kekuatan asam dari yang paling kuat 0,5
ke yang paling lemah yaitu C 6 H 5 COOH, Kb = 102
CH3COOH, HOCl, dan HCN.
[OH] = Kb b
35. Jawaban: d
1) KOH 0,01 M = 102 0,5
[OH] = [KOH] valensi
= 0,01 1 = 0,01 = 102 = 50 104
pOH = 2 = 7,07 102
pH = pKw pOH = 14 2 = 12 pOH = log [OH]
2) HCOOH 0,1 M (Ka = 105) = log 7,07 102
[H+] = Ka a = 105 101 = 103 = 2 log 7,07
pH = 3 39. Jawaban: a
Perbandingan pH larutan KOH : pH larutan HCOOH pH = 4
12 : 3 4 : 1 log [H+] = log 104
[H+] = 104
36. Jawaban: c [H+] = Ka a
NaOH merupakan basa kuat yang mudah larut
4
dalam air. NH4OH merupakan basa lemah yang 10 = Ka a
mudah larut dalam air. HCl merupakan asam kuat 108 = Ka a
yang dapat terionisasi sempurna dalam air. H2SO4
merupakan asam kuat yang dapat terionisasi 108
Ka = . . . (1)
a
sempurna dalam air. CH3COOH merupakan asam
lemah yang mudah larut dalam air. Ka
=
a
37. Jawaban: d
Ka
pH = 4 [H+] = 104 0,1 =
a
[H+] = Ka a K
102 = aa
4 4
10 = 4 10 a
Ka = a 102 . . . (2)
(104 )2
a= = 2,5 105 M Persamaan (1) dan (2):
4 104
pH = 5 [H+] = 105 108
= a 102
[H+] = Ka a a

a2 = 106
105 = 4 104 a
a = 103 M = 0,001 M
(105 )2 Jadi, konsentrasi asam lemah tersebut adalah
a= = 2,5 107 M
4 104 0,001 M.
M1 V1 = M2 V2

Kimia Kelas XI 15
40. Jawaban: c Warna Kertas Lakmus
H2SO4 0,0005 M Larutan
Merah Biru
[H+] = a valensi
Air suling (H2O) Merah Biru
= 0,0005 2
Jus jeruk (asam sitrat) Merah Merah
= 0,001 Obat mag cair (magnesium Biru Biru
= 103 M hidroksida)
C6H5COOH 0,025 M Air soda (asam karbonat) Merah Merah

[H+] = Ka a 4. Berdasarkan data pada tabel, perubahan warna


pada indikator saat diujikan pada larutan dengan
= K a 0,025
pH = 6,5 sebagai berikut.
a. Dengan indikator fenolftalein larutan tidak
= K a 2,5 102
berwarna.
Konsentrasi ion H+ dalam H2SO4 = konsentrasi b. Dengan indikator bromkresol hijau, larutan
ion H+ dalam C6H5COOH berwarna biru.
c. Dengan indikator metil merah, larutan
103 = K a 2,5 102 berwarna kuning.
106 = Ka 2,5 102
5. pH larutan H2SO4 mula-mula
Ka = 4 105
[H+] = a valensi
Jadi, harga tetapan ionisasi asam benzoat adalah = 0,02 2
4 105. = 0,04 M
pH = log [H+]
B. Uraian = log 4 102
= 2 log 4
1. Na2O(s) + SO3(g) Na2SO4(s)
pH larutan HNO3 mula-mula
2Na+O2(s) + SO3(g) 2Na+SO42(s)
[H+] = a valensi
O O 2
= 0,01 1
| |
= 0,01
[ O ]2 + S O O S O

pH = log [H+]
| |
= log 102
O O
=2
Pada reaksi di atas, Na 2O bertindak sebagai pH larutan campuran
donor pasangan elektron bebas (basa) dan SO3 (MHNO3 VHNO3 valensi HNO 3 ) + (MH2 SO4 VH2 SO4 valensi H2SO 4 )
bertindak sebagai akseptor pasangan elektron Mcampuran = VHNO3 + VH2 SO4

bebas (asam). (0,01 300 1) + (0,02 200 2)


= 300 + 200
2. a. H2PO3 dapat bersifat asam karena dapat
menerima proton membentuk H3PO3. 3+8
= 500 = 0,022 M
Reaksi: H2PO3 + H+ H3PO3
[H+] = 2,2 102 M
b. H2PO3 dapat bersifat basa karena dapat
pH = log 2,2 102
melepaskan proton membentuk HPO32.
= 2 log 2,2
Reaksi: H2PO3 HPO32 + H+
Jadi, pH H2SO4 mula-mula = 2 log 4, pH HNO3
Jadi, H2PO3 dapat bersifat asam juga basa mula-mula = 2, dan pH larutan campuran =
sehingga dapat dikatakan bersifat amfoter. 2 log 2,2.
3. Air garam bersifat netral, air jeruk dan air soda 6. Asam sulfat dan asam klorida sama-sama
bersifat asam, sedangkan obat mag cair bersifat merupakan asam kuat. Meskipun mempunyai
basa. Dengan demikian, hasil uji larutan-larutan konsentrasi sama, pH keduanya tetap berbeda.
tersebut dengan kertas lakmus merah dan biru Asam sulfat (H2SO4) mempunyai jumlah valensi
sebagai berikut. asam 2, sedangkan asam klorida (HCl) mem-
punyai jumlah valensi asam hanya satu. Pada
perhitungan pH asam kuat atau basa kuat, jumlah
valensi berpengaruh.

16 Larutan Asam-Basa
7. pH = 12 + log 9 9. pH = 4 log 5
pOH = 14 pH = 14 (12 + log 9) = 2 log 9 log [H+] = log 5 104
log [OH] = 2 log 9 [H+] = 5 104
log [OH] = log 9 102 [H+] = Ka a
[OH] = 9 102 M
4
[OH] = b valensi 5 104 = 2,5 10 a
9 102 = b 1 2,5 107 = 2,5 104 a
b = 9 102 M a = 103 M
mol Jadi, konsentrasi larutan HA sebesar 0,001 M.
b = volume
Ka
mol 10. =
9 102 = 0,5
a

mol = 4,5 102 mol 0,01 =


Ka
0,1
massa 2,52
Mr = = = 56
mol 4,5 102 Ka
104 =
Jadi, massa molekul relatif senyawa basa tersebut 10 1
56. Ka = 105
8. HB H+ + B Jika diencerkan 10 kali:
H2A 2H+ + A2 M1 V1 = M2 V2
Misal diambil [H+] dalam asam A = 103 maka [H+] 0,1V1 = M2 10V1
dalam asam B = 105, sehingga: 0,1
M2 = 10 = 102 M
pH asam A = log [H+] = log 103 = 3
pH asam B = log [H+] = log 105 = 5 Ka
=
Jadi, perbandingan pH asam A dan B adalah 3 : 5. a

105
=
102

= 103
= 101,5
Jadi, derajat ionisasinya menjadi 101,5.

Kimia Kelas XI 17
Titrasi Asam-Basa

Titrasi Asam dan Basa

Netralisasi dan larutan standar


Indikator asam-basa
Persamaan titrasi dan grafik titrasi

Mengembangkan sikap kreatif dengan menerapkan ilmu yang


diperoleh tentang titrasi asam basa dalam kehidupan sehari-
hari.
Menerapkan sikap mandiri dalam belajar dan berlatih soal-soal
mengenai titrasi asam-basa.
Mampu menjelaskan pengertian titrasi dan larutan standar serta
kegunaannya.
Mampu menjelaskan kegunaan indikator dalam titrasi beserta
contoh-contohnya.
Mampu menjelaskan stoikiometri larutan asam-basa dalam
titrasi asam-basa serta kegunaannya dalam menentukan
konsentrasi larutan asam/basa.
Mampu merancang serta mendeskripsikan grafik titrasi asam-
basa.
Melakukan percobaan titrasi asam-basa untuk menentukan
konsentrasi dan kadar zat dalam larutannya serta membuat
grafik titrasinya.

18 Titrasi Asam-Basa
A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: c
Titrasi dilakukan antara 20 mL asam HX sebagai
1. Jawaban: b titrat dan basa LOH 0,1 M sebagai titran.
Metil oranye yang ditambahkan ke dalam asam Volume LOH = 25 mL
nitrat berfungsi sebagai indikator dalam titrasi. Volume HX = 20 mL
Indikator metil oranye akan berubah warna jika MLOH = 0,1 M
keadaan larutan berubah, yaitu asam nitrat
(HNO 3 ) habis bereaksi dengan natrium (V M n)LOH = (V M n)HX; n = 1
hidroksida (NaOH). Kondisi ini disebut titik 25 mL 0,1 M = 20 mL MHX
ekuivalen. Dengan penambahan NaOH, larutan
M HX = 0,125 M
yang semula asam berubah menjadi bersifat
basa. Oleh karena itu, titrasi harus segera Jadi, konsentrasi larutan asam HX sebesar
dihentikan. Dengan demikian, metil oranye 0,125 M.
bertujuan untuk mengetahui titik ekuivalen. 6. Jawaban: c
Massa
2. Jawaban: e
Mr

MC =
Larutan standar merupakan larutan yang 6H5COOH V
digunakan untuk menitrasi dan konsentrasinya 30,5 g

122 g / mol
sudah diketahui. Larutan standar dapat berupa MC =
6 H5COOH 0,25 L
larutan asam atau basa. Larutan standar primer
dapat langsung digunakan karena konsentrasinya =1M
tidak berubah selama penyimanan. Larutan Mol ekuivalen C6H5COOH = mol ekuivalen
standar sekunder tidak dapat langsung digunakan NaOH
dan harus dibakukan terlebih dulu karena V1 M1 n1 = V2 M2 n2
konsentrasinya berubah selama penyimpanan.
10 1 1 = V2 0,5 1
3. Jawaban: b 10
Titrasi antara larutan asam asetat dengan NaOH V2 = 0,5
= 20 mL
mempunyai titik ekuivalen di atas pH 7. Dengan Jadi, volume NaOH yang diperlukan sebanyak
demikian, indikator yang tepat untuk menentukan 20 mL.
titik akhir titrasi adalah fenolftalein yang
mempunyai trayek pH 8,210,2. Indikator timol 7. Jawaban: a
biru, metil merah, metil oranye, dan bromfenol Massa

Mol

biru mempunyai trayek di bawah pH 7 sehingga MMg(OH) =


2 V
tidak dapat menunjukkan titik ekuivalen dengan 0,29 g

tepat. MMg(OH) = 58 g / mol
= 0,05 M
2 0,1L
4. Jawaban: b
MKOH = 0,1 M V1(Mg(OH)2) = 100 mL = 0,1 L
17 + 18 + 19 M1(Mg(OH)2)= 0,05 M
Volume rata-rata KOH = = 18 mL
3 nMg(OH) =2
2
10 + 10 + 10 NMg(OH) = M n
Volume rata-rata H2SO4 = 3
= 10 mL 2
= 0,05 M 2
(V N)KOH = (V N)H = 0,1
2SO4

(V M n)KOH = (V M n)H V2(H2SO4) = 40 mL = 0,04 L


2SO4

18 mL 0,1 M 1 = 10 mL MH 2 (V1 N1)Mg(OH) = (V2 N2)H


2SO4 2 2SO4

MH = 0,09 M 0,1 0,1 = 0,04 N2


2SO4
Jadi, konsentrasi H2SO4 sebesar 0,090 M. N 2 = 0,25
Jadi, normalitas H2SO4 adalah 0,25 N.

Kimia Kelas XI 19
8. Jawaban: c Ca(OH) 2 + H2SO4 CaSO 4 + 2H 2O
pH akhir = 12 + log 2 m : 2,7 103 0,02 M
pOH = 14 pH r : 2,7 103 2,7 103 2,7 103 2,7 103
= 14 (12 + log 2)
s : 0,02 M 2,7 103 2,7 103
= 2 log 2 3
2,7 10
log [OH] = log 2 102
[OH] = 2 102 (0,02 M) 2,7 103 = 3 104
Mol HCl = 0,08 M 0,25 L 0,02 M = 3 104 + 2,7 103
0,02 M = 3 103
= 0,02 mol
M = 0,15
[basa] = [OH]
Vlarutan baku = 100 mL = 0,1 L
= 2 102 M
Mol sisa basa = [OH] = 2 102 M Massa H2SO4 dalam larutan baku
Mol sisa basa = M Vtot Vtot = VHCl = mol Mr
= (M V) Mr
= 2 102 M 0,25 L
= (0,15 0,1) 98
= 0,005 mol
= 1,47
NH4OH + HCl NH4Cl + H2O
m : x 0,02 Jadi, massa H2SO4 yang terlarut dalam 100 mL
r : 0,02 0,02 0,02 0,02 larutan baku sebanyak 1,47gram.

s : x 0,02 0,02 0,02 B. Uraian
Mol sisa basa = x 0,02 = 0,005 1. Titik ekuivalen adalah keadaan saat asam tepat
x = 0,025 mol habis bereaksi dengan basa. Pada titik ekuivalen,
Volume NH3 = 0,025 22,4 mol ekuivalen asam tepat sama dengan mol
ekuivalen basa. Sementara itu, titik akhir titrasi
= 0,56 L
merupakan titik ketika titrasi dihentikan. Titik
9. Jawaban: b akhir titrasi dipilih dengan bantuan indikator. Titik
Titrasi antara KOH dan HNO3 merupakan titrasi akhir titrasi biasanya dipilih sedekat mungkin
antara basa kuat dengan asam kuat. Titrasi ini dengan titik ekuivalen, yaitu saat terjadi
mempunyai titik ekuivalen di sekitar pH 7. perubahan warna larutan. Titik akhir titrasi dapat
Larutan awal (KOH) bersifat basa sehingga pH berada sebelum atau sesudah titik ekuivalen
larutan tinggi. Seiring dengan penambahan tercapai.
HNO 3, pH semakin turun dengan elevasi di
2. a. (V N)NaOH = (V N)HCl
sekitar pH 7. Grafik yang tepat untuk meng-
gambarkan titrasi ini ditunjukkan oleh grafik b. (V M n)NaOH = (V M n)HCl
10. Jawaban: b 25 mL 0,1 M 1 = VHCl 0,1 1
pH = 3 log 6 V HCl = 25 mL
log [H+] = log 6 103 Jadi, volume titran HCl yang diperlukan
[H+] = 6 103 sebanyak 25 mL. Titik ekuivalen berada di
Vtotal = VCa(OH) + VH SO sekitar pH 7 karena titrasi antara asam kuat
2 2 4
dengan basa kuat.
= (30 + 20) mL
Grafik titrasinya sebagai berikut.
= 50 mL
pH
= 0,05 L
Mol Ca(OH)2 = 0,09 M 0,03 L = 2,7 103 mol
Mol H2SO4 = 0,02 L M = 0,02 M
[asam] = [H+] = 6 103 M
7
Mol sisa asam = [H+] Vtotal
= 6 103 M 0,05 L
= 3 104 mol VHCl (mL)
25

20 Titrasi Asam-Basa
b. (V M n)NH = (V M n)H Massa Ca(OH)2 = mol Mr
4OH 2SO4

20 mL 0,05 M 1 = VH 0,01 M 2 = 3,375 mmol Mr


2SO4
VH = 50 mL = 3,375 mmol 74 mg/mmol
2SO4
Jadi, volume titran H2SO4 yang diperlukan = 249,75 mg
sebanyak 50 mL. Titik ekuivalen berada di Jadi, massa Ca(OH)2 dalam larutan 249,75 mg.
kisaran pH di bawah 7 karena titrasi antara
4. Di dalam mulut terdapat bakteri yang meng-
basa lemah dengan asam kuat.
uraikan sisa makanan yang menempel di gigi.
Grafik titrasinya sebagai berikut. Bakteri-bakteri ini menghasilkan senyawa asam
pH di dalam mulut yang dapat mengakibatkan
kerusakan gigi. Sementara itu, pasta gigi
mengandung senyawa basa seperti natrium
7 bikarbonat dan kalsium karbonat. Saat kita
menggosok gigi menggunakan pasta gigi,
senyawa asam di dalam mulut akan dinetralkan
oleh senyawa basa dari pasta gigi.

50 VHCl (mL) 5. Berat tablet = 0,62 gram


Mr aspirin = 180
Vaspirin = 25 mL
3. 2H3PO4 + 3Ca(OH)2 Ca3(PO4)2 + 6H2O
3
VNaOH = 30 mL
Mol ekuivalen Ca(OH)2 = 2 mol ekuivalen H3PO4 N NaOH = 0,1 N
3 (V N)NaOH = (V N)aspirin
V1 M1 n = 2 (V2 M2 n)
30 mL 0,1 N = 25 mL Naspirin
3
50 M1 2 = 2 (30 0,05 3) Naspirin = 0,12 N
3 maspirin 1.000
100 M1 = 2 (4,5) Naspirin = V (mL) n
Mr
100 M1 = 6,75
maspirin 1.000
6,75 0,12 N = 1
M1 = 180 25
100
maspirin = 0,54 gram
M 1 = 0,0675 M
maspirin
mol Kadar aspirin dalam tablet = 100%
MCa(OH) = mol = M V mtablet
2 V
Mmol Ca(OH)2 = 0,0675 M 50 mL 0,54
= 0,62
100%
Mmol Ca(OH)2 = 3,375 mmol
= 87,09%
Jadi, kadar aspirin dalam tablet sebesar 87,09%.

A. Pilihan Ganda 2. Jawaban: b


Larutan netral dapat diperoleh dari campuran
1. Jawaban: b
antara larutan asam dengan larutan basa jika mol
Indikator ditambahkan sesedikit mungkin ke titrat
karena indikator mampu mengubah pH larutan. ekuivalen keduanya sama. CH3COOH merupa-
Indikator bersifat asam lemah sehingga kan asam lemah sehingga penetralannya
penambahannya ke dalam titrat menurunkan pH membutuhkan basa, misal NaOH, Ba(OH)2, dan
titrat ke arah asam. Hal ini memengaruhi titik KOH dengan jumlah mol ekuivalen yang sama.
ekuivalen titrasi dan perhitungan konsentrasi Mol ekuivalen CH3COOH = V M n
titrat. = 20 mL 0,01 M 1
= 0,2

Kimia Kelas XI 21
Mol ekuivalen NaOH = V M n 4) Mol ekuivalen HCOOH = 25 0,1 1 = 2,5
= 10 mL 0,02 M 1 Mol ekuivalen KOH = 25 0,05 1 = 1,25
= 0,2
5) Mol ekuivalen CH3COOH = 25 0,05 1 = 1,25
Mol ekuivalen Ba(OH)2 = V M n
Mol ekuivalen NaOH = 25 0,1 1 = 2,5
= 20 mL 0,1 M 2
=4 Jadi, campuran larutan asam dan basa yang
Mol ekuivalen KOH = V M n menghasilkan larutan netral terjadi pada campuran
= 25 mL 0,01 M 1 25 mL HNO3 0,1 M + 25 mL Ca(OH)2 0,05 M.
= 0,25 6. Jawaban: e
Larutan HNO 3 dan HCOOH berturut-turut
Titrasi antara NH3 dengan HCl merupakan titrasi
merupakan larutan asam kuat dan asam lemah.
basa lemah dengan asam kuat. Titrasi ini
Penambahan satu dari kedua larutan tersebut ke
dalam CH 3COOH tidak menetralkan larutan, mempunyai titik ekuivalen di bawah pH 7 karena
hanya mengubah pH larutan. Jadi, larutan netral terbentuk NH4Cl yang bersifat asam. Indikator
diperoleh jika 20 mL CH3COOH 0,01 M ditambah yang tepat untuk mengetahui titik ekuivalen titrasi
10 mL NaOH 0,02 M. ini adalah metil merah yang mempunyai trayek
pH 4,26,2. Bromtimol biru dan fenolftalein
3. Jawaban: a
mempunyai trayek pH di atas 7. Jika
VCH COOH = 25 mL menggunakan indikator ini, larutan akan berubah
3

51 + 49 + 50 warna sebelum titik ekuivalen tercapai. Metil


Vrata-rata KOH = 3
= 50 mL
kuning dan bromfenol biru mempunyai trayek pH
MKOH = 0,01 M di bawah pH 7 dan cenderung sangat asam.
(V M n)KOH = (V M n)CH Apabila menggunakan indikator ini, perubahan
3COOH
warna baru terjadi jauh setelah titik ekuivalen.
50 mL 0,01 M 1 = 25 mL MCH COOH 1
3
MCH COOH = 0,02 M 7. Jawaban: a
3
Jadi, konsentrasi cuka sebesar 0,02 M. Massa KOH = 2,8 gram
Massa 2,8 g
4. Jawaban: c Mol KOH = Mr
= = 0,05 mol
56 g/mol
VCH COOH = 15 mL
3
Volume KOH = 250 mL = 0,25 L
Valensi CH3COOH = 1
0,05 mol
[CH3COOH] = ? Molaritas KOH = = 0,2 M
0,25 L
VNaOH = 30 mL
[NaOH] = 0,1 M KOH + HCl KCl + H2O
Valensi NaOH = 1 (V M)KOH = (V M)HCl
(V M valensi)CH COOH = (V M valensi)NaOH 20 0,2 = 40 MHCl
3
(15 M 1) = (30 0,1 1) MHCl = 0,1
30 0,1 1
M= = 0,2 M Jadi, konsentrasi HCl yang digunakan untuk
15 1
Jadi, konsentrasi asam yang dititrasi 0,2 M. menetralkan 25 mL KOH sebesar 0,1 M.

5. Jawaban: b 8. Jawaban: a
Campuran antara larutan asam dan larutan basa VKOH = 50 mL
akan bersifat netral apabila mol ekuivalen asam pH KOH = 12 + log 5
sama dengan mol ekuivalen basa. Jumlah mol pOH = 14 (12 + log 5)
ekuivalen tiap-tiap larutan sebagai berikut. = 2 log 5
1) Mol ekuivalen HCl = 25 0,05 1 = 1,25 log [OH] = log 5 102
Mol ekuivalen Mg(OH)2 = 25 0,1 2 = 5
[OH] = 5 102 M
2) Mol ekuivalen HNO3 = 25 0,1 1 = 2,5 [OH] = M KOH = 5 102
Mol ekuivalen Ca(OH)2 = 25 0,05 2 = 2,5 Mol KOH = V M
3) Mol ekuivalen H2SO4 = 25 0,1 2 = 5 = 50 mL 5 102 M
Mol ekuivalen Ba(OH)2 = 25 0,05 2 = 2,5 = 2,5 mmol

22 Titrasi Asam-Basa
Mol ekuivalen KOH = mmol n Vtotal = VH + VKOH
2SO4
= 2,5 1
= (75 + 75) mL
= 2,5 mmol
= 150 mL
Larutan KOH 2,5 mmol dapat tepat dinetralkan
mol sisa 0,075 mmol
oleh larutan asam dengan jumlah mol ekuivalen [H2SO4]sisa = = = 5 104
Vtotal 150 mL
yang sama.
[H+] = [H2SO4] valensi
1) 25 mL H2SO4 0,05 M
Mol ekuivalen H2SO4 = 25 0,05 2 [H+] = 5 104 2 = 1 103
= 2,5 mmol pH = log [H+] = log (1 103) = 3
2) 25 mL HNO3 0,05 M Jadi, pH larutan hasil titrasi sebesar 3.
Mol ekuivalen HNO3 = 25 0,05 1 10. Jawaban: a
= 1,25 mmol Titik ekuivalen titrasi antara CH3COOH 0,1 M
3) 25 mL HCl 0,05 M (asam lemah) dengan KOH 0,1 M (basa kuat)
Mol ekuivalen HCl = 25 0,05 1 terjadi pada kisaran pH = 810. Indikator yang
= 1,25 mmol tepat untuk menunjukkan titik ekuivalen ini adalah
4) 50 mL HCN 0,1 M fenolftalein karena mempunyai kisaran pH sama
Mol ekuivalen HCN = 50 0,1 1 dengan titik ekuivalen.
= 5 mmol 11. Jawaban: c
5) 50 mL H2S 0,1 M VBa(OH) = 25 mL
2
Mol ekuivalen H2S = 50 0,1 2 MBa(OH) = 0,01 M
2
= 10 mmol
Mol Ba(OH)2 = V M
Jadi, larutan yang dapat tepat menetralkan 50
mL KOH dengan pH 12 + log 5 adalah 25 mL = 25 mL 0,01 M
larutan H2SO4 0,05 M. = 0,25 mmol
VHCl = 50 mL
9. Jawaban: c MHCl = 0,01 M
VH SO = 75 mL
2 4 Mol HCl = V M = 50 mL 0,01 M = 0,5 mmol
pH H2SO4 = 3 log 6 Ba(OH)2 + 2HCl BaCl2 + 2H2O
log [H+] = log 6 103 m : 0,25 0,5
r : 0,25 0,5 0,25 0,5
[H+] = 6 103
[H+ ] 6 103 s : 0,25 0,5
[H2SO4] = = = 3 103
2 2 Larutan tepat bereaksi membentuk larutan netral.
Mol H2SO4 = V M Jadi, larutan mempunyai pH 7.
= 75 mL 3 103 M
12. Jawaban: a
= 0,225 mmol
MKOH = 9 gram
VKOH = 75 mL
Mr KOH = 36 g/mol
pH KOH = 11 + log 4
9 gram
pOH = 14 (11 + log 4) Mol KOH = = 0,25 mol
36 g/mol
pOH = 3 log 4
mol 0,25 mol
log [OH] = log 4 103 MKOH = volume
= = 0,5 M
0,5 L
[OH] = 4 103 (V M n)KOH = (V M n)HNO
[KOH] = [OH] = 4 103 3
20 mL 0,5 M 1 = 100 mL MHNO 1
Mol KOH = V M 3
MHNO = 0,1 M
= 75 mL 4 103 M 3
Jadi, konsentrasi larutan HNO3 sebesar 0,1 M.
= 0,3 mmol
13. Jawaban: c
H2SO4 + 2KOH K2SO4 + 2H2O
Ba(OH) 2 (aq) + H 2 SO 4 (aq) BaSO 4 (s) +
Mula-mula : 0,225 0,3
Reaksi : 0,15 0,3 0,15 0,3
2H2O(A)
Massa BaSO4 = 1,165 gram
Setimbang : 0,075 0,15 0,3
Mr BaSO4 = 233 g/mol

Kimia Kelas XI 23
1,165 g 15. Jawaban: d
Mol BaSO4 = 233 g/mol Mol Ba(OH)2 = V M
= 0,005 mol = 30 mL M
= (30 M) mmol
Perbandingan mol Ba(OH)2 : H2SO4 : BaSO4 Mol H2SO4 = V M
=1:1:1 = 20 mL 0,015 M
Mol Ba(OH)2 = mol H2SO4 = 0,3 mmol
= mol BaSO4 Ba(OH)2 + H2SO4 BaSO4 + 2H2O
= 0,005 mol m : 30 M 0,3
r : 0,3 0,3 0,3 0,6
Mol Ba(OH)2 : mol H2SO4 = 1 : 1
s : 30 M 0,3 0,3 0,6
(V1 M1 n1) : (V2 M2 n2) = 1 : 1
(V1 0,05 2) : (V2 0,1 2) = 1 : 1 Mol HCl = V M
= 30 mL 0,04 M
0,1V1 : 0,2V2 = 1 : 1
= 1,2 mmol
V1 : 2V2 = 1 : 1
Ba(OH)2 + 2HCl BaCl2 + 2H2O
V1 = 2V2
m : 30 M 0,3 1,2
VBa(OH) = 2VH SO r : 0,6 1,2 0,6 1,2
2 2 4

VBa(OH) : VH = 2VH : VH SO s : (30 M 0,3) 0,6 0,6 1,2
2 2SO4 2SO4 2 4

=2:1 Sisa mol Ba(OH)2 = (30 M 0,3) 0,6 = 0


Jadi, perbandingan antara volume Ba(OH) 2 = 30 M 0,9 = 0
dengan H2SO4 adalah 2 : 1. Konsentrasi Ba(OH)2:
30 M 0,9= 0
14. Jawaban: e 30 M = 0,9
V HCl =10 mL M = 0,03
pH HCl = 2 log 5 Jadi, konsentrasi Ba(OH)2 sebesar 0,03 M.
log [H+] = log 5 102 16. Jawaban: a
[H+] = 5 102 VNaOH = 50 mL
[H+] = M valensi M NaOH = 0,01 M
5 102 = M 1 Mol NaOH = V M = 50 0,01 = 0,5 mmol
M = 5 102 VH SO = 50 mL
2 4
pH KOH = 12 MH SO = 0,01 M
2 4
pOH = 14 12 Mol H2SO4 = V M = 50 0,01 = 0,5 mmol
pOH = 2
2NaOH + H2SO4 Na2SO4 + 2H2O
log [OH] = log 102 m: 0,5 0,5
[OH] = 102 r : 0,5 0,25 0,25 0,5

[OH] = M valensi s : 0,25
102 = M 1 Vtotal = VNaOH + VH
2SO4
M = 102 = (50 + 50) mL
HCl + KOH KCl + H2O = 100 mL
(V1 M1 n1)HCl = (V2 M2 n2)KOH mol sisa H2SO4
MH =
2SO4 Vtotal
10 (5 102) 1 = V2 (1 102) 1
0,5 0,25 mmol
V2 = =
10 2 100 mL

V2 = 50 = 2,5 103 M
Jadi, volume KOH yang diperlukan sebanyak [H+] = MH valensi
2SO4
50 mL. = 2,5 103 2
= 5 103 M

24 Titrasi Asam-Basa
pH = log [H+] Oleh karena H2C2O42H2O dapat menetralkan
= log 5 103 M NaOH, mol ekuivalen H 2 C 2 O 4 2H 2 O = mol
= 3 log 5 ekuivalen NaOH.
Jadi, pH larutan hasil campuran adalah Valensi H2C2O42H2O = 2
3 log 5. Valensi NaOH = 1
Mol ekuivalen H2C2O42H2O = mol ekuivalen NaOH
17. Jawaban: b
(V1 M1 n1)H C O 2H O = (V2 M2 n2)NaOH
(V1 N1)NaOH = (V2 N2)H 2 2 4 2
2SO4
10 0,05 2 = 5 M2 1
V1 M1 n1 = V2 M2 n2
1 = 5 M2
mmol1 n1 = V2 M2 n2
M 2 = 0,2
mmol1 1 = 20 0,1 2
Konsentrasi NaOH sebesar 0,2 M.
mmol1 = 4 mmol Reaksi dengan NaOH tepat mengubah H3PO4
Mol NaOH = 4 103 mol menjadi HPO42, berarti valensi H3PO4 = 2.
Massa NaOH = mol NaOH Mr NaOH H3PO4 HPO42 + 2H+
= 4 103 mol (23 + 16 + 1) g/mol
Titik ekuivalen antara NaOH dengan H3PO4 saat
= 4 103 mol 40 g/mol
berubah menjadi ion HPO42:
= 0,16 gram
V1 M1 n = V2 M2 n
Kadar NaOH dalam cuplikan 15 0,2 1 = 20 M2 2
massa NaOH 3 = 40 M2
= 100%
massa cuplikan
M 2 = 0,075 0,07
0,16
= 0,5
100% Jadi, konsentrasi larutan H3PO4 sebesar 0,07 M.
= 32% 20. Jawaban: c
Jadi, kadar NaOH dalam cuplikan sebanyak 32%. Konsentrasi larutan HCOOH
mol
18. Jawaban: d = volume
H2SO4 pH = 2 [H+] = 102 M m
Mr
=
[H+ ] 102 volume
[H2SO4] = = = 5 103 M
valensi 2 2,3 gram
46 g/mol
Mr C3H5(OH)3 = 92 = 0,25 L
= 0,2 M
(mol valensi)C = (mol valensi)H MNaOH = 0,2 M
3H5(OH)3 2SO4
Massa C3H5 (OH)3 Misal volume larutan HCOOH yang diperlukan
Mr C3H5 (OH)3
1=MV2 sebanyak x mL, volume NaOH = (100 x) mL.
Massa C3H5 (OH)3 Larutan yang terbentuk netral sehingga mol
= (5 103) 4 2 HCOOH = mol NaOH.
92
Jadi, massa C3H5(OH)3 3,68 gram. (V M n)HCOOH = (V M n)NaOH
19. Jawaban: b x mL 0,2 M 1 = (100 x) mL 0,2 M 1
Mol H2C2O42H2O=
Massa H2C2O 4 2H2O 0,2x = 20 0,2x
Mr H2C2O 4 2H2O 0,4x = 20
0,63 g
= 20
126 g/mol x=
0,4
= 0,005 mol
x = 50
mol
M H2C2O42H2O = V Volume HCOOH = x mL = 50 mL
Volume NaOH = (100 x) mL
0,005 mol
= 0,1L
= 100 50
= 50 mL
= 0,05 M Jadi, volume HCOOH dan NaOH yang diperlukan
berturut-turut 50 mL dan 50 mL.

Kimia Kelas XI 25
21. Jawaban: b 24. Jawaban: c
Standardisasi NaOH: Reaksi penetralan yang terjadi sebagai berikut.
(V M n)NaOH = (V M n)H H2SO4 + Ca(OH)2 CaSO4 + 2H2O
2C2O4
50 mL MNaOH 1 = 20 mL 0,1 N Mol ekuivalen H2SO4= mol ekuivalen Ca(OH)2
M NaOH = 0,04 M (V M n)H SO = (V M n)Ca(OH)
2 4 2

Titrasi asam HX: 50 0,02 2 = 100 M 2


2 = 200 M
(V M n)HX = (V M n)NaOH
MCa(OH) = 0,01
25 mL MHX 1 = 12,5 mL 0,04 M 1 2
Pengenceran:
M HX = 0,02 M V1 M1 = V2 M2
Jadi, konsentrasi asam HX dalam sampel 20 M1 = 100 0,01
sebesar 0,02 M.
M 1 = 0,05 M
22. Jawaban: c Mol larutan awal = M V
Massa RCOOH = 0,11 g = 110 mg = 0,05 M 100 mL
VNaOH = 25 mL = 5 mmol
MNaOH = 0,05 M Massa Ca(OH)2 dalam 100 mL larutan awal:
RCOOH + NaOH R COONa + H2O 5 mmol Mr = 5 mmol 74 mg/mmol
Mol RCOOH = mol NaOH = 370 mg
Mol RCOOH = 25 0,05 = 0,37 gram
Mol RCOOH = 1,25 mmol Jadi, massa Ca(OH) 2 terlarut sebanyak
Massa
Mol RCOOH = 0,37 gram.
Mr
110 mg 25. Jawaban: e
1,25 mmol = Mr Dari grafik terlihat titrasi dilakukan antara basa
Mr = 88 g/mol lemah (titrat) dengan asam kuat (titran). Hal ini
Mr RCOOH = 88 g/mol ditunjukkan oleh grafik yang dimulai pada pH
Mr R + (Ar C + (2 Ar O) + Ar H) tinggi yang merupakan pH basa. Awal grafik
R + (12 + (2 16) + 1)= 88 terlihat landai, lalu pH turun drastis karena
R = 43 penambahan asam kuat. Bentuk grafik seperti
R merupakan alkil yang mempunyai rumus umum ini merupakan ciri khas grafik titrasi basa lemah
CnH2n + 1. Jika Ar C = 12 dan Ar H = 1, untuk Mr oleh asam kuat. Titik ekuivalen titrasi ini terjadi
pada pH di bawah 7. Pada titik ekuivalen, mol
sejumlah 43 maka R = C3H7.
basa sama dengan mol asam. Indikator yang
Jadi, asam organik yang dimaksud adalah sesuai untuk titrasi ini adalah metil merah dengan
C3H7COOH. trayek 6,24,2. Bromfenol mempunyai trayek pH
23. Jawaban: a 3,04,6. Indikator bromfenol mengubah warna
MHCl = 0,01 M larutan jauh setelah titik ekuivalen tercapai
sehingga titik akhir titrasi tidak akurat.
pH NH4OH = 12 + log 5
pOH = 14 pH 26. Jawaban: c
pOH = 14 (12 + log 5) V KOH = 100 mL
pOH = 2 log 5 pH KOH = 11
log [OH] = 2 log 5 pOH = 14 11 = 3
[OH] = 5 102 = 0,05 M log [OH] = log 103
Mol HCl = mol NH4OH [OH] = 103
[OH ] 103
(V M n)HCl = (V M n)NH [KOH] = = = 103 M
4OH valensi 1
25 mL 0,01 M 1 = VNH 0,05 M 1 Larutan akhir mempunyai pH = 7, berarti
4OH

VNH = 5 mL terbentuk larutan netral. Reaksi yang terjadi


4OH
sebagai berikut.
Jadi, volume NH4OH yang diperlukan sebanyak
5 mL. CO2(g) + 2KOH(aq) K2CO3(aq) + H2O(A)

26 Titrasi Asam-Basa
1 29. Jawaban: a
mol CO2 yang bereaksi = 2 mol KOH yang bereaksi Massa sampel = 2 gram
1 Volume larutan CaCO3 awal = 400 mL = 0,4 L
= 2 100 mL 103 M
Volume larutan CaCO3 titrasi = 20 mL
= 0,05 mmol M HCl = 0,1 M
Volume CO2 (25C, 1 atm) = mol 22,4 L V HCl = 8 mL
= 0,05 mol 22,4 L Reaksi saat pelarutan dan titrasi sebagai berikut.
= 1,12 L CaCO3 + H2O Ca(OH)2 + CO2
Jadi, volume gas CO2 yang dialirkan sebanyak Ca(OH)2 + 2HCl CaCl2 + 2H2O
1,12 L. Saat titrasi:
27. Jawaban: d mol ekuivalen Ca(OH)2 = mol ekuivalen HCl
Mol KOH = 24,5 mL 0,02 M (V M n)Ca(OH) = (V M n)HCl
2
= 0,49 mmol
20 mL M 2 = 8 mL 0,1 M 1
Mol C2H5COOH = 20 mL M
= 20 M mmol MCa(OH) = 0,02 M
2

C2H5COOH + KOH C2H5COOK + H2O Konsentrasi larutan Ca(OH)2 = 0,02 M


m : 20 M 0,49 Mol Ca(OH)2 = volume MCa(OH)
2
r : 0,49 0,49 0,49 0,49 = 0,4 L 0,02 M

s : 0,49 0,49 = 8 103 mol
Konsentrasi C2H5COOH = 20 M = 0,49 Mol CaCO3 = mol Ca(OH)2 = 8 103 mol
0,49 mmol Massa CaCO3= mol Mr
M=
20 ml = 8 103 mol 100 g/mol
= 0,0245 M = 0,8 gram
Jumlah mol C2H5COOH dalam 250 mL larutan:
Kadar CaCO3 dalam sampel
0,0245 M 250 mL = 6,125 mmol
massa CaCO3
Massa C2H5COOH dalam cuplikan: = 100%
massa sampel
n Mr = 6,125 mmol 74 g/mol 0,8 gram
= 453,25 mg = 100%
2 gram
= 0,453 gram = 40%
100 Jadi, kadar CaCO3 dalam sampel sebesar 40%.
Massa cuplikan = 84
0,453 = 0,54 gram
Jadi, massa sampel yang dilarutkan sebanyak 30. Jawaban: b
0,54 gram. massa 14,3 g
Mol kristal natrium karbonat = Mr
=
y g/mol
28. Jawaban: b Na2CO3xH2O(s) + H2O(A) Na2CO3(aq)
Reaksi CaO dengan HCl:
Jumlah mol larutan HCl yang ditambahkan
CaO + 2HCl CaCl2 + H2O
= V M = 0,5 L 0,2 M = 0,1 mol
1
Mol CaO = 2 mol ekuivalen HCl Reaksi penetralan antara Na2CO3 dengan HCl.
1 Na2CO3(aq) + 2HCl(aq) 2NaCl(aq) + H2CO3(aq)
= 2 (100 mL 0,25 M 1)
14,3
m : 0,1
= 12,5 mmol y
r : 0,05 0,1 0,1 0,05
= 1,25 102 mol
Massa CaO= mol Mr s : 0,1 0,05
= 1,25 102 mol 56 gram/mol
= 0,7 gram
Jadi, massa CaO sebanyak 0,7 gram.

