Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN


GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN

Di Ruang Dahlia IV RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Tugas Mandiri
Stase Praktek Keperawatan Dasar

Disusun oleh :
ANDI KUSUMA SEDANA
07/254014/KU/12391

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2012
I. KONSEP KEBUTUHAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN
A. PENGERTIAN
Keselamatan adalah suatu keadaan individu yang terhindar dari ancaman bahaya /
kecelakaan. Kecelakaan merupakan kejadian yang tidak diharapkan dan tidak dapat
diduga yang dapat menimbulkan kerugian. Keamanan adalah suatu kondisi yang
aman dan tenteram.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan keselamatan dan keamanan,
yaitu:
a. Emosi
Emosi seperti kecemasan, depresi dan marah akan berpengaruh terhadap masalah
keselamatan dan keamanan.
b. Gangguan persepsi sensori
Kerusakan sensori akan berpengaruh terhadap adaptasi rangsangan yang
berbahaya seperti gangguan penciuman dan penglihatan.
c. Informasi / komunikasi
Misal: aphasia atau tidak dapat membaca
d. Keadaan imunitas
Gangguan imunitas akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terserang
penyakit.
e. Ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi sel darah putih
Sel darah putih berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap suatu penyakit.
f. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional
Atibiotik dapat menimbulkan resistensi dan anafilaktik syok
g. Status mobilitas
Keterbatasan aktivitas, paralisis, kelemahan otot dan kesadaran menurun
memudahkan terjadinya risiko injuri/gangguan integritas kulit.
h. Status nutrisi
Kurangnya intake nutrisi dapat menimbulkan kelemahan sehingga memudahkan
individu terserang penyakit, namun demikian, kelebihan nutrisi juga berisiko
terhadap penyakit tertentu.
i. Tingkat kesadaran
Pada pasien koma, menurunnya respons terhadap rangsang, paralisis, disorientasi
dan kurang tidur.
j. Tingkat pengetahuan
Tingkat pengetahuan akan menimbulkan kesadaran terhadap adanya gangguan
keamanan dan keselamatan sehingga dapat diprediksi sebelumnya.
k. Usia
Anak-anak relatif tidak terkontrol dalam melakukan sesuatu dan tidak mengetahui
akibat dari apa yang dilakukan. Sementara pada lansia kejadian jatuh akan sering
terjadi karena kerapuhan tulang.

B. NILAI-NILAI NORMAL
Macam-macam bahaya / kecelakaan :
a. Di Rumah :
tersedak, jatuh, tertelan alat-alat rumah tangga, tersiram air panas, jatuh dari
jendela/tangga, terpotong, luka tusuk/luka gores, luka baker, tenggelam, terkena
pecahan kaca, terkunci dalam kamar, jatuh dari sepeda, keracunan
b. Di Rumah Sakit :
mikroorganisme, cahaya, kebisingan, temperature, kelembaban, cedera/jatuh,
kesalahan prosedur, peralatan medik, radiasi, keracunan inhalasi, injeksi,
elektrik syok, asfiksia dan kebakaran

Pencegahan kecelakaan di Rumah Sakit :


.a Mengkaji tingkat kemampuan pasien untuk melindungi diri sendiri dari
kecelakaan
.b Menjaga keselamatan pasien yang gelisah selama berada di tempat tidur
.c Menjaga keselamatan klien dari infeksi dengan mempertahankan teknik
asptik, menggunakan alat kesehatan sesuai tujuan
.d Menjaga keselamatan klien yang dibawa dengan kursi roda
.e Menghindari kecelakaan :
Mengunci kereta dorong saat berhenti
Tempat tidur dalam keadaan rendah dan ada penghalang pada pasien yang
gelisah
Bel berada pada tempat yang mudah dijangkau
Meja yang mudah dijangkau
Kereta dorong ada penghalangnya
.f Mencegah kecelakaan pada pasien yang menggunakan alat listrik misalnya
suction, kipas angin, dan lain-lain
.g Mencegah kecelakaan pada klien yang menggunakan alat yang mudah
meledak seperti tabung oksigen dan termos
.h Memasang label pada obat, botol, dan obat-obatan yang mudah terbakar
.i Melindungi semaksimal mungkin klien dari infeksi nosokomial seperti
penempatan klien terpisah antara infeksi dan non-infeksi
.j Mempertahankan ventilasi dan cahaya yang adekuat
.k Mencegah terjadinya kebakaran akibat pemasangan alat bantu penerangan
.l Mempertahankan kebersihan lantai ruangan dan kamar mandi
.m Menyiapkan alat pemadam kebakaran dalam keadaan siap pakai dan mampu
menggunakannya
.n Mencegah kesalahan prosedur, identitas klien harus jelas

C. HAL-HAL YANG PERLU DIKAJI PADA KLIEN YANG MENGALAMI


GANGGUAN KEBUTUHAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN
Beberapa hal yang perlu dikaji oleh perawat dalam hubungannya dengan
pemenuhan kebutuhan keamanan dan keselamatan antara lain:

