Anda di halaman 1dari 4

GENERATOR FOTOVOLTAIK IDEAL

Bunga Farida (140310140008), Sheila Azhari (140310140004)

Program Studi Fisika,FMIPA Universitas Padjadjaran

30 Mei 2017
Assisten : Yati Maryati

Abstrak
Matahari sebagai sumber energi utama memiliki banyak sekali manfaat bagi kelangsungan seluruh proses kehidupan di
bumi. Pemanfaatannya pun sudah sangat luas. Saat ini salah satu pemanfatan cahaya matahari adalah sebagai salah satu
sumber energi alternative untuk menghasikan listrik. seiring pertumbuhan masyarakat dan teknologi. Energy matahari
yang dapat diubah menjadi energy listrik menjadi solusi yang tepat dalam masalah ini. Teknologi yang memanfaatkan
matahari dengan sel surya disebut dengan fotovoltaik. maka dari itu dilakukan percobaan dengan tujuan yaitu
mengetahui prinsip kerja dari generator fotovoltaik dan menentukan optimalisasi generator fotovoltaik. adapun prosedur
yang dilakukan yaitu pengamatan langsung kepada sinar matahari dengan variasi waktu pengamatan yaitu pada pukul
10.00 wib, 12.00 wib dengan sudut yang diberikan 0 o;15 o;;30 o;45 o;60 o;75 o90 o; berdasarkan parameter-parameter yang
didapat maka efisiensi untuk masing-masing sudut pada waktu pengamatan 12.00 wib yaitu
196%;93%;104%;139%;96%;109%;118% dengan rata-rata 122 % dan efisiensi pada waktu pengamatan 10.00 wib yaitu
0,19%;0,147%;0,149%;0,153%;0,155%;0,172%;0,188% dengan rata-rata 0,16%

Kata kunci: Matahari, energy listrik, sel surya, fotovoltaik, efisiensi

I. Pendahuluan . Photovoltaik merupakan sebuah proses untuk


mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Proses
ini bisa dikatakan kebalikan dari penciptaan laser. Efek
Matahari sebagai sumber energi utama memiliki Photovoltaik pertama kali berhasil diidentifikasi oleh
banyak sekali manfaat bagi kelangsungan seluruh proses seorang ahli Fisika berkebangsaan Prancis Alexandre
kehidupan di bumi. Pemanfaatannya pun sudah sangat Edmond Becquerel pada tahun 1839. Baru pada tahun
luas. Saat ini salah satu pemanfatan cahaya matahari 1876, William Grylls Adams bersama muridnya, Richard
adalah sebagai salah satu sumber energi alternative untuk Evans Day menemukan bahwa material padat selenium
menghasikan listrik. Kebutuhan listrik yang sangat besar dapat menghasilkan listrik ketika terkena paparan sinar.
saat ini menuntut kita untuk selalu mencari solusi Dari percobaan tersebut, meskipun bisa dibilang gagal
alternative melihat biaya produksi listrik yang sangat karena selenium belum mampu mengonversi listrik
tinggi Energy matahari yang dapat diubah menjadi dalam jumlah yang diinginkan, namun hal itu mampu
energy listrik menjadi solusi yang tepat dalam masalah membuktikan bahwa listrik bisa dihasilkan dari material
ini. Teknologi yang memanfaatkan matahari dengan sel padat tanpa harus ada pemanasan ataupun bagian yang
surya disebut dengan fotovoltaik. Teknologi ini dapat bergerak. [1]
mengubah langsung energi matahari menjadi energi Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya
listrik. Sejalan dengan kebutuhan energ bagi yang mengubah cahaya menjadi listrik. Mereka disebut
kelangsungan hidup manusia pada masa yang akan surya atas matahari atau "sol" karena matahari
datang, dilakukanlah berbagai riset terhadap energi merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat
cahaya untuk diubah menjadi energi listrik. Hal tersebut dimanfaatkan. Panel surya sering kali disebut sel
pulalah yang menjadi latar belakang dilakukannya photovoltaic, photovoltaic dapat diartikan sebagai
praktikum ini.[1] "cahaya-listrik". Sel surya atau sel PV bergantung pada
Praktikum ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efek photovoltaic untuk menyerap energi matahari dan
prinsip kerja dari generator fotovoltaik dan menentukan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan
optimalisasi generator fotovoltaik. bermuatan yang berlawanan.[1]

II. Teori Dasar 2.2. Sel Fotovoltaik


2.1. Fotovoltaik
Efek fotolistrik ini terjadi pada suatu sel yang E=Ir A Dimana
terbuat dari bahan semikonduktor. Karena sifatnya, sel
ini kemudian disebut sebagai sel fotovoltaik
(photovoltaic cell) atau sering juga disebut sebagai sel
surya (solar cell). Sel fotovoltaik merupakan komponen
terkecil di dalam sistem energi surya fotovoltaik (SESF).
Ir = intensitas radiasi matahari ( Wm )
2 ,