Kimia Kelas XI 27
14,3 4. a. pH
Jumlah mol Na2CO3 yang bereaksi = y
0,05 12
11
=0 10
9
14,3 8
= 0,05
y 7
14,3 6
y = = 286 5
0,05
Mr Na2CO3xH2O = 286 4
3
(2 Ar Na) + (1 Ar C) + (3 Ar O) 2
1
+ (2x Ar H) + (x Ar O) = 286
(2 23) + (1 12) + (3 16) + (2x 1) 10 20 30 40

+ (x 16) = 286 b. Grafik titrasi menunjukkan bahwa titrasi


106 + (2x) + (16x) = 286 terjadi antara asam kuat dan basa kuat.
18x = 180 Jadi, HX merupakan asam kuat. Titik
x = 10 ekuivalen terjadi pada pH = 7 dengan
Jadi, jumlah molekul air pada molekul kristal volume KOH sebesar 30 mL.
natrium karbonat ada 10. c. V1 M1 n1 = V2 M2 n2
B. Uraian 20 M1 1 = 30 0,05 1
M 1 = 0,075
1. Titrasi asam-basa merupakan reaksi penetralan.
Kemolaran larutan HX adalah 0,075 M.
Oleh karena itu, asam yang belum diketahui
konsentrasinya dititrasi dengan larutan basa yang 5. VCH COOH = 30 mL
3
telah diketahui konsentrasinya. Titrasi dilakukan MCH COOH = 0,05 M
3
dengan bantuan indikator yang menunjukkan titik
Mol CH3COOH = V M
ekuivalen titrasi. Saat titik ekuivalen terjadi, mol
= 30 mL 0,05 M
ekuivalen asam sama dengan mol ekuivalen
basa. Dengan mengetahui jumlah basa yang = 1,5 mmol
diperlukan hingga titik ekuivalen, konsentrasi M NaOH = 0,06 M
asam dapat ditentukan. VNaOH berlebih = 30 mL
2. a. NH4OH(aq) + HCl(aq) NH4Cl(aq) + H2O(A) Saat titik ekuivalen tercapai,
b. VNH OH = 25 mL Mol ekuivalen CH3COOH = mol ekuivalen NaOH
4
(M V n)CH COOH = (M V n)NaOH
VHCl = 15 mL 3

MHCl = 0,03 M 30 0,05 1 = 0,06 VNaOH 1


Mol ekuivalen NH4OH = mol ekuivalen HCl VNaOH = 25
(V M n)NH OH = (V M n)HCl Jadi, volume NaOH yang diperlukan saat
4
25 mL M 1 = 15 mL 0,03 M 1 mencapai titik ekuivalen adalah 25 mL.
MNH OH = 0,018 M pH campuran dihitung dari [OH] sisa basa.
4
Konsentrasi NH4OH sebesar 0,018 M. mol NaOH pada volume berlebih = 30 mL 0,06 M
= 1,8 mmol
3. Padatan NaOH merupakan zat yang bersifat
CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O
higroskopis (menyerap air). Selama penyimpanan
m: 1,5 1,8
maupun penimbangannya, padatan menyerap air r : 1,5 1,5 1,5 1,5
dari lingkungan sekitarnya sehingga massanya
berubah. Selain itu, NaOH bereaksi dengan CO2 s : 0,3 1,5 1,5
dari udara. Akibatnya, konsentrasi larutan tidak mol sisa NaOH dalam campuran = 0,3 mmol
dapat ditentukan dengan perhitungan. Sebelum Konsentrasi NaOH dalam campuran = [OH]
digunakan sebagai larutan baku, konsentrasi 0,3 mmol
larutan NaOH ditentukan melalui pembakuan [OH] = 60 mL
dengan larutan standar primer, misal H2C2O4
yang diketahui konsentrasinya. [OH] = 0,005 M

28 Titrasi Asam-Basa
pOH = log [OH]= log (0,005) Jumlah mol basa yang tersisa = 0,2V 15
pOH = log 5 103 Volume total larutan = (750 + V) mL
pOH = 3 log 5 pH = 11 + log 3,125
pH = 14 pOH = 14 (3 log 5) = 11 + log 5 pOH = 3 log 3,125
Jadi, pH akhir campuran adalah 11 + log 5. [OH] = 3,125 103
mol
6. VNH OH awal = 5 mL [OH] = volume
4
VNH OH = 20 mL 0, 2V 15
4 3,125 103 =
V HCl = 15 mL 750 + V
2,34375 + 3,125 103V = 0,2V 15
M HCl = 0,1 M
17,34375 = 0,196875V
Reaksi netralisasi yang terjadi sebagai berikut. V = 88 mL
HCl(aq) + NH4OH(aq) NH4Cl(aq) + H2O(A) Jadi, KOH yang ditambahkan sebanyak 88 mL.
(V1 M1)NH = (V2 M2)HCl 8. Mol ekuivalen basa = mol ekuivvalen asam
4OH

20 M1 = 15 0,1 12,5 mL 0,5 M 1= 25 mL MHX 1


M 1 = 0,075 M HX = 0,25 M
Konsentrasi NH4OH dalam 20 mL larutan sebesar Konsentrasi HX dalam 25 mL dan dalam 200 mL
0,075 M. = 0,25 M.
mol
Konsentrasi NH 4OH dalam botol ditentukan M = volume
dengan rumus pengenceran.
mol
V1 M1 = V2 M2 0,25 M =
0,2 L
5 M1 = 100 0,075 mol = 0,05
M 1 = 1,5 m
mol =
Mr
Konsentrasi NH4OH awal 1,5 M:
3 gram
NH3(g) + H2O(A) NH4OH(aq) 0,05 = Mr = 60
Mr
Mol NH3 = mol NH4OH Jadi, massa molekul relatif asam tersebut adalah 60.
mol 9. CuSO4xH2O(s) + H2O(A) CuSO4(aq)
MNH = Volume
3
mol Sebelum dilarutkan, mol mula-mula CuSO4xH2O
1,5 = 1L
mol = 1,5 mol Massa CuSO 4 xH2O 12,5
= y
mol
Volume gas = mol 22,4 Mr CuSO 4 xH2O

= 1,5 mol 22,4 Jumlah mol dalam 100 mL larutan CuSO4


= 33,6 liter 100 mL 12,5 2,5
Mol = 500 mL
y
mol = y
mol
Jadi, volume gas NH3 yang dialirkan dalam air
sebesar 33,6 L. Mol NaOH = 300 mL 0,1 M
= 30 mmol
7. MKOH = 0,2 M = 0,03 mol
VH SO = 750 mL
2 4 CuSO4(aq) + 2NaOH(aq) Cu(OH)2(s) + Na2SO4(aq)
pH H2SO4 = 2 2,5
m: 0,03
[H+] = 102 y
2,5 2,5 2,5 2,5
MH SO = 102 r : 2
2 4 y y y y
Misal volume KOH = V
Mol H2SO4 = M volume 5 2,5 2,5
s : (0, 03 )
= 102 750 y y y
= 7,5 mmol Penetralan antara NaOH dengan HCl
2KOH + H2SO4 K2SO4 + 2H2O Mol ekuivalen NaOH = mol ekuivalen HCl
0,2V 7,5 Mol n1 = V2 M2 n2
15 7,5 7,5 15 5
(0, 03 y
) 1 = 0,1 0,1 1
(0,2V 15) 7,5 15 5
0,03 y
= 0,01

Kimia Kelas XI 29
5 NaOH + HCl NaCl + H2O
y
= 0,02 (mol untuk 100 mL larutan)
y = 250 100 (74,5 x)
500
23
mol
Mr CuSO4xH2O = 250 74,5 x
74,5 x
(1 Ar Cu) + (1 Ar S) + (4 Ar O) = mol 5 23
mol
5 23
+ (2x Ar H) + (x Ar O) = 250 Ca(OH)2 + 2HCl CaCl2 + 2H2O
(1 63,5) + (1 32) + (4 16) (mol untuk 100 mL larutan)
+ (2x) + (x 16) = 250 100 x
40 mol
159,5 + (18x) = 250 500
18x = 90,5 x 2x
= 5 40
mol 5 40
mol
x = 5,02 5
Jumlah molekul air yang terdapat dalam setiap Mol HCl = 140 mL 5 M = 700 mmol = 0,7 mol
molekul kristal adalah 5. Jadi, rumus molekul 74,5 x 2x
5 23
+ 5 40
= 0,7 mol
kristal tersebut CuSO45H2O.
74,5 x 2x
10. Massa Na + massa Ca = 74,5 gram 115
+ 200 = 0,7 mol
Misal massa Ca = x gram x = 40 gram
Massa Na = (74,5 x) gram a) massa Ca = 40 gram
x
Mol Ca = massa Na = 34,5 gram
40
(74,5 x) 1
Mol Na = b) Na + H2O NaOH + 2 H2
23
Logam IA dan IIA jika dilarutkan dalam air akan 1,5 mol 1,5 mol 0,75 mol
menjadi basa dan gas H2. Ca + 2H2O Ca(OH)2 + H2
1 1 mol 1 mol 1 mol
Na(s) + H2O(A) NaOH(aq) + 2 H2(g)
(74,5 x) (74,5 x) Mol H2 total = 0,75 mol + 1 mol
23
mol 23
mol
= 1,75 mol
Ca(s) + 2H2O(A) Ca(OH)2(aq) + H2(g) VH (STP) = 1,75 22,4
2
x x = 39,2 liter
40
mol 40
mol
Jadi, volume gas H 2 yang dihasilkan
sebanyak 39,2 L.

30 Titrasi Asam-Basa
Larutan Penyangga dan Peranannya dalam Tubuh

Sifat-Sifat dan Fungsi Larutan Penyangga

Macam-macam larutan penyangga


Cara membuat larutan penyangga
Sifat-sifat larutan penyangga
Pengaruh penambahan asam atau basa serta pengenceran terhadap pH larutan penyangga
Fungsi larutan penyangga

Mampu bersikap kreatif dalam menerapkan ilmu pengetahuan termasuk kegunaan larutan penyangga dalam kehidupan
sehari-hari.
Mampu bekerja keras dalam setiap menyelesaikan permasalahan dan mengerjakan soal-soal larutan penyangga.
Mampu menjelaskan macam-macam larutan penyangga.
Mampu menghitung pH larutan penyangga.
Mampu menjelaskan sifat-sifat larutan penyangga.
Mampu menjelaskan pengaruh penambahan asam atau basa serta pengenceran terhadap pH larutan penyangga.
Mampu menyebutkan fungsi larutan penyangga dalam tubuh dan dalam kehidupan sehari-hari.

Kimia Kelas XI 31
A. Pilihan Ganda Mol NaOH = VNaOH MNaOH
1. Jawaban: b = 50 mL 0,1 M
Larutan penyangga tersusun dari asam lemah = 5 mmol
dengan basa konjugasinya (garam dari asam Mol CH3COOH = VCH COOH MCH COOH
3 3
lemahnya) atau dari basa lemah dengan asam = 50 mL 0,2 M
konjugasinya (garam dari basa lemahnya). Dari = 10 mmol
soal yang memenuhi adalah HF dan NaF serta NH3 NaOH + CH3COOH CH3COONa + H2O
dan NH4Cl. Sementara itu, HCOOH dan HCOONH4 Mula-mula : 5 mmol 10 mmol
juga merupakan pasangan asam lemah dengan Reaksi : 5 mmol 5 mmol 5 mmol 5 mmol

garamnya. Akan tetapi, garam HCOONH4 berasal Setimbang : 5 mmol 5 mmol 5 mmol
dari asam lemah dan basa lemah sehingga tidak
mampu membentuk penyangga dengan HCOOH. Terbentuk penyangga asam karena tersisa asam
lemah dan garamnya.
2. Jawaban: c
Mol CH3COOH = 50 mL 0,2 M = 10 mmol 5. Jawaban: b
Mol KOH = 25 mL 0,2 M = 5 mmol Larutan penyangga adalah larutan yang dapat
CH3COOH + KOH CH3COOK + H2O
mempertahankan pHnya dari penambahan sedikit
Mula-mula : 10 mmol 5 mmol asam, basa, atau pengenceran. Penyangga asam
Reaksi : 5 mmol 5 mmol 5 mmol memiliki pH < 7, yaitu larutan A dan D. Kedua
larutan ini mempunyai selisih pH yang kecil
Setimbang : 5 mmol 5 mmol
(dianggap konstan). Larutan B adalah buffer basa
Terbentuk penyangga asam karena tersisa asam
karena mempunyai pH > 7. Larutan C bukan
lemah dan garamnya.
merupakan penyangga karena pH larutan berubah
mol sisa asam
[H+] = Ka secara signifikan.
mol garam
5 mmol 6. Jawaban: e
= 5
10 = 105
5 mmol 250
pH = log [H+] Mol NH4Cl = L 0,05 M
1.000
= log 105 = 0,0125 mol
=5 pH = 8,5
3. Jawaban: e pOH = 14 8,5 = 5,5
Mol NH3 = 125 mL 0,1 M = 12,5 mmol log [OH] = 5,5
Mol NH4Cl = 100 mL 0,05 M = 5 mmol [OH] = 105,5
Terbentuk penyangga basa karena merupakan [NH3 ]
campuran dari basa lemah dan garamnya. [OH] = Kb [NH4Cl]
mol basa
[OH] = Kb mol NH3 / volume total
mol garam 105,5 = 105 0,0125/ volume total
12,5 mmol
= 2 105
5 mmol mol NH3
= 5 105 100,5 = 0,0125
pOH = log [OH] Mol NH3 = 0,316 0,0125
= log 5 105 = 0,00395 mol
= 5 log 5
Volume NH3 = mol NH3 22,4 L/mol
pH = 14 pOH = 0,00395 mol 22,4 L/mol
= 14 (5 log 5) = 0,0885 L
= 9 + log 5 = 88,5 mL
4. Jawaban: d 7. Jawaban: a
Larutan penyangga adalah larutan yang terdiri atas Volume CH3COOH = Va
garam dan asam lemah atau basa lemahnya. Volume NaOH = Vb
Campuran yang menghasilkan larutan penyangga pH = 6 buffer asam (PH < 7)
berupa 50 mL NaOH 0,1 M dan 50 mL CH3COOH
[H+] = 106
0,2 M

32 Larutan Penyangga dan Peranannya dalam Tubuh


CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O pH = 14 pOH
Mula-mula : 0,1 Va 0,1 Vb = 14 5
Reaksi : 0,1 Vb 0,1 Vb 0,1 Vb =9

Setimbang : 0,1 Va 0,1 Vb 0,1 Vb


10. Jawaban: b
Basa kuat (NaOH) harus habis karena terbentuk pH = 3 H+ = 103
penyangga asam.
H+ = Ka M
mol sisa asam
[H+] = Ka
mol garam
103 = K a 0,2
0,1 Va 0,1 Vb
106 = 105 0,1 Vb 106 = Ka 0,2
Ka = 5 106
0,1 Va 0,1 Vb
101 = 0,1 Vb Mol HX = 200 mL 0,2 M = 40 mmol
102 Vb = 0,1 Va 0,1 Vb Volume NaOH = Vb
Mol NaOH = Vb 0,1 M
0,11 Vb = 0,1 Va
= 0,1 Vb
Vb 0,1
= HX + NaOH NX + H2O
Va 0,11
Mula-mula : 40 mmol 0,1 Vb
Vb 10
= 11 Reaksi : 0,1 Vb 0,1 Vb 0,1 Vb
Va
Jadi, perbandingan antara volume CH3COOH Setimbang : 40 0,1 Vb 0,1 Vb
dengan NaOH = 11 : 10. Basa kuat (NaOH) harus habis karena terbentuk
penyangga asam.
8. Jawaban: a
pH = 5 log 2
Mol HF = 1 liter 0,2 M = 0,2 mol
pH = 5 [H+] = 105 [H+] = 2 105
mol sisa asam
[H+] = Ka
mol HF [H+] = Ka
2 mol CaF2 mol garam

0,2 mol 40 0,1 Vb


105 = 105 2 105 = 5 106 0,1 Vb
2 mol CaF2
40 0,1 Vb
mol CaF2 = 0,2 mol = 0,1 mol 4= 0,1 Vb
2
Massa CaF2 = mol Mr CaF2 0,4 Vb = 40 0,1 Vb
= 0,1 78 = 7,8 gram 0,5 Vb = 40
Jadi, massa CaF 2 yang harus ditambahkan
Vb = 80 mL
sebanyak 7,8 gram.
Jadi, volume NaOH yang harus ditambahkan
9. Jawaban: d sebanyak 80 mL.
Mol NH4Br = 100 mL 0,1 M = 10 mmol
Mol NH4OH = 50 mL 0,2 M = 10 mmol B. Uraian
Terbentuk penyangga basa karena berasal dari 1. Mol NH4OH = 100 mL 0,3 M = 30 mmol
basa lemah dan garamnya. Mol HBr = 50 mL 0,2 M = 10 mmol
pH setelah ditambah 1.000 mL H2O NH4OH + HBr NH4Br + H2O
Volume campuran = 150 + 1.000 = 1.150 mL Mula-mula : 30 mmol 10 mmol
[basa] Reaksi : 10 mmol 10 mmol 10 mmol
[OH] = Kb
[garam]
Setimbang : 20 mmol 10 mmol
mol NH4OH/volume total Terbentuk buffer basa karena sisa basa lemah dan
= 105 mol NH4Br/volume total garamnya.
10 mol / 1.150 mL mol sisa basa
= 105 [OH] = Kb
10 mol / 1.150 mL mol garam
= 105 20 mmol
= 1,8 105 10 mmol
pOH = log [OH]
= log 105 = 3,6 105 M
=5

Kimia Kelas XI 33
pOH = log [OH] pOH = log [OH]
= log 3,6 105 = log 1,8 105
= 5 log 3,6 = 5 log 1,8
pH = 14 (5 log 3,6) pH = 14 pOH
= 9 + log 3,6 = 14 (5 log 1,8)
= 9 + log 1,8
2. pH = 5
b. Pada campuran NH 4 OH dengan NH 4 Cl
log [H+] = 5
ditambah HCl maka NH4OH akan bereaksi
[H+] = 105 dengan HCl membentuk NH4Cl
Mol asam propionat Mol NH4Cl awal = 0,4 mol = 400 mmol
= Masam propionat Vasam propionat Mol NH4OH awal = 0,4 mol = 400 mmol
= 0,2 Vasam propionat Mol HCl = M HCl V HCl
Mol natrium propionat = 0,1 M 10 mL
= 1 mmol
= Mnatrium propionat Vnatrium propionat
NH4OH + HCl NH4Cl + H2O
= 0,1 Vnatrium propionat
Mula-mula : 400 1 400
[H+] = Ka
mol asam propionat/ volume total Reaksi : 1 1 1 1
mol natrium propionat/ volume total
Setimbang : 399 401 1
0,2 Vasam propionat
105 = 2 105 [OH] = Kb
mol NH4OH/ volume total
0,1 Vnatrium propionat
mol NH4Cl/ volume total
0,1 Vnatrium propionat = 0,4 Vasam propionat
399
= 1,8 105 401
Vasam propionat 0,1 1
= 4
Vnatrium propionat = 0,4 = 1,79 105
pOH = log [OH]
Jadi, perbandingan antara volume asam propionat = log 1,79 105
dengan natrium propionat = 1 : 4. = 5 log 1,79
3. pH = 5 log 2 pH = 14 pH
[H+] = 2 105 = 14 (5 log 1,79)
mol CH3COOH = 100 mL 0,1 M = 9 + log 1,79
= 10 mmol c. Pada campuran NH 4 OH dengan NH 4 Cl
mol CH3COOH ditambahkan NaOH maka NaOH akan
[H+] = Ka 2 mol (CH3COO)2 Ca bereaksi dengan NH4Cl sehingga NH4OH akan
10 mmol bertambah dan NH4Cl berkurang.
2 105 = 105 2 mol (CH3COO)2 Ca mol NH4OH awal = 0,4 mol = 400 mmol
4 mol (CH3COO)2 Ca = 10 mmol mol NH4Cl awal = 0,4 mol = 400 mmol
10 mol NaOH = M NaOH V NaOH
mol (CH3COO)2 Ca = 4
= 0,1 M 10 mL = 1 mmol
= 2,5 mmol
NH4Cl + NaOH NH4OH + NaCl
= 2,5 103 mol
massa (CH3COO)2Ca = mol Mr Mula-mula : 400 1 400
= 2,5 103 158 Reaksi : 1 1 1 1

= 0,395 gram Setimbang : 399 401 1
Jadi, massa (CH3COO)2Ca yang harus ditambah-
kan sebesar 0,395 gram. mol NH4OH/ volume total
[OH] = Kb
mol NH4Cl/ volume total
4. a. Mol NH4OH = 2L 0,2 M = 0,4 mol
401
Mol NH4Cl = 2L 0,2 M = 0,4 mol = 1,8 105 399
mol NH4OH/ volume total = 1,81 105
[OH] = Kb
mol NH4Cl/ volume total pOH = log [OH]
0,4 = log 1,81 105= 5 log 1,81
= 1,8 105 0,4 pH = 14 pH
= 1,8 105 = 14 (5 log 1,81)
= 9 + log 1,81

34 Larutan Penyangga dan Peranannya dalam Tubuh


massa 0,3 mol sisa asam
5. Mol CH3COOH = = 60 [H+] = Ka mmol garam
Mr
3
= 5 103 mol = 105 2
= 5 mmol
= 1,5 105
Mol NaOH = 10 mL 0,2 M
pH = log [H+]
= 2 mmol
= log 1,5 105
CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O
Mula-mula : 5 mmol 2 mmol
= 5 log 1,5
Reaksi : 2 mmol 2 mmol 2 mmol 2 mmol

Setimbang : 3 mmol 2 mmol 2 mmol

A. Pilihan Ganda pH = log [H+]


= log 1,5 105
1. Jawaban: a
= 5 log 1,5
Larutan penyangga terbentuk dari asam lemah
atau basa lemah dan garamnya. 4. Jawaban: b
Campuran yang menghasilkan larutan penyangga Sistem penyangga ekstrasel yang berperan
berupa 25 mL HCl 0,5 dan 25 mL NH4OH 0,8 M. menjaga pH darah adalah penyangga karbonat
Mol NH4OH = 25 mL 0,8 M = 20 mmol (H2CO 3/HCO3), sedangkan penyangga fosfat
Mol HCl = 25 mL 0,5 M = 12,5 mmol (H2PO4/H2PO42) berperan menjaga pH cairan
NH4OH + HCl NH4Cl + H2O
intrasel. Larutan penyangga H2PO4/H2O4, H2CO3/
Mula-mula : 20 mmol 12,5 mmol
Reaksi : 12,5 mmol 12,5 mmol 12,5 mmol
CO32, NH3/NH4+, dan H2O/H3O+ bukan merupakan
sistem larutan penyangga yang ada dalam cairan
Setimbang : 7,5 mmol 12,5 mmol
Sisa basa lemah dan garamnya, terbentuk tubuh.
penyangga basa. 5. Jawaban : d
2. Jawaban: b m 8,5
Mol NH3 = = 17 = 0,5 mol
Mol CH3COOH = 100 mL 0,4 M = 40 mmol Mr
Mol CH3COOK = 100 mL 0,2 M = 20 mmol Mol HCl = 125 mL 2 M = 250 mmol = 0,25 mol
Terbentuk larutan penyangga asam NH3 + HCl NH4Cl
mol asam Mula-mula : 0,5 mol 0,25 mol 0,25 mol
[H+] = Ka mol garam Reaksi : 0,25 mol 0,25 mol 0,25 mol

40 mmol Setimbang : 0,25 mol 0,25 mol
= 105
20 mmol Sisa basa lemah dengan garamnya sehingga mem-
= 2 105 bentuk larutan penyangga basa.
pH = log 2 105 = 5 log 2 mol sisa basa
3. Jawaban: a [OH] = Kb mol garam
Mol CH3COOH = 50 mL 0,25 M = 12,5 mmol 0,25 mol
Mol NaOH = 50 mL 0,1 M = 5 mmol = 2 105 0,25 mol
CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O = 2 105
Mula-mula : 12,5 mmol 5 mmol pOH= log [OH]
Reaksi : 5 mmol 5 mmol 5 mmol = log 2 105

Setimbang : 7,5 mmol 5 mmol = 5 log 2
Sisa asam lemah dengan garamnya akan mem- = 5 0,3
bentuk larutan penyangga asam. = 4,7
mol sisa asam pH = 14 4,7
[H+] = Ka mol garam = 9,3
7,5 mmol
= 105
5 mmol
= 1,5 105

Kimia Kelas XI 35
6. Jawaban: a mol NH4OH
pH = 4 [OH] = Kb 2 mol (NH4 )2 SO 4
pH = log [H+]
(40 2x) mmol
4 = log [H+] 4 105 = 105 2x mmol
log 104 = log [H+]
8x mmol = 40 2x mmol
[H+] = 104
(8x + 2x) mmol = 40
mol CH3COOH
[H+] = Ka 10x mmol = 40
CH3COONa
x = 4 mmol
50 mmol
104 = 105 4 mmol
mol CH3COONa Molaritas H2SO4 = molaritas (NH4)2SO4. = 200 mL
104 = 105 = 0,02 M.
mol CH3COONa = 5 mmol Jadi, molaritas H2SO4 adalah 0,02 M.
5 mmol
Volume CH3COONa = = 20 mL 9. Jawaban: a
0,25 M
pH = 6
Jadi, volume CH3COONa yang harus ditambahkan
[H+] = 106
sebesar 20 mL.
Mol H2CO3 = 0,02 M 500 mL = 10 mmol
7. Jawaban: b mol H2CO 3
10
[H+] = Ka mol NaHCO 3
Mol CH3COOH = 1.000
L 0,1 M = 0,001 mol
10 mmol
pH = 5 106 = 4 107 mol NaHCO 3
pH = log [H+] = 5 mol NaHCO3 = 4 mmol
log [H+] = log 105 = 4 103 mol
[H+] = 105 massa NaHCO3 = mol Mr NaHCO3
= 4 103 84
[CH3COOH]
[H+] = Ka = 0,336 gram
[garam]
Jadi, massa NaHCO3 yang dibutuhkan 0,336 gram.
0,001mol/ volume total 10. Jawaban: d
105 = 105
mol garam/ volume total Mol CH3COOH = 0,3 M 100 mL = 30 mmol
mol garam = 0,001mol Volume NaOH = Vb
massa garam Mol NaOH = 0,1 M Vb = 0,1 Vb
Mr garam = mol garam CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O
0,082 garam Mula-mula : 30 mmol 0,1 Vb
=
0,001mol Reaksi : 0,1 Vb 0,1 Vb 0,1 Vb
= 82 gram /mol
Setimbang : 30 0,1 Vb 0,1 Vb
Jadi, Mr garam tersebut 82.
pH = 5
8. Jawaban: b [H+] = 105
pH = 9 + 2 log 2 mol sisa asam
= 9 + log 4 [H+] = Ka
mol garam
pOH = 14 pH 30 0,1 Vb
= 14 (9 + log 4) 105 = 105 0,1 Vb
= 5 log 4 0,1 Vb = 30 0,1 Vb
[OH] = 4 105
0,2 Vb = 30
Mol NH4OH = 400 mL 0,1 M = 40 mmol Vb (volume NaOH) = 150 mL
Mol H2SO4 = x mmol Jadi, perbandingan volume CH3COOH : volume
2NH4OH + H2SO4 (NH4)2SO4 + 2H2O NaOH = 100 : 150 = 2 : 3.
Mula-mula : 40 mmol x mmol
Reaksi : 2x mmol x mmol x mmol
11. Jawaban: b
Larutan penyangga yang mempunyai pH > 7
Setimbang : (40 2x) mmol x mmol
terbentuk dari basa lemah dan garamnya. Misal
Syarat buffer yaitu zat yang kuat harus habis. NH4NO3 dan NH4OH. Larutan CH3COOK dan
Garam (NH4)2SO4 setiap molnya akan menghasil- CH3COOH serta NaCN dan HCN merupakan contoh
kan 2 ion NH4+ sehingga mol NH4+ = 2 (NH4)2SO4. larutan penyangga asam (pH < 7), sedangkan
NaCl dan HCl serta (NH4)2SO4 dan H2SO4 bukan
merupakan penyangga.

36 Larutan Penyangga dan Peranannya dalam Tubuh


12. Jawaban: a Pada campuran CH 3COOH dan CH 3COONa
Larutan penyangga adalah larutan yang dapat ditambah NaOH maka CH3COOH akan bereaksi
mempertahankan pH meskipun dilakukan dengan NaOH membentuk CH3COONa.
penambahan sedikit asam, basa, atau air. CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O
Perubahan pH yang relatif kecil terjadi pada larutan Mula-mula : 25 mmol 1 mmol 15 mmol
I. Larutan II, III, IV, V bukan merupakan penyangga Reaksi : 1 mmol 1 mmol 1 mmol
karena perubahan pH yang terjadi cukup signifikan.
Setimbang : 24 mmol 16 mmol
13. Jawaban: a
mol sisa asam
pH = 5 2 log 2 = 5 log 4 [H+] = Ka
mol garam
[H+] = 4 105
Mol HCOOH= 100 mL 0,1 M = 10 mmol 24 mmol
= 105 16 mmol
Mol NaOH = x mmol
HCOOH + NaOH HCOONa + H2O = 1,5 105
Mula-mula : 10 mmol x mmol pH = log 1,5 105
Reaksi : x mmol x mmol x mmol = 5 log 1,5

Setimbang : (10 x) mmol x mmol 16. Jawaban: e
mol sisa asam Massa L(OH)3 = 15,6 gram
[H+] = Ka mol garam
250
(10 x) mmol Mol L2(SO4)3 = 1.000 L 0,4 M = 0,1 mol
4 105 = 1,6 104 x mmol pH = 9, pOH
10 x = 14 9
0,25 = x =5
0,25x = 10 x [OH] = 105
1,25x = 10
mol L(OH)3
x = 8 mmol [OH] = Kb 2 mol L 2 (SO 4 )3
Mol NaOH = mol HCOONa = 8 mmol = 8 103 mol
massa NaOH = mol Mr NaOH mol L(OH)3
105 = 105
= (8 103) 40 2 0,1mol
= 0,32 gram mol L(OH)3 = 0,2 mol
Jadi, kristal NaOH yang harus ditambahkan massa
sebanyak 0,32 gram. Mr L(OH)3 = mol
15,6
14. Jawaban: c = = 78
0,2
Mol NH3 = 80 mL 0,1 M = 8 mmol Mr L(OH)3 = 78
Mol (NH4)2SO4 = 40 mL 0,2 M = 8 mmol Ar L + (3 bilok O) + (3 bilok H) = 78
Volume total = 80 mL + 40 mL + 500 mL = 620 mL Ar L + (3 16) + (3 1) = 78
Terbentuk penyangga basa. Ar L + 48 + 3 = 78
Satu mol garam (NH4)2SO4 akan menghasilkan 2 Ar L = 78 51
mol ion NH4+. Jadi, mol NH4+ = 2 mol (NH4)2SO4. = 27
Jadi, Ar L tersebut 27.
[NH3 ]
[OH] = Kb 2 [(NH4 )2 SO 4 ] 17. Jawaban: b
mol NH3 / volume total Mol KOH = 50 mL 0,5 M = 25 mmol
= Kb mol (NH4 )2 SO 4 / volume total Mol CH3COOH = 150 mL 0,5 M = 75 mmol
8 mmol/620 mL CH3COOH + KOH CH3COOK + H2O
= 105 2 8 mmol/620 mL Mula-mula : 75 mmol 25 mmol
Reaksi : 25 mmol 25 mmol 25 mmol
= 5 106
pOH = log (5 106 ) = 6 log 5 Setimbang : 50 mmol 25 mmol
pH = 14 (6 log 5) = 8 + log 5 Terbentuk penyangga asam karena tersisa asam
15. Jawaban: b lemah dan garamnya.
Mol CH3COOH awal = 125 mL 0,2 M = 25 mmol pH = 6 log 2
[H+] = 2 106
Mol CH3COONa awal = 100 mL 0,15 M = 15 mmol
Mol NaOH = 10 mL 0,1 M = 1 mmol mol sisa asam
[H+] = Ka
mol garam

Kimia Kelas XI 37
50 mol mol NH3
2 106 = Ka [OH] = Kb mol NH4Cl
25 mol
24 mmol
Ka = 1 106 = 105 11mmol
Jadi, tetapan ionisasi asam (Ka) sebesar 1 106. = 2,2 105
18. Jawaban: c pOH = log 2,2 105
PKa = 5,2 = 5 log 2,2
mol HA
pH = 14 (5 log 2,2)
pH = pKa log mol NaA = 9 + log 2,2
0,5 21. Jawaban: b
= 5,2 log 0,125 Mol CH3COOH = 1 L 0,1 M = 0,1 mol
= 5,2 log 4 pH = 6
= 5,2 0,6 pH = log [H+]
= 4,6 6 = log [H+]
19. Jawaban: a [H+] = 106
Mol HCl = 150 mL 0,3 M = 45 mmol mol asam
[H+] = Ka mol garam
Mol Al(OH)3 = 150 mL 0,50 M = 75 mmol
Al(OH)3 + 3HCl AlCl3 + 3H2O 0,1 mol
106= 105 mol garam
Mula-mula : 75 mmol 45 mmol
Reaksi : 15 mmol 45 mmol 15 mmol mol garam = 1 mol
Jadi, CH3COONa yang harus ditambahkan ke
Setimbang : 60 mmol 15 mmol dalam larutan CH3COOH sebanyak 1 mol.
Terbentuk penyangga basa karena tersisa basa 22. Jawaban: e
lemah dan garamnya. mol NH4OH = 2 L 0,04 M = 0,08 mol
[OH] = Kb
mol sisa basa mol HCl = x L 10 M = 10x mol
mol garam Dicari Kb basa lemah NH4OH
60 mmol
= 106 15 mmol pH = 10 + log 8
pOH = 4 log 8
[OH ]= 4 106
[OH] = 8 104
pOH = log 4 106
= 6 log 4 = K b [NH 4 OH]
pH = 14 pOH (8 104)2 = Kb 0,04
= 14 (6 log 4) 6,4 10 7
= 8 + log 4 Kb =
4 10 2
20. Jawaban: d = 1,6 105
pH sebelum penambahan Setelah pH ditambah HCl:
Mol NH3 = 100 mL 0,25 M = 25 mmol NH4OH + HCl NH4Cl + H2O
Mol NH4Cl = 100 mL 0,1 M 10 mmol m : 0,08 mol 10x mol
mol NH3 r : 10x mol 10x mol 10x mol 10x mol
[OH] = Kb mol NH4Cl

s : (0,08 10x) mol 10x mol 10x mol
25 mmol
= 105 10 mmol pH = 9 + log 1,6
= 2,5 105 pOH = 5 log 1,6
pOH = log 2,5 105 [OH] = 1,6 105
= 5 log 2,5 [NH4OH]
[OH] = Kb [NH4Cl]
pH = 14 (5 log 2,5)
0,08 10x mol
= 9 + log 2,5 1,6 105 = 1,6 105
10x mol
pH setelah penambahan 5 mL HCl 0,2 M. 10x = 0,08 10x
Mol HCl = 0,2 M 5 mL = 1 mmol 20x = 0,08
NH3 + HCl NH4Cl x = 0,004 liter
Mula-mula : 25 mmol 1 mmol 10 mmol = 4 mL
Reaksi : 1 mmol 1 mmol 1 mmol
= 4 mL 20 tetes

Setimbang : 24 mmol 11 mmol = 80 tetes

38 Larutan Penyangga dan Peranannya dalam Tubuh


23. Jawaban: a NH4OH + HCl NH4Cl + H2O

a. 1) dan 2) Mula-mula : 0,005 mol 0,005 mol


Reaksi : 0,005 mol 0,005 mol 0,005 mol 0,005 mol
25
mol NaOH = 1.000 L 0,1 M = 0,0025 mol Setimbang : 0,005 mol 0,005 mol

25 Pasangan senyawa tersebut tidak membentuk


mol HCN = 1.000 L 0,2 M = 0,005 mol larutan penyangga karena hanya tersisa
NaOH + HCN NaCN + H2O
garam, sedangkan basa lemah tidak tersisa.
Mula-mula : 0,0025 mol 0,005 mol 24. Jawaban: a
Reaksi : 0,0025 mol 0,0025 mol 0,0025 mol 0,0025 mol Air liur dapat mempertahankan pH dalam mulut sekitar

Setimbang : 0,0025 mol 0,0025 mol 0,0025 mol 6,8. Air liur mengandung larutan penyangga fosfat
yang dapat menetralkan asam yang dihasilkan dari
Pasangan senyawa tersebut dapat mem- proses fermentasi sisa-sisa makanan oleh bakteri.
bentuk larutan penyangga karena tersisa Dengan demikian, gigi tidak mudah berlubang
asam lemah dan garamnya. sehingga kuman tidak dapat masuk ke bagian dalam
b. 1) dan 3) gigi. Penyangga fosfat, karbonat, dan hemoglobin
juga terdapat di dalam darah. Sementara itu, asam
25
mol NaOH = 1.000 L 0,1 M = 0,0025 mol sitrat dan asam benzoat merupakan larutan
penyangga pH yang berfungsi sebagai pengawet
25 makanan/minuman.
mol CH3COOH = 1.000 L 0,1 M = 0,0025 mol
NaOH + CH3COOH CH3COONa + H2O 25. Jawaban: b
Mula-mula : 0,0025 mol 0,0025 mol pH = 9
Reaksi : 0,0025 mol 0,0025 mol 0,0025 mol 0,0025 mol pOH = 14 9 = 5
[OH] = 105
Setimbang : 0,0025 mol 0,0025 mol
200
Pasangan senyawa tersebut tidak membentuk mol NH4OH = 0,2 M 1.000 L = 0,04 mol
larutan penyangga karena hanya tersisa mol garam= x mol
garam, sedangkan asam lemah tidak tersisa. mol NH4OH
[OH] = Kb mol garam
c. 2) dan 4)
25 0,04 mol
mol HCN = 1.000 L 0,2 M = 0,005 mol 105 = 105 x mol
25 x = 0,04 mol
mol NH4OH = 1.000 L 0,2 M = 0,005 mol
massa garam
HCN + NH4OH NH4CN + H2O Mr garam = mol garam
Mula-mula : 0,005 mol 0,005 mol
2,14 g
Reaksi : 0,005 mol 0,005 mol 0,005 mol 0,005 mol = 0,04 mol

Setimbang : 0,005 mol 0,005 mol = 53,5 g/mol


Pasangan senyawa tersebut tidak membentuk Mr tersebut dimiliki oleh garam NH4Cl
larutan penyangga karena hanya tersisa garam, Mr K2SO4 = 174
sedangkan asam lemah dan basa lemah tidak Mr (NH4)2SO4 = 132
tersisa. Selain itu, garam NH4CN juga berasal Mr CH3COONH4 = 77
dari asam lemah dan basa lemah.
Mr NH4I = 145
d. 3) dan 5)
25 26. Jawaban: e
mol CH3COOH = 1.000 L 0,1 M = 0,0025 mol 1) Campuran tersebut merupakan larutan buffer
25 karena terbentuk dari asam lemah dengan
mol HCl = 1.000 L 0,2 M = 0,005 mol garamnya.
CH3COOH dan HCl sama-sama asam sehingga [G]
2) pH = pKa + log [A]
jika dicampur tidak akan membentuk garam.
(0,2)
e. 4) dan 5) 4,85 = pKa + log (0,2)
25
mol NH4OH = 1.000 L 0,2 M = 0,005 mol 4,85 = pKa + log 1
4,85 = pKa + 0
25
mol HCl = 1.000 L 0,2 M = 0,005 mol pKa = 4,85 Ka = 1,4 105

Kimia Kelas XI 39
3) Penambahan sedikit ion OH (basa) tidak Mr HCOONH4 = (1 Ar H) + (1 Ar C) + (2 Ar O)
memengaruhi harga pH. + (1 Ar N) + (4 Ar H)
4) Penambahan sedikit ion H+ (asam) tidak = (1 1) + (1 12) + (2 16) + (1
memengaruhi harga pH. 14) + (4 1)
27. Jawaban: c = 1 + 12 + 32 + 14 + 4
Campuran antara CH3COOH dan CH3COONa = 63 g/mol
merupakan larutan penyangga sehingga meskipun Jadi, garam tersebut kemungkinan HCOONa.
ditambah air lagi (diencerkan) pHnya tidak akan
berubah sehingga pH larutan tetap 5 dan [H+] = 29. Jawaban: d
105. Cairan dalam tubuh makhluk hidup merupakan
larutan penyangga. Contoh plasma darah (cairan
28. Jawaban: b darah) mengandung gas CO2 yang membentuk
Mol HCOOH = 1 L 0,1 M = 0,1 mol pasangan asam-basa konjugasi antara asam
pH = 5 karbonat dan ion hidrogen karbonat. Campuran ini
pH = log [H+] = 5 membentuk larutan penyangga untuk memper-
tahankan pH larutan/cairan di luar sel darah. H2CO3
log [H+] = log 105
akan menyangga apabila basa (OH) masuk ke
[H+] = 105 dalam tubuh. Reaksinya sebagai berikut.
[HCOOH]
[H+] = Ka H2CO3(aq) + OH(aq) R HCO3(aq) + H2O(A)
[garam]
0,1 Ion bikarbonat akan menyangga apabila asam (H+)
105 = 106 [garam] masuk ke dalam tubuh. Reaksinya sebagai berikut.
[garam] = 102 M HCO3(aq) + H+(aq) R H2CO3(aq)
mol garam = 102 M 1 L = 102 mol
30. Jawaban: b
massa garam
Mr garam = pH = HCN
mol garam
[H+] = Ka [A]
0,68 g
=
102 mol
= 4 106 0,01
= 68 gram/mol
= 2 104
Mr HCOOK = (1 Ar H) + (1 Ar C) + (2 Ar O) pH = log [H+]
+ (1 Ar K) = log 2 104
= (1 1) + (1 12) + (2 16) + (1 39) = 4 log 2
= 1 + 12 + 32 + 39 = 4 0,3
= 84 g/mol = 3,7
Mr HCOONa = (1 Ar H) + (1 Ar C) + (2 Ar O) massa NaCN
Mol NaCN =
+ (1 Ar Na) Mr NaCN
= (1 1) + (1 12) + (2 16) + (1 23) 0,49 g
= ((1 Ar Na) +(1 Ar C) +(1 Ar N)) g/mol
= 1 + 12 + 32 + 23
= 68 g/mol 0,49 g
= ((1 23) +(1 12) +(1 14)) g/mol
Mr (HCOO)2Mg = (2 Ar H) + (2 Ar C) + (4 Ar O)
0,49 g
+ (1 Ar Mg) = (23 + 12 + 14) g/mol
= (2 1) + (2 12) + (4 16) + 0,49 g
(1 24) = 49 g/mol
= 2 + 24 + 64 + 24 = 0,01 mol
= 114 g/mol 100
Mol HCN = 1.000 L 0,01 M = 0,001 mol
Mr (HCOO)2Ca = (2 Ar H) + (2 Ar C) + (4 Ar O)
+ (1 Ar Ca) mol HCN
= (2 1) + (2 12) + (4 16) + [H+] = Ka mol NaCN
(1 40) 0,001
= 4 106
= 2 + 24 + 64 + 40 0,01
= 130 g/mol = 4 107

40 Larutan Penyangga dan Peranannya dalam Tubuh


pH = log [H+] 200
= log 4 107 4. Mol NH4OH = 1.000 L 0,2 M = 0,04 mol
= 7 log 4 pH = 9 + log 3,6
= 7 0,6 = 6,4 pOH = 14 (9 + log 3,6)
Jadi, pH berubah dari 3,7 menjadi 6,4. = 5 log 3,6
[OH]= 3,6 105
B. Uraian
mol NH4OH
1. Mol NaOH = 400 mL 0,1 M = 40 mmol [OH]= Kb 2 mol (NH4 )2 SO 4
Mol HA = 800 mL 0,1 M = 80 mmol
0,04 mol
NaOH + HA NaA + H2O 3,6 105 = 1,8 105
Mula-mula : 40 mmol 80 mmol 2 mol (NH4 )2 SO 4
Reaksi : 40 mmol 40 mmol 40 mol 4 mol (NH4)2SO4 = 0,04 mol

Setimbang : 40 mmol 40 mmol
Mol (NH4)2SO4 = 0,01 mol
Sisa asam lemah dan garamnya sehingga Massa (NH4)2SO4 = mol (NH4)2SO4 Mr (NH4)2SO4
terbentuk larutan penyangga asam. = 0,01 132
mol sisa asam = 1,32 gram
[H+] = Ka mol garam
5. pH = 5 log 2 [H+] = 2 105
40 mol
= 105 Mol CH3COOH = 0,15 L 0,1 M = 0,015 mol
40 mol
Mol NaOH = x mol
= 105
CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O
pH = log [H+]
Mula-mula : 0,015 mol x mol
= log 105 Reaksi : x mol x mol x mol x mol

=5 Setimbang : (0,015 x) mol x mol x mol

massa 0,8 mol CH3COOH


2. Mol NaOH = = 40 = 0,02 mol = 20 mmol
Mr
[H+] = Ka mol CH3COONa
Mol CH3COOH = 250 mL 0,2 M = 50 mmol (0,015 x) mol
CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O
2 105 = 1 105 x mol
Mula-mula : 50 mmol 20 mmol 2x = 0,015 x
Reaksi : 20 mmol 20 mmol 20 mmol 3x = 0,015

Setimbang : 30 mol 20 mmol
x = 5 103
mol CH3COONa = mol NaOH = 5 103
mol sisa asam
[H+] = Ka mol sisa garam mol NaOH
Volume NaOH = M NaOH
30 mmol
= 105 20 mmol 5 103 mol
= 0,02 mol/L
= 1,5 105
= 0,25 L
pH = log [H+]
Jadi, volume larutan NaOH = 0,25 L.
= log 1,5 105
= 5 log 1,5 6. Volume CH3COOH = Va pH = 5 log 4
3. pH = 8,75 Volume KOH = Vb [H+] = 4 105
pOH = 14 8,75 CH3COOH + KOH CH3COOK + H2O
= 5,25 Mula-mula : 0,1 Va 0,1 Vb
[OH] = 105,25 Reaksi : 0,1 Vb 0,1 Vb 0,1 Vb

pKb = 6,25 Setimbang : 0,1 Va 0,1 Vb 0,1 Vb
Kb = 106,25
mol sisa asam
mol NH3 [H+] = Ka mol garam
[H+] = Kb mol NH4Cl
0,1 Va 0,1 Vb
mol NH3 4 105 = 105 0,1 Vb
105,25 = 106,25 mol NH4Cl 0,4 Vb = 0,1 Va 0,1 Vb
10 mol NH3 mol NH3 0,5 Vb = 0,1 Va
1
= mol NH4Cl = mol NH4Cl 0,5 Va
Jadi, perbandingan antara mol NH3 : mol NH4Cl = 0,1
= Vb
10 : 1.