1. Faktor-faktor yang berhubungan dengan sistem sensori komunikasi pasien


seperti adanya perubahan perilaku pasien karena gangguan sensori komunikasi :
Halusinasi
Gangguan proses pikir
Kelesuan
Ilusi
Kebosanan dan tidak bergairah
Perasaan terasing
Kurangnya konsentrasi
Kurangnya koordinasi dan keseimbangan
2. Faktor risiko yang berhubungan dengan keadaan klien :
Kesadaran menurun
Kelemahan fisik
Imobilisasi
Penggunaan alat bantu
3. Riwayat keperawatan
Riwayat imunisasi
Riwayat infeksi akut atau kronis
Terapi yang sedang dijalani
Stressor emosional
Proses penyakit yang terlihat pada pasien dan keluhan fisik
Status nutrisi
4. Pemeriksaan fisik
Adanya tanda-tanda infeksi, baik infeksi lokal maupun sistemik.
5. Pemeriksaan penunjang
Data laboratorium yang menunjukkan terjadinya infeksi.

II. DIAGNOSIS KEPERAWATAN


Beberapa diagnosis keperawatan yang mungkin muncul pada pasien dengan
gangguan pemenuhan kebutuhan keamanan dan keselamatan antara lain :
1. Risiko infeksi
2. Risiko injuri
3. Risiko jatuh
4. Risiko trauma
5. Risiko aspirasi
6. Ketidakefektifan proteksi

III. PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN


1. Risiko infeksi
Definisi : peningkatan risiko invasi oleh organisme patogen
NOC : Kontrol Risiko
Setelah dilakukan perawatan, klien mampu:
Mengetahui adanya risiko
Mengidentifikasi faktor risiko diri dan lingkungan
Memodifikasi gaya hidup untuk mengurangi risiko
Mencegah paparan ancaman kesehatan
Berpartisipasi dalam program skreening untuk masalah kesehatan
terkait
Berpartisipasi dalam program skreening untuk identifikasi risiko
Mendapatkan imunisasi yangs sesuai
Mengenali perubahan status kesehatan
NIC: Kontrol infeksi
Aktivitas :
Batasi jumlah pengunjung
Gunakan universal precaution
Ajarkan kepada klien dan keluarganya mengenai tanda & gejala infeksi
Tingkatkan istirahat
Administrasi pemberian antibiotik
Gunakan teknik perawatan luka yang sesuai
Cuci tangan sebelum dan sesudah merawat klien
Gunakan sabun antimikrobial untuk cuci tangan
2. Risiko jatuh
Definisi : peningkatan susceptibiliti untuk jatuh yang dapat membahayakan fisik
NOC : Safety Behaviour: Fall Prevention
Klien dapat menunjukkan perilaku yang aman untuk mencegah jatuh dengan
indikator :
Menempatkan penghalang untuk mencegah jatuh
Menggunakan restrain jika diperlukan
Mengontrol agitasi dan kelemahan
Menggunakan prosedur berpindah yang aman
Mengkompensasi keterbatasan fisik
NIC : Pencegahan jatuh
Aktivitas :
Identifikasi keterbatasan fisik dan kognitif pasien yang dapat
meningkatkan potensi jatuh
Identifikasi karakteristik lingkungan yang meningkatkan potensi jatuh
Sediakan alat bantu seperti walker
Ajarkan pasien meminimalkan injuri ketika jatuh
Gunakan restrain fisik untuk membatasi pergerakan yang dapat
membahayakan klien
Gunakan side rail pada bagian kiri dan kanan untuk mencegah jatuh
dari tempat tidur
Sediakan pencahayaan yang adekuat untuk meningkatkan penglihatan

3. Risiko Aspirasi
Definisi: keadaan dimana individu pada risiko adanya sekresi gastrointestinal,
orofaringeal atau benda padat atau acir ke dalam saluran trakeobronkial.
NOC: Immobility Consequences: Physiological
Setelah dilakukan perawatan, klien mampu beradaptasi secara fisiologis terhadap
kerusakan fisik dengan indikator:
Tidak ada penurunan status nutrisi
Tidak ada demam
Peningkatan kekuatan otot
Perbaikan pergerakan sendi
Peningkatan batuk efektif
NIC: Pencegahan Aspirasi
Monitor level kesadaran, reflek batuk dan kemampuan menelan
Jaga jalan napas
Potong-potong makanan menjadi bagian-bagian kecil
Haluskan obat-obatan dalam bentuk pil atau tablet sebelum
diberikan

IV. DAFTAR PUSTAKA.


Ellis, Janice, Elizabeth A. Noulis. 1994. Nursing Human Need Approach 5th Edition.
Philadelphia: J.B. Lippincott Company.

Johnson, M., Maas, M., Moorhead, S. 2000. Nursing Outcomes Classification Second
Edition. Mosby, Inc : Missouri.

McCloskey, J.C., Bulechek, G.M. 1996. Nursing Intervention Classification Second


Edition. Mosby, Inc : Missouri.

Mubarak, W.I., Chayatin, N. 2005. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia: teori dan
aplikasi dalam praktik. EGC: Jakarta
North American Nursing Diagnosis Association. 2005. Nursing Diagnoses : Definition
& Classification 2005-2006. Philadelphia.

Taylor C., Lilis C., Le Mone P. 1997. Fundamentals of Nursing: The Art and Science of
Nursing Care. Philadelphia: Lippincott-Raven Publishers.