Sinar matahari yang menimpa permukaan sel diubah


secara langsung menjadi listrik sebagai akibat terjadinya A = Luas permukaan ( m2 )
pergerakan pasangan electron-hole, sebagaimana
digambarkan pada skema dibawah ini. Teknologi sel Sedangkan untuk besarnya daya sesaat yaitu
fotovoltaik yang tersedia dewasa ini masih didominasi perkalian tegangan dan arus yang dihasilkan oleh sel
oleh jenis sel dengan teknologi kristal, baik mono- fotovoltaik dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
maupun poli-kristal, khususnya dari bahan dasar silikon.
P=V I Dimana

P = daya (Watt),
V = beda potensial (Volt)
I = arus (ampere).

III. Percobaan
Alat percobaan yang digunakan dalam praktikum
ini adalah Sumber cahaya (Matahari), Panel sel surya
Beberapa resistor ekstermal, Luxmeter Alat ukur arus
dan tegangan listrik
Gambar 2.2 Fotovoltaik [1] Adapun prosedur percobaan nya adalah: semua
alat-alat percobaan disusun seperti gambar dibawah ini:

2.3. Prinsip kerja sel surya


Sel surya merupakan suatu devais
semikonduktor yang dapat menghasilkan listrik jika
diberikan sejumlah energi cahaya. Proses
penghasilan energi listrik itu diawali dengan proses
pemutusan ikatan elektron pada atom-atom yang
tersusun dalam kristal semikonduktor ketika
diberikan sejumlah energi (hf). Salah satu bahan
Gambar 3.1 Susunan Alat Percobaan
semikonduktor yang biasa digunakan sebagai sel
surya adalah kristal silikon. Setelah alat disusun seperti pada gambar, maka langkah
pertama adalah meletakan alat diruang terbuka dengan
intensitas matahari yang bagus sehingga bisa terserap dengan
baik pada panel surya. Lalu memvariasikan sudut yang
diberikan pada panel surya sebesar 0o;15o;;30 o;45 o;60
o
;75;o90 o;dari masing-masing sudut maka dilakukan
pengamatan intensitas pada luxmeter yang terpasang,
lalu Arus, tegangan dan mengamati lampu yang
Gambar 2.3. Sketsa penampang dua dimensi dari kristal
terpasang apakah nyala atau tidak yang berguna untuk
silikon [2]
mengetahui kemampuan cahaya yang terserap.

2.4. Daya dan Efisiensi IV. Data dan Analisis


4.1. Data Hasil Percobaan
Sebelum mengetahui daya sesaat yang dihasilkan
Tabel 1. Menentukan intensitas cahaya pada waktu
kita harus mengetahui energi yang diterima, dimana pengamatan pkl 10.00 WIB
energi tersebut adalah perkalian intensitas radiasi yang
diterima dengan luasan dengan persamaan :
Grafik 4. Hubungan Arus terhadap sudut