Kimia Kelas XI 41
9. Mol HCN = 10 mol
Perbandingan Va : Vb = 5 : 1 Mol NaOH = x mol
5 HCN + NaOH NaCN + H2O
Volume CH3COOH = 6 300 mL = 250 mL
Mula-mula : 10 mol x mol
1 Reaksi : x mol x mol x mol x mol
Volume KOH = 6 300 mL = 50 mL

Jadi, volume CH3COOH dan KOH yang dibutuhkan
Setimbang: (10 x) mol x mol x mol
berturut-turut adalah 250 mL dan 50 mL.
pH = 5
100 log [H+] = 5
7. Mol asam sianida = 1.000 L 0,1 M = 0,01 mol
log [H+] = log 105
pH = 6
[H+] = 105
log [H+] = 6
mol HCN
log [H+] = log 106 [H+] = Ka mol NaCN
[H+] = 106
(10 x)
[H+] = Ka
[HCN] 105 = 105 x
[XCN]
x = 10 x
mol HCN/ volume total
106 =4 106 2x = 10
mol XCN/ volume total x = 5 mol
Mol XCN = 4 0,01 Mol NaCN = mol NaOH = 5 mol
Mol XCN = 0,04 mol Massa NaOH = mol NaOH Mr NaOH
Massa XCN = mol XCN Mr XCN = 5 mol 40 g/mol
1,96 = 0,04 ((1 Ar X) + (1 Ar C) = 200 gram
+ (1 Ar N)) Jadi, massa natrium hidroksida adalah 200 gram.
1,96 = 0,04 (Ar X + (1 12) + (1 14))
10. a. pH larutan sebelum penambahan
1,96 = 0,04 (Ar X + 26) Mol CH3COOH = 0,1 M 1.000 mL = 100 mmol
49 = (Ar X + 26) Mol CH3COONa = 0,1 M 1.000 mL = 100 mmol
Ar X = (49 26) g/mol
mol asam
= 23 g/mol [H+] = Ka
mol garam
Unsur X mempunyai Ar = 23 g/mol sehingga unsur 100 mmol
X adalah Na. = 1,8 105 100 mmol
= 1,8 105
8. pH = 10
pH = log 1,8 105
pOH = 14 10 = 4
= 5 log 1,8
[OH] = 104
= 4,745
Mol amonia (NH3) = 150 mL 0,3 M = 45 mmol b. pH larutan setelah penambahan 10 mL HCl 0,1 M
Mol asam sulfat (H2SO4) = 50 mL 0,1 M = 5 mmol Pada saat ke dalam larutan penyangga
2NH3 + H2SO4 (NH4)2SO4 ditambahkan 10 mL HCl 0,1 M, maka HCl akan
Mula-mula : 45 mmol 5 mmol terionisasi menghasilkan ion H+. Kemudian, ion
Reaksi : 10 mmol 5 mmol 5 mmol H+ yang dihasilkan dinetralkan CH3COO

Setimbang : 35 mmol 5 mmol
sehingga konsentrasi CH3COO akan ber-
kurang dan konsentrasi CH3COOH akan ber-
Terbentuk penyangga basa karena tersisa basa
tambah. H+ yang dihasilkan dari penambahan
lemah dan garamnya. Garam amonium sulfat
10 mL HCl 0,1 M adalah 10 mL 0,1 M = 1
setiap molnya akan menghasilkan 2 mol ion amonia
mmol
sehingga mol NH4+ = 2 (NH4)2SO4. CH 3 COO + H+ CH 3 COOH
mol NH3 Mula-mula : 100 mmol +1 mmol 100 mmol
[OH] = Kb 2 (NH4 )2 SO 4 Reaksi : 1 mmol 1 mmol +1 mmol

35 mol
104 = Kb 2 5 mol
Setimbang : 99 mmol 101 mmol

103 [H+] = Ka
mol CH3COOH
Kb = = 2,9 105
35 mol CH3COO
Jadi, tetapan ionisasi basa (Kb) amonia sebesar 101 mmol
= 1,8 105 99 mmol
2,9 105.
= 1,836 105

42 Larutan Penyangga dan Peranannya dalam Tubuh


pH = log 1,836 105 pH = log 1,764 105
= 5 log 1,836 = 5 log 1,764
= 4,736 = 5 0,246
Selisih pH sebelum penambahan dengan = 4,754
setelah penambahan = 4,745 4,736 = 0,009 Selisih pH sebelum penambahan dengan
Selisih tersebut sangat kecil sehingga dapat setelah penambahan = 4,754 4,745 = 0,009.
diabaikan. Perbedaan tersebut sangat kecil sehingga
c. pH larutan setelah penambahan 20 mL NaOH dapat diabaikan.
0,05 M. d. Sebelum diencerkan, volume larutan = 2 L
Ketika ke dalam larutan penyangga ditambah- Volume setelah diencerkan = 2 + 4 = 6 mL
kan 20 mL NaOH 0,05 M, NaOH akan 1 L 0,1 M
terionisasi menghasilkan ion OH, kemudian [HA] = 6L
= 0,017 M
ion OH segera dinetralkan oleh CH3COOH 1 L 0,1 M
sehingga konsentrasi CH3COOH akan ber- [A] = 6L
= 0,017 M
kurang, sedangkan konsentrasi CH3COO
[HA]
akan bertambah. Mol OH yang dihasilkan dari [H+] = Ka
[A ]
penambahan 20 mL NaOH 0,05 M adalah 0,017 M
= 20 mL 0,05 M = 1 mmol = 1,8 105 0,017 M
CH3COOH + OH CH3COO + H2O = 1,8 105
Mula-mula : 100 mmol +1 mmol 100 mmol pH = log 1,8 105
Reaksi : 1 mmol 1 mmol +1 mmol +1 mmol

= 5 log 1,8
Setimbang : 99 mmol 101 mmol 1 mmol
= 4,745
Jadi, pH larutan sebelum dan setelah
mol CH3COOH
[H+] = Ka penambahan air tidak berubah.
mol CH3COO
99 mmol
= 1,8 105 101 mol
= 1,764 105

Kimia Kelas XI 43
Hidrolisis

Hidrolisis Garam

Ciri-ciri larutan garam


Sifat-sifat dan pH larutan garam
Analisis kurva titrasi asam-
basa
Proses hidrolisis dalam kehidupan
sehari-hari

Mampu menunjukkan sikap pantang menyerah dalam mengerjakan soal-


soal hidrolisis garam.
Mampu bekerja sama dalam mempelajari materi hidrolisis garam.
Mampu mengidentifikasi ciri-ciri larutan garam.
Mampu menentukan sifat larutan garam yang terhidrolisis melalui
percobaan.
Mampu menentukan jenis garam yang dapat terhidrolisis.
Mampu menentukan pH larutan garam yang terhidrolisis.
Mampu menganalisis kurva titrasi asam dan basa.
Mampu menjelaskan proses hidrolisis dalam kehidupan sehari-hari.

44 Hidrolisis
A. Pilihan Ganda HI(aq) + KOH(aq) KI(aq) + H2O( )
1. Jawaban: a Mula-mula : 1 103 1 103
CH3COONH4 berasal dari basa lemah (NH4OH) dan Reaksi : 1 103 1 103 1 103 1 103

asam lemah (CH3COOH) sehingga terhidrolisis
Sisa : 1 103 1 103
sempurna. Ion CH3COO bereaksi dengan air
menghasilkan ion OH dan ion NH4+ bereaksi Garam KI berasal dari asam kuat (HI) dan basa
dengan air menghasilkan ion H +. Reaksinya kuat (KOH) sehingga tidak dapat terhidrolisis
sebagai berikut. dan bersifat netral (pH = 7).
CH3COONH4(aq) CH3COO(aq) + NH4+(aq) 2) 10 mL HBr 0,1 M + 10 mL NH4OH 0,1 M
CH3COO(aq) + H2O( ) CH3COOH(aq) + OH(aq) mol HBr = 10 mL 0,1 M
NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq) = 1 mmol
= 1 103 mol
CH3COOK berasal dari asam lemah (CH3COOH) mol NH4OH = 10 mL 0,1 M
dan basa kuat (KOH) sehingga terhidrolisis = 1 mmol
sebagian. Na 3PO 4 berasal dari asam lemah = 1 103 mol
(H 3 PO 4 ) dan basa kuat (NaOH) sehingga HBr(aq) + NH4OH(aq) NH4Br(aq) + H2O( )
terhidrolisis sebagian. BaSO4 berasal dari asam Mula-mula : 1 103 1 103
kuat (H2SO4) dan basa kuat (Ba(OH)2) sehingga Reaksi : 1 103 1 103 1 103 1 103

tidak dapat terhidrolisis. NH4Cl berasal dari basa Sisa : 1 103 1 103
lemah (NH4OH) dan asam kuat (HCl) sehingga
terhidrolisis sebagian. Garam NH4Br berasal dari asam kuat (HBr)
Jadi, garam yang mengalami hidrolisis sempurna dan basa lemah (NH4OH) sehingga terhidrolisis
adalah CH3COONH4. sebagian dan bersifat asam.
3) 10 mL HF 0,2 M + 10 mL Ba(OH)2 0,1 M
2. Jawaban: a
mol HF = 10 mL 0,2 M
Garam CaF2 berasal dari basa kuat (Ca(OH)2) dan
= 2 mmol
asam lemah (HF) sehingga bersifat basa. Garam
= 2 103 mol
yang bersifat basa akan membirukan kertas lakmus
mol Ba(OH)2 = 10 mL 0,1 M
merah. Sementara itu, garam KCN berasal dari
= 1 mmol
basa kuat (KOH) dan asam lemah (HCN) sehingga
= 1 103 mol
bersifat basa. Garam bersifat basa tidak mengubah
warna kertas lakmus biru. Garam Nal berasal dari 2HF(aq) + Ba(OH)2(aq) BaF2(aq) + 2H2O( )
Mula-mula : 2 103 1 103
asam kuat (Hl) dan basa kuat (NaOH) sehingga Reaksi : 2 103 1 103 1 103 2 103
bersifat netral. Garam bersifat netral tidak
mengubah warna kertas lakmus baik merah Sisa : 1 103 2 103
maupun biru. Garam CH3COONa berasal dari basa Garam BaF2 berasal dari asam lemah (HF)
kuat (NaOH) dan asam lemah (CH 3COOH) dan basa kuat (Ba(OH)2) sehingga akan ter-
sehingga bersifat basa. Garam bersifat basa tidak hidrolisis sebagian dan bersifat basa.
mengubah warna kertas lakmus biru. Garam NaNO3 4) 10 mL HCOOH 0,1 M + 10 mL NaOH 0,1 M
berasal dari asam kuat (HNO3) dan basa kuat mol HCOOH = 10 mL 0,1 M
(NaOH) sehingga bersifat netral. Garam bersifat = 1 mmol = 1 103 mol
netral tidak mengubah warna kertas lakmus merah mol NaOH = 10 mL 0,1 M
dan biru. = 1 mmol = 1 103 mol
3. Jawaban: b HCOOH(aq) + NaOH(aq) HCOONa(aq) + H2O( )
1) 10 mL HI 0,1 M + 10 mL KOH 0,1 M Mula-mula : 1 103 1 103
mol HI = 10 mL 0,1 M Reaksi : 1 103 1 103 1 103 1 103

= 1 mmol Sisa : 1 103 1 103
= 1 103 mol
Garam HCOONa berasal dari asam lemah
mol KOH = 10 mL 0,1 M
(HCOOH) dan basa kuat (NaOH) sehingga ter-
= 1 mmol
hidrolisis sebagian dan bersifat basa.
= 1 103 mol

Kimia Kelas XI 45
5) 10 mL CH3COOH 0,2 M + 10 mL NH4OH 0,2 M pOH = log [OH]
mol CH3COOH = 10 mL 0,2 M 5 = log [OH]
= 2 mmol = 2 103 mol log 10 = log [OH]
5

mol NH4OH = 10 mL 0,2 M [OH] = 105


= 2 mmol = 2 103 mol
Kw
CH3COOH(aq) + NH4OH(aq) CH3COONH4(aq) + H2O( ) [OH] = Ka
M
Mula-mula: 2 103 2 103
Reaksi : 2 103 2 103 2 103 2 103 Kw

[OH] = [X ]
Sisa : 2 103 2 103 Ka

Garam CH3COONH4 berasal dari asam lemah 1014


105 = 0,01
(CH 3 COOH) dan basa lemah (NH 4 OH) Ka
sehingga akan terhidrolisis sempurna. Sifat
1014
garam tersebut ditentukan oleh harga Ka dan 1010 = K 102
a
Kb-nya.
1010 Ka = 1014 102
Jadi, campuran b menghasilkan garam yang ter-
1016
hidrolisis sebagian dan bersifat asam. Ka = = 106
1010
4. Jawaban: c
NaS merupakan garam yang berasal dari basa kuat 7. Jawaban: b
(NaOH) dan asam lemah (H2S) sehingga bersifat Mol NaOH = 0,025 L 0,05 M
basa. Garam bersifat basa ini akan terhidrolisis = 0,00125 mol
sebagian (parsial). Persamaan ionisasi dan = 1,25 103 mol
hidrolisis NaCN sebagai berikut. Mol CH3COOH = 0,025 L 0,05 M
= 0,00125 mol
Na2S(aq) 2Na+(aq) + S2(aq) = 1,25 103 mol
S2(aq) + 2H2O( ) H2S(aq) + 2OH(aq) NaOH(aq) + CH3COOH(aq) CH3COONa(aq) + H2O( )
5. Jawaban: c Mula-mula : 1,25 103 1,25 103
Larutan CH3COONH4 merupakan larutan garam Reaksi : 1,25 103 1,25 103 1,25 103 1,25 103

yang berasal dari basa lemah (NH4OH) dan asam Sisa : 1,25 103 1,25 103
lemah (CH3COOH).
mol CH3COONa
Ka K w [CH3COONa] =
+
[H ] = volume total
Kb
1,25 10 3 mol
= = 2,5 102 M
2 105 1014 5 10 2 L
= 2 105 CH3COONa berasal dari asam lemah (CH3COOH)
= 10 14 dan basa kuat (NaOH) sehingga akan terhidrolisis
sebagian dan bersifat basa.
= 1 107
pH = log [H+] CH3COONa(aq) CH3COO(aq) + Na+(aq)
= log 1 107 2,5 102 M 2,5 102 M 2,5 102 M
=7
CH3COO (aq) + H2O( ) CH3COOH(aq) + OH(aq)
Jadi, pH larutan CH3COONH4 sebesar 7.
Na+(aq) + H2O( )
/
6. Jawaban: c
Kw Kw
Garam NaX mempunyai pH 9 sehingga bersifat [OH] = M = [CH3COO ]
Ka Ka
basa. Garam ini berasal dari basa kuat (NaOH)
dan asam lemah (HX). 10 14
= 2,5 102
NaX(aq) Na+(aq) + X(aq) 105
0,01 M 0,01 M 0,01 M
+ = 25 1012 = 5 106
Na (aq) + H2O( )
/
pOH = log (5 106) = 6 log 5
X (aq) + H2O( ) HX(aq) + OH(aq)
pH = pKw pOH
pH = 9
= 14 (6 log 5)
pOH = pKw pH
= 8 + log 5
= 14 9
Jadi, pH larutan campuran yang terbentuk sebesar
=5
8 + log 5.

46 Hidrolisis
8. Jawaban: a 10. Jawaban: a
Garam Ca(HCOO)2 berasal dari asam lemah Mol HCl = 100 mL 0,8 M
(HCOOH) dan basa kuat (Ca(OH)2) sehingga hanya = 80 mmol = 8 102 mol
ion HCOO yang terhidrolisis. Mol NH4OH = 100 mL 0,8 M
Ca(HCOO)2(aq) HCOO(aq) + Ca2+(aq) = 80 mmol = 8 102 mol
0,01 M 0,02 M 0,01 M HCl(aq) + NH4OH(aq) NH4Cl(aq) + H2O( )
HCOO(aq) + H2O( ) HCOOH(aq) + OH(aq) Mula-mula : 8 102 8 102
Reaksi 8 102 8 102 8 102 8 102
Kw Kw
[OH] = M = [HCOO ] Sisa : 8 102 8 102
Ka Ka
mol NH4Cl 8 10 2 mol
14 [NH4Cl] = = = 4 101 M
10
2 102 volume total 2 10 1 L
=
2 10 4 NH4Cl berasal dari basa lemah (NH4OH) dan asam
kuat (HCl) sehingga akan terhidrolisis sebagian.
= 11012 = 1 106
NH4Cl(aq) NH4+(aq) + Cl(aq)
pOH = log 1 106 4 101 4 101 4 101
=6 NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq)
pH = pKw pOH Cl(aq) + H2O( )
/
= 14 6 = 8 Kw Kw
Jadi, pH larutan Ca(HCOO)2 sebesar 8. [H+] = M = [NH4+ ]
Kb Kb

9. Jawaban: d
1014
Mol CH3COOH = 50 mL 0,2 M = 4 101
1 105
= 10 mmol = 1 102 mol
Mol KOH = 50 mL 0,2 M = 4 1010
= 10 mmol = 1 102 mol
= 2 105
CH3COOH(aq) + KOH(aq) CH3COOK(aq) + H2O( )
pH = log (2 105)
Mula-mula : 1 102 1 102
Reaksi : 1 102 1 102 1 102 1 102
= 5 log 2
Jadi, pH larutan campuran sebesar 5 log 2.
Sisa : 1 102 1 102

mol CH3COOK B. Uraian


[CH3COOK] = volume total 1. Reaksi ionisasi NaNO2:
1 10 2 mol
= = 1 101 M NaNO2(aq) Na+(aq) + NO2(aq)
1 10 1 L
Reaksi ionisasi air:
Garam CH 3COOK berasal dari asam lemah
(CH3COOH) dan basa kuat (KOH) sehingga akan H2O( ) H+(aq) + OH(aq)
terhidrolisis sebagian. NaNO2 berasal dari asam lemah (HNO2) dan basa
CH3COOK(aq) CH3COO(aq) + K+(aq) kuat (NaOH) sehingga akan terhidrolisis sebagian.
Persamaan reaksi hidrolisisnya sebagai berikut.
1 101 M 1 101 M 1 101 M
Na+(aq) + H2O( ) /
CH3COO(aq) + H2O( ) CH3COOH(aq) + OH(aq)
NO2(aq) + H2O( ) HNO2(aq) + OH(aq)
K+(aq) + H2O( )
/ Pada reaksi hidrolisis tersebut dibebaskan ion
Kw Kw OH. Adanya ion OH dalam larutan inilah yang
[OH] = M = [CH3COO ]
Ka Ka dapat membirukan kertas lakmus merah.
10 14 2. a. Na2S
= 1 101
10 5 Na2S(aq) 2Na+(aq) + S2(aq)
= 1 10 10 Na+(aq) + H2O( ) /
2
= 1 105 S (aq) + 2H2O( ) H2S(aq) + 2OH(aq)
pOH= log [OH] = log (1 105) = 5 Garam Na2S bersifat basa karena membebas-
kan ion OH.
pH = 14 pOH = 14 5 = 9
Jadi, pH larutan campuran sebesar 9.

Kimia Kelas XI 47
b. AlCl3 pH larutan HCN
AlCl3(aq) Al3+(aq) + 3Cl(aq)
[H+] = Ka a
Al3+(aq) + 3H2O( ) Al(OH)3(aq) + 3H+(aq)
Cl(aq) + H2O( ) / = 1010 0,1
Garam AlCl 3 bersifat asam karena = 5,5
1011 = 10
membebaskan ion H+.
pH = log [H+]
c. CH3COOK
= log 105,5 = 5,5
CH3COOK(aq) K+(aq) + CH3COO(aq) Persamaan reaksi:
K+(aq) + H2O( )
/ NH4OH(aq) + HCN(aq) NH4CN(aq) + H2O( )
CH3COO(aq) +H2O( ) CH3COOH(aq) +OH(aq) Larutan garam NH4CN terbentuk dari basa lemah
Garam CH 3COOK bersifat basa karena (NH4OH) dan asam lemah (HCN) sehingga akan
membebaskan OH. terhidrolisis sempurna.
d. Ba3(PO4)2 K w Ka
[H+] = Kb
Ba3(PO4)2(aq) 3Ba2+(aq) + 2PO43(aq)
Ba2+ + H2O( ) / 10 14 10 10
=
10 5
PO43(aq) + 3H2O( ) H3PO4(aq) + 3OH(aq)
9,5
Garam Ba3(PO4)2 bersifat basa karena mem- = 10 19 = 10
bebaskan OH. pH = log [H+]
3. KCN merupakan garam yang berasal dari asam = log 109,5 = 9,5
lemah (HCN) dan basa kuat (KOH) sehingga akan Jadi, pH larutan campuran sebesar 9,5.
terhidrolisis sebagian. Reaksi ionisasi KCN sebagai
5. pH larutan basa lemah LOH = 11
berikut.
pOH = pKw pH
KCN(aq) K+(aq) + CN(aq)
= 14 11
0,01 M 0,01 M 0,01 M
= 3
+
K (aq) + H2O( )
/ log [OH] = log 1 103
CN (aq) + H2O( ) HCN(aq) + OH(aq)

[OH] = 1 103
Kw Kw
[OH] = M = [CN ] [OH] = Kb b
Ka Ka

1014
1 103 = Kb 0,01
= 0,01
6 1010 6
1 10 = Kb 0,01
1 1016 Kb = 1 104
= Mol LOH =10 mL 0,01 M
6 1010
= 0,1 mmol
= 0,167 106 = 1 104 mol
= 0,41 103 = 4,1 104 Mol HI =10 mL 0,01 M
pOH = log [OH] = 0,1 mmol
= log 4,1 104 = 4 log 4,1 = 1 104 mol
LOH(aq) + HI(aq) LI(aq) + H2O( )
pH = 14 pOH Mula-mula : 1 104 1 104
= 14 (4 log 4,1) = 10 + log 4,1 Reaksi : 1 104 1 104 1 104 1 104

Jadi, pH larutan KCN 0,01 M sebesar 10 + log 4,1. Sisa : 1 104 1 104

4. pH larutan NH4OH mol LI 1 10 4 mol



[LI] = = 2 10 2 L
= 5 103 M
[OH ] = Kb b = 5 volume total
10 0,1 = 10 6


[OH ] = 10 3 Larutan LI berasal dari basa lemah (LOH) dan asam
kuat (HI) sehingga akan terhidrolisis sebagian.
pOH = log [OH]
LI(aq) L+(aq) + I(aq)
= log 103 = 3
5 103 M 5 103 M 5 103 M
pH = pKw pOH
= 14 3 = 11

48 Hidrolisis
L+(aq) + H2O( ) LOH(aq) + H+(aq) 10
14

I (aq) + H2O( )
/ = 4
5 10 3
1 10
Kw
[H+] = M = 5 1013
Kb

= 50 1014
Kw +
= [L ] = 7,07 107
Kb
pH = log (7,07 107)
= 7 log 7,07
Jadi, pH larutan campuran yang terbentuk sebesar
7 log 7,07.

A. Pilihan Ganda Na2SO4 berasal dari basa kuat (NaOH) dan asam
1. Jawaban: b kuat (H2SO4) sehingga bersifat netral. Ba(NO3)2
Larutan garam yang bersifat basa berasal dari berasal dari basa kuat (Ba(OH)2) dan asam kuat
asam lemah dan basa kuat. Natrium sulfida (Na2S) (HNO3) sehingga bersifat netral.
berasal dari basa kuat (NaOH) dan asam lemah 3. Jawaban: d
(H2S) sehingga Na2S bersifat basa. Kalium sianida Garam yang terhidrolisis sebagian dan bersifat basa
(KCN) berasal dari basa kuat (KOH) dan asam lemah dihasilkan dari pencampuran antara asam lemah
(HCN) sehingga KCN bersifat basa. Amonium dengan basa kuat yang memiliki jumlah mol sama,
klorida (NH4Cl) berasal dari basa lemah (NH4OH) misal campuran antara Ca(OH)2 (basa kuat) dan
dan asam kuat (HCl) sehingga NH4Cl bersifat asam. H2S (asam lemah). Sementara itu, Campuran NaOH
Barium asetat (Ba(CH3COO)2) berasal dari asam (basa kuat) dan HI (asam kuat) menghasilkan garam
lemah (CH3COOH) dan basa kuat (Ba(OH)2) yang bersifat netral. Campuran KOH (basa kuat)
sehingga Ba(CH3COO)2 bersifat basa. Perak nitrat dan HNO3 (asam kuat) menghasilkan garam bersifat
(AgNO3) berasal dari basa lemah (AgOH) dan asam netral. Campuran Zn(OH)2 (basa lemah) dan HCl
kuat (HNO3) sehingga AgNO3 bersifat asam. Jadi, (asam kuat) menghasilkan garam bersifat asam.
garam yang bersifat asam adalah nomor 1), 2), Campuran Al(OH)3 (basa lemah/amfoter) dan H2SO4
dan 4). (asam kuat) menghasilkan garam bersifat asam.
2. Jawaban: b 4. Jawaban: e
Garam yang larutannya dapat memerahkan kertas Garam yang bersifat asam berasal dari asam kuat
lakmus biru adalah garam yang bersifat asam. dan basa lemah. Garam yang bersifat asam dapat
Garam bersifat asam berasal dari asam kuat dan memerahkan kertas lakmus merah dan biru seperti
basa lemah. AlCl3 berasal dari basa lemah/amfoter larutan 4) NH4Cl dan 5) (NH4)2SO4. Larutan 1) KCN
(Al(OH)3) dan asam kuat (HCl) sehingga bersifat dan 3) CH3COONa bersifat basa karena dapat
asam. Garam bersifat asam dapat memerahkan membirukan kertas lakmus merah dan biru. Larutan
kertas lakmus biru karena saat terhidrolisis akan 2) NaCl bersifat netral karena tidak mengubah
membebaskan ion H +. Persamaan reaksinya warna kertas lakmus merah dan biru.
sebagai berikut.
5. Jawaban: d
AlCl3(aq) Al3+(aq) + 3Cl(aq)
Larutan garam yang mengalami hidrolisis total
Al3+(aq) + 3H2O( ) Al(OH)3(aq) + 3H+(aq) terbentuk dari asam lemah dan basa lemah, misal
Cl(aq) + H2O( ) / (NH4)2S. (NH4)2S terbentuk dari asam lemah (H2S)
Kl berasal dari basa kuat (KOH) dan asam kuat dan basa lemah (NH4OH). Harga pH-nya tergantung
(Hl) sehingga bersifat netral. Garam bersifat netral harga Ka dan Kb. Persamaan reaksi hidrolisisnya
tidak memerahkan kertas lakmus biru. KNO2 sebagai berikut.
berasal dari basa kuat (KOH) dan asam lemah (NH4)2S(aq) 2NH4+(aq) + S2(aq)
(HNO2) sehingga bersifat basa. Garam bersifat NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq)
basa tidak memerahkan kertas lakmus biru.
S2(aq) + 2H2O( ) H2S(aq) + 2OH+(aq)

Kimia Kelas XI 49
Sementara itu, KCN terbentuk dari asam lemah 5 103 mol
mol K 2S
(HCN) dan basa kuat (KOH) sehingga terhidrolisis [K2S] = = 5 101 L = 1 102 M
volume total
sebagian. BaCl2 terbentuk dari asam kuat (HCl)
dan basa kuat (Ba(OH) 2 ) sehingga tidak Garam K2S berasal dari asam lemah (H2S) dan
terhidrolisis. NaNO3 terbentuk dari asam kuat basa kuat (KOH) sehingga akan terhidrolisis
(HNO 3 ) dan basa kuat (NaOH) sehingga sebagian.
terhidrolisis sebagian. CH3COONa terbentuk dari K2S(aq) 2K+(aq) + S2(aq)
asam lemah (CH3COOH) dan basa kuat (NaOH) 1 102 M 2 102 M 1 102 M
+
sehingga terhidrolisis sebagian. K (aq) + H2O( )
/
2
6. Jawaban: d S (aq) + 2H2O( ) H2S(aq) + 2OH(aq)
Larutan K2CO3 merupakan larutan garam yang Kw Kw
[OH] = M = [S2 ]
berasal dari basa kuat (KOH) dan asam lemah Ka Ka

(H2CO3) sehingga garam ini bersifat basa. Garam


1014
K 2 CO 3 akan terhidrolisis sebagian dengan = (1 102 )
108
melepaskan ion OH saat ion CO32 dari asam
lemahnya bereaksi dengan ion H + dari air. = 1 108
Persamaan reaksi hidrolisisnya sebagai berikut.
= 1 104
K2CO3(aq) 2K+(aq) + CO32(aq) pOH = log [OH]
Ion K+ berasal dari basa kuat sehingga tidak dapat = log (1 104)
bereaksi dengan ion OH dari air. =4
K+(aq) + H2O( ) / pH = 14 pOH
= 14 4
CO32(aq) + 2H2O( ) H2CO3(aq) + 2OH(aq) = 10
Jadi, pH larutan K2S sebesar 10.
Adanya ion OH tersebut mengakibatkan larutan
mempunyai pH > 7, jumlah ion OH dalam larutan 9. Jawaban: c
bertambah, dapat membirukan kertas lakmus, dan Larutan NH4NO2 merupakan larutan garam yang
garamnya bersifat basa. berasal dari asam lemah (HNO2) dan basa lemah
(NH4OH) sehingga akan terhidrolisis sempurna.
7. Jawaban: a
Larutan amonium bromida (NH4Br) terbentuk dari [H+] =
Ka Kw
Kb
asam kuat (HBr) dan basa lemah (NH4OH).
104 1014
NH4Br(aq) NH4+(aq) + Br(aq) =
105
0,1 M 0,1 M 0,1 M

NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(q) = 1013 = 1 106,5


pH = log [H+]
Br(aq) + H2O( )
/ = log (1 106,5) = 6,5
Kw Jadi, pH garam NH4NO2 sebesar 6,5.
Kh =
Kb
10. Jawaban: d
Kw
+
[H ] = M Mol HCl = 50 mL 0,2 M
Kb
= 10 mmol
Kw = 1 102 mol
= [NH4+ ]
Kb
Mol NH4OH = 50 mL 0,2 M
= Kh [NH4+ ] = 10 mmol
= 1 102 mol
= 109 0,1
HCl(aq) + NH4OH(aq) NH4Cl(aq) + H2O( )
= 10 10 Mula-mula : 1 102 mol 1 102 mol
= 105 Reaksi : 1 102 mol 1 102 mol 1 102 mol 1 102 mol

pH = log 105 = 5 Sisa : 1 102 mol 1 102 mol
Jadi, pH larutan natrium asetat sebesar 5.
mol NH4Cl
8. Jawaban: d [NH4Cl] = volume total
massa K 2S 0,55 1 10 2 mol
Mol K2S = = = 5 103 mol = = 1 101 M = 0,1 M
Mr K 2S 110 1 10 1 L

50 Hidrolisis
Larutan NH4Cl merupakan larutan garam yang Mol KOH = volume KOH [KOH]
berasal dari basa lemah (NH4OH) dan asam kuat
(HCl) sehingga akan terhidrolisis sebagian. = 100 mL 0,04 M
NH4Cl(aq) NH4+(aq) + Cl(aq) = 4 mmol = 4 103 mol
0,1 M 0,1 M 0,1 M HCOOH(aq) + KOH(aq) HCOOK(aq) + H2O( )
NH4+(aq)+ H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq) Mula-mula : 4 103 4 103
Reaksi : 4 103 4 103 4 103 4 103
Cl(aq) + H2O( )
/
Sisa : 4 103 4 103
Kw Kw
[H+] = M = [NH4+ ] mol HCOOK
Kb Kb [HCOOK] = volume total

10
14 4 103 mol
= 0,1 =
5 2 101 L
10
= 2 102 M
= 10 10
Garam HCOOK berasal dari asam lemah (HCOOH)
= 105 dan basa kuat (KOH) sehingga akan terhidrolisis
pH = log [H+] sebagian.
= log 105 = 5 HCOOK(aq) HCOO(aq) + K+(aq)
Jadi, larutan campuran yang terbentuk mempunyai 2 102 M 2 102 M 2 102 M
pH 5. HCOO(aq) + H2O( ) HCOOH(aq) + OH(aq)
+
11. Jawaban: a K (aq) + H2O( )
/
pH = 5
Kw
pH = log [H+] [OH] = Ka
M
5 = log [H+]
log 10 = log [H+]
5 Kw
[HCOO ]
=
[H+] = 105 Ka

Garam NH4Cl terbentuk dari asam kuat (HCl) dan 10 14


= 2 10 2
basa lemah (NH4OH) sehingga akan terhidrolisis 2 10 4
sebagian.
= 1 1012 = 106
NH4Cl(aq) NH4+(aq) + Cl(aq)
pOH = log 1 106
NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq) = 6 log 1
Cl(aq) + H2O( )
/ pH = pKw pOH
= 14 (6 log 1)
Kw Kw
[H+] = M = [NH4+ ] = 8 + log 1
Kb Kb
Jadi, larutan garam yang terbentuk mempunyai pH
10 14 8 + log 1.
105 = [NH4+ ]
105
13. Jawaban: b
1014
1010 = [NH4+] Mol H2SO4 = 0,1 L 0,1 M
105
[NH4+] = [NH4Cl] = 101 M = 0,01 mol
Mol NH4OH = 0,1 L 0,2 M
Mol NH4Cl = MNH VNH
4Cl 4Cl = 0,02 mol
Massa NH4Cl
Mr NH4Cl = 101 5 101 H2SO4(aq) + 2NH4OH(aq) (NH4)2SO4(aq) + 2H2O( )
Mula-mula : 0,01 0,02
Massa NH4Cl
= 5 102 Reaksi : 0,01 0,02 0,01 0,02
53,5
Sisa : 0,01 0,02
Massa NH4Cl = 5 102 53,5
= 2,675 g (NH4)2SO4 berasal dari basa lemah (NH4OH) dan
Jadi, massa NH4Cl sebesar 2,675 g. asam kuat (H2SO4) sehingga akan terhidrolisis
12. Jawaban: b sebagian.
Mol HCOOH = volume HCOOH [HCOOH] 0,01mol
= 100 mL 0,04 M [(NH4)2SO4] = 0,2 L
= 4 mmol = 4 103 mol = 5 102 M

Kimia Kelas XI 51
(NH4)2SO4(aq) 2NH4+(aq) + SO42(aq) pH = pKw pOH
5 102 M 10 102 M 5 102 M = 14 (6 log 1,8)
NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq) = 8 + log 1,8
Jadi, larutan yang terbentuk mempunyai pH
SO42(aq) + H2O( )
/ 8 + log 1,8.
Kw Kw 15. Jawaban: e
[H+] = M = [NH+4 ]
Kb Kb C6H5COONa berasal dari asam lemah (C6H5COOH)
dan basa kuat (NaOH) sehingga akan terhidrolisis
10 14 sebagian dan bersifat basa.
= 10 102
10 5 C6H5COONa(aq) C6H5COO(aq) + Na+(aq)

= 1 10 10 C6H5COO(aq) + H2O( ) C5H6COOH(aq) + OH(aq)


= 1 105 Na+(aq) + H2O( )
/
pH = log [H+]
= log (105) pH = 9
=5 pOH = 14 pH
Jadi, larutan yang terjadi mempunyai pH 5. = 14 9 = 5
14. Jawaban: b pOH = log [OH]
Mol asam oksalat = 10 mL 0,1 M = 1 mmol 5 = log [OH]
= 1 103 mol log105 = log [OH]
Mol NaOH = 20 mL 0,1 M = 2 mmol
[OH] = 105 M
= 2 103 mol
Kw
H2C2O4(aq) + 2NaOH(aq) Na2C2O4(aq) + 2H2O( ) [OH] = M
3 3
Ka
Mula-mula : 1 10 2 10
Reaksi : 1 103 2 103 1 103 2 103 Kw
105 = [C6H5COO ]
Sisa : 1 103 2 103 Ka

1014
mol Na2C2O4 = 1 103 mol 105 = [C6H5COO ]
6 105
1 103 mol
[Na2C2O4] = 1014
3 102 L 1010 = 6 105 [C6H5COO]
= 3,3 102 M
10 10 6 10 5
Na2C2O4 berasal dari asam lemah (H2C2O4) dan [C6H5COO] =
10 14
basa kuat (NaOH) sehingga akan terhidrolisis
sebagian. = 6 101 M
Na2C2O4(aq) 2Na+(aq) + C2O42(aq) [C6H5COONa] = [C6H5COO] = 6 101 M
3,3 102 M 6,6 102 M 3,3 102 M mol C6H5COONa
[C6H5COONa] = volume laru tan
Na+(aq) + H2O( )
/
mol C6H5COONa = [C6H5COONa] volume larutan
C2O42(aq) + 2H2O( ) H2C2O4(aq) + 2OH( )
= 6 101 1 101
pH = pKw pOH
= 6 102 mol
pOH = log [OH]
massa C6H5COONa
Kw Kw

[OH ] = M = [C2O42 ] = mol C6H5COONa Mr C6H5COONa
Ka Ka
= 6 102 144 = 8,64 gram
10 14 Jadi, massa C6H5COONa yang diperlukan sebesar
= 3,3 102
10 4 8,64 gram.
16. Jawaban: d
= 3,3 1012 Amonium nitrat = NH4NO3
= 1,8 106 NH4NO3 berasal dari asam kuat (HNO3) dan basa
pOH = log (1,8 106) lemah (NH4OH) sehingga akan terhidrolisis sebagian
= 6 log 1,8 dan bersifat asam.

52 Hidrolisis
NH4NO3(aq) NH4+(aq) + NO3(aq) mol CH3COONa 1 10 2 mol
[CH3COONa] = = 1 10 1 L
NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq) volume laru tan

NO3(aq) + H2O( ) / = 1 101 M = 0,1 M


+
[NH4 ] = [NH4NO3] CH3COONa(aq) CH3COO(aq) + Na+(aq)
pH larutan = 5 0,1 M 0,1 M 0,1 M
log [H+] = 5
CH3COO (aq) + H2O( ) CH3COOH(aq) +
log [H+] = log 105
[H+] = 105 OH(aq)

Kw Kw Na+(aq) + H2O( )
/
+
[H ] = Kb
[NH4+ ] = [NH4NO3 ]
Kb

1.000 g Kw
[NH4NO3] = mL Mr [OH] = M
Kb
Kw 1.000 g
[H+] = M Kw
Kb mL r = [CH3COO ]
Kb
10 14 1.000 g
105 =
2 10 5 500 80 10 14
= 0,1
1014 2g 10 5
10
10 =
2 105 80
= 10 10
14
2 10 g = 105
1010 =
1,6 103 pOH = log [OH] = log (105)
1,6 1013 pOH = 5
g=
2 1014 pH = 14 pOH
= 8 gram = 14 5 = 9
Jadi, massa amonium nitrat yang dilarutkan Jadi, pH larutan berubah dari 3 menjadi 9.
sebesar 8 gram. 18. Jawaban: c
17. Jawaban: c gram
Mol KOH =
1) pH larutan sebelum ditambah NaOH Mr
0,14
[H+] = Ka a = 56
= 2,5 103 mol
= 5
10 0,1 Mol HA = volume HA [HA]
= 25 mL 0,1 M
= 10 6 = 2,5 mL 103 M
= 103 KOH(aq) + HA(aq) KA(aq) + H2O( )
pH = log [H+] Mula-mula : 2,5 103 2,5 103
= log (103) Reaksi : 2,5 103 2,5 103 2,5 103 2,5 103

=3 Sisa : 2,5 103 2,5 103
2) pH larutan setelah ditambah NaOH
mol CH3COOH = 100 mL 0,1 M
mol KA = 2,5 103 mol
= 10 mmol = 1 102 mol
2,5 103 mol
massa NaOH [KA] = = 0,1 M
mol NaOH = 2,5 102 L
Mr NaOH
KA berasal dari asam lemah (HA) dan basa kuat
0,4
= = 1 10 2
mol (KOH) sehingga akan terhidrolisis sebagian dan
40
CH3COOH(aq) + NaOH(aq) CH3COONa(aq) + H2O( )
bersifat basa.
Mula-mula : 1 102 1 102 KA(aq) K+(aq) + A(aq)
Reaksi : 1 102 1 102 1 102 1 102 0,01 M 0,01 M 0,01 M

Sisa : 1 102 1 102 +
K (aq) + H2O( )
/
CH 3 COONa berasal dari asam lemah A(aq) + H2O( ) HA(aq) + OH(aq)
(CH3COOH) dan basa kuat (NaOH) sehingga pH = 3,0
akan terhidrolisis sebagian dan bersifat basa. log [H+] = 3,0

Kimia Kelas XI 53
log [H+] = log 103 pH = log [H+]
[H+] = 103 log [H+] = log 2 107
[H+] = 2 107
[H+] = Ka M
+2 Ka
[H ] = Ka M [H+] = Kb
Kw
+ 2
[H ]
Ka = 6 105
M
2 107 = 1014
(103 )2 5 Kb
Ka = = 1 10
0,1
(6 105 ) 1014
Kw
4 1014 =
Kb
[OH] = M
Ka
Kb = 1,5 105
Kw pH larutan NH4OH mula-mula:
= [A ]
Ka
[OH] = Kb b
14
10
= 0,1
105 = (1,5 105 ) 0,06
= 1010 = 105 = 9 107 = 3 103,5 M

pOH = log [OH ] pOH = log 3 103,5
= log 105 [OH] = 3,5 log 3
pOH = 5 pH = 14 (3,5 log 3)
pH = pKw pOH = 14 5 = 9 = 10,5 + log 3
Jadi, larutan garam yang terjadi mempunyai pH 9. Jadi, pH larutan NH 4 OH mula-mula adalah
19. Jawaban: e 10,5 + log 3.
20. Jawaban: d
Mol NH4OH = 100 mL 0,06 M
NaBrO berasal dari asam lemah (HBrO) dan basa
= 6 mmol = 6 103 mol kuat (NaOH) sehingga akan terhidrolisis sebagian
Mol C6H5COOH = 400 mL 0,015 M dan bersifat basa.
= 6 mmol = 6 103 mol NaBrO(aq) Na+(aq) + BrO(aq)
pH C6H5COOH = 3,5 log 3 0,2 M 0,2 M 0,2 M
log [H+] = 3,5 log 3 +
Na (aq) + H2O( )
/
log [H+] = log 3 103,5 BrO(aq) + H2O( ) HBrO(aq) + OH(aq)
[H+] = 3 103,5
Kw Kw
[H+] = Ka a = =
Ka M K a [BrO ]

3 103,5 = Ka 0,015 1014


= 5
9 107 = Ka 0,015 2 10 2 101

9 107 9 10 7 1014 108


Ka = = = 6 =
0,015 1,5 102 4 10 4
5 1
= 6 10 = 104 = 5 105
2
NH4OH(aq) + C6H5COOH(aq) C6H5COONH4(aq) + H2O( )
Mula-mula : 0,006 0,006
Jadi, derajat hidrolisis larutan NaBrO 0,2 M adalah
Reaksi : 0,006 0,006 0,006 0,006 5 105.

Sisa : 0,006 0,006 21. Jawaban: b
Garam C6H5COONH4 berasal dari asam lemah Garam MX mempunyai pH = 5 sehingga bersifat
(C6H5COOH) dan basa lemah (NH4OH) sehingga asam. Garam yang bersifat asam berasal dari asam
akan terhidrolisis sempurna. kuat dan basa lemah. Persamaan reaksi
C6H5COONH4(aq) C6H5COO(aq) + NH4+(aq) hidrolisisnya sebagai berikut.
C6H5COO(aq) + H2O( ) C6H5COOH(aq) + OH(aq) MX(aq) M+(aq) + X(aq)
NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq) M+(aq) + H2O( ) MOH(aq) + H+(aq)
pH = 7 log 2 X(aq) + H2O( )
/

54 Hidrolisis
pH = 5 pOH = log [OH]
pH = log [H+] = log (1 103,5)
5 = log [H+] = 3,5
log 105 = log [H+] pH = 14 pOH
[H+] = 105 = 14 3,5
= 10,5
Kw
[H+] = M Jadi, pH larutan tersebut 10,5.
Kb
Kw
[M+ ] 23. Jawaban: d
105 = Kb massa Ba(CH3COO)2
Mol Ba(CH3COO)2 =
1014 Mr Ba(CH3COO)2
105 = [M+ ] 0,255
2 105 = = 1 103 mol
1014 255
1010 = 2 105 [M ]
+
mol Ba(CH3COO)2
[Ba(CH3COO)2] =
volume laru tan
2 105 1010
[M+] = = 2 101 = 0,2 M 1 103 mol
1014
= = 2 103 M
[MX] = [M+] = 0,2 M 5 101 L

g 1.000 Garam Ba(CH3COO)2 terbentuk dari asam lemah


[MX] = V(mL)
Mr (CH3COOH) dan basa kuat (Ba(OH)2) sehingga
1,07 1.000 akan terhidrolisis sebagian dan bersifat basa.
0,2 = 100
Mr Ba(CH3COO)2(aq) Ba2+(aq) + 2CH3COO(aq)
10,7 2 103 M 2 103 M 4 103 M
0,2 =
Mr
Ba2+(aq) + H2O( )
/
10,7
Mr = = 53,5
0,2 CH3COO(aq) + H2O( ) CH3COOH(aq) + OH(aq)
Jadi, Mr garam tersebut adalah 53,5.
Kw Kw
[OH] = M = [CH3COO ]
22. Jawaban: e Ka Ka
Mol HCN = 50 mL 0,2 M = 10 mmol = 1 102 mol
1014
Mol KOH = 50 mL 0,2 M = 4 103
105
= 10 mmol = 1 102 mol 6
= 4 1012 = 2 10
HCN(aq) + KOH(aq) KCN(aq) + H2O( )
Mula-mula:1 102 1 102 pOH = log 2 106
Reaksi :1 102 1 102 1 102 1 102 = 6 log 2
pH = 14 pOH
Sisa : 1 102 1 102 = 14 (6 log 2) = 8 + log 2
Garam KCN terbentuk dari asam lemah (HCN) dan Jadi, pH larutan Ba(CH3COO)2 sebesar 8 + log 2.
basa kuat (KOH) sehingga akan terhidrolisis 24. Jawaban: b
sebagian dan bersifat basa. AlCl3 berasal dari asam kuat (HCl) dan basa lemah/
mol KCN 1 102 mol amfoter (Al(OH)3) sehingga akan terhidrolisis
[KCN] = = = 1 101 M sebagian dan bersifat asam.
volume total 1 101 L
KCN(aq) K+(aq) + CN(aq) AlCl3(aq) Al3+(aq) + 3Cl(aq)
1 101 M 1 101 M 1 101 M 0,05 M 0,05 M 0,05 M
+
K (aq) + H2O( )
/ 3+
Al (aq) + 3H2O( ) Al(OH)3(aq) + 3H+(aq)
CN(aq) + H2O( ) HCN(aq) + OH(aq) Cl(aq) + H2O( )
/
Kw Kw
[OH] = M = [CN ] [H+] =
Kw
M =
Kw
[Al3 + ]
Ka Ka Kb Kb

1014 1014
= 1 101 = 0,05
1 108 7,2 106

= 6,9 1011
= 1 10 7
= 8,3 106
= 1 103,5

Kimia Kelas XI 55
pH = log [H+] 26. Jawaban: d
= log 8,3 106 pH = 6
= 6 log 8,3 log [H+] = log 106
= 5,1 [H+] = 106
Jadi, pH larutan 5,1. Garam NH4Br terbentuk dari basa lemah (NH4OH)
dan asam kuat (HBr) sehingga akan terhidrolisis
25. Jawaban: b
sebagian dan bersifat asam.
Mol HCOOH = 400 mL 0,005 M = 2 mmol
= 2 103 mol NH4Br(aq) NH4+(aq) + Br(aq)
Mol Ba(OH)2 = 100 mL [Ba(OH)2] NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq)
Misal [Ba(OH) 2 ] = x, maka mol Ba(OH) 2
Br(aq)+ H2O( )
/
= 101x mol. Oleh karena terhidrolisis, Ba(OH)2
tidak bersisa. Kw
[H+] = M
Ba(OH)2(aq) + 2HCOOH(aq) (HCOO)2Ba(aq) + 2H2O(aq) Kb
Mula-mula : 101x mol 2 103 mol
Reaksi : 103 mol 2 103 mol 103 mol 2 103 mol Kw
[H+] = [NH4+ ]
Sisa : 103 mol 2 103 mol Kb

101x 103 = 0 10 14
106 = [NH4+ ]
101x mol = 103 mol 105

x = 102 mol 1012 = 109 [NH4+]


mol (HCOO)2 Ba
[NH4+] = 103
[(HCOO)2Ba] = [NH4Br] = [NH4+] = 103 M
volume total
massa NH4Br 1.000
1 10 3 mol [NH4Br] =
= 5 10 1
L
= 2 103 M Mr NH4Br V(mL)
1.000
Garam (HCOO)2Ba terbentuk dari asam lemah 103 = massa NH4Br 500
98
(HCOOH) dan basa kuat (Ba(OH)2) sehingga akan
terhidrolisis sebagian dan bersifat basa. 103 = 2 massa NH4Br
98
(HCOO)2Ba(aq) 2HCOO(aq) + Ba2+(aq)
98 103
2 103 M 4 103 M 2 103 M massa NH4Br =
2

HCOO (aq) + H2O( ) HCOOH(aq) + OH (aq) = 49 103 g = 49 mg
Jadi, massa amonium bromida yang harus dilarut-
Ba2+(aq) + H2O( )
/
kan sebanyak 49 mg.
pH = 7,5
pOH = 14 pH 27. Jawaban: e
massa NH4NO 3
= 14 7,5 Mol NH4NO3 = Mr NH4NO 3
= 6,5
3,2
log [OH] = log 106,5 = (28 + 4 + 48)
[OH] = 106,5 3,2
Kw = 80 = 0,04 mol = 4 102 mol
[OH] = M
Ka 4 10 2 mol
Kw
[NH4NO3] = 1 10 1 L
= 4 101 M = 0,4 M
[OH ] = [HCOO ]
Ka Garam NH4NO3 terbentuk dari basa lemah (NH4OH)
10 14 dan asam kuat (HNO3) sehingga akan terhidrolisis
106,5 = 4 103 sebagian dan bersifat asam.
Ka
NH4NO3(aq) NH4+(aq) + NO3(aq)
4 10 17
106,5 = Ka
0,4 M 0,4 M 0,4 M
NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq)
13 4 1017
10 = Ka NO3(aq) + H2O( )
/
Ka = 4 104 Kw
M
[H+] = Kb
Jadi, Ka larutan HCOOH adalah 4 104.

56 Hidrolisis
Kw b. Na2CO3(aq) 2Na+(aq) + CO32(aq)
[H+] = [NH4+ ]
Kb Na+(aq) + H2O( ) /
10
14 CO3 (aq) + 2H2O( ) H2CO3(aq) + 2OH(aq)
2
= 0,4
10
5 c. K2SO3(aq) 2K+(aq) + SO32(aq)
K+(aq) + H2O( ) /
= 4 1010 2
SO3 (aq) + 2H2O( ) H2SO3(aq) + 2OH(aq)
= 2 105
d. NH4CN(aq) NH4+(aq) + CN(aq)
[OH] [H+] = Kw
NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq)
[OH] (2 105) = 1014
CN (aq) + H2O( ) HCN(aq) + OH(aq)
[OH] = 5 1010 M
Jadi, konsentrasi ion OH dalam larutan tersebut 2. a. NaF(aq) Na+(aq) + F(aq)
sebesar 5 1010 M. F(aq) + H2O( ) HF(aq) + OH(aq)
28. Jawaban: d [HF][OH ]
b. Kh =
Garam bersifat asam di dalam air akan terhidrolisis [F ]
sebagian dan melepaskan ion H+. Sementara itu, Kw 1014
c. Kh = = = 1,5 1011
garam bersifat basa di dalam air akan terhidrolisis Ka 6,6 104
sebagian dan melepaskan ion OH. Jadi, garam d. NaF(aq) Na+(aq) + F(aq)
yang bersifat asam ditunjukkan oleh persamaan 0,1 M 0,1 M 0,1 M
reaksi nomor 3) dan 4). Kw
[OH] = [M]
Ka
29. Jawaban: d
Larutan garam yang mempunyai pH < 7 berasal =
Kw
[F ]
dari asam kuat dan basa lemah. CH3COOK berasal Ka
dari asam lemah (CH3COOH) dan basa kuat (KOH) 1014
sehingga bersifat basa (pH > 7). AlCl3 berasal dari = 0,1
6,6 104
basa lemah Al(OH)3 dan asam kuat (HCl) sehingga
bersifat asam (pH < 7). Na2S berasal dari basa 1015
=
kuat (NaOH) dan asam lemah (H2S) sehingga 6,6 104
bersifat basa (pH > 7). KBr berasal dari basa kuat
10 1016
(KOH) dan asam kuat (HBr) sehingga bersifat netral =
6,6 104
(pH = 7). (NH4)2SO4 berasal dari basa lemah
(NH4OH) dan asam kuat (H2SO4) sehingga bersifat = 6
1,5 1012 = 1,2 10 M
asam (pH < 7). Jadi, garam yang mempunyai
pH < 7 yaitu AlCl3 dan (NH4)2SO4 atau garam [H+][OH] = 1014
nomor 2) dan 5). [H+] (1,2 106) = 1014
30. Jawaban: c 1014
[H+] = = 8,3 109 M
Kurva tersebut merupakan kurva titrasi antara 1,2 106
asam lemah dengan basa kuat. pH larutan awal 3. Larutan NH4CN terbentuk dari asam lemah (HCN)
berasal dari pH asam lemah. Pada penambahan dan basa lemah (NH4OH) sehingga akan ter-
049,9 mL titran, larutan bersifat sebagai buffer hidrolisis sempurna.
karena mengandung asam lemah dan garamnya.
NH4CN(aq) NH4+(aq) + CN(aq)
Titik ekuivalen terjadi pada pH > 7 karena larutan
hanya mengandung garam yang mengalami NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq)
hidrolisis sebagian. Pada penambahan 50,160 mL CN(aq) + H2O( ) HCN(aq) + OH(aq)
titran, larutan bersifat basa karena mengandung
sisa basa. Ka
[H+] = Kb
Kw

B. Uraian
1010
1. a. Al2S3(aq) 2Al3+(aq) + 3S2(aq) = 1014
105
Al3+(aq) + 3H2O( ) Al(OH)3(aq) + 3H+(aq)
2
= 1019 = 109,5
S (aq) + 2H2O( ) H2S(aq) + 2OH(aq)
pH = log [H+] = log 109,5 = 9,5
Jadi, pH larutan garam tersebut sebesar 9,5.

Kimia Kelas XI 57
4. Garam MX bersifat basa karena terhidrolisis NaCN berasal dari asam lemah (HCN) dan basa
menghasilkan ion OH. kuat (NaOH) sehingga akan terhidrolisis sebagian
MX(aq) M+(aq) + X(aq) dan bersifat basa.
0,01 M 0,01 M 0,01 M NaCN(aq) Na+(aq) + CN(aq)
0,04 M 0,04 M 0,04 M
[OH ] = Kh M
+
Na (aq) + H2O( )
/
[OH] = Kh [X ]
CN(aq) + H2O( ) HCN(aq) + OH(aq)
= 108 0,01 Kw
[OH] = M
10 5 Ka
= 10 = 10
pOH = log [OH] = log 105 = 5 Kw
[CN ]
= Ka
pH = pKw pOH = 14 5 = 9
Jadi, pH larutan garam MX sebesar 9. 10 14
= 0,04
5. Garam (CH3COO)2Ca berasal dari basa kuat 10 10
(Ca(OH)2) dan asam lemah (CH3COOH) sehingga 4 1016
=
akan terhidrolisis sebagian dan bersifat basa. 1010
(CH3COO)2Ca(aq) Ca2+(aq) + 2CH3COO(aq) = 4 106
2+
Ca (aq) + H2O( )
/ = 2 103
CH3COO(aq) + H2O( ) CH3COOH(aq) + OH(aq) pOH = log [OH]
pH = 9 = log (2 103) = 3 log 2
pOH = pKw pH = 14 9 = 5 pH = 14 pOH
pOH = log [OH] = 14 (3 log 2) = 11 + log 2
Jadi, pH larutan garam yang terbentuk sebesar
5 = log [OH]
11 + log 2.
log 105 = log [OH]
[OH] = 105 7. NaX berasal dari asam lemah (HX) dan basa kuat
(NaOH) sehingga akan terhidrolisis sebagian dan
Kw
[OH] = M bersifat basa.
Ka
NaX(aq) Na+(aq) + X(aq)
Kw 0,001 M 0,001 M 0,001 M
[OH] = [CH3COO ]
Ka +
Na (aq) + H2O( ) /
10 14 X(aq) + H2O( ) HX(aq) + OH(aq)
105 = [CH3COO ]
105 pH = 12
1010 = 109 [CH3COO] pOH = 14 pH = 14 12 = 2
1010 pOH = log [OH]
[CH3COO] = = 101 = 0,1 M 2 = log [OH]
109
1 log 10 = log [OH]
2
[(CH3COO)2Ca] = 2 [CH3COO] [OH] = 102 M
1 Kw
= 2 0,1 M = 0,05 M [OH] = M
Ka
Mol (CH3COO)2Ca = [(CH3COO2Ca] volume
Kw
= 0,05 M 10 mL [OH] = [X ]
Ka
= 0,5 mmol = 5 104 mol
Massa (CH3COO)2Ca 1014
102 = 103
= mol (CH3COO)2Ca Mr (CH3COO)2Ca Ka
= 5 104 158
1017
= 0,079 gram 102 = Ka
Jadi, massa (CH3COO)2Ca yang dilarutkan sebanyak
1017
0,079 gram. 104 =
Ka
g 1.000 Ka = 1 1013
6. [NaCN] = Mr V (mL)
Jadi, harga tetapan ionisasi asam lemah (HX)
0,49 1.000 adalah 1 1013.
= 49 250 = 0,04 M

58 Hidrolisis
8. Larutan garam MCl terbentuk dari basa lemah NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq)
(MOH) dan asam kuat (HCl) sehingga terhidrolisis
sebagian dan bersifat asam. K+(aq) + H2O( )
/
MCl(aq) M+(aq) + Cl(aq) Kw
[H+] = M
M+(aq) + H2O( ) MOH(aq) + H+(aq) Kb

Cl(aq) + H2O( )
/ =
Kw
[NH4+ ]
Kb
pH = 5
pH = log [H+] = 1014
0,4
5 = log [H+] 105

log 10 = log [H+]


5 10
= 4 10 = 2 105
[H+] = 105 +
pH = log [H ]
Kw = log (2 105) = 5 log 2
[H+] = M
Kb
Jadi, pH larutan garam yang terbentuk sebesar
Kw
[M+ ] 5 log 2.
[H+] = Kb
10. Mol NaOH = 0,05 L 0,1 M
14
10
[M+ ] = 0,005 mol
105 =
1 10 5 Mol HCOOH = 0,05 L 0,1 M
1014 = 0,005 mol
1010 = 1 105 [M+] Ka HCOOH = 1,8 104
[M+] = 1 101M NaOH(aq) + HCOOH(aq) HCOONa(aq) + H2O( )
Mula-mula : 0,005 0,005
Kw Reaksi : 0,005 0,005 0,005 0,005
= Kb M
Sisa : 0,005 0,005
Kw Mol HCOONa = 0,005 mol
= Kb [M+ ]
0,005 mol
[HCOONa] = 100 mL
= 0,05 M
1014
= 1 10 1 101
5
1.000 mL

Larutan HCOONa terbentuk dari asam lemah


= 8 (HCOOH) dan basa kuat (NaOH) sehingga akan
1 10
terhidrolisis sebagian dan bersifat basa.
= 1 104 HCOONa(aq) HCOO(aq) + Na+(aq)
= 1 104 100% = 0,01 % 0,05 M 0,05 M 0,05 M
Jadi, derajat hidrolisis larutan garam MCl 0,01 %.
HCOO (aq) + H2O( ) HCOOH(aq) + OH(aq)
9. Mol NH4OH = 100 mL 0,8 M Na+(aq) + H2O( )
/
= 80 mmol = 8 102 mol
Mol H2SO4 = 100 mL 0,4 M Kw
[OH] = M
= 40 mmol = 4 102 mol Ka
Kw
2NH4OH(aq) + H2SO4(aq) (NH4)2SO4(aq) + 2H2O( ) = [HCOO ]
Mula-mula : 8 102 4 102 _ Ka
Reaksi : 8 102 4 102 4 102 8 102
1014
= 0,05
Sisa : 4 102 8 102 1,8 104

[(NH4)2SO4] =
mol (NH4 )2 SO4 = 2,77 1012 = 1,67 106
volume total
pOH = log [OH]
4 10 2 mol = log 1,67 106
= 2 10 1 L
= 0,2 M = 6 log 1,67
pH = 14 pOH
(NH4)2SO4 berasal dari asam kuat (H2SO4) dan
= 14 (6 log 1,67)
basa lemah (NH4OH) sehingga akan terhidrolisis
= 8 + log 1,67
sebagian dan bersifat asam.
Jadi, pH larutan garam tersebut sebesar
(NH4)2SO4(aq) 2NH4+(aq) + SO42(aq)
8 + log 1,67.
0,2 M 0,4 M 0,2 M

Kimia Kelas XI 59
A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: b
1. Jawaban: c pH setelah penambahan H2SO4 = 3 log 2
H2SO4(aq) 2H+(aq) + SO42(aq) pH = log [H+]
[H2SO4] = 0,02 M 3log 2 = log [H+]
[H+] = [H2SO4] valensi [H+] = 2 103 M
= (2 102) 2 H2SO4(aq) 2H+(aq) + SO42(aq)
= 4 102 M [H+] = [H2SO4] valensi
Kw 14
1 10
[OH] = = = 2,5 1013 M H+
[H + ] 4,0 10 2
[H2SO4] = Valensi
Jadi, konsentrasi ion OH dalam larutan H2SO4
0,02 M sebesar 2,5 1013 M. 2 103
[H2SO4] = = 1 103 M
2
2. Jawaban: e V2 = 4 L
Larutan A Larutan B
M1 = 8 M
pH = 3 pH = 5
pOH = 14 pH pOH = 14 pH M2 = 1 103 M
= 14 3 = 14 5 Volume H2SO4 yang ditambahkan ke dalam air:
= 11 =9 V1 M1 = V2 M2
pOH = log [OH ] pOH = log [OH] V1 8 = 4 (1 103)
11 = log [OH] 9 = log [OH] 4 103
V1 = = 5 104 L = 5 101 mL
[OH] = 1011 [OH] = 109 8

Perbandingan [OH ] dalam larutan A dengan Jadi, volume H2SO4 8 M yang ditambahkan ke
dalam air sebanyak 0,5 mL.
larutan B = 1011 : 109
= 0,01 : 1 5. Jawaban: a
= 1 : 100 pH = 12 + log 4
Jadi, perbandingan [OH] dalam larutan A dengan pOH = 14 pH
larutan B sebesar 1 : 100. = 14 (12 + log 4)
= 2 log 4
3. Jawaban: b
pOH = log [OH]
[H+] = Ka a = K a [HCOOH] 2 log 4 = log [OH]
[OH] = 4 102
6 103 = (1,8 10 4 )[HCOOH]
Ca(OH)2(aq) Ca2+(aq) + 2OH(aq)
(6 10 3 ) 2
[HCOOH] = = 0,2 M [Ca(OH)2] =
1
[OH]
1,8 10 4 2
Mol HCOOH = MHCOOH VHCOOH 1
= 2
4 102 = 2 102 M
= 0,2 M 0,5 L
= 0,1 mol Mol Ca(OH)2 = M V
= 2 102 M 8 101 L
Massa HCOOH = mol HCOOH Mr HCOOH
= 0,016 mol
= 0,1 46
= 4,6 gram Massa Ca(OH)2 = mol Mr Ca(OH)2
Jadi, massa HCOOH dalam 500 mL larutan = 0,016 74 = 1,184 gram
sebanyak 4,6 gram. Jadi, massa Ca(OH)2 sebanyak 1,184 gram.

60 Ulangan Tengah Semester


6. Jawaban: e V1 M1 = V2 M2
VHCl murni = 1,2 mL = 1,2 103 L 0,02 0,2 = 0,2 M2
P = 76 cm Hg = 1 atm 0,004
M2 = = 0,02 M
Vlarutan = 10 mL = 102 L 0,2
R = 0,08 L atm/mol K Kb 0,2x 2
= = = 10x 2 = x 10
T = (27 + 273) K = 300 K b 0,02
PV=nRT Jadi, setelah diencerkan derajat ionisasi menjadi
1 1,2 103 = n 0,08 300 x 10 .
1,2 10 3
n= 0,08 300
9. Jawaban: c
= 5 105 mol Massa Al(OH)3 = 250 mg = 0,25 g
nHCl = 5 105 mol 0,25 g
Mol Al(OH)3 = = 3,2 103 mol
nHCl 5 78
5 10
MHCl = Vtotal = = 5 103 M mol
102 [Al(OH)3] =
volume
HCl(aq) H+(aq) + Cl(aq) 3,2 10 3 mol
= = 3,2 102 M
[H+] = 5 103 M 0,1L
pH = log [H+] = log 5 103 Al(OH)3(aq) Al3+(aq) + 3OH(aq)
= 3 log 5
= 3 0,7 [OH] = Kb b
= 2,3
Jadi, pH larutan HCl adalah 2,3. = K b [Al(OH) 3 ]

7. Jawaban: e = (10 5 )(3,2 10 2 )


6,72 L
Mol NH3 = = 0,3 mol = 3,2 10 7
22,4 L
NH3(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) = 5,6 104 M
0,3 mol pOH = log [OH]
[NH4OH] = = 0,1 M
3L = log (5,6 104) = 4 log 5,6
[OH] = Kb b pH = 14 (4 log 5,6)
= 10 + log 5,6
= Kb [NH4OH] = 10,74
Jadi, pH larutan obat mag yang mengandung
= (1 105 )(0,1)
250 mg Al(OH)3 adalah 10,74.
= 1 103 M
10. Jawaban: e
pOH = log [OH]
pH = 6
= log 1 103 pH = log [H+]
= 3 log 1 log [H+] = log 106
=3
[H+] = 1 106
pH = pKw pOH
[H+] = Ka a
= 14 3
= 11 1 106 = 1 10 10 a
Jadi, pH larutan NH3 dalam 3 L air tersebut 11. 1 10 12
a= = 0,01 M
1 10 10
8. Jawaban: e
[HA] = a = 0,01 M
Kb = 2 b
Mol HA = 0,01 M 0,5 L = 0,005 mol
= x2 0,2
= 0,2x2 Massa HA = mol Mr HA
Larutan diencerkan dari 20 mL menjadi 200 mL. = 0,005 27
V1 = 20 mL = 0,02 L = 0,135 g
V2 = 200 mL = 0,2 L Jadi, massa HA yang terlarut sebanyak 0,135 gram.
M1 = 0,2 M

Kimia Kelas XI 61
11. Jawaban: d 15. Jawaban: c
20 + 20 + 20 Volume NaOH yang diperlukan untuk titrasi = 30 mL
Volume HCl rata-rata = mL = 20 mL
3 (V M valensi)CH COOH = (V M valensi)NaOH
3
12 + 13 + 14 (15 M 1)CH COOH = 30 0,1 1
Volume Ba(OH)2 rata-rata = 3


mL 3
MCH COOH = 0,2 M
3
= 13 mL
Jadi, konsentrasi CH3COOH adalah 0,2 M.
MBa(OH) = 0,1 M
2
16. Jawaban: a
VHCl MHCl valensi HCl = VBa(OH) MBa(OH)
2 2 Mol H2SO4 = (3 104) M 0,5 L
valensi Ba(OH)2 = 1,5 104 mol
20 MHCl 1 = 13 0,1 2 Mol KOH = (4 104) M 0,5 mL
MHCl = 0,13 M = 2 104 mol
Jadi, konsentrasi larutan HCl sebesar 0,13 M. H2SO4(aq) + 2KOH(aq) K2SO4(aq) + 2H2O( )
Mula-mula : 1,5 104 mol 2 104 mol
12. Jawaban: b
Reaksi : 1 104 mol 2 104 mol 1 104 mol 2 104 mol
Larutan penyangga dalam grafik titrasi tersebut
terbentuk antara asam lemah dengan basa kuat Sisa : 5 105 mol 1 104 mol 2 104 mol
menghasilkan sisa asam lemah dan garamnya. Sisa mol H2SO4 = 5 105 mol
Keadaan ini dapat berlangsung sebelum titik
5 10 5 mol
ekuivalen titrasi tercapai. Pada grafik tersebut, titik MH SO sisa = = 5 105 M
2 4 1L
ekuivalen terjadi pada range pH nomor 3). Pada
[H+] dalam H2SO4 = MH valensi
range pH nomor 1), larutan yang terbentuk SO
2 4
dominan asam lemah sehingga belum terbentuk = 5 105 2 = 104 M
penyangga. Pada range pH nomor 2), larutan pH = log [H+]
sudah membentuk garam dan terdapat sisa asam = log [104] = 4
lemah. Penambahan basa tidak terlalu ber- Jadi, campuran yang terjadi mempunyai pH 4.
pengaruh sehingga pH cenderung sedikit berubah.
Jadi, daerah kurva larutan penyangga terdapat 17. Jawaban: c
pada nomor 2). VH SO = 50 mL
2 4

13. Jawaban: c pH H2SO4 = 2 log 3


Massa NaOH = 4 gram pH = log [H+]
Mr NaOH = 40 g/mol 2 log 3 = log [H+]
[H+] = 3 102 M
Volume NaOH = 250 mL = 0,25 L
4g H2SO4(aq) 2H+(aq) + SO42(aq)
mol NaOH 40 g/mol
M NaOH = = = 0,4 M [H2SO4] =
1
[H+]
volume 0,25 L 2
VNaOH MNaOH valensi NaOH = VHCl MHCl valensi HCl 1
= 2
3 102 M = 1,5 102 M
150 0,4 1 = 200 MHCl 1
60 = 200 MHCl Mol H2SO4 = [H2SO4] VH
2SO4
MHCl = 0,3 M
= 1,5 102 M 50 mL
Jadi, konsentrasi larutan HCl yang digunakan = 7,5 101 mmol
sebesar 0,30 M.
= 0,75 mmol
14. Jawaban: d VKOH = 50 mL
Mol KOH = mol CH3COOH pH = 12 + log 2
Mol KOH = 0,2 mol pOH = 14 pH
Massa KOH = mol Mr KOH = 14 (12 + log 2)
= 0,2 mol 56 g/mol = 2 log 2
= 11,2 gram pOH = log [OH]
Jadi, massa KOH yang dilarutkan sebanyak 2 log 2 = log [OH]
11,2 gram. [OH] = 2 102 M
Mol KOH = [KOH] VKOH
= 2 102 M 50 mL = 1 mmol

62 Ulangan Tengah Semester


H2SO4(aq) + 2KOH(aq) K2SO4(aq) + 2H2O( ) Konsentrasi C2H5COOH dalam larutan awal 250 mL:
Mula-mula : 0,75 mmol 1 mmol Mawal 0,02 L = 0,0049 0,1 L
Reaksi : 0,50 mmol 1 mmol 0,5 mmol 1 mmol
Mawal = 0,0245 M
Sisa : 0,25 mmol 0,5 mmol 1 mmol
Mol C2H5COOH dalam 250 mL larutan:
Vtotal = VH + VKOH
2SO4 0,0245 M 250 mL = 6,125 mmol
= 50 mL + 50 mL = 100 mL Massa C2H5COOH dalam cuplikan:
mol H2SO 4 sisa
[H2SO4]sisa = n Mr = 6,125 mmol 74 mg/mmol
Vtotal
= 453,25 mg
0,25 mmol
= = 0,453 gram
100 mL
= 0,0025 M = 2,5 103 M 100
Berat cuplikan = 84 0,453 = 0,54 gram
[H+] = [H2SO4] valensi
Jadi, sampel yang dilarutkan sebanyak 0,54 gram.
= 2,5 103 2
= 5 103 M 20. Jawaban: c
pH = log [H+] (mol valensi)aspirin = (mol valensi)KOH
= log (5 103) Mol aspirin 1 = 0,15M 15,75 103 L 1
= 3 log 5 Mol aspirin = 2,36 103 mol
Jadi, pH larutan hasil titrasi adalah 3 log 5. Massa aspirin = mol aspirin Mr aspirin
18. Jawaban: e = 2,36 103 180
VNaOH MNaOH valensi NaOH = 0,425 gram
= VH SO MH SO valensi H2SO4 Jadi, massa aspirin dalam tablet sebesar
2 4 2 4
0,425 gram.
MolNaOH 1 = 25 mL 0,1 M 2
21. Jawaban: e
Mol NaOH = 5 mmol = 5 103 mol Campuran CH 3 COOH dengan CH 3 COONa
Massa NaOH = mol NaOH Mr NaOH membentuk penyangga asam.
= 5 103 Mol (40 g/mol) pH = 5 log 4
= 0,2 gram pH = log [H+]
Kadar NaOH dalam cuplikan
log [H+] = 5 log 4
massa NaOH
= 100% log [H+] = log 4 105
massa cuplikan
0,2 gram [H+] = 4 105
= 100% = 40% [CH3COOH]
0,5 gram
[H+] = Ka
Jadi, kadar NaOH dalam cuplikan tersebut [CH3COONa]
sebesar 40%. 4 105 = 2 105
mol CH3COOH/ volume total
mol CH3COONa/ volume total
19. Jawaban: d 0,2
Misal [C2H5COOH] = y M 4 105 = 2 105
mol CH3COONa
Mol KOH = 12,25 mL 0,02 M = 0,245 mmol Mol CH3COONa = 101 mol
Mol C2H5COOH = 50 mL y M = 50y mmol Mol CH3COONa = VCH COONa MCH COONa
3 3
C2H5COOH(aq) + KOH(aq) C2H5COOK(aq) + H2O( )
0,1 mol = VCH COONa 0,1 M
Mula-mula : 50y 0,245 3
Reaksi : 0,245 0,245 0,245 0,245 VCH COONa = 1 L = 1.000 mL
3
Sisa : 0,245 0,245 Jadi, volume CH 3COONa yang dicampurkan
Konsentrasi C2H5COOH dalam 50 mL larutan sebanyak 1.000 mL.
encer = 0,245.
22. Jawaban: d
50y 0,245 = 0
Larutan penyangga adalah campuran dari:
50y = 0,245
1) asam lemah dengan garamnya;
0,245
y= 2) basa lemah dengan garamnya;
50
3) asam lemah dengan basa kuat dan jika
= 0,0049M (konsentrasi dalam 100 mL
direaksikan sisa asam lemah;
larutan encer)
4) basa lemah dengan asam kuat dan jika
MC COOH = 0,0049
2 H5 direaksikan sisa basa lemah.

Kimia Kelas XI 63
Berdasarkan hal tersebut, penjelasan untuk tiap- 5) Campuran KOH dengan CH3COOK tidak dapat
tiap campuran sebagai berikut. membentuk larutan penyangga karena
1) VKOH = 100 mL = 0,1 L merupakan campuran basa kuat dan garamnya.
MKOH = 0,2 M Jadi, campuran larutan yang dapat membentuk
larutan penyangga adalah campuran pada opsi d.
Mol KOH = VKOH MKOH
= 0,1 L 0,2 M = 0,02 mol 23. Jawaban: b
Larutan dikatakan bersifat penyangga jika pada
VHCN = 100 mL = 0,1 L
larutan ditambahkan sedikit asam, basa, atau air,
MHCN = 0,1 M pH-nya cenderung tetap atau sedikit mengalami
Mol HCN = VHCN MHCN perubahan. Berdasarkan data percobaan, larutan
= 0,1 L 0,1 M = 0,01 mol Q dan R merupakan larutan penyangga karena
KOH(aq) + HCN(aq) KCN(aq) + H2O( ) mengalami sedikit perubahan harga pH. Larutan
Mula-mula : 0,02 0,01 dikatakan bukan penyangga jika pada larutan
Reaksi : 0,01 0,01 0,01 0,01 ditambah sedikit asam, basa, atau air, terjadi

Sisa : 0,01 0,01 0,01 perubahan pH yang cukup besar. Larutan yang
Asam lemah habis bereaksi sehingga bukan bukan penyangga yaitu larutan P, S, dan T.
merupakan larutan penyangga. 24. Jawaban: e
2) Campuran NaOH dengan HCl tidak dapat massa KOH
membentuk larutan penyangga karena me- Mol KOH = Mr KOH
rupakan campuran basa kuat dan asam kuat. massa KOH
= (1 Ar K) + (1 Ar O) + (1 Ar H)
3) VNaOH = 100 mL = 0,1 L
0,14 g
MNaOH = 0,1 M = ((1 39) + (1 16) + (1 1) ) g/mol
Mol NaOH = NaOH MNaOH 0,14 g
= = 0,0025 mol
= 0,1 L 0,1 M = 0,01 mol 56 g/mol
VHCN = 100 mL = 0,1 L 10
Mol HA = L 1 M = 0,01 mol
1.000
MHCN = 0,1 M
Mol HCN = VHCN MHCN pH HA = 3
log [H+] = 3
= 0,1 L 0,1 M = 0,01 mol
NaOH(aq) + HCN(aq) NaCN(aq) + H2O( )
log [H+] = log (1 103)
Mula-mula : 0,01 0,01 [H+] = 1 103
Reaksi : 0,01 0,01 0,01 0,01
[H+] = Ka a
Sisa : 0,01 0,01
Asam lemah habis bereaksi sehingga bukan 1 103 = K a [HA]
merupakan larutan penyangga. 1 103 = Ka 1
4) VNH OH = 100 mL = 0,1 L
4 1 106 = Ka 1
MNH OH = 0,2 M
4
Ka = 1 106
Mol NH4OH = VNH OH MNH OH
4 4
KOH(aq) + HA(aq) KA(aq) + H2O( )
= 0,1 L 0,2 M = 0,02 mol
Mula-mula : 0,0025 mol 0,01 mol
VHCl = 100 mL = 0,1 L Reaksi : 0,0025 mol 0,0025 mol 0,0025 mol 0,0025 mol

MHCl = 0,1 M Sisa : 0,0075 mol 0,0025 mol 0,0025 mol

Mol HCl = VHCl MHCl [HA]


[H+] = Ka [ ]
= 0,1 L 0,1 M = 0,01 mol KA
NH4OH(aq) + HCl(aq) NH4Cl(aq) + H2O( ) mol HA/ volume total
= Ka
Mula-mula : 0,02 0,01 mol KA/ volume total
Reaksi : 0,01 0,01 0,01 0,01 3
0,0075
Sisa : 0,01 0,01 0,01 = 1 106 = 3 106
0,0025
Campuran mengandung basa lemah dan
pH = log [H+]
garamnya sehingga dapat membentuk
larutan penyangga. = log (3 106) = 6 log 3
Jadi, pH larutan yang terbentuk adalah 6 log 3.
25. Jawaban: b mol NH4OH
pH CH3COOH (mula-mula) 6 106 = 2 105
mol NH4Cl

[H+] = Ka a mol NH4OH 6 106 6 3


= = 20 = 10
mol NH4Cl 2 105
= 2 105 0,05 Jadi, perbandingan antara mol NH4OH dengan mol
NH4Cl = 3 : 10.
= 106
= 103 M 27. Jawaban: a
KOH(aq) + CH3COOH(aq) CH3COOK(aq) + H2O( )
pH = log [H+]
yM yM yM yM
= log 103
CH3COOK(aq) K+(aq) + CH3COO(aq)
=3
yM yM yM
60
Mol CH3COOH = L 0,05 M CH3COO(aq) + H2O( ) CH3COOH(aq) + OH(aq)
1.000
= 0,003 mol K+(aq) + H2O( )
/
40 pH = 9
Mol NaOH = 1.000 L 0,05 M
pOH = 14 9 = 5
= 0,002 mol 5 = log [OH]
CH3COOH(aq) + NaOH(aq) CH3COONa(aq) + H2O( ) [OH ] = 105 M

Mula-mula : 0,003 mol 0,002 mol
Reaksi : 0,002 mol 0,002 mol 0,002 mol 0,002 mol CH3COOK berasal dari basa kuat KOH dengan

Sisa : 0,001 mol 0,002 mol 0,002 mol asam lemah CH3COOH.
Reaksi bersisa asam lemah dan garamnya Kw
M =
Kw
[CH3COO ]
[OH] =
(larutan penyangga). Ka Ka

Volume total = (40 + 60) mL = 100 mL 1014


105 = y
[ A] 105
[H+] = Ka [ ]
G 1014
1010 = y
mol asam/volume total 105
[H+] = 2 105
mol garam/volume total 1010 = 109 y
1.000
0,001 100 1010
= 2 105 y=
1.000
0,002 100 109
y = 101 M
= 1 105
[KOH] = 101 M
pH = log [H+]
Mol KOH = [KOH] volume
= log 1 105
= 101 M 1 L = 101 mol
=5
Massa KOH = mol Mr
Jadi, pH larutan sebelum dan sesudah
= 0,1 mol 56 g/mol = 5,6 gram
penambahan NaOH berturut-turut yaitu 3 dan 5.
Jadi, massa KOH yang diperlukan sebesar
26. Jawaban: e 5,6 gram.
pH = 8 + log 6
28. Jawaban: d
pOH = 14 pH Garam yang pH-nya lebih besar dari 7 adalah garam
= 14 (8 + log 6) basa. Garam yang bersifat basa merupakan garam
= 6 log 6 yang terbentuk dari asam lemah dengan basa kuat
pOH = log [OH] atau dari asam lemah dengan basa lemah dengan
log [OH] = 6 log 6 harga Kb lebih besar daripada Ka.
log [OH] = log 6 106 1) (NH 4 ) 2 SO 4 terbentuk dari basa lemah
(NH4OH) dan asam kuat (H2SO4) sehingga
[OH] = 6 106
[NH4OH]
garam bersifat asam.
[OH] = Kb 2) Na2CO3 terbentuk dari basa kuat (NaOH) dan
[NH4Cl]
mol NH4OH/ volume total asam lemah (H 2 CO 3 ) sehingga garam
[OH] = Kb bersifat basa.
mol NH4Cl/ volume total
3) KCN terbentuk dari basa kuat (KOH) dan asam 4) 100 mL CH3COOH 0,1 M dan 100 mL NaOH
lemah (HCN) sehingga garam bersifat basa. 0,1 M
4) CH 3COONa terbentuk dari asam lemah 100
Mol CH3COOH = 1.000 L 0,1 M = 0,01 mol
(CH3COOH) dan basa kuat (NaOH) sehingga
garam bersifat basa. 100
Mol NaOH = 1.000 L 0,1 M = 0,01 mol
5) K2SO4 terbentuk dari basa kuat (KOH) dan
asam kuat (H2SO4) sehingga garam bersifat CH3COOH(aq) + NaOH(aq) CH3COONa(aq) + H2O( )
Mula-mula : 0,01 mol 0,01 mol
netral. Reaksi : 0,01 mol 0,01 mol 0,01 mol 0,01 mol
Jadi, garam yang pH-nya lebih dari 7 adalah
Sisa : 0,01 mol 0,01 mol
nomor 2), 3), dan 4).
Reaksi hanya tersisa garam (bukan larutan
29. Jawaban: d penyangga)
100
Mol NH4OH = 1.000 L 0,03 M = 0,003 mol 5) 100 mL CH3COOH 0,1 M dan 120 mL NaOH
100 0,1 M
Mol HCl = 1.000
L 0,02 M = 0,002 mol 100
Mol CH3COOH = 1.000 L 0,1 M = 0,01 mol
NH4OH(aq) + HCl(aq) NH4Cl(aq) + H2O( )
Mula-mula: 0,003 0,002 120
Reaksi: 0,002 0,002 0,002 0,002 Mol NaOH = 1.000 L 0,1 M = 0,012 mol

Sisa: 0,001 0,002 0,002 CH3COOH(aq) + NaOH(aq) CH3COONa(aq) + H2O( )
Mula-mula : 0,01 mol 0,012 mol
[NH4OH] Reaksi : 0,01 mol 0,01 mol 0,01 mol 0,01 mol
[OH] = Kb
[NH4Cl] Sisa : 0,002 mol 0,01 mol 0,01 mol
mol NH4OH/ volume total
= Kb Reaksi menghasilkan sisa basa kuat dan
mol NH4Cl/ volume total
garam (bukan larutan penyangga).
0,001 Jadi, larutan penyangga dapat dibuat dengan
= 1 105 = 5 106
0,002 mencampurkan 100 mL larutan CH3COOH 0,1 M
pOH = log [OH] dengan 80 mL larutan natrium hidroksida 0,1 M.
= log 5 106 = 6 log 5
31. Jawaban: c
pH = 14 pOH
VCH COOH = 25 mL = 0,025 L
= 14 (6 log 5) = 8 + log 5 3
VNaOH = 25 mL = 0,025 L
Jadi, pOH dan pH campuran tersebut secara
berurutan adalah 6 log 5 dan 8 + log 5. nCH COOH = MCH COOH VCH COOH
3 3 3
= 0,2 0,025
30. Jawaban: b
1) 100 mL CH3COOH 0,1 M dan 50 mL asam = 0,005 mol
klorida 0,1 M nNaOH = MNaOH VNaOH
Campuran antara asam lemah dan asam = 0,2 0,025
kuat tidak menghasilkan larutan penyangga.
= 0,005 mol
2) 100 mL CH3COOH 0,1 M dan 100 mL asam
CH3COOH(aq) + NaOH(aq) CH3COONa(aq) + H2O( )
klorida 0,1 M Mula-mula : 0,005 0,005
Campuran antara asam lemah dan asam Reaksi : 0,005 0,005 0,005 0,005
kuat tidak menghasilkan larutan penyangga.
Sisa : 0,005 0,005
3) 100 mL CH3COOH 0,1 M dan 80 mL NaOH
nCH = 0,005 mol
0,1 M 3COONa

100 Vtotal = VCH COOH + VNaOH


3
Mol CH3COOH = 1.000 L 0,1 M = 0,01 mol
= 0,025 + 0,025
80
Mol NaOH = 1.000 L 0,1 M = 0,008 mol = 0,05 L
nCH3COONa 0,005
CH3COOH(aq) + NaOH(aq) CH3COONa(aq) + H2O( ) MCH = Vtotal = = 0,1 M
Mula-mula: 0,01 mol 0,008 mol 3COONa 0,05
Reaksi : 0,008 mol 0,008 mol 0,008 mol 0,008 mol
CH3COONa(aq) CH3COO(aq) + Na+(aq)
Sisa : 0,002 mol 0,008 mol 0,008 mol
0,1 0,1 0,1
Reaksi tersebut menghasilkan sisa asam
lemah dan garamnya sehingga dapat
membentuk larutan penyangga.

66 Ulangan Tengah Semester


pH = pKw pOH
Kw
[OH] = M = 14 (6 log 6,08)
Ka
= 8 + log 6,08
Kw Jadi, pH larutan adalah 8 + log 6,08.
= [CH3COO ]
Ka
33. Jawaban: c
1014 massa (NH4 )2SO 4
= 0,1 Mol (NH4)2SO4 =
105 Mr (NH4 )2SO 4
6,6 g
1015 =
= 132 g/mol
105
= 0,05 mol
= 10 10 = 105 M mol 0,05 mol
(NH4)2SO4 = = = 0,05 M
volume 1L
pOH = log [OH]
= log105 Garam (NH 4) 2SO 4 terbentuk dari asam kuat
=5 (H 2SO 4) dan basa lemah (NH 4OH) sehingga
bersifat asam.
pH = 14 pOH
= 14 5 (NH4)2SO4(aq) 2NH4+(aq) + SO42(aq)
= 9 atau 9 + log 1 0,05 0,1 0,05
Jadi, pH larutan yang terbentuk adalah 9 + log 1. NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq)
32. Jawaban: d SO42(aq) + H2O( )
/
40 mL Kw
Mol CH3COOH = 1.000 mL 0,1 M = 0,004 mol [H+] = M
Kb
20 mL
Mol NaOH = 1.000 mL 0,2 M = 0,004 mol Kw
= [NH4+ ]
Kb
HCOOH(aq) + NaOH(aq) HCOONa(aq) + H2O( )
Mula-mula : 0,004 0,004
Reaksi : 0,004 0,004 0,004 0,004 = 10 14 0,1
1 10 5
Sisa : 0,004 0,004
mol HCOONa
= 1 10 10
0,004 mol
[HCOONa] = volume total = = 0,067 = 1 105
0,06 L
Garam HCOONa berasal dari basa kuat dan pOH = log [OH]
asam lemah sehingga bersifat basa. = log (1 105)
HCOONa(aq) HCOO(aq) + Na+(aq) =5
0,067 M 0,067 M 0,067 M
pH = pKw pOH
HCOO(aq) + H 2O( ) HCOOH(aq) + OH(aq) = 14 5
Na+(aq) + H2O( )
/ =9
Kw Jadi, pH garam (NH4)2SO4 yang terbentuk adalah 9.
[OH] = M
Ka 34. Jawaban: a
Garam CH3COONa berasal dari asam lemah
[HCOO ]
Kw
= Ka (CH3COOH) dan basa kuat (NaOH) sehingga
garam bersifat basa.
10 14 0,067 CH3COONa(aq) CH3COO(aq) + Na+(aq)
=
1,8 10 5
CH3COO(aq) + H2O( ) CH3COONa(aq) + OH(aq)
= 12
37 10 Na+(aq) + H2O( )
/
= 6,08 106 pH = 8
pOH = log [OH] pOH = 14 pH
= log 6,08 106 = 14 8
=6
= 6 log 6,08

Kimia Kelas XI 67
pOH = log [OH] 36. Jawaban: d
log [OH] = log 106 Ca(CH3COO)2 merupakan garam yang berasal
dari basa kuat dan asam lemah. Dengan
[OH] = 106
demikian, anionnya mengalami hidrolisis
Kw sehingga bersifat basa.
[OH] = M
Ka Ca(CH3COO)2(aq) Ca2+(aq) + 2CH3COO(aq)
Kw 0,05 M 0,05 M 0,1 M
[OH] = [CH3COO ]
Ka Ca2+(aq) + H2O( )
/

1014
CH3 COO(aq) + H2O( ) CH3COOH(aq) + OH(aq)
106 = [CH3COO ]
105 Kw
[OH] = M
10 14 Ka
1012 = [CH3COO]
105
Kw
= [CH3COO ]
[CH3COO] = 103 M Ka

[CH3COONa] = [CH3COO] = 1 103 M 10 14


= 0,1
Mol CH3COONa 1 10 5
= MCH COONa VCH = 1 10 10 = 1 105
3 3COONa

= 103 2=2 103 mol pOH = log [OH]


Massa CH3COONa = log 1 105
= mol CH3COONa Mr CH3COONa =5
= 2 103 82 pH = pKw pOH
= 164 103 gram = 164 mg = 14 5
Jadi, massa CH3COONa yang terlarut dalam 2 L =9
larutan sebanyak 164 mg. Jadi, pH larutan Ca(CH3COO)2 adalah 9.