Grafik 1. Hubungan tegangan terhadap sudut

4.2 Analisa
Pada percobaan pertama akan mendapatkan
tegangan dan arus berdasarkan sudut (). Dimana dari
hasil didapat tegangan yang semakin meningkat pada
sudut 0o-60o dengan arus yang semakin besar pula namun
terjadi penurunan baik tegangan maupun suhu pada 75 o
Grafik 2. Hubungan Arus terhadap sudut dan 90o hal tersebut dikarenakan factor cuaca yang tidak
stabil dimana sinar matahari yang tidak terlalu panas
dapat dikatakan mendung.dari parameter-parameter
tersebut dapat diperoleh suatu Pmax dan Pin dimana baik
Pmax maupun Pin mengalami peningkatan daya sampai
dengan suhu 60 namun mengalami penurunan pada suhu
75 dan 90 hal tersebut terjadi karena parameter tegangan
dan arus yang semakin menurun. Untuk grafik hubungan
tegangan dan arus terhadap sudut () sendiri adalah
hampir mendekati garis lurus. Hal ini karena tidak
terbentuk pola untuk arus, tegangan terhadap sudutnya,
yang artinya nilainya tidak konstan (naik turun).Sebagai
contoh kita lihat pada sudut 0-69 nilai tegangan dan arus
Tabel 2. Menentukan intensitas cahaya pada waktu
semakin membesar sebanding dengan semakin besarnya
pengamatan pkl 12.00 WIB
sudut () yang divariasikan. Namun, pada sudut 60-900,
nilai arus dan tegangannya justru semakin mengecil
dengan membesarnya sudut yang kita variasikan.
Sehingga grafik yang terbentuk mendekati garis lurus
lalu efisiensi yang diperoleh pun cukup kecil.
Pada percobaan pada waktu pengamatan pukul
12.00 WIB diperoleh nilai intensitas paling tinggi
adalah pada sudut 15, hal tersebut menunjukkan
keadaan dimana matahari sebagai sumber energi
posisinya tegak lurus terhadap panel surya. Namun
Grafik 3. Hubungan tegangan terhadap sudut tegangan yang paling besar diperoleh pada sudut 0,
dimana seharusnya pada intensitas tertinggi maka
tegangannya harus terbesar. Hal tersebut terjadi karena cahaya matahari, maka elektron mendapat
pada saat pengukuran intensitas, kemungkinan bergeser energi dari cahaya matahari untuk melepaskan
pada titik yang telah ditentukan. Dari hasil percobaan dirinya dari semikonduktor n .Terlepasnya
diperoleh bahwa, ketika tegangan yang dihasilkan elektron ini meninggalkan hole pada daerah
semakin kecil maka arus yang dihasilkan semakin yang ditinggalkan oleh elektron yakni,
kecil. Hal iini menunjukan hubungan tegangan terbentuknya pasangan elektron dan hole akibat
terhadap arus yaitu berbanding lurus. Daya keluaran ( cahaya matahari. Selanjutnya, dikarenakan pada
Pout ) maksimum diperoleh pada sudut 0 yaitu sambungan pn terdapat medan listrik E,
elektron hasil fotogenerasi tertarik ke arah
semikonduktor n, begitu pula dengan hole yang
sebesar 4,473 watt dan daya input ( P ) maksimum tertarik ke arah semikonduktor p.Apabila
diperoleh pada sudut 15 yaitu sebesar 4,483 watt. rangkaian kabel dihubungkan ke dua bagian
Daya keluaran dipengaruhi oleh besar teganagan dan semikonduktor, maka elektron akan mengalir
arus yang diperoleh dari percobaan, yaitu merupakan melalui kabel, lampupun menyala.
daya yang dihasilkan setelah proses konversi energi
matahari menjadi energi listrik. Sedangkan daya input 2. Optimalisasi pada generator fotovoltaik yaitu
dipengaruhi oleh luas panel surya dan besar intensitas dengan mengatur sudut maksimum sesuai
cahaya matahari. Efisiensi rata-rata yang diperoleh dengan arah matahari itu berada, dimana nilai
adalah 122%. intensitas matahari yang besar akan membuat
Dari kurva hubungan tegangan terhadap sudut, nilai arus dan tegangannya semakin naik sampai
diperoleh bahwa semakin besar sudut pengamatan nilai maksimum. Pada percobaan pertama
maka semakin kecil tegangan yang dihasilkan. Begitu intensitas terbesar terletak pada 30o dengan
pula untuk kurva hubungan arus terhadap sudut, tegangan 0,203 V dan pada percobaan ke dua
semakin besar sudut maka semakin kecil arus yang intensitas terbesar terletak pada sudut 60 o
diperoleh. Besar sudut pengamatan berbanding terbalik dengan tegangan 16,63 V dari ekdua percobaan
dengan tegangan dan arus yang dihasilkan. Hal ini tersebut terlihat bahwa hasil terbaik berada pada
menunjukkan bahwa posisi panel surya yang saat pengamatan pukul 12.00 sehingga efisiensi
digunakan dipengaruhi oleh sudut (), yaitu posisi yang yang dihasilkan pun lebih besar.
tepat adalah ketika cahaya matahari tegak lurus
terhadap panel surya. Dimana cahaya matahari
langsung mengenai permukaan panel surya seluruhnya.
Daftar Pustaka
V. Kesimpulan [1]. Dwi Nurfatimah. 2012. Generator Fotovoltaik
http://www.academia.edu/6816728/Fotovoltaik_
1. Prinsip kerja generator fotovoltaik membahas diakses pada 29 Mei 2017 ( 09.00 pm)
tentang semikonduktor sebagai bahan utama
panel surya yang akan menangkap sinar [2]. Istiyono, Edi. 2004. Analisis Tegangan Elemen Foto
matahari yang memiliki intensitas tertentu Voltaik dengan Variasi Daya dan Jarak Sumber
dengan pengaruh sudut datangnya dimana Cahaya. FMIPA UNY, Vol. 9, No. 1, hal : 69-82.
semakin sudutnya besar maka nilai konversi
energinya semakin besar. Cara kerjanya ini
ketika sambungan semikonduktor terkena