35. Jawaban: b 37. Jawaban: c


Garam KX berasal dari asam lemah HX dan basa Larutan Zn(NO3)2 merupakan larutan garam yang
kuat KOH sehingga bersifat basa. berasal dari basa lemah (Zn(OH)2) dan asam kuat
(HNO3) sehingga garam ini bersifat asam. Larutan
KX(aq) K+(aq) + X(aq) KBr merupakan larutan garam yang berasal dari
0,25 M 0,25 M 0,25 M basa kuat (KOH) dan asam kuat (HBr) sehingga
K+(aq) + H2O( )
/ garam ini bersifat netral. Larutan Na 2 HPO 4
X+(aq) + H2O( ) HX(aq) + OH(aq) merupakan larutan garam yang berasal dari basa
kuat (NaOH) dan asam lemah (H3PO4) sehingga
pH = 9 garam ini bersifat basa. Larutan KNO2 merupakan
pOH = 14 pH larutan garam yang berasal dari basa kuat (KOH)
= 14 9 = 5 dan asam lemah (HNO2) sehingga garam ini
log [OH] = 5 bersifat basa.

[OH] = 105 38. Jawaban: d


Kw
Larutan CH3COOH
[OH] = M pH = 4
Ka

Kw log [H+] = log 104


[OH] = [X ]
Ka [H+] = 104
10 14 0,25 [H+] = Ka a
105 =
Ka
104 = K a 0,001
1014
1010 = 0,25
Ka 108 = Ka 0,001
2,5 1015 Ka = 105
Ka = = 2,5 105
1010
Jadi, Ka asam HX sebesar 2,5 105.

68 Ulangan Tengah Semester


Ca(CH3COO)2 berasal dari basa kuat Ca(OH)2 40. Jawaban: e
dan asam lemah CH3COOH. Amonium nitrat = NH4NO3
Ca(CH3COO)2(aq) Ca2+(aq) + 2CH3COO(aq) Amonium nitrat berasal dari asam kuat (HNO3) dan
0,8 M 0,8 M 1,6 M basa lemah (NH4OH) sehingga bersifat asam.
CH3 COO(aq) + H2O( ) CH3COOH(aq) + OH(aq) NH4NO3(aq) NH4+(aq) + NO3(aq)
Ca2+(aq) + H2O( )
/ NH4+(aq) + H2O( ) NH4OH(aq) + H+(aq)
Kw NO3(aq) + H2O( )
/
[OH] = M
Ka
g 1.000
Kw [NH4NO3] =
Mr V (mL)
= [CH3COO ]
Ka
[NH4+] = [NH4NO3]
14
10 pH = 6
= 1,6
105 log [H+] = log 106
= 16 10 10 [H+] = 106
= 4 105 Kw
[H+] = M
Kb
pOH = log 4 105
Kw
= 5 log 4 [H+] = [NH4+ ]
Kb
pH = 14 (5 log 4)
Kw g 1.000
= 9 + log 4 [H+] =
Kb Mr V (mL)
Jadi, pH larutan tersebut adalah 9 + log 4.
39. Jawaban: d 1014 g 1.000
106 =
NaCN merupakan garam dari basa kuat (NaOH) 105 80 100
dan asam lemah HCN. 1013 g
106 =
M1 = 0,2 M 105 80
V1 = 50 mL 1013 g
1012 = 80
V2 = 100 mL 105
1012 10 5 80
Molaritas NaCN setelah diencerkan g=
1013
M1 V1 = M2 V2
g = 8 103
0,2 M 50 mL = M2 100 mL
g = 0,008 gram = 8 mg
M2 = 0,1 M
Jadi, massa amonium nitrat yang dilarutkan
NaCN(aq) Na+(aq) + CN(aq) sebanyak 8 mg.
0,1 M 0,1 M 0,1 M
Na+(aq) + H2O( )
/ B. Uraian
CN(aq) + H2O( ) HCN(aq) + OH(aq) 1. pH NH4OH = pH Ba(OH)2
[OH] = Kw
M =
Kw
[CN ] [OH] = [Ba(OH)2] valensi
Ka Ka = 5 104 2 = 1 103
1014 pOH = log [OH]
= 0,1
109 = log (1 103) = 3
= 106 pH = pKw pOH
= 103 M = 14 3 = 11
pOH = log [OH] [OH] dalam Ba(OH)2 = [OH] dalam NH4OH
= log 103 [OH] = Kb b
=3
pH = 14 pOH 103 = Kb 0,01
= 14 3 106 = Kb 0,01
= 11
Kb = 1 104
Jadi, pH larutan yang terjadi sebesar 11.
Jadi, Kb NH4OH sebesar 1 104.

Kimia Kelas XI 69
2. Mol NH3 = 0,2 mol 5. Persamaan reaksi pada penetralan tersebut
Volume air = 250 mL = 0,25 L sebagai berikut.
= 1% = 0,01 Na2CO3(aq) + 2HCl(aq)
mol 0,2 mol 2NaCl(aq) + H2O( ) + CO2(aq)
[NH3] = = 0,25 L
= 0,8 M
volume
NaHCO3(aq) + HCl(aq)
Kb
= NaCl(aq) + H2O( ) + CO2(aq)
M
Kb Misal massa Na2CO3 = x gram
0,01 = massa NaHCO3 = (1,372 x) gram
0,8
Kb Mol Na2CO3 = x mol
1 104 = 106
0,8
(1,372 x)
Kb = (1 104)(0,8) Mol NaHCO3 = 84
mol
= 8 105 Na2CO3(aq) + 2HCl(aq) 2NaCl(aq) + H2O( ) + CO2(aq)
Jadi, Kb amonia dalam larutan sebesar 8 105. x
mol
2x
mol
2x
mol
x
mol
x
mol
106 106 106 106 106
3. NH4OH(aq) NH+4(aq) + OH(aq) NaHCO3(aq) + HCl(aq)
3,5 1,372 x 1,372 x
mol NH4OH = 35
= 0,1 mol 84
mol
84
mol

mol 0,1 NaCl(aq) + H2O( ) + CO2(aq)


[NH4OH] = volume
= 0,4 = 0,25 M 1,372 x 1,372 x 1,372 x
mol mol mol
84 84 84
[OH] = b = [NH4OH]
= 0,25 0,01 Total mol HCl yang diperlukan untuk bereaksi
dengan Na2CO3 dan NaHCO3 sebagai berikut.
= 2,5 103 M
Mol ekuivalen HCl = 0,029 L 0,7344 N
pOH = log [OH]
= 0,02130 mol
= log 2,5 103
Mol HCl = 0,02130 mol
= 3 log 2,5
Dari persamaan reaksi diketahui bahwa:
pH = pKw pOH 2x 1,372 x
Mol HCl = 106
+ 84
= 14 (3 log 2,5)
2x 1,372 x
= 11 + log 2,5 0,02130 = 106
+ 84
Jadi, pH larutan NH 4 OH tersebut sebesar 2x 1,372 x
0,02130 = +
11 + log 2,5. 106 84
168x + 145,432 106x
4. Massa KOH = 5,6 gram 0,02130 = 8.904
Mr KOH = 56 g/mol 189,6552 = 168x + 145,432 106x
Volume KOH = 200 mL 62x = 44,2232
g 1.000 x = 0,713 gram
[KOH] = Mr

V (mL)
Massa NaHCO3 = (1,372 0,713) gram
5,6 1.000
= = 0,659 gram
56 200
= 0,5 M Jadi, massa Na2CO3 = 0,713 gram dan massa
NaHCO3 = 0,659 gram.
Campuran larutan membentuk larutan netral
(pH = 7) dengan persamaan reaksi sebagai berikut. massa (NH4 )2SO4
6. Mol (NH4)2SO4 =
2KOH(aq) + H2SO4(aq) K2SO4(aq) + 2H2O( ) Mr (NH4 )2SO4
1,98 gram
mmol ekuivalen KOH = mmol ekuivalen H2SO4 = 132 gram/mol
= 0,015 mol
VKOH MKOH valensi = VH SO MH SO valensi 250
2 4 2 4 Mol NH4OH = L 0,2 M = 0,05 mol
1.000
200 0,5 1 = 500 MH SO 2
2 4 pH = 9 + log 3
MH SO = 0,1 M
2 4 pOH = 14 pH
Jadi, konsentrasi larutan H2SO4 adalah 0,1 M. = 14 (9 + log 3)
= 5 log 3

70 Ulangan Tengah Semester


pOH = log [OH]
= 105 0,1
log [OH] = 5 log 3
log [OH] = log 3 105 = 106 = 103
[OH] = 3 105 pH = log [H+]
[NH4OH]
[OH] = Kb = log (1 103) = 3
2 [(NH4 )2SO4 ]
Setelah penambahan NaCN
mol NH4OH/ volume total
= Kb Mol HCN = 0,5 L 0,1 M = 0,05 mol
2 mol (NH4 )2SO4 / volume total
Mol NaCN = 0,5 mol
0,05
3 105 = Kb [HCN]
2 (0,015) [H+] = Ka
[NaCN]
Kb = 1,8 105 mol HCN/ volume total
= Ka
Jadi, Kb NH4OH adalah 1,8 105. mol NaCN/ volume total

400 = 105 0,05


7. Mol C6H5COOH = L 0,8 M = 0,32 mol 0,5
1.000 [H+] = 106
200
Mol KOH = L 0,6 M = 0,12 mol pH = log [H+]
1.000
= log 106
C6H5COOH(aq) + KOH(aq) C6H5COOK(aq) + H2O( )
Mula-mula : 0,32 mol 0,12 mol =6
Reaksi : 0,12 mol 0,12 mol 0,12 mol 0,12 mol
Jadi, larutan mengalami kenaikan pH 2 kali lipat.
Sisa : 0,20 mol 0,12 mol 0,12 mol
50
pH = 4 9. Mol KOH = 1.000 L 0,1 M = 0,005 mol
pH = log [H+] 50
log [H+] = 4 Mol HF = 1.000 L 0,1 M = 0,005 mol
log [H+] = log 104 KOH(aq) + H F(aq) KF(aq) + H2O( )
[H+] = 104 Mula-mula : 0,005 mol 0,005 mol
[C6H5COOH] Reaksi : 0,005 mol 0,005 mol 0,005 mol 0,005 mol
[H+] = Ka
[C6H5COOK]
Sisa : 0,005 mol 0,005 mol
mol C6H5COOH/ volume total mol KF 0,005 mol
= Ka [KF] = volume total = 0,1L = 0,05 M
mol C6H5COOK/ volume total

104 = Ka 0,20 Garam KF berasal dari asam lemah (HF) dan


0,12
basa kuat (KOH).
Ka = 6 105
KF(aq) K+(aq) + F(aq)
pH = 3 log 3 0,05 M 0,05 M 0,05 M
log [H+] = 3 log 3 K+(aq) + H2O( )
/
log [H+] = log 3 103 F(aq) + H2O( ) HF(aq) + OH(aq)
[H+] = 3 103 Kw
[OH] = M
[H+] = Ka a Ka

1014
3 103 = 6 105 a =
Kw
[F ] = 0,05
Ka 1 104
9 106=6 105
a
a = 0,15 M [OH] = 5 1012
Jadi, konsentrasi larutan C 6H5COOH adalah = 2,2 106
0,15 M. pOH = log (2,2 106)
8. Sebelum penambahan NaCN = 6 log 2,2
[H+] = Ka a pH = 14 (6 log 2,2)
= 8 + log 2,2
= K a [HCN] Jadi, pOH dan pH larutan tersebut secara
berurutan adalah 6 log 2,2 dan 8 + log 2,2.

Kimia Kelas XI 71
10. pH = 9 + log 3
10 14
pOH = 14 pH 105 = [L+ ]
1,8 10 8
= 14 (9 + log 3)
1010 = 5,5 107 [L+]
= 5 log 3
1 10 10
pOH = log [OH] [L+] = = 1,8 104 M
5,5 10 7
log [OH] = log 3 105
[LNO3] = [L+]
[OH] = 3 105
= 1,8 104 M
[OH] = Kb b
Mol LNO3 = [LNO3] volume LNO3
3 105 = Kb 0,05 = (1,8 104) M 0,75 L
9 1010 = Kb 0,05 = 1,35 104 mol
massa LNO3
Kb = 1,8 108 Mr LNO3 =
mol LNO3
Garam LNO3 terbentuk dari basa lemah LOH dan 0,02
asam kuat HNO3 sehingga bersifat asam. =
1,35 104
LNO3(aq) L+(aq) + NO3(aq) = 148
L+(aq) + H2O( ) LOH(aq) + H+(aq) Mr LNO3 = (1 Ar L) + (1 Ar N) + (3 Ar O)
NO3(aq) + H2O( )
/ 148 = Ar L + 14 + 48
Ar L = 148 62
pH = 5
= 86
log [H+] = log 105
Jadi, massa atom relatif atom L adalah 86.
[H+] = 105
Kw
[H+] = M
Kb

Kw
= [L+ ]
Kb

72 Ulangan Tengah Semester


Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan (Ksp) Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kelarutan dan
Beserta Hubungannya Perkiraan Terbentuknya Endapan Berdasarkan
Harga Ksp

Kelarutan Faktor-faktor yang memengaruhi kelarutan


Hasil kali kelarutan (Ksp) Penambahan ion sejenis
Hubungan kelarutan dengan hasil kali kelarutan Perkiraan terbentuknya endapan berdasarkan
harga Ksp
Hubungan antara harga Ksp dengan pH

Mampu menunjukkan sikap disiplin saat praktikum dengan melakukan


praktikum sesuai prosedur.
Mampu bekerja sama dalam memahami materi kelarutan dan hasil kali
kelarutan.
Mampu menjelaskan pengertian kelarutan dan hasil kali kelarutan.
Mampu menjelaskan hubungan kelarutan dan hasil kali kelarutan.
Mampu mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi kelarutan.
Mampu mendeskripsikan akibat penambahan ion sejenis terhadap hasil
kali kelarutan.
Mampu memprediksikan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp.
Mampu menentukan harga hasil kali kelarutan suatu garam melalui
percobaan.
Mampu menjelaskan hubungan antara harga Ksp dengan pH.

Kimia Kelas XI 73
A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: c
1. Jawaban: d 1) AgI(s) Ag+(aq) + I(aq)
s s s
Misal kelarutan Al(OH)3 = s mol/L Ksp = [Ag+] [I]
Al(OH)3(s) Al3+(aq) + 3OH(aq)
s s 3s 1 1016 = (s)(s)
Ksp Al(OH)3 = [Al3+] [OH]3 1 1016 = s2
27x = (s)(3s)3 s = 1 10 16 = 1 108
27x = 27s4 2) AgCl(s) Ag+(aq) + Cl(aq)
s s s
s= 4 27x = 4
x Ksp = [Ag+] [Cl]
27
1 1010 = (s) (s)
Jadi, kelarutan Al(OH) 3 dalam air sebesar 1 1010 = s2
4
x mol/L.
s = 1 1010
2. Jawaban: d = 1 105
Kelarutan Cu3(PO4)2 = s mol/L
3) Ag2S(s) 2Ag+(aq) + S2(aq)
Cu3(PO4)2(s) 3Cu2+(aq) + 2PO43(aq) s 2s s
s 3s 2s Ksp = [Ag+]2 [S2]
Ksp Cu3(PO4)2 = [Cu2+]3 [PO43]2 5 1052 = (2s)2 (s)
= (3s)3 (2s)2 5 1052 = 4s2 (s)
= 108s5 5 1052 = 4s3
Jadi, rumusan hasil kali kelarutan Cu3(PO4)2
adalah 108s5. s = 3 5 10
52

4
3. Jawaban: b
= 5 1018
Kelarutan Hg2SO4 = 2 103 mol/L
Hg2SO4(s) 2Hg+(aq) + SO42(aq) 4) Ag2CO3(s) 2Ag+(aq) + CO32(aq)
s 2s s
2 103 4 103 2 103
Ksp = [Ag+]2 [CO32]
Ksp Hg2SO4 = [Hg+]2 [SO42]
3,2 1011 = (2s)2 (s)
= (4 103)2(2 103) 3,2 1011 = 4s2 (s)
= 32 109 3,2 1011 = 4s3
= 3,2 108
11
Jadi, hasil kali kelarutan (Ksp) Hg2SO4 sebesar s= 3 3,2 10
= 2 104
3,2 108. 4

4. Jawaban: c 5) Ag2CrO4(s) 2Ag+(aq) + CrO42(aq)


s 2s s
Ag2CO3(s) 2Ag+(aq) + CO32(aq)
Ksp = [Ag+]2 [CrO42]
s 2s s
4 1012 = (2s)2 (s)
Ksp Ag2CO3 = [Ag+]2 [CO23]
4 1012 = 4s2 (s)
8 1012 = (2s)2(s) 4 1012 = 4s3
8 1012 = 4s3 12
3 4 10
12
s = 4
8 10
s = 3
= 1 104
4
Senyawa garam yang paling sukar larut memiliki
s = 1,26 104
kelarutan paling kecil. Jadi, senyawa garam
[Ag+] = 2s = 2 1,26 104 = 2,52 104 yang paling sukar larut adalah Ag2S.
Jadi, konsentrasi ion Ag+ dalam larutan tersebut
sebesar 2,52 104 mol/L.

74 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan


6. Jawaban: d 4) SrCrO4(s) Sr2+(aq) + CrO42(aq)
g 1.000 s s s
s = [Ca3(PO4)2]=
Mr V(mL)
Ksp = [Sr2+] [CrO42]
1,55 10 3 1.000
= 1.000 3,6 105 = (s) (s)
310
=5 M 106 3,6 105= s2
Ca3(PO4)2(s) 3Ca2+(aq) + 2PO43 s = 3,6 105
5 106 1,5 105 1 105
= 6 103
Ksp = [Ca2+]3 [PO43]2
Jadi, urutan senyawa dari yang paling sukar larut
= (1,5 105)3(1 105)2 yaitu Fe(OH)2, SrCO3, CaSO3, dan SrCrO4.
= 3,375 1025
9. Jawaban: a
7. Jawaban: a g 1.000
Misal kelarutan BaCrO4 = s mol/L. s = [PbSO4] =
Mr V(mL)
BaCrO4(s) Ba2+(aq) + CrO42 1,515 1.000
s s s = 303
250
Ksp BaCrO4 = [Ba2+] [CrO42]
= 2 102 M
1 1010 = (s)(s)
1 1010 = s2 PbSO4(s) Pb2+(aq) + SO42(aq)
10
s 2 = 1 10 2 102 2 102 2 102
s = 1 105 mol/L Ksp = [Pb2+][SO42]
= 1 105 mol/L Mr BaCrO4 = (2 102)(2 102)
= 1 105 mol/L 253 g/mol = 4 104
= 2,53 103 g/L Jadi, hasil kali kelarutan PbSO4 sebesar 4 104.
Jadi, kelarutan BaCrO 4 dalam air sebesar
2,53 103 g/L. 10. Jawaban: a
1) PbCl2(s) Pb2+(aq) + 2Cl(aq)
8. Jawaban: b s s 2s
1) SrCO3(s) Sr2+(aq) + CO32(aq) Ksp PbCl2 = (s) (2s)2
s s s
1,7 105= 4s3
Ksp = [Sr2+] [CO32]
1,7 105
1 109 = (s) (s) s= 3
4
1 109 = s2 s = 1,6 102 mol/L
[Pb2+] = s = 1,6 102 mol/L
s = 1 109 = 3,16 105
2) PbSO4(s) Pb2+(aq) + SO42(aq)
2) Fe(OH)2(s) Fe2+(aq) + 2OH(aq) s s s
s s 2s Ksp PbSO4 = s2
Ksp = [Fe2+] [OH]2 2 108 = s2
8
1 1015 = (s) (2s)2 s = 2 10
1 1015 = 4s3 = 1,4 104 mol/L
1 1015
[Pb ] = s = 1,4 104 mol/L
2+

s = 3
4 3) PbCO3(s) Pb2+(aq) + CO32(aq)
= 6,29 106 s s s
Ksp PbCO3 = s2
3) CaSO3(s) Ca2+(aq) + SO32(aq)
s s s 1013 = s2
Ksp = [Ca2+][SO32] s = 10 13
4 108 = (s) (s) = 3,16 107 mol/L
[Pb ] = s = 3,16 107 mol/L
2+
4 108 = s2

s = 4 108
= 2 104

Kimia Kelas XI 75
4) PbCrO4(s) Pb2+(aq) + CrO42(aq) 3. 1) s = [AgBr] = 4 103 mol/L
s s s
Ksp PbCrO4 = s2 AgBr(s) Ag+(aq) + Br(aq)
4 103 4 103 4 103
2 1014 = s2
14 Ksp = [Ag+] [Br]
s = 2 10
= (4 103)(4 103)
= 1,4 107 mol/L
= 1,6 105
[Pb ] = s = 1,4 107 mol/L
2+
Jadi, Ksp AgBr = 1,6 105.
5) Pb(OH)2(s) Pb2+(aq) + 2OH(aq)
s s 2s 2) s = [PbF2] = 2 104 mol/L
Ksp Pb(OH)2 = (s) (2s)2 PbF2(s) Pb2+(aq) + 2F(aq)
1016 = 4s3 2 104 2 104 4 104

1016 Ksp = [Pb2+] [F]2


s= 3 = 2,9 106 mol/L
4 = (2 104)(4 104)2
[Pb2+] = s = 2,9 106 mol/L = 3,2 1011
Jadi, konsentrasi ion timbal terbesar terdapat Jadi, Ksp PbF2 = 3,2 1011.
dalam larutan jenuh PbCl2 dengan konsentrasi
sebesar 1,6 102 mol/L. 3) s = [Ce(OH)3] = 1 106 mol/L
B. Uraian Ce(OH)3(s) Ce3+(aq) + 3OH(aq)
1 106 1 106 3 106
1. s = [Fe(OH)3] = 3 105 mol/L
Ksp = [Ce3+] [OH]3
Fe(OH)3(s) Fe3+(aq) + 3OH(aq) = (1 106)(3 106)3
3 105 3 105 9 105 = 2,7 1023
Ksp = [Fe3+] [OH]3 Jadi, Ksp Ce(OH)3 = 2,7 1023.
= (3 105)(9 105)3 4) s = [Al2S3] = 5 105 mol/L
= (3 105)(729 1015) Al2S3(s) 2Al3+(aq) + 3S2(aq)
= 2,187 1017 5 105 1 104 1,5 104
Jadi, Ksp Fe(OH)3 sebesar 2,187 1017. Ksp = [Al3+]2 [S2]3
= (1 104)2(1,5 104)3
2. Ksp PbI2 = 9 109
= 3,375 1020
Misal kelarutan PbI2 = s mol/L
Jadi, Ksp Al2S3 = 3,375 1020.
PbI2(s) Pb2+(aq) + 2I(aq)
s s 2s
4. a. CaF2, Ksp = 5,3 109
CaF2(s) Ca2+(aq) + 2F
Ksp PbI2 = [Pb2+] [I]2
s s 2s
9 109 = (s)(2s)2 Ksp = [Ca2+] [F]2
9 109 = 4s3 5,3 109 = (s)(2s)2
3 9 10
9 5,3 109 = 4s3
s=
4
5,3 109
s = 1,31 103 mol/L s = 3
4
Mol PbI2 yang terlarut dalam 200 mL air = 1,1 103 mol/L
= 1,31 103 mol/L 0,2 L b. PbBr2, Ksp = 4,0 105
= 2,62 104 mol PbBr2(s) Pb2+(aq) + 2Br(aq)
Massa PbI2 yang terlarut dalam 200 mL air s s 2s
= mol PbI2 Mr PbI2 Ksp = [Pb2+] [Br]2
= 2,62 104 461 g/mol 4 105 = (s) (2s)2
= 0,12 g 4 105 = 4s3
Jadi, massa PbI2 yang terlarut dalam 200 mL air 3 4 10
5
s =
sebesar 0,12 g. 4

76 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan


6 Ksp = [Mg2+] [CO32]
s = 3 40 10
4 1 108 = (s)(s)
s = 2,2 102 mol/L 1 108 = s2
c. BaCrO4, Ksp = 1,2 1010 s = 1 108
BaCrO4(s) Ba2+(aq) + CrO42(aq) = 1 104 mol/L
s s s
g 1.000
Ksp = [Ba2+] [CrO42] 5. s = [FeCO3] =
Mr V(mL)
1,2 1010 = (s) (s)
1,45 10 3 1.000
1,2 1010 = s2 =
116 500
s = 1,2 1010 = 2,5 105 M
= 1,1 105 mol/L FeCO3(s) Fe2+(aq) + CO32(aq)
d. MgCO3, Ksp = 1 108 2,5 105 2,5 105 2,5 105

MgCO3(s) Mg2+(aq) + CO32(aq) Ksp = [Fe2+] [CO32]


s s s = (2,5 105)(2,5 105)
= 6,25 1010

A. Pilihan Ganda [SO42] = s M


1. Jawaban: b Diasumsikan s << 0,01 M sehingga
Misal kelarutan AgCl = s M [Ca2+] = 0,01 M.
AgCl(s) Ag+(aq) + Cl(aq) Ksp = [Ca2+] [SO42]
s s s y = (0,01)(s)
NaCl(aq) Na+(aq) + Cl(aq) y
s= 0,01
= 100y M
0,001 M 0,001 M 0,001 M
[Ag+] = s M 2) Kelarutan CaSO 4 dalam larutan Na 2SO 4
[Cl] = (0,001 + s) M 0,01 M.
Diasumsikan s << 0,001 M sehingga [Cl] = 0,001 CaSO4(s) Ca2+(aq) + SO42(aq)
M. s s s
Ksp = [Ag+] [Cl] Na2SO4(aq) 2Na+(aq) + SO42(aq)
1,6 1010 = (s)(0,001) 0,01 M 0,02 M 0,01 M
[Ca2+] = s M
1,6 10 10
s= 0,001
= 1,6 107 M [SO42] = (0,01 + s) M
Jadi, kelarutan AgCl dalam larutan NaCl 0,001 Diasumsikan s << 0,01 M sehingga
M sebesar 1,6 107 M. [SO42] = 0,01 M.
Ksp = [Ca2+] [SO42]
2. Jawaban: c
Misalkan kelarutan kalsium sulfat = s M y = (s)(0,01)
Ksp CaSO4 = y y
1) Kelarutan CaSO 4 dalam larutan CaCl 2 s= 0,01
= 100y M
0,01 M. 3) Kelarutan CaSO4 dalam larutan Al2(SO4)3
CaSO4(s) Ca2+(aq) + SO42(aq) 0,01 M.
s s s
CaSO4(s) Ca2+(aq) + SO42(aq)
CaCl2(aq) Ca2+(aq) + 2Cl(aq) s s s
0,01 M 0,01 M 0,02 M
Al2(SO4)3(aq) 2Al3+(aq) + 3SO42(aq)
[Ca2+] = (0,01 + s) M
0,01 M 0,02 M 0,03 M

Kimia Kelas XI 77
[Ca2+] = s M 2AgNO3(aq) + K2CrO4(aq) Ag2CrO4(s) + 2KNO3(aq)
[SO42] = (0,03 + s) M Mula-mula : 2 mmol 1 mmol
Reaksi : 2 mmol 1 mmol 1 mmol 2 mmol
Diasumsikan s << 0,03 M sehingga
[SO42] = 0,03 M. Sisa : 1 mmol 2 mmol
Ksp = [Ca2+] [SO42]
[Ag2CrO4] = mol Ag2CrO4
y = (s)(0,03) Vtotal
y 1 mmol
s= 0,03
= 33,3y M =
200 mL
4) Kelarutan CaSO4 dalam larutan Ca(NO3)2 = 5 103 M
0,01 M.
Ag2CrO4(s) 2Ag+(aq) + CrO42(aq)
CaSO4(s) Ca2+(aq) + SO42(aq)
5 103 M 1 102 M 5 103 M
s s s
Hasil kali [ion] = [Ag+]2 [CrO42]
Ca(NO3)2(aq) Ca2+(aq) + 2NO3(aq)
0,01 M 0,01 M 0,02 M = (1 102)2 (5
103)
[Ca2+] = (0,01 + s) M = 5 107
[SO42] = s M Ksp Ag2CrO4 = 1 1012
Diasumsikan s << 0,01 M sehingga
Hasil kali [ion] > Ksp sehingga terbentuk endapan
[Ca2+] = 0,01 M.
Ksp = [Ca2+] [SO42] Ag2CrO4.
y = (0,01)(s) Massa Ag2CrO4 yang mengendap
y = mol Ag2CrO4 Mr Ag2CrO4
s= 0,01
= 100y M = 1 mmol 332 gram/mol
5) Kelarutan CaSO4 dalam larutan (NH4)2SO4 = 332 mg
0,01 M. = 0,332 gram
CaSO4(s) Ca2+(aq) + SO42(aq) Jadi, massa endapan Ag2CrO4 yang terbentuk
s s s sebanyak 0,332 gram.
(NH4)2SO4(aq) 2NH4+(aq) + SO42(aq) 4. Jawaban: d
0,01 M 0,02 M 0,01 M Endapan terbentuk apabila hasil kali konsentrasi
[Ca2+] = s M ion-ionnya > Ksp.
[SO42] = (s + 0,01) M 1) Pada campuran 0,004 M BaCl2 dan 0,020 M NaF
Diasumsikan s << 0,01 M sehingga
[Ba2+] = 0,004 M, [F] = 0,020 M
[SO42] = 0,01 M.
Ksp = [Ca2+] [SO42] Ksp BaF2 = 1,7 107
y = (s)(0,01) BaF2(s) Ba2+(aq) + 2F(aq)
y Hasil kali konsentrasi ion-ion
s= 0,01
= 100y M = [Ba2+] [F]2
Semakin besar konsentrasi ion sejenisnya, = (0,004) (0,02)2
semakin kecil kelarutan suatu zat. Jadi, kelarutan = 1,6 106
CaSO 4 paling kecil terdapat dalam larutan Hasil kali [ion] > K sp sehingga terbentuk
Al2(SO4)3. endapan BaF2.
3. Jawaban: c 2) Pada campuran 0,010 M BaCl2 dan 0,015 M
Mol AgNO3 = [AgNO3] VAgNO NaF
3
= 0,02 M 100 mL [Ba2+] = 0,01 M, [F] = 0,015 M
= 2 mmol Ksp BaF2 = 1,7 107
Mol K2CrO4 = [K2CrO4] VK BaF2(s) Ba2+(aq) + 2F(aq)
2CrO4

= 0,01 M 100 mL Hasil kali [ion] = [Ba2+] [F]2


= 1 mmol = (0,01) (0,015)2
Vtotal = VAgNO + VK CrO = 2,25 106
3 2 4
Hasil kali [ion] > Ksp sehingga terbentuk
= 100 mL + 100 mL endapan BaF2.
= 200 mL

78 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan


3) Pada campuran 0,015 M BaCl2 dan 0,010 M 1) CaSO4(s) Ca2+(aq) + SO42(aq)
NaF Ksp CaSO4 = 5,2 105
[Ba2+] = 0,015 M, [F] = 0,01 M
Hasil kali [ion] = [Ca2+] [SO42]
Ksp BaF2 = 1,7 107
= (0,001)(5 105)
BaF2(s) Ba2+(aq) + 2F(aq)
= 5 108
Hasil kali [ion] = [Ba2+] [F]2
[Ca2+] [SO42] < Ksp sehingga tidak terbentuk
= (0,015) (0,01)2
= 1,5 106 endapan CaSO4.
Hasil kali [ion] > K sp sehingga terbentuk 2) SrSO4(s) Sr 2+(aq) + SO42(aq)
endapan BaF2.
Ksp SrSO4 = 2,8 107
4) Pada campuran 0,020 M BaCl2 dan 0,002 M
Hasil kali [ion] = [Sr2+] [SO42]
NaF
[Ba2+] = 0,02 M, [F] = 0,002 M = (0,001)(5 105)
Ksp BaF2 = 1,7 107 = 5 108
BaF2(s) Ba2+(aq) + 2F(aq) [Sr2+] [SO42] < Ksp sehingga tidak terbentuk
endapan SrSO4.
Hasil kali [ion] = [Ba2+] [F]2
= (0,02) (0,002)2 3) BaSO4(s) Ba2+(aq) + SO42(aq)
= 8 108 Ksp BaSO4 = 1,0 1010
Hasil kali [ion] < Kspsehingga tidak terjadi Hasil kali [ion] = [Ba2+] [SO42]
endapan.
= (0,001)(5 105)
5) Pada campuran 0,080 M BaCl2 dan 0,040 M
= 5 108
NaF
[Ba2+] = 0,08 M, [F] = 0,040 M [Ba 2+ ] [SO 42 ] > K sp sehingga terbentuk
endapan BaSO4.
Ksp BaF2 = 1,7 107
Jadi, garam yang mengendap adalah BaSO4.
BaF2(s) Ba2+(aq) + 2F(aq)
Hasil kali [ion] = [Ba2+] [F]2 6. Jawaban: c
= (0,08) (0,04)2 Ion-ion yang terdapat dalam labu sebagai berikut.
= 1,28 104 [CrO42] = 0,1 M
Hasil kali [ion] > K sp sehingga terjadi [Cl] = 0,1 M
endapan BaF2. [I] = 0,1 M
Jadi, campuran larutan yang tidak menghasilkan Jika ion-ion tersebut diteteskan ke dalam larutan
endapan adalah 0,020 M BaCl2 dan 0,002 M NaF. AgNO3, akan terbentuk garam Ag2CrO4, AgCl,
dan AgI. Ada tidaknya endapan garam-garam
5. Jawaban: b tersebut diketahui dari perbandingan hasil kali
Endapan garam terbentuk jika hasil kali konsentrasi ion-ionnya dengan Ksp-nya.
konsentrasi ion-ionnya lebih besar daripada Ksp-
nya. Konsentrasi ion Ag+ diperoleh dari ionisasi AgNO3.
g 1.000 AgNO3(aq) Ag+(aq) + NO3(aq)
[K2SO4] = 0,2 M 0,2 M 0,2 M
Mr V(mL)
8,7 10 3 1.000 [Ag+] = 0,2 M
= 1.000
174 1) Ag2CrO4; Ksp = 3 1012
= 5 105 M
Ag2CrO4(s) 2Ag+(aq) + CrO42(aq)
K2SO4(aq) 2K+(aq) + SO42
Hasil kali [ion] = [Ag+]2 [CrO42]
5 105 1 104 5 105
= (0,2)2 (0,1)
[SO42] = 5 105 M
= 4 103
[Ca2+] = [Sr2+] = [Ba2+] = 0,001 M = 1 103 M
4 10 > Ksp terjadi endapan
3
Penambahan K2SO4 mengakibatkan terbentuk-
nya garam CaSO4, SrSO4, dan BaSO4.

Kimia Kelas XI 79
2) AgCl; Ksp = 1 1010 Oleh karena mol NaOH sama dengan mol
AgCl(s) Ag+(aq) + Cl(aq) CH3COOH, maka akan terjadi hidrolisis garam.
Garam yang terbentuk bersifat basa karena
Hasil kali [ion]= [Ag+] [Cl]
berasal dari basa kuat dan asam lemah.
= (0,2) (0,1) NaOH(aq) + CH3COOH(aq) CH3COONa(aq) + H2O( )
= 2 102 Mula-mula: 0,8 mmol 0,8 mmol
Reaksi : 0,8 mmol 0,8 mmol 0,8 mmol 0,8 mmol
2 102 > Ksp terjadi endapan
Sisa : 0,8 mmol 0,8 mmol
3) AgI; Ksp = 1 1016
AgI(s) Ag+(aq) + I(aq) mol
[CH3COONa] =
volume total
Hasil kali [ion] = [Ag+] [I]
0,8 mmol
= (0,2) (0,1) =
200 mL
= 2 102 = 4 103 M
2 102 > Ksp terjadi endapan CH3COONa(aq) CH3COO(aq) + Na+(aq)
Urutan pengendapan dari yang mudah ke yang 4 103 M 4 103 M 4 103 M
sukar (semakin banyak selisih harga Ksp dengan CH3COONa(aq) + H2O( ) CH3COO(aq) + OH(aq)
hasil kali konsentrasi ion-ionnya semakin mudah Na+(aq) + H2O( )
/
mengendap) yaitu AgI Ag2CrO4 AgCl
Kw
7. Jawaban: e [OH] = [CH3COO ]
Ka
pH = 9
pOH = 14 pH
1014
= 14 9 = (4 103 )
105
=5
pOH = log [OH] = 4 1012 = 2 106 M
5 = log [OH] Fe(OH)2(s) Fe2+(aq) + 2OH(aq)
[OH] = 105 M
Ksp Fe(OH)2 = [Fe2+] [OH]2
1
[L3+] = 3
[OH] 6 1016 = [Fe2+] (2 106)2
1 6 1016 = [Fe2+] (4 1012)
= 3
105
6 10 16
L(OH)3(s) L3+(aq) + 3OH(aq) [Fe2+] = = 1,5 104 M
4 10 12
1
105 1 105
Jadi, [Fe2+] dalam campuran sebesar 1,5 104 M.
3
9. Jawaban: d
Ksp L(OH)3 = [L3+] [OH]3
MgCl2(aq) Mg2+(aq) + 2Cl(aq)
1
=( 3
105 )(1 105)3 0,06 M 0,06 M 0,12 M
Endapan Mg(OH)2 mulai terbentuk jika:
= 3,3 1021
Jadi, hasil kali kelarutan basa tersebut adalah Hasil kali [ion] = Ksp Mg(OH)2
3,3 1021. [Mg2+][OH]2 = 6 1012
(0,06)[OH]2 = 6 1012
8. Jawaban: b
6 10 12
Mol NaOH = VNaOH MNaOH [OH]2 = = 1 1010
0,06
= 100 mL 0,008 M
= 0,8 mmol [OH] = 1 10 10 = 1 105
Mol CH3COOH= VCH MCH pOH = log [OH]
3COOH 3COOH
= log (1 105)
= 100 mL 0,008 M
=5
= 0,8 mmol
pH = 14 pOH
Vtotal = VNaOH + VCH = 14 5
3COOH
= 100 mL + 100 mL =9
= 200 mL Jadi, pada pH = 9 mulai terbentuk endapan
Mg(OH)2.

80 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan


10. Jawaban: d 2. Semakin besar konsentrasi ion sejenis dalam
Mol BaCl2 = [BaCl2] VBaCl suatu larutan, semakin kecil kelarutannya.
2
Dengan demikian, larutan garam paling mudah
= 0,2 M 100 mL
larut dalam larutan yang mengandung ion sejenis
= 20 mmol dengan konsentrasi paling kecil. Ion-ion yang
Mol Na2CO3 = [Na2CO3] VNa CO terdapat dalam AgCl yaitu ion Ag+ dan Cl-. AgCl
2 3
= 0,1 M 100 mL akan mudah larut dalam larutan yang
mengandung ion Ag+ atau Cl dengan konsentrasi
= 10 mmol
paling kecil. Reaksi ionisasi larutan NaCl, CaCl2,
BaCl2(aq) + Na2CO3(aq) BaCO3(s) + 2NaCl(aq) KCl, dan AgNO3 sebagai berikut.
Mula-mula : 20 mmol 10 mmol
NaCl(aq) Na+(aq) + Cl(aq)
Reaksi : 10 mmol 10 mmol 10 mmol 20 mmol
CaCl2(aq) Ca2+(aq) + 2Cl(aq)
Sisa : 10 mmol 10 mmol 20 mmol
KCl(aq) K+(aq) + Cl(aq)
[BaCO3] = mol BaCO3 AgNO3(aq) Ag+(aq) + NO3(aq)
Vtotal
10 mmol [Cl] dalam NaCl 0,1 M = [NaCl] = 0,1 M
=
200 mL [Cl] dalam KCl 0,2 M = [KCl] = 0,2 M
= 5 102 M
[Cl] dalam CaCl2 0,3 M = 2 [CaCl2] = 0,6 M
BaCO3(s) Ba2+(aq) + CO32(aq) [Ag+] dalam AgNO3 0,4 M = [AgNO3] = 0,4 M
5 102 M 5 102 M 5 102 M
[Ag+] dalam AgNO3 0,5 M = [AgNO3] = 0,5 M
Hasil kali [ion] = [Ba2+] [CO32] Jadi, kristal AgCl akan mudah larut dalam larutan
= (5 102)(5
102) NaCl 0,1 M karena mengandung ion sejenis
= 2,5 103 dengan konsentrasi paling kecil sebesar 0,1 M.
Hasil kali [ion] > Ksp BaCO3 sehingga terbentuk
endapan BaCO3. 3. Mol AgNO3 = [AgNO3] VAgNO
3
Massa BaCO3 yang mengendap = 0,001 M 100 mL
= mol BaCO3 Mr BaCO3 = 0,1 mmol
= 10 mmol 197
Mol NaCl = [NaCl] VNaCl
= 1.970 mg
= 1,97 gram = 0,01 M 100 mL
B. Uraian = 1 mmol
1. Misal kelarutan Mn(OH)2 = s M Vtotal = VAgNO + VNaCl
3

Mn(OH)2(s) Mn2+(aq) + 2OH(aq) = 100 mL + 100 mL


s s 2s = 200 mL
Ksp Mn(OH)2 = [Mn2+][OH]2 AgNO3(aq) + NaCl(aq) AgCl(s) + NaNO3(aq)
1 1014 = (s)(2s)2 Mula-mula : 0,1 mmol 1 mmol
Reaksi : 0,1 mmol 0,1 mmol 0,1 mmol 0,1 mmol
1 1014 = 4s3
14 Sisa : 0,9 mmol 0,1 mmol 0,1 mmol
3 1 10
s= 4
[AgCl] = mol AgCl
= 1,36 105 M Vtotal
[OH]= 2s 0,1 mmol
= 2(1,36 105) =
200 mL
= 2,72 105
pOH = log OH = 5 104 M
= log (2,72 105) AgCl(s) Ag+(aq) + Cl(aq)
= 5 log 2,72 5 104 M 5 104 M 5 104 M
pH = 14 pOH
Hasil kali [ion] = [Ag+]
[Cl]
= 14 (5 log 2,72)
= 9 + log 2,72 = (5 104)(5 104)
Jadi, pH larutan jenuh Mn(OH)2 pada suhu 25C = 2,5 107
sebesar 9 + log 2,72. Hasil kali [ion] > Ksp AgCl sehingga terbentuk
endapan AgCl.

Kimia Kelas XI 81
4. [Cl ] = 0,01 M Na2SO4(aq) 2Na+(aq) + SO42(aq)
5 105 M 1 104 M 5 105 M
[CrO42]= 0,001 M
[SO42] = 5 105 M
Penambahan ion Ag+ pada larutan tersebut akan
[Ca2+] = [Sr2+] = [Ba2+]
= 1 102 M
menghasilkan AgCl dan Ag2CrO4.
Setelah penambahan Na2SO4 ke dalam larutan
Ada tidaknya endapan diketahui dari
campuran garam CaCl2, SrCl2, dan BaCl2, akan
perbandingan hasil kali konsentrasi ion-ion terbentuk CaSO4, SrSO4, dan BaSO4.
dengan Ksp-nya. a. CaSO4
a. AgCl; Ksp = 1,8 1010 CaSO4(s) Ca2+(aq) + SO42(aq)
AgCl(s) Ag+(aq) + Cl(aq) Hasil kali [ion] = [Ca2+] [SO42]
Ksp AgCl = [Ag+] [Cl] = (1 102)(5 105)
1,8 1010 = [Ag+] (0,01) = 5 107
1,8 1010 Ksp CaSO4 = 2,4 105
[Ag+] =
1 102 Hasil kali [ion] < Ksp sehingga tidak terbentuk
= 1,8 108 M endapan CaSO4.
Untuk mengendapkan ion Cl sebagai AgCl
b. SrSO4
dibutuhkan ion Ag + dengan konsentrasi
SrSO4(s) Sr 2+(aq) + SO42(aq)
sebesar 1,8 108 M.
Hasil kali [ion] = [Sr2+] [SO42]
b. Ag2CrO4; Ksp = 2 1012 = (1 102)(5 105)
Ag2CrO4(s) 2Ag+(aq) + CrO42(aq) = 5 107
Ksp Ag2CrO4 = [Ag+]2 [CrO42] Ksp CaSO4 = 2,8 107
2 1012 = [Ag+]2 (0,001) Hasil kali [ion] > Ksp sehingga terbentuk
endapan SrSO4.
2 1012
[Ag+]2 =
1 103 c. BaSO4
= 2 109 BaSO4(s) Ba2+(aq) + SO42(aq)
[Ag+] = 2 109 Hasil kali [ion] = [Ba2+] [SO42]
= (1 102)(5 105)
= 4,5 105 M
Untuk mengendapkan ion CrO42 sebagai = 5 107
Ag 2 CrO 4 dibutuhkan ion Ag + dengan Ksp CaSO4 = 1,08 1010
konsentrasi sebesar 4,5 105 M. Hasil kali [ion] > Ksp sehingga terbentuk
Oleh karena untuk mengendapkan ion Cl endapan BaSO4.
sebagai AgCl dibutuhkan ion Ag + dengan
Jadi, garam yang mengendap adalah SrSO4 dan
konsentrasi lebih kecil daripada untuk me-
BaSO4.
ngendapkan ion Ag2CrO4, maka garam yang akan
mengendap terlebih dahulu adalah AgCl.
g 1.000
5. [Na2SO4] =
Mr V(mL)
7,1 10 3 1.000
= 1.000
142
= 5 105 M

82 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan


A. Pilihan Ganda Mr FeCO3 = 116
g 1.000
1. Jawaban: b s = [FeCO3] =
Mr V(mL)
CuI(s) Cu +(aq) + I(aq)
y 1.000
s s s 3,2 106 = 116
500
Ksp CuI = [Cu+][I]
1.000y
1 1014 = (s) (s) 3,2 106 = 58.000
1 1014 = s2
58.000 3,2 10 6
14 y=
s = 10 1.000

= 1 107 mol/L = 1,856 104 g


= 0,1856 mg
Mn(OH)2(s) Mn2+(aq) + 2OH(aq)
s s 2s
Jadi, massa FeCO3 yang larut dalam 0,5 L air
murni sebanyak 0,1856 mg.
Ksp Mn(OH)2 = [Mn2+][OH]2
1 1014 = (s)(2s)2 4. Jawaban: a
1) AgI
1 1014 = 4s3
AgI(s) Ag+(aq) + I(aq)
14 s s s
3 1 10
s = = 1,36 105
4 Ksp AgI = [Ag+] [l]
1 1 1016 = (s)(s)
Kelarutan CuI kelarutan Mn(OH)2.
136 1 1016 = s2
Jadi, kelarutan CuI lebih kecil dari kelarutan
Mn(OH)2. s= 1 10 16

2. Jawaban: d = 1,00 108 M


[Ag+] = s = 1,00 108 M
g 1.000
s = [CaCO3] =
Mr V(mL) 2) AgCl
1 10 3 1.000 AgCl(s) Ag+(aq) + Cl(aq)
= 250
100 s s s
=4 105 M Ksp AgCl = [Ag+] [Cl]
1,6 1010 = (s)(s)
CaCO3(s) Ca2+(aq) + CO32(aq)
1,6 1010 = s2
4 105 4 105 4 105
10
Ksp CaCO3 = [Ca2+] [CO32] s = 1,6 10
= 1,26 105 M
= (4 105)(4 105) [Ag ] = s = 1,26 105 M
+

= 1,6 109 M
3) AgBr
Jadi, hasil kelarutan CaCO3 sebesar 1,6 109 M. AgBr(s) Ag+(aq) + Br(aq)
s s s
3. Jawaban: a
Misal kelarutan FeCO3 = s mol/L Ksp AgBr = [Ag+] [Br]
FeCO3(s) Fe2+(aq) + CO32(aq) 5 1013 = (s)(s)
s s s 5 1013 = s2
Ksp FeCO3 = [Fe2+] [CO32] 13
s = 5 10
1 1011 = (s)(s) = 7,07 107 M
1 1011 = (s)2 [Ag+] = s = 7,07 107 M

s = 1 10 11
= 3,2 106 mol/L

Kimia Kelas XI 83
4) Ag2CO3 Volume Ag+ = 4 tetes
4
Ag2CO3(s) 2Ag+(aq) + CO32(aq) = 20 1 mL
s 2s s
= 0,2 mL
Ksp Ag2CO3 = [Ag+]2 [CO32] = 2 104 L
8 1012 = (2s)2(s) mol 5 10 20 mol
8 1012 = 4s3 [Ag+] = volume = 2 10 4 L

3 8 10
12 = 2,5 1016 mol/L
s= 4 Ag2CO3(s) 2Ag+(aq) + CO32(aq)
s = 1,26 M 104 1,25 1016 2,5 1016 1,25 1016
[Ag+] = 2s = 2 1,26 104 M
Ksp Ag2CO3 = [Ag+]2 [CO32]
= 2,52 104 M
= (2,5 1016)2(1,25 1016)
5) Ag2CrO4 = 7,8 1048
Ag2CrO4(s) 2Ag+(aq) + CrO42(aq) Jadi, hasil kali kelarutan Ag 2 CO 3 sebesar
s 2s s 7,8 1048.
Ksp Ag2CrO4 = [Ag+]2 [CrO42] 7. Jawaban: a
1 1012 = (2s)2(s) Misal kelarutan PbBr2 = s M
1 1012 = 4s3 PbBr2(s) Pb2+(aq) + 2Br(aq)
s s 2s
12
s= 3 1 10 Ksp PbBr2 = [Pb2+] [Br]2
4
6,3 106 = (s)(2s)2
s = 6,29 105 M
[Ag ] = 2s = 2 6,29 105 M
+ 6,3 106 = 4s3
6
= 1,26 104 M s= 3 6,3 10
4
Jadi, konsentrasi ion Ag+ terkecil terdapat dalam
larutan jenuh AgI. s = 1,16 102 M
[Pb ] = s = 1,16 102 M
2+
5. Jawaban: b Jadi, konsentrasi ion Pb2+ sebesar 1,16 102 M.
Misal kelarutan TlCl3 = s mol/L
TlCl3(s) Tl3+(aq) + 3Cl(aq) 8. Jawaban: d
s s 3s 1) CaCO3(s) Ca2+(aq) + CO32(aq)
s s s
Ksp TlCl3 = [Tl3+] [Cl]3
Ksp CaCO3 = [Ca2+] [CO32]
1 106 = (s)(3s)3
1 106 = 27s4 7,1 109 = (s)(s)
6 7,1 109 = s2
4 1 10
s= 27 s= 7,1 109 = 8,4 105 mol/L
= 1,38 102 mol/L
s = [TlCl3] = 1,38 102 mol/L 2) CaSO4(s) Ca2+(aq) + SO42(aq)
s s s
Massa TlCl3 yang larut dalam air
Ksp CaSO4 = [Ca2+] [SO42]
= [TlCl3] Mr TlCl3 volume
4,9 109 = (s)(s)
= 1,38 102 mol/L 310,5 g/mol 1 103 L 4,9 109 = s2
= 4,3 103 g s= 4,9 109
Jadi, jumlah maksimum TlCl 3 yang dapat = 7 105 mol/L
dilarutkan dalam 1 mL air sebanyak 4,3 103 g.
3) BaCO3(s) Ba2+(aq) + CO32(aq)
6. Jawaban: e s s s
jumlah partikel Ksp BaCO3 = [Ba2+] [CO32]
Mol Ag+ = NA
2,6 109 = (s)(s)
30.000
= 2,6 109 = s2
6 1023
= 5 1020 mol s= 2,6 109
= 5,09 105 mol/L

84 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan


4) BaSO4(s) Ba2+(aq) + SO42(aq) 11. Jawaban: d
s s s 1) AgI, Ksp = 1016
Ksp BaSO4 = [Ba2+] [SO42] AgI(s) Ag+(aq) + l(aq)
1,1 1010 = (s)(s) s s s
1,1 1010 = s2 Ksp AgI = [Ag+] [l]
s= 1,1 1010 = 1 105 mol/L 1 1016 = (s)(s)
1 1016 = s2
Urutan kelarutan senyawa-senyawa tersebut dari
yang paling besar yaitu CaCO3 CaSO4 BaCO3 s= 1016
BaSO4. = 1 108 M
9. Jawaban: b 2) AgCI, Ksp = 1010
CaF2(s) Ca2+(aq) + 2F(aq) AgCI(s) Ag+(aq) + Cl(aq)
s s 2s s s s
CaCl2(aq) Ca2+(aq) + 2Cl(aq) Ksp AgCI = [Ag+] [Cl]
0,01 M 0,01 M 0,02 M
1 1010 = (s)(s)
[Ca2+] = (s + 0,01) M
1 1010 = s2
[F] = 2s M
Diasumsikan s << 0,01 M sehingga [Ca2+] = 0,01 s= 1010
M. = 1 105 M
Ksp = [Ca2+] [F]2 3) Ag2S, Ksp = 1014
4 1011 = (0,01)(2s)2
Ag2S(s) 2Ag+(aq) + S2(aq)
4 1011 = (0,01)(4s2) s 2s s
4 10 11
4s 2 = Ksp Ag2S = [Ag+]2 [S2]
0,01
4s 2 = 4 109 1 1014 = (2s)2(s)
4 109 1 1014 = 4s3
s = = 3,16 105 M
4 14
Jadi, kelarutan CaF 2 dalam CaCl 2 0,01 M 3 10
s= 4
sebesar 3,16 105 M.
= 1,4 105 M
10. Jawaban: d
4) Ag2CO3, Ksp = 1011
Kelarutan AgI dalam air = 1 108 M
AgI(s) Ag+ + l(aq) Ag2CO3(s) 2Ag+(aq) + CO32(aq)
1 108 1 108 1 108 s 2s s

Ksp Agl = [Ag+] [l] Ksp Ag2CO3 = [Ag+]2 [CO32]


= (1 108)(1 108) 1 1011 = (2s)2(s)
= 1 1016 1 1011 = 4s3
Kelarutan AgI dalam larutan KI 0,02 M. 11
3 10
Misal kelarutan AgI dalam kelarutan KI 0,02 M s = 4
= 1,4 104 M
= s M. 5) Ag2CrO4, Ksp = 1012
AgI(s) Ag+(aq) + l(aq)
s s s Ag2CrO4(s) 2Ag+(aq) + CrO42(aq)
KI(aq) K+(aq) + l(aq) s 2s s

0,02 0,02 0,02 Ksp Ag2CrO4 = [Ag+]2 [CrO42]


[Ag+] = s M 1 1012 = (2s)2(s)
[l] = (s + 0,02) M 1 1012 = 4s3
Diasumsikan s << 0,02 M sehingga [l] = 0,02 M. 3 10
12
s= = 6,3 105 M
Ksp AgI = [Ag+] [I] 4

1 1016 = (s)(0,02) Jadi, garam yang paling mudah larut adalah


Ag 2CO 3 karena mempunyai harga kelarutan
1 10 16
s = = 5 1015 M paling besar.
0,02
Jadi, kelarutan AgI dalam larutan KI 0,02 M
sebesar 5 1015 M.

Kimia Kelas XI 85
12. Jawaban: a mol basa
[OH] = Kb mol garam
pH = 11
pOH = 14 pH = 14 11 = 3 0,75
= 105
pOH = log OH 0,25
log OH = 3 = 3 105
[OH] = 103 M Pada larutan tepat jenuh Mg(OH)2 hasil kali [ion] =
Ksp.
1 1
[Ca2+] = [OH] = 103 M
2 2 Mg(OH)2(s) Mg2+(aq) + 2OH(aq)
Ca(OH)2(s) Ca2+(aq) + 2OH(aq) [Mg2+][OH]2 = Ksp Mg(OH)2
1
103 M 103 M
[Mg2+](3 105)2 = 2 1012
2
Ksp Ca(OH)2 = [Ca2+] [OH]2 2 10 12
[Mg2+] =
1 9 10 10
= ( 2 103)(103)2
= 2,2 103 M
1
= 109 = 5 1010 Jadi, konsentrasi Mg 2+ pada larutan jenuh
2
tersebut adalah 2,2 103 M.
Jadi, Ksp Ca(OH)2 sebesar 5 1010.
14. Jawaban: a
13. Jawaban: a
pH = 8
R = 0,08 Latm/molK
pOH = 14 8 = 6
P = 38 cmHg = 0,5 atm
log OH = 6
T = (27 + 273) K = 300 K
VHCl = 12 mL = 0,012 L [OH] = 106
VNH = 48 mL = 0,048 L Mn(NO3)2(aq) Mn2+(aq) + 2NO3(aq)
3
0,01 M 0,01 M 0,02 M
Mol HCl
[Mn2+] = 0,01 M
P VHCl
nHCl = RT Mn(OH)2(s) Mn2+(aq) + 2OH(aq)
0,5 0,012 Hasil kali [ion] = [Mn2+][OH]2
= 0,08 300
= (0,01)(106)2
0,006
= = 1 1014
24
= 0,00025 mol Ksp Mn(OH)2 = 5 1014
= 0,25 mmol
Hasil kali [ion] < K sp sehingga tidak terjadi
Mol NH3 endapan Mn(OH)2.
P V NH3
nNH3 = 15. Jawaban: b
RT
0,5 0,048 Mol CaCrO4 = VCaCrO MCaCrO
= 4 4
0,08 300 = 100 mL 0,4 M
0,024 = 40 mmol
=
24 Mol AgNO3 = VAgNO MAgNO
= 0,001 mol 3 3

= 1 mmol = 100 mL 0,4 M


= 40 mmol
HCl(aq) + NH4OH(aq) NH4Cl(aq) + H2O( )
Mula-mula: 0,25 1
Vtotal = VCaCrO + VAgNO
4 3
Reaksi : 0,25 0,25 0,25 0,25 = 100 mL + 100 mL

Sisa : 0,75 0,25 0,25 = 200 mL
CaCrO4(aq) + 2AgNO3(aq) Ca(NO3)2(aq) + Ag2CrO4(s)
Berdasarkan reaksi tersebut diperoleh bahwa
Mula-mula: 40 40
dalam campuran terdapat sisa basa lemah dan Reaksi : 20 40 20 20
garam. Sisa basa lemah dan garam tersebut
Sisa : 20 20 20
membentuk larutan penyangga basa sehingga pH
larutan dapat dihitung sebagai berikut. mol 20 mmol
[Ag2CrO4] = = = 0,1 M
volume total 200 mL

86 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan


Ag2CrO4(s) 2Ag+(aq) + CrO42(aq) mol CaCO3 0,001 mol
0,1 M 0,2 M 0,1 M [BaCO3] = = = 0,005 M
Vtotal 0,2 L

Hasil kali [ion] = [Ag+]2[CrO42] BaCO3(s) Ba2+(aq) + CO32(aq)


= (0,2)2(0,1) 0,005 0,005 0,005

= 4 103 Hasil kali [ion] = [Ba2+]


[CO32]
Hasil kali [ion] > Ksp sehingga terjadi endapan = (0,005)2
Ag2CrO4. = 2,5 105

[Ag2CrO4] =
massa Ag2CrO 4

1.000 Ksp BaCO3 = 5 109
Mr Ag2CrO 4 V (mL)
Hasil kali [ion] > Ksp terjadi endapan BaCO3
massa Ag 2CrO4 1.000
0,1 =
332 200 [Na+] dalam campuran = [NaOH]
0,1 332 200 [NaOH] = 2[BaCO3] = 2(0,001) = 0,002 M
Massa Ag2CrO4 = = 6,64 gram
1.000
NaOH(aq) Na+(aq) + OH(aq)
Jadi, massa zat yang mengendap sebanyak
0,002 0,002 0,002
6,64 gram.
[Na+] = 0,002 M
16. Jawaban: d Jadi, pada campuran larutan tersebut terjadi
Misal Ksp: AgN3, Pb(N3)2, SrF2 = y endapan BaCO3 dan konsentrasi ion Na+ 0,002 M.
1) AgN3(s) Ag+(aq) + N3(aq) 18. Jawaban: e
s s s
200
Ksp = [Ag+] [N3] [Ag+] = 400 0,02 M = 0,01 M
y = (s)(s) 200
y = s2 [S2] = 400 0,02 M = 0,01 M
s y= 200
[PO43] = 400 0,02 M = 0,01 M
2) Pb(N3)2(s) Pb2+(aq) + 2N3(aq)
s s 2s 200
[Br] = 400 0,02 M = 0,01 M
Ksp = [Pb2+] [N3]2
200
y = (s) (2s)2 [SO42] = 400 0,02 M = 0,01 M
y = 4s3 1) Ksp Ag2S = 2 1049
s = 3y Ag2S(s) 2Ag+(aq) + S2(aq)
4
Hasil kali [ion] = [Ag+]2 [S2]
3) SrF2(s) Sr2+(aq) + 2F(aq)
s s 2s = (0,01)2(0,01)
Ksp = [Sr2+] [F]2 = 1 106
y = (s) (2s)2 Hasil kali [ion] > Ksp Ag2S (mengendap)
y = 4s3 2) Ksp Ag3PO4 = 1 1020

3y
Ag3PO4(s) 3Ag+(aq) + PO43(aq)
s =
4
Hasil kali [ion]= [Ag+]3 [PO43]
Jadi, berdasarkan perhitungan di atas, urutan = (0,01)3(0,01)
kelarutan ketiga larutan tersebut adalah = 1 108
s AgN3 > s Pb(N3)2 = s SrF2.
Hasil kali [ion] > Ksp Ag3PO4 (mengendap)
17. Jawaban: d
3) Ksp Ag2CrO4 = 6 105
Mol Na2CO3 = 0,01 M 0,1 L = 0,001 mol
Ag2CrO4(s) 2Ag+(aq) + CrO42(aq)
Mol Ba(OH)2 = 0,01 M 0,1 L = 0,001 mol
Volume total = (100 + 100) mL = 200 mL = 0,2 L Hasil kali [ion]= [Ag+]2 [CrO42]
Na2CO3(aq) + Ba(OH)2(aq) BaCO3(s) + 2NaOH(aq) = (0,01)2(0,01)
Mula-mula: 0,001 0,001 = 1 106
Reaksi : 0,001 0,001 0,001 0,002
Hasil kali [ion] < K sp Ag 2 CrO 4 (belum
Sisa : 0,001 0,002
mengendap/larut)

Kimia Kelas XI 87
4) Ksp AgBr = 5 1013 Perak klorida mengandung ion Ag + dan Cl
sehingga akan sukar larut dalam larutan yang
AgBr(s) Ag+(aq) + Br (aq)
mengandung ion Cl atau Ag+ dengan konsentrasi
Hasil kali [ion] = [Ag+] [Br ] besar. Konsentrasi ion Cl dalam berbagai larutan
= (0,01)(0,01) HCl tersebut sebagai berikut.
= 0,0001 1) HCl 0,01 M
[Cl] = [HCl] = 0,01 M
= 1 104
Hasil kali [ion] > Ksp AgBr (mengendap) 2) HCl 0,10 M
[Cl] = [HCl] = 0,10 M
5) Ksp Ag2SO4 = 3 105
3) HCl 0,20 M
Ag2SO4(s) 2Ag+(aq) + SO42(aq) [Cl] = [HCl] = 0,20 M
Hasil kali [ion] = [Ag+]2 [SO42] 4) HCl 1,00 M
= (0,01)2(0,01) [Cl] = [HCl] = 1,00 M
= 1 106 5) HCl 2,00 M
Hasil kali [ion] < K sp Ag 2 SO 4 (belum [Cl] = [HCl] = 2,00 M
Jadi, kristal AgCl paling sukar larut dalam larutan
mengendap/larut)
HCl 2,00 M.
Jadi, garam-garam yang larut yaitu garam yang
memiliki hasil kali konsentrasi ion-ion lebih kecil 21. Jawaban: b
PbSO4(s) Pb2+(aq) + SO42(aq)
daripada Ksp-nya. Garam tersebut yaitu garam
s s s
Ag2CrO4 dan Ag2SO4.
Ksp = [Pb2+] [SO42]
19. Jawaban: b 1 108 = (s) (s)
Ksp Mg(OH)2 = 2 1011 1 108 = s2
[MgCl2] = 1 103 mol/dm3 s = 1 108
MgCl2(aq) Mg2+(aq) + 2Cl(aq) = 1 104 M
1 103 1 103 2 103
[Mg2+] = 1 103 mol/dm3 = 1 103 M Larutan jenuh PbSO4 diencerkan 100 kali.
Misal: V1 = V
Endapan mulai terbentuk jika Ksp Mg(OH)2 = hasil
kali kelarutan ion-ion Mg(OH)2. V2 = 100 V
Mg(OH)2(s) Mg2+(aq) + 2OH(aq) M 1 = s = 1 104 M
Ksp Mg(OH)2 = [Mg2+] [OH]2 M1 V1 = M2 V2
2 1011 = (1 103) [OH]2 (1 104)V= M2(100V)
2 1011 1 104
[OH]2 = M2 =
1 103 100

= 2 108 = 1 106 M
Setelah diencerkan kelarutan PbSO4 menjadi
[OH] = 1,4 104 M
1 106 mol/L.
pOH = log [OH]
22. Jawaban: c
= log 1,4 104
1) Ca(OH)2(s) Ca2+(aq) + 2OH(aq)
= 4 log 1,4 s s 2s
= 3,85
Ksp Ca(OH)2 = [Ca2+] [OH]2
pH = pKw pOH = 14 3,85 = 10,15
8 106 = (s)(2s)2
Jadi, endapan mulai terbentuk pada pH 10,15.
8 106 = 4s3
20. Jawaban: e 8 106 = 4s3
Kristal perak klorida (AgCl) akan sukar larut jika
6
berada dalam larutan HCl dengan konsentrasi s= 3 8 10
terbesar. Semakin besar konsentrasi ion 4
sejenisnya, semakin kecil kelarutan zat tersebut. = 1,26 102 mol/L

88 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan


2) CaCrO4(s) Ca2+(aq) + CrO42(aq) pH = pKw pOH
s s s = 14 (5 log 2,72)
Ksp CaCrO4 = [Ca2+] [CrO42] = 9 + log 2,72
7,1 104 = s2 = 9,43
Jadi, pH basa larutan jenuh Ni(OH)2 sebesar
s= 7,1 104 9,43.
= 2,66 102 mol/L 24. Jawaban: e
3) CaCO3(s) Ca2+(aq) + CO32(aq) Ksp BaF2 = 1,7 106
s s s
Volume = 1 L
Ksp CaCO3 = [Ca2+] [CO32] Mol ion F = 0,001 mol
8,7 109 = s2 mol ion F 0,001 mol
[F] = = = 1 103 M
9 volume 1L
s= 8,7 10
= 9,33 105 mol/L BaF2(s) Ba2+(aq) + 2F(aq)
4) CaSO4(s) Ca2+(aq) + SO42(aq) Ksp BaF2 = [Ba2+] [F]2
s s s 1,7 106 = [Ba2+] (1 103)2
Ksp CaSO4 = [Ca2+] [SO42] 1,7 106 = [Ba2+] (1 106)
2,4 105 = s2 1,7 10 6
5 [Ba2+] = = 1,7 M
s= 2,4 10 1 10 6

= 4,89 103 mol/L Jadi, konsentrasi ion Ba2+ dalam larutan tersebut
sebesar 1,7 M.
5) CaF2(s) Ca2+(aq) + 2F(aq)
s s 2s 25. Jawaban: c
Ksp CaF2 = [Ca2+] [F]2 Misal kelarutan LSO4 = s M
LSO4(s) L2+(aq) + SO42(aq)
4 1011 = (s)(2s)2
s s s
4 1011 = 4s3
Ksp LSO4 = [L2+] [SO42]
11
s= 3 4 10
4
2,5 105 = (s)(s)
= 2,15 104 mol/L 2,5 105 = s2
Jadi, kelarutan ion Ca2+ paling kecil terdapat s = 2,5 105
dalam larutan jenuh CaCO3.
= 5 103 mol/L
23. Jawaban: b g 1.000
s = [LSO4] =
Ni(OH)2(s) Ni2+(aq) + 2OH(aq) Mr V(mL)
s s 2s 0,34 1.000
5 103 =
Mr LSO 4 500
Ksp Ni(OH)2 = [Ni2+] [OH]2
1 1014 = (s)(2s)2 Mr LSO4 = 136
1 1014 = 4s3 Jadi, Mr LSO4 = 136.

3 1 10
14 B. Uraian
s =
4
1. 1) CaSO4(s) Ca2+(aq) + SO42(aq)
= 1,36 105 s s s

[OH ] = 2s Ksp CaSO4 = [Ca2+] [SO42]
= 2(1,36 105) = (s)(s)
= 2,72 105 = s2
pOH = log [OH] 2) Ag2CO3(s) 2Ag+(aq) + CO32(aq)
= log (2,72 105) s 2s s
= 5 log 2,72 Ksp Ag2CO3 = [Ag+]2 [CO32]
= (2s)2(s)
= 4s3

Kimia Kelas XI 89
3) PbF2(s) Pb2+(aq) + 2F(aq) pH = 14 pOH
s s 2s = 14 6,5
Ksp PbF2 = [Pb2+] [F]2 = 7,5
= (s)(2s)2 Jadi, endapan Zn(OH)2 mulai terbentuk pada
= 4s3 pH 7,5.
massa PbCl2
4) Li3PO4(s) 3Li+(aq) + PO43(aq) 4. Mol PbCl2 = Mr PbCl2
s 3s s
0,278
Ksp Li3PO4 = [Li+]3 [PO43] = 278 = 0,001 mol
= (3s)3(s) Kelarutan PbCl2 = s
= 27s4
mol 0,001 mol
5) Cu3(PO4)2(s) 3Cu2+(aq) + 2PO43(aq) s= V = 0,2 L
= 5 103 mol/L
s 3s 2s
PbCl2(s) Pb2+(aq) + 2Cl(aq)
Ksp Cu3(PO4)2 = [Cu2+]3 [PO43]2 5 103 5 103 1 102
= (3s)3(2s)2 Ksp PbCl2 = [Pb2+] [Cl]2
= (27s3)(4s2) = (5 103)(1 102)2
= 108s5 = (5 103)(1 104)
2. Mr Ba3(PO4)2 = (3 Ar Ba) + (2 Ar P) + (8 Ar O) = 5 107
= (3 137) + (2 31) + (8 16) Jadi, Ksp PbCl = 5 107.
= 411 + 62 + 128 5. a. Kelarutan Ag3PO4 dalam air murni
= 601
Misal kelarutan Ag3PO4 = s mol/L
Misal kelarutan Ba3(PO4)2 = s mol/L Ag3PO4(s) 3Ag+(aq) + PO43(aq)
Ba3(PO4)2(s) 3Ba2+(aq) + 2PO43(aq) s 3s s
s 3s 2s Ksp Ag3PO4 = [Ag+]3 [PO43]
Ksp Ba3(PO4)2 = [Ba2+]3 [PO43]2 2,7 1019 = (3s)3 (s)
3,4 1023 = (3s)3(2s)2 2,7 1019 = 27s4
3,4 1023 = 108s5 19
s= 4 2,7 10 = 1 105 mol/L
23 27
s= 5 3,4 10
108 Jadi, kelarutan Ag 3PO 4 dalam air murni
= 1,26 105
mol/L sebesar 1 105 mol/L.
= 1,26 105 mol/L 601 g/mol b. Kelarutan Ag3PO4 dalam AgNO3 0,01 M
= 7,6 103 g/L Ag3PO4(s) 3Ag+(aq) + PO43(aq)
3. ZnCl2(aq) Zn2+(aq) + 2Cl(aq) s 3s s
0,01 M 0,01 M 0,02 M
AgNO3(aq) Ag+(aq) + NO3(aq)
[Zn2+] = 0,01 M 0,01 M 0,01 M 0,01 M
Endapan Za(OH) 2 mulai terbentuk jika K sp [Ag+] = (3s + 0,01) M
Zn(OH)2 = hasil kali [ion]. [PO43] = s M
Ksp Zn(OH)2 = [Zn2+] [OH]2 Diasumsikan s << 0,01 M sehingga [Ag+] =
1 1015 = (0,01) [OH]2 0,01 M.
1 10 15 Ksp Ag3PO4 = [Ag+]3 [PO43]
[OH]2 =
1 10 2 2,7 1019 = (0,01)3 [PO43]
= 1 1013 2,7 1019 = (1 106) [PO43]
2,7 10 19
[OH] = 1 10 13 [PO43] =
1 10 6
= 1 106,5 [PO43] = 2,7 1013
pOH = log [OH] [Ag3PO4] = [PO43] = 2,7 1013 mol/L
= log (1 106,5) Jadi, kelarutan Ag 3 PO 4 dalam AgNO 3
= 6,5 0,01 M sebesar 2,7 1013 mol/L.

90 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan


c. Kelarutan Ag3PO4 dalam K3PO4 0,01 M 7. Mol NaOH = VNaOH MNaOH
Ag3PO4(s) 3Ag+(aq) + PO43(aq) = 100 mL 1 M
s 3s s = 100 mmol
Mol CH3COOH = VCH COOH MCH COOH
K3PO4(aq) 2K+(aq) + PO43(aq) 3 3

0,01 M 0,02 M 0,01 M = 100 ml 1 M


[Ag+] = 3s M = 100 mmol
[PO43] = (s + 0,01) M Vtotal = VNaOH + VCH COOH
3
Diasumsikan s << 0,01 M sehingga [PO43] = = 100 mL + 100 mL
0,01 M. = 200 mL
Ksp Ag3PO4 = [Ag+]3 [PO43] NaOH(aq) + CH3COOH(aq) CH3COONa(aq) + H2O( )
Mula-mula: 100 100
2,7 1019 = [Ag+]3(0,01) Reaksi : 100 100 100 100

2,7 10 19
[Ag+]3 = Sisa : 100 100
0,01
Oleh karena NaOH dan CH 3 COOH habis
[Ag+]3 = 2,7 1017
bereaksi, maka akan terjadi hidrolisis garam.
[Ag+]3 = 27 1018 Garam yang terbentuk bersifat basa karena
[Ag+] = 3
27 10 18 = 3 106 berasal dari basa kuat dan asam lemah.
mol
1 [CH3COONa] =
[Ag3PO4] = [Ag+] volume total
3
100 mmol
=
1
3 106 = 200 mL
= 0,5 M
3
= 1 106 mol/L CH3COONa(aq) CH3COO(aq) + Na+(aq)
Jadi, kelarutan Ag3PO4 dalam K3PO4 0,01 M 0,5 M 0,5 M 0,5 M

sebesar 1 106 mol/L. CH3COO(aq) + H2O( ) CH3COOH(aq) + OH(aq)


Na+(aq) + H2O( )
/
6. CuCO3(s) Cu2+(aq) + CO32(aq)
s s s Kw
[OH] = M
Ksp = [Cu2+] [CO32] Ka

1 1010 = (s)(s)
Kw
1 1010 = s2 = [CH3COO ]
Ka

s = 1 1010 1014
= 5 101
= 105
mol/L 105
Mr CuCO3 = (63,5 + 12 + (3 16)) = 2,2 105 M
= 123,5 Pada keadaan larutan tepat jenuh hasil kali
Kelarutan CuCO3 dalam 500 mL air: konsentrasi ion = Ksp Ni(OH)2.
g 1.000 Ksp Ni(OH)2 = [Ni2+][OH]2
[CuCO3] = s =
Mr V(mL) 1 1014 = [Ni2+](2,2 105)2
massa CuCO 3 1.000 1 1014 = [Ni2+](5 1010)
105 = Mr CuCO 3
500
1 1014
massa CuCO3 [Ni 2+] =
105 = 2 5 1010
123,5
= 2 105 M
105 123,5
Massa CuCO3 =
2 8. AB(s) A+(aq) + B(aq)
= 6,175 104 gram Ksp AB = [A+] [B]
= 0,62 mg
Volume total= (250 + 250) mL = 500 mL = 0,5 L
Jadi, massa CuCO3 yang larut dalam 500 mL air
sebesar 0,62 mg.

Kimia Kelas XI 91
Konsentrasi ion-ion dalam larutan 10. pH = 8
Mol A+ = 3 103 mol pOH = 14 pH
= 14 8
mol A +
[A+] = =6
volume total
log [OH] = log 106
3 10 3 mol
= [OH] = 106 M
0,5 L
= 6 103 M Konsentrasi ion OH dalam larutan:
100
Mol B = 4 103 mol [OH] = 200 106 M
mol B
[B] = = 5 107 M
volume total
Konsentrasi setiap ion:
4 10 3 mol 100
= [Co2+] = 200 (2 103 M)
0,5 L
= 8 103 M = 103 M
Hasil kali [ion]= [A+] [B] 100
[Fe2+] = 200 (2 103 M)
= (6 103) (8 103)
= 4,8 105 = 103 M
Ksp AB = 108 100
[La3+] = 200 (2 103 M)
Hasil kali [ion] > Ksp terjadi endapan
Jadi, pada campuran larutan tersebut terjadi = 103 M
endapan karena harga hasil kali konsentrasi ion- a. Co(OH)2(s) Co2+(aq) + 2OH(aq);
ionnya > Ksp. Ksp Co(OH)2 = 2 1016
9. Endapan mulai terbentuk saat hasil kali [ion] = Hasil kali [ion] = [Co2+] [OH]2
Ksp Mg(OH)2. = (103)(5 107)2
Mg(OH)2(s) Mg2+(aq) + 2OH(aq)
= 2,5 1016
s s 2s
Ksp Mg(OH)2 = [Mg2+] [OH]2 Hasil kali [ion] > K sp sehingga terjadi
endapan Co(OH)2.
6 1012 = (s)(2s)2
6 1012 = 4s3 b. Fe(OH)2(s) Fe2+(aq) + 2OH(aq);
12
Ksp Fe(OH)2 = 8 1015
s= 3 6 10
Hasil kali [ion]= [Fe2+] [OH]2
4
= (103) (5 107)2
= 1,1 104
= 2,5 1016
[OH] = 2s
Hasil kali [ion] < Ksp sehingga tidak terjadi
= 2 1,1 104
endapan Fe(OH)2.
= 2,2 104 M
pOH = log [OH] c. La(OH)3(s) La3+(aq) + 3OH(aq);
= log (2,2 104) Ksp La(OH)3 = 1 1019
= 4 log 2,2 Hasil kali [ion]= [La3+] [OH]3
pH = 14 pOH = (103) (5 107)3
= 14 (4 log 2,2) = 1,25 1022
= 10 + log 2,2 Hasil kali [ion] < Ksp sehingga tidak terjadi
= 10,34 endapan La(OH)3.
Jadi, hidroksida yang mengendap yaitu Co(OH)2
karena harga hasil kali konsentrasi ion-ion-nya
> Ksp.

92 Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan


Sistem Koloid dan Penerapannya

Sistem Koloid Penggunaan Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari

Sistem dispersi Bidang industri


Macam-macam sistem koloid Bidang makanan
Bidang farmasi
Bidang kosmetik

Menerapkan sikap tanggung jawab dalam setiap kegiatan dan praktikum.


Bersikap mandiri dalam belajar dan berlatih mengerjakan soal mengenai
sifat koloid dan penerapannya.
Berorientasi pada tindakan dengan menerapkan ilmu yang diperoleh
dalam kehidupan sehari-hari.
Mengembangkan rasa ingin tahu mengenai contoh-contoh sistem koloid
di lingkungan sekitar.
Mampu menjelaskan pengertian sistem dispersi koloid dan perbedaannya
dengan suspensi maupun larutan.
Mampu membedakan koloid, suspensi, dan larutan melalui pengamatan.
Mampu menyebutkan tipe-tipe koloid sesuai fase penyusunnya.
Mampu menjelaskan penggunaan koloid dalam kehidupan sehari-hari.
Mampu menyebutkan contoh dan tipe koloid di lingkungan sekitar.

Kimia Kelas XI 93
A. Pilihan Ganda B. Uraian
1. Jawaban: b 1. Suspensi merupakan sistem dispersi heterogen
Contoh zat yang termasuk koloid antara lain awan, yang tampak membentuk dua fase karena terdiri
debu, batu apung, dan asap. Awan merupakan atas partikel terdispersi dengan ukuran >105cm.
fase terdispersi cair dalam gas. Debu dan asap Suspensi tidak stabil sehingga menghasilkan
merupakan fase terdispersi padat dalam gas. Batu endapan dan dapat dipisahkan dengan penyaringan
apung merupakan fase terdispersi gas dalam sederhana. Sementara itu, koloid merupakan
padat. Air laut dan air gula merupakan larutan sejati. sistem dispersi heterogen yang tampak seperti
Larutan tepung termasuk suspensi. satu fase karena mempunyai partikel terdispersi
2. Jawaban: e 107 105 cm. Koloid bersifat stabil sehingga
Sistem koloid yang tersusun atas zat padat dalam tidak mengendap dan hanya terlihat keruh. Oleh
cair disebut sol cair. Tinta tersusun atas zat padat karena itu, koloid tidak dapat dipisahkan dengan
(zat warna dari logam) dalam medium cair (pelarut). penyaringan sederhana.
Mentega termasuk emulsi padat karena tersusun 2. a. Debu tersusun atas fase terdispersi padat
atas zat cair dalam medium padat. Es krim dan dalam medium gas (aerosol padat).
santan termasuk emulsi cair karena tersusun atas b. Mutiara tersusun atas fase terdispersi cair
zat cair dalam medium cair. Kabut termasuk aerosol dalam medium padat (emulsi padat).
cair karena tersusun atas zat cair dalam medium c. Hairspray tersusun atas fase cair dalam me-
gas. dium gas (aerosol cair).
3. Jawaban: e d. Gelatin tersusun atas fase padat dalam me-
Emulsi cair biasa disebut emulsi. Emulsi adalah dium cair (sol cair) yang menyerap mediumnya
sistem koloid dengan fase terdispersi cair dalam sehingga membentuk gel.
medium pendispersi cair. Mayones dan susu e. Busa sabun tersusun atas fase gas dalam
merupakan contoh emulsi. Mayones adalah emulsi medium cair (busa cair).
minyak dalam air, sedangkan susu adalah emulsi 3. Emulsi merupakan sistem koloid yang tersusun
lemak dalam air. Sementara kanji dan sabun atas fase cair dalam medium cair. Santan terdiri
termasuk jenis sol. Mentega merupakan contoh atas butiran-butiran minyak dari buah kelapa yang
emulsi padat, sedangkan kue termasuk busa padat. terdispersi stabil dalam air dan tidak saling
4. Jawaban: e melarutkan. Oleh karena tersusun atas fase cair
Darah termasuk sistem koloid karena merupakan (minyak) dalam medium cair (air), santan termasuk
campuran heterogen yang terlihat homogen dan jenis emulsi.
stabil walaupun tersusun atas dua fase. Darah tidak 4. Roti tawar merupakan contoh jenis koloid busa
dapat mengendap kecuali dengan perlakuan padat. Hal ini karena terdapat gas-gas yang
khusus, misal sentrifugasi. Darah merupakan contoh terdispersi merata dalam adonan tepung roti.
koloid sol yang tersusun atas zat terlarut berupa Dengan demikian, fase terdispersi dalam roti tawar
zat makanan, hormon, dan sisa metabolisme yang adalah gas dan mediumnya berupa zat padat
terdispersi dalam plasma darah. sehingga termasuk jenis busa padat.
5. Jawaban: b 5. Obat antinyamuk semprot adalah koloid tipe aero-
Mayones merupakan contoh emulsi, yaitu sistem sol cair. Aerosol cair terbentuk dari fase cair yang
koloid yang terdiri atas zat cair yang terdispersi terdispersi dalam medium pendispersi gas. Begitu
dalam medium cair. Koloid yang tersusun atas gas pula dengan obat antinyamuk semprot. Bahan aktif
dalam medium cair disebut busa, contoh krim antinyamuk yang berwujud cair didispersikan dalam
kocok (whipped cream). Fase cair yang terdispersi gas bertekanan tinggi.
dalam medium padat disebut emulsi padat, contoh
mentega. Koloid yang terbentuk dari zat padat
dalam medium cair disebut sol cair, contoh tinta.
Jenis koloid yang terbentuk dari zat padat dalam
medium padat disebut sol padat, misal botol kaca
berwarna.

94 Sistem Koloid dan Penerapannya


A. Pilihan Ganda B. Uraian
1. Jawaban: d 1. Getah karet adalah koloid tipe sol. Zat yang terdispersi
Roti dan marsmallow termasuk jenis koloid busa dalam getah karet adalah partikel-partikel karet. Karet
padat karena mempunyai fase terdispersi gas dapat diperoleh dengan memisahkan partikel-partikel
dalam medium padat. Emulsi mempunyai fase karet dari medium pendispersinya. Hal ini dilakukan
terdispersi cair dalam medium cair, misal susu dan dengan mengkoagulasikan getah karet dengan asam
santan. Emulsi padat mempunyai fase terdispersi formiat atau asam asetat. Karet yang telah meng-
cair dalam medium padat, misal mentega, keju, gumpal selanjutnya digiling dan dicuci. Karet kemudian
dan margarin. Aerosol mempunyai fase terdispersi diproses lebih lanjut menjadi lembaran (sheet).
cair dalam medium gas, misal kabut. Sol padat 2. Penerapan koloid dalam proses penjernihan air
mempunyai fase terdispersi padat dalam medium dilakukan dengan menambahkan tawas pada air
padat, misal gelas berwarna. yang keruh. Tawas mampu menggumpalkan
2. Jawaban: b lumpur koloidal sehingga mudah disaring. Ion Al3+
Penerapan sistem koloid tipe sol dalam kosmetik dari tawas akan membentuk partikel koloid Al(OH)3
antara lain cat kuku. Dalam cat kuku, zat padat yang bermuatan positif. Koloid Al(OH) 3 akan
pewarna didispersikan dalam medium cair mengadsorpsi koloid pencemar bermuatan negatif
sehingga mudah digunakan. Cologne merupakan dalam air, seperti zat warna dan detergen.
larutan yang terdiri atas minyak esensial yang 3. Tahu dibuat dari kedelai yang digiling dan dicampur
terdispersi dalam medium cair. Deodoran dibuat air, kemudian direbus hingga matang. Setelah dingin,
dalam bentuk gel. Hair spray dibuat dalam bentuk rebusan tersebut disaring. Hasil penyaringan meru-
aerosol. Sabun cukur dibuat dalam bentuk busa pakan bentuk koloid karena sari kedelai terdispersi
(buih). stabil dalam air. Agar diperoleh tahu dari sari kedelai,
ke dalam hasil penyaringan tersebut ditambahkan
3. Jawaban: d
larutan elektrolit CaSO 4.2H 2O. Penambahan
Getah karet merupakan sistem koloid karena di
CaSO4.2H2O menganggu kestabilan koloid sehingga
dalamnya partikel karet terdispersi sebagai partikel
sari kedelai menggumpal dan terpisah. Gumpalan ini
koloid. Sistem dispersi getah karet termasuk koloid
kemudian dicetak menjadi tahu.
tipe sol, yaitu fase padat terdipersi dalam medium
cair. Fase cair dalam medium cair adalah emulsi, 4. Mayones dan margarin sama-sama dibuat dalam
misal mayones (minyak dalam air). Fase cair dalam bentuk koloid tipe emulsi. Perbedaan keduanya
medium padat adalah emulsi padat, misal keju. terletak pada zat terdispersi dan medium
Fase gas dalam medium padat adalah busa padat, pendispersinya. Dalam mayones, zat yang ter-
misal styrofoam. Fase padat dalam medium padat dispersi adalah minyak yang terdispersi dalam
adalah sol padat, misal batu opal. medium air. Sementara itu, margarin merupakan
koloid yang tersusun dari zat terdispersi air dalam
4. Jawaban: d medium berupa padatan minyak.
Obat hirup yang diperuntukan bagi penderita asma
5. Es krim merupakan sistem koloid yang rumit karena
dibuat dalam bentuk aerosol. Obat tersebut dibuat
tersusun dari globulan lemak yang terdispersi dalam
dalam ukuran partikel koloid dan didispersikan
air. Selain itu, es krim juga berbentuk gelembung-
dalam gas yang aman dan mudah menguap.
glembung gas yang tersebar merata dalam padatan.
Dengan demikian, obat dapat masuk mencapai
Oleh karena itu, es krim dapat dikelompokkan ke
rongga dalam paru-paru.
dalam sistem koloid emulsi atau busa padat.
5. Jawaban: c
Gelas berwarna dibuat dengan mendispersikan zat
warna ke dalam kaca sehingga termasuk koloid
tipe sol padat. Koloid tipe sol diterapkan dalam
pembuatan cat. Partikel zat warna didispersikan
dalam pelarut cair. Contoh koloid emulsi adalah
santan. Contoh busa padat adalah roti, sedangkan
contoh aerosol padat adalah debu.

Kimia Kelas XI 95
A. Pilihan Ganda 7. Jawaban: d
Sistem koloid yang terdiri atas fase cair yang
1. Jawaban: d
terdispersi dalam medium gas disebut aerosol.
Sifat-sifat sistem koloid terdiri atas dua fase, tidak
Koloid tipe sol terdiri atas fase padat dalam me-
jernih dan tampak homogen. Koloid tidak dapat
dium cair. Koloid busa terdiri atas fase gas dalam
mengendap, umumnya stabil, dan hanya dapat medium cair. Emulsi terdiri atas fase cair dalam
disaring dengan kertas saring ultra. medium cair. Sol padat terdiri atas fase padat
2. Jawaban: e dalam medium padat.
Koloid dibedakan dari suspensi karena ciri fisik 8. Jawaban: d
dan sifatnya berbeda. Meskipun keduanya terdiri Tinta merupakan koloid yang terdiri dari zat warna
atas dua fase dan terlihat keruh, partikel yang dari logam yang terdispersi dalam pelarut. Dengan
terdispersi dalam koloid stabil dan tidak dapat demikian, tinta adalah fase padat terdispersi dalam
disaring dengan penyaring biasa. Partikel medium cair. Fase cair yang terdispersi dalam
terdispersi dalam suspensi tidak stabil dan dapat medium gas disebut aerosol, contoh kabut. Fase
mengendap. Partikel tersebut dapat dipisahkan gas yang terdispersi dalam medium cair disebut
dengan penyaringan. Alasan koloid tidak dapat busa (buih), contoh busa sabun. Fase cair dalam
disaring dan suspensi dapat disaring adalah ukuran medium padat disebut emulsi padat, misal agar-
partikel terdipspersi. Ukuran partikel suspensi agar. Fase gas dalam medium padat disebut busa
>10-5 cm, sedangkan ukuran partikel koloid padat, contoh batu apung.
10 7 105.
9. Jawaban: b
3. Jawaban: a Koloid yang tersusun dari fase padat dalam me-
Campuran air dengan tepung jagung menghasilkan dium gas disebut aerosol padat, misal asap.
sistem gel. Gel terbentuk dari sol cair yang fase padat Partikel dalam asap berupa senyawa oksida hasil
terdipersinya menyerap medium cairnya. Akibatnya, pembakaran berukuran besar yang terdispersi rata
bentuk koloid menjadi kaku dan agak padat. Tepung dalam gas. Cat termasuk sol cair karena terdiri
jagung merupakan polisakarida yang bersifat atas zat padat (zat warna dari logam) dalam me-
menyerap air sehingga mengembang. Apabila tepung dium cair (pelarut). Kabut termasuk aerosol cair
jagung ditambah air akan terbentuk gel. karena terdiri atas fase cair (uap air) dalam me-
4. Jawaban: b dium gas. Mutiara termasuk emulsi padat karena
Contoh dispersi koloid adalah awan. Awan terdiri atas fase cair (partikel air) dalam medium
merupakan sistem dipersi yang terdiri atas uap air padat (kalsium karbonat). Batu apung termasuk
(cair) dalam medium gas. Cuka, udara, dan air laut busa padat karena terdiri atas fase gas dalam
merupakan larutan karena fase terdispersinya medium padat.
tersebar merata dalam mediumnya dan terlihat satu 10. Jawaban: c
fase. Air sungai merupakan suspensi karena di Bahan-bahan yang termasuk koloid antara lain
dalamnya terlarut batu, kerikil, dan pasir yang styrofoam, keju, kaca atau gelas berwarna, es
dapat mengendap dan dipisahkan dari air. krim, hair spray, dan krim kocok. Air lumpur dan
5. Jawaban: a larutan terigu termasuk suspensi karena partikel
Salah satu ciri yang membedakan larutan dengan terdispersi mampu mengendap. Air gula termasuk
koloid adalah kejernihannya. Larutan membentuk larutan karena air dan gula tercampur homogen.
sistem dispersi yang jernih, sedangkan koloid 11. Jawaban: b
terlihat keruh. Larutan dan koloid mempunyai Susu merupakan contoh emulsi lemak dalam air.
persamaan untuk ciri fisik yang lain, seperti terlihat Emulsi dalam susu distabilkan oleh kasein. Santan
homogen, stabil, tidak mengendap, dan tidak dapat dan mayones merupakan emulsi minyak dalam air.
disaring dengan kertas saring. Mayones dibuat dari minyak jagung yang didis-
persikan dalam air dengan bantuan emulgator
6. Jawaban: d
kuning telur. Sementara itu, keju dan mentega
Contoh koloid antara lain susu dan santan. Air
merupakan contoh emulsi padat.
sadah, air teh, dan air sirop termasuk larutan. Air
kapur adalah contoh suspensi.

96 Sistem Koloid dan Penerapannya


12. Jawaban: d 5) Sol padat terdiri atas fase padat dalam fase
Sol padat adalah koloid yang terdiri atas fase padat padat.
yang terdispersi dalam fase padat, misal kuningan. 6) Emulsi padat terdiri atas fase cair dalam fase
Kuningan tersusun atas dua jenis logam (tembaga padat
dengan seng) yang saling bercampur tetapi tidak 7) Busa terdiri atas fase gas dalam fase cair.
saling melarutkan. Debu merupakan fase padat
19. Jawaban: b
dalam medium gas, termasuk aerosol padat.
Kecap termasuk koloid yang tersusun dari fase
Mentega merupakan fase cair dalam medium
cair dalam medium cair. Kecap mempunyai sifat-
padat, termasuk emulsi padat. Mayones
sifat sesuai dengan koloid. Partikel zat terdispersi
merupakan fase cair dalam medium cair, termasuk
berukuran koloid dan stabil.
emulsi cair. Styrofoam merupakan fase gas dalam
medium padat, termasuk busa padat. 20. Jawaban: e
Kasein merupakan emulgator yang menstabilkan
13. Jawaban: b
sistem emulsi susu sehingga granula lemak tetap
Kue yang mengembang merupakan contoh busa
terdispersi dalam air. Zat yang menurunkan
padat. Busa padat terbentuk dari gas yang ter-
tegangan permukaan disebut surfaktan. Zat ini
dispersi dalam padatan. Proses ini terjadi saat
biasa terdapat dalam detergen yang menurunkan
adonan dikocok kemudian dikukus/dipanggang.
tegangan permukaan air sehingga kotoran mudah
Oleh karena itu, kue termasuk busa padat.
larut dalam air.
14. Jawaban: d
21. Jawaban: d
Semir sepatu dibuat dalam bentuk koloid emulsi
Bahan pendorong yang digunakan dalam aerosol
padat, yaitu fase cair dalam medium padat. Emulsi
obat antinyamuk semprot adalah senyawa
adalah koloid fase cair dalam medium cair, misal
klorofluorokarbon. Sementara itu, asam formiat
santan. Sol padat merupakan fase padat dalam
dapat digunakan untuk menggumpalkan getah
medium padat, misal paduan logam. Busa padat
karet. Amonia ditambahkan dalam getah karet
adalah koloid fase gas dalam medium padat, misal
untuk mempertahankan keadaan sol lateks.
batu apung. Aerosol cair adalah koloid fase cair
Formaldehid adalah nama lain formalin. Aluminium
dalam medium gas, misal obat hirup penderita
hidroksida (Al(OH)3) adalah koloid yang dihasilkan
asma.
dari reaksi tawas dengan air.
15. Jawaban: a
22. Jawaban: e
Zat yang dapat menstabilkan buih disebut zat
Getah karet merupakan sol yang terdiri atas partikel
pembuih, contoh sabun. Sementara itu, kasein,
karet dalam cairan getah. Getah karet diolah menjadi
gelatin, dan lesitin merupakan contoh emulgator
berbagai barang, misal ban, balon, dan karet busa.
yang berfungsi menstabilkan sistem emulsi.
Dalam pengolahannya, getah karet digumpalkan
Oksigen merupakan salah satu gas yang berperan
dengan asam formiat atau asam asetat. Akan
sebagai fase terdispersi dalam udara. Udara ini
tetapi, getah karet dibiarkan dalam wujud cair
dapat terdispersi dalam medium cair membentuk
(lateks) untuk membuat balon dan karet busa. Oleh
koloid tipe buih.
karena itu, ditambahkan amonia sehingga sol tetap
16. Jawaban: a stabil dan tidak menggumpal karena amonia
Emas dapat didispersikan dalam air membentuk melindungi partikel-partikel karet dari penggumpalan.
koloid sol. Partikel emas dalam ukuran koloid
23. Jawaban: b
terdispersi merata dalam air.
Cat merupakan koloid tipe sol. Cat mempunyai fase
17. Jawaban: d terdispersi berupa zat padat dalam medium
Detergen dalam air merupakan sol karena terdiri pendispersi cair. Zat padat yang terdispersi dalam
atas zat padat yang terdispersi dalam medium cair. cat di antaranya zat warna, oksida logam, bahan
Selai merupakan emulsi padat karena terdiri atas pengawet, zat pencemerlang, dan zat pereduksi.
zat cair dalam medium padat. Emulgator ditambahkan ke dalam cat agar sistem
koloid stabil.
18. Jawaban: e
1) Sol terdiri atas fase padat dalam fase cair. 24. Jawaban: d
2) Aerosol padat terdiri atas fase padat dalam Koloid yang terbentuk dari reaksi antara tawas
fase gas. dengan air adalah Al(OH)3. Koloid ini mampu
3) Emulsi terdiri atas fase cair dalam fase cair. mengadsorpsi zat pencemar, seperti zat warna.
4) Aerosol cair terdiri atas fase cair dalam fase
gas.

Kimia Kelas XI 97
25. Jawaban: c kurang dari 10-7 cm dan jarak antarpartikel sangat
Kuning telur berfungsi sebagai emulgator dalam renggang. Akibatnya, gas-gas bercampur secara
mayones. Kuning telur membantu mengemulsikan homogen dalam berbagai perbandingan.
minyak nabati dalam air.
4. Tanah merupakan sistem koloid karena tanah
26. Jawaban: a terdiri atas berbagai padatan seperti humus, pasir,
Lipstik adalah sol padat. Maskara dan cat kuku dan mineral-mineral yang bercampur menjadi satu.
adalah sol. Gel rambut merupakan koloid tipe gel. Tanah digolongkan dalam sol padat.
Pembersih muka merupakan emulsi. Bahan ber-
wujud cair didispersikan dalam medium cair. 5. Kaca berwarna dibuat dari zat warna berupa koloid
senyawa logam dan cairan kaca. Keduanya
27. Jawaban: d tercampur merata dan tidak dapat dipisahkan
Getah karet dikoagulasikan dengan penambahan dengan cara sederhana. Akan tetapi, keduanya
asam formiat (HCOOH) atau asam asetat tidak saling bereaksi melarutkan satu sama lain.
(CH3COOH). Penambahan kedua larutan tersebut Oleh karena senyawa logam berupa zat padat dan
memisahkan fase terdispersi partikel-partikel karet kaca juga zat padat, dispersi keduanya digolongkan
dari getah karet. ke dalam sol padat.
28. Jawaban: e 6. Angin puting beliung termasuk koloid tipe aerosol
Norit dapat digunakan untuk mengobati sakit perut, padat, yaitu fase padat yang terdispersi dalam fase
karena norit dapat membentuk koloid yang mampu gas. Hal ini karena angin puting beliung terdiri atas
mengadsorpsi zat racun atau gas di dalam pen- zat-zat padat berupa debu dan serpihan benda-
cernaan. benda yang terdispersi dalam udara. Fase
29. Jawaban: c terdipersi tidak terpisah dan stabil di dalam udara
Tawas yang ditambahkan ke dalam air membentuk yang terus berputar.
koloid Al(OH)3 yang teurai menghasilkan partikel 7. Parfum semprot menerapkan sistem koloid aero-
positif. Partikel positif menarik partikel negatif sol. Parfum dibuat dari beberapa minyak esensial
kotoran dan menggumpalkannya. Kotoran dan pelarut dalam bentuk cair. Campuran ini
kemudian mengendap karena pengaruh gaya kemudian didispersikan dalam gas bertekanan
gravitasi bumi. tinggi. Dalam parfum semprot ditambahkan bahan
30. Jawaban: b pendorong , misal klorofluorokarbon.
Kasein dalam susu yang telah basi akan rusak 8. Beberapa obat yang tidak dapat dibuat dalam
akibat penguraian oleh bakteri. Oleh karena bentuk larutan dibuat dalam bentuk koloid karena
rusaknya kasein, lemak yang semula terdispersi bentuk koloid memungkinkan campuran dua fase
merata kemudian saling mengumpul dan yang stabil. Penerapan koloid dalam bidang
menggumpal. Granula lemak menjadi terpisah dari farmasi antara lain pengobatan sakit perut dengan
air sehingga sistem koloid rusak. norit. Norit yang berupa karbon aktif membentuk
koloid yang menyerap gas dan zat racun di dalam
B. Uraian perut. Contoh lain penerapan koloid dalam farmasi
adalah obat hirup bagi penderita asma yang
1. Sistem dispersi koloid merupakan sistem dispersi termasuk aerosol. Obat yang merupakan zat cair
yang terdiri atas dua fase yang terlihat keruh, tetapi dibuat dalam ukuran koloid kemudian didispersikan
bersifat homogen, stabil, dan tidak dapat dalam pelarut yang mudah menguap. Dengan
mengendap dalam keadaan biasa oleh gravitasi demikian, obat dapat mencapai rongga paru-paru.
bumi. Kestabilan sistem koloid disebabkan ukuran
partikel koloid yang lebih kecil dari partikel 9. Deodoran mengandung seng peroksida, minyak
suspensi, tetapi lebih besar dari partikel larutan esensial parfum, serta zat antiseptik untuk meng-
sejati. hentikan kegiatan bakteri. Seng peroksida dapat
menghilangkan senyawa yang berbau dengan cara
2. a. Air dengan tanah menghasilkan suspensi. mengoksidasinya, sedangkan minyak esensial dan
b. Air dengan alkohol menghasilkan larutan. parfum menyerap atau menghilangkan bau badan.
c. Air dengan protoplasma menghasilkan koloid.
d. Air dengan urea menghasilkan larutan. 10. Pemutihan gula dengan sistem koloid dilakukan
e. Air dengan detergen menghasilkan koloid. dengan melarutkan gula ke dalam air dan
mengalirkannya melalui sistem koloid tanah
3. Campuran gas dengan gas tidak membentuk diatome atau karbon. Partikel koloid tersebut akan
koloid, tetapi membentuk larutan sejati. Hal ini
mengadsorbsi zat warna dari gula tebu sehingga
karena partikel-partikel molekul gas berukuran
gula menjadi berwarna putih.

98 Sistem Koloid dan Penerapannya


Sifat-Sifat Koloid dan Pembuatan Koloid

Sifat-Sifat Koloid Pembuatan Koloid

Efek Tyndall Cara kondensasi


Gerak Brown Cara dispersi
Elektrolisis
Adsorpsi
Koagulasi
Dialisis
Koloid pelindung
Koloid liofil dan liofob

Mampu menunjukkan sikap rasa ingin tahu tentang sifat-sifat cairan


yang berada di sekitar rumah dengan menerapkan sifat efek Tyndall.
Mampu berpikir dan bertindak kreatif dengan menerapkan materi cara
pembuatan koloid, misalnya membuat sabun.
Mampu bekerja sama dengan teman kelompoknya saat mengerjakan
praktikum.
Mampu mengelompokkan sifat-sifat koloid dan menyebutkan penerapan-
nya dalam kehidupan sehari-hari.
Mampu melakukan percobaan sifat-sifat koloid.
Mampu membedakan koloid liofob dan liofil.
Mampu menjelaskan koloid pelindung dan contohnya dalam dunia industri.
Mampu menjelaskan proses penjernihan air dan kaitannya dengan sifat-
sifat koloid.
Mampu menjelaskan cara pembuatan koloid secara dispersi maupun
kondensasi.
Mampu melakukan percobaan pembuatan koloid.

Kimia Kelas XI 99
A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: a
Sifat dialisis dimanfaatkan dalam proses cuci darah
1. Jawaban: b
(hemodialisis) pada penderita gagal ginjal. Proses
Efek Tyndall adalah peristiwa hamburan cahaya
pemisahan mineral logam dari bijihnya pada
oleh partikel koloid. Gerak Brown adalah gerak acak
industri logam dan proses penjernihan air tebu pada
dari partikel-partikel koloid dalam medium
pembuatan gula pasir menggunakan tanah diatome
pendispersinya. Elektroforesis adalah gerakan
merupakan pemanfaatan sifat adsorpsi. Proses
partikel koloid dalam medan listrik ke arah kutub
penetralan albuminoid dalam darah sehingga terjadi
yang muatannya berlawanan. Koagulasi adalah
penggumpalan yang dapat menutup luka dan
peristiwa penggumpalan partikel-partikel koloid
penggumpalan asap pabrik dengan alat pengendap
sehingga terpisah dari medium pendispersinya.
Cottrel merupakan pemanfaatan sifat koagulasi.
Koloid pelindung adalah koloid yang mampu
melindungi koloid lain agar tidak terjadi peng- 6. Jawaban: d
gumpalan/koagulasi. Elektrodialisis adalah proses dialisis mengguna-
kan elektrode. Tujuannya untuk menarik ion sisa
2. Jawaban: d
penambahan elektrolit agar keluar dari dispersi
Gerak acak partikel tepung sari dalam medium air
koloid.
merupakan gerak Brown. Gerak acak ini disebab-
kan oleh tumbukan tidak seimbang antara partikel- 7. Jawaban: e
partikel koloid yang terdispersi dengan molekul- Penambahan elektrolit yang berbeda muatan pada
molekul medium pendispersinya. Semakin kecil dispersi koloid akan menyebabkan koagulasi atau
ukuran partikel koloid, gerak Brown semakin cepat. penggumpalan. Sol As2O3 bermuatan negatif
sehingga larutan elektrolit dengan muatan positif
3. Jawaban: d
terbesar akan efektif untuk mengkoagulasikan sol
Elektroforesis merupakan peristiwa pergerakan
As2O3. FeCl3 mempunyai ion bermuatan positif
partikel koloid dalam medan listrik. Penerapan
terbesar yaitu +3, sedangkan Ba(NO3)2, MgSO4,
elektroforesis terdapat dalam penggunaan alat
dan FeSO4 bermuatan +2. Sementara itu, K3PO4
Cottrel dalam industri. Alat Cottrel terdiri atas
bermuatan +1.
elektrode bertegangan tinggi sehingga memberi
muatan negatif pada partikel debu. Partikel debu 8. Jawaban: c
tersebut kemudian ditarik oleh elektrode bermuatan Struktur sabun mempunyai bagian yang bersifat
positif dan dikumpulkan. Dialisis adalah cara hidrofil (senang air) dan bagian yang bersifat
memisahkan ion-ion pengganggu dalam koloid hidrofob (tidak senang air). Bagian hidrofil/liofil
menggunakan selaput semipermeabel, misal pada berfungsi menarik air, sedangkan bagian hidrofob/
proses cuci darah. Sinar matahari yang kelihatan liofob akan mengikat butiran minyak. Dengan
saat masuk ruangan melalui celah merupakan demikian, emulsi minyak dan air menjadi stabil.
fenomena efek Tyndall. Pembentukan delta di
9. Jawaban: a
muara sungai merupakan contoh sifat koloid
Partikel koloid dapat bermuatan karena
koagulasi (pengendapan). Penjernihan air
permukaannya mampu menyerap ion-ion.
menerapkan sifat adsorpsi dan koagulasi
Kemampuan ini menunjukkan sifat partikel koloid
menggunakan tawas. Tawas mengendapkan
berupa adsorpsi. Contohnya sol Fe(OH) 3
kotoran dalam air dan membentuk koloid yang
bermuatan positif. Muatan ini terjadi karena sol
mampu menyerap zat warna dan zat pencemar
Fe(OH) 3 mengadsorpsi ion positif Fe 3+ dari
lainnya.
medium pendispersinya.
4. Jawaban: c
10. Jawaban: b
Telur mentah yang direbus adalah contoh
Minyak silikon merupakan koloid pelindung pada
penerapan dari sifat koloid koagulasi karena terjadi
cat, yaitu untuk melindungi campuran warna cat
penggumpalan protein. Dengan adanya koagulasi,
dengan oksida-oksida logam. Kasein merupakan
zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid.
koloid pelindung dalam susu, yaitu melindungi
Koagulasi terjadi karena pemanasan, penambahan
lemak agar tetap menyatu dengan medium
elektrolit, dan pencampuran dua koloid yang
pendispersinya. Terjadinya solvatasi pada koloid
berbeda muatan.
liofil atau hidrofil bertujuan agar terbentuk selubung

100 Sifat-Sifat Koloid dan Pembuatan Koloid


sehingga koloid terhindar dari agregasi. Peng- 3. Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk
gunaan kantong semipermeabel untuk mengurangi mengadsorpsi partikel pendispersi pada
ion-ion pengganggu pada proses hemodialisis permukaannya. Daya adsorpsi partikel koloid sol
menunjukkan pemanfaat sifat dialisis. tergolong besar karena partikelnya memiliki
permukaan yang luas. Oleh karena itu, sifat ini di-
gunakan dalam berbagai proses seperti penjernihan
B. Uraian
air.
1. Beberapa sifat-sifat koloid sebagai berikut.
4. Sol hidrofil atau liofil bersifat reversible karena fase
a. Efek Tyndall adalah peristiwa penghamburan
terdispersi pada sol hidrofil dapat dipisahkan
cahaya oleh partikel koloid.
dengan cara pemanasan. Zat padat yang terpisah
b. Gerak Brown adalah gerakan acak partikel
ini dapat kembali menjadi sol apabila dicampurkan
koloid secara terus-menerus dengan gerak zig-
dengan air. Contoh sifat reversible dapat ditemui
zag yang diakibatkan oleh adanya tumbukan
pada sol agar-agar. Agar-agar dalam air panas
antara partikel koloid dengan medium
berupa sol, setelah didinginkan berubah menjadi
pendispersinya.
gel. Gel akan menjadi sol kembali setelah
c. Elektroforesis adalah pergerakan partikel
dipanaskan.
koloid di bawah pengaruh medan listrik.
d. Adsorpsi adalah kemampuan partikel koloid 5. Tujuan penggunaan alat pengendap Cottrel di
menyerap ion di permukaannya. pabrik dan industri yaitu mencegah polusi udara
e. Koagulasi adalah peristiwa pengendapan oleh buangan beracun dan memperoleh kembali
partikel-partikel koloid sehingga fase ter- debu yang berharga (misal debu logam). Cara kerja
dispersinya terpisah dari medium pendispersinya. alat tersebut dengan mengalirkan asap dari pabrik
melalui ujung-ujung logam yang tajam dan ber-
2. Gerak Brown membuat partikel-partikel koloid
muatan pada tegangan tinggi (20.000 hingga
dapat mengatasi pengaruh gravitasi sehingga
75.000 volt). Ujung-ujung yang runcing akan
partikel koloid tersebar merata dalam medium
mengionkan molekul-molekul dalam udara. Ion-ion
pendispersinya. Peristiwa ini menyebabkan koloid
tersebut akan diadsorpsi oleh partikel asap yang
menjadi stabil dan tidak mengendap meskipun
kemudian menjadi bermuatan. Selanjutnya, partikel
didiamkan dalam waktu yang lama.
asap bermuatan tersebut akan ditarik dan diikat
pada elektrode yang bermuatan berlawanan.

A. Pilihan Ganda 2. Jawaban: c


Pembuatan koloid secara hidrolisis terdapat pada
1. Jawaban: b
pembuatan sol Fe(OH)3 dengan reaksi:
Pembuatan koloid dengan cara dispersi dilakukan
dengan mengubah partikel-partikel kasar menjadi FeCl3(aq) + 3H2O(A) Fe(OH)3(s) + 3HCl(aq)
partikel koloid. Pembuatan koloid dengan cara Reaksi AgNO 3(aq) + NaCl(aq) AgCl(s) +
kondensasi dilakukan dengan cara mengubah NaNO3(aq) merupakan reaksi pengendapan.
larutan sejati menjadi partikel koloid. Pembuatan Reaksi As2O3(aq) + 3H2S(g) As2S3(s) + 3H2O(A)
koloid secara reaksi hidrolisis dilakukan dengan merupakan reaksi pemindahan.
mereaksikan garam tertentu dengan air. Reaksi 2AuCl3(aq) + 3HCHO(aq) + 3H2O(A)
Pembuatan koloid secara reaksi redoks dilakukan
2Au(s) + 6HCl(aq) + 3HCOOH(aq) dan H2S(g) +
dengan mereaksikan suatu zat dengan disertai
perubahan bilangan oksidasi. Pembuatan koloid H2O2(aq) S(s) + 2H2O(A) merupakan reaksi
dengan cara penggantian pelarut digunakan untuk redoks.
mempermudah pembuatan koloid yang tidak dapat
larut dalam suatu pelarut tertentu.

Kimia Kelas XI 101


3. Jawaban: e mekanik dilakukan dengan cara penggerusan zat
Pembuatan koloid melalui reaksi redoks, reaksi padat lalu didispersikan ke dalam medium
hidrolisis, dan reaksi pertukaran ion merupakan pendispersi. Pembuatan koloid dengan cara busur
pembuatan koloid secara kondensasi. Pembuatan Bredig menggunakan loncatan bunga api listrik.
koloid secara busur Bredig, peptisasi, dan mekanik Reaksi pemindahan dilakukan dengan menambah-
merupakan pembuatan koloid secara dispersi. kan atau mengalirkan suatu zat ke dalam larutan
untuk membentuk koloid. Pengembunan uap
4. Jawaban: b
dilakukan dengan cara menguapkan zat lalu
Pembuatan koloid dengan cara membuat partikel-
mengalirkannya melalui air dingin sehingga
partikel fase terdispersi menggunakan loncatan
terbentuk cairan (mengembun). Keempat cara
bunga api listrik merupakan pembuatan koloid
tersebut biasa digunakan dalam pembuatan sol.
dengan cara busur Bredig. Pembuatan koloid
dengan cara pendinginan dilakukan dengan cara 9. Jawaban: c
menggumpalkan suatu larutan sehingga menjadi Proses pembuatan sistem koloid dapat dilakukan
koloid. Pembuatan koloid dengan cara peng- dengan cara kondensasi dan dispersi. Pembuatan
embunan uap dilakukan dengan mengalirkan uap koloid dengan cara kondensasi di antaranya
melalui air dingin hingga mengembun sehingga sebagai berikut.
diperoleh partikel koloid. Pembuatan koloid dengan a. Pembuatan sol AgCl dengan mereaksikan
cara penggantian pelarut dilakukan dengan meng- larutan NaCl dengan larutan AgNO3.
ganti pelarut yang digunakan dengan pelarut tertentu b Pembuatan sol belerang dengan mengalirkan
yang mampu melarutkan fase terdispersi dengan gas H2S ke dalam larutan H2O2.
baik. Pembuatan koloid dengan cara homogenisasi c. Pembuatan sol Fe(OH)3 dengan menam-
digunakan untuk membuat suatu zat menjadi bahkan tetes demi tetes larutan FeCl3 ke
homogen dan berukuran partikel koloid. dalam air mendidih.
Pembuatan koloid dengan cara dispersi di
5. Jawaban: e
antaranya sebagai berikut.
Contoh pembuatan koloid dengan cara dispersi
a. Pembuatan sol belerang dengan melarutkan
adalah pembuatan sol emas dengan meloncatkan
serbuk halus belerang ke dalam air.
bunga api listrik dari elektrode Au dalam air. Cara
b. Pembuatan sol belerang dengan mengalirkan
ini dikenal dengan cara busur Bredig. Sementara
gas H2S ke dalam endapan CdS.
itu, pilihan a, b, c, dan d dibuat dengan cara
Jadi, pembuatan koloid dengan cara kondensasi
kondensasi.
ditunjukkan oleh nomor 2), 3), dan 5).
6. Jawaban: a
10. Jawaban: b
Sol belerang dibuat dengan mengalirkan gas H2S
Agar-agar yang dilarutkan dalam air akan
ke dalam larutan SO2. Campuran ini menghasilkan
membentuk suspensi. Setelah dipanaskan dan
endapan belerang menurut persamaan reaksi
didinginkan, suspensi agar-agar tersebut akan
berikut.
berubah menjadi gel.
2H2S(g) + SO2(aq) 3S(s) + 2H2O(A)
Selain itu, sol belerang dapat dibuat dengan cara
menambahkan HCl ke dalam larutan Na2S2O3. B. Uraian
Na2S2O3(aq) + 2HCl(aq) 2NaCl(aq) + H2SO3(aq) 1. Pembuatan koloid dengan cara dispersi berasal
+ S(s) dari suspensi. Caranya dengan menghaluskan
7. Jawaban: c partikel-partikel suspensi hingga berukuran partikel
Reaksi hidrolisis pembuatan sol besi(III) hidroksida koloid lalu mendispersikannya ke dalam medium
dari besi(III) klorida sebagai berikut. pendispersi. Cara dispersi meliputi peptisasi,
mekanik, dan busur Bredig. Pembuatan koloid
FeCl3(aq) + 3H2O(A) Fe(OH)3(aq) + 3HCl(aq)
dengan cara kondensasi berasal dari partikel-
8. Jawaban: b partikel zat terlarut di dalam larutan sejati yang
Jeli merupakan fase terdispersi cair dalam medium berupa ion, atom, atau molekul. Caranya dengan
pendispersi padat. Jeli dapat dibuat dengan cara menggabungkan partikel-partikel dalam larutan
peptisasi. Zat pemecah dalam pembuatan jeli sejati hingga menjadi partikel berukuran koloid.
adalah pektin atau asam pektinat. Pektin Pembuatan koloid dengan cara kondensasi meliputi
mempunyai sifat terdispersi dalam air. Pektin reaksi hidrolisis, reaksi pemindahan, reaksi redoks,
bersama gula dan asam pada suhu tinggi akan pengembunan uap, pendinginan, dan penggantian
membentuk gel (jeli). Pembuatan koloid secara pelarut.

102 Sifat-Sifat Koloid dan Pembuatan Koloid


2. Cara peptisasi adalah cara pembuatan koloid bertekanan tinggi. Jika partikel koloid telah ter-
dengan jalan memecah partikel zat yang meng- bentuk, partikel-partikel tersebut selanjutnya
endap dalam medium pendispersi air menjadi didispersikan ke dalam medium pendispersi.
berukuran partikel koloid. Contohnya sebagai
4. Logam yang akan dijadikan koloid ditempatkan
berikut.
sebagai elektrode-elektrode yang dihubungkan
a. Pembuatan sol agar-agar (koloid agar-agar)
dengan sumber arus listrik. Loncatan bunga listrik
dari tepung agar-agar yang ditambah air.
di antara kedua elektrode akan menguapkan
b. Pembuatan sol gelatin dengan menambahkan
sebagian logam. Uap logam yang terbentuk di
air ke dalam gelatin sehingga gelatin dipep-
dalam medium pendispersinya, yaitu air yang
tisasi oleh molekul air.
mengandung sedikit larutan KCl 0,0001 M akan
c. Pembuatan sol Al(OH)3 dengan menambah-
menyublim membentuk partikel koloid.
kan H2O ke dalam larutan AlCl3.
d. Pembuatan sol belerang dari endapan NiS 5. Sol AgCl dapat dibuat dengan mereaksikan perak
dengan penambahan gas H2S. nitrat dengan larutan HCl. Pada reaksi ini terbentuk
endapan yang berukuran koloid. Reaksi yang
3. Partikel lemak yang berukuran suspensi dapat
terjadi sebagai berikut.
diubah menjadi berukuran koloid dengan cara
homogenisasi. Caranya dengan melewatkan AgNO3(aq) + HCl(aq) AgCl(s) + HNO3(aq)
partikel-partikel lemak melalui lubang berpori

A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: c


Koagulasi adalah peristiwa penggumpalan partikel-
1. Jawaban: e
partikel koloid akibat penambahan zat elektrolit.
Gerak Brown adalah gerak partikel koloid secara
Dialisis adalah peristiwa keluarnya ion-ion peng-
terus-menerus karena adanya tumbukan antara
ganggu dalam koloid melalui selaput semipermeabel.
partikel zat terdispersi (koloid) dengan medium
Adsorpsi adalah peristiwa penyerapan ion-ion yang
pendispersi. Perbedaan muatan koloid meng-
terdapat dalam medium pendispersi ke dalam
akibatkan terjadinya elektroforesis.
permukaan partikel koloid. Efek Tyndall adalah
2. Jawaban: d peristiwa hamburan berkas cahaya oleh partikel
Koloid hidrofob tidak dapat menarik zat pendispersi- koloid. Gerak Brown adalah gerak acak partikel koloid
nya, contohnya sol belerang. Sementara itu, koloid akibat tumbukan yang tidak seimbang.
hidrofil dapat menarik zat pendispersinya.
5. Jawaban: b
Contohnya susu, amilum, gelatin, dan agar-agar.
Koloid Al(OH)3 bermuatan positif. Muatan ini terjadi
3. Jawaban: b karena koloid Al(OH)3 mengadsorpsi ion positif Al3+
Berkas sinar matahari melalui celah dedaunan pada dari medium pendispersinya. Adsorpsi merupakan
pagi hari berkabut merupakan penerapan peristiwa kemampuan partikel koloid menyerap suatu partikel
efek Tyndall. Penjernihan air dengan tawas melibatkan zat, baik berupa ion, atom, maupun molekul pada
sifat koagulasi dan adsorpsi. Tawas dapat permukaan zat lain. Jadi, kemampuan partikel
menggumpalkan lumpur yang terdapat dalam air kotor. koloid Al(OH)3 dalam menyerap kotoran halus yang
Tawas juga membentuk koloid yang menyerap zat melayang-layang di perairan sehingga menempel
pencemar dalam air. Gelatin yang ditambahkan pada pada permukaannya disebut adsorpsi.
es krim bertujuan untuk menstabilkan lemak dalam
6. Jawaban: e
es krim sesuai prinsip koloid pelindung. Penetralan
albuminoid darah oleh ion Fe3+ termasuk penerapan Pengendapan atau koagulasi koloid terjadi karena
sifat koagulasi. Sifat elektroforesis digunakan untuk penambahan elektrolit. Fe(OH)3 mempunyai ion
penyaringan debu dalam asap pabrik. Pemutihan gula Fe3+ dan OH. Oleh karena bermuatan positif,
dengan arang aktif menerapkan sifat adsorpsi. Contoh berarti mampu menarik ion negatif. HCl mempunyai
dialisis adalah proses cuci darah pada penderita gagal ion H+ dan Cl. NaCl mempunyai ion Na+ dan Cl.
ginjal. Jadi, pasangan yang tepat ditunjukkan oleh
nomor 1), 3),d an 4).

Kimia Kelas XI 103


Na2SO4 mempunyai ion Na + dan SO42. Al2(SO4)3 12. Jawaban: d
mempunyai ion Al 3+ dan SO 42 . (NH 4 ) 3 PO 4 Cuci darah bagi penderita gagal ginjal menerap-
mempunyai ion NH4+ dan PO43. Dengan demikian, kan sifat koloid berupa dialisis. Menghilangkan bau
ion yang paling efektif mengendapan Fe(OH)3 badan menerapkan sifat koloid berupa adsorpsi.
adalah ion yang mempunyai muatan negatif Penyaringan asap pabrik menerapkan sifat koloid
berupa koagulasi. Sorot lampu pada malam hari
paling tinggi, yaitu PO43 (elektrolit (NH4)3PO4)
menerapkan sifat koloid berupa efek Tyndall.
paling kuat tertarik ke Fe(OH)3 dibanding elektrolit Gelatin pada es krim menerapkan sifat koloid
yang lain. Oleh karena muatan ion sol Fe(OH)3 berupa koloid pelindung. Elektroforesis dimanfaat-
semakin besar maka akan terjadi penggumpalan. kan untuk penyaringan debu dalam asap pabrik.
7. Jawaban: d 13. Jawaban: e
Liofil adalah koloid yang fase terdispersinya Proses penetralan albuminoid dalam darah
mempunyai afinitas besar dalam menarik medium sehingga mengakibatkan penggumpalan yang
pendispersinya. Zat yang termasuk liofil adalah dapat menutup luka merupakan peristiwa koagulasi.
agar-agar, mentega, awan, sabun, minyak tanah, Proses pemisahan mineral logam dari bijihnya pada
lem karet, lem kanji, dan busa sabun. Sementara industri logam, penyerapan racun-racun berwujud
itu, sol emas, sol perak klorida, susu, belerang, gas dengan arang halus pada penggunaan masker
batu apung, asap, dan debu merupakan liofob. gas, penjernihan air dengan tawas (Al2(SO4)3) pada
Liofob adalah koloid yang fase terdispersinya proses pengolahan air minum, penyembuhan sakit
mempunyai afinitas kecil terhadap medium perut karena bakteri patogen menggunakan norit
pendispersi. merupakan proses adsorpsi.
8. Jawaban: a 14. Jawaban: d
Koloid akan mengalami koagulasi apabila Sol hidrofil memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
dipanaskan, ditambah elektrolit yang berbeda 1) Stabil.
muatan, atau ditambah asam. Jadi, susu cair akan 2) Efek Tyndall kurang jelas.
menggumpal jika ditambah asam. Filtrasi adalah 3) Bersifat reversible.
metode pemisahan campuran menggunakan 4) Sulit diendapkan dengan penambahan elektrolit.
kertas saring. Pasteurisasi adalah sterilisasi pada 5) Dapat mengadsorpsi mediumnya.
makanan untuk menghancurkan mikroorganisme 6) Kurang menunjukkan gerak Brown.
berbahaya.
15. Jawaban: c
9. Jawaban: c Prinsip dialisis diterapkan dalam proses cuci darah
Air dan minyak dapat bercampur membentuk pada penderita gagal ginjal. Penjernihan air tebu
emulsi. Emulsi terbentuk karena pengaruh suatu pada pembuatan gula pasir dan pencelupan serat
pengemulsi (emulgator) yaitu sabun. wol pada zat warna menerapkan prinsip adsorpsi.
10. Jawaban: d Penambahan minyak silikon pada pembuatan cat
Tawas atau alum pada pengolahan air minum ber- menerapkan koloid pelindung. Terjadinya delta di
fungsi untuk menggumpalkan atau mengendapkan muara sungai merupakan penerapan prinsip koagulasi.
kotoran-kotoran pada proses pengolahan air minum. 16. Jawaban: b
Kaporit atau klorin berfungsi membunuh kuman. Penggunaan asam format pada proses pengolahan
Karbon aktif berfungsi menghilangkan bau, rasa, karet dari lateks bertujuan untuk menggumpalkan
dan zat organik yang terkandung dalam air. lateks. Jadi, proses ini menerapkan prinsip koagulasi.
11. Jawaban: e Penerapan prinsip koloid pelindung diterapkan pada
Pernyataan yang tepat mengenai sol liofil dan sol penambahan gelatin untuk mencegah terbentuknya
liofob sebagai berikut. gula atau kristal es pada es krim, penggunaan kasein
1) Partikel terdispersi sol liofob mengadsorpsi ion. pada proses pembuatan susu, penambahan lesitin
2) Sol liofob kurang stabil jika dibandingkan sol liofil. untuk menstabilkan butiran-butiran air dalam proses
3) Sol liofil memberikan efek Tyndall yang kurang pembuatan margarin, dan penggunaan larutan gom
jelas. untuk melindungi partikel-partikel karbon dalam tinta.
4) Sol liofil kurang jelas menunjukkan gerak Brown. 17. Jawaban: b
5) Sol liofob mudah diendapkan (dikoagulasikan) Santan merupakan koloid sehingga santan dapat
dengan penambahan elektrolit. memberikan efek Tyndall. Sirop, air jeruk, dan air
teh merupakan larutan, sedangkan air kopi
merupakan suspensi. Larutan dan suspensi tidak
dapat memberikan efek Tyndall.

104 Sifat-Sifat Koloid dan Pembuatan Koloid


18. Jawaban: d terdispersi. Cara ini dinamakan peptisasi, yaitu
Hubungan yang benar antara cara pembuatan koloid melarutnya kembali endapan elektrolit yang berupa
dengan proses pembuatannya sebagai berikut. partikel-partikel koloid.
Cara 23. Jawaban: d
Pembuatan Proses Pembuatan Koloid Koloid yang terbentuk dari reaksi antara tawas
Koloid
dengan air adalah Al(OH)3. Koloid ini mampu
a. Dispersi Membuat sol belerang dengan mengadsorpsi zat pencemar, seperti zat warna.
mengalirkan gas H2S ke dalam
endapan CdS. 24. Jawaban: e
b. Kondensasi Membuat sol AgCl dengan men- Koloid yang menghasilkan gel (larutan padat)
campur larutan AgNO3 dengan
adalah percobaan nomor 3) dan 4), sedangkan
larutan HCl.
c. Kondensasi Membuat sol emas dengan percobaan 1) dan 2) menghasilkan sol.
mereaksikan larutan AuCl 3
dengan reduktor elektrolit.
25. Jawaban: c
d. Kondensasi Membuat sol belerang dengan Kuning telur berfungsi sebagai emulgator dalam
meneteskan larutan jenuh mayones. Kuning telur membantu mengemulsikan
belerang ke dalam air. minyak nabati dalam air.
e. Dispersi Membuat sol logam dengan cara
busur Bredig. 26. Jawaban: d
1) Sol AgCl dibuat dengan cara dekomposisi
19. Jawaban: a rangkap (cara kondensasi), yaitu dengan
Penggumpalan partikel koloid (koagulasi) dapat mencampurkan larutan perak nitrat encer
terjadi melalui proses pemanasan, pendinginan, dengan larutan HCl encer.
ditambah zat elektrolit, dan pelucutan muatan 2) Sol emas dapat dibuat dengan reaksi reduksi
koloid. Adapun dialisis adalah cara menghilangkan (cara kondensasi) dengan cara mereaksikan
ion-ion pengganggu dalam sistem koloid meng- larutan encer Au3+ dengan larutan ion Sn2+
gunakan selaput semipermeabel. atau ion Fe2+
20. Jawaban: e 3) Sol Fe(OH)3 dapat dibuat dengan reaksi
Kalsium asetat sukar larut dalam alkohol tetapi hidrolisis (cara kondensasi), yaitu dengan
mudah larut dalam air. Kalsium asetat perlu menambahkan larutan FeCl3 ke dalam air
dilarutkan terlebih dahulu ke dalam air sampai mendidih. Ion Fe3+ akan mengalami reaksi
terbentuk larutan jenuh. Selanjutnya, baru hidrolisis menjadi Fe(OH)3.
ditambah dengan pelarut alkohol. Akibatnya, terjadi 4) Sol belerang dapat dibuat dengan cara reaksi
pergantian pelarut antara pelarut air dan alkohol. redoks (cara kondensasi), antara H2S dengan
SO2.
21. Jawaban: e
5) Sol amilum dibuat dengan cara dispersi.
Sol damar bersifat larut dalam alkohol, tetapi sukar
larut dalam air. Pada pembuatan sol damar, mula- 27. Jawaban: e
mula damar dilarutkan dalam alkohol hingga diper- Alat Cottrel menggunakan prinsip elektroforesis
oleh larutan jenuhnya. Larutan jenuh selanjutnya dan koagulasi untuk membersihkan asap atau
ditambah air hingga diperoleh sol damar. Pembuat- debu dalam suatu industri. Alat ini akan
an koloid tersebut menggunakan cara penggantian mengendapkan partikel koloid yang terdapat dalam
pelarut. Pembuatan koloid dengan reaksi redoks gas yang akan dikeluarkan melalui cerobong asap.
selalu disertai dengan perubahan bilangan Partikel koloid akan terendapkan karena adanya
oksidasi. Pembuatan koloid dengan reaksi hidrolisis gaya elektrostatik menggunakan arus DC.
dilakukan dengan mereaksikan garam tertentu 28. Jawaban: a
dengan air. Pembuatan koloid dengan reaksi peng- Sol Al(OH)3 dapat dibuat dengan cara menambah-
endapan dilakukan dengan cara mencampurkan kan larutan AlCl3 ke dalam endapan Al(OH)3 dalam
dua macam larutan elektrolit hingga menghasilkan air. Cara ini dinamakan peptisasi. Peptisasi adalah
endapan yang berukuran koloid. Pembuatan koloid melarutnya kembali endapan elektrolit yang berupa
dengan pengembunan uap dilakukan dengan cara partikel-partikel koloid. Kondensasi merupakan
menguapkan zat lalu mengembunkan uapnya yang cara membuat koloid dengan mengubah partikel-
dilakukan melalui pengaliran lewat air dingin. partikel endapan elektrolit yang berupa partikel-
22. Jawaban: d partikel larutan sejati menjadi partikel berukuran
Sol sulfida yang terbentuk dari endapan CdS dapat koloid. Busur Bredig merupakan cara membuat
dibuat dengan cara mengalirkan gas H2S ke dalam partikel-partikel koloid dengan menggunakan
endapan CdS hingga diperoleh sulfida yang loncatan bunga api listrik. Pengembunan uap

Kimia Kelas XI 105


merupakan cara pembuatan koloid dengan 2. Muatan pada partikel koloid terjadi karena permu-
penguapan lalu pengembunan. Reaksi hidrolisis kaan partikel-partikel koloid mengadsorpsi ion-ion
merupakan cara pembuatan koloid dengan dalam medium pendispersi. Adsorpsi ion negatif
mereaksikan garam tertentu dengan air. menyebabkan koloid bermuatan negatif dan
adsorpsi ion positif menyebabkan koloid bermuat-
29. Jawaban: c
an positif.
1) H2S ditambahkan ke dalam endapan NiS
merupakan pembuatan koloid dengan cara 3. Contoh peristiwa koagulasi yang sering dijumpai
peptisasi (dispersi). di lingkungan sekitar sebagai berikut.
2) Sol logam dibuat dengan cara busur Bredig a. Proses pengolahan karet dari bahan mentahnya
merupakan pembuatan koloid dengan cara (lateks) dengan koagulan berupa asam format.
dispersi. b. Proses penjernihan air dengan menambahkan
3) Larutan AgNO3 diteteskan ke dalam larutan tawas.
HCl merupakan pembuatan koloid dengan cara c. Proses terjadinya delta di muara dengan koagulan
reaksi pengendapan (kondensasi). berupa zat-zat elektrolit yang ada dalam air laut.
4) Larutan FeCl3 diteteskan ke dalam air men-
4. Dalam dispersi koloid, koloid pelindung berfungsi
didih merupakan pembuatan koloid dengan
sebagai pelindung muatan koloid agar partikel-
cara reaksi hidrolisis (kondensasi).
partikel koloid tidak menggumpal atau terpisah dari
5) Agar-agar dipeptisasi dalam air merupakan
medium pendispersi.
pembuatan koloid dengan cara peptisasi
Contoh koloid pelindung sebagai berikut.
(dispersi).
a. Pada pembuatan es krim digunakan gelatin
Jadi, contoh pembuatan koloid dengan cara
untuk mencegah pembentukan kristal es.
kondensasi ditunjukkan oleh nomor 3) dan 4).
b. Cat dan tinta dapat bertahan lama karena
30. Jawaban: a mengandung koloid pelindung.
1) 2H2S + SO2 2H2O + 3S c. Zat-zat pengemulsi, seperti sabun dan
2 +4 0
detergen merupakan jenis koloid pelindung.
oksidasi 5. Perbedaan sol liofil dan liofob sebagai berikut.
reduksi No. Sifat Liofil Liofob

1. Solvasi/hidrasi Mengadsorpsi medium Tidak mengadsorpsi


Reaksi tersebut merupakan reaksi kopro- (Adsorpsi pendispersi karena medium pendispersi-
medium adanya gaya tarik- nya karena lemahnya
porsionasi (redoks). pendispersi) menarik yang cukup gaya tarik-menarik
2) As2O3 + 3H2S As2S3 + 3H2O besar antara fase antara fase terdispersi
terdispersi dengan dengan medium pen-
Reaksi tersebut merupakan reaksi pemindah- medium pendispersi dispersi
2. Kestabilan Bersifat stabil Bersifat kurang stabil
an. 3. Koagulasi Tidak mudah ter- Mudah terkoagulasi
3) AgNO3 + HCl AgCl + HNO3 koagulasi dengan pe- dengan penambahan
nambahan elektrolit elektrolit
Reaksi tersebut merupakan reaksi pengendap- 4. Efek Tyndall Memberikan efek Memberikan efek
an. Tyndall yang lemah Tyndall yang jelas ka-
karena ukuran partikel- rena ukuran partikel-
4) FeCl3 + 3H2O Fe(OH)3 + 3HCl partikel yang relatif partikel yang cukup
kecil besar
Reaksi tersebut merupakan reaksi hidrolisis. 5. Sifat reversible Bersifat reversible, Tidak reversible. Fase
5) 2H3AsO3 + 3H2S 6H2O + As2S3 fase terdispersi dapat terdispersi liofob yang
dipisahkan dengan telah digumpalkan
Reaksi tersebut merupakan reaksi dekom- koagulasi atau pe- atau dipisahkan dari
posisi rangkap. nguapan medium medium pendispersi-
pendispersinya lalu nya tidak dapat di-
dapat diubah kembali ubah kembali menjadi
menjadi liofil dengan liofil
B. Uraian penambahan medium
pendispersinya
1. Koloid dapat menghamburkan cahaya karena
partikel-partikel koloid yang berupa molekul atau 6. Faktor-faktor yang menyebabkan koagulasi pada
ion berukuran cukup besar sehingga mampu meng- koloid sebagai berikut.
hamburkan cahaya yang diterimanya ke segala a. Pemanasan
arah meskipun partikel koloidnya tidak tampak. b. Pendinginan
Larutan tidak mampu menghamburkan cahaya c. Pelucutan muatan koloid
karena ukuran partikel larutan sangat kecil, lebih d. Penambahan elektrolit yang berbeda muatan
kecil dari ukuran partikel koloid.

106 Sifat-Sifat Koloid dan Pembuatan Koloid


7. Hemodialisis (cuci darah) merupakan terapi medis d. Industri logam, yaitu pada kegiatan memisah-
yang digunakan oleh penderita penurunan fungsi kan mineral logam dari bijihnya.
ginjal. Hemodialisis berfungsi membuang zat-zat e. Industri zat warna, yaitu pada kegiatan me-
sisa metabolisme dalam darah menggunakan misahkan komponen zat warna.
mesin dialisator. Darah dipompa keluar dari tubuh
10. Sifat koloid koagulasi dan adsorpsi digunakan pada
lalu masuk ke dalam mesin dialisator. Di dalam
proses pengolahan air. Air yang masih mengandung
dialisator, darah dibersihkan dari zat-zat racun
partikel-partikel lumpur diendapkan menggunakan
melalui proses difusi dan ultrafiltrasi oleh cairan
tawas (Al2(SO4)318H2O). Ion Al3+ yang terdapat
khusus untuk dialisis. Setelah bersih, darah
pada tawas akan terhidrolisis membentuk partikel
dialirkan kembali ke dalam tubuh.
koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui
8. Emulgator atau koloid pelindung berfungsi untuk reaksi:
menstabilkan koloid yang partikel fase terdispersi- Al3+ + 3H2O Al(OH)3 + 3H+
nya tidak menyukai (memiliki afinitas kecil)
Ion Al3+ akan menghilangkan muatan-muatan
terhadap medium pendispersinya.
negatif dari partikel koloid seperti tanah liat/lumpur
9. Kegiatan industri yang memanfaatkan sifat adsorpsi sehingga lumpur yang berukuran kecil menjadi flok-
sebagai berikut. flok yang berukuran besar (koagulasi). Lumpur
a. Industri gula, yaitu pada kegiatan pemutihan tersebut kemudian mengendap bersama dengan
gula. tawas karena pengaruh gravitasi. Selain itu, tawas
b. Industri tekstil, yaitu pada proses pewarnaan akan membentuk koloid Al(OH)3 yang meng-
tekstil. adsorpsi zat-zat warna atau zat-zat pencemar,
c. Industri air minum, yaitu pada kegiatan men- seperti detergen dan pestisida.
jernihkan dan memurnikan air.

Kimia Kelas XI 107


A. Pilihan Ganda Massa Ca(OH)2 = mol Mr
1. Jawaban: b = 4 103 74
Berdasarkan teori Bronsted-Lowry, asam adalah = 0,296 gram
zat yang mendonorkan proton, sedangkan basa = 296 mg
adalah zat yang menerima proton. Dengan Jadi, massa Ca(OH)2 dalam larutan sebanyak
demikian, asam yang melepas proton akan 296 mg.
membentuk basa konjugasinya. Misal H 2 O
dengan OH. Pasangan NH3 dengan NH4+ dan 5. Jawaban: c
S2 dengan HS merupakan pasangan basa Ba(OH)2 R Ba2+ + 2OH
dengan asam konjugasinya. 0,001 0,001 0,002
[OH] = 0,002 M
2. Jawaban: a
pOH = log [OH]
Air limbah I
= log 2 103
Metil oranye = merah pH 2,9
Bromtimol biru = kuning pH 6,0 = 3 log 2
Kertas lakmus = merah pH 4,5 Kw = 2 1014
Jadi, pH air limbah I 2,9. pKw = log Kw = 14 log 2
Air limbah II pH = pKw pOH
Metil oranye = kuning pH 4,0 = (14 log 2) (3 log 2)
Bromtimol biru = kuning pH 6,0 = 14 3
Kertas lakmus = merah pH 4,5 = 11
Jadi, pH air limbah II 4,0 pH 4,5. Jadi, pH larutan Ba(OH)2 = 11.

3. Jawaban: b 6. Jawaban: b
massa 1 3 1 pH = 5 pH = log [H+]
[M]CH = = = 0,1 M
3COOH Mr volume 60 0,5 5 = log [H+]
Ka 105 [H+] = 105
Derajat ionisasi () = = = 102.
[M]asam 10 1
[H+] = K a [CH3COOH]
Jadi, derajat ionisasi asam asetat (CH3COOH)
sebesar 102 atau 0,010. 1010 = 105 [CH3COOH]
[CH3COOH] = 105 M
4. Jawaban: e
pH Ca(OH)2 = 12 + log 4 Pengenceran:
pOH = 14 (12 + log 4) V1 M1 = V2 M2
pOH = 2 log 4 25 105 = 250 M2
pOH = log [OH] M2 = 1 106 M
2 log 4 = log [OH]
[OH] = 4 102 [H+]larutan encer = K a [CH3COOH]
[OH] = M valensi
= 105 106
4 102 = M 2
4 10 2 = 1011 = 105,5
M= = 2 102
2
mol
pH = log [H+]
mol
[Ca(OH)2] = volume
= pH = log 105,5
0,2 L
mol pH = 5,5
2 102 = mol = 4 103 mol
0,2 L Jadi, pH larutan encer 5,5.

108 Ulangan Akhir Semester


7. Jawaban: b
3 mmol
Pengenceran HCl: + 5 200 mL
[H ] = 1 10 2 mmol
= 1 105 1,5
M1 V1 = M2 V2 200 mL
0,1 103 = M2 1
pH = log [H+]
4
M2 = 0,0001 = 10 = log (1,5 105)
mol HCl = M V = 5 log 1,5
= 104 1 Jadi, pH larutan yang terbentuk adalah 5 log 1,5.
= 104 mol 9. Jawaban: e
HCl H+ + Cl
4 4 6,8 gram
10 mol ~ 10 mol Mol NH3 = = 0,4 mol
4
17 gram/mol
10 mol
[H+] = 1L
= 104 M Mol HCl = 0,2 mol
pH = log [H ] = log 10 + 4
=4 NH3 + HCl NH4Cl
Agar pH stabil: Mula-mula : 0,4 0,2
Misal: massa NaOH = x Reaksi : 0,2 0,2 0,2
x
Mol NaOH = 40
mol Setimbang : 0,2 0,2
[basa]
Mol CH3COOH =
220
L 0,1 M = 0,022 mol [OH] = Kb
1.000 [garam]
(0,2 mol/ volume total )
NaOH + CH3COOH CH3COONa + H2O = 1,8 105
x (0,2 mol/ volume total )
Mula-mula : mol 0,022 mol
40
x x x x
= 1,8 105
Reaksi : 40 mol 40 mol mol mol
40 40

pOH = log [OH]
Setimbang : (0,022
x
) mol
x
mol
x
mol = log (1,8 105)
40 40 40

[CH3COOH]
= 5 log 1,8
[H+] = Ka [CH3COONa] pH = 14 pOH
(0,022 x/40) = 14 (5 log 1,8)
104 = 105 x/40
= 9 + log 1,8
x x
10( 40 ) = 0,022 40 = 9 + 0,25
10 x x = 9,25
40
+ 40 = 0,022
Jadi, pH campuran 9,25.
11x
40
= 0,022 10. Jawaban: b
11x = 0,88 pH = 5
x = 0,08 gram = 80 mg [H+] = 105
Jadi, massa NaOH yang diperlukan sebanyak a. Asam lemah dengan garamnya
80 mg. [HCOOH]
[H+] = Ka [HCOONa]
8. Jawaban: a 1mmol/ 15 mL
Mol CH3COOH = 100 mL 0,05 M = 105 0,5 mmol/ 15 mL
= 5 mmol 5
Mol KOH = 100 mL 0,02 M = 2 10
= 2 mmol pH = 5 log 2 pH 5
CH3COOH + KOH CH3COOK + H2O b. HCOOH + NaOH HCOONa + H2O
Mula-mula : 5 mmol 2 mmol Mula-mula : 1 mmol 0,5 mmol
Reaksi : 2 mmol 2 mmol 2 mmol 2 mmol Reaksi : 0,5 mmol 0,5 mmol 0,5 mmol 0,5 mmol

Setimbang : 3 mmol 2 mmol 2 mmol Setimbang : 0,5 mmol 0,5 mmol 0,5 mmol
[HCOOH]
Oleh karena terdapat garam dan sisa asam, [H+] = Ka [HCOONa]
campuran membentuk larutan penyangga.
0,5 mmol/15 mL
+ [asam] = 105 = 105
[H ] = Ka 0,5 mmol/15 mL
[garam]
pH = 5 (benar)

Kimia Kelas XI 109


c. HCOOH + NaOH HCOONa + H2O xy
Mula-mula : 1 mmol 1 mmol 105 = 105
y
Reaksi : 1 mmol 1 mmol 1 mmol 1 mmol
y=xy
Setimbang : 1 mmol 1 mmol 2y = x
[H+] dihitung menggunakan cara hidrolisis x
= 2
karena asam lemah tidak bersisa. y 1
d. Basa lemah dengan garamnya Jadi, perbandingan volume NH3 : HCl = 2 : 1.
[NH3 ] 12. Jawaban: b
[OH] = Kb [NH4Cl] Hasil pengujian yang tepat sebagai berikut.
1 mmol/20 mL
= 105 1 mmol/20 mL Kertas Kertas
No. Larutan Sifat Lakmus Lakmus
5
= 10 Garam Larutan Merah Biru
pOH = 5
1. KCN Basa Biru Biru
pH = 14 pOH 2. NH4Cl Asam Merah Merah
= 14 5 = 9 pH 5 3. Na2SO4 Netral Merah Biru
e. NH3 + HCl NH4Cl 4. CaF2 Basa Biru Biru
Mula-mula : 1 mmol 0,5 mmol 5. NaBr Netral Merah Biru
Reaksi : 0,5 mmol 0,5 mmol 0,5 mmol

Setimbang : 0,5 mmol 0,5 mmol 13. Jawaban: e
[NH3 ] Mol CH2COOH = 0,1 L 0,2 M = 0,02 mol
[OH] = Kb [NH4Cl] Mol NaOH = 0,1 L 0,2 M = 0,02 mol
0,5 mmol/15 mL CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O
= 105 0,5 mmol/15 mL
Mula-mula : 0,02 0,02
= 105 Reaksi : 0,02 0,02 0,02 0,02

pOH = 5 Setimbang : 0,02 0,02
pH = 14 pOH volume total = (100 + 100) mL
= 14 5 = 9 pH 5 = 200 mL
11. Jawaban: c = 0,2 L
Misal MNH3 = 1 M mol
[CH3COONa] =
volume
MHCl = 1 M
0,02 mol
volume NH3 = x L = = 0,1 M
0,2 L
volume HCl = y L Kw
mol NH3 = x L 1 M = x mol [OH] = [CH3COO ]
Ka
mol HCl = y L 1 M = y mol
1014
NH3 + HCl NH4Cl = 0,1
1 105
Mula-mula : x mol y mol
Reaksi : y mol y mol y mol = 1 1010

Setimbang : (x y) mol y mol = 1 105
pOH = log [OH]
pH = 9
= log 1 105
pOH = 14 pH
=5
= 14 9
pH = pKw pOH
=5
log [OH] = 5 = 14 5
log [OH] = log 105 =9
Jadi, pH larutan setelah dicampur sebesar 9.
[OH] = 105
[NH3 ] 14. Jawaban: a
[OH] = Kb
[NH4Cl] Mol NH4OH = 0,1 L 0,8 M = 0,08 mol
mol NH3 / volume total Mol HCl = 0,1 L 0,8 M = 0,08 mol
= Kb
mol NH4Cl/ volume total
NH4OH + HCl NH4Cl + H2O
Kw
Mula-mula : 0,08 0,08 [OH] = [CH3COO ]
Reaksi : 0,08 0,08 0,08 0,08 Ka

1014
Setimbang : 0,08 0,08 104 = 5 101
Ka
Volume total = 100 mL + 100 mL
= 200 mL = 0,2 L 5 1015
108 = Ka
mol 0,08 mol
[NH4Cl] = = = 0,4 M
volume 0,2 L 5 1015
Ka = = 5 107
Kw 108
+
[H ] = [NH4+ ] Jadi, Ka CH3COOH sebesar 5 107.
Kb
17. Jawaban: d
1014
= (0,4) = 4 1010 = 2 105 CH 3 COONa terbentuk dari asam lemah
105
pH = log [H+] CH 3 COOH dan basa kuat NaOH sehingga
= log (2 105) bersifat basa.
= 5 log 2 Volume = 500 mL = 0,5 L
= 5 0,3 = 4,7 pH = 9
Jadi, pH larutan garam 4,7. pOH = pKw pH
= 14 9
15. Jawaban: a
=5
Ka
H+ = Kw [OH ] = 105

Kb
Kw
1 104 [OH] = [CH3COO ]
= (1 1014 ) Ka
1 105
1014
= 1 1013 = 10
6,5 105 = [CH3COO ]
1 10 5
pH = log [H+] 1014
1010 = 1 105 [CH3COO]
= log 106,5 = 6,5
Jadi, pH larutan yang terjadi 6,5. 1 1015 = 1014 [CH3COO]
16. Jawaban: e [CH3COO] = 101
Reaksi yang terjadi: [CH3COONa] = 0,1 M
200 Mol CH3COONa = M V
Mol KOH = 1.000
L 1 M = 0,2 mol
= 0,1 M 0,5 L
200
Mol CH3COOH = 1.000 L 1 M = 0,2 mol = 5 102 mol
CH3COOK R CH3COO + K+ Massa CH3COONa = mol Mr
CH3COO + H2O R CH3COOH + OH = (5 102) mol 82 g/mol
KOH + CH3COOH U CH3COOK + H2O
= 4,1 g
Mula-mula : 0,2 mol 0,2 mol Jadi, massa garam yang harus dilarutkan
Reaksi : 0,2 mol 0,2 mol 0,2 mol 0,2 mol sebanyak 4,1 g.

Setimbang : 0,2 mol 0,2 mol 18. Jawaban: d
Mol ekuivalen HCl = mol ekuivalen NaOH
0,2 mol
[CH3COOK] = 400 = 0,5 mol/L (V M n)HCl = (V M n)NaOH
1.000
L
(20 mL MHCl 1) = (16 mL 0,01 M 1)
CH3COOK adalah garam yang terbentuk dari
asam lemah dan basa kuat sehingga: MHCl = 8 103 M
pH = 10 Jadi, konsentrasi larutan HCl 8 103 M.
pOH = pKw pH
= 14 10 = 4
[OH ] = 104 M

19. Jawaban: b 21. Jawaban: c
Massa cuplikan = 2 gram. NaOH(aq) Na+(aq) + OH(aq)
Mol HCl mula-mula = MHCl VHCl 0,01 0,01 0,01

= 100 mL 0,1 M [OH ] = 0,01 M
= 10 mmol [Ba2+] = [Mg2+] = [Ca2+] = [Fe2+] = [Pb2+] = 0,01 M
Reaksi logam dengan HCl: 1) Ba(OH)2(aq) Ba2+(aq) + 2OH(aq)
Mg + 2HCl MgCl2 + H2 Ksp Ba(OH)2 = 4 103
Reaksi titrasi: Ksp Ba(OH)2 = [Ba2+][OH]2
HCl + KOH KCl + H2O
= (0,01)(0,01)2
Mol KOH yang diperlukan dalam titrasi sama
= 106
dengan mol HCl yang tersisa dari reaksi dengan
logam. Hasil kali [ion] < K sp Ba(OH) 2 belum
mengendap
Mol KOH = MKOH VKOH
2) Ca(OH)2(aq) Ca2+(aq) + 2OH(aq)
= 0,5 M 12 mL
= 6 mmol Ksp Ca(OH)2 = 5 106
Mol KOH = mol HCl = 6 mmol Ksp Ca(OH)2 = [Ca2+][OH]2
Mol HCl yang bereaksi dengan Mg = (0,01)(0,01)2 = 106
= mol HCl mula-mula mol HCl yang bereaksi Hasil kali [ion] < K sp Ca(OH) 2 belum
dengan KOH mengendap
= 10 mmol 6 mmol = 4 mmol 3) Fe(OH)2 Fe2+(aq) + 2OH(aq)
koefisien Mg
Mol Mg = koefisien HCl
mol HCl Ksp Fe(OH)2 = 5 1016
1 Ksp Fe(OH)2 = [Fe2+][OH]2
= 2 4 mmol = 2 mmol
= (0,01)(0,01)2 = 106
Massa Mg = mol Ar Mg Hasil kali [ion] > Ksp Fe(OH)2 mengendap
= 2 mmol 24 mg/mmol
4) Mg(OH)2(aq) Mg2+(aq) + 2OH(aq)
= 48 mg = 0,048 gram
Ksp Mg(OH)2 = 3 1012
Kadar Mg dalam cuplikan
massa Mg Ksp Mg(OH)2 = [Mg2+][OH]2
= massa cuplikan
100% = (0,01)(0,01)2 = 106
0,048 gram Hasil kali [ion] > Ksp Mg(OH)2 mengendap
= 2 gram
100% = 2,4%
Jadi, kadar Mg dalam cuplikan sebesar 2,4%. 5) Pb(OH)2(aq) Pb2+(aq) + 2OH(aq)
Ksp Pb(OH)2 = 3 1016
20. Jawaban: b
Ksp Pb(OH)2 = [Pb2+][OH]2
Ag2CO3 R 2Ag++ CO32
s 2s s = (0,01)(0,01)2 = 106
AgCl R Ag +
+ Cl Hasil kali [ion] > Ksp Pb(OH)2 mengendap
0,01 M 0,01 M 0,01 M Jadi, larutan yang tidak mengendap yaitu Ba(OH)2
+
[Ag ] = 2s + 0,01 M, 2s << sehingga: dan Ca(OH)2.
[Ag+] = 0,01 M 22. Jawaban: c
Ksp Ag2CO3 = [Ag ] +2
[CO32], Ag+ berasal dari AgCl 1) NiCO3(aq) R Ni2+(aq) + CO32(aq)
s s s
1 1014 = (0,01) (s) 2
2+
Ksp NiCO3 = [Ni ][CO32]
1 1014 = (104)s
1,4 107 = s2
1 1014 10
s= = 10
104 s= 1,4 107
Jadi, kelarutan Ag2CO3 dalam AgCl 0,01 M adalah
1 1010 mol/liter.. = 14 108
= 3,7 104

112 Ulangan Akhir Semester


2) MnCO3(aq) R Mn2+(aq) + CO32(aq) 24. Jawaban: d
s s s Mol NaOH = 100 mL 0,008 M = 0,8 mmol
Ksp MnCO3 = [Mn2+][CO32] Mol CH3COOH = 100 mL 0,008 M = 0,8 mmol
2,2 1013 = s2 NaOH + CH3COOH CH3COONa + H2O
Mula-mula : 0,8 0,8
s= 2,2 1013 Reaksi : 0,8 0,8 0,8 0,8

Setimbang : 0,8 0,8
= 22 1014
Garam CH3COONa adalah garam yang bersifat
= 4,7 107
basa sehingga terhidrolisis sebagian sesuai
3) CdCO3(aq) R Cd2+(aq) + CO32(aq) persamaan reaksi berikut.
s s s
2+
CH3COONa R CH3COO + Na+
Ksp CdCO3 = [Cd ][CO32]
CH3COO + H2O CH3COOH + OH
6,2 1012 = s2
Na+ + H2O
/
s= 6,2 1012 Kw
[OH] = (CH3COO )
= 2,5 106 Ka

4) CaCO3(aq) R Ca2+(aq) + CO32(aq)


1014 0,8 mmol
s s s [OH] =
105 200 mL
Ksp CaCO3 = [Ca2+][CO32]
3,8 109 = s2 [OH] = 109 (4 103 )
s= 3,8 109 [OH] = 2 106
Ca(OH)2 R Ca2+ + 2OH, [OH] = 2 106
= 38 1010
= 6,2 105 Ksp Ca(OH)2 = [Ca2+][OH]
Jadi, urutan kelarutan garam-garam tersebut dari 4 1016 = [Ca2+](2 106)2
yang paling kecil yaitu MnCO3, CdCO3, CaCO3, 4 1016 = [Ca2+](4 1012)
dan NiCO3 atau 2), 3), 4), dan 1).
4 1016
23. Jawaban: c [Ca2+] = 4 1012 = 104 M
Ksp PbSO4 = 6,3 107 Jadi, konsentrasi Ca2+ saat tepat jenuh sebesar
Ksp SrSO4 = 3,2 107 104 M.
Saat keadaan setimbang SO42 dari PbSO4 sama 25. Jawaban: c
dengan SO42 dari SrSO4. Hidroksida yang mengendap adalah hidroksida
Konsentrasi kelarutan Pb2+: dengan [ion+][OH] > Ksp
Ksp = [Pb2+][SO42] Apabila pH = 8 maka pOH = 6 = log[OH]
6,3 107 = s s [OH] = 106

7
X(OH)2(aq) R X2+(aq) + 2OH(aq)
s= 6,3 10
Ksp X(OH)2 = (101)(106)2
8
= 63 10 = 1013
= 7,93 104 1013 < Ksp X(OH)2
Konsentrasi kelarutan Sr2+: 1013 < 2,8 1010 tidak mengendap
2+
Ksp = [Sr ][SO42] Y(OH)2(aq) R Y2+(aq) + 2OH(aq)
3,2 107 = [Sr2+][7,93 104] Ksp Y(OH)2 = (101)(106)2
[Sr2+] = 4,0 104 M = 1013
Oleh karena kelarutan PbSO4 lebih besar daripada 1013 < Ksp Y(OH)2
SrSO4, PbSO4 lebih mudah larut dibanding SrSO4. 1013 < 4,5 1011 tidak mengendap

Kimia Kelas XI 113


Z(OH)2(aq) R Z2+(aq) + 2OH(aq) 32. Jawaban: b
1
Ksp Z(OH)2 = (10 )(10 ) 6 2 Larutan amonia yang ditambahkan ke dalam getah
karet berfungsi menstabilkan bentuk sol getah karet.
= 1013
33. Jawaban: e
1013 > Ksp Z(OH)2
Kalium aluminium sulfat merupakan nama kimia
1013 > 1,6 1014 mengendap tawas. Penambahan tawas ke dalam air kotor
Jadi, hidroksida yang mengendap adalah Z(OH)2 membantu menjernihkan air. Tawas membentuk
karena hasil kali konsentrasi ion-ionnya > Ksp-nya. partikel koloid Al(OH)3 yang mengikat kotoran
dalam air. Arang aktif berfungsi menyerap bau
26. Jawaban: c dan zat-zat berbahaya. Tanah diatome digunakan
Campuran air dengan detergen membentuk untuk memutihkan gula pasir. Kaporit berfungsi
sistem koloid karena campuran keruh tetapi stabil membunuh kuman. Aluminium hidroksida
dan tidak terpisah. Garam dan gula aren merupakan senyawa basa dalam obat mag.
membentuk larutan sejati saat dilarutkan dalam
air. Serbuk besi dan tepung terigu membentuk 34. Jawaban: e
suspensi. Gerak Brown merupakan gerakan partikel-partikel
koloid dalam arah zig-zag. Gerakan ini membuat
27. Jawaban: d koloid stabil dan tidak mengendap. Contohnya
Fase padat yang terdispersi dalam medium padat gerakan debu di udara. Contoh efek Tyndall
disebut sol padat. Sol terbentuk dari fase padat yang antara lain ketika sinar matahari yang masuk
terdispersi dalam medium cair. Emulsi terbentuk dari rumah melewati celah rumah yang berdebu,
fase cair yang terdispersi dalam medium cair. Aero- jalannya sinar akan kelihatan jelas. Peptisasi
sol terbentuk dari fase cair yang terdispersi dalam merupakan cara mengubah endapan menjadi
medium gas. Aerosol padat terbentuk dari fase partikel koloid dengan penambahan zat elektrolit
padat yang terdispersi dalam medium gas. (ion sejenis). Adsorpsi merupakan peristiwa
28. Jawaban: c penyerapan ion-ion oleh partikel koloid sehingga
Pasangan yang benar antara tipe koloid dengan partikel koloid menjadi bermuatan. Koagulasi
contohnya sebagai berikut. merupakan penggumpalan partikel koloid.

No. Tipe Koloid Contoh 35. Jawaban: b


Pembuatan mentega tersebut menerapkan cara
1. Sol Cat dispersi secara mekanik. Dispersi merupakan
2. Busa Krim kocok
cara mengubah partikel-partikel kasar menjadi
3. Aerosol Kabut, awan
partikel koloid. Kondensasi merupakan
4. Emulsi padat Keju, mutiara
pengubahan partikel larutan dengan cara
5. Busa padat Batu apung
penggumpalan sehingga menjadi partikel
6. Aerosol padat Asap
berukuran koloid. Peptisasi adalah memecah
29. Jawaban: d partikel-partikel besar menjadi partikel koloid
Sistem dispersi cair dalam medium padat adalah dengan penambahan suatu zat elektrolit. Busur
emulsi padat, contoh selai, mentega, keju, dan Bredig merupakan cara membuat partikel-partikel
mutiara. Cat dan tinta termasuk sol cair (padat fase terdispersi berukuran partikel koloid meng-
dalam medium cair). Susu dan mayones termasuk gunakan loncatan bunga api listrik. Kemampuan
emulsi (cair dalam medium cair). koloid untuk memisahkan ion-ion pengganggu
kestabilan dalam suatu proses ditunjukkan oleh
30. Jawaban: d sifat koloid berupa dialisis.
Mentega merupakan emulsi padat yang tersusun
atas zat cair dalam medium padat. Fase cair 36. Jawaban: d
dalam medium gas dinamakan aerosol cair. Fase Sifat adsorpsi diterapkan pada proses cara kerja
padat dalam medium cair dinamakan sol cair. obat norit dan penjernihan air menggunakan
Fase gas dalam medium padat dinamakan busa tawas. Sorot lampu mobil saat cuaca berkabut
padat. Fase padat dalam medium gas dinamakan merupakan contoh peristiwa efek Tyndall. Proses
aerosol padat. pencucian darah menerapkan sifat dialisis.
Pembentukan delta di muara sungai merupakan
31. Jawaban: c contoh peristiwa koagulasi.
Susu merupakan koloid alam yang sangat stabil
karena adanya kasein yang berperan sebagai
emulgator antara lemak dan air.

114 Ulangan Akhir Semester


37. Jawaban: b pH = 14 pOH
Penerapan efek Tyndall terjadi pada peristiwa = 14 (2 log 5)
cahaya matahari di sela-sela pohon yang = 12 + log 5
berkabut dan sinar lampu kendaraan pada cuaca
Jadi, pH larutan sebesar 12 + log 5.
berkabut. Penetralan albuminoid dalam darah dan
pembentukan delta di muara sungai merupakan 2. a. Persamaan reaksi netralisasi sebagai
penerapan sifat koagulasi. Pengobatan diare berikut.
dengan pil norit merupakan penerapan sifat 2NaOH(aq) + H2SO4(aq) Na2SO4(aq) +
adsorpsi. 2H2O(A)
38. Jawaban: c b. Perubahan warna indikator fenolftalein pada
Membuat koloid dengan mengubah partikel titik ekuivalen yaitu dari merah menjadi tidak
larutan sejati merupakan cara kondensasi, contoh berwarna.
menambahkan HCl ke dalam larutan Na2S2O3 c. Percobaan I II III
membentuk sol belerang. Melarutkan damar
dalam alkohol, lalu menambahkan air serta Pembacaan akhir buret (mL) 19,95 39,95 45,05
Pembacaan awal buret (mL) 0,00 19,95 25,00
melarutkan kalsium asetat jenuh ke dalam alkohol Volume H2SO4 (mL) 19,95 20,00 20,05
merupakan pembuatan koloid dengan cara
penggantian pelarut (cara fisika). Mengalirkan uap Volume rata-rata H2SO4
raksa dalam air dingin adalah cara fisika dengan 19,95 + 20,00 + 20,05
pengembunan uap. Mencampurkan larutan = 3
mL
AgNO3 dengan larutan KI berlebih membentuk = 20,00 mL
sol AgI merupakan pembuatan koloid dengan
d. Pada penetralan asam sulfat dan natrium
cara peptisasi (dispersi).
hidroksida berlaku rumus berikut.
39. Jawaban: d V1 M1 n1 = V2 M2 n2
Jenis reaksi pada persamaan reaksi pembuatan 25 2 1 = 20 M2 2
koloid tersebut sebagai berikut.
M2 = 1,25 M
a. Reaksi hidrolisis.
b. Reaksi redoks. Jadi, konsentrasi larutan asam sulfat adalah
c. Reaksi redoks. 1,25 M.
d. Reaksi pemindahan. e. Jumlah mol NaOH yang digunakan
e. Reaksi pengendapan. = VNaoH MNaOH
40. Jawaban: a 25
= 1.000 L 2 M
Contoh cara peptisasi adalah mereaksikan larutan
AgNO3 ke dalam larutan KI berlebih. Mereaksikan = 0,05 mol
larutan garam AuCl3 dengan formaldehid dan 2NaOH + H2SO4 Na2SO4 + 2H2O
mereaksikan gas H 2 S dengan larutan SO 2
Jumlah mol Na2SO4 yang dihasilkan
merupakan cara redoks. Menambahkan HCl ke
1
dalam larutan N 2 S 2 O 3 merupakan cara pe- = 2 mol NaOH
mindahan (substitusi). Menambahkan larutan
1
FeCl3 ke dalam air mendidih adalah cara hidrolisis. = 2 0,05 mol
= 0,025 mol
B. Uraian
massa 5,6 gram
Massa Na2SO4
1. Mol KOH = Mr
= = 0,1 mol = mol Na2SO4 Mr Na2SO4
56 gram/mol
mol 0,1 mol = 0,025 mol ((2 A r Na) + (1 A r S) +
MKOH = volume
= = 0,05 M
2L (4 Ar O)) g/mol
[OH] = M valensi = 0,025 mol ((2 23) + (1 32) + (4 16))
= 0,05 1 g/mol
= 0,05 = 0,025 mol (46 + 32 + 64) g/mol
pOH = log [OH] = 0,025 mol 142 g/mol
= log (0,05) = 3,55 g
= log 5 102
Jadi, massa maksimum garam Na2SO4 yang
= 2 log 5 terbentuk dalam reaksi adalah 3,55 g.

Kimia Kelas XI 115


3. Campuran larutan CH3COOH dengan CH3COONa e. Mg(CN)2, berasal dari asam lemah HCN
membentuk larutan penyangga. CH 3COONa dengan basa kuat Mg(OH)2. Hidrolisis terjadi
merupakan elektrolit kuat yang terhidrolisis sebagian.
sempurna. Reaksi:
CH3COONa CH3COO + Na+ CN + H2O HCN + OH
CH3COOH merupakan asam lemah sehingga 6. a. Dalam air suling
terionisasi sebagian. AgCl(aq) R Ag+(aq) + Cl(aq)
CH3COOH R CH3COO + OH [Ag+] = [Cl] = [AgCl]
Ion CH3COO yang ada berasal dari CH3COOH Ksp AgCl = [Ag+][Cl]
maupun CH3COONa. Penambahan sedikit asam [Ag+] = K sp = 2 1010 = 1,4 105 M
atau basa tidak mengubah nilai pH larutan
penyangga. Oleh karena itu, penambahan Jadi, kelarutan AgCl dalam air suling =
1,4 105 M.
beberapa tetes CH3COOH tidak mengubah pH
larutan secara signifikan. b. AgCl(aq) R Ag+(aq) + Cl(aq)
s s s
4. Volume = 500 mL = 0,5 L
NaCl(aq) R Na (aq) + Cl(aq)
+
Derajat hidrolisis garam dihitung dengan rumus 0,01 0,01 0,01
sebagai berikut.
Dalam larutan terdapat Ag+ = s M
Kw 1014
Kh = = = 5 10 10 Cl = s + 0,01 0,01 M
Kb 2 105
Ksp AgCl = [Ag+][Cl]
[garam] = mol/volume
2,68 g 2 1010 = (s) (0,01)
Mol garam = = 0,05 mol
53,5 g/mol 2 10 10
s= = 2 108 M
0,05 mol 1 10 2
[garam] = = 0,1 M Jadi, kelarutannya AgCl dalam NaCl 0,01 M
0,5 L
sebesar 2 108 M.
Kh
= c. AgCl dalam AgNO3 0,01 M
Garam
AgCl(aq) R Ag+(aq) + Cl(aq)
5 1010
= s s s
0,1
+
AgNO3(aq) R Ag (aq) + NO32(aq)
= 7,07 105 0,01 0,01 0,01
% = 7,07 105 100% Dalam larutan terdapat [Cl ] = s M

= 7,07 103% [Ag+] = s + 0,01 M 0,01 M


Jadi, garam terhidrolisis sebesar 7,07 103%.
Ksp AgCl = [Ag+] [Cl]
5. a. CH 3 COOK berasal dari asam lemah
2 1010 = (0,01) (s)
CH3COOH dan basa kuat KOH. Hidrolisis
2 10 10
garam CH3COOK terjadi sebagian. s= = 2 108 M
1 10 2
Reaksi:
CH3COO + H2O CH3COOH + OH Jadi, kelarutannya AgCl dalam AgNO 3
b. Na2SO4 berasal dari asam kuat H2SO4 dan 0,1 M sebesar 2 108 M.
basa kuat NaOH sehingga tidak terjadi 7. a. AgBr(aq) R Ag+(aq) + Br(aq)
hidrolisis. Ksp = [Ag+][Br]
c. KCl berasal dari asam kuat HCl dan basa
kuat KOH sehingga tidak terhidrolisis. 5 1013 = s2
d. NH 4 CN, berasal dari asam lemah HCN s = 7,07 107 M
dengan basa lemah NH4OH sehingga terjadi Mol garam = 7,07 107 M 1 L
hidrolisis sempurna. = 7,07 107 mol
Reaksi: Massa garam = mol Mr
NH4+ + H2O NH4 + H+
= 7,07 107 mol 187 gr/mol

CN + H2O HCN + OH = 1,32 104 gram

116 Ulangan Akhir Semester


Jadi, massa garam AgBr dalam setiap liter nya berlawanan. Sifat ini diterapkan dalam proses
larutan = 1,32 104 gram. penyaringan debu dalam asap pabrik. Asap
pabrik mengandung partikel debu dalam ukuran
b. Mn(OH)2(aq) R Mn2+(aq) + 2OH(aq) koloid sehingga partikel tersebut dilewatkan
Ksp = [Mn2+][OH]2 dalam ruangan yang dilengkapi logam
bermuatan. Logam bermuatan menarik partikel
4,5 1010 = 4s3
koloid.
4,5 1010
s = 3 9. a. Sol As2S3 dalam air dapat mengadsorpsi ion
4
negatif sehingga sol tersebut bermuatan
= 3
112,5 1012 = 4,83 10
4 negatif.
b. Sol Fe(OH) 3 dalam mediumnya dapat
Mol garam = 4,83 104 M/1 L mengadsorpsi ion positif sehingga sol
= 4,83 104 mol tersebut bermuatan positif.
Massa garam = mol Mr 10. Pembuatan koloid dengan cara dispersi dilakukan
= 4,83 104 mol 89 dengan memperkecil ukuran partikel dari
suspensi menjadi ukuran koloid. Misal
= 4,29 102 gram mengalirkan gas H2S ke dalam endapan CdS
Jadi, massa garam Mn(OH)2 dalam setiap sehingga diperoleh sol belerang. Sementara itu,
liter larutan = 4,29 102 gram. cara kondensasi dilakukan dengan mengubah
8. Elektroforesis merupakan sifat partikel koloid yang partikel larutan menjadi lebih besar sesuai ukuran
mampu bergerak di bawah pengaruh medan partikel koloid. Misal mereaksikan larutan perak
listrik. Partikel koloid merupakan partikel yang nitrat dengan larutan natrium klorida sehingga
bermuatan sehingga dalam medan listrik, partikel diperoleh sol AgCl.
akan bergerak menuju ke bagian yang muatan-

Kimia Kelas XI